cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK)
ISSN : 22525378     EISSN : 25978772     DOI : https://doi.org/10.21009/JRPK
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK) is the journal for teachers, researchers and other practitioners at all levels of chemistry education. It is published electronically two times a year.
Arjuna Subject : -
Articles 185 Documents
Pengembangan Media Pembelajaran Mobile Learning Berbasis Android pada Materi Sifat Koligatif Larutan Septina Restu Nurhalimah; Suhartono Suhartono; Ucu Cahyana
Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK) Vol 7 No 2 (2017): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 7 Nomor 2 (2017)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (915.336 KB) | DOI: 10.21009/JRPK.072.10

Abstract

This study aims to develop a mobile learning media for the smartphone on the material of the colligative nature of the solution. This research uses the research approach of developing the model of Borg & Gall that has been adapted. The research stages consist of needs analysis, media development, and media trials. The result of requirement analysis shows that 91,7% of students felt the need for the development of mobile learning media on the material of the colligative nature of the solution. Media developed this form of particular applications for android with size 49.49 MB. Experimental results by media experts obtained a feasibility percentage of 87.2%. Test results obtained by the material expert received a portion of eligibility of 88%. Trial results to the chemistry teacher achieved by 94%. Trial results to small-scale students were reached at 79%. Trial results to large-scale students were reached at 80%. From the whole test, it can be concluded that Android Based Learning Learning Media On Material Colligative Material The solution has been by the needs of students and teachers with good interpretation results. Keywords: Learning Media of Chemistry, Mobile Learning, Android, Colligative, Properties of Solution
Peranan Transformative Learning dalam Pendidikan Kimia: Pengembangan Karakter, Identitas Budaya, dan Kompetensi Abad ke-21 Yuli Rahmawati
Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK) Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 8 Nomor 1 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (414.046 KB) | DOI: 10.21009/JRPK.081.01

Abstract

Pendidikan kimia tidak hanya terfokus untuk meningkatkan kompetensi peserta didik pada aspek pengetahuan kimia, namun juga mempersiapkan generasi muda yang memiliki kemampuan menjadi agent of change, berkarakter, dan berbudaya khususnya dalam menghadapi tantangan abad 21. Pembelajaran dengan prinsip transformative learning terfokus pada mentransformasi beliefs, perilaku (attitudes), dan emosi akan mengintegrasikan refleksi peserta didik terhadap dirinya sendiri (self-critical reflection) yang dikaitkan dengan pengalamannya untuk mengembangkan dan mentransformasi kompetensi peserta didik secara holistik baik hard skills maupun soft skills. Artikel ini memberikan paparan mengenai peranan transformative learning dalam pembelajaran kimia dalam mengembangkan karakter, identitas budaya, dan kompetensi abad ke-21 dari peserta didik dan memberikan penguatan kompetensi terhadap kehidupan sosial peserta didik dalam bermasyarakat yang dapat dijadikan sebagai keterampilan peserta didik di masa yang akan datang. Pendekatan-pendekatan pembelajaran yang telah dikembangkan oleh peneliti bersama tim peneliti selama tahun 2013-2017 menggunakan dasar prinsip transformative learning dimana proses refleksi peserta didik dan peranan pendidik sebagai transformative educator berperan sangat penting. Pendekatan-pendekatan pembelajaran yang telah diterapkan dalam pembelajaran kimia, yaitu Social Emotional Learning (SEL), Dilemmas Stories, Life Cycle Analysis, Socio-Critical Problem Oriented, Culturally Responsive Teaching, dan Science Technology Education Art and Mathematics (STEAM). Integrasi transformative learning ini membutuhkan perubahan paradigma mendasar dalam proses pembelajaran, dalam konteks ini pendidik perlu menerapkan 3 prinsip mendasar untuk dijadikan acuan dalam implementasi pendekatan, yaitu: 1) constructivism as referent, 2) empowering teacher-student relationship, and 3) dialectical thinking. Pada akhirnya, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pembelajaran dan penelitian pendidikan kimia yang dapat dimanfaatkan bagi pada pendidik dan peserta didik calon pendidik untuk dapat memberikan inovasi pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan konteks dan karakteristik pembelajaran kimia. Kata kunci Pembelajaran Kimia, Transformative Learning, Keterampilan Abad 21, Karakter, Identitas Budaya.
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik pada Materi Termokimia di SMA Pekanbaru Melalui Penerapan Strategi Pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) Maria Erna; R. Usman Rery; Wiji Astuti
Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK) Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 8 Nomor 1 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.851 KB) | DOI: 10.21009/JRPK.081.02

