cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Farmasi Higea
ISSN : -     EISSN : 25413554     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 347 Documents
Efek Antikolesterol Ekstrak Etanol Buah Kundua (Benincasa Hispida (Thunb.) Cogn.) pada Mencit Putih Jantan Ifora Ifora; Widya Kardela; Yoga Febrian Mandala Wijaya
Jurnal Farmasi Higea Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.034 KB) | DOI: 10.52689/higea.v10i2.217

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan suatu keadaan saat kadar kolesterol tinggi didalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh ekstrak etanol buah kundua (Benincasa hispida (Thunb.) Cogn.) terhadap kadar kolesterol total, LDL, trigliserida, VLDL dan HDL pada mencit putih jantan. Penginduksi peningkat kolesterol yang digunakan berupa makanan lemak tinggi dan prophlythiourassil secara peroral selama 14 hari. Kemudian dilanjutkan penambahan pemberian ekstrak secara peroral satu kali sehari selama 14 hari dengan dosis 150 mg/kg BB; 300 mg/kg BB dan 600 mg/kg BB. Parameter yang diamati adalah kadar kolesterol total, LDL, trigliserida, VLDL dan HDL. Pengukuran dilakukan pada hari ke-29 menggunakan fotometer v5­+ 5010. Data hasil penelitian ini dianalisis dengan ANOVA satu arah. Dari hasilpenelitian dapat disimpulkan bahwa, pemberian ekstrak etanol buah kundua (Benincasa hispida (Thunb.) Cogn.) tidak dapat mempengaruhi secara signifikan penurunan kadar kolesterol total, LDL, trigliserida, VLDL  dan peningkatan kadar HDL pada mencit putih jantan hiperkolesterolemia.
Uji Aktivitas Fraksi Ekstrak Etanol Daun Kemuning (Murraya paniculata (L.) Jack) Tehadap Kadar Glukosa Darah dan Indeks Aterogenik Tikus Putih Jantan Widya Kardela; Fitra Fauziah; Santi Nadia
Jurnal Farmasi Higea Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.729 KB) | DOI: 10.52689/higea.v11i1.218

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah gangguan metabolisme yang secara genetis dan klinis dengan manifestasi berupa hilangnya toleransi karbohidrat. Diabetes melitus ditandai dengan hiperglikemia puasa dan  postprandial. Peningkatan glukosa darah yang berhubungan dengan diabetes melitus dihasilkan dari sekresi insulin pankreas yang tidak ada atau tanpa penurunan bersama dari aksi insulin. Tidak adanya insulin dihubungkan dengan defisiensi aktivitas lipoprotein lipase (LPL), karena enzim ini diinduksi oleh insulin.Trigliserida Very Low Density Lipoprotein (VLDL) dihidrolisis oleh enzim LPL sehingga penurunan LPL dapat meningkatkan trigliserida VLDL dan memiliki potensi aterogenik yang tinggi. Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian daun kemuning (Murraya paniculata (L.) Jack) terhadap kadar glukosa darah dan indeks aterogenik pada tikus putih jantan. Hewan percobaan dikelompokkan menjadi 6 kelompok yang terdiri dari kontrol negatif, kontrol positif, pembanding (metformin 45 mg/kg BB), fraksi n-heksan, etil asetat, dan air ekstrak etanol daun kemuning dosis 100 mg/kg BB.  Hewan diinduksi aloksan dosis 125 mg/kg BB secara intraperitoneal. Tiap kelompok diberikan perlakuan selama 27 hari kemudian dilakukan pengukuran kadar glukosa darah, kolesterol total dan HDL tikus putih jantan pada hari ke-14 dan hari ke-28 dengan alat fotometer klinikal 5010. Hasil uji analisis menunjukkan bahwa pemberian fraksi ekstrak etanol daun kemuning (Murraya paniculata (L.) Jack) berpengaruh terhadap penurunan kadar glukosa darah dan indeks aterogenik pada tikus putih jantan (p<0,05).
Formulasi, Pengujian Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri Sediaan Masker Gel Peel Off Ekstrak Etanol Herba Seledri (Apium graveolens L.) Henni Rosaini; Indra Makmur; Refilia Dwina Putri; Wahyu Margi Sidoretno
Jurnal Farmasi Higea Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (508.576 KB) | DOI: 10.52689/higea.v11i2.228

