cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Farmasi Higea
ISSN : -     EISSN : 25413554     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 347 Documents
Skrining Aktivitas Antibakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Ekstrak Etil Asetat Jamur Endofit dari Daun Sirih Merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) Dwi Dinni Aulia Bakhtra; Aried Eriadi; Silvia Rahmatika Putri
Jurnal Farmasi Higea Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (637.044 KB) | DOI: 10.52689/higea.v12i1.269

Abstract

Jamur endofit adalah jamur yang terdapat dalam sistem jaringan tumbuhan. Jamur endofit dapat menghasilkan senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk meskrining aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli ekstrak etil asetat jamur endofit dari daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.). Isolasi jamur endofit menggunakan metode tuang dengan media Sabouraud Dextrose Agar (SDA). Dari hasil isolasi didapatkan 5 jenis isolat jamur endofit dengan kodePC1,PC2,PC3, PC4 dan PC5. Selanjutnya, setiap isolat jamur dikultivasi menggunakan media beras selama 20-30 hari. Hasil kultivasi diekstraksi menggunakan pelarut etil asetat. Dari hasil ekstraksi didapatkan berat ekstrak etil asetat yang bervariasi yaitu 431-978 mg. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan konsentrasi 10 %. Berdasarkan hasil skrining aktivitas antibakteri daya hambat terbesar ditunjukan pada isolat jamur PC5 dengan diameter hambat    19,20 mm. Isolat yang memiliki aktivitas antibakteri terbesar dilanjutkan dengan pengamatan kandungan kimia. Dari skrining metabolit sekunder untuk isolat jamur PC5positif mengandung alkaloid, flavonoid dan tanin. Dari hasil di atas dapat disimpulkan daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.) mengandung jamur endofit yang dapat menghasilkan senyawa antibakteri.
Studi Analisa Efektivitas Biaya pada Pasien Kanker Payudara yang Menjalani Kemoterapi di RSUP DR. M. Djamil Padang Rahmi Yosmar; Listia Ningsih; Ifmaily Ifmaily
Jurnal Farmasi Higea Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.86 KB) | DOI: 10.52689/higea.v12i1.260

Abstract

Kanker payudara adalah keganasan pada jaringan payudara yang berasal dari epitel duktus maupun lobusnya. Salah satu pengobatan kanker payudara adalah kemoterapi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui efektivitas biaya regimen kemoterapi yang digunakan pasien kanker payudara di RSUP Dr. M Djamil Padang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Data diambil dari rekam medis dan administrasi pasien. Teknik sampling adalah Purposive Sampling. Parameter yang digunakan adalah peningkatan kesehatan pasien dan total biaya medis langsung. Pasien yang sesuai dengan kriteria inklusi berjumlah 64 pasien. Regimen kemoterapi yang digunakan adalah FAC; Gemcitabine+Navelbine; Paclitaxel+Cisplatin; Paclitaxel+ Doxorubicin; Docetaxel dan FAC+Herceptin. Regimen kemoterapi yang paling cost-effective untuk pasien kanker payudara stadium II adalah FAC, stadium III adalah FAC dan stadium IV adalah Paclitaxel+Doxorubicin.
Studi Fisikokimia Ekstrak Umbi Bit Merah (Beta Vulgaris L) Sebagai Pewarna Pada Sediaan Tablet Ridho Asra; Zikra Azizah; Rina Desni Yetti; Desi Ratnasari; Boy Chandra; Sestry Misfadhila; Nessa Nessa
Jurnal Farmasi Higea Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (878.124 KB) | DOI: 10.52689/higea.v12i1.265

Abstract

Umbi bit merah (Beta vulgaris L.) mengandung pigmen betasianin yang berfungsi sebagai alternatif pewarna alami. Pada penelitian ini betasianin dari ekstrak umbi bit merah di ekstraksi dengan metode ultrasonic assisted extraction (UAE) menguunakan pelarut air dan dikeringkan dengan metode Frizee Draying. pengujian betasianin dari sekstrak umbi bit merah dilakukan dengan kromatografi lapis tipis diperoleh nilai Rf = 0,7 dan panjang gelombang maksimum 535 nm yang di analisis dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Spektrum FTIR  menunjukan bahwa pada isolat terdapat adanya gugus fungsi yang identik dengan betasianin standar. Betasianin dalam ekstrak diperoleh dengan kadar 98,6474% yang stabil pada suhu 40 °C dan pH 5. Zat warna betasianin dari ekstrak umbi bit merah telah diaplikasikan dalam sediaan farmasi, dan pada penelitian ini zat warna betasianin dari ekstrak dapat digunakan sebagai pewarna alami untuk sediaan tablet.
Karakteristik Nanopartikel Ekstrak Etanol 70% Daun Jarak Pagar (Jatropha Curcas L.) dengan Metode Gelasi Ionik Dewi Rahma Fitri; Dedri Syafei; Cahya Purnama Sari
Jurnal Farmasi Higea Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v13i1.324

Abstract

Aplikasi teknologi nano dalam bidang farmasi mempunyai berbagai keunggulan antara lain dapat meningkatkan kelarutan senyawa, mengurangi dosis pengobatan dan meningkatkan absorbsi. Nanopartikel yang dibuat dari reaksi sambung silang antara kitosan dengan NaTPP memiliki efisieni penjerapan yang tinggi, kandungan zat aktif tinggi serta kestabilan yang baik. Tanaman jarak pagar (Jatropha curcas L.) tidak termasuk ke dalam tanaman pangan, sehingga pemanfaatannya sebagai bahan baku obat diharapkan tidak mengganggu stabilitas harga pangan maka perlu dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik nanopartikel ekstrak etanol 70% daun jarak pagar dengan kosentrasi kitosan 0,2% dan NaTPP 0,1% dengan beberapa perbandingan volume kitosan dan NaTPP 3:1, 2:1, 5:1 menggunakan metode gelasi ionic. Nanopartikel dibuat dengan 3 perbandingan volume larutan masing-masing formula 3:1, 2:1, 5:1. Berdasarkan hasil karakterisasi nanopartikel ekstrak etanol 70% daun jarak pagar pada parameter uji ukuran partikel, zeta potensial, dan morfologi partikel didapatkan perbandingan optimal pada formula 2:1 mempunyai rata-rata ukuran partikel 284,1  nm, indeks polidispersitas 0,460, nilai zeta potensial +34,5 mV dan bentuk morfologi dengan bentuk agregat longgar dan permukaan yang tidak rata.
PENGARUH FRAKSI AIR, ETIL ASETAT DAN N-HEKSAN DARI EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbii L) TERHADAP KELARUTAN KALSIUM BATU GINJAL SECARA IN VITRO Sestry Misfadhila; Boy Chandra; Yully Wahyuni
Jurnal Farmasi Higea Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v12i2.282

Abstract

Ekstrak etanol daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbii L.) diketahui memiliki kemampuan untuk melarutkan kalsium batu ginjal. Pada penelitian ini, fraksi air, etil asetat dan n-heksan dari ekstrak etanol daun belimbing wuluh diuji terhadap kelarutan kalsium batu ginjal. Simplisia dimaserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70 % dan difraksinasi menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat dan air. Batu ginjal yang digunakan digerus menjadi serbuk yang homogen, kemudian ditentukan kandungannya. Batu ginjal diketahui mengandung karbonat, kalsium, oksalat dan fospat. Serbuk batu ginjal direndam dengan ekstrak etanol dan ketiga fraksi pada suhu 37 ºC  selama 5 jam, filtrat didestruksi lalu diuji kelarutan kalsium batu ginjal dengan menggunakan spektrofotometer serapan atom. Kadar kalsium yang terlarut pada ekstrak etanol, fraksi air, etil asetat dan n-heksan berturut-turut 3,59 %, 3,1 %, 3,2 % dan 0,24 %. Analisis anova satu arah menunjukan bahwa pemberian ketiga fraksi memberikan perbedaan yang signifikan terhadap kadar kalsium yang terlarut dengan nilai (sig 0,000 < 0,05).
Perbandingan Metode Sokletasi Dengan Maserasi Terhadap Daya Aktivitas Antioksidan Bunga Tasbih (Canna hybrida Hort.) Irene Puspa Dewi
Jurnal Farmasi Higea Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v12i1.255

Abstract

Bunga tasbih mengandung antosianin yang merupakan suatu senyawa yang termasuk golongan flavonoid. Antosianin dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa yang menghambat, mencegah dan menghilangkan kerusakan oksidatif pada molekul target. Untuk mendapatkan senyawa antosianin, dilakukan proses ekstraksi yang memiliki berbagai macam metode. Metode ekstraksi yang beranekaragam tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan metode sokletasi dengan maserasi terhadap daya antioksidan ekstrak etanol bunga tasbih. Metode pengujian daya antiosidan ekstrak etanol bunga tasbih yang digunakan adalah metode DPPH. Hasil penelitian yang didapat adalah IC50 ekstrak etanol bunga tasbih yang diektraksi dengan metode sokletasi adalah 26,5 µg/mL dan termasuk memiliki daya antioksidan yang sangat kuat. IC50 ekstrak etanol bunga tasbih yang diekstraksi dengan metode maserasi adalah 32,7 µg/mL dan termasuk memiliki daya antioksidan yang kuat. Sebagai pembanding digunakan Vitamin C yang memiliki IC50 adalah 5,3 µg/mL dan termasuk memiliki daya antioksidan yang sangat kuat. Dari data tersebut, disimpulkan bahwa daya antioksidan ekstrak etanol bunga tasbih yang diekstraksi dengan metode sokletasi lebih kuat dibandingkan daya antioksidan ekstrak etanol bunga tasbih yang diekstraksi dengan metode maserasi.
Formulasi Masker Gel Dari Ekstrak Propolis Dan Lidah Buaya Sebagai Anti Aging Dan Anti Jerawat Isna wardaniati; Deri Islami
Jurnal Farmasi Higea Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v12i2.306

Abstract

Kulit merupakan pelindung tubuh dari paparan polusi lingkungan, terutama kulit wajah yang sering terpapar oleh sinar UV, akibatnya dapat menimbulkan masalah pada kulit seperti keriput, penuaan, jerawat dan pori kulit yang membesar, sehingg merupaka hal yang penting untuk merawat kulit itu sendiri.Lidah buaya dijuluki sebagai medical plant (tanaman obat) atau master healing plant (tanaman penyembuh utama). Lidah buaya berkhasiat sebagai anti inflamasi, anti jamur, anti bakteri dan membantu proses regenerasi sel. Propolis merupakan zat yang dihasilkan oleh lebah untuk melindungi sarangnya dari berbagai ancaman, baik ancaman lingkungan yang tidak menguntungkan ataupun serangan organisme lain.  Senyawa metabolit sekunder  yang terkandung dalam propolis adalah  alkaloid, flavonoid, saponin, steroid dan tanin. Kosmetik wajah dapat diformulasi  dalam berbagai bentuk sediaan, salah satunya dalam bentuk masker  gel. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulas sediaan masker gel ektrak propolis dan lidah buaya dan melakukan uji aktivitas antibakteri terhadap propioni bacterium acne dan aktivitas antioksidan masker gel ekstrak propolis dan lidah buaya.  Dari penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil   evaluasi sediaan formulasi masker gel ekstrak lidah buaya dan propolis untuk  pengujian organoleptis, homogenitas,  daya sebar, daya lekat dan waktu mengering sudah memenuhi persyaratan standar mutu sediaan masker gel. Untuk uji  pH dan viskositas sediaan masker gel   belum memenuhi persyaratan. Pada uji aktivitas anti bakteri terhadap propioni bacterium acne didapatkan  hasil F 1, F 2 dan F3  memiliki daya hambat 6 mm, 10 mm, 12 mm dan kontrol positif (18 mm). Aktivitas antioksidan masker gel ekstrak propolis dan lidah buaya memiliki % inhibisi F 1, F2  dan F3 adalah 55,28,  79,75 dan F 3 92,43
Evaluasi Sistem Pengadaan Terkait Ketersediaan Obat Di Puskesmas Wilayah Kota Bengkulu Zamharira Muslim; Heru Laksono
Jurnal Farmasi Higea Vol 13, No 1 (2021)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v13i1.325

Abstract

Puskesmas yang menjadi salah satu  tempat pelayanan kesehatan pertama. Untuk menjamin pelanyanan kesehatan yang baik di Puskesmas maka ketersediaan logistik kesehatan salah satunya obat harus dapat dijamin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi dan menganalisa permasalahan terkait kondisi ketersediaan logistik obat di Puskesmas pada wilayah Kota Bengkulu.  Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan wawancara mendalam dan survei sebagai cara untuk mengumpulkan data. Data yang digunakan adalah voice recorder dan dokumen laporan ketersediaan obat di puskesmas. Informan penelitian ini sebanyak 14 orang yang terdiri dari Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Plh Kepala UPTD Farmasi Dinkes Kota Bengkulu, Apoteker/Staf penanggung jawab farmasi di Puskesmas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan obat di Puskesmas wilayah Kota Bengkulu belum sesuai dengan kebutuhan puskesmas. Rata-rata persentase ketersediaan  obat di Puskesmas mencapai 97% dan telah melampaui target yang ditetapkan oleh pemerintah yaitu 95%, akan tetapi yang terjadi di lapangan adalah pemenuhan pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan obat tidak mencukupi. Pengadaan obat belum sesuai dengan LPLPO yang dibutuhkan oleh puskesmas. Disarankan Kementerian Kesehatan terkhususnya Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan melakukan evaluasi kembali dalam penggunaan Formulir Ketersediaan Obat di Puskesmas sebagai instrumen dalam penetapan sasaran kinerja.
Pengaruh Pemberian Kombinasi Ekstrak Daun Cincau Hijau (Cyclea barbata L. Miers) - Perasan Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia swingle) dan Ekstrak Daun Cincau Hijau (Cyclea barbata L. Miers) - Santan Kelapa (Cocos nucifera L) terhadap Profil Lipid Mencit Putih Jantan Yoneta Srangenge; Sri Oktavia; Anzharni Fajrina; Sarah Gemola; Sri Yohanda Putri
Jurnal Farmasi Higea Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v12i2.286

Abstract

Minuman tradisional cincau hujau biasanya disuguhkan dalam bentuk pilihan campuran, yaitu cincau-perasan buah jeruk nipis dan cincau-santan kelapa. Perbedaan sifat fisiko kimia dan aktivitas farmakologi dari masing-masingnya yang berbeda, sangat berpotensi untuk saling berinteraksi, yang dapat meningkatkan, mengurangkan, atau bahkan meniadakan efek farmakologi yang dimiliki oleh masing-masingnya. Penelitan ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian kombinasi ekstrak daun cincau hijau tersebut terhadap profil lipid. Hewan yang digunakan adalah  mencit putih jantan yang dibagi menjadi 12 kelompok yaitu kontrol positif, kontrol negatif, pembanding (simvastatin), 3 kelompok variasi dosis ekstrak cincau hijau tunggal (60; 120; dan 240 mg/kgBB), 3 kelompok kombinasi daun cincau hijau dosis 120 mg/kgBB dengan 3 variasi dosis santan kelapa (2,5; 5; 10 mL/kgBB), dan 3 kelompok kombinasi daun cincau hijau dosis 120 mg/kgBB dengan 3 variasi dosis perasan buah jeruk nipis  (1; 2; 4 mL/kgBB). Hewan diinduksi dengan MLT+PTU. Pemeriksaan kadar kolesterol total, trigliserida dan HDL dilakukan pada hari ke 0, 15, 23. Hasil menunjukan pemberian kombinasi ekstrak daun cincau hijau-santan kelapa dan kombinasi ekstrak daun cincau hijau–perasan buah jeruk nipis dapat menurunkankan kadar kolesterol total dan trigliserida serta meningkatkan kadar HDL secara signifikan (p < 0,05). Semakin besar pemberian dosis santan kelapa semakin kecil pengaruh yang terjadi. Sebaliknya, semakin besar pemberian dosis perasan buah jeruk nipis semakin besar pengaruh yang terjadi. Sementara itu, pada kedua jenis kombinasi, semakin lama durasi pemberian menunjukkan peningkat pada pengaruh yang terjadi.
Karakterisasi Sifat Fisikokimia Dispersi Padat Ofloxacin-PEG 4000 Dengan Perbandingan Tiga Formula Menggunakan Metode Co-Grinding Henni Rosaini; Auzal Halim; Desy Fatonah
Jurnal Farmasi Higea Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v12i2.307

Abstract

Ofloxacin merupakan salah satu obat antibiotik golongan fluoroquinolon, diklasifikasikan ke dalam Biopharmaceutic Classification System (BCS) kelas II yang memiliki kelarutan rendah dalam air dengan permeabilitas tinggi. Untuk meningkatkan kelarutan ofloxacin dibuat menjadi sistem dispersi padat. Dispersi padat dibuat dengan metode Co-Grinding menggunakan polimer yang mudah larut dalam air yaitu PEG 4000. Dispersi padat dibuat dalam beberapa perbandingan antara lainofloxacin dan PEG 4000 yaitu 6:4, 7:3, dan 8:2. Sebagai pembanding dibuat campuran fisika dengan komposisi yang sama. Serbuk campuran fisika dan dispersi padat dikarakterisasi sifat fisikokimia meliputi: analisis difraksi sinar X , analisis spektroskopi FT-IR, analisis SEM, analisis DSC, dan penetapan kadar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem dispersi padat mengalami penurunanan derajat kristal danpembentukanfase amorf, pada formula 1 yaitu dengan perbandingan ofloxacin : PEG 40006:4. Dimana pembuatan sistem dispersi padat dengan teknik Co-Grinding dan penambahan polimer PEG 4000 telah berhasil digunakan untuk memperbaiki kelarutan obat yang sukar larut didalam air dan meningkatkan ketersedian hayati obat yang rendah.