cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
ISSN : 23032375     EISSN : 25974521     DOI : https://doi.org/10.21009/JKKP
Core Subject : Education,
JKKP (Jurnal Kesejahteran Keluarga dan Pendidikan) provides a forum for publishing the original research articles, review articles, and the novel technology news related to science of family welfare, education, entrepreneurship and hotel accommodation. Articles published in JKKP are articles that have not been published previously in other journals.
Arjuna Subject : -
Articles 227 Documents
PENGEMBANGAN VIDEO PENYULUHAN BAHASA KASIH REMAJA PUTRI MENGGUNAKAN CANVA DI PUSAT PEMBELAJARAN KELUARGA KOTA BANDUNG Razmuliani, Novia; Achdiani, Yani; Ana, Ana
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 9 No. 02 (2022): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.092.07

Abstract

The study was set against a background of the development of digital technology that supported the quality of spreading information in outreach activities at the Bandung family learning center. Multifaceted technological developments provide ease for the medium of counseling videos. The purpose of this study aims to develop fatherhood videos on the language of love using the canva in the family learning center to teach fathers the socialization needed to educate fathers in order to understand and express their relationships with young women in order to enhance the relationship of fatherhood and child in order to secure the relationship of fatherless to unfurl the growing emotional mental growth of fatherless A child as well as father's diversity in the family, this can be conveyed by counseling. The study used to research and development (r&d) methods with planning, production, and development models (PPE). The data-gathering technique was done with demand analysis, interviews, and expert judgment with two media experts, one materials expert, and one dad school practitioner. The findings of research on judgment point out that the study on the language of young women's love development used canva in the Bandung family study center was deemed worthy of both material and media, so that it could be used as a medium to educate father's school activities in PUSPAGA. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi digital yang mendukung kualitas penyebaran informasi dalam kegiatan penyuluhan di Pusat Pembelajaran Keluarga Kota Bandung. Perkembangan teknologi yang beragam memberikan kemudahan pada media penyuluhan berupa video penyuluhan. Tujuan penelitian ini bermaksud untuk mengembangkan video penyuluhan terkait peran ayah terhadap remaja putri mengenai Bahasa Kasih menggunakan canva di Pusat Pembelajaran Keluarga untuk memberikan sosialisasi pada ayah yang perlu diajarkan dalam rangka mengedukasi para ayah agar dapat memahami dan mengekspresikan afeksinya pada remaja putri guna mempererat hubungan kedekaatan ayah dan anak agar terhidar dari fatherless yang mengakibatkan tidak maksimalnya tumbuh kembang mental emosi dari seorang anak serta keberfungsian fathering dalam keluarga, hal ini dapat disampaikan melalui penyuluhan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Planning, Production, and Evaluation (PPE). Teknik pengumpulan data dilakukan dengan analisis kebutuhan, wawancara dan expert judgment dengan dua orang ahli media, satu orang ahli materi, dan satu orang praktisi Sekolah Ayah. Hasil temuan penelitian yang diperoleh dari hasil expert judgment menunjukan bahwa penelitian yang berjudul Pengembangan Video Bahasa Kasih Remaja Putri Menggunakan Canva di Pusat Pembelajaran Keluarga Kota Bandung dinyatakan dengan kriteria layak, baik segi materi maupun media, sehingga dapat digunakan sebagai media penyuluhan dalam kegiatan Sekolah Ayah di PUSPAGA.
PENGARUH STRES DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF PADA KELUARGA AYAH TUNGGAL SELAMA PANDEMI COVID-19 Herawati; Rizkillah, Risda
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 9 No. 02 (2022): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.092.03