Abstract

Ekstrak etanol herba seledri (Apium graveolens L.) yang diekstraksi dengan pelarut etanol memiliki aktivitas antioksidan dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi sediaan masker gel peel off ekstrak seledri sebagai antijerawat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan aktivitas antioksidan terhadap radikal bebas DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil). Rancangan formula masker gel peel off ekstrak herba seledri dibuat 4 formula berbeda yaitu F0 (tanpa zat aktif), F1 (5%), F2 (10%), F3 (15%). Hasil evaluasi sifat fisik sediaan masker gel peel off menunjukkan semua formula memenuhi persyaratan masker gel peel off yang baik. Berdasarkan uji aktivitas antioksidan, diperoleh nilai IC50 pada ekstrak = 728,689 µg/mL, FI = 6558,15 µg/mL, F2 = 5812,75 µg/mL, F3 = 6442,53 µg/mL, dan pembanding = 64,287 µg/mL, ketiga formula tidak memiliki aktivitas antioksidan terhadap radikal bebas DPPH(1,1-diphenyl-2-picrylhydrazil), dan berdasarkan uji aktivitas antibakteri diperoleh rata-rata daya hambat pada ekstrak = 16,19 mm, F1 = 9,61 mm, F2 = 9,73 mm, F3 = 12,45, dan pembanding = 19,68 mm, ketiga formula memiliki aktiviitas antibakteri terhadap Propionibacterium acnes
Analisis Interaksi Obat Pada Penyakit Ginjal Tahap V (On Hemodialisa) Berdasarkan Resep Di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Pelabuhan Jakarta Selama Januari - Juni 2013 Diana Laila Ramatillah; Stefanus Lukas; Tri Hastuti
Jurnal Farmasi Higea Vol 6, No 1 (2014)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.282 KB) | DOI: 10.52689/higea.v6i1.100

Abstract

Drug interactions are interactions that occur when a drug is altered by the effects of other drugs, food, or beverages. Drug interactions can cause a reduction in effects of therapeutic, increasing of toxicity or pharmacological activity that is not expected whereas according to its severity, it is divided into major, moderate and minor. From the results of "Analysis of Drug Interactions V-Stage Renal Failure (On Hemodyalisis) from Recipe at Instalation of Pharmacy Pelabuhan Hospital Jakarta", It can be concluded that the number of male patients more than female patients as many as 10 people. In this study the highest of comorbidity was diabetes mellitus at 35.25 % while the largest of the other disease except renal failure in 5-stage on HD was diabetes mellitus at 35.25%.  During this study, there was 165 cases and among them only 13 cases or 7.3 % experienced the interaction of drug. Most of cases were pharmacokinetic interaction which had 9 cases and the average of severity was minor at 8 cases.
Uji Sitotoksik Fraksi Ekstrak Etanol Daun Gambir (Uncaria gambir (Hunter)Roxb.) Dengan Menggunakan Metode Brine Shrimp Lethality Test Dwi Aulia Bakhtra; Aried Eriadi; Rahimatul Uthya; Edri Novri Mubaraq
Jurnal Farmasi Higea Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.668 KB) | DOI: 10.52689/higea.v11i2.224

