cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Farmasi Higea
ISSN : -     EISSN : 25413554     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 347 Documents
Uji Sitotoksik Fraksi Dari Ekstrak Etanol Buah Kundur Benincasa hispida (Thunb.) Cogn Dengan Metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) Anzharni Fajrina; Aried Eriadi; Wanda Caesaria Reja
Jurnal Farmasi Higea Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.066 KB) | DOI: 10.52689/higea.v11i2.226

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji sitotoksik fraksi dari ekstrak etanol buah kundur Benincasa hispida (Thunb.) Cogn dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik fraksi dari ekstrak etanol buah kundur dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Buah kundur di ekstraksi dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 96% kemudian dilanjutkan dengan fraksinasi berdasarkan tingkat kepolaran dengan pelarut n-heksan, etil asetat dan air. Hasil skrining fitokimia ekstrak etanol bahwa buah kundur mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, fenol dan tanin. Fraksi n-heksan mengandung senyawa alkaloid, flavonoid, dan fenol. Fraksi etil asetat mengandung senyawa alkaloid, dan flavonoid. Sedangkan fraksi air mengandung senyawa fenol dan tanin. Hasil pengujian sitotoksik fraksi dari ekstrak buah kundur diperoleh nilai LC50 pada fraksi n-heksan adalah 3,66  ppm, fraksi etil asetat 53,65 ppm, dan fraksi air 15,08 ppm.
PENGARUH VARIASI PERLAKUAN (SEGAR DAN SIMPLISIA) RIMPANG KUNYIT (Curcuma domestica) TERHADAP AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KADAR FENOL TOTAL Denia Pratiwi; Isna Wardaniati
Jurnal Farmasi Higea Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.214 KB) | DOI: 10.52689/higea.v11i2.231

Abstract

Radikal bebas merupakan molekul yang tidak stabil dan sangat reaktif dan antioksidan dapat menetralkan radikal bebas dengan cara mendonorkan satu atom protonnya sehingga membuat radikal bebas stabil dan tidak reaktif. Antioksidan alami salah satunya terdapat pada tanaman kunyit (Curcuma domestica) dari famili Zingiberizaceae. Rimpang kunyit mengandung senyawa aktif  yang berkhasiat  sebagai obat yang disebut kurkuminoid, yang termasuk golongan senyawa fenolik. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh perlakuan rimpang kunyit yang telah di ambil bagian tengahnya dibedakan menjadi dua perlakuan yakni dalam keadaan segar (P1) dan dibuat menjadi simplisia (P2) terhadap nilai aktivitas antioksidan dan kadar total fenol. Pada penetapan kadar total fenol menggunakan metode folin ciocalteau dengan asam galat sebagai pembanding dan pada penetapan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH. Hasil penelitian diperoleh nilai IC50 pada P1 dan P2 berturut-turut adalah 193,4367 dan 46,7686 µg/ml dan kadar fenol total berturut-turut  sebesar 158,3333 mg/g GAE  dan  93,9747 mg/g GAE.
Pembuatan Kafein Benzoat Secara Semisintetis Dari Serbuk Teh Kayu Aro Fitra Fauziah; Zulharmita Zulharmita; Wahyu Ningsih
Jurnal Farmasi Higea Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.117 KB) | DOI: 10.52689/higea.v9i1.153

Abstract

Caffeine benzoate semisynthetis had been create from tea powder which produced by PTP Nusantara VI Kayu Aro, District of Kerinci, Province of Jambi. Caffeine was isolated from 25 grams of tea powder by fractionated and crystallized to obtained 102 mg of caffeine crystals. Caffeine crystals isolated as much as 50 mg was reacted with 32 mg of benzoic acid the result was 30 mg of caffeine benzoate. Caffeine benzoate was characterized which organoleptic form was fine powder, greenish-white color, bitter taste, and distinctive odor. Melting point was 196 oC. Infrared spectrum showed group O-H at wave number 2700-2500 cm-1, which it did not show on spectrum caffeine crystals. The maximum absorption wavelength was obtained 273.5 nm. Profile of thin-layer chromatography which stationary phase silika gel 60 F254 and mobile phase chloroform : ethanol (99:1) was obtained Rf value 0.35.
PENETAPAN KADAR VITAMIN C DAN B1 PADA BUAH NAGA MERAH (Hylocereus Lemairel (Hook.) Britton & Rose) DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Boy Chandra; Zulharmita Zulharmita; Winda Dian Putri
Jurnal Farmasi Higea Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.92 KB) | DOI: 10.52689/higea.v11i2.227

