cover
Contact Name
Sarkadi
Contact Email
sarwahita@unj.ac.id
Phone
+6285881133995
Journal Mail Official
sarwahita@unj.ac.id
Editorial Address
Kampus A Universitas Negeri Jakarta Gedung Ki Hajar Dewantara Lt.6 - 7, Jalan Rawamangun Muka, Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 02167484     EISSN : 25978926     DOI : https://doi.org/10.21009/sarwahita
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Sarwahita, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Community Services, People, Local Food Security; Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Border Region, Less Developed Region; Education for Sustainable Development.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 296 Documents
PENYULUHAN PENDIDIKAN KEBENCANAAN UNTUK GURU-GURU SD-SMP NEGERI 01 SATU ATAP PULAU PARI Nandi Kurniawan; Eko Siswono
Bahasa Indonesia Vol 17 No 01 (2020): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.171.09

Abstract

Abstract This counseling activity is an activity to provide education about disaster for the community through education in this case school teachers. This activity aims to create teachers who have the knowledge to become facilitators and instructors for students in disaster disasters and mitigation, so that it is expected to create a generation of students who are ready and responsive to natural disasters in the present and the future. -SMP one roof 01 kelurahan pari island as many as 18 people. The process of this activity was in August-September 2019. The counseling method was carried out in the form of lectures, presentations and questions and answers. The results of the activity obtained the knowledge of teachers about disaster has increased after compared in the pre-test and post-test scores. So hopefully this kind of activity can increase the capacity of a teacher as a facilitator and instructor in schools in dealing with various disaster threats in Indonesia. Abstrak Kegiatan penyuluhan ini merupakan kegiatan untuk memberikan edukasi tentang kebencanaan bagi masyarakat melalui pendidikan dalam hal ini guru-guru sekolah. Kegiatan ini bertujuan menciptakan guru-guru yang memiliki pengetahuan untuk menjadi fasilitator dan instruktur bagi siswa dalam kebencanaan dan mitigasi bencana, sehingga diharapkan tercipta suatu generasi siswa yang siap dan tanggap terhadap bencana alam di masa kini maupun masa mendatang.Sasaran Penyuluhan ini adalah Guru guru SD-SMP satu atap 01 kelurahan pulau pari sebanyak 18 orang. Proses kegiatan ini pada bulan agustus-september 2019. Metode penyuluhan dilaksanakan dalam bentuk ceramah, presentasi dan tanya jawab. Hasil dari kegiatan didapatkan pengetahuan guru-guru tentang kebencanaan mengalami peningkatan setelah dibandingkan dalam nilai pre tes dan post tes. Sehingga diharapkan kegiatan semacam ini dapat meningkatkan kapasitas seorang guru sebagai fasilitator dan instruktur di sekolah dalam menghadapi berbagai ancaman bencana di Indonesia.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TERHADAP BAHAYA LINGKUNGAN PADA SISWA DI SEKOLAH DASAR SAWARNA 1 KECAMATAN BAYAH KABUPATEN LEBAK PROVINSI BANTEN Aris Munandar; Ode Sofyan Hardi; Rayuna Handawati
Bahasa Indonesia Vol 17 No 01 (2020): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.171.07

Abstract

Abstract Recognizing the dangers that threaten the environment for students is important because it can spread information to the environment in the school itself, spread to the home and community environment. Through socialization and simulation students are directly involved in the effort to recognize the dangers. The activity will be held on Friday September 14, 2019, 09.00 am - finished in Sawarna 1 Elementary School, Bayah District. Lebak The number of participants 35 students. Implementation activities were divided into 2 sessions, namely the delivery of material and simulations. Before the material is presented, the pretest is conducted, after the material is given a post-test. Submission of knowledge includes: the delivery of material, giving quizzes, games. Introduction of existing types of disasters, namely: earthquakes, tsunamis, landslides, floods, typhoons, fires, volcanoes erupt. The introduction of disaster types is important so that students get a correct understanding of the types of disasters that exist. The next material is about which locations should be addressed and avoided (fields, houses, buildings, beaches, plateaus, trees, rivers). In general, the evaluation results and simulation results can be run according to the objectives. Participants who are third-grade elementary school students can understand the types of disasters, disasters that may occur in their environment, can understand the destination when an earthquake or tsunami occurs. Students can mention the characteristics of a tsunami. Students can follow the simulation while singing. He hopes after getting the right understanding can be transmitted to other friends, as well as family and society in general. The absence of changes to the question about tsunamis is expected to be able to create other models and strategies, students have not yet correctly understood about the tsunami disaster. Broader socialization needs to be done through scout activities and others. Abstrak Pengenalan bahaya yang mengancam lingkungan pada siswa menjadi penting karena dapat menyebarkan informasi kepada lingkungan di sekolah sendiri, menyebar kerumah dan lingkungan masyarakat. Melalui sosialisasi dan simulasi siswa terlibat langsung dalam usaha untuk mengenal bahaya. Kegiatan dilaksanakan pada hari jumat tanggal 14 September 2019, Jam 09.00- selesai di Ruang kelas SD Sawarna 1 Kecamatan Bayah Ka. Lebak. Jumlah peserta 35 siswa terdiri dari 20 siswi dan 15 siswa. Kegiatan pelaksanaan dibagi menjadi 2 sesi, yaitu penyampaian materi dan simulasi. Sebelum disampaikan materi dilakukan pretest, setelah penyampaian materi diberikan post-test. Penyampaian pengetahuan meliputi : penyampaian materi, memberikan kuis, permainan. Pengenalan jenis bencana yang ada yaitu : gempa bumi, tsunami, tanah longsor, banjir, angin putting beliung/topan, kebakaran, gunung meletus. Pengenalan jenis bencana penting agar siswa mendapatkan pemahaman yang benar tentang jenis bencana yang ada. Materi selanjutnya tentang lokasi mana yang harus dituju dan dihindari (lapangan, rumah, gedung, pantai, dataran tinggi, pohon, sungai). Secara umum dari hasil evaluasi dan hasil simulasi dapat berjalan sesuai dengan tujuan. Peserta yang merupakan siswa sekolah dasar kelas tiga sekolah dapat memahami jenis bencana, bencana yang mungkin terjadi dilingkungannya, dapat memahami tempat yang dituju ketika terjadi gempa maupun tsunami. Siswa dapat menyebutkan ciri-ciri terjadinya tsunami. Siswa dapat mengikuti simulasi dengan sambil bernyanyi. Harapannya setelah mendapatkan pemahaman yang benar dapat ditularkan kepada teman-temannya yang lain, maupun keluarga dan masyarakat pada umumnya. Tidak adanya perubahan pada pertanyaan tentang tsunami diharapkan dapat membuat model dan strategi yang lain, siswa belum benar pemahaman tentang bencana tsunami. Perlu adanya sosialisasi yang lebih luas melalui kegiatan pramuka dan lain-lain.
KEGIATAN BIMBINGAN BELAJAR MATEMATIKA & BAHASA (INDONESIA DAN INGGRIS) PADA SMKN 61 JAKARTA PULAU TIDUNG KEPULAUAN SERIBU DKI JAKARTA TAHUN 2019 Juni Mashita
Bahasa Indonesia Vol 17 No 01 (2020): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.171.02

Abstract

Abstract The purpose of implementing this community service activity is to determine the level of ability of students of SMKN 61 Jakarta on Tidung Island, Kepulauan Seribu in participating in tutoring activities ahead of the national exam. The object of community service is SMKN 61 Tidung class XII. The implementation of this community service activity uses the mentoring method in tutoring and qualitative descriptive. The results of this activity were 64 students of SMKN 61 Jakarta. The subjects taught are Mathematics, Indonesian and English. The number of students attending tutoring was 32% from the Accounting department, 46% from the Office Administration department and 22% from the ABP department. The average passing score of students of SMKN 61 Jakarta majoring in Accounting is 51.75 with English subjects, Office Administration majors is 41.73 with Indonesian Language subjects, while the Fisheries Agribusiness Department (APB) is 47.67 with English subjects. . As for Mathematics, the scores are still very low in each department. Abstrak Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengetahui tingkat kemampuan siswa SMKN 61 Jakarta di Pulau Tidung Kepulauan Seribu dalam mengikuti kegiatan bimbel menjelang ujian nasional. Objek pengabdian masyarakat ini adalah SMKN 61 Tidung kelas XII. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pendampingan dalam bimbingan belajar dan deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan ini jumlah siswa SMKN 61 Jakarta sebanyak 64 siswa. Mata pelajaran yang diajarkan adalah Matematika, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Jumlah kehadiran siswa yang mengikuti bimbingan belajar sebanyak 32% dari jurusan Akuntasi, 46% dari jurusan Administrasi Perkantoran dan 22% dari jurusan ABP. Nilai rata-rata kelulusan siswa SMKN 61 Jakarta jurusan Akuntasi sebesar 51,75 dengan mata pelajaran Bahasa Inggris, jurusan Administrasi Perkantoran sebesar 41,73 dengan mata peajaran Bahasa Indonsia, sedangkan jurusan Agrobisnis Perikanan (APB) sebesar 47,67 dengan mata pelajaran Bahasa Inggris. Sedangkan untuk mata pelajaran Matematika nilainya masih sangat rendah disetiap jurusan.
PEMANFAATAN LIMBAH MINYAK GORENG SEBAGAI SABUN CUCI RUMAH TANGGA DI LEMPUING JAYA Pandu Jati Laksono
Bahasa Indonesia Vol 17 No 01 (2020): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.171.06

Abstract

Abstract Cooking oil is basic human needs as a food processor. Cooking oil has a threshold in its use to process food. The quality of cooking oil decreases with repeated use so that it becomes waste. It is very rarely used in the villages of Sukamaju, Sukajaya and Tanjung Sari II as materials that can be recycled into more useful materials. The purpose of this activity is to invite the community to use waste from cooking oil to be recycled into household soap and provide activities as an effort to improve the village economy. The method used is a waste-free waste management system. The concept of free waste consists of reducing, reusing and recycling (3R). These activities are: 1) designing community service activities during KKN 2) counseling on utilization of cooking oil waste in the village, 3) directing society woman in cooking oil waste collection activities, 4) distributing cooking oil waste processing books, 5) training on processing waste oil into household washing soap, 6) training in the use of soap in the economic field. The resulting outputs are in the form of waste-free oil-based waste management techniques, household washing soap products, increased environmental awareness and creation of beneficial activities in village. Abstrak Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia sebagai alat pengolah bahan makanan. Minyak goreng memiliki ambang batas dalam pemakaiannya untuk mengolah bahan pangan. Kualitas minyak goreng menurun seiringnya penggunaan berulang-ulang sehingga menjadi limbah. Limbah minyak goreng sangat jarang digunakan pada desa Sukamaju, Sukajaya dan Tanjung Sari II sebagai bahan yang dapat di daur ulang menjadi bahan yang lebih bermanfaat. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengajak masyarakat memanfaatkan limbah dari minyak goreng untuk dapat didaur ulang menjadi sabun rumah tangga dan memberikan kegiatan pada ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan sebagai upaya peningkatan ekonomi desa. Metode yang dipakai adalah sistem pengolahan limbah berbasis bebas sampah. Konsep bebas sampah terdiri dari mengurangi, menggunakan kembali dan mendaur ulang (3r reduce, reuse, recycle). Kegiatan tersebut adalah: 1) perancangan kegiatan pengabdian masyarakat pada masa KKN, 2) penyuluhan pemanfaatan limbah minyak goreng di desa, 3) pengarahan ibu PKK dalam kegiatan pengumpulan limbah minyak goreng, 4) pembagian buku pengolahan limbah minyak goreng 5) pelatihan pengolahan limbah minyak menjadi sabun cuci rumah tangga, 6) pelatihan pemanfaatan sabun dalam bidang ekonomi. Luaran yang dihasilkan berupa teknik pengelolaan limbah minyak berbasis bebas sampah, produk sabun cuci rumah tangga, dan peningkatan kesadaran akan lingkungan serta terciptanya kegiatan bermanfaat di desa.
PENELITIAN TINDAKAN KELAS SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU SEJARAH DI SEKOLAH MENENGAH ATAS KABUPATEN BOGOR Nur Aeni Marta
Bahasa Indonesia Vol 17 No 01 (2020): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.171.03

Abstract

Abstract This article describes results of the Community Service Activities carried out by the State University of Jakarta academic community, History Education Department. Regarding Classroom Action Research training for history teachers in Bogor Regency. This activity was held on September 18-19 2019 at SMAN 1 Cibinong, Bogor Regency. The purpose is to improve professional competence of history teachers so that, they are able to carry out simple research to improve the quality of history learning. One of the characteristics a professional teacher is having ability to reflect on learning outcomes continuously so that they are able to find problems and solve them to improve the quality of learning activities in the classroom. Referring to Permendikbud No. 16 of 2007 concerning academic standards and teacher competence, the teacher as a instructor must have competencies that include; pedagogic, professional, social and personal competences. The professional competence of teachers includes abilities; able to make lesson plans, carry out learning activities, assess the progress of learning activities and interpret and take advantage from results of the assessment of learning activities progress. Thus the ability of teachers to conduct Classroom Action Research is part of the demands of teacher professionalism. Meanwhile, history teachers in Bogor Regency generally have not optimal ability to do PTK. For this reason, Classroom Action Research training activities carried out by the History Education Department are a solution to solving problems faced by history teachers in Bogor Regency. This activity is proven have an important and beneficial meaning for teachers, because they are able to formulate problems for PTK to do as an effort to improve the quality of learning. Thus this training has an impact on improving the professional of history teachers. So they are able to carry out classroom action research to solve problems and find solutions to improve the quality of learning so that learning objectives can be achieved. Abstrak Artikel ini mengambarkan hasil Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilakukan oleh civitas akademika Universitas Negeri Jakarta, prodi Pendidikan Sejarah tentang pelatihan Penelitian Tindakan Kelas bagi guru guru sejarah di Kabupaten Bogor. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 18 – 19 September 2019 di SMAN 1 Cibinong, Kab. Bogor. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi professional guru sejarah, supaya mereka mampu melakukan penelitian sederhana untuk perbaikan kualitas pembelajaran sejarah. Salah satu ciri guru profesional adalah memiliki kemampuan merefleksi hasil pembelajaran secara kontinyu sehingga mampu menemukan permasalahan dan pemecahannya untuk meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran di kelas. Mengacu pada permendikbud No. 16 tahun 2007 tentang standar akademik dan kompetensi guru, maka guru sebagai pengajar harus memiliki kompetensi yang meliputi; kompetensi pedagogic, professional, sosial dan personal. Adapun kompetensi professional guru meliputi kemampuan yang meliputi; mampu membuat perencanaan pembelajaran, melakukan kegiatan pembelajaran, menilai kemajuan kegiatan pembelajaran dan menginterpretasikan serta memanfaatkan hasil penilaian kemajuan kegiatan pembelajaran. Dengan demikian kemampuan guru dalam melakukan Penelitian Tindakan Kelas merupakan bagian dari tuntutan profesionalitas guru. Sementara guru sejarah di Kabupaten Bogor secara umum kemampuan melakukan PTK belum optimal. Untuk itu, kegiatan pelatihan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan oleh program studi pendidikan sejarah merupakan solusi memecahkan masalah yang dihadapi oleh guru sejarah di kabupaten Bogor. Kegiatan ini terbukti memiliki arti penting dan bermanfaat bagi guru, karena mereka mampu merumuskan masalah untuk dilakukan PTK sebagai upaya peningkatan kualitas pembelajaran. Dengan demikian pelatihan ini memiliki dampak bagi peningkatan professional guru sejarah. Sehingga mereka mampu melakukan penelitian tindakan kelas untuk memecahkan masalah dan mencari solusi meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.
PELATIHAN PEMBUATAN SABUN BERBAHAN BAKU JELANTAH BAGI IBU PKK DI NAGORI DOLOK MARAJA KABUPATEN SIMALUNGUN Rudi Salman; Herlinawati; Irfandi; Dewi Endriani
Bahasa Indonesia Vol 17 No 02 (2020): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.172.1

Abstract

Abstract Scientifically soap is a mixture of sodium or potassium salts from fatty acids which can be derived from oil or fat which is reacted with lye (sodium or potassium hydroxide) through a saponification process. One of the raw materials for making soap is fat found in cooking oil waste (used for cooking). Dolok Maraja village has great potential in this soap-making business with the number of heads of families (KK) reaching 1449. Each month it produces 1 kg of cooking per family. So in 1 month about 1449 kg of used cooking is produced. The aim of the training on making used used soap is to develop the potential of the women of the Dolok Maraja Village PKK in creating soap products made from used cooking raw materials, which are household needs. The presenters and instructors from the Physics and Chemistry Education Study Program lecturers came to Dolok Maraja Village, then provided information and training to PKK women about making soap made from used cooking ingredients. Based on the results of the average score scores from the evaluation and mentoring carried out by the PKM Unimed team, the process of making solid soap which was followed by 10 participants was able to master immaterial in the Very Good category. For the manufacture of liquid soap with 16 participants in the Good category. Meanwhile, making dab soap is included in the category of not mastering because the process is quite long. Abstrak Secara ilmiah sabun merupakan campuran garam natrium atau kalium dari asam lemak yang dapat diturunkan dari minyak atau lemak yang direaksikan dengan alkali (natrium atau kalium hidroksida) melalui suatu proses saponifikasi. Salah satu bahan baku pembuat sabun adalah lemak yang terdapat pada limbah minyak goreng (jelantah). Desa Dolok Maraja sangat berpotensi dalam usaha pembuatan sabun ini dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) mencapai 1449. Setiap bulannya menghasilkan jelantah 1 Kg/keluarga. Maka dalam 1 bulannya dihasilkan sekitar 1449 kg jelantah. Tujuan pelatihan pembuatan sabun berbahan baku jelantah ini adalah untuk mengembangkan potensi ibu-ibu PKK Desa Dolok Maraja dalam menciptakan produk sabun berbahan baku jelantah yang merupakan kebutuhan dalam rumah tangga. Pemateri beserta instruktur dari dosen Prodi Pendidikan Fisika dan Kimia datang ke Desa Dolok Maraja, kemudian memberikan informasi dan pelatihan kepada ibu-ibu PKK tentang pembuatan sabun berbahan baku jelantah. Berdasarkan hasil rata-rata skor nilai dari evaluasi dan pendampingan yang dilakukan oleh tim PKM Unimed, proses pembuatan sabun padat yang diikuti 10 pesert, mampu menguasa imateri dengan kategori Sangat Baik. Untuk pembuatan sabun cair dengan 16 peserta berkategori Baik. Sedangkan untuk pembuatan sabun colek termasuk dalam kategori kurang menguasai karena prosesnya cukup panjang.
KONSERVASI TANAMAN KHAS CILIWUNG MELALUI EDUKASI KOMUNAL Riris Lindiawati Puspitasari; Arief Pambudi; Dewi Elfidasari
Bahasa Indonesia Vol 17 No 02 (2020): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.172.7

Abstract

Abstract As an area with unique biodiversity, the area around Ciliwung plays a major role in determining the sustainability of this role. One of the Ciliwung watershed parts of Jakarta, namely in Pejaten Timur Pasar Minggu, there is an area that is very well preserved. Based on the priority problems of the partners, the solutions offered are increasing public knowledge and transfer of science and technology regarding the conservation of typical Ciliwung plants. Increasing knowledge is deemed necessary and important because the community is an active actor in biodiversity. The methods for implementing the Ciliwung special plant conservation education are socialization, training and education, introduction of science and technology, mentoring, and monitoring. The partners involved are the Ciliwung Care Community (KPC) Gema Bersuci and people around KPC. The result of the activity is an increase in partners insights regarding the importance of conservation, recording and labeling of plants at partner locations, and planting of seedlings on the border. The conclusion of the activity is that there are around 100 types of plants that grow in partner locations, planting Moringa seeds along the border of the partner's area, labeling 100 types of plants, and the community plays an active role in conservation of Ciliwung's typical plants. Abstrak Sebagai wilayah dengan keanekaragaman hayati yang khas, wilayah sekitar Ciliwung berperan besar dalam menentukan sustainabilitas peranan tersebut. Salah satu DAS Ciliwung bagian Jakarta, yaitu tepatnya di Pejaten Timur Pasar Minggu terdapat wilayah yang sangat dijaga kelestariannya. Berdasarkan permasalahan prioritas pada mitra maka solusi yang ditawarkan yaitu peningkatan pengetahuan masyarakat dan transfer iptek mengenai konservasi tanaman khas Ciliwung. Peningkatan pengetahuan dianggap perlu dan penting karena masyarakat merupakan pelaku aktif kelestarian hayati. Metode pelaksanaan edukasi konservasi tanaman khas Ciliwung yaitu sosialisasi, pelatihan dan edukasi, introduksi iptek, pendampingan, dan monitoring. Mitra yang terlibat adalah Komunitas Peduli Ciliwung (KPC) Gema Bersuci dan masyarakat. Hasil kegiatan adalah adanya peningkatan wawasan mitra mengenai pentingnya konservasi, tercatat dan terlabelnya tanaman di lokasi mitra, serta penanaman bibit di sempadan. Kesimpulan kegiatan adalah terdapat sekitar 100 jenis tanaman yang tumbuh di lokasi mitra, penanaman bibit kelor di sepanjang sempadan wilayah mitra, pelabelan terhadap 100 jenis tanaman, dan masyarakat berperan aktif dalam kegiatan konservasi tanaman khas Ciliwung.
WORKSHOP PEMBUATAN PROPOSAL PTK DAN PRODUKTIVITAS USAHA KULINER DALAM RANGKA PENGEMBANGAN KESEJAHTERAAN DI JAKARTA TIMUR Etin Solihatin; Moch Sukardjo; Roby Ibnu Syarifain; Jhony Lagun Siang
Bahasa Indonesia Vol 17 No 02 (2020): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.172.2

Abstract

Abstract This research was designed to develop the ability to make the Classroom Action Research Proposal and culinary business in tekwan production. The teacher could not fulfil the promotion requirement because of the lack of ability to create an classroom action research proposal. The other problem is how to develop a culinary business by making Tekwan as a new product to increase citizen prosperity. The solution to solve this first problem that used in this research were conducting Classroom Action Research Proposal Workshop, then continued with assistance in the creating process and providing resource reference to get funding by Ministry of Education and Culture through the internet. The solution that used for the second problem in this research was by practising in tekwan production, continued by teaching how to make an eye-catching package and accessing market to make a sustainable profit and achieving prosperity. This activity was carried during COVID-19 Pandemic through online media such as Zoom and Youtube by uploading video about Tekwan production https://m.youtube.com/watch?v=9mlis3z7fCc. While the Classroom Action Research Proposal the workshop was upload by using the following link https://youtu.be/q_JRwwZyRzs with offline material such as Intellectual property right of Classroom Action Research Book EC00202017002. Abstrak Penulisan artikel ini bertujuan meningkatkan kemampuan membuat proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan produktivitas usaha kuliner dalam pembuatan tekwan. Permasalahan pertama yang dihadapi dan sangat mendesak tentang kurangnya kemampuan membuat proposal Penelitian Tindakan Kelas bagi guru, sehingga syarat melaksanakan penelitian untuk kenaikan pangkat ada kendala. Permasalahan kedua bagaimana meningkatkan produktivitas usaha kuliner dalam rangkap pengembangan kesejahteraan. Solusi yang ditawarkan untuk masalah pertama yaitu melaksanakan workshop “Penelitian Tindakan Kelas”, dilanjutkan dengan pembuatan proposal dan pendampingan/konsultasi, serta mencari sumber dana baik via internet maupun dengan Kemendikbud. Solusi untuk masalah kedua praktek kuliner, dilanjutkan bagaimana usaha memasarkannya, mengemas yang menarik. Produktivitas usaha kuliner lancar maka kesejahteraan akan mengiringi. Setelah dilakukan pengabdian kepada masyarakat untuk produktivitas usaha kuliner dalam rangka pengembangan kesejahteraan, karena pandemi corona maka dilakukan secara online via Youtube: https://m.youtube.com/ watch?v=9mlis3z7fCc. Sedangkan pelatihan pembuatan proposal PTK dilakukan secara daring melalui zoom dan youtube dengan link sebagai berikut https://youtu.be/q_JRwwZyRzs dengan HKI buku PTK EC00202017002.
PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DAN SISWA MELALUI PEMBUATAN WEBSITE SEKOLAH DI PONDOK PESANTREN AL IHSAN PANDEGLANG Andhika Octa Indarso; Windhiadi Yoga Sembada; Artambo B. Pangaribuan
Bahasa Indonesia Vol 17 No 02 (2020): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.172.5

Abstract

Abstract Website is a media tool that can be used by anyone, including educational institutions as a means of official, fast, and accessible communication from anywhere. This community service activity held at the Al-Ihsan Pandeglang Islamic Boarding School has a purpose to improve the abilities and self-development of teachers and students in the world of computers, especially website creation. It is hoped that, after receiving the website creation training, both teachers and students can develop and manage the school's website independently. The problems faced by partners at this time are the absence of specific ICT learning, teachers with limited ICT abilities, students who only have the ability to type, and the absence of an official school website. The implementation method used is assisting in making websites from content to management In this mentoring, pre-test and post-test surveys were also carried out to see the level of knowledge and the effects of the assistance provided. The results of the pre-test and post-test provided showed an increase in knowledge for participants by 29.31% for basic website creation, and an increase of 34.48% for knowledge related to website content. The conclusion is that this assistance is effective in increasing participants' knowledge of the creation and management of website content. Abstrak Website menjadi sarana media yang dapat dimanfaatkan oleh siapa saja tak terkecuali oleh institusi pendidikan sebagai sarana komunikasi yang resmi, cepat, dan bisa diakses dari mana saja. Kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan di lingkungan Pondok Pesantren Al-Ihsan Pandeglang ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan pengembangan diri bagi para guru dan siswa dalam dunia komputer khususnya pembuatan website, diharapkan setelah menerima pelatihan pembuatan website, baik guru maupun siswa dapat mengembangkan serta mengelola secara mandiri website milik sekolah. Adapun permasalahan yang dihadapi Mitra saat ini adalah tidak adanya pembelajaran TIK secara khusus, guru dengan kemampuan TIK terbatas, siswa yang hanya memiliki kemampuan mengetik, serta tidak adanya website sekolah secara resmi.Metode pelaksanaan yang digunakan adalah melakukan pendampingan pembuatan website mulai dari konten sampai pengelolaan, dalam pendampingan tersebut dilaksanakan juga survei pre test dan post test untuk melihat sejauh mana tingkat pengetahuan dan efek dari pendampingan yang diberikan. Hasil dari pre test dan post test yang diberikan terdapat peningkatan pengetahuan bagi peserta sebesar 29.31% untuk dasar pembuatan website, dan kenaikan 34,48% untuk pengetahuan terkait konten website. Kesimpulan yang didapatkan adalah pendampingan ini efektif untuk meningkatkan pengetahuan peserta terhadap pembuatan dan pengelolaan konten website.
UPAYA MENINGKATKAN PENDIDIKAN MASYARAKAT MELALUI BUDIKDAMBER DENGAN AQUAPONIK DI LAHAN SEMPIT Henry Kurniawan; Juli Nursandi; Dewi Kania Widyawati
Bahasa Indonesia Vol 17 No 02 (2020): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.172.3

Abstract

Abstract The program of applying science and technology to the community (PPIM) was carried out for 9 months, located in the Kampung Bumi Baru Blambangan Umpu Way Kanan, the partners in this program were women of Alhidayah recitation. This program is increasing public knowledge through Budikdamber education with Aquaponics in narrow areas. Budikdamber stands for fish and vegetable cultivation in buckets, namely raising livestock and farming with limited land, budikdamber can be a very appropriate choice in overcoming food problems. The lack of public knowledge about aquaponics culture has resulted in the need to carry out this program. The purpose of this PPIM is to increase the knowledge, capabilities and skills of partners, optimize yard land and business capital used for cultivating fish and plants and increase income and save on partner expenses. The implementation of this PPIM first coordinated with village officials, then continued with education on budikdamber with lecture and discussion methods, accompanied by training on budikdamber which included making, caring for fish, planting kale, and water changing techniques (penyiponan). The output of this activity is: the birth of a group of people who have knowledge of Budikdamber application and the open opportunity of the business. Abstrak Kegiatan program penerapan iptek kepada masyarakat (PPIM) ini dilaksanakan selama 9 bulan, bertempat di kampung Bumi Baru Blambangan Umpu Way Kanan, mitra dalam program ini adalah ibuibu pengajian Alhidayah. Program ini adalah peningkatan pengetahuan masyarakat melalui pendidikan Budikdamber dengan Aquaponik dilahan sempit. Budikdamber singkatan dari budidaya ikan dan sayuran dalam ember, yaitu berternak dan bertani dengan lahan terbatas, budikdamber dapat menjadi salah satu pilihan yang sangat tepat dalam mengatasi permasalahan pangan. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang budikdamber dengan aquaponik ini mengakibatkan perlunya dilakukan program ini. Tujuan dari PPIM ini adalah meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan keterampilan mitra, mengoptimalkan lahan pekarangan dan modal usaha yang digunakan untuk melakukan budidaya ikan dan tanaman serta meningkatkan pendapatan dan menghemat pengeluaran mitra. Pelaksanaan PPIM ini terlebih dahulu berkoordinasi dengan perangkat desa, kemudian dilanjutkan penyuluhan budikdamber dengan metode ceramah dan diskusi, disertai pelatihan budikdamber yang meliputi cara pembuatan, perawatan ikan, menanam kangkung, dan teknik pergantian air (penyiponan). Output kegiatan ini adalah: lahirnya kelompok masyarakat yang memiliki pengetahuan dengan mengerti dan paham akan penerapan Budikdamber serta dapat membuka peluang usaha.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 22 No 03 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 22 No 02 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 22 No 01 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 21 No 03 (2024): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 21 No 02 (2024): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 21 No 01 (2024): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 20 (2023): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 20 Edisi Khusus Tahun 2023 Vol 20 No 02 (2023): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 20 No 01 (2023): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 19 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 19 Edisi Khusus Tahun 2022 Vol 19 No 03 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 19 No 02 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 19 No 01 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Edisi Khusus) Vol 18 No 02 (2021): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 18 No 01 (2021): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 17 No 02 (2020): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 17 No 01 (2020): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 16 No 02 (2019): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 16 No 01 (2019): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 15 No 02 (2018): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 15 No 01 (2018): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 14 No 02 (2017): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 14 No 01 (2017): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 13 No 2 (2016): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 13 No 1 (2016): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 12 No 2 (2015): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 12 No 1 (2015): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 11 No 2 (2014): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 11 No 1 (2014): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue