Articles
255 Documents
Peningkatan Kemampuan Berhitung Anak melalui Permainan Lingkaran Pintar Kelompok B4 TK Kartika 1-12 Padang Panjang
Novita Helmi;
Sri Hartati
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 6 No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Program Studi PGRA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (346.395 KB)
|
DOI: 10.29062/seling.v6i2.628
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berhitung anak TK Kartika 1-12 Padang Panjang dengan menggunakan permainan lingkaran pintar. Penelitian ini ialah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian yaitu anak-anak kelompok B4 TK Kartika 1-12 Padang Panjang. Objek penelitian ialah kemampuan berhitung anak terutama memahami konsep bilangan 1-20.Teknik pengumpulan datamenggunakan teknik observasi dan teknik dokumentasi.Penelitian ini menggunakan 2 siklus. Pada kondisi awal sebelum tindakan rata-rata persentase kemampuan berhitung anak sebesar7%, sesudah dilakukannya tindakan pada siklus I dengan rata-rata persentasenya29% dan siklus II rata-rata persentasenya82%dan telah memenuhi target KKM yang sudah ditentukan. Maka dapat disimpulkan permainan lingkaran pintar bisa meningkatkan kemampuan berhitung anak usia dini.
Strategi Pengembangan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia 4-5 Tahun melalui Tari Payung Gembira
Tri Yuliana;
Isfauzi Hadi Nugroho;
Ayu Titis Rukmana Sari
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 6 No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Program Studi PGRA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (303.127 KB)
|
DOI: 10.29062/seling.v6i2.629
Kemampuan bergerak dan bermain seorang anak memerlukan keterampilan motorik kasar. Akan tetapi, kemampuan motorik kasar yang rendah pada anak dikarenakan anak rata-rata kurang mampu untuk mengkoordinasikan gerakan tangan dan kaki dengan sempurna. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan strategi dalam mengembangkan kemampuan motorik kasar anak usia 4-5 tahun dengan tari payung gembira. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan pendekatan konseptual. Literatur-literatur yang digunakan memiliki relevansi yang baik terhadap topik penelitian ini. Hasilnya, peran guru sebagai pendidik merupakan dasar dari keberhasilan berkembangnya motorik kasar anak di sekolah, dimulai dari memperkenalkan, mencontohkan, memberikan motivasi, mengarahkan, mengevaluasi hingga melombakan kegiatan tari payung gembira tersebut. Disarankan, untuk guru sebaiknya dalam mengawal proses pembelajaran tari payung gembira menggunakan waktu yang lebih lama hingga tercapainya motorik kasar yang berkembang pada anak usia dini serta dapat dimasukkan ke dalam kurikulum dan kebijakan sekolah. Untuk penelitian lanjutan, sebaiknya menggali lebih dalam praktik tari payung gembira dengan berbagai eksperimen sehingga diperoleh data yang lebih beragam serta nama tari payung gembira dapat dikenal masyarakat luas.
Pengembangan Kreativitas Anak melalui Konsep Merdeka Belajar di Sanggar Anak Alam
Adelia Miranti Sidiq;
Muqowim Muqowim
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 6 No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Program Studi PGRA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (378.569 KB)
|
DOI: 10.29062/seling.v6i2.630
Penelitian ini bertujuan mengembangkan kreativitas anak melalui konsep merdeka belajar, penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan informasi baru tentang penerapan konsep merdeka belajar yang sudah diterapkan sejak 20 tahun terakhir di Sanggar Anak Alam. Pengembangan kreatifitas anak di KB SALAM merupakan salah satu aspek yang muncul secara natural karena keleluasaan anak dalam mengutarakan keinginannya untuk bermain dan belajar ketika berada di sekolah, mereka menggunakan media belajar dengan lingkungan yang ada disekitar, misalnya sawah, kalen (sungai), galengan (pematang sawah) dan perkampungan sekitar. Ada 5 tahapan proses kegiatan yang ada di SALAM diantaranya adalah titen, meniti galengan, dolanan, jalan-jalan dan racik-racik. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif yang melibatkan fasilitator (guru) dan murid. Hasil penelitian dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi sebagai berikut: bahwa di SALAM memberikan kebebasan dalam memilih kemauan yang diminati anak, maka anak dapat mengekspresikan dan mengeksplorasi dirinya dengan lingkungan sekitarnya. konsep medeka belajar juga sangat berpengaruh dalam semua aspek perkembangan anak, khususnya pengembangan kreativitas pada anak. Sehingga menumbuhkan potensi dan imajinsi anak.
Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak melalui Media Papan Pintar (Smart Board)
Ulfah Nabilla Maghfi;
Suyadi Suyadi
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 6 No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Program Studi PGRA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (304.226 KB)
|
DOI: 10.29062/seling.v6i2.631
Penelitian ini membahas pengembangan alat papan pintar (Smart Board) pendidikan untuk pengembangan bahasa anak usia dini (AUD). Dalam konteks ini, masih ada masalah dengan perkembangan bahasa anak-anak dalam perkembangan anak usia dini, seperti kemampuan anak-anak untuk mengenali huruf di lingkungan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan kemampuan untuk masih mengeja nama objek.. Teknik analisis data bersifat analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah-langkah untuk menggunakan permainan papan pintar adalah sebagai berikut: (1) Guru mengundang mereka untuk memperhatikan permainan papan pintar; (2) Kemudian menjelaskan proses bermain permainan papan pintar; (3) Biarkan anak-anak memberi nama benda-benda di papan tulis dan kemudian bertanya Anak-anak mengatur setiap huruf sesuai dengan nama objeK, Jika anak menemui masalah dalam menjalankan permainan papan pintar ini, guru akan membimbing mereka.
Pengembangan Sirkuit Bongkar Pasang untuk Aktivitas Fisik Motorik Kasar di Lembaga Prasekolah dengan Lahan Minimalis
Ari Kusuma Sulyandari;
Mutiara Sari Dewi
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 6 No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Program Studi PGRA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (237.031 KB)
|
DOI: 10.29062/seling.v6i2.633
Development of research to stimulated gross motor physical development. On minimalist land. With a circuit that had several posts. In order to be a minimalist land solution. Easy to do, fun and not dangerous for children. From the results of a pre-observational study in preschool Permata Hati. Gross motor physical learned used circuits in the classroom has never been implemented and needs to be implemented. This research used by Borg and Gall, simplified into just seven steps. Data collection techniques used observation, interviews and questionnaires. The results of the development of expert test results on product has tested in small groups and large groups. Small group trial used a sample of 6 children. Large group trials used 35 children. The final of observation result shows that 89.5% of this learning makes it easy for children, 100% fun and 100% safe circuits to used for children. The result has development of gross motor physical learned has feasible to used.
Pelatihan Pembuatan Alat Permainan Edukatif untuk Meningkatkan Kreativitas Guru di RA Team Cendekia Kota Surabaya
Agustien Lilawati
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 6 No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Program Studi PGRA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (590.178 KB)
|
DOI: 10.29062/seling.v6i2.634
Sebagian besar APE diperoleh dengan cara membeli dan minimnya kreativitas serta inovatif dalam pengadaan alat permainan edukatif dan keberadaan alat permainan edukatif (APE) kurang mendapat perhatian serta jarang sekali digunakan dalam kegiatan belajar mengajar di RA Team Cendekia, hal ini merupakan alasan mengapa kegiatan Program Pengabdian Masyarakat yaitu Pelatihan Pembuatan APE diselenggarakan. Tujuan Program Pengabdian Masyarakat ini adalah memberikan pengetahuan atau pemahaman tentang APE dan berupaya untuk meningkatkan kreatifitas guru RA Team Cendekia dalam pembuatan APE atau alat permainan edukatif yang mana untuk bahan dapat diambil dari barang yang ada disekitar, bahkan mungkin juga dari bahan bekas yang masih bisa dimanfaatkan. Kegiatan pengabdian ini, dimulai dari tahap persiapan, tahap sosialisasi, tahap pelatihan, tahap pendampingan dan tahap monitoring serta tahap pengembangan dimana dalam tahap pengembangan ini diharapkan lembaga mempunyai galeri alat permainan edukatif agar lembaga lain bisa termotivasi dalam pembuatan APE. Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini pengetahuan, kemampuan dan pengalaman serta kreatifitas guru RA Team Cendekia meningkat, terciptanya galeri APE, dan terjalinnya kerjasama guru-guru PAUD terkait dan institusi Universitas Muhammadiyah Gresik dalam upaya peningkatan kualitas pembelajaran bagi anak usia dini serta publikasi jurnal
Mengenal Konsep-Konsep Anak Berkebutuhan Khusus dalam PAUD
Feby Atika Setiawati;
Nai’mah Nai’mah
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 6 No 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Program Studi PGRA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (314.602 KB)
|
DOI: 10.29062/seling.v6i2.635
Istilah anak berkebutuhan khusus memiliki cakupan yang sangat luas. Dalam paradigma pendidikan kebutuhan khusus keberagaman anak sangat dihargai. Setiap anak memiliki latar belakang kehidupan budaya dan perkembangan yang berbeda-beda, dan oleh kaarena itu setiap anak dimungkinkan akan memiliki kebutuhan khusus serta hambatan belajar yang berbeda beda pula, sehingga setiap anak sesungguhnya memerlukan layanan pendidikan yang disesuiakan sejalan dengan hambatan belajar dan kebutuhan masing-masing anak Anak berkebutuhan khusus dapat diartikan sebagai seorang anak memerlukan pendidikan yang disesuiakan dengan hambatan belajar dan kebutuhan masing-masing anak secara individual. Cakupan konsep anak berkebutuhan khusus dapat dikategorikan menjadi dua kelompok besar yaitu anak berkebutuhan khusus yang bersifat sementra (temporer) dan anak berkebutuhan khusus yang besifat menetap (permanent).
Upaya Meningkatkan Kemampuan Motorik Kasar Anak Usia Dini melalui Permainan Jump and Crawl
Nia Isti Isabela;
Linda Dwiyanti;
Ridwan Ridwan
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 7 No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Program Studi PGRA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1076.991 KB)
|
DOI: 10.29062/seling.v7i1.720
Mengembangkan pendidikan anak usia dini melalui bermain merupakan metode pembelajaran yang paling sesuai yaitu pada rentang usia 0 hingga 6 tahun, Dimana pertumbuhan dan perkembangan seorang anak dalam segala aspek sangat berkembang pesat. Motorik Kasar merupakan aspek terpenting dari beberapa aspek perkembangan anak yang tidak bisa ditinggalkan. Dalam kemampuan motorik kasar anak bisa dikembangkan melalui kegiatan bermain, bermain diharapkan bisa mengembangkan kemampuan motorik kasar anak yaitu melalui permainan modifikasi Jump and Crawl. Permainan Jump and Crawl merupakan salah satu permainan yang didesain untuk mengembangkan kemampuan motorik kasar anak. Model pembelajaran melalui bermain lebih partisipatif dan menyenangkan untuk anak, hal ini dapat memberikan pengaruh yang baik bagi perkembangan kemampuan motorik kasar anak usia dini. Untuk anak usia 4-5 tahun dalam mengembangkan kemampuan melompat dan merangkak harus sesuai dengan tingkatan capaian usianya. Bentuk salah satu stimulasi permainan yang mampu mengembangkan kemampuan motoric kasar anak adalah permainan Jump and Crawl, dengan menggunakan permainan Jump and Crawl dapat menstimulasi perkembangan kemampuan melompat dan merangkak untuk pengembangan kemampuan anak.
Media Magic Book untuk Melatih Perkembangan Kognitif pada Masa Awal Anak Usia 2-3 Tahun
Atik Latifah;
Suyadi Suyadi
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 7 No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Program Studi PGRA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (998.14 KB)
|
DOI: 10.29062/seling.v7i1.721
Anak merupakan karunia yang Tuhan berikan. Mendidik dan membesarkan anak merupakan tanggung jawab orang tua. Menumbuh kembangkan kemampuan anak baik Agama, sosial-moral, kognitif, bahasa, fisik-motorik, dan seni seharusnya diperhatikan orang tua sejak dini. Dalam penelitian ini penulis menggunakan media edukatif berupa magic book sebagai alat pebelajaran untuk perkembangan kognitif anak. Dalam penelitian dengan menggunakan Magic book ini diharapkan dapat memberikan kontribusi serta mencapai tujuan yaitu untuk melatih perkembangan kognitif anak usia 2-3 tahun. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil dari observasi dan wawancara yang penulis lakukan dalam penelitian ini bahwa penggunaan media magic book dapat dijadikan sebagai media untuk melatih perkembangan kognitif anak usia 2-3 tahun. Keberhasilan ini dibuktikan dengan mampunya anak dalam membedakan bentuk, warna, serta menyusun kolase, dan lain sebagainya.
Efektivitas Pembelajaran Daring terhadap Perkembangan Fisik Motorik Anak di RA Nurul Hikmah Ketemas Dungus Puri Mojokerto
Putri Ismawati;
Susi Maulida;
Umi Maysaroh
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 7 No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Program Studi PGRA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (886.138 KB)
|
DOI: 10.29062/seling.v7i1.722
Permasalahan dalam penelitian ini adalah dalam proses pembelajaran daring guru tidak bisa memantau perkembangan fisik motorik anak, karena anak-anak lebih banyak belajar dirumah dan dirumahpun anak-anak tidak bisa leluasa keluar rumah untuk bermain ataupun pergi rekreasi. Akibatnya banyak orangtua yang berfikir bahwa dengan bermain HP lah yang menjadi solusi utamanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Efektifitas pembelajaran daring terhadap perkembangan fisik motorik anak di RA Nurul Hikmah Ketemasdungus Puri Mojokerto. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan, baik secara teoritis maupun praktis bagi peneliti sesuai dengan fokus penelitian yang dilakukan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan tempat penelitian di RA Nurul Hikmah Ketemasdungus yang dilaksanakan pada 1 April – 30 Mei 2020. Adapun subjek penelitian adalah 10 siswa RA Nurul Hikmah Dsn.Ketemas RT.03/RW.02. Sedangkan informan penelitiannya adalah kepala sekolah. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan peneliti adalah indikator fisik motorik. Analis data menggunakan model analisis interaktif dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian perkembangan fisik motorik anak pada saat pembelajaran daring mengalami penurunan. Penurunan ini ditunjukkan dari hasil penilaian kepada 10 anak yang hasilnya rata-rata mulai berkembang (MB). Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran daring terhadap perkembangan fisik motorik anak di RA Nurul Hikmah Ketemasdungus Puri Mojokerto kurang efektif.