cover
Contact Name
Sarkadi
Contact Email
sarwahita@unj.ac.id
Phone
+6285881133995
Journal Mail Official
sarwahita@unj.ac.id
Editorial Address
Kampus A Universitas Negeri Jakarta Gedung Ki Hajar Dewantara Lt.6 - 7, Jalan Rawamangun Muka, Jakarta 13220
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 02167484     EISSN : 25978926     DOI : https://doi.org/10.21009/sarwahita
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the area of community services. Sarwahita, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Community Services, People, Local Food Security; Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Border Region, Less Developed Region; Education for Sustainable Development.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 296 Documents
PENGOLAHAN LIMBAH SAYUR DESA NGADIREJO (TENGGER) SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR GUNA MENUJU DESA MANDIRI KREATIF Wiwin Dwi Jayanti; Muhammad Dwi Rifa’i; Yudhi Utomo
Bahasa Indonesia Vol 17 No 02 (2020): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.172.9

Abstract

Abstrak Ngadirejo adalah desa kawasan Tengger yang merupakan desa penghasil sayur wortel, kentang, kubis, sawi, dan bawang dengan jumlah masing-masing mencapai ±20 ton setiap masa panen. Dalam masa panen, 5-20% dari total panen adalah limbah sayur yang disebabkan oleh cacat pada sayur, dan sisa dari sortiran yang tidak bisa dikonsumsi oleh masyarakat. Rendahnya pengetahuan masyarakat terhadap pengolahan limbah organik menyebabkan limbah sayur menjadi penyumbang sampah terbesar di kawasan Tengger. Tujuan program pengabdian ini adalah mengurangi populasi sampah organik Desa Ngadirejo dengan cara mengolah limbah sayur sebagai pupuk organik cair (POC). Program ini dilakukan dalam bentuk sosialisasi, pelatihan, praktek pengolahan limbah sayur sebagai POC terhadap gabungan kelompok tani (GAPOKTAN), analisis kandungan unsur pada POC dalam lingkup laboratorium, serta pendampingan aplikasi POC sebagai pengganti pupuk kimia (PK) dalam penanaman sayur. Hasil program ini terbukti dapat menurunkan jumlah sampah sayur secara drastis, meningkatkan pengguna POC dan secara kualitatif produk POC memiliki unsur hara lebih banyak dari PK. Abstract Ngadirejo is a village in the Tengger area that produces ± 20 tons each of carrots, potatoes, cabbage, mustard greens, and shallots. During the harvest period, 5-20% of the total harvest is vegetable waste caused by defects in the vegetables, and the rest of the sort can no longer be consumed. The low level of public knowledge about organic waste processing has made vegetable waste the biggest contributor to waste in Tengger. This program aims to reduce the organic waste population in Ngadirejo by processing vegetable waste as liquid organic fertilizer (LOF). This program is carried out in form of socialization, training, and practice of processing vegetable waste as LOF to farmer, elemental analysis within the scope of the laboratory, and monitoring the application of LOF as a substitute for chemical fertilizers (CF) on vegetable cultivation. The results of this program have been shown to drastically reduce the amount of vegetable waste, increase LOF users, and qualitatively LOF products have more nutrients than CF.
MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM PENGELOLAAN KELAS BERBASIS EKOLOGI DI SD AL-IHSAN Yufiarti; Ratna Dyah Suryaratri
Bahasa Indonesia Vol 17 No 02 (2020): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.172.6