Abstract

Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi termokimia dalam penerapan strategi pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) di kelas XI MIA SMA Negeri 8 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian One Group Pretest Posttest Design yang dilakukan di SMA Negeri 8 Pekanbaru Tahun ajaran 2017/2018. Objek penelitian ini adalah kelas XI MIA 1 yang terdiri dari 32 peserta didik. Pengumpulan data peserta didik menggunakan teknik tes berupa pretest dan posttest. Keberhasilan pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik ditunjukkan dengan peningkatan kriteria berpikir kritis dari hasil pretest dan posttest yang dianalisis dengan cara menghitung skor persentase berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Peserta didik mengalami peningkatan dari kategori berpikir kritis sangat rendah menjadi kategori sangat tinggi sebesar 15,625 %, peningkatan dari kategori rendah menjadi kategori sangat tinggi sebesar 40,625 %, peningkatan dari kategori rata-rata menjadi kategori sangat tinggi sebesar 9,375 %, peningkatan dari kategori berpikir kritis sangat rendah menjadi kategori tinggi sebesar 12,5 %, dan peningkatan dari kategori berpikir kritis rendah menjadi kategori tinggi sebesar 21,875 %. Berdasarkan analisis data dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL) dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi termokimia di SMA Negeri 8 Pekanbaru. Kata kunci Strategi Pembelajaran Process Oriented Guided Inquiry Learning (POGIL), Berpikir Kritis, Termokimia
Pengaruh Model Problem Based Learning dan Tipe Kepribadian Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Koloid Tamrin Taher; Erdawati Erdawati; Afrizal Afrizal
Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK) Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 8 Nomor 1 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.76 KB) | DOI: 10.21009/JRPK.081.03

Abstract

This study aims to determine the effect of Problem Based Learning model and personality type to students' critical thinking ability on colloidal material. The subjects of the study were the students of class XI IPA2 and XI IPA3 SMA Negeri 5 Tidore Islands in the academic year 2016/2017 selected using cluster random sampling technique. The method used in this research is experimental method with 2x2 factorial design.The instruments used for critical thinking are essay and personality type instruments in the form of questionnaires. Analysis of this research date using two way variance analysis and continued with t-test. The result of date shows that: 1)there is interaction effect between learning model and personality type.2)there is a significant difference of students' critical thinking ability on colloid material taught by model of problem based learning and direct learning model. 3)There is a significant difference in students' critical thinking ability on colloidal material between extroverted and introverted personality students. 4) critical thinking skills of extroverted students taught with a higher problem-based learning model than if taught by direct learning model.5) the critical thinking skills of introverted students taught with Problem Based Learning model is lower than if taught by direct learning model. From the above results, it can be concluded that the model of Problem Based Learning is more suitable applied to students who have extroverted personality types to improve their critical thinking skills, especially on colloid material than introverted students. Keywords Problem Based Learning, Personality Type, Critical Thinking Ability, Colloid
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Sistem Koloid Septiwi Tri Pusparini; Tonih Feronika; Evi Sapinatul Bahriah
Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK) Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 8 Nomor 1 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.76 KB) | DOI: 10.21009/JRPK.081.04

