cover
Contact Name
EVI YESIFINA DUMARISTA
Contact Email
napitupulu.fina70@gmail.com
Phone
+6285797777585
Journal Mail Official
jurnalliterasi@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh Jl. R.E. Martadinata No.150 Ciamis Jawa Barat email: jurnalliterasi@gmail.com
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya
Published by Universitas Galuh
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya telah terindek Sinta 5 oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (RistekDikti) Republik Indonesia sebagai pencapaian untuk jurnal yang memiliki kualitas dalam manajemen dan publikasi. Selanjutnya, Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannyatelah diindeks oleh situs pengindeksan berikut, seperti: Science and Technology Index (SINTA) Google Scholar Portal Garuda
Articles 270 Documents
ANALISIS STRUKTUR KEPRIBADIAN TOKOH CERPEN “SEKOLAH SENJA” KARYA TRUDONAHU ABDURRAHMAN RAFFLES: KAJIAN PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD Khoningah, Siti; Fahyuni, Wadhah Alifah; Putri, Nabil Nafiska
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 10, No 1 (2026): JURNAL LITERASI APRIL 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v10i1.23207

Abstract

Cerpen Sekolah Senja karya Trudonahu Abdurrahman Raffles memperlihatkan adanya fenomena psikologis yang kompleks melalui interaksi antartokoh yang mencerminkan kenangan masa lalu dan pergulatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk membedah struktur kepribadian tokoh yang meliputi id, ego, dan superego, serta dinamika relasional antar tokoh dalam cerpen tersebut melalui pendekatan psikoanalisis Sigmund Freud. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah simak dan catat. Hasil penelitian ini adalah analisis struktur kepribadian dua tokoh dan dinamika relasional antartokoh tersebut. Struktur kepribadian tokoh Perempuan Tua, yaitu aspek id menunjukkan kerinduan terhadap masa lalu, aspek ego menunjukkan mampu menyadari realitas di sekitarnya dengan baik, dan aspek superego menunjukkan fungsi sebagai pengawas moral. Struktur kepribadian Siswi Misterius, yaitu aspek id menunjukkan adanya dorongan untuk melepaskan beban akibat tekanan yang ada, aspek ego menunjukkan mampu memprioritaskan tindakan dengan tuntutan lingkungan, aspek superego menunjukkan dorongan untuk bersikap kritis. Dinamika relasional kedua tokoh tersebut ditunjukkan dengan adanya korelasi antar aspek id, ego, dan superego. 
ANALISIS RAGAM TUTURAN ANAK DI KOMUNITAS LAPAK BACA RUMAH KOCLAK CIAMIS Herdiana, H. R; Andi Mulyadi, U.; Ferdiana Noer, Syahrul
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 10, No 1 (2026): JURNAL LITERASI APRIL 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v10i1.24045

Abstract

Penggunaan bahasa pada anak mencerminkan perkembangan kemampuan linguistik, sosial, dan pragmatik mereka. Anak-anak cenderung menggunakan ragam bahasa yang berbeda sesuai dengan situasi dan lawan tutur, terutama ragam santai dan ragam resmi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ragam tuturan anak di Komunitas Lapak Baca Rumah Koclak Ciamis serta menganalisis kemampuan anak dalam menyesuaikan penggunaan bahasa berdasarkan konteks komunikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara informal, dan dokumentasi selama kegiatan penyuluhan berlangsung. Subjek penelitian adalah anak-anak berusia 5–13 tahun yang aktif mengikuti kegiatan literasi di komunitas tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ragam bahasa santai lebih dominan digunakan anak dalam interaksi dengan teman sebaya, ditandai dengan penggunaan kosakata tidak baku, struktur kalimat sederhana, dan intonasi ekspresif. Sementara itu, ragam bahasa resmi muncul ketika anak berinteraksi dengan relawan atau orang dewasa dalam situasi yang lebih terstruktur. Selain itu, ditemukan fenomena alih kode dan campur kode yang menunjukkan proses perkembangan bahasa anak yang masih berlangsung. Keberadaan lingkungan literasi terbukti berperan penting dalam membantu anak mengembangkan kesadaran berbahasa serta kemampuan menyesuaikan ragam tuturan sesuai konteks sosial.
PENGGUNAAN MODEL MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR TEKS CERITA SEJARAH (Studi Penelitian pada siswa kelas XII MA Al – Hidayah Cipanengah) Nadiah, Siti; Mulyadi, Ujang Andi; Rahayu, Ayu Puji
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 10, No 1 (2026): JURNAL LITERASI APRIL 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v10i1.24106