Abstract

Abstract The purpose of community service is to improve teacher competence in managing classes in ecology-based target schools. Various student problems can occur because the teacher is less skilled in managing the class. The first problem is that the teacher does not understand the characteristics of children and how to solve problems so that the class becomes ineffective. The service was carried out for 6 meetings involving teachers around the Insan Elementary School. The training method starts with problem identification using the interview method with both the teacher and the principal. The training is carried out by the head of the foundation and the principal as well as teachers and parents of students. Based on the results of the teacher training evaluation instrument, it can increase knowledge about the characteristics of children and how to approach various children according to their learning mode. The teacher can identify the child's learning modality. Implementing community service activities to increase teacher competence in managing ecological-based classrooms can be carried out properly. Abstrak Tujuan pengabdian masyarakat adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengelola kelas di sekolah sasar berbasis ekologi. Berbagai permasalah siswa dapat terjadi karena guru kurang terampil mengelola kelas. Permasalahan pertama adalah guru kurang memahami karakteristika anak dan cara mengatasi permasalahan sehingga kelas menjadi tidak efektif. Pengabdian dilakukan selama 6 kali pertemuan dengan melibatkan guru disekitar Sekolah Dasar Insan. Metode pelatihan dimulai dari identifikasi permasalahan menggunakan metode wawancara baik dengan guru maupun kepala sekolah. Pelaksanaan pelatihan terdiri oleh ketua Yayasan dan Kepala Sekolah serta guru dan orang tua siswa. Berdasarkan hasil instrument evaluasi pelatihan guru dapat meningkatkan pengetahuan tentang karakteristik anak dan bagaimana cara mendekati beragam anak sesuai dengana modality belajr mereka. Guru dapat mengidentifikasi modality belajar anak. Pelaksanaak kegiatan pengabdian peningkatan kompetensi guru dalam mengelolan kelas berbasis ekologis dapat dilaksanakan dengan baik.
PROGRAM PSIKOEDUKASI POSITIVE PARENTING UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENGASUHAN ORANGTUA DI KELURAHAN JATI ASIH, KECAMATAN JATI ASIH, KOTA BEKASI, JAWA BARAT Mauna; Zarina Akbar; Ernita Zakiah
Bahasa Indonesia Vol 17 No 02 (2020): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.172.8

Abstract

Abstrak Sebagian besar warga di Kelurahan Jati Asih, Kota Bekasi bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sehingga banyak orangtua yang menitipkan anak-anaknya untuk di asuh oleh kakek dan nenek atau pengasuh. Kesibukan orangtua, menjadi salah satu alasan anak jarang memiliki waktu bersama dengan orangtuanya, sehingga anak-anak kehilangan pengasuhan yang seharusnya di dapatkan langsung dari orangtua. Tidak jarang orangtua belum memiliki pemahaman pentingnya kualitas pengasuhan orangtua dalam menstimulasi perkembangan anak. Oleh karena, itu dinilai penting untuk memberikan program psikoedukasi ke masyarakat khususnya orangtua mengenai upaya peningkatan kualitas pengasuhan orangtua ke anak melalui metode positive parenting orangtua di Kelurahan Jati Asih, Kota Bekasi. Program ini khususnya memberikan psikoedukasi kepada orangtua yang berada di Kelurahan Jati Asih, Kota Bekasi. Namun program ini juga memberikan kesempatan kepada orangtua yang ingin mendapatkan pemahaman tentang positive parenting. Peserta yang ikut dalam kegiatan ini sebanyak 216 orang, orangtua dari Kelurahan Jati Asih yang terlibat kegiatan ini sebanyak 14 orang, dan peserta lainnya dari luar daerah Jati Asih, seperti dari Aceh, Jogja, Sulawesi, dan lainnya. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara daring dengan menggunakan aplikasi zoom, karena kondisi pandemic COVID-19, sehingga aktivitas tetap dilakukan di rumah. Program ini memberikan pengetahuan kepada peserta mengenai apa itu positive parenting, teknik-teknik positive parenting, manfaat positive parenting, dan tips untuk melaksanakan positive parenting.
PEMANFAATAN LEARNING MANAGEMENT SYSTEM (LMS) BAGI GURU SMK DESAIN PEMODELAN DAN INFORMASI BANGUNAN DI KAB/KOTA BEKASI M. Agphin Ramadhan; Arris Maulana; Aisyah Kusumarini; Anggi Apriliany; Melinda Putri Haryani; Ega Rismana; Dhio Muhammad Rizky
Bahasa Indonesia Vol 17 No 02 (2020): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.172.10