Abstract

Menurut beberapa penelitian terdahulu, kemampuan berpikir kritis siswa kurang terlatih dikarenakan pembelajaran lebih berpusat kepada guru (teacher center). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada materi sistem koloid. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 10 Kota Tangerang Selatan pada bulan Februari semester genap tahun ajaran 2016/2017. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen. Sampel penelitian berjumlah masing-masing 30 orang siswa pada kelas kontrol maupun eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu purpossive sampling. Instrumen utama yang digunakan yaitu tes essay sebanyak 10 butir soal. Hasil uji hipotesis menggunakan bantuan software SPSS versi 22 diperoleh data bahwa sig < α yaitu 0,000 < 0,05 pada taraf signifikansi 5% sehingga H0 ditolak dan terima H1. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Kata kunci Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL), Kemampuan Berpikir Kritis, Sistem Koloid.
Integrasi CoRe Framework dan Strategi Metakognitif dalam Pengembangan Pedagogy Content Knowledge Calon Guru Kimia pada Pembelajaran Telaah Kurikulum Kimia Ella Fitriani; Yuli Rahmawati; Nurbaity Nurbaity; Sukro Muhab
Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK) Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 8 Nomor 1 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.706 KB) | DOI: 10.21009/JRPK.081.05

Abstract

Penelitian ini terfokus pada analisis Pedagogical Content Knowledge (PCK) calon guru kimia menggunakan CoRe (Content Representation) Framework dan strategi metakognitif pada mata kuliah Telaah Kurikulum Kimia. PCK merupakan representasi gabungan antara isi materi pelajaran dan pedagogik yang dimilik oleh guru sehingga siswa tertarik dan mudah untuk memahami suatu materi (Shulman, 1987). Oleh karena itu, CoRe framework dan strategi metakognitif pada penelitian ini digunakan untuk mengembangkan penguasaan konsep kimia dan cara menyampaikan konsep tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan studi interpretif kualitatif hingga menghasilkan profil PCK calon-calon guru kimia terkait dengan penguasaan konsep-konsep kimia. Data diperoleh dari rubrik PCK, MAIT (Metacogitive Awareness Inventory for Teachers), wawancara, observasi, nilai tes konsep, dan kertas refleksi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat PCK calon-calon guru kimia tergolong tinggi. Terlihat bahwa Content Knowledge (CK) yang mereka miliki sedikit lebih tinggi daripada Pedagogical Knowledge (PK). Hasil MAIT (Metacogitive Awareness Inventory for Teachers) juga menunjukkan bahwa calon-calon guru tersebut memiliki kesadaran metakognitif yang sangat tinggi sehingga mereka mengetahui kelemahan dan kekuatannya sendiri dalam mengajar. Kata kunci: Pedagogical Content Knowledge, Content Representation, Strategi Metakognitif, Telaah Kurikulum Kimia
Analisis Soft Skills Peserta Didik pada Pembelajaran Redoks dengan Model Flipped Classroom-Collaborative Learning Maria Paristiowati; Yusmaniar Yusmaniar; Catur Ahda Darojatun
Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK) Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 8 Nomor 1 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JRPK.081.06

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui soft skills peserta didik pada pembelajaan materi redoks dan tata nama senyawa kimia dengan model flipped classroom-collaborative learning. Penelitian dilakukan di salah satu SMA Negeri di Jakarta dengan 36 peserta didik kelas X sebagai subyek penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan instrumen wawancara, lembar observasi, reflektif jurnal, catatan lapangan, kuesioner serta tes hasil belajar. Flipped classroom-collaborative learning adalah model pembelajaran dimana peserta didik mempelajari materi pelajaran di luar kelas melalui video pembelajaran, dan kegiatan belajar di dalam kelas dilakukan dengan pembelajaran kolaboratif yang menekankan pada aktivitas peserta didik dalam kelompok, meliputi kerja sama, sharing knowledge, mengkonstruksi pemahaman bersama, dan bertanggung jawab terhadap kelompok. Hasil penelitian menunjukkan soft skills peserta didik yang muncul meliputi keterampilan komunikasi, keterampilan kolaborasi dan literasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Penerapan model flipped classroom-collaborative learning memberikan kemudahan bagi peserta didik untuk memahami materi pelajaran di dalam maupun di luar kelas, mereview materi pelajaran, membantu peserta didik yang pasif, dan dapat digunakan sebagai panduan dalam mengerjakan tugas serta mempersiapkan tes. Selain itu, model pembelajaran ini juga berdampak positif terhadap hasil belajar peserta didik. Kata kunci : Flipped classroom, Collaborative learning, Soft skills, Redoks
Penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Berbasis Pendekatan Saintifik untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep pada Materi Pokok Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan R Rafiuddin; Arniah Dali; La Ode Rusdi Anton
Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK) Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 8 Nomor 2 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.853 KB) | DOI: 10.21009/JRPK.082.01

Abstract

Has conducted research that aims to determine the effectiveness of the application of models problem based learning based on a scientific approach to the mastery of concepts. The study design using pretest-posttest control group. The study population was divided into two parallel classes as many as 58 students. The sampling technique used technique. purposive sampling Samples of this research is class XI-IPA4 as an experimental class at 29 students and class XI IPA1 as the control class as many as 29 students. Research instruments to determine the characteristics of the concept of using the format of concept analysis and concept map format. Profile mastery of concepts using reasoned multiple choice test items as much as 10 numbers. Increasing mastery of the concept of using formula. The N-gain The effectiveness of learning using different test formula (t). As well as the responses of students using a questionnaire. Based on the analysis found the data: (1) There are 14 label concept in the subject matter solubility and solubility product, consisting of 28% concept stating abstract principles include: Equilibrium Solubility, K o n s t a n t a S o l u b i l i t y P r o d u c t (Ksp), Q u o s i e n S o l u b i l i t y P r o d u c t (Qsp), and the electrolyte is difficult Late, there are 14.29% concept that states the size of the attributes include: temperature and degree of acidity (pH), as well as 57.14% are concepts that express the process include: solubility, homogenity ion, Precipitation, electrolytes, electrolytes binary, ternary electrolytes, electrolytes Quaternary, Saturated solution; (2) Obtained comparisonmean score of post- test the highest and lowest grade students mastery of concept experiment and control class. Comparison of scores post-test highest, 97.04> 94.58 on the label Saturated Solution concept, while the scores compare post-test experimental class that is 72.70 lows on the label concept ternary electrolytes and 70.43% in the control group; (3) The N-Indexgain of 0.77 categorized experimental class higher than the control class was 0.70 category being; (4) The application of models problem based learning based on experimental class scientific approach effectively improve the mastery of concepts students with post-test and N-gain sig. (2-tailed) <0,05, then effective to apply to groups of high and medium-ability students; (5) The application ofmodels problem based learning based on scientific approach has a good response with the percentage of 75.16%. Keywords Problem Based Learning Model, Approach Scientific, Control Concepts, solubility and Solubility Product Constants
Analisis Laboratory Jargon dan Miskonsepsi dalam Materi Asam-Basa Tritiyatma Hadinugrahaningsih; Belgys Zahia; Yuli Rahmawati; Irma Ratna Kartika
Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK) Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 8 Nomor 2 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.015 KB) | DOI: 10.21009/JRPK.082.02

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Laboratory Jargon dan miskonsepsi dalam materi asam-basa pada siswa SMA kelas XI. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA di lima SMA pada kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur sebanyak 320 siswa.. Metode Penelitian yang digunakan adalah metode survei kuantitatif. Data penelitian diperoleh melalui observasi saat pembelajaran, jawaban siswa pada Kuesioner Laboratory Jargon, dan wawancara siswa. Miskonsepsi yang dibahas pada penelitian ini terkait dengan beberapa konsep pada materi asam-basa, yaitu konsep atom dan molekul; definisi asam basa; disosiasi air; asam-basa lemah; konsentrasi air; pembentukan ion asam-basa; reaksi netralisasi; kekuatan asam (pH); indikator asam basa; serta sifat amfoter air. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa dari sepuluh konsep tersebut masih banyak siswa yang memilih jawaban Laboratory Jargon yang merupakan pernyataan miskonsepsi. Persentase miskonsepsi siswa rata-rata dari sepuluh konsep tersebut adalah 64,44%. Persentase miskonsepsi siswa yang paling besar adalah pada konsep sifat amfoter air yaitu 85,31% kemudian konsep kekuatan asam (pH) yaitu 75,62%. Berdasarkan hasil wawancara sebagian besar siswa memilih jawaban miskonsepsi disebabkan karena siswa terbiasa mempelajari suatu konsep kimia dengan Laboratory Jargon baik dari guru atau sumber belajar. Kata kunci Laboratory Jargon, miskonsepsi, asam-basa, survei
Analisis Model Mental Siswa pada Materi Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit: Studi Kasus di Pandeglang Dinda Novia Wilandari; Achmad Ridwan; Yuli Rahmawati
Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK) Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 8 Nomor 2 (2018)
Publisher : LPPM Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.09 KB) | DOI: 10.21009/JRPK.082.03

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model mental siswa di salah satu SMA di Pandeglang pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit. Subjek penelitian adalah siswa kelas X. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah etnografi yang merupakan salah satu tipe penelitian studi kasus yang terfokus memahami latar belakang partisipan. Teknik pengumpulan data berupa observasi kelas, wawancara, reflektif jurnal siswa, free words association, dan free drawing techniques. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengkonstruksi model mental berdasarkan pemahaman dan pengalaman siswa yang dibantu dengan analogi yang dibuatnya dan dipengaruhi oleh karakteristik dan lingkungan sekitar siswa. Analogi ion bergerak bebas pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit yang dikonstruk siswa adalah ikan, lebah, kambing, sedangkan analogi ikatan ion yang dibuat siswa adalah sedekah, zakat, dan wakaf. Model mental siswa pada materi larutan elektrolit terbagi dalam model mental yang sesuai dengan konsep dan model mental yang tidak sesuai dengan konsep. Ketidaksesuaian model mental siswa dipengaruhi oleh pemahaman dan pengalaman siswa. Kata Kunci: model mental, kualitatif, larutan elektrolit dan nonelektrolit

Page 6 of 19 | Total Record : 185


Filter by Year

2011 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 15 Nomor 1 (2025) Vol. 14 No. 2 (2024): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 14 Nomor 2 (2024) Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 14 Nomor 1 (2024) Vol. 13 No. 2 (2023): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 13 Nomor 2 (2023) Vol. 13 No. 1 (2023): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 13 Nomor 1 (2023) Vol. 12 No. 2 (2022): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 12 Nomor 2 (2022) Vol 12 No 2 (2022): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 12 Nomor 2 (2022) Vol. 12 No. 1 (2022): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 12 Nomor 1 (2022) Vol 12 No 1 (2022): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 12 Nomor 1 (2022) Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 11 Nomor 2 (2021) Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 11 Nomor 2 (2021) Vol. 11 No. 1 (2021): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 11 Nomor 1 (2021) Vol 11 No 1 (2021): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 11 Nomor 1 (2021) Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 10 Nomor 2 (2020) Vol 10 No 1 (2020): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 10 Nomor 1 (2020) Vol. 9 No. 2 (2019): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 9 Nomor 2 (2019) Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 9 Nomor 1 (2019) Vol 9 No 1 (2019): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 9 Nomor 1 (2019) Vol 8 No 2 (2018): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 8 Nomor 2 (2018) Vol 8 No 1 (2018): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 8 Nomor 1 (2018) Vol 7 No 2 (2017): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 7 Nomor 2 (2017) Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 7 Nomor 2 (2017) Vol 7 No 1 (2017): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 7 Nomor 1 (2017) Vol. 7 No. 1 (2017): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 7 Nomor 1 (2017) Vol 4 No 1 (2014): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 4 Nomor 1 (2014) Vol 3 No 1 (2013): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 3 Nomor 1 (2013) Vol 2 No 1 (2012): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 2 Nomor 1 (2012) Vol 1 No 1 (2011): Jurnal Riset Pendidikan Kimia (JRPK), Volume 1 Nomor 1 (2011) More Issue