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat dan hasil belajar siswa dalam memahami teks cerita sejarah, khususnya yang berkaitan dengan sejarah lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model media pembelajaran interaktif terhadap peningkatan hasil belajar teks cerita sejarah pada siswa kelas XII MA Al-Hidayah Cipanengah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental design) menggunakan model one group pretest-posttest. Subjek penelitian berjumlah 23 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar berupa pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata siswa dari 57,4 pada pretest menjadi 80,3 pada posttest. Selain itu, distribusi kemampuan siswa juga mengalami perubahan signifikan, di mana sebelum perlakuan mayoritas siswa berada pada kategori rendah, sedangkan setelah perlakuan sebagian besar siswa berada pada kategori tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa model media pembelajaran interaktif efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Dengan demikian, penggunaan media pembelajaran interaktif dapat menjadi alternatif strategi pembelajaran yang inovatif dan mampu meningkatkan pemahaman serta minat siswa terhadap teks cerita sejarah. 
EDITING KEBAHASAAN TERHADAP NASKAH BUKU DI PENERBIT PT. NASYA EXPANDING MANAGEMENT (NEM) Alhusna, Nikmah
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 10, No 1 (2026): JURNAL LITERASI APRIL 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v10i1.23628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil penyuntingan kebahasaan pada dua naskah buku yang akan diterbitkan oleh Penerbit PT. Nasya Expanding Management (NEM), yaitu Organisasi Komputer dan Langkah Kecil untuk Masa Depan: Mengukir Cita-cita dari Angan menjadi Nyata. Fokus penelitian diarahkan pada identifikasi jenis kesalahan bahasa sebelum penyuntingan serta bentuk perbaikannya setelah proses editing. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa teknik simak dan katat. Data penelitian berupa satu bahasa yang mengandung kesalahan kebahasaan dan hasil perbaikannya. Analisis data dilakukan melalui tahap identifikasi kesalahan, klasifikasi berdasarkan kategori ejaan dan kebakuan bahasa, perbandingan bentuk sebelum dan sesudah penyuntingan, serta pendeskripsian peran penyuntingan dalam meningkatkan kualitas naskah. Keabsahan data diperoleh melalui ketekunan pengamatan dan penggunaan acuan kebahasaan, yaitu Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua naskah masih mengandung berbagai kesalahan kebahasaan sebelum penyuntikan, meliputi kesalahan penulisan kata asing yang tidak dicetak miring, penggunaan kata tidak baku, kesalahan ketik (typo), kesalahan penggunaan huruf kapital, serta kesalahan tanda baca. Setelah dilakukan penyuntingan, kesalahan-kesalahan tersebut dapat diperbaiki sehingga naskah menjadi lebih sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang berlaku, lebih sistematis, konsisten, dan mudah dipahami oleh pembaca. Temuan ini menegaskan bahwa penyuntingan kebahasaan tidak hanya berfungsi sebagai perbaikan teknis, tetapi juga sebagai mekanisme kontrol mutu yang berperan penting dalam meningkatkan keterbacaan, kejelasan makna, serta profesionalitas naskah sebelum diterbitkan. Oleh karena itu, peran editor sangat penting dalam memastikan kualitas bahasa dan kelayakan publikasi sebuah buku.
ANALISIS METAFORA KONSEPTUAL KAJIAN LINGUISTIK KOGNITIF DALAM PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP DURIAN DAN TEMPOYAK Gunawan, Anggara; Agreline, Regina Putri; Izzah, Izzah; Fikri, Fikri
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 10, No 1 (2026): JURNAL LITERASI APRIL 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v10i1.23773