Abstract

Penelitian uji sitotoksik fraksi ekstrak etanol daun gambir (Uncaria gambir (Hunter)Roxb.) dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) bertujuan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik berupa nilai LC50. Dari berat simplisia daun gambir 200 gram diperoleh berat ekstrak kental 37,49 gram. Hasil fraksinasi dari esktrak etanol dengan menggunakan berbagai pelarut didapatkan berat fraksi n-heksan 6,51 gram, fraksi diklormetana 3,24 gram dan fraksi air 5,72 gram. Hasil uji aktivitas sitotoksik dari beberapa fraksi diperoleh hasil nilai LC50 adalah 51,202 μg/ml dari fraksi n-heksan (toksik), 8,29 μg/ml dari fraksi diklormetana (sangat toksik) dan 31,26 μg/ml dari fraksi air (toksik). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa fraksi diklormetana bersifat sangat toksi dan berpotensi sebagai anti kanker.
Uji Efek Anti Anafilaksis Kutan Aktif Dari Ekstrak Etanol Daun Ketepeng Cina (Cassia Alata L.) Pada Mencit Putih Jantan Yufri Aldi; Yaser Arafat; Zet Rizal
Jurnal Farmasi Higea Vol 5, No 2 (2013)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (531.544 KB) | DOI: 10.52689/higea.v5i2.91

Abstract

An assay of the active cutaneous anti anaphylactic of the ethanolic extract of the Cassia alata L. On male white mice has been studied. The assay  was done by giving three different doses (100,300, 900 mg per kg body weight ). Allergic reaction was induced by giving egg’s albumin as antigen. The anti anaphylactic effect was determined by measurement of the pro long of occurrence time, the dereased in diameter and the color intensity of the blue bump formed by using blue evan’s solution as indicator which was given intravenously. Result indicated the ethanolic extract of Cassia alata L. (100, 300, 900 mg per kg body weight ) had significant effect for each dose (p<0.05). The dose of 900 mg per kg body weight showed best effect.
Formulasi Nanoemulsi Ekstrak Temulawak (Curcuma Xanthorrhiza Roxb) Dengan Metode Inversi Suhu Nina Jusnita; Wan Syurya T; Maria Sergianika Pepertua Diaz
Jurnal Farmasi Higea Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.898 KB) | DOI: 10.52689/higea.v11i2.229

Abstract

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) adalah tumbuhan obat keluarga Zingiberacea yang banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional di Indonesia. Kelebihan dari pengobatan dengan menggunakan bahan alam adalah efek samping yang terjadi relatif kecil dibandingkan obat dengan bahan kimia. Tumbuhan temulawak secara empiris banyak digunakan sebagai obat tunggal maupun campuran.  Komponen aktif yang berkhasiat sebagai obat adalah kurkuminoid. Kurkuminoid terdiri dari kurkumin, demetoksikurkumin dan bisdemetoksikurkumin. Komponen aktif yang bertanggung jawab sebagai antioksidan adalah kurkumin. Kurkumin memiliki bioavailbilitas rendah pada pemberian vaskular maupun oral. Untuk mengatasi kekurangan kurkumin dikembangkan teknologi formulasi untuk membuat temulawak menjadi sediaan nanoemulsi. Nanoemulsi ekstrak temulawak ini dengan metode inversi suhu pada suhu 10oC dan suhu kamar. Konsentrasi temulawak 30% dan Tween 80 3% sebagai surfaktan. Hasil penelitian ini didapatkan IC50 pada nanoemulsi suhu 10oC 25,299%, dan nanoemulsi suhu kamar 25,409%. Ukuran partikel pada suhu kamar lebih kecil yaitu 17,8 nm. Nanoemulsi suhu 10oC dan nanoemulsi suhu kamar stabil pada suhu penyimpanan 40oC.
Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Bubuk Kopi Olahan Tradisional Sungai Penuh-Kerinci Dan Teh Kayu Aro Menggunakan Metode DPPH (1,1-Difenil-2-Pikrilhidrazil) Zikra Azizah; Sestry Misfadhilah; Tenti Sri Oktoviani
Jurnal Farmasi Higea Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.998 KB) | DOI: 10.52689/higea.v11i2.225