Abstract

Analisis vitamin C dan B1 pada sampel buah naga merah (Hylocereus lemairel (Hook.) Britton & Rose) dari daerah Kabupaten Agam, Sumatera Barat dengan menggunakan metode spektrofometri UV-Vis. Sampel buah naga merah (Hylocereus lemairel (Hook.) Britton & Rose) diekstraksi dengan menggunakan pelarut air. Kemudian ekstrak sampel diukur dengan alat spektrofotometer ultraviolet untuk vitamin C pada panjang gelombang 265,0 nm, sedangkan untuk vitamin B1 ekstrak sampel ditambahkan larutan dapar amonia, biru bromtimol dan polivinyl alkohol kemudian diukur dengan alat spektrofotometer visible pada panjang gelombang 431,0 nm. Hasil penelitian menunjukkan kadar vitamin C dari Hylocereus lemairel (Hook.) Britton & Rose) yaitu 0,0151 % ± 0,0005. Sedangkan pada penentuan kadar vitamin B1 menunjukkan hasil yaitu 0,1023 % ± 0,0002.
Pembuatan Kafein Salisilat Secara Semisintetis Dari Bubuk Kopi Olahan Tradisional Kerinci Sestry Misfadhila; Zulharmita Zulharmita; Deni Hardian Siska
Jurnal Farmasi Higea Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.954 KB) | DOI: 10.52689/higea.v8i2.149

Abstract

The caffeine contained in coffee powder processed traditionally taken in Kerinci can be isolated, crystallized and made into a caffeine salicylate. Isolation of caffeine conducted through the coffee powder with water extraction, fractionation with methylene chloride, and crystallized using acetone and petroleum ether. The crystallization process is obtained of caffeine powder which is then reacted with salicylic acid, caffeine salicylate formed by using the solvent toluene and petroleum ether. Identification of caffeine powder and caffeine salicylate include: organoleptic, melting range, color reaction, the ultraviolet spectrum, infrared spectrum and thin layer chromatography. The identification caffeine results meet the requirements listed in the Indonesian Pharmacopoeia V edition of  2014. The results of determining the wavelength of maximum absorption of caffeine powder isolation results was 276 nm, caffeine salicylate 243 & 307 nm. Rf values obtained from thin layer chromatography test for caffeine is 0.30 and caffeine salicylate 0.36.
Efek Toksisitas Sub Akut Fraksinasi Air Ekstrak Etanol Daun Bandotan (Ageratum Conyzoides (L.) L.) Terhadap Beberapa Parameter Darah Mencit Putih Jantan Helmi Arifin; Sri Oktavia; Satrina Chania
Jurnal Farmasi Higea Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.304 KB) | DOI: 10.52689/higea.v11i2.232

Abstract

Uji toksisitas adalah pengujian terhadap efek toksik suatu senyawa pada makhluk hidup dan sistem biologi lainnya. Telah dilakukan pengujian mengenai toksisitas sub akut dari fraksi daun bandotan (Ageratum conyzoides (L.) L.) menggunakan hewan percobaan mencit putih jantan. Hewan percobaan terdiri dari 36 ekor yang dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kontrol negatif, fraksi air daun bandotan dengan dosis 12,5 mg/kg BB, 25 mg/kg BB dan 50 mg/kg BB yang diberikan secara oral selama 21 hari. Parameter yang diamati pada uji toksisitas sub akut ini yaitu jumlah eritrosit, leukosit, trombosit dan nilai hematokrit menggunakan alat Hematology analyzer, efek toksisitas sub akut diuji pada hari ke-7, -14 dan -21. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pemberian dosis fraksi ekstrak etanol daun bandotan dapat mempengaruhi jumlah eritrosit dan trombosit (p < 0,05). Dan lama pemberian fraksi ekstrak etanol daun bandotan dapat meningkatkan jumlah leukosit (p < 0,05). Dapat disimpulkan bahwa variasi dosis fraksi ekstrak etanol daun bandotan tidak memiliki efek toksik sub akut terhadap parameter hematologi darah, kecuali pada parameter leukosit.
Mikroenkapsulasi Ekstrak Etanol Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dengan Penyalut Natrium Alginat Menggunakan Metode Penyemprotan Kering Adik Ahmadi; Auzal Halim; Kiki Oktarina
Jurnal Farmasi Higea Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (742.399 KB) | DOI: 10.52689/higea.v11i2.223

Abstract

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) merupakan tanaman asli Indonesia yang banyak digunakan sebagai bahan baku obat tradisional dan industri jamu. Temulawak memiliki aroma yang khas dan rasa yang agak pahit sehingga dapat ditutupi dengan menyalutnya dalam sediaan mikrokapsul menggunakan penyalut natrium alginat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan natrium alginat sebagai penyalut yang digunakan terhadap karakteristik fisiko kimia yang meliputi distribusi ukuran partikel, morfologi permukaan partikel, kristalinitas dan analisis termal pada sediaan mikrokapsul ekstrak etanol rimpang temulawak. Mikrokapsul ekstrak etanol rimpang temulawak dibuat dengan perbandingan 1:1, 1:2, 2:1. Analisa distribusi ukuran partikel dengan mikroskop optilab telah memasuki rentang 1-5000 µm, morfologi permukaan zat menghasilkan bentuk yang sferis dan permukaan yang halus, kristalinitas menghasilakan intensitas yang menurun karena ekstrak etanol rimpang temulawak telah tersaluti dalam sediaan mikrokapsul dan analisis termal tidak menghasilkan puncak endotermik tajam karena ekstrak etanol rimpang temulawak telah tersaluti oleh natrium alginat.
Pengaruh Pemberian Kombinasi Ekstrak Daun Cincau Hijau (Cyclea Barbaba Meirs) Dan Santan Kelapa (Cocos Nucifera L.) Terhdap Profil Lipid Mencit Putih Jantan Yoneta Srangenge; Sri Oktavia; Sarah Gemola
Jurnal Farmasi Higea Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.781 KB) | DOI: 10.52689/higea.v11i2.236

Abstract

Daun cincau hijau dipercaya dapat menurunkan kadar kolesterol darah dan sudah marak pemanfaatannya di masyarakat dalam bentuk minuman tradisional. Minuman tradisional cincau hujau biasa dikonsumsi dalam bentuk campuran, yang salah satunya adalah santan kelapa. Santan kelapa yang dalam kandungannya tinggi akan lemak diduga dapat mempengaruhi efektifitas khasiat penurunan kolesterol dari daun cincau hijau. Penelitan ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian kombinasi ekstrak daun cincau hijau (Cyclea Barbata Meirs) dan santan kelapa (Cocos nucifera L.) terhadap profil lipid. Hewan yang digunakan dalam penelitian ini ialah mencit putih jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kontrol positif, kontrol negatif, pembanding (simvastatin) dan 3 kelompok kombinasi daun cincau hijau dosis 120 mg/kgBB dengan 3 variasi dosis santan kelapa 2,5 mL/kgBB, 5 mL/kgBB, 10 mL/kgBB. Hewan diinduksi dengan MLT+PTU pada pagi hari dan pemberian ekstrak/pembanding pada sore hari. Pada hari ke 0, 15, 23 dicek kadar kolesterol total, trigliserida dan HDL menggunakan alat photometer 5010V5+. Hasil uji analisis menunjukan bahwa pemberian kombinasi ekstrak daun cincau hijau dan santan kelapa dapat menurunkankan kadar kolesterol total dan trigliserida dan meningkatkan kadar HDL secara signifikan (p < 0,05). Semakin besar pemberian dosis santan kelapa semakin kecil persentase penurunan kadar kolesterol dan trigliserida, dan peningkatan kadar HDL. Semakin lama pemberian semakin besar penurunan kadar kolesterol total dan trigliserida dan peningkatan kadar HDL.
Pengaruh Pemberian Infusa Teh Hijau Terhadap Kadar SGOT dan SGPT Pada Mencit Diabetes Melitus yang diinduksi Aloksan Erlina Rustam; Eka Dwi Kautsar; Ariadi Ariadi
Jurnal Farmasi Higea Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.725 KB) | DOI: 10.52689/higea.v11i2.237

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronik ditandai dengan keadaan hiperglikemia. Keadaan hiperglikemia pada diabetes melitus yang berlangsung lama mengakibatkan terjadinya stres oksidatif dan berperan dalam terjadinya komplikasi lebih jauh lagi seperti kerusakan hati yang ditandai dengan peningkatan kadar SGOT dan SGPT dalam serum. Teh hijau (Camellia sinensis) kaya akan kandungan flavonoid seperti katekin dan theanin yang memiliki efek hepatoprotektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian teh hijau terhadap kadar SGOT dan SGPT serum mencit diabetes melitus diinduksi aloksan. Penelitian ini merupakan true experimental dengan randomized post-test control group design. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Farmasi dan Laboratorium Biokimia Universitas Andalas pada bulan September - Oktober 2019. Sampel terdiri dari 35 ekor mencit yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif (K-), kontrol positif (K+), perlakuan 1 (P1), perlakuan 2 (P2), dan perlakuan 3 (P3). Kelompok K- adalah kelompok yang hanya diberikan diet standar, kelompok K+ diberikan diet standar dan diinduksi aloksan, kelompok P1, P2, dan P3 diberi diet standar, diinduksi aloksan, dan diberi infusa teh hijau 1%, 2%, dan 4% selama 15 hari. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kadar SGOT bermakna antara P2 dan P3 terhadap K+ dengan masing-masing p-value 0,002 dan 0,001. Kelompok P2 dan P3 memiliki perbedaan bermakna dengan p-value 0,018. Pada kadar SGPT terdapat perbedaan bermakna antara P1, P2, dan P3 dibandingkan pada K+. Kelompok P1 memiliki perbedaan bermakna dibandingkan P2 dan P3 dengan masing-masing p-value 0,040 dan 0,018 sedangkan P2 dibandingkan dengan P3 tidak memiliki perbedaan bermakna dengan p-value 0,194. Kesimpulan hasil penelitian adalah pemberian infusa teh hijau berpengaruh terhadap penurunan kadar SGOT dan SGPT serum mencit diabetes melitus diinduksi aloksan.
Rasionalitas Penggunaan Obat Diabetes Mellitus Tipe 2 komplikasi Nefropati di Rumah Sakit Umum Pusat dr. M.Djamil Padang Widya Kardela; Rahmad Abdillah; Garmi Handicka
Jurnal Farmasi Higea Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.356 KB) | DOI: 10.52689/higea.v11i2.239

Abstract

Diabetes merupakan sindrom yang disebabkan oleh kekurangan insulin secara relative dan atau absolut. Diabetes mellitus tipe 2 lebih disebabkan oleh kerusakan sekresi insulin dan resistensi insulin daripada defisiensi insulin. Diabetes mellitus komplikasi nefropati dapat memicu kegagalan fungsi ginjal. Pengobatan yang rasional mengharuskan pasien diabetes mellitus (DM) tipe 2 komplikasi nefropati (ND) untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai dengan keadaan dan kondisi pasien yang mana dapat dipantau dengan indikator 4T+1W. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kerasionalan penggunaan obat antidiabetes pada pasien DM tipe 2 komplikasi ND rawat inap RSUP DR.M.Djamil padang. Studi prospektif dengan metode cross sectional menggunakan data rekam medis dan wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 32 pasien, yang memenuhi kriteria inklusi hanya 20 pasien (62%). Pembagian pasien berdasarkan jenis kelamin mendapati 13 pasien (56%) pasien wanita lebih banyak dibandingkan dengan pasien pria hanya 6 pasien (44%) dan rentang umur yang paling banyak menderita penyakit tersebut adalah lansia akhir dengan 8 pasien (40%) serta tingkat pendidikan pasien yang banyak adalah sekolah menengah atas (SMA) yaitu 12 pasien (60%). Hasil evaluasi penggunaan obat antidiabetes dan antihipertensi pada rumah sakit tersebut mendapati 100% tepat indikasi, tepat obat, tepat pasien dan telah waspada terhadap efek samping. Sedangkan kajian ketepatan dosis terhadap obat antidiabetes dan antihipertensi sebesar 57% dan 90%. Pada penelitian ini ditemukan adanya ketidaktepatan regimen dosis.