cover
Contact Name
Sarkadi
Contact Email
sarwahita@unj.ac.id
Phone
+6285881133995
Journal Mail Official
sarwahita@unj.ac.id
Editorial Address
Kampus A Universitas Negeri Jakarta Gedung Ki Hajar Dewantara Lt.6 - 7, Jalan Rawamangun Muka, Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 02167484     EISSN : 25978926     DOI : https://doi.org/10.21009/sarwahita
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Sarwahita, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Community Services, People, Local Food Security; Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Border Region, Less Developed Region; Education for Sustainable Development.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 296 Documents
PENGOLAHAN LIMBAH TANAMAN MANGROVE SEBAGAI BAHAN PEWARNA ALAMI PADA PRODUK ECOPRINT DI DESA LUBUK KERTANG KABUPATEN LANGKAT, SUMATERA UTARA Iwan Risnasari Risnasari; Deni Elfiati; Arif Nuryawan; Harisyah Manurung; Mohammad Basyuni; Apri Heri Iswanto; Erman Munir; Bejo Slamet; Arida Susilowati
Bahasa Indonesia Vol 18 No 01 (2021): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.181.7

Abstract

Lubuk Kertang Village has the potential for mangrove ecotourism which is currently being developed as a source of income for the community's economy apart from fishermen and agriculture. Even the mangrove ecosystem in Lubuk Kertang Village has become a tourist icon for Langkat. Apart from mangrove ecotourism, Lubuk Kertang is also unique with its processed mangrove products in the form of foods such as mangrove dodol, jeruju crackers, and mangrove syrup. However, productivity is constrained by the availability of mangrove fruit which depends on the season. Moving on from this, it is necessary to carry out community service activities to provide education about the potential and benefits of mangrove waste in the form of stems, twigs, leaves, and fruit from other aspects. Namely that apart from being processed as food material, mangrove waste can also be processed into other high-value products, one of which is a natural dye. Activities carried out are in the form of socialization and education about the potential and benefits of mangrove waste as a natural coloring agent to the manufacturing process. Furthermore, the natural dyes that have been produced are applied in the coloring process through the ecoprint workshop/training. The media used are cloth/textiles, paper, sheepskin, and ceramics (mugs). The response of the community, represented by women from independent women farmer groups as well as some students of Madrasah Tsanawiyah and the Village Head was very good. Even some mothers from independent women farmer groups routinely continue to make ecoprints in the form of cloth, pashmina, and t-shirts. Their products have also been included in exhibition activities in Lubuk Kertang Village. The Head of Lubuk Kertang Village hopes that there will be sustainability from independent women farmer groups to make ecoprint products to increase income from the Lubuk Kertang community. Abstrak Desa Lubuk Kertang memiliki potensi ekowisata mangrove yang saat ini terus dikembangkan sebagai salah satu pemasukan sumber pendapatan ekonomi masyarakat selain nelayan dan pertanian. Bahkan ekosistem mangrove di Desa Lubuk Kertang menjadi ikon wisata Langkat. Selain ekowisata mangrove, Lubuk Kertang juga khas dengan produk olahan mangrovenya berupa makanan seperti dodol mangrove, kerupuk jeruju dan sirup dari buah mangrove. Namun produktivitasnya terkendala oleh ketersediaan buah mangrove yang tergantung dengan musim. Beranjak dari hal tersebut maka perlu dilakukan kegiatan pengabdian pada masyarakat untuk memberikan edukasi tentang potensi dan manfaat limbah tanaman mangrove baik berupa batang, ranting, daun dan buah dari aspek yang lain. Yaitu bahwa selain dapat diolah sebagai bahan pangan limbah tanaman mangrove juga dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi lainnya, salah satunya sebagai pewarna alami. Kegiatan yang dilakukan adalah dalam bentuk sosialisasi dan edukasi tentang potensi dan manfaat limbah tanaman mangrove sebagai zat pewarna alami hingga proses pembuatannya. Selanjutnya pewarna alami yang telah dihasilkan diaplikasikan dalam proses pewarnaan melalui kegiatan workshop/pelatihan ecoprint. Media yang digunakan adalah kain/tekstil, kertas, kulit domba dan keramik (mug). Respon masyarakat yang diwakili oleh ibu-ibu kelompok tani wanita mandiri serta beberapa siswa Madrasah Tsanawiyah dan Kepala Desa sangat baik. Bahkan beberapa ibu-ibu dari kelompok tani wanita mandiri secara rutin terus membuat olahan ecoprint berupa kain, pashmina dan kaos. Hasil produksi mereka juga telah diikutserakan pada kegiatan pameran di Desa Lubuk Kertang. Kepala Desa Lubuk Kertang mengharapkan adanya keberlanjutan dari kelompok tani wanita mandiri untuk membuat produk-produk ecoprint dalam rangka menambah pemasukan dari masyarakat Lubuk Kertang.
PERAGAAN ONLINE KONSEP CHLADNI PLATE MENGGUNAKAN VIDEO DALAM MASA PANDEMI COVID – 19 Muhammad Fajri Zetra; Aga Noputro Sekartaji; Ferdy Alfian Indra Prasetya; Fitri Sakinah; Muhammad Salman Al Faridz; Sugiamma; Mas Ayu Yuliana; Iwan Sugihartono
Bahasa Indonesia Vol 18 No 01 (2021): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.181.6