Abstract

Penelitian tentang skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dari ekstrak metanol bubuk kopi olahan tradisional Sungai Penuh-Kerinci dan teh Kayu Aro telah dilakukan. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dan pengujian antioksidan dilakukan dengan metode DPPH. Jenis tanaman ini diketahui mengandung potensi antioksidan dari senyawa polifenol. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak metanol kopi mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, fenolik, tanin, dan terpenoid, sedangkan ekstrak metanol teh mengandung alkaloid, flavonoid, saponin, fenolik dan tanin. Nilai Rf yang didapat dari pengujian kromatografi lapis tipis untuk ekstrak metanol kopi adalah 0,59 dan pembanding kofein 0,59, sedangkan nilai Rf ekstrak metanol teh adalah 0,40 dan pembanding kofein 0,44. Pengukuran aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa kedua sampel memiliki aktivitas antioksidan yang lemah dengan nilai IC50 kopi 484,705 µg/mL dan teh 208,87 µg/mL. Vitamin C sebagai pembanding memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi dibandingkan kedua ekstrak metanol dengan nilai IC50 33,075 µg/mL.
Analisa Cemaran Mikroba Pada Es Batu yang Dijual di Sekitar Universitas Abdurrab Dengan Metode Most Probable Number (MPN) Asiska Permata Dewi; Putri Gusnita
Jurnal Farmasi Higea Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (778.449 KB) | DOI: 10.52689/higea.v11i2.230

Abstract

Es batu merupakan produk pelengkap yang sering disajikan bersama minuman. Air yang digunakan dalam pembuatan es batu tidak boleh mengandung bakteri yang dapat penyebab penyakit, diantaranya adalah penyakit diare. Menurut Peraturan Menteri Kesehatan No. 416/MEN.KES/Per/IX/1990 tentang syarat-syarat dan pengawasan kualitas air, persyaratan mutu mikrobiologis dalam air minum terhadap total coliform dan colifecal adalah 0/100 ml. Coliform merupakan kelompok bakteri yang digunakan sebagai indikator baik atau tidaknya kualitas air, dan colifecal adalah bakteri yang spesifik tinja yaitu Escherichia coli yang dapat menyababkan penyakit diare. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai coliform dan colifecal yang terdapat di dalam es batu yang dijual di sekitar lingkungan Universitas Abdurrab Pekanbaru. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Most Probable Number (MPN) untuk mendeteksi dan menghitung  jumlah bakteri dengan ragam 5-1-1. Berdasarkan hasil yang diperoleh terhadap 15 sampel uji, pada sampel A, C, G, H, I, L, dan M mengandung koloni 46/100 mL, sampel B mengandung koloni 11/100 mL, sampel D, E, F, dan K mengandung koloni 23/100 mL, sampel J mengandung koloni 33/100 mL, sampel N mengandung koloni <2/100 mL, dan sampel O mengandung koloni 30/100 mL. Dengan demikian, hanya 1 sampel yaitu sampel N memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 416/MEN.KES/Per/IX/1990.
Pengembangan Dan Validasi Metode Analisis Tablet Furosemid Dengan Metode Absorbansi Dan Luas Daerah Di Bawah Kurva Secara Spektrofotometri Ultraviolet Ridho Asra; Harrizul Rivai; Via Lovita Riani
Jurnal Farmasi Higea Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.147 KB) | DOI: 10.52689/higea.v8i2.143

Abstract

Development and validation of analysis methods of furosemide tablet have been done by absorbance method and area under the curve methods using ultraviolet spectrophotometry. Linearity of pure furosemide was obtained with range concentration 8 - 18 ppm. Coefficient correlations absorbance and area under curve methods were 0.99999 and 0.99725 respectively. The percentage of stated content were determined, which were compared with Gralixa Furosemide tablets and generic furosemid tablets. The results showed that the percentage of stated content from Gralixa tablet with absorbance and the area under curve methods were 99,33 % ± 0,004 and 98,44 % ± 0,003 and the recovery were 98,75 % and 97,88 % respectively. While the research results showed that the percentage of stated content from generic furosemide tablets with absorbance and area under curve methods were 98,42 % ± 0,005 and 97,78 % ± 0,008 and the recovery were 98,61 % and 95,06 %. Statistical analysis proves that the method is reproducible and selective for the analysis of furosemide.