cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
BIOSFER : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Published by Universitas Pasundan
ISSN : -     EISSN : 25490486     DOI : -
Core Subject : Education,
BIOSFER adalah jurnal atau terbitan berkala ilmiah yang berfungsi sebagai media publikasi gagasan, kajian dan hasil penelitian bermutu terkait biologi dan pendidikan biologi guna mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional dalam bidang biologi. Sesuai dengan arti Biosfer yaitu bagian luar dari planet bumi mencakup udara, daratan, dan air, yang memungkinkan kehidupan dan proses biotik berlangsung, maka artikel yang dimuat didalam jurnal BIOSFER senantiasa mencakup proses kehidupan yang ada di planet bumi. BIOSFER terbit dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Desember dan Juni.
Arjuna Subject : -
Articles 165 Documents
Pemberdayaan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Model Pembelajaran JiRQA pada Pembelajaran Biologi Bustami, Yakobus; Florentina Rahayu Esti Wahyuni; Benediktus Ege
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 8 No. 2 (2023): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v8i2.9964

Abstract

Students' critical thinking skills greatly influence the mindset of students in the 5.0 era. This research aims to determine the critical thinking skills on biology material through the JiRQA learning model. This research used a quasi-experimental method. The population is all students of SMP Nusantara and students of SMP Yosep Khatulistiwa Sintang. The samples were students in class VIII A and VIII B at SMP Nusantara and SMP Yosep Khatulistiwa Sintang, totaling 92 students. The instrument for measuring critical thinking skills is in the form was 8 essay questions. Data analysis using descriptive statistical analysis and inferential analysis. The descriptive statistical analysis results showed that there was an increase in the mean pretest and posttest scores for both the experimental class and the control class. The inferential statistical analysis results show that the significance value of critical thinking skills is 0.000 and greater than alpha 0.05 so, it can be concluded that there was a significant influence of implementing learning strategies using JiRQA learning model on students' critical thinking skills in biology material.
Pengembangan Handout Keragaman Koloni Bakteri pada Rizosfer Pohon Kelapa Sawit di Lingkungan Lahan Basah Madinatul Munawarah; Aulia Ajizah; Sri Amintarti
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 8 No. 2 (2023): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v8i2.10837

Abstract

Karakteristik koloni mikroba dan sitologi mikroba merupakan salah satu materi yang ada pada mata kuliah Mikrobiologi. Pengembangan handout bertujuan mendeskripsikan kesesuaian dan kelayakan hasil pengembangan handout keragaman koloni bakteri pada rizosfer pohon kelapa sawit di lingkungan lahan basah sebagai materi penunjang pada mata kuliah Mikrobiologi. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan yang dilakukan pada dosen dan mahasiswa masih terdapat kendala dimana mahasiswa masih susah menentukan dan membedakan bentuk koloni bakteri yang mereka amati, selain itu dosen juga berpendapat bahwa materi mengenai koloni bakteri ini sulit diajarkan karena kurang kontekstual sehingga sulit bagi mahasiswa untuk memahami materi jika tidak diberikan contoh koloni yang sesuai. Pengembangan handout keragamanan koloni bakteri rizosfer pohon kelapa sawit menggunakan model 4-D oleh Thiagarajan yang dibatasi sampai tahap Development (pengembangan). Subjek validitas pengembangan handout keragaman koloni bakteri rizosfer pohon kelapa sawit di lingkungan lahan basah menggunakan 3 validator, serta subjek uji keterbacaan 6 orang mahasiswa/i Pendidikan Biologi FKIP ULM yang sudah lulus mata kuliah Mikrobiologi. Hasil penelitian menunjukkan pada uji kesesuaian meperoleh rata-rata skor 87,4 % (sangat sesuai), uji kelayakan memperoleh rata-rata skor 81% (sangat layak), dan uji keterbacaan mahasiswa memperoleh rata-rata skor 89% (sangat baik).
Potensi Konsorsium Mikroba Endofit Akar Buah Naga (Hylocereus costaricensis) dalam meningkatkan Produktivitas Pertanian Buah Naga Kurnia, Tristi Indah Dwi; Nurmasari, Fitri; As'ari, Hasyim
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 8 No. 2 (2023): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v8i2.11126

Abstract

Produktivitas buah naga (Hylocereus costaricensis) dapat dilakukan dengan penerapan Good Agriculture Practices (GAP), yang menjadikan buah naga dapat diproduksi sepanjang tahun. Tujuan penelitian ini adalah pengembangan konsorsium mikroba endofit akar buah naga sebagai biostater pupuk organik untuk meningkatkan produksi buah naga. Penelitian isolasi mikroba endofit dilakukan di Laboratorium Biologi Universitas PGRI Banyuwangi, sedangkan penerapan pupuk organik di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, bulan Agustus - November 2023. Tahapan penelitian diantaranya isolasi mikroba endofit akar buah naga, identifikasi morfologi koloni, pewarnaan gram, uji biokimia, dan uji aktivitas biologis (pembentukan IAA). Pupuk organik diformulasikan dengan perbandingan 50 kg kotoran ayam ditambah 1 liter biostater mikroba. Perlakuan pupuk organik dengan dosis P1 (5 kg/tanaman), P2 (10 kg/tanaman), dan P3 (15 kg/tanaman) serta kontrol P0 (tanpa perlakuan), perlakuan sebanyak 1 kali, dan pengamatan dilakukan 30 hari setelah pemupukan, dengan parameter pengamatan jumlah tunas, bunga, buah, dan berat buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolasi bakteri menghasilkan tiga strain bakteri dari genus Bacillus spp. Hasil aplikasi pupuk organik dengan dosis 15 kg/tanaman menunjukkan hasil yang optimal terhadap jumlah tunas, bunga, dan buah. Pengembangan pupuk organik dengan mikroba endofit dapat meningkatkan respons tanaman buah naga terhadap pemupukan, menciptakan potensi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas buah secara berkelanjutan.
IDENTIFIKASI CIRI MORFOLOGIS TUMBUHAN TINGKAT TINGGI PADA ORDO BERBEDA DI KAMPUS II UIN SUMATERA UTARA hardiansyah, Dadang; Syarifah Widya Ulfa; Agita Marhamah; Putri Rahayu; Tazdkia Nasywa Aqmarina
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 8 No. 2 (2023): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v8i2.11144

Abstract

Identifikasi merupakan suatu tindakan yang dilakukan dengan proses mencari, menemukan, meneliti, mencatat data dan informasi mengenai seseorang atau sesuatu. Identifikasi morfologi tumbuhan tingkat tinggi adalah langkah awal yang penting dalam pemahaman dan taksonomi tumbuhan, serta memberikan landasan untuk berbagai aspek penelitian biologi dan konservasi alam. Tumbuhan tingkat tinggi adalah kelompok tumbuhan yang tingkat perkembangannya sudah tinggi karena sudah memiliki akar, batang, dan daun sejati.Tumbuhan tingkat tinggi juga disebut Phanerogamae. Penelitian ini dilakukan di area kampus II Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, yang terletak di Jl. William Iskandar Ps. V, Medan Estate, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara 20371. Waktu penelitian berlangsung mulai dari tanggal 27 September 2023 hingga 10 Oktober 2023. Sebelumnya, penelitian tentang identifikasi tumbuhan tingkat tinggi sudah pernah dilakukan. Salah satu penelitian terkait dengan identifikasi tumbuhan tingkat tinggi yang salah satunya adalah Identifikasi Tumbuhan Tingkat Tinggi (Phanerogamae) Di Kampus di Uinsu (Hartono et all, 2020). Namun penelitian sebelumnya belum sepenuhnya membahasa menganai ciri dari tumbuhan yang telah di temukan. Oleh karena itu, peneliti merasa perlu dilakukan identifikasi yang lebih focus pada ciri morfologi tumbuhan Phanerogamae, agar lebih mengetahui Keanekaragaman tumbuhan tingkat tinggi di Kampus II UINSU.
Efektivitas Biourine Kuda Diperkaya Dengan Pupuk Hayati Pada Pertumbuhan Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Supandi, Gurnita Abi; Annisa Yuliawati; Ahmad Mulyadi; Yusuf Ibrahim; Mimi Halimah
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 8 No. 2 (2023): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v8i2.11189

Abstract

Tanaman pakcoy adalah salahsatu komoditas sayuran yang cukup banyak digemari oleh masyarakat, terutama di kalangan menengah ke bawah. Selain harganya terjangkau, juga memiliki cita rasa yang lezat juga dapat diolah dalam berbagai hidangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas biourin kuda diperkaya dengan pupuk hayati pada pertumbuhan tanaman pakcoy, sebagai alternatif pupuk organik cair yang dapat digunakan, terutama di lokasi sekitar tempat pemeliharaan kuda. Penelitian ini dilakukan dari bulan Januari sampai Juni 2023 dengan menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan lima pengulangan. Hasil penelitian pemberian perlakuan biourin kuda diperkaya dengan pupuk  hayati  pada pertumbuhan  tanaman pakcoy (Brassica rapa L.)  menunjukkan hasil yang optimal pada konsentrasi 30% untuk parameter tinggi batang serta optimal pada konsentrasi 35% bagi parameter jumlah daun dan bobot tanaman. Pupuk cair organik dari biourin kuda dapat meningkakan bobot tanaman pakcoy pada konsentrasi 30 – 35 %
Evaluasi PCK (Pedagogical Content Knowledge) Dalam Kesiapan Mahasiswa Pendidikan Biologi Sebagai Calon Tenaga Pendidik Nurhidayah; Mohammad Mulyadi Prasetyo; Khaidarsyah
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 8 No. 2 (2023): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v8i2.11202

Abstract

Knowledge of Pedagogical Content (PCK) is a concept that emerged because the teaching process not only provides knowledge to students but also gives them the ability to apply the knowledge they acquire. PCK needs to be owned by teaching staff or prospective teaching staff to determine the strategies or techniques used to convey lesson material so that it is more efficient and meaningful. Apart from that, PCK is also one of the standards for preparing teaching staff. The aim of this research is to evaluate the PCK (pedagogical content knowledge) of biology education students regarding their readiness to become teaching staff. This research applies a descriptive approach and is quantitative. A total of nine biology education students were used as research subjects. Samples were taken using purposive sampling. PCK data was obtained through a questionnaire, while data on teaching ability was taken through an assessment sheet. Data were classified based on score interpretation criteria and analysed descriptively with percentages. The results of this research show that PCK is included in the good category with a percentage of 77.72%, and basic teaching abilities are also included in the good category with a percentage of 78.92%. Teachers with good PCK can organise learning well. Because students gain a lot of experience during the learning process, teaching ability is also important for the success of the learning process. The results of this research show that biology education students have good PCK, indicating that they are ready to become educators
Keanekaragaman Jenis Herpetofauna di Kawasan Gunung Tilu, Kuningan, Jawa Barat Gunawan, Dwi Ariya; Qadriyah Fitri Catur Wijayanti; Irvanda Mustofa Arif; Febriyan Eka Tama
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 1 (2024): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v9i1.11339

Abstract

Gunung Tilu merupakan pegunungan yang terletak di Kuningan, Jawa Barat. Gunung Tilu memiliki keadaan alam yang masih cukup alami, yang menjadi tempat potensial untuk ditemukan berbagai jenis herpetofauna. Pembaharuan data herpetofauna perlu dilakukan di kawasan ini, mengingat penelitian herpetofauna terakhir dilakukan pada tahun 2006. Penelitian ini bertujuan untuk memperbarui data keanekaragaman jenis herpetofauna di Gunung Tilu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Visual Ecounter Survey yang dikombinasi dengan teknik eksplorasi. Kemudian data dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shanon-Wiener. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, telah ditemukan 37 jenis herpetofauna pada kawasan Gunung Tilu yang terdiri dari amfibi (15 jenis) dan reptil (22 jenis). Berdasarkan analisis indeks keanekaragaman, herpetofauna di Kawasan Gunung Tilu dapat dikategorikan tinggi
Etnobotani Tumbuhan Pewarna Alami Kain Tenun pada Suku Baduy Luar Provinsi Banten Mukhoyyaroh, Qiswatun; L. S. Nugraheni; N. Utami
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 8 No. 2 (2023): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v8i2.11467

Abstract

This research aims to identify the types, habitus, parts/organs and processing methods of plants used as natural materials for woven cloth from the Outer Baduy Banten tribe. Apart from that, this research also aims to identify the colors produced from plants used as natural materials for the woven cloth of the Baduy Luar tribe. The research approach uses quantitative with exploratory survey methods. Determination of the sample using purposive sampling technique. The samples chosen were deliberately determined based on certain criteria, namely someone who understands the dyeing of woven fabric in the Baduy community and someone who understands weaving techniques in the Outer Baduy tribe. The number of samples from the Outer Baduy tribe was 5 people. The results of the research show that the natural dye plants found in the Outer Baduy tribe are 9 types of plants, consisting of 8 families, 3 habituses (trees, bushes and shrubs), 5 plant organs that are used (bark, leaves, rhizomes, stems and roots), The majority of processing methods involve boiling the parts of the organs used and then soaking them, the resulting colors are yellow, blue, brown, red and black.
Uji Efektivitas Ekoenzim Berbahan Dasar Limbah Kulit Pisang Kepok Manado (Musa paradisiaca var. formatypica) Muda Sebagai Antimikroba Annisa Zahwa Salsabila; Rochmah Agustrina; Achmad Arifiyanto; Sumardi; Dwijo Asih Saputri
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 1 (2024): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v9i1.11917

Abstract

Ekoenzim merupakan larutan fermentasi yang diproduksi menggunakan limbah organik seperti limbah sayur dan kulit buah yang direndam dalam air bersama sama dengan kandungan gula. Salah satu limbah organik yang dapat dimanfaatkan untuk membuat  ekoenzim yaitu limbah kulit pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas larutan ekoenzim berbahan organik kulit pisang kepok manado muda. Penelitian eksperimen dilakukan untuk menguji berupa karakter biologi  yaitu aktivitas antimikroba yang dilakukan digunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor. Faktor perlakuan adalah pertama konsentrasi ekoenzim yaitu 25%, 50% dan 75% yang diujikan pada Xanthomonas campestris dan Bacillus sp. Setiap unit perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Penelitian observasi dilakukan untuk mengetahui karakter kimia larutan ekoenzim antara lain pH, TS, TDS dan kandungan senyawa fitokimia. Hasil yang diperoleh adalah larutan ekoenzim berbahan organik kulit pisang kapok manado muda memiliki  pH 4,0 - 5,5, nilai TS dan TDS masing masing 79% dan 3760 ppm, mengandung senyawa flavonoid, tanin dan saponin.  Uji antibakteri menunjukkan bahwa larutan ekoenzim dengan konsentrasi 50% dan 75% terbukti efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Bacillus sp. dan Xanthomonas campestris.
(Studi Literatur) Pengaruh Model Pembelajaran OIDEE Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Dan Sikap Peduli Lingkungan Mahasiswa Natalia; Abdulkadir Rahardjanto; Atok Miftachul Hudha
Biosfer : Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi Vol. 9 No. 1 (2024): BIOSFER: Jurnal Biologi dan Pendidikan Biologi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, FKIP Unpas,

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/biosfer.v9i1.12431

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh penerapan model Pembelajaran OIDDE (orientation, identify, discussion, decision, and engage in behavavior). Dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan sikap peduli lingkungan mahasiswa, melalui meta-analisis data hasil studi pustaka penelitian yang sudah ada. Penelitian ini menggunakan jenis/pendekatan penelitian yang berupa studi kepustakaan (library research) atau studi literatur. Berdasarkan literature review, didapatkan 10 jurnal dan 3 Tesis dianalisis. Jurnal yang dianalisis adalah jurnal nasional tentang Pengaruh model Pembelajaran OIDDE terhadap kemampuan berpikir kritis, dan sikap peduli lingkungan. Dapat disimpulkan, penelitian ini memiliki hasil analisis, yakni adanya pengaruh dalam penerapan model OIDDE, diungkapkan oleh Ma’rifatillah et all mengemukakan bahwa memasuki tahun ke - 21, berbagai aspek kehidupan sehari-hari , termasuk pendidikan, mengalami resesi dikarenakan pendidikan merupakan proses pengembangan kualitas pribadi dan memberikan kontribusi positif bagi kehidupan yang lebih baik baik bagi individu maupun orang lain. Proses pembelajaran ini melibatkan observasi, pengajaran, dan transfer pengetahuan untuk memaksimalkan hasil belajar model OIDDE. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk meningkatkan pemikiran kritis dan kesadaran lingkungan adalah model OIDDE. Model ini berfokus pada orientasi, identifikasi, diskusi, pengambilan keputusan, dan menunjukan sikap/perilaku.

Page 11 of 17 | Total Record : 165