Abstract

Abstract The Covid-19 Pandemic has forced schools to organize online learning. Not all teachers understand the concept of the Learning Management System (LMS). It happened to the teachers of the Building Information and Modeling Design Skills Competency at SMKN 6 Bekasi City and SMKN 1 Cikarang Barat. This community service activity is an online workshop. The purpose of this activity is to improve teachers' understanding of the LMS concept. The findings show that the LMS development model most used by teachers is by the utility and most of the teachers use Google Classroom as their LMS platform. This activity can improve teachers' understanding of the LMS concept. It indicates the increase in value from 43.56 (pretest) to 60.89 (posttest). Abstrak Adanya Pandemic Covid-19 memaksa sekolah untuk menyelenggarakan pembelajaran online. Pada kenyataannya, tidak semua guru paham mengenai konsep Learning Management System (LMS). Hal inilah yang terjadi pada guru Kompetensi Keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan di SMKN 6 Kota Bekasi dan SMKN 1 Cikarang Barat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk loka karya secara daring. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman guru mengenai konsep LMS. Hasil temuan didapat bahwa model pengembangan LMS yang paling banyak digunakan guru adalah by utility dan LMS yang paling banyak digunakan adalah Google Classroom. Kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman guru mengenai konsep LMS. Hal ini ditunjukkan dari peningkatan nilai dari 43,56 (pretest) menjadi 60,89 (posttest).
EDUKASI GIZI YANG SEHAT UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI KELURAHAN BENDA BARU KECAMATAN PAMULANG TANGERANG SELATAN Rusilanti; Nur Riska
Bahasa Indonesia Vol 18 No 01 (2021): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.181.2

Abstract

The number of malnutrition in Indonesia is considered high with the results of the Nutrition Status Monitoring conducted by the Indonesian Ministry od Health in 2016, the nutritional status of children aged 0-59 months shows the percentage of malnutrition is 3.4% and under nourished is 14.4% (depkes.go.id, 2018). One of the effects of malnutrition is the occurrence of grow short in children or often referred to as stunting. In 2017 22.2% or around 150.8 million toddlers in the world were stunted. The aim of the implementation of the community service program was to develop the welfare section, namely the productivity of the culinary business a manufacture of processed mackerel and soybean through nutrition education to prevent stunting and increase the family economy. The methodology used in this community service program are planning and training productive community partnership programs. The mechanisms for implementing this activity are present material content, and indirect practice. Community service activities that have been carried out in Benda Baru, Pamulang, South Tangerang has been conducted online. The results obtained from the community service program based on of knowledge aspect, there was an increase with a difference of 32.2 obtained from the result of the pre-test and post-test and having skills on several examples of processed food products made from mackerel and soybean which contain high protein to prevent stunting. Abstrak Angka gizi buruk di Indonesia terhitung tinggi menurut hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) yang dilakukan Kementerian Kesehatan tahun 2016, status gizi balita usia 0-59 bulan menunjukkan persentase gizi buruk sebesar 3,4% dan gizi kurang sebesar 14,4% (depkes.go.id, 2018). Salah satu dampak dari kekurangan gizi adalah terjadinya tumbuh pendek pada anak atau sering disebut dengan stunting. Tahun 2017, 22,2% atau 150,8 juta balita di dunia mengalami stunting. Tujuan dari pelaksanaan program PPM (Pengabdian Pada Masyarakat) ini adalah mengembangkan bidang kesejahteraan yakni produktivitas usaha kuliner berbahan dasar ikan kembung dan kacang kedelai melalui edukasi gizi pencegahan stunting serta dapat menambah perekonomian keluarga. Metodologi yang digunakan pada program PPM ini adalah perencanaan dan pelatihan program kemitraan masyarakat produktif. Mekanisme pelaksanaan kegiatan ini adalah pemberian materi, dan praktek online. Kegiatan PPM yang telah dilaksanakan di Kelurahan Benda Baru, Pamulang, Tangerang Selatan ini telah dilakukan secara online. Hasil yang diperoleh dari program PPM berdasarkan aspek pengetahuan, terjadinya peningkatan dengan selisih 32,2 yang diperoleh dari hasil pre test dan post test serta mempunyai keterampilan tentang beberapa contoh produk olahan makanan berbahan dasar ikan kembung dan kacang kedelai yang mengandung protein tinggi untuk mencegah stunting.
PENINGKATAN KEMAMPUAN PROMOSI MELALUI PELATIHAN DESAIN PROMOSI BERBASIS TEKNOLOGI QR-CODE Dewi Muliyati; S Siswoyo
Bahasa Indonesia Vol 17 No 01 (2020): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.171.10

Abstract

Information and communication technology (ICT) contributes significantly to the optimization of the promotional design. QR-Code is one of the technologies that can improve promotional media to be more informative and interactive, especially visual media. The various information embedded in the QR-Code can provide varied impressions to the user. On many occasions, QR-Code can even direct to transactions. This advantage is packaged in a simple appearance because it is a one-dimensional to two-dimensional development of barcodes. These characteristics make QR-Code as a designing promotional media technology that every business actor must mastering. This paper describes the training conducted to improve promotional design skills that are integrated with QR-Code technology. The training is carried out in collaboration with Rumah Siap Kerja, through the video conference platform. The training results show an increase in knowledge and skills in integrating QR-Code technology into promotional media. Teknologi informasi dan komunikasi (TIK) berkontribusi besar dalam optimasi desain promosi. QR-Code menjadi salah satu pilihan teknologi yang mampu meningkatkan media promosi menjadi lebih informatif dan interaktif, terutama media promosi jenis visual. Berbagai informasi yang ditanamkan dalam QR-Code dapat memberikan impresi yang bervariatif kepada pengguna. Dalam banyak kesempatan, QR-Code bahkan dapat mengarahkan terjadinya transaksi. Keunggulan ini dikemas dalam tampilan yang sederhana karena pada dasarnya merupakan pengembangan barcode satu dimensi ke dua dimensi. Karakteristik ini menjadikan QR-Code sebagai teknologi yang wajib dikuasai oleh setiap pelaku usaha dalam mendesain media promosi. Makalah ini memaparkan pelatihan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan desain promosi yang terintegrasi dengan teknologi QR-Code. Pelatihan dilaksanakan atas kerjasama dengan Rumah Siap Kerja secara daring melalui platform video conferences. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mengintegrasikan teknologi QR-Code ke dalam media promosi.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN NELAYAN MELALUI METODE COMMUNITY BASED PARTICIPATORY Sri Hartati; Kartib Bayu; Eri Mustari; Edwin Karim
Bahasa Indonesia Vol 18 No 01 (2021): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.181.9

Abstract

Community empowerment carried out by the government so far is an integral part of the effort to face national and global challenges. One of the focuses of community empowerment is aimed at fisherwomen. Empowerment of fisherwomen aims to change behavior, namely knowledge, attitudes and skills so that they are able to do so. a change in the use of coastal areas so as to improve community welfare. This service activity aims to find out the needs of fisherwomen in their spare time so that the programs or activities provided are in accordance with their needs. The method used in this service is Participatory Action Research (PAR) by involving fisherwomen in finding the problems faced and how to find solutions together. The results of the discussion found that there were problems faced by fisherwomen related to business opportunities and products that could be sold. The solution from the results of discussions, in-depth interviews and observations concluded that the business opportunity that can be done is to create new products (diversification) of processed fish that have the potential to be sold in their own environment as well as the community and visitors to Pangandaran beach. Product diversification activities are carried out through training using an adult learning approach (andragogy). Based on the statement of the training participants, it showed that 96 percent stated that participating in the training was very beneficial for the trainees, 95 stated that they were very happy to participate in the training, 96 percent stated that the material presented was in accordance with the needs of the participants and the method used was in accordance with the material presented by 90 percent and for the active participation of the training participants was 96.30 percent. Abstrak Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan selama ini merupakan salah satu kesatuan dalam upaya menghadapi tantangan nasional maupun secara menyeluruh.Salah satu fokus pemberdayaan masyarakat ditujukan kepada perempuan nelayan.Pemberdayaan perempuan nelayan bertujuan untuk melakukan perubahan perilaku yaitu pengetahuan, sikap serta keterampilan agar masyrakat memiliki kemampuan untuk melakukan perubahan dalam pemanfaatan wilayah pantai sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan perempuan nelayan dalam mengisi waktu luang sehingga program atau kegiatan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan mereka. Metode yang digunakan dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat ini adalah Community –Based Participatory Action dengan melibatkan perempuan nelayan dalam menemukan masalah yang dihadapi serta bagaimana menemukan solusinya secara bersama-sama . Hasil diskusi menemukan bahwa ada permasalahan yang dihadapi oleh perempuan nelayan berkaitan dengan masalah peluang usaha dan produk yang akan dapat dijual . Solusi dari hasil diskusi, interview secara mendalam serta observasi memperoleh kesimpulan bahwa peluang usaha yang dapat dilakukan adalah dengan membuat produk baru (diversifikasi) hasil olahan ikan yang memiliki potensi untuk dijual di lingkungan sendiri serta masyarakat dan pengunjung pantai Pangandaran. Kegiatan diversifikasi produk dilakukan melalui pelatihan dengan menggunakan pendekatan belajar orang dewasa (andragogy). Berdasarkan pernyataan peserta pelatihan menujukkan bahwa 96 persen menyatakan bahwa mengikuti pelatihan sangat bermanfaat bagi peserta pelatihan, 95 menyatakan sangat senang mengikuti pelatihan, 96 persen menyatakan materi pelatihan yang disampaikan sesuai dengan kebutuhan peserta dan metode yang digunakan sudah sesuai dengan materi yang disampaikan sebesar 90 persen dan untuk keaktipan partisipasi peserta pelatihan sebesar 96,30 persen.
ASESMEN OTENTIK BERBASIS TEKNOLOGI PLICKERS BAGI SISWA SD MASA PANDEMI COVID-19 Eko Purwanti; Sri Sulistyorini; Nugraheti Sismulyasih; Trimurtini; Isa Ansori; Marjuni
Bahasa Indonesia Vol 18 No 01 (2021): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.181.1

Abstract

Abstract Assessment of learning outcomes often referred to by students as replays becomes something scary for students. There needs to be effort and innovation to change the stigma of students towards replay. If the replay is packaged interestingly, then the student will have enthusiasm and motivation towards the replay because the student feels as a pleasant thing so it will have a positive impact on the student's learning outcomes. The purpose of this community service activity is to improve the skills of elementary school teachers in conducting assessment analysis of learning results based on information technology. Especially intended to develop skills to elementary school teachers in the analysis of learning results based on plickers technology through training and mentoring activities. Training materials include the introduction of plickers, technical development of plickers, and the practice of using plickers. A sample of 30 teachers at SD Ngaliyan 01 was taken purposive random sampling. Training methods include q&A, discussions, assignments, portfolios, pretes, posts and preparation of follow-up plans. The results of community activities show the following: the average attendance of participants was 96.3% with full participation. Pretest & posttest results showed participants an average of 59.17. The average postest was 89.8. The average community service team attendance is 100%. Presentation of material is carried out by discussion method, assignment, demonstration and lecture with a handout of serving material. 100% certificate kepesertan workshop 36 JP. There is an increase in participants' scores from pretest to postest, it can be concluded that there is a development of the skills of elementary school teachers in the assessment of student learning results based on plickers technology in Ngaliyan Sub-district of Semarang. Abstrak Asesmen hasil belajar yang sering disebut oleh siswa sebagai ulangan menjadi sesuatu hal yang menakutkan bagi siswa. Perlu adanya upaya dan inovasi untuk mengubah stigma siswa terhadap ulangan. Apabila ulangan dikemas dengan menarik, maka siswa akan memiliki antusias dan motivasi terhadap ulangan karena siswa merasakan sebagai hal yang menyenangkan sehingga akan berdampak positif terhadap hasil belajar siswa. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan keterampilan guru sekolah dasar (SD) dalam melakukan analisis asesmen hasil belajar berbasis teknologi informasi. Khususnya dimaksudkan mengembangkan keterampilan kepada guru-guru SD dalam analisis asesmen hasil belajar berbasis teknologi plickers melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan. Materi pelatihan meliputi pengenalan plickers, teknis pengembangan plickers, dan praktik penggunaan plickers. Sampel kegiatan pengabdian masyarakat ini sebanyak 30 guru di SD Ngaliyan 01 yang diambil secara purposive random sampling. Metode pelatihan meliputi tanya jawab, diskusi, penugasan, portofolio, pretes, postes dan penyusunan rencana tindak lanjut. Hasil kegiatan masyarakat menunjukkan hal-hal sebagai berikut: rata-rata kehadiran peserta 96,3% dengan partisipasi penuh. Hasil pretest & postest peserta menunjukkan rata- rata 59,17. Adapun perolehan nilai rata- rata pada postest adalah 89,8. Kehadiran tim pengabdian masyarakat rata-rata 100%. Penyajian materi dilaksanakan dengan metode diskusi, penugasan, demonstrasi dan ceramah dilengkapi handout materi sajian. Diberikan sertifikat kepesertaan workshop setara 36 JP. Terjadi peningkatan nilai peserta dari pretest ke postest, dapat disimpulkan bahwa ada pengembangan keterampilan guru SD dalam analisis asesmen hasil belajar siswa berbasis teknologi plickers di Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang.
ANIMASI PANDUAN PEMBUATAN SERTA PENGGUNAAN HAND SANITIZER DAN DISINFEKTAN YANG AMAN DAN EFEKTIF DI MASA PANDEMI COVID-19 Annisa Auliya; Aulia Siti Pathoni; Devi Aliefiyardi; Aulia Widowati; Nita Aresanti; Rina Agustina; Setia Budi; Muktiningsih Nurjayadi; Ucu Cahyana
Bahasa Indonesia Vol 18 No 01 (2021): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.181.4

Abstract

The COVID-19 pandemic occurred in many parts of the world has disrupted many aspects of life. One precaution to protect ourselves from this virus is cleaning our hands by using hand sanitizers and cleaning surfaces that are frequntly touched by using disinfectants. Therefore, there is tremendous need of this chemical substance in this pandemic era. This fact enforces people to make this chemical at home.. This homemade manufacture and use of sanitizers and disinfectants must be in accordance with the regulations, so that they don't cause any harmful effects for the body. This program is carried out with the aim of providing education to the community, especially residents of Duren Sawit Village. The media used in this program are Instagram and YouTube, and the materials were delivered in form of videos. Videos were uploaded to Instagram and YouTube on 2 – 23 June 2020. After that, a questionnaire was filled on 23 June – 1 July 2020. From the questionnaire data, it can be shown that the respondents have benefited from the video generally. The benefits obtained by the community were dealing with the functions and active ingredients contained in hand sanitizers and disinfectants; method of producing hand sanitizers and disinfectants; the importance of providing hand sanitizers and disinfectants at home; caution in using hand sanitizers and disinfectants; as well as the impact if there is a misuse of hand sanitizer or disinfectant. Through this program, it is expected that the community will be able to make and use sanitizers and disinfectants safely and effectively to achieve a healthier Indonesia. Abstrak Pandemi COVID-19 yang terjadi di berbagai belahan dunia mengakibatkan banyak aspek kehidupan terganggu. Salah satu tindakan pencegahan untuk melindungi diri kita dari virus ini adalah dengan membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer dan membersihkan benda-benda yang sering tersentuh dengan disinfektan. Oleh karena itu, di masa pandemi kebutuhan bahan kimia tersebut meningkat tajam dan mendorong masyarakat untuk membuatnya sendiri di rumah. Pembuatan mandiri serta penggunaan hand sanitizer dan disinfektan ini harus sesuai aturan sehingga tidak menimbulkan efek yang tidak baik bagi tubuh. Program ini dilakukan dengan tujuan memberi edukasi kepada masyarakat, khususnya warga Kelurahan Duren Sawit, Kota Jakarta Timur. Materi disampaikan dengan video animasi melalui media Instagram dan YouTube. Video diunggah ke Instagram dan YouTube pada 2 – 23 Juni 2020. Setelah itu, dilakukan pengisian angket pada 23 Juni – 1 Juli 2020. Dari hasil angket, secara umum responden menyatakan sudah mendapatkan manfaat dari video yang dibagikan. Manfaat yang diperoleh masyarakat berupa fungsi, dan bahan aktif yang terkandung dalam hand sanitizer dan disinfektan; cara membuat hand sanitizer dan disinfektan; pentingnya penyediaan hand sanitizer dan disinfektan di rumah; beberapa peringatan dalam menggunakan hand sanitizer dan disinfektan; serta dampak yang ditimbulkan jika ada kesalahan dalam menggunakan hand sanitizer atau disinfektan. Melalui program ini diharapkan masyarakat mampu membuat serta menggunakan sanitizer dan disinfektan dengan aman dan efektif untuk mencapai Indonesia yang lebih sehat.
SOSIALISASI PRODUK OLAHAN MAKANAN DAN MINUMAN ALAMI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN IMUN DI TENGAH PANDEMI COVID-19 PADA MASYARAKAT KELURAHAN PETOAHA KECAMATAN ABELI KOTA KENDARI SULTRA Muhammad Zakir Muzakkar; Thamrin Azis; Muh. Nurdin; Maulidiyah; Muh. Natsir; Sitti Ratna
Bahasa Indonesia Vol 18 No 01 (2021): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.181.5

Abstract

Natural food and beverage processing is the result of natural food processing sourced from family plants which are usually grown in the yard around the house. Natural processed food and beverage products are not only nutritious and nutritional enhancer but also as cooking spices that contain high antioxidants. Utilization of natural processed food and beverage products as an effort to prevent disease, health care during public health emergencies and especially during the national disaster for the corona virus disease 2019 (COVID-19). The socialization of natural processed food and beverage products is carried out in three stages. The first stage is to prepare and select the types of medicinal plants that are often planted by the Petoaha community around the house. The second stage is material education about the benefits of family medicinal plants (TOGA), processed natural food and beverage products, as an effort to increase immunity in the midst of the COVID-19 pandemic. While the last stage is to provide an explanation of how to process food and beverage ingredients and to clarify the use of natural food and beverage processed products as health care, increase immunity and disease prevention during the COVID-19 pandemic. The result of this activity is to increase the knowledge, insight and awareness of the Petoaha community about the importance of planting TOGA plants and their processed food or beverage products to increase immunity during the Covid 19 pandemic. Abstrak Pengolahan makanan dan minuman alami merupakan hasil olahan pangan alami yang bersumber dari tanaman keluarga yang biasanya ditanam di pekarangan sekitar rumah. Produk makanan dan minuman olahan alami tidak hanya berkhasiat dan penambah gizi tetapi juga sebagai bumbu masak yang mengandung antioksidan yang tinggi. Pemanfaatan produk olahan makanan dan minuman alami sebagai upaya pencegahan penyakit, pemeliharaan kesehatan pada saat keadaan darurat kesehatan masyarakat dan khususnya pada saat bencana nasional penyakit virus corona 2019 (COVID 19). Sosialisasi produk olahan makanan dan minuman alami dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama yaitu menyiapkan dan menyeleksi jenis tanaman obat yang sering ditanam masyarakat Petoaha di sekitar rumah. Tahap kedua adalah edukasi materi tentang manfaat tanaman obat keluarga (TOGA), olahan produk makanan dan minuman alamiah, sebagai upaya peningkatan imunitas di tengah pandemi COVID-19. Sedangkan tahap terakhir yaitu memberikan penjelasan tentang cara mengolah bahan makanan dan minuman serta memperjelas penggunaan produk olahan makanan dan minuman alami sebagai perawatan kesehatan, peningkatan immun dan pencegahan penyakit selama pandemi covid 19. Hasil dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan dan kesadaran masyarakat Petoaha tentang pentingnya menanam tanaman TOGA dan produk olahan makanan atau minumannya guna meningkatkan imun pada saat pandemi Covid 19.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 22 No 03 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 22 No 02 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 22 No 01 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 21 No 03 (2024): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 21 No 02 (2024): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 21 No 01 (2024): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 20 (2023): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 20 Edisi Khusus Tahun 2023 Vol 20 No 02 (2023): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 20 No 01 (2023): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 19 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 19 Edisi Khusus Tahun 2022 Vol 19 No 03 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 19 No 02 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 19 No 01 (2022): Sarwahita : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Edisi Khusus) Vol 18 No 02 (2021): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 18 No 01 (2021): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 17 No 02 (2020): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 17 No 01 (2020): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 16 No 02 (2019): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 16 No 01 (2019): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 15 No 02 (2018): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 15 No 01 (2018): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 14 No 02 (2017): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 14 No 01 (2017): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 13 No 2 (2016): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 13 No 1 (2016): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 12 No 2 (2015): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 12 No 1 (2015): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 11 No 2 (2014): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 11 No 1 (2014): SARWAHITA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue