cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Farmasi Higea
ISSN : -     EISSN : 25413554     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 347 Documents
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DEMAM TIFOID Andarsari, Mareta Rindang; Hanunnisa, Nadhifa; Lestari, Kristanti; Sholichah, Aminatush; Ratri, Dinda Monika Nusantara; Asmarawati, Tri Pudy
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i1.584

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang salah satu pengobatannya dengan diberikan terapi antibiotik. Untuk mencapai keberhasilan terapi adalah dengan melakukan pemilihan antibiotik. Hal yang perlu diperhatikan dalam memilih antibiotik yaitu dengan melihat efektivitas biaya. Cara mengetahui antibiotik yang paling cost-effective adalah dengan cost-effectiveness analysis (CEA). Analisis ini dapat dihitung dengan nilai ACER (Average Cost-Effectiveness Ratio) yang dilihat dari biaya pengobatan langsung dan efektifitas terapi. Efektivitas terapi dapat dilihat dari data klinis dan laboratorium pasien meliputi suhu, nadi, RR dan leukosit pasien saat keluar dari rumah sakit. Hasil penelitian ini adalah nilai ACER kloramfenikol sebesar Rp1.700.501 (berdasarkan data suhu, nadi, dan RR) dan cefixime sebesar Rp. Rp2.335.650 (berdasarkan data suhu, nadi, RR dan leukosit) pada tahun 2020. Sedangkan cefixime memiliki nilai ACER pada tahun 2021 sebesar Rp4.852.897 (berdasarkan data suhu, nadi, dan RR) dan Rp5.349.785 (berdasarkan data suhu, nadi, RR dan leukosit). Kesimpulan dari penelitian ini adalah kloramfenikol dan sefiksim merupakan antibiotik yang cost-effective berdasarkan nilai ACER terendah untuk pasien rawat inap di Rumah Sakit Universitas Airlangga
Identifikasi Metabolit Sekunder dan Pengujian Aktivitas Antioksidan Pada Umbi Bengkuang (Pachyrhizus erosus (L.) Urb.) Chandra, Boy; Wijaya, Junivia; Yetti, Rina Desni; Azizah, Zikra
Jurnal Farmasi Higea Vol 15, No 2 (2023)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v15i2.554

Abstract

Penelitian ini telah dilakukan dalam mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder dan pengujian aktivitas antioksidan pada umbi bengkuang (Pachyrhizus erosus (L.) Urb.). Umbi bengkuang kaya zat gizi yang sangat penting bagi kesehatan, terutama vitamin dan mineral. Bengkuang mengandung flavonoid dan saponin serta zat fenolik, dimana kandungan senyawa-senyawa tersebut juga berfungsi sebagai antioksidan. Ekstrak umbi bengkuang diperoleh dengan metode maserasi dengan menggunakan pelarut yaitu n-heksan, aseton dan etanol serta uji aktivitas antioksidan menggunakan metode 2,2-difenil-1-pikrihidrazil (DPPH). Ekstrak dengan n-heksan menunjukkan adanya senyawa saponin dan alkaloid, pada ekstrak aseton adanya senyawa saponin, flavonoid dan steroid, sedangkan pada ekstrak etanol adanya senyawa fenol, saponin, alkaloid, flavonoid dan steroid. Aktivitas antioksidan dari ekstrak n-heksan didapatkan nilai IC50 dengan konsentrasi 93.952 µg/mL, pada ekstrak aseton 54.649 µg/mL, sementara pada ekstrak etanol 44.957 µg/mL. Asam askorbat sebagai pembanding didapatkan nilai IC50 dengan konsentrasi 38,8104 µg/mL.
IDENTIFIKASI BAHAN KIMIA OBAT PADA JAMU PEGAL LINU DI WILAYAH KULON PROGO SECARA KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS Nadia, Mayla Eka; Haresmita, Perdana Priya
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i2.569

Abstract

Jamu telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan kekayaan Indonesia selama berabad-abad, penggunaan jamu di Kulon Progo tetap mengikuti beberapa prinsip, di mana jamu tidak diperbolehkan mengandung bahan kimia obat (BKO). Hal ini dikarenakan kepercayaan bahwa jamu yang benar-benar alami dan terbuat dari bahan-bahan tradisional akan memberikan manfaat kesehatan yang lebih baik tanpa efek samping yang berbahaya. Sampel diambil dari 3 pasar di daerah Kulon Progo yaitu Pasar Jagalab, Pasar Bogo, dan Pasar Ndekso. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi kandungan bahan kimia obat pada jamu pegal linu di wilayah Kulonprogo sehingga dapat dijadikan sebagai acuan keamanan obat dan dapat dilakukan penelitian lebih lanjut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu metode penelitian dengan menggambarkan keadaan subjek atau objek dalam penelitian  berdasarkan fakta-fakta yang tampak atau apa adanya, dengan analisa kualitatif menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Fase diam yang digunakan pada saat penelitian ini adalah silika gel 254 dan fase gerak yang digunakan etil asetat: heksana (4:1), kloroform: etil asetat (4,5: 0,5), klotoform: etanol (4,5:0,5), dan etil asetat: kloroform (4:1). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 4 sampel terdapat 4 sampel yang positif mengandung prednison dan parasetamol.  
KOMPLEKS INKLUSI AMLODIPIN BESILAT-β-SIKLODEKSTRIN DENGAN METODA CO-GRINDING Zafrul, Addina; Halim, Auzal; Mayariz, Afriza; Octavia, Maria Dona
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i1.617

Abstract

Kompleks inklusi amlodipin besilat- β-siklodekstrin dibuat dengan metode co-grinding dengan perbandingan mol 1:1. Karakterisasi menggunakan Fourier Transformation Infra-red (FTIR), Scanning Electron Microskop (SEM), X-ray Diffraction (XRD), dan uji disolusi. Hasil FTIR menunjukan bilangan gelombang yang sama karena interaksi fisika dari kedua komponen penyusun yang menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi kimia antara amlodipin besilat dan β-siklodekstrin. Pada analisa SEM, habit amlodipin besilate tunggal sudah berbeda dengan habit amlodipin besilat pada kompleks inklusi amlodipin besilat-β-siklodekstrin yang menunjukan adanya interaksi dengan metoda co-grinding. Difraksi Sinar-X menunjukkan penurunan intensitas puncak difraktogram yang sangat tajam dibandingkan dengan amlodipin besilat murni. Uji disolusi in vitro kompleks inklusi amlodipin besilat-β-siklodekstrin menunjukkan peningkatan laju disolusi yang signifikan dibandingkan amlodipin besilat-β-siklodekstrin campuran fisik dan amlodipin besilat murni. Hasil penelitian menunjukkan terbentuknya kompleks inklusi antara amlodipin besilat dan β-siklodekstrin dengan metode co-grinding.
UJI AKTIVITAS SITOTOKSIK EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill) Aulia Bakhtra, Dwi Dinni; Fajrina, Anzharni; Wiliantari, Selvia; Puspitasari, Meike
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i2.646

Abstract

Tanaman alpukat (Persea americana Mill) merupakan salah satu jenis tanaman yang banyak digunakan sebagai obat tradisional. Daun alpukat menghasilkan senyawa metabolit sekunder yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai obat antikanker dan aktivitas  antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etil asetat daun alpukat terhadap sel kultur HeLa dan menentukan aktivitas sitotoksiknya. Penelitian ini menggunakan pelarut etil asetat untuk mengekstraksi daun alpukat dan pengujian aktivitas sitotoksik menggunakan metode Microculture tetrazolium test dengan berbagai variasi konsentrasi uji. Dari hasil penelitian, ekstrak etil asetat daun alpukat mempengaruhi pertumbuhan sel HeLa, peningkatan konsentrasi menurunkan persentase viabilitas sel HeLa. Dari hasil pengujian, ekstrak etil asetat daun alpukat memiliki aktivitas sitotoksik yang berada dalam kategori toksik dengan nilai IC50 139,2515 μg/mL. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etil asetat daun alpukat dapat mempengaruhi pertumbuhan sel dan memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sel HeLa
PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL DAN FENOL TOTAL SERTA UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK ETANOL BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) Effendy, Sanezea; Neldi, Vina; Ramadhani, Putri
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i1.575

Abstract

Bunga dari tanaman Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk tujuan pengobatan. Bunga dari tanaman ini diketahui memiliki berbagai senyawa metabolit sekunder seperti golongan flavonoid, antosianin, asam organik, asam fenolik. Dari berbagai penelitian, diketahui bahwa senyawa golongan flavonoid pada tanaman diketahui memiliki aktivitas antioksidan. Antioksidan sangat diperlukan dalam menangkal radikal bebas. Radikal bebas dapat berasal dari dalam tubuh (endogen) maupun dari luar tubuh (eksogen) yang dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti penyakit kardiovaskular, neurodegenerative, penuaan dini, kanker, dll. Metode pengujian aktivitas antioksidan menggunakan DPPH (2,2-Diphenyl-1-picrylhydrazyl) sering digunakan, berdasarkan prinsip donor elektron dari suatu zat antioksidan pada DPPH radikal. Dilakukan ekstraksi menggunakan pelarut etanol pada bunga rosela. Dari Hasil uji skrining fitokimia diperoleh ekstrak etanol rosela mengandung alkaloid, flavonoid, tanin. Kadar fenolik total adalah 29,63 mg GAE/g ekstrak. Kadar flavonoid total adalah 3,46 mg QE/g ekstrak. Nilai IC50 pada pengujian aktivitas antioksidan ekstrak etanol bunga rosela didapat hasil 169,55 µg/mL.
UJI DAYA HAMBAT ANTIBAKTERI ISOLAT BAKTERI ENDOFIT DAUN NAMNAM (Cynometra cauliflora L.)TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli Hamtini, Hamtini; Anliza, Syarah; Shufiyani, Shufiyani; Nuraeni, Ira; Afriani, Rachmi
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i1.502

Abstract

Penggunaan obat tradisional sebagai pilihan untuk pengobatan menjadi alternatif yang diminati karena obat tradisonal terbukti relatif aman dengan cara penggunaan yang benar dan indikasi yang tepat serta jarang sekali menimbulkan efek samping. Salah satu upaya tersebut adalah mengeksplor dan menemukan senyawa antioksidan seperti beta karoten, astasantin, alkaloid, dan fenol pada tumbuhan. Untuk mengambil senyawa bioaktif secara langsung dari tanamannya dibutuhkan sangat banyak biomassa atau bagian dari tanamannya, sehingga untuk mengefisiensikan cara mendapatkan senyawa bioaktif tersebut, maka di gunakan mikroba endofit spesifik yang diperoleh dari bagian dalam tanaman yang diharapkan mampu menghasilkan sejumlah senyawa bioaktif yang di butuhkan tanpa harus mengekstrak dari tanamannya. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui kemampuan isolat endofit daun namnam memiliki daya hambat terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Desain dalam penelitian adalah deskriptif menggunakan uji laboratorium, yaitu uji daya hambat terhadap bakteri S.aureus dan E.coli Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dibuat maka dapat di simpulkan bahwa hasil isolasi bakteri endofit dari daun tanaman Namnam (Cynometra cauliflora L.) terdapat 18 bakteri Gram Negatif dan 1 bakteri Gram positif. Setelah dilakukan uji daya hambat di dapatkan bakteri endofit dengan kode 2.01 DN3 dan 1.1 DN memiliki aktivitas tertinggi yang dapat menghambat pertumbuhan Escherichia.coli, sebesar 5.67 mm dan 5.33 mm di kategorikan ke dalam sedang. Sedangkan terdapat beberapa isolat bakteri endofit yang memiliki aktivitas tertinggi untuk menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus yaitu 10.1 DN, 1.2 DN2, 5.1 DN, 2.01 DN3, 2.1 DN berturut-turut yaitu 5.33 mm, 7.33 mm, 7 mm, 5 mm, 5.33 mm juga di kategorikan ke dalam sedang.
PENGARUH EDUKASI VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN PASIEN DENGAN PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK) Nilamsari, Wenny Putri; Ratri, Dinda Monika Nusantara; Shinta, Dewi Wara; Afrilla, Dian; Hamdani, Indri Yuliani; Sari, Cinantya Meyta; Handayani, Meuthia
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i2.598

Abstract

Kepatuhan terhadap terapi farmakologi menjadi kunci utama dalam pengendalian Penyakit Jantung Koroner (PJK) dimana hal ini akan sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas video animasi sebagai media edukasi terhadap peningkatan pengetahuan pasien terkait penggunaan obat-obatan dan metode meningkatkan kepatuhan pada pasien PJK. Penelitian ini bersifat analisis menggunakan desain pre-post test di Rumah Sakit Universitas Airlangga, Surabaya. Bentuk intervensi yang dilakukan adalah dengan edukasi video animasi yang dibuat oleh peneliti dengan durasi 9 menit 51 detik. Video tersebut berisi materi tentang pengenalan penyakit jantung koroner, obat-obatan jantung koroner, dan cara untuk meningkatkan kepatuhan. Selanjutnya pengetahuan akan dievaluasi menggunakan kuesioner berisi 15 pertanyaan yang terdiri dari pertanyaan seputar terapi PJK, manfaat terapi, dan cara meningkatkan kepatuhan dalam pengobatan. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji statistik menggunakan uji Wilcoxon signed rank test (uji non parametrik) . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari total sampel 50 pasien, video animasi dapat meningkatkan kepatuhan pasien secara signifikan (p-value 0,000)  dengan nilai rata-rata pengetahuan pasien sebelum edukasi adalah 66.0 ± 1,8 dan setelah edukasi menjadi 92.7 ± 1,3. Proporsi pasien yang mempunyai pengetahuan baik juga mengalami peningkatan secara signifikan (p-value 0,000) yaitu sebanyak 14% sebelum edukasi dan 90% sesudah edukasi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan pasien terkait obat-obat PJK dan metode meningkatkan kepatuhan setelah dilakukan edukasi dengan menggunakan media video animasi.
DOCKING MOLECULAR SENYAWA PADA TANAMAN FAMILI APIACEAE SEBAGAI PENGHAMBAT ENZIM XANTHINE OXIDASE Oktaviani, Tiara; Hermansyah, Oky; Ikhsan, Ikhsan; Rahmawati, Suci; Wirahmi, Nori
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i1.593

Abstract

Asam urat merupakan produk metabolisme dari purin yang dikonversi oleh enzim xanthine oxidase didalam tubuh. Peningkatan kadar asam urat dalam darah karena metabolisme purin yang berlebihan dapat mengakibatkan penumpukan kristal monosodium urat pada persendian yang memicu terjadinya  penyakit gout. Tujuan penelitian ini adalah untuk memprediksi potensi senyawa aktif pada herbal famili apiaceae yang dapat menghambat kerja enzim xanthine oxidase. Penelitian ini dilakukan secara in silico dengan menggunakan aplikasi Autodock Tools 1.5.6. Docking molecular dilakukan dengan ukuran pusat penambatan molekul pada x = 95,226; y = 47,251; z = 112, 78 dengan volume x, y, dan z = 40. Struktur kristal enzim xanthine oxidase dengan kode 3BDJ sebagai makromolekul dan sebagai ligan uji 10 senyawa aktif Famili Apiaceae. Dari hasil penelitian secara in silico didapatkan bahwa senyawa aktif pada tanaman seledri (Apium graveolens) yaitu apigenin memiliki potensi sebagai anti asam urat karena dari hasil simulasi menunjukkan bahwa senyawa ini memiliki nilai energi ikatan -10,28 dimana nilainya lebih baik dibandingkan dengan ligan uji lainnya termasuk pada senyawa pembanding alupurinol,  nilai Ki-nya 29,31nM, memiliki 2 ikatan hidrogen dan terikat pada 10 residu asam amino.
OPTIMASI DAN FORMULASI SEDIAAN KRIM WAJAH EKSTRAK DAUN PEGAGAN (Centella asiatica L.) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Anjani, Fanny Sukma; Rahmawati, Dewi; Yuwanda, Alhara
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i2.565

Abstract

Pegagan diketahui mengandung antioksidan yang berguna untuk menjaga kecantikan wanita. Penelitian ini berfokus untuk mengetahui optimasi dan formulasi krim dari ekstrak daun pegagan (Centella asiatica L.) dan menguji aktivitas antioksidannya. Penelitian ini dilakukan secara experimental dengan metode DPPH, menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis untuk melihat aktivitas antioksidan dari ekstrak daun pegagan (Centella asiatica L.) dan sediaan krim wajah ekstrak daun pegagan. Krim dibuat dengan konsentrasi zat aktif 2%, 4% dan 6%. Hasil uji organoleptik terdapat perbedaan warna dari setiap formula. Pengujian homogenitas krim ekstrak pegagan pada hari ke-0 dan ke 21 pada F1, F2, F3 adalah homogen. Hasil pengukuran pH pada ketiga formula sesuai dengan pH fisiologis kulit karena tidak lebih dari 6.5. Dari hasil pengamatan didapat bahwa nilai viskositas dari ketiga formulasi mengalami kenaikan setelah hari ke-21. Pengamatan daya sebar dilakukan pada hari ke-0 hingga ke-21, dimana nilainya tidak mengalami perubahan. Pada uji stabilitas, ketiga formula stabil hingga hari ke-21. Dari uji aktivitas antioksidan krim ekstrak pegagan diperoleh krim dengan konsentrasi ekstrak 2% memiliki persen inhibisi 51.12%, konsentrasi 4% memiliki persen inhibisi 48.24%, dan konsentrasi 6% memiliki persen inhibisi 47.60%. Berdasarkan hasil uji iritasi yang dilakukan pada kelinci setelah 72 jam menunjukan tidak adanya eritema maupun edema.