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana siswa mengonseptualisasikan durian dan tempoyak dalam persepsi linguistik kognitif melalui metafora konseptual. Latar belakang penelitian ini adalah adanya perbedaan persepsi dan selera siswa terhadap durian sebagai buah segar dan tempoyak sebagai hasil fermentasinya, yang menunjukkan bahwa pemahaman terhadap makanan tidak hanya didasarkan pada rasa, tetapi juga pengalaman dan budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling terhadap 55 mahasiswa di Sumatera Seatan yang pernah mengonsumsi durian dan tempoyak. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durian cenderung dipersepsikan secara positif sebagai sumber kenikmatan sensorik dan rasa, sedangkan tempoyak memiliki persepsi yang lebih beragam karena aromanya yang kuat, namun tetap memberikan pengalaman rasa yang khas. Selain itu, ditemukan adanya selera yang tinggi, yaitu siswa yang menyukai durian tetapi tidak menyukai tempoyak, serta sebaliknya dalam jumlah yang lebih sedikit. Penelitian ini berkontribusi dalam bidang pendidikan, khususnya dalam kajian linguistik kognitif, dengan menunjukkan bahwa bahasa, pengalaman, dan budaya berperaan penting dalam membentuk cara individu memahami konsep, termasuk dalam konteks kuliner lokal. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana siswa mengkonseptualisasikan durian dan tempoyak dari perspektif linguistik kognitif, khususnya melalui metafora konseptual. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada perbedaan persepsi dan preferensi siswa terhadap durian sebagai buah segar dan tempoyak sebagai produk fermentasinya, yang menunjukkan bahwa pemahaman tentang makanan tidak hanya dipengaruhi oleh rasa tetapi juga oleh pengalaman dan budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan menggunakan purposive sampling yang melibatkan 55 mahasiswa di Sumatera Selatan yang telah mengonsumsi durian dan tempoyak. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan analisis persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durian umumnya dipersepsikan positif sebagai sumber kenikmatan sensorik dan rasa, sedangkan tempoyak menerima respon yang lebih beragam karena aromanya yang kuat, meskipun tetap memberikan pengalaman rasa yang unik. Selain itu, ditemukan konten yang menarik dalam preferensi, di mana beberapa siswa menyukai durian tetapi tidak menyukai tempoyak, dan sebaliknya dalam jumlah yang lebih kecil. Penelitian ini berkontribusi pada bidang pendidikan, khususnya dalam linguistik kognitif, dengan menunjukkan bahwa bahasa, pengalaman, dan budaya memainkan peran penting dalam membentuk bagaimana individu memahami konsep, termasuk dalam konteks kuliner lokal.
ANALISIS KESANTUNAN BERBAHASA SISWA SDN 1 CIHARALANG: BERDASARKAN KATA MAAF, TOLONG, PERMISI DAN TERIMAKASIH Munir, Sirojul; Herdiana, Herdiana; Mulyadi, U. Andi; Atsani K.H, Syahla
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 10, No 1 (2026): JURNAL LITERASI APRIL 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v10i1.24044

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan ungkapan kesantunan berbahasa “maaf”, “permisi”, “tolong”, dan “terima kasih” pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian adalah 60 siswa sekolah dasar kelas I sampai kelas VI, dengan masing-masing kelas diwakili oleh 10 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur untuk mengetahui kebiasaan penggunaan ungkapan kesantunan dalam interaksi sehari-hari di lingkungan sekolah. Data dianalisis dengan menghitung frekuensi dan persentase penggunaan masing-masing ungkapan kesantunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ungkapan “terima kasih” merupakan ungkapan yang paling sering digunakan siswa dengan persentase 75%, diikuti oleh ungkapan “tolong” sebesar 63%, “maaf” sebesar 53%, dan “permisi” sebesar 35%. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan ungkapan kesantunan berbahasa siswa sekolah dasar belum merata, terutama pada ungkapan yang berkaitan dengan permintaan dan penghormatan ruang tutur. Oleh karena itu, diperlukan pembiasaan kesantunan berbahasa yang lebih terstruktur di lingkungan sekolah.
CITRA PELAKOR DALAM CERPEN SEBUAH PERTANYAAN UNTUK CINTA KARYA SENO GUMIRA AJIDARMA (KAJIAN DEKONSTRUKSI) Sugara, Hendry
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 10, No 1 (2026): JURNAL LITERASI APRIL 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v10i1.24048

Abstract

Penelitian ini mengkaji citra pelakor (perebut laki orang) dengan cara menganalisis karya sastra cerpen yang berjudul Sebuah Pertanyaan Untuk Cinta karya Seno Gumira Ajidarma menggunakan kajian dekonstruksi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi makna implisit berupa citra pelakor dari cerpen yang berjudul Sebuah Pertanyaan Untuk Cinta karya Seno Gumira Ajidarma. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Cerpen dianalisis menggunakan teori dekosntruksi dengan megidentifikasi citra pelakor dalam teks cerpen. Hasil yang ditemukan menunjukkan bahwa terdapat enam citra yang dimiliki tokoh pelakor dalam cerpen Sebuah Pertanyaan Untuk Cinta karya Seno Gumira Ajidarma, yaitu maskulinitas, pantang menyerah, komunikatif, ketulusan dan komitmen, percaya diri, serta kebutuhan yang besar akan kasih sayang.
INDIKASI PERSELINGKUHAN DALAM CERPEN "TAK ADA MAKAN MALAM HARI INI" KAJIAN SEMIOTIKA PEIRCE Jamila, Maryam
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 10, No 1 (2026): JURNAL LITERASI APRIL 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v10i1.22494

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah perselingkuhan yang menimbulkan pergulatan batin sehingga adanya penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indikasi perselingkuhan dalam hubungan suami-istri pada cerpen Tak Ada Makan Malam Hari Ini karya Ajen Angelina. Kajian semiotika Peirce mengungkap tanda-tanda yang merupakan konflik dan menjadi indika perselingkuhan dalam cerpen menggunakan ikon, indeks, dan simbol yang termasuk tipologi tanda. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data baca dan catat yang kemudian dianalisis menggunakan tahapan (1) Mengumpulkan data; (2) menyajikan data; (3) menguraikan data; dan (4) menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis ikon dalam cerpen yakni ikon topologis berdasarkan kemiripan fisik, ikon diagramatik berdasarkan kemiripan pola hubungan, dan ikon metaforis berdasarkan metafora. Indeks dalam cerita ini ditunjukkan melalui tanda yang menjadi sebab-akibat adanya penelitian. Simbol cerita ditampilkan melalui simbol-simbol yang maknanya sudah dipahami dan disetujui oleh masyarakat. Adanya penelitian ini untuk memperkuat bahwa semiotika Peirce memiliki relevansi dalam kajian karya sastra dan memberikan perspektif bahwa karya sastra dapat menjadi refleksi dalam kehidupan sehari-hari. 
HUBUNGAN KEDEKATAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DENGAN PILIHAN STRATEGI KESANTUNAN BERBAHASA Saefudin, Dery Purnama; Sentosa, Prima Pantau Putri; Mulyadi, Mulyadi; Restoeningroem, Restoeningroem; Kasmanah, Kasmanah; Albab, Suhfi
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 10, No 1 (2026): JURNAL LITERASI APRIL 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v10i1.24002

Abstract

Interaksi remaja di lingkungan sekolah ditandai oleh dinamika relasi teman sebaya yang memengaruhi penggunaan bahasa dalam komunikasi sehari-hari, di mana kedekatan sosial menjadi faktor penting dalam menentukan pilihan strategi kesantunan berbahasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kedekatan sosial teman sebaya dan penggunaan strategi kesantunan berbahasa pada siswa SMP. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 35 siswa kelas VIII di SMP Negeri 222 Jakarta Timur yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert dan dianalisis dengan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kedekatan sosial dan strategi kesantunan berbahasa (r = 0,634; p < 0,001), dengan kontribusi sebesar 40,2%. Strategi positive politeness lebih dominan pada tingkat kedekatan tinggi, sedangkan negative politeness dan off-record cenderung digunakan pada hubungan yang lebih berjarak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kedekatan sosial berperan penting dalam menentukan pilihan strategi kesantunan berbahasa remaja. Temuan ini berimplikasi pada pentingnya pengembangan pembelajaran bahasa yang mengintegrasikan kesantunan komunikatif berbasis relasi sosial untuk mendukung komunikasi yang efektif dan harmonis di lingkungan sekolah.
DEMOKRASI BERWARNA: SEMIOTIKA WARNA, IDEOLOGI, DAN POLITIK REPRESENTASI DALAM POSTER 17+8 TUNTUTAN RAKYAT INDONESIA Khalid, Fathir; Mahesa, Dzikri Cahya; Mufidah, Ghina; Yunus, Yunus
Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Vol 10, No 1 (2026): JURNAL LITERASI APRIL 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/literasi.v10i1.24077

Abstract

Poster “17+8 Tuntutan Rakyat Indonesia” berfungsi lebih dari sekadar daftar tuntutan politik; ini adalah strategi visual yang membangun ideologi perlawanan melalui warna. Mengambil inspirasi dari semiotika Saussure, mitologi visual Barthes, dan psikologi warna modern, poster ini menggunakan hijau dan merah muda sebagai sistem tanda untuk membentuk makna politik. Hijau melambangkan legitimasi organik perjuangan rakyat, membangkitkan tema ekologi, keberlanjutan, dan materialitas kehidupan. Ia mencerminkan hubungan moral antara manusia dan alam, memposisikan perlawanan sebagai keharusan alami dan etis. Sementara itu, merah muda digunakan kembali untuk menegaskan peran perempuan dalam ranah politik yang secara historis didominasi oleh citra maskulin. Jauh dari pasif, merah muda di sini menjadi simbol feminitas yang aktif dan terorganisir. Bersama-sama, hijau dan merah muda membentuk bahasa visual komposit yang melampaui makna individualnya, mewakili demokrasi inklusif dan solidaritas interseksional. Pasangan warna ini menantang fragmentasi dalam gerakan progresif, menawarkan wacana visual yang terpadu. Dengan demikian, poster menjadi alat bukan hanya untuk komunikasi tetapi juga untuk mobilisasi di mana warna digunakan sebagai kekuatan diskursif untuk menumbuhkan kesadaran kolektif, memperkuat persatuan, dan memperluas keterlibatan politik. Melalui lensa ini, poster adalah artefak sekaligus intervensi, menggunakan desain visual untuk mengartikulasikan dan memperkuat perlawanan.