Abstract

Physics demonstration learning has been carried out with the theme "Physics Experiments You Can Do at Home During the Covid-19 Pandemic". This activity was carried out by making a simple physics experiment video entitled The Chladni Plate Concept which was then broadcasted online via a zoom platform to students of SMA Negeri 40. The theme carried was in accordance with the learning curriculum for Senior High School (SMA) students. This activity was carried out as an effort to respond to the Covid- 19 pandemic situation which requires students to carry out learning activities at home online, so it is hoped that this activity can increase understanding and stimulate student enthusiasm during the Distance Learning (PJJ) period. As confirmation that the activity gained enthusiasm and was able to achieve these goals, a research instrument was made consisting of several parameters which the instrument was distributed to the teacher and all participants. 96% confirmed that the material presented was very useful during a pandemic. This indicates that the physics demonstration presented in the form of a video can be an alternative for students of SMA Negeri 40 Jakarta in learning physics, especially in discussing physics experiments regarding the Chladni Plate Concept. Abstrak Telah dilaksanakan pembelajaran peragaan fisika dengan tema “Eksperimen Fisika yang Bisa Dilakukan di Rumah Selama Pandemi Covid-19”. Kegiatan ini dilakukan dengan membuat video ekskperimen fisika sederhana berjudul Konsep Chladni Plate yang kemudian video tersebut ditayangkan secara daring melalui platform zoom kepada siswa/i SMA Negeri 40. Tema yang diusung sesuai dengan kurikulum pembelajaran untuk siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya menyikapi situasi pandemi Covid-19 yang mengharuskan pelajar untuk melakukan kegiatan belajar di rumah secara daring, sehingga diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman serta merangsang semangat siswa/i selama masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Sebagai konfirmasi bahwa kegiatan mendapatkan antusiasme dan mampu mencapai tujuan tersebut, dibuatlah instrumen penelitian yang terdiri dari beberapa parameter dimana instrumen tersebut disebarkan kepada guru dan seluruh peserta. Terkonfirmasi sebanyak 96% menyatakan materi yang disampaikan sangat berguna di masa pandemi. Dengan ini mengindikasikan bahwa dengan peragaan fisika yang disajikan dalam bentuk video dapat menjadi alternatif bagi siswa/i SMA Negeri 40 Jakarta dalam belajar fisika khususnya dalam pembahasan eksperimen fisika mengenai Konsep Chladni Plate.
EKONOMI KREATIF SEBAGAI PELUANG REMAJA AUTISTIK BERWIRAUSAHA Chrisdina; Jefri Audi Wempi; Nurul Hidayah
Bahasa Indonesia Vol 17 No 02 (2020): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.172.4

Abstract

Abstract The existence of autistic individuals in Indonesia continues to increase, this can be seen from the number of inclusive schools that continue to emerge. The increase in the number of schools provides wider opportunities to have abilities both academically and skills. The academic ability achieved has not been able to allow autistic adolescents to have a job. Apart from that, parents also need to get an understanding of how to make an effort that these autistic adolescents can do. The creative economy, especially crafts, can be a solution to these problems. The LSPR Communication and Business Institute sees this phenomenon as an opportunity to be able to develop an empowerment program for autistic adolescents so that they can have the opportunity to be able to earn their own income. Through the work training center program, autistic adolescents are taught the skills to process textiles using dyeing techniques. During the Covid 19 pandemic the learning system applied was online. The advantage of online training allows parents to assist and be able to ask questions from the process to the opportunity to market the product. After the program has been running for 6 months, 2 home businesses have been formed, which have been carried out by autistic teenagers and their parents. It was concluded that the empowerment program for adolescents with autism must be accompanied by building awareness and the communication is well accepted. ability of parents to become entrepreneurs. The use of google meet as a new technology in Keywords: autism youth; creative economy; entrepreneurship Abstrak Keberadaan individu autis di Indonesia terus bertambah, ini nampak dari jumlah sekolah inklusi yang terus bermunculan. Pertambahan jumlah sekolah memberikan peluang yang lebih luas untuk memiliki kemampuan baik secara akademik maupun keterampilan. Kemampuan akademik yang dicapai belum dapat memberikan kesempatan para remaja autis memiliki pekerjaan. Selain hal itu orangtua juga perlu mendapat pemahaman bagaimana membuat sebuah usaha yang mampu dilakukan oleh para remaja autis tersebut. Ekonomi kreatif khususnya kerjainan dapat menjadi salah satu pemecahan masalah tersebut. Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR melihat fenomena tersebut menjadi sebuah peluang untuk dapat mengembangkan sebuah program pemberdayaa remaja autis agar mampu memiliki peluang untuk dapat memiliki penghasilan sendiri. Melalui program balai latihan kerja para remaja autis diajari keterampilan mengolah teksil dengan teknik celup. Pada masa pandemi Covid 19 sistem pembelajaran yang diterapkan adalah melalui daring. Keuntungan pelatihan daring memberikan kesempatan orangtua untuk mendampingi dan dapat bertanya mulai dari proses hingga kesempatan untuk memasarkan produk. Setelah program berjalan 6 bulan sudah terbentuk 2 usaha rumahan yang dikerjakan oleh remaja autis dan orangtuanya. Disimpulkan bahwa program pemberdayaan reamja autis harus dibarengi dengan dibangunnya kesadaran dan kemampuan orangtua untuk berwirausaha. Penggunaan media google meet sebagai teknologi baru dalam berkomunikasi dapat diterima dengan baik.
PENGABDIAN KKM DI DESA TURUS KECAMATAN WALANTAKA KOTA SERANG DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID-19 AGAR TETAP PRODUKTIF Indri Sari Utami; Raka Aditya; Novita Sri Aryani; Renny Monica Putri; Nanda Amelia; Tasyia Aji Septiani; Syifaurrohmah; Siti Widiana; Yuni Amelyani
Bahasa Indonesia Vol 18 No 01 (2021): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.181.3