Abstract

Perceraian mengakibatkan perubahan struktur dalam keluarga sehingga menimbulkan status yang disebut dengan orang tua tunggal. Orang tua tunggal terutama ayah terkadang merasa stres sehingga membutuhkan dukungan sosial. Stres dan dukungan sosial akan memengaruhi kesejahteraan subjektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik keluarga, stres, dan dukungan sosial terhadap kesejahteraan subjektif pada keluarga ayah tunggal selama pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study yang melibatkan 60 ayah tunggal yang dipilih secara purposive sampling. Penelitian ini dilakukan selama dua minggu, tepatnya pada awal hingga pertengahan bulan April 2022 di Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari separuh ayah tunggal terkadang merasa cemas, stres, atau kesal dalam rentang waktu sebulan terakhir. Lebih dari separuh ayah tunggal memiliki dukungan sosial yang rendah dan sebagian besar ayah tunggal memiliki kesejahteraan subjektif sedang. Uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara pendapatan per kapita dengan stres dan stres dengan kesejahteraan subjektif, sedangkan pendapatan per kapita dan dukungan sosial secara signifikan berhubungan positif dengan kesejahteraan subjektif. Uji regresi menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh negatif signifikan terhadap kesejahteraan subjektif yaitu stres, sedangkan variabel yang berpengaruh positif signifikan terhadap kesejahteraan subjektif yaitu pendapatan per kapita dan dukungan sosial. Abstract Divorce results in changes in the structure of the family, giving rise to a status called single parent. Single parents especially fathers sometimes feel stressed and need social support. Stress and social support will affect subjective well-being. This research aims to analyze the influence of family characteristics, stress, and social support on subjective well-being of single father families during the Covid-19 pandemic. The research used quantitative research method with cross sectional study desain involving 60 single fathers selected by purposive sampling. The research was conducted for two weeks, exactly on early to mid-April 2022 in Leuwiliang District, Bogor Regency. The results found that more than most single fathers sometimes felt nervous, stressed, or annoyed in the past month. More than most single fathers have a low social support, while most single fathers have a moderate subjective well-being. Correlation test shows that there is a significant negative relationship between per capita income with stress and stress with subjective well-being, while per capita income and social support has a significant positive relationship with subjective well-being. Regression test shows that the variable that has a significant negative effect on subjective well-being is stress, while the variable that has a significant positive effect on subjective well-being is per capita income and social support.
PERAN PUSPAGA DALAM PENCEGAHAN KEKERASAN PADA ANAK Bella Syahputri, Fachrina
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 9 No. 02 (2022): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.092.05

Abstract

The rise of cases of violence against children is increasingly being encountered and increasingly underestimated by the environment. Violence against children by irresponsible people can result in physical, psychological, depression and anxiety. Children should be protected and there are also a number of parties related to child protection, namely parents, families, communities, local and state governments. Child protection is all activities to guarantee and protect children and their rights so that they can live a meaningful life to get health services themselves and their children should also receive a decent life in terms of housing, clothing, nutritious food for their growth and development and receive medical care of a high standard if the child himself is sick or has an accident and participates optimally in accordance with this. Human dignity, as well as children, must also receive protection from violence and discrimination. Protection (protection) of children seeks so that each child's rights are not harmed. Protection (Protection) of children is characterized by fulfilling other rights ensuring that children will receive what they need so that they can survive, grow and grow. However, in reality the condition of children in Indonesia is still very concerning, especially regarding the problem of children being bullied, and children who are victims of sexual violence, sexual exploitation, and commercial sexual exploitation. In the Child Protection Act, a violation of the protection (protection) of children's rights, is not only a violation of human rights, it is also a very big obstacle to the survival and growth of children. The role of Puspaga (Family Learning Center) in carrying out a prevention so that similar cases do not happen again in the community by conducting socialization to the community as a prevention effort. Abstrak Maraknya kasus kekerasan terhadap anak semakin sering kita jumpai dan semakin di sepelekan terhadap lingkungan nya. Kekerasan terhadap anak yang dilakukan orang yang nggak bertanggungjawab bisa mengakibatkan timbulnya kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, psikis, depresi, dan kecemasan. Anak seharusnya dilindungi dan ada juga sejumlah pihak terkait dengan perlindungan anak yakni , orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah pemerintah daerah dan negara Perlindungan Anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup yang berarti untuk mendapatkan pelayanan kesehatan untuk dirinya sendiri serta anak juga arus mendapatkan kehidupan yang layak dari segi papan, sandang, makan yang bergizi untuk bertumbuhan kembang nya dan mendapatan perawatan medis dengan standar yang tinggi jika anak itu sendiri mengalami sakit atau terkena musibah dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan. Harkat dan martabat kemanusiaan, serta anak harus juga mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Proteksi ( perlindungan )anak mengupayakan supaya tiap hak anak tidak dirugikan. Proteksi ( Perlindungan ) anak bertabiat memenuhi hak- hak yang lain menjamin kalau kanak- kanak hendak menerima apa yang mereka butuhkan supaya mereka bisa bertahan hidup, tumbuh serta tumbuh. Akan tetapi pada kenyataannya kondisi anak-anak di Indonesia masih sangat memprihatinkan terutama yang menyangkut masalah anak yang dibullying, dan anak-anak korban kekerasan seksual, eksploitasi seksual, dan eksploitasi seksual komersial. Dalam Undang- Undang Proteksi Anak pelanggaran terhadap proteksi( perlindungan ) hak- hak anak, tidak hanya ialah pelanggaran hak- hak asasi manusia pula penghalang yang sangat besar untuk kelangsungan hidup serta pertumbuhan anak. Peran Puspaga ( Pusat Pembelajaran Keluarga ) dalam melakukan suatu pencegahan agar tidak terjadi kembali kasus yang serupa di kalangan masyarakat dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebagai upaya pencegahan.
KESEJAHTERAAN REMAJA KELUARGA BURUH MIGRAN DAN BUKAN BURUH MIGRAN BERDASARKAN MAQASHID SYARIAH DI BANYUMAS Kabbaro, Hurriyyatun
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 9 No. 02 (2022): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.092.02

Abstract

Remaja merupakan tahap perkembangan manusia yang memiliki tugas perkembangan mencari identitas diri. Keluarga merupakan salah satu pihak yang mendukung dan mendampingi proses pemenuhan tugas perkembangan remaja. Remaja dari keluarga buruh migran memiliki tantangan karena ketidakberadaan satu dan atau dua orang tua di lingkup tempat tinggalnya. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesejahteraan remaja keluarga buruh migran (BM) dan bukan buruh migran (BBM) di Kabupaten Banyumas berdasarkan kajian Maqashid Syariah. Penelitian ini melibatkan 86 remaja yang dipilih secara purposif. Responden terdiri atas 44 remaja dari keluarga buruh migran dan 42 remaja dari keluarga bukan buruh migran. Kesejahteraan Remaja diukur menggunakan Maqashid Syariah – Family Wellbeing Index (MSFWI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata capaian maqashid syariah dimensi agama, intelektual, dan keturunan remaja dari keluarga BM lebih tinggi dibandingkan dengan capaian remaja dari keluarga BMM. Akan tetapi, rata-rata capaian maqashid syariah dimensi jiwa remaja keluarga BM lebih rendah dibandingkan dengan capaian remaja dari keluarga BBM. Perbedaan nyata dan signifikan ditemukan pada capaian maqashid syariah dimensi keturunan antara remaja BM dengan remaja BMM di wilayah Banyumas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya perbedaan nyata dan signifikan pada capaian maqashid syariah dimensi agama, jiwa, dan intelektual antara remaja BM dengan remaja BMM. Keluarga buruh migran perlu meningkatkan interaksi dan kualitas hubungan antara orang tua dengan remaja. Hal ini dapat mendorong kesejahteraan remaja pada keluarga buruh migran.
HUBUNGAN PRAKTIK PEMBERIAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI ANAK PRASEKOLAH DI DESA CISARUA, KECAMATAN TEGALWARU, KABUPATEN PURWAKARTA Abdilah, Galang Raka; Elmanora; Hamiyati
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 9 No. 02 (2022): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Orang tua berperan penting dalam menentukan asupan gizi pada anak prasekolah salah satunya dengan cara praktik pemberian makan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan praktik pemberian makan dengan status gizi anak prasekolah di PAUD Ar-Raudoh, Desa Cisarua, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 60 orang ibu dan anak prasekolah. Instrumen Compherensive Feeding Practice Questionere (CFPQ) dan status gizi menggunakan data antropometri. Analisis data menggunakan statistika deskriptif dan analisis korelasi menggunakan Spearman Rank serta Chi-Square. Sebaran jenis kelamin anak dalam penelitian adalah laki – laki (50%) dan perempuan (50%), mayoritas umur anak 6 tahun (51,7%), ibu dengan jumlah anak 2 (40%), urutan kelahiran bungsu (40%), pendapatan keluarga < Rp1.500.00 (58,3%), pendidikan ibu lulus SD/MI (55%), pekerjaan ibu yaitu ibu rumah tangga (90%), dan usia ibu mayoritas dewasa awal (44,2%). Tidak terdapat hubungan antara karakteristik keluarga seperti jenis kelamin, jumlah anak, urutan kelahiran anak, pendidikan ibu, dan pekerjaan ibu. Terdapat hubungan antara variabel praktik pemberian makan dengan karakteristik pendapatan keluarga. Tidak terdapat hubungan antara karakteristik keluarga seperti jumlah anak, urutan kelahiran anak, pendapatan keluarga, dan pendidikan ibu dengan status gizi anak prasekolah. Terdapat hubungan antara variabel status gizi anak prasekolah dengan karakteristik jenis kelamin dan pekerjaan ibu. Terdapat hubungan praktik pemberian makan dengan status gizi dengan nilai koefisien korelasi 0,298 dan nilai koefisien determinasi 0,085. Terdapat hubungan antara variabel praktik pemberian makan dengan karakteristik pendapatan keluarga. Terdapat hubungan antara variabel status gizi anak prasekolah dengan karakteristik jenis kelamin, pekerjaan ibu, dan status gizi. Kata Kunci: Status gizi, Praktik pemberian makan, Anak prasekolah Abstract Parents play an important role in determining nutritional intake in preschool children, one of which is by way of feeding practices. The purpose of this study was to determine the relationship between feeding practices and the nutritional status of preschool children in PAUD Ar-Raudoh, Cisarua Village, Tegalwaru District, Purwakarta Regency. Sample in this study were 60 mothers and preschool children. The Compherensive Feeding Practice Questioner (CFPQ) instrument and nutritional status used anthropometric data. Data analysis used descriptive statistics and correlation analysis used Spearman Rank and Chi-Square. The sex distribution of the children in the study were male (50%) and female (50%), the majority of the children were 6 years old (51.7%), mothers with 2 children (40%), youngest birth order (40%) , family income < IDR 1,500.00 (58.3%), mother's education graduated from SD/MI (55%), mother's occupation is housewife (90%), and the majority of mother's age is early adult (44.2%). There is no relationship between family characteristics such as gender, number of children, child birth order, mother's education, and mother's occupation. There is a relationship between the variables of feeding practices with the characteristics of family income. There is no relationship between family characteristics such as number of children, child birth order, family income, and mother's education with the nutritional status of preschool children. There is a relationship between the variables of the nutritional status of preschool children with the characteristics of the gender and occupation of the mother. There is a relationship between feeding practices and nutritional status with a correlation coefficient of 0.298 and a coefficient of determination of 0.085. There is a relationship between the variables of feeding practices with the characteristics of family income. There is a relationship between the nutritional status of preschool children with the characteristics of gender, mother's occupation, and nutritional status. Keywords: Feeding practices, Nutrition status, Preschool children
THE EFFECT OF FAMILY SOCIAL SUPPORT ON STUDENTS' RESILIENCE WITH SINGLE PARENTS Anggraini, Agata Christiana; Hasanah, Uswatun; Oktaviani, Maya
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 9 No. 02 (2022): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.092.09

Abstract

This study aims to determine the impact of family social support on student resilience among single parents. This study is a quantitative associative study that employs a survey method. This study collects data using a social support questionnaire (29 items) and a student resilience questionnaire (51 items). The research sample consisted of 95 students chosen using the purposive sampling technique. They are students who live in East Jakarta with only one parent because of divorce or death. The research data collection period runs from April to July 2022. Test the hypothesis using the Pearson Product Moment Correlation and simple regression. Data analysis reveals that most samples have moderate resilience (37.9%), and most students receive high family social support levels (53.7%). The calculations show that family social support has a 37.7% significant effect on student resilience (p-value = 0.00 < 0.05). According to this study, the greater the student's family social support, the greater the student's resilience, even when they live with only one of their parents. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial keluarga terhadap resiliensi mahasiswa dengan orang tua tunggal. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif asosiatif dengan metode survei. Penelitian ini mengumpulkan data menggunakan angket dukungan sosial (29 item) dan angket resiliensi mahasiswa (51 item). Sampel penelitian terdiri atas 95 mahasiswa yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Sampel penelitian merupakan mahasiswa yang tinggal di Jakarta Timur dengan hanya memiliki satu orang tua karena perceraian atau kematian. Periode pengumpulan data penelitian berlangsung dari bulan April sampai Juli 2022. Uji hipotesis menggunakan Korelasi Pearson Product Moment dan regresi sederhana. Analisis data menunjukkan bahwa sebagian besar sampel memiliki resiliensi sedang (37,9%), dan sebagian besar mahasiswa menerima tingkat dukungan sosial keluarga yang tinggi (53,7%). Hasil perhitungan menunjukkan bahwa dukungan sosial keluarga berpengaruh signifikan sebesar 37,7% terhadap resiliensi mahasiswa (p-value = 0,00 < 0,05). Menurut penelitian ini, semakin besar dukungan sosial yang diberikan oleh keluarga mahasiswa, semakin besar pula resiliensinya, bahkan ketika mereka tinggal hanya dengan salah satu orang tuanya.
HUBUNGAN ANTARA STRES AKADEMIK DENGAN ACADEMIC PERFORMANCE PADA SANTRI MADRASAH ALIYAH PONDOK PESANTREN AL HAMID Khafifah, Kirana Artha; Hasanah, Uswatun; Zulfa, Vania
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 10 No. 01 (2023): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.101.03

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres akademik dengan academic performance pada santri Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Al-Hamid. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasi dengan metode survey. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling dengan populasi 252 santri. Kemudian dengan rumus slovin menghasilkan sampel sebanyak 155 santri. Pengambilan data menggunakan instrumen Educational Stress Scale. Analisis data yang digunakan meliputi uji korelasi Pearson Product Moment. Data-data yang telah memenuhi uji validitas dan uji reliabilitas diolah sehingga menghasilkan nilai pearson correlated sebesar 0,189. Hasil analisis menyimpulkan terdapat hubungan positif antara stres akademik dengan academic performance. Berdasarkan hasil tersebut maka dapat dilihat bahwa santri yang mengalami stres justru akan semakin termotivasi untuk belajar lebih giat. Semakin tinggi stres atau tekanan yang santri rasakan selama proses pembelajaran maka santri akan semakin terpacu untuk lebih rajin dalam belajar dan lebih baik dalam pengerjaan tugas tugas yang diberikan oleh guru. Hal ini tentu saja akan membuat nilai akademik santri menjadi lebih baik. Stres yang santri alami merupakan stres positif atau eustress. Stres positif membuat santri tidak menyerah dengan tekanan yang ia alami namun sebaliknya, stres positif akan membawa rasa semangat dan keinginan untuk berjuang menghadapi tekanan tekanan akademik. Kemampuan santri untuk mengubah stres yang negative menjadi stres yang positif tidak terlepas dari kegiatan sehari hari santri yang mempengaruhi perilaku mereka seperti senantiasa berdzikir, sholat dan puasa yang dapat mengurangi pikiran negatif dan rasa kecemasan berlebih.   Abstract This study aims to determine the relationship between academic stress and academic performance in students of Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Al-Hamid. This research is a quantitative correlation research with survey method. The sampling technique used simple random sampling with a population of 252 students. Then the slovin formula produces a sample of 155 students. Retrieval of data using the Educational Stress Scale instrument. The data analysis used includes the Pearson Product Moment correlation test. The data that has fulfilled the validity and reliability tests were processed to produce a Pearson correlated value of 0.189. The results of the analysis conclude that there is a positive relationship between academic stress and academic performance. Based on these results, students who experience stress will actually be more motivated to study harder. The higher the stress or pressure that students feel during the learning process, the more motivated students will be to be more diligent in learning and better at carrying out the assignments given by the teacher. This of course will make students' academic grades better. The stress that students experience is positive stress or eustress. Positive stress makes students not give up with the pressure they experience but on the contrary, positive stress will bring a sense of enthusiasm and desire to fight against academic pressures. The ability of students to turn negative stress into positive stress is inseparable from the daily activities of students which affect their behavior such as always thinking, praying and fasting which can reduce negative thoughts and excessive feelings of anxiety.
RETHINKING URGENSI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI MELALUI PROGRAM KELAS IBU BALITA PADA MASYARAKAT PEDESAAN Wiyani, Novan Ardy
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 10 No. 01 (2023): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.101.06

Abstract

Abstrak Tujuan dari dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis upaya memikirkan kembali (re-thinking) urgensi PAUD melalui program kelas ibu balita di Desa Singasari, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Propinsi Jawa Tengah. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif yang bersifat natural-deskiptif. Data pada penelitian ini dikumpulkan menggunakan teknik wawancara tak terstruktur, observasi, dan dokumentasi. Untuk menguji keabsahan data, digunakan teknik triangulasi pengumpul data, yaitu dengan melakukan cross-check secara simultan terhadap data hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis data model Miles and Huberman yang terdiri atas reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa ada dua upaya yang dilakukan oleh fasilitator pada program kelas ibu balita untuk memikirkan kembali urgensi PAUD. Pertama, melalui kegiatan transformasi pengetahuan akan urgensi PAUD. Kedua, melalui kegiatan penumbuh-kembangan kepedulian orangtua terhadap kesehatan anak usia dini melalui kerjasama dengan lembaga PAUD. Ada dua kegiatan dalam kerjasama tersebut, yaitu (1) pemeriksaan kesehatan dan (2) melakukan diskusi dengan wali murid PAUD terkait dengan tips menjaga kesehatan anak usia dini, terutama terkait dengan pemilihan makanan dan minuman yang sehat bagi anak-anak. Kedua upaya yang dilakukan oleh fasilitator pada program kelas ibu balita untuk memikirkan kembali PAUD telah berimplikasi pada semakin sadarnya orangtua akan urgensi PAUD serta keharusan bagi kepala desa untuk merumuskan dan menerapkan kebijakan desa yang mendukung pelaksanaan kerjasama antara tenaga medis dengan tenaga pendidik dalam menyelenggarakan layanan PAUD holistik-integratif.   Abstract The purpose of this research is to describe and analyze efforts to re-think the urgency of PAUD through the mother-to-five class program in Singasari village, Karanglewas district, Banyumas district, Central Java province. This research is a type of qualitative research that is naturally descriptive. The data in this study were collected using unstructured interview techniques, observation, and documentation. To test the validity of the data, the data collector triangulation technique was used, namely by simultaneously cross-checking the data from interviews, observations, and documentation. The data that has been collected is then analyzed using the data analysis technique of the Miles and Huberman model which consists of data reduction, data presentation and verification. Based on the results of the study, there are two efforts made by the facilitator in the mother-to-five class program to re-think the urgency of PAUD. First, through knowledge transformation activities about the urgency of PAUD. Second, through activities to develop parental care for early childhood health through collaboration with PAUD institutions. There are two activities in the collaboration, namely (1) health checks and (2) conducting discussions with PAUD parents related to tips on maintaining the health of early childhood, especially related to the selection of healthy food and drinks for children. The two efforts made by the facilitator in the mother-to-five class program to re-think the urgency of PAUD have had implications for parents' awareness of the urgency of PAUD and the necessity for village heads to formulate and implement village policies that support the implementation of collaboration between medical personnel and health workers. educators in providing holistic-integrative PAUD services.
PENDIDIKAN ANAK USIA DINI, REMAJA DAN DEWASA Nabila, Disah Alya; Assyifa, Marsa; Rahayu, Risma Putri; Nugrah, Mochamad; Komariah, Kokom Siti; Budiyanti, Nurti
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 10 No. 01 (2023): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.101.02

Abstract

Abstrak Pendidikan anak merupakan suatu hal yang wajib dipelajari. Sehingga dapat mendidik anak dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menginformasikan mengenai Pendidikan anak. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, yakni studi literatur atau studi pustaka dengan mengumpulkan dan mengolaborasikan informasi dari berbagai sumber terlebih dahulu secara sistematis. Hasil penelitian ini membahas mengenai Pendidikan anak usia dini yang membandingkan tujuan dan metode dalam perspektif islam dan umum; Pendidikan anak usia remaja berdasarkan pengelompokannya yaitu pra remaja, remaja awal dan remaja akhir termasuk ciri-cirinya dan Teknik mendidik anak remaja; dan Pendidikan anak usia dewasa dengan memilih model pembelajaran yang sesuai, karena hakikatnya masa dewasa sudah sangat sulit untuk membentuk karakter seseorang. Dalam artikel ini disebutkan bahwa Pendidikan anak dilakukan berbeda-beda sesuai dengan tingkatan umur. Sebab, daya serap dan kematangan emosi yang berbeda. Adapun pihak-pihak yang membantu membentuk karakter adalah keluarga, khususnya kedua orangtua, institusi prasekolah, teman sebaya dan kepatuhan terhadap Agama. Oleh sebab itu, orangtua mempunyai peran penting dalam menentukan lingkungan anak dalam belajar dan bermain, agar terbentuk anak yang berkarakter baik. Dengan adanya studi ini diharapkan orangtua dan calon orangtua paham mengenai Pendidikan anak. Sehingga anak-anak dapat tumbuh dan berkembang sebagai pribadi yang berkarakter baik, cerdas, cepat tanggap dan ceria dalam segala hal.   Abstract Children's education is something that must be learned. So that it can educate children well. The purpose of this study is to inform about children's education. The method used is a qualitative method, namely a literature study or literature study by collecting and collaborating information from various sources first systematically. The results of this study discuss early childhood education that compares goals and methods in an Islamic and general perspective; Education of adolescents based on their groupings, namely pre-adolescence, early adolescence and late adolescence including their characteristics and techniques of educating adolescents; and Education of adult children by choosing the appropriate learning model, because in essence adulthood is already very difficult to shape a person's character. In this article, it is stated that children's education is carried out differently according to age level. Because of the absorption and maturity of different emotions. The parties that help shape character are the family, especially both parents, preschool institutions, peers, and adherence to Religion. Therefore, parents have an important role in determining the child's environment in learning and playing, so that a child with good character is formed. With this study, it is hoped that parents and prospective parents will understand about children's education. So that children can grow and develop as individuals with good character, smart, quick to respond and cheerful in everything.
PENGARUH TEKANAN EKONOMI DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KETAHANAN KELUARGA NARAPIDANA Rizkillah, Risda; Arinda, Friska
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 10 No. 01 (2023): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKKP.101.01

Abstract

Abstrak Hukuman penjara dapat mengubah aspek ekonomi, hubungan internal, dan interaksi eksternal keluarga narapidana. Perubahan tersebut menjadi tantangan bagi keluarga narapidana dalam membentuk ketahanan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari karakteristik keluarga, tekanan ekonomi, dan dukungan sosial terhadap ketahahan keluarga narapidana. Metode kuantitatif dengan desain cross-sectional study digunakan dalam penelitian ini. Responden dalam penelitian ini adalah 37 istri narapidana di Kabupaten Pemalang yang dipilih menggunakan simple random sampling. Data diperoleh melalui wawancara langsung kepada responden dengan bantuan kuesioner terstruktur menggunakan kuesioner pengukuran tekanan ekonomi keluaga (TEKEN-GA), kuesioner dukungan sosial, dan kuesioner pengukuran ketahanan keluarga (TAHAN-GA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir separuh istri narapidana memiliki tekanan ekonomi objektif terkategori rendah, satu pertiga istri narapidana memiliki tekanan ekonomi subjektif terkategori sedang, hampir tiga perempat istri narapidana memiliki dukungan sosial terkategori rendah, dan lebih dari dua perlima istri narapidana memiliki ketahanan keluarga yang terkategori sedang. Karakteristik keluarga yaitu lama pendidikan istri, pendapatan per kapita, dan aset keluarga berhubungan negatif signifikan dengan tekanan ekonomi (objektif dan subjektif) dan berhubungan positif signifikan dengan ketahanan keluarga narapidana. Analisis regresi menunjukkan bahwa ketahanan keluarga narapidana dipengaruhi negatif signifikan oleh tekanan ekonomi subjektif dan dipengaruhi positif signifikan oleh dukungan sosial.   Abstract Imprisonment can change the economic aspects, internal relations, and external interactions of the prisoner's family. These changes become a challenge for prisoners’ families in building family strength. This study aims to analyze the effect of family characteristics, economic pressure, and social support on the family strength of the prisoners’ families. The quantitative method with a cross-sectional study design was used in this study. Respondents in this study were 37 wives of prisoners in Pemalang Regency who were selected using simple random sampling. Data were obtained through direct interviews with respondents with the help of a structured questionnaire using a measuring family economic pressure (TEKEN-GA), a social support questionnaire, and a measuring family Strength (TAHAN-GA). The results show that almost half of the prisoners' wives have low objective economic pressure, one-third of prisoners' wives have moderate subjective economic pressure, almost three-quarters of prisoners' wives have low social support, and more than two-fifths of prisoners' wives have moderate family strength. Regression analysis shows that family strength is significantly negatively affected by subjective economic pressure and significantly positively affected by social support.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 2 (2025): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 12 No. 1 (2025): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 11 No. 02 (2024): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 11 No. 01 (2024): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 10 No. 02 (2023): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 10 No. 01 (2023): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 9 No. 02 (2022): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 9 No. 01 (2022): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 8 No. 02 (2021): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 8 No. 01 (2021): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 7 No. 02 (2020): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 7 No. 01 (2020): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 6 No. 02 (2019): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 6 No. 01 (2019): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 5 No. 2 (2018): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 5 No. 1 (2018): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 4 No. 02 (2017): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 4 No. 1 (2017): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 3 No. 2 (2016): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 3 No. 1 (2016): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 2 No. 2 (2015): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 2 No. 1 (2015): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 1 No. 2 (2014): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 1 No. 1 (2014): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) More Issue