Abstract

During the Covid-19 pandemic there were still many people who ignored health protocols and also many were affected by the economy. Therefore, the student work study (KKM) of Sultan Ageng Tirtayasa University is to provide education to the public to be alert, alert and resilient to face the covid-19 outbreak. The population of activities in Turus village is all residents because the intended target is that all residents can carry out health protocols, and those who are productive can create jobs, and those who are still in school can learn well even at home. The method of implementing this KKM is a program oriented towards community assistance in the economic field, exploring local potential, a combination of online media in preparing human resource potential. Some of the results achieved in this service are the understanding of residents about covid-19, how to prevent and make their own personal protective equipment in the form of masks without sewing machines and hand sanitizers, also providing online tutoring for students, and socializing training on making aquaponics for fish and plant cultivation and help create an online media shop to promote citizen entrepreneurship. Abstrak Di masa pandemi covid-19 ini masih banyak masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan dan juga banyak yang terdampak perekonomiannya. Oleh karena itu kuliah kerja mahasiswa (KKM) Universitas sultan ageng Tirtayasa adalah memberikan edukasi kepada masyarakat untuk siaga, sigap dan Tangguh menghadapi bencana wabah covid-19. Populasi kegiatan di desa Turus adalah seluruh warga karena sasaran yang dituju adalah seluruh warga dapat menjalankan protokol kesehatan, dan untuk yang produktif dapat membuat lapangan pekerjaan, serta yang masih bersekolah dapat belajar dengan baik meskipun dirumah. Metode pelaksanaan KKM ini yakni program berorientasi kepada pendampingan masyarakat dalam bidang ekonomi, menggali potensi lokal, kombinasi media daring dalam mempersiapkan potensi sumber daya manusia. Beberapa hasil yang dicapai dalam pengabdian ini adalah pemahaman warga mengenai covid-19, cara mencegah hingga membuat sendiri alat pelindung diri berupa masker tanpa mesin jahit dan hand sanitizer, juga memberikan bimbingan belajar online bagi siswa, dan mensosialisasikan pelatihan pembuatan akuaponik budidaya ikan dan tanaman serta membantu membuatkan media online shop untuk mempromosikan wirausaha warga.
INOVASI ANEKA PANGAN BERGIZI TINGGI DARI BAHAN KEDELAI IRADIASI GAMASUGEN UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT RAWAMANGUN JAKARTA TIMUR Elsa Lisanti; Rini Puspitaningrum; Nur Eka Tresnawati; Arwin
Bahasa Indonesia Vol 18 No 01 (2021): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.181.8

Abstract

Soybeans (Glycine max) are among the seeds that contain the highest protein of many types of nuts. Gamasugen irradiated soybeans are soybeans that can be relied on to overcome protein deficiency in the diet of the Indonesian people. The purpose of this activity is to develop various Gamasugen irradiated soybean preparations into products that can be used by the wider community in general and the community of RW 01 in particular. RW 01 on Jl. Pemuda Rawamangun is a densely populated area located in front of the Universitas Neger Jakarta. This community empowerment program was carried out on September 12, 2020, with the limited number of participants, due to the Covid-19 pandemic outbreak. The method used is the delivery of material using banners, distributing brochures, and bringing the processed Gamasugen soybean products and uploading them on You Tube. Even though with the limited conditions, the training went well. Based on results of the pre-test and post-test, it appears that there was an increase in public, the average value of the pre-test was 65 to 89 during the post-test.The result of this program showed an increase in the knowledge and skills of RW 01 community to utilize the potential of soybeans as a highly nutritious processed food from Gamasugen soybeans. Abstrak Kedelai (Glycine max) termasuk biji-bijian yang mengandung protein paling tinggi dari banyak macam jenis kacang. Kedelai iradiasi Gamasugen merupakan kedelai yang dapat diandalkan untuk mengatasi kekurangan protein dalam menu makanan rakyat Indonesia. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengembangkan berbagai olahan kedelai iradiasi Gamasugen menjadi produk yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas umumnya dan masyarakat RW 01 khususnya. RW. 01 di Jl. Pemuda Rawamangun merupakan kawasan lokasi padat penduduk yang terletak di depan kampus Universitas Negeri JakartaProgram Pengabdian Masyarakat ini dilakukan pada tanggal 12 September 2020, dengan jumlah peserta yang terbatas, karena adanya wabah pandemic Covid-19. Metode yang dilakukan adalah penyampaian materi dengan menggunakan banner, menyebarkan brosur, membawa hasil-hasil produk olahan kedelai Gamasugen dan mengupload di You Tube. Metode yang dilakukan adalah penyampaian materi dengan menggunakan banner, menyebarkan brosur, serta membawa hasil-hasil produk olahan kedelai Gamasugen dan mengupload di you tube. Walaupun dengan kondisi yang terbatas, pelatihan berjalan lancar. Berdasarkan hasil pre test dan pos tes tampak terjadi peningkatan pemahaman dan pengetahuan masyarakat, nilai rata-rata pre test 65 menjadi 89 pada saat post test. Hasil dari program ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat RW. 01 untuk memanfaatkan potensi kedelai sebagai bahan pangan olahan yang bergizi tinggi dari kedelai Gamasugen.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN BERBASIS HYBRID DENGAN MENGGUNAKAN E-LEARNING UNTUK GURU FISIKA SMA DI SITUBONDO SELAMA MASA PANDEMI Supriyono Koes H; Sahal Fawaiz; Ahmad Suryadi; Amaliyah Tazkiyah; Alif Darmawan; Khusnul Nurhidayah
Bahasa Indonesia Vol 18 No 01 (2021): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.181.10

Abstract

The Covid-19 pandemic caused many schools to close and forced educators to replace face-to-face learning to online learning overnight. The process of transitioning to the application of distance learning cannot occur in a short time. So that it takes adequate facilities and teacher skills in designing learning. E-learning facilities are still unfamiliar to both teachers and students, especially in Situbondo Regency. So that mentoring and training in the use of e-learning for teachers in physics learning is needed to make it easier for teachers and students in the learning process. Planning activities include making e-learning modules using moddle and camtasia. The training and mentoring process was even attended by 93 physics teachers outside Situbondo Regency. However, those who can participate in the training gradually decrease due to the busyness of each participant. So that at the end of the Moodle e-learning training and mentoring session, there are 25 (18 from Situbondo) participants who can design a complete lesson including assignment features, quizzes (aiken format), labels, lessons, Bigblue buttons, pages, books and forums. Keywords: Abstrak Masa pademi covid-19 menyebabkan banyak sekolah tutup dan memaksa pendidik mengganti pembelajaran tatap muka ke pembelajaran online dalam waktu singkat. Proses transisi penerapan pembelajaran jarak jauh tidak bisa terjadi dalam waktu yang singkat, sehingga dibutuhkan fasilitas dan keterampilan guru yang memadai dalam merancang pembelajaran. Fasilitas e-learning pun masih asing baik bagi guru maupun siswa, khususnya di Kabupaten Situbondo. sehingga pendampingan dan pelatihan penggunaan e-learning untuk guru dalam pembelajaran fisika dirasa sangat dibutuhkan untuk mempermudah guru dan siswa dalam proses pembelajaran. Perencanaan kegiatan meliputi pembuatan modul e-learning menggunakan moddle dan camtasia. Proses pelatihan dan pendampingan diikuti bahkan oleh guru fisika di luar Kabupaten Situbondo sebanyak 93 peserta. Namun yang dapat mengikuti pelatihan secara bertahap berkurang karena kesibukan masing-masing peserta. Sehingga di akhir sesi pelatihan dan pendampingan e-learning moodle terdapat 25 (18 dari Situbondo) peserta yang dapat merancang pembelajaran secara lengkap meliputi fitur assignment, quiz (aiken format), label, lesson, Bigblue button, page, book dan forum.
PELATIHAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS ANDROID BAGI TUTOR PENDIDIKAN KESETARAAN PADA PKBM DI KECAMATAN SUKAMAKMUR KABUPATEN BOGOR JAWA BARAT Anan Sutisna; Ahmad Tijari; Adi Irvansyah
Bahasa Indonesia Vol 18 No 02 (2021): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.182.4

Abstract

Based on the analysis of the situation and conditions of the community in Sukamakmur Sub-District, Bogor District of West Java, especially in the field of education, it is necessary to have an Android-based learning media development training activity to support the improvement of Tutor and Manager Competencies so that the learning process in Community Learning Center is of higher quality. The specific objectives of community service activities integrated with real work lectures are as follows: (1) Improving the ability of tutors and managers in planning learning using Android-based learning media, (2) Improving the ability of tutors and managers in using Android-based learning media and (3) Guide tutors and managers in implementing learning using Android-based learning media. The results show learning in Community Learning Center by using Andoid-based learning media as an effort to strengthen students' understanding of the material presented, and students can access it wherever they are to overcome the problems of students whose homes are far from Community Learning Center. Teaching using Android-based media is also able to emphasize the practice of digital literacy directly which still refers to the concept of learning media theory for equality education. Learning using Android-based media can be used wherever students are located, and therefore the independence of students will increase because without the presence of educators, students are able to operate it. The presentation provided is able to attract students 'interest, because it contains a material that is presented via video, so that students do not feel bored and fed up, because the media can stimulate students' ability to see and hear. Abstrak Berdasarkan hasil analisis siatuasi dan kondisi masyarakat di Kecamatan Sukamakmur Kecamatan Kabupaten Bogor Jawa Barat khususnya dalam bidang pendidikan, maka diperlukan adanya kegiatan pelatihan pengembangan media pembelajaran berbasis Android untuk mendukung peningkatan Kompetensi Tutor dan Pengelola agar proses pembelajaran di PKBM lebih berkualitas. Adapun tujuan secara khusus kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi kuliah kerja nyata adalah sebagai berikut: (1) Meningkatan kemampuan tutor dan pengelola dalam merencanakan pembelajaran dengan menggunakan media pembelajaran berbasis Android, (2) Meningkatkan kemampuan tutor dan pengelola dalam menggunakan media pembelajaran berbasis Android dan (3) Memandu tutor dan pengelola dalam melaksanakan pembelajaran menggunakan media pembelajaran berbasis Android. Hasil menunjukkan pembelajaran di PKBM dengan menggunakan media pembelajaran berbasis Andoid sebagai upaya menguatkan pemahaman peserta didik terhadap materi yang disajikan, dan peserta didikpun dapat mengaksesnya dimanapun ia berada untuk mengatasi persoalan peserta didik yang tempat tinggalnya jauh dari PKBM. Pengajaran menggunakan media berbasis android ini juga mampu menekankan pada praktik literasi digital secara langsung yang tetap mengacu pada konsep teori media pembelajaran untuk pendidikan kesetaraan. Pembelajaran menggunakan media berbasis Android mampu digunakan dimana saja peserta didik itu berada, maka dari itu kemandirian peserta didik akan meningkat karena tanpa kehadiran pendidikpun, peserta didik mampu mengoperasikannya. Penyajian yang disediakanpun mampu menarik minat peserta didik, karena berisi sebuah materi yang disajikan melalui video, sehingga peserta didik tidak merasa bosan dan jenuh, karena media tersebut dapat merangsang kemampuan melihat dan mendengar peserta didik.
PROGRAM REMAJA TANGGUH UNTUK MENINGKATKAN RESILIENSI PADA REMAJA DI DESA KALISAPU, KECAMATAN SLAWI KABUPATEN TEGAL, JAWA TENGAH Mauna; Zarina Akbar; Ernita Zakiah
Bahasa Indonesia Vol 18 No 02 (2021): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.182.2

Abstract

The number of problems faced by adolescents makes adolescents need to have resilience. Resilience is a psychological situation used to describe individuals who show courage and the ability to adapt to difficult life situations. Unfortunately , there are still many adolescents who do not realize the importance of having resilience. Remaja Tangguh program aims to increase the resilience of adolescents in Kalisapu Village, Slawi District, Tegal Regency, Central Java. This program was implemented at SMK An - Nur Kalisapu Village which was attended by 32 students. This program taught ways that can be done to increase youth resilience, including positive word affirmations, body screening, relaxation, and creation of positive words on a canvas bag. When adolescents have high resilience they can complete their developmental tasks well so that they can evolve optimally. Abstrak Banyaknya masalah yang dihadapi oleh remaja menjadikan remaja perlu memiliki resiliensi. Resiliensi adalah keadaan psikologis yang digunakan untuk menjelaskan individu yang menunjukkan keberanian dan kemampuan beradaptasi pada situasi hidup yang sulit. Sayangnya masih banyak remaja yang belum menyadari pentingnya memiliki resiliensi. Program “REMAJA TANGGUH” untuk meningkatkan resiliensi pada remaja di Desa Kalisapu, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Program ini dilaksanakan tepatnya di SMK An-Nur Desa Kalisapu yang diikuti oleh 32 pelajar. Program ini mengajarkan cara-cara yang dapat dilakukan untuk meningkatkan resiliensi remaja antara lain afirmasi kata positif, body screening, relaksasi, dan kreasi kata positif pada tas kanvas. Saat remaja mempunyai resiliensi yang tinggi mereka dapat menyelesaikan tugas perkembangannya dengan baik sehingga mereka dapat berkembang dengan optimal.
PELATIHAN MENGEMBANGKAN SOAL BERFIKIR TINGKAT TINGGI (HOTs) PARA GURU GEOGRAFI SMA SE-PROVINSI LAMPUNG Enok Maryani; Ahmad Yani
Bahasa Indonesia Vol 18 No 02 (2021): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.182.6

Abstract

The purpose of this article is to determine and analyze the ability of geography teachers in perceptions and skills of geography teachers in constructing HOTS-oriented learning outcome measurement instruments. The method of implementing this activity consists of three stages, namely the stage of delivering material, the stage of participant independent activities and the stage of reflection on the results of the participants' independent work. The results in this article indicate that some of the perceptions of teachers' answers which can be concluded that the implementation of community service is very urgent in order to improve teacher competence in constructing learning outcomes instruments in geography subjects and the HOTS questions made by participants illustrate that the need for community service activities regarding training in writing HOTS questions on an ongoing basis in order to strengthen teacher competence in writing HOTS questions conceptually and practically. In this service activity, teachers are also invited to make HOTS questions which are used as a question bank for HOTS-oriented geography subjects which are the outputs of this community service activity. Abstrak Tujuan dari artikel ini mengetahui dan menganalisis kemampuan guru geografi dalam mengkontruksi instrumen pengukuran hasil belajar berorientasi HOTS. Metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari tiga tahap yakni tahap penyampaian materi, tahap kegiatan mandiri peserta dan tahap refleksi terhadap hasil kerja mandiri peserta. Pelatihan dilaksanakan secara online untuk penyampaian materi dan refleksi, untuk tahap kegiatan mandiri berbasis kinerja pembuatan soal. Pelatihan dilaksanakan pada bulan Oktober 2020, selama 3 hari untuk pembekalan dan refleksi, dan 7 hari untuk penulisan soal. Hasil pada artikel ini menunjukkan bahwa para guru sangat mengharapkan pelatihan membuat soal secara kontinu, dan praktekan secara terus menerus. disimpulkan bahwa pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini sangat urgen guna meningkatkan kompetensi guru dalam mengkontruksi instrumen hasil belajar pada mata pelajaran geografi serta soal-soal HOTS yang dibuat oleh peserta menggambarkan bahwa perlunya kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai pelatihan menulis soal HOTS secara berkelanjutan guna dapat memantapkan kompetensi guru dalam menulis soal HOTS secara konseptual maupun praktiknya. Dalam kegiatan pengabdian ini guru-guru juga diajak untuk membuat soal HOTS yang dijadikan bank soal mata pelajaran geografi berorientasi HOTS yang merupakan luaran dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini.
PEMBELAJARAN BAHASA PADA MASA PANDEMI COVID 19: STRATEGI DAN IMPLEMENTASI PADA ANAK USIA DINI DI PULAU UNTUNG JAWA KEPULAUAN SERIBU Nurbiana Dhieni; Suharti Suharti; Hapidin
Bahasa Indonesia Vol 18 No 02 (2021): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.182.7

Abstract

Language is a means of communication. Through language, a person or child will develop social skills with other people. Language is one aspect of development in early childhood that is important to be developed. Language development in early childhood can be done with the learning design carried out by teachers at early childhood institutions. The purpose of implementing this community service activity is to understand strategies and implementation of early childhood language learning during the COVID-19 pandemic. This study uses a case study method with participants selected through purposive sampling. The participants in this study were early childhood education teachers on Untung Jawa Island, Seribu Islands, DKI Jakarta Province, who were selected through purposive sampling. This community service activity is implemented online through mentoring methods for teachers during the COVID-19 pandemic. This assistance is carried out through seminars and workshops held online to provide understanding to teachers about early childhood language learning who carry out distance learning or study from home due to the closure of PAUD institutions during the COVID-19 pandemic. The result of this activity is the formation of teacher understanding for the implementation of language learning in early childhood even though children learn from home. So it is hoped that PAUD teachers can be more creative in designing engaging language learning in various conditions. Abstrak Bahasa merupakan sarana untuk berkomunikasi. Melalui berbahasa seseorang atau anak akan dapat mengembangkan kemampuan sosialnya dengan orang lain. Bahasa merupakan salah satu aspek perkembangan pada anak usia dini yang penting untuk dikembangkan. Pengembangan bahasa pada anak usia dini dapat dilakukan dengan desain pembelajaraan yang dilakukan oleh guru pada lembaga PAUD. Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang strategi dan impelementasi pembelajaran bahasa anak usia dini di masa pandemi covid—19. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan partisipan yang dipilih melalui purposive sampling. Partisipan dalam penelitian ini adalah guru pendidikan anak usia dini di Pulau Untung Jawa Kepulauan Seribu Provinsi DKI Jakarta yang dipilih melalui purposive sampling. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan secara daring melalui metode pendampingan bagi guru selama pandemi covid—19. Pendampingan ini dilakukan melalui seminar dan workshop yang dilaksanakan secara online untuk memberikan pemahaman kepada guru tentang pembelajaran bahasa anak usia dini yang melaksanakan belajar jarak jauh atau belajar dari rumah sebagai imbas ditutupnya lembaga PAUD. Hasil kegiatan ini berupa terbentuknya pemahaman guru untuk implementasi pembelajaran bahasa pada anak usia dini meskipun anak-anak belajar dari rumah. Sehingga diharapkan guru PAUD dapat lebih kreatif merancang pembelajaran bahasa yang menarik di berbagai kondisi.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 22 No 03 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 22 No 02 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 22 No 01 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 21 No 03 (2024): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 21 No 02 (2024): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 21 No 01 (2024): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 20 (2023): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 20 Edisi Khusus Tahun 2023 Vol 20 No 02 (2023): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 20 No 01 (2023): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 19 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 19 Edisi Khusus Tahun 2022 Vol 19 No 03 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 19 No 02 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 19 No 01 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Edisi Khusus) Vol 18 No 02 (2021): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 18 No 01 (2021): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 17 No 02 (2020): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 17 No 01 (2020): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 16 No 02 (2019): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 16 No 01 (2019): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 15 No 02 (2018): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 15 No 01 (2018): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 14 No 02 (2017): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 14 No 01 (2017): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 13 No 2 (2016): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 13 No 1 (2016): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 12 No 2 (2015): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 12 No 1 (2015): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 11 No 2 (2014): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 11 No 1 (2014): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue