cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Farmasi Higea
ISSN : -     EISSN : 25413554     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 347 Documents
KAJIAN NUTRISI DAUN SINGKONG SEBELUM DAN SESUDAH FERMENTASI Kamal Uyun, Hendri Satria; Bakhtiar, Amri; Nurdin, Hazli
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i2.634

Abstract

Daun singkong (Manihot esculenta Crantz) adalah salah satu sayuran yang digunakan oleh suku Minangkabau di Sumatera Barat, Indonesia. Selain sebagai sayuran, daun singkong telah dimanfaatkan sebagai sumber bioflavonoid rutin, sedangkan ampasnya difermentasi menjadi “daun singkong tempe”. Nilai gizi tempe daun singkong menunjukkan kandungan protein yang lebih tinggi dibandingkan sebelum fermentasi dari 23,06% menjadi 28,55% ;, sedangkan kandungan lemak menurun dari 10,72% menjadi 8,07%, serta karbohidrat (serat kasar) menurun dari 61,45% menjadi 57,76%. Diharapkan tempe daun singkong dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein untuk perbaikan gizi masyarakat.
PENGARUH PENYIAPAN DISPERSI PADAT ATORVASTATIN CALCIUM-POLIVINILPIROLIDON K-30 (PVP K30) TERHADAP KARAKTERISTIK, KELARUTAN DAN DISOLUSI Aprilianti, Hizra Dwi; Umar, Salman; Zaini, Erizal
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i1.609

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kelarutan dari atorvastatin kalsium yang memiliki kelarutan rendah didalam air dengan menggunakan metode dispersi padat. Metode dispersi padat yang digunakan adalah penguapan pelarut (solvent evaporation). Dispersi padat atorvastatin kalsium dan polivinilpirolidon K-30 sebagai polimer dibuat dengan perbandingan 1:9, 3:7, 5:5, 7:3, dan 9:1. Hasil uji kelarutan dan disolusi dispersi padat yang terbaik dilakukan karakterisasi dengan analisis powder X-ray diffraction (PXRD), fourier transform infrared (FTIR), differential scanning calorimetry (DSC), scanning electron microscopy (SEM). Hasil uji kelarutan menunjukkan kelarutan dispersi padat 1:9 memiliki kelarutan yang paling tinggi dengan peningkatan kelarutan 9,986 kali. Hasil persen terdisolusi menit ke-30 yang terbaik pada dispersi padat 1:9 dalam dapar fosfat pH 6,8 adalah 86,136%. Berdasarkan hasil karakterisasi menunjukan bahwa terbentuknya dispersi padat atorvastatin kalsium dan polivinilpirolidon K-30 (PVP K-30) yang bersifat amorf. Kesimpulannya dispersi padat atorvastatin kalsium dan polivinilpirolidon K-30 menggunakan metode penguapan pelarut dapat meningkatkan kelarutan dari atorvastatin kalsium.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN FORMULA KRIM EKSTRAK METANOL DAUN JERUK KASTURI (Citrus microcarpa Bunge.) Sari, Yeni Novita; Rosaini, Henni; Yuliani, Silvia; Octavia, Maria Dona
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i2.671

Abstract

Radikal bebas dari sinar matahari sepanjang waktu dimana kandungan radiasi sinar ultraviolet dapat menyebabkan penuaan dini pada kulit. Daun jeruk kasturi mengandung flavanoid yang berfungsi sebagai antioksidan alami yang dapat menangkal radikal bebas. Oleh karena itu dilakukan penelitian dengan tujuan untuk memformulasi sediaan krim antioksidan dengan menggunakan ekstrak daun jeruk kasturi. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Ekstrak metanol yang diperoleh diformulasikan menjadi sediaan krim antioksidan dengan konsentrasi 9% dan 12%. Formula krim diuji fisik dan stabilitasnya dan dilakukan uji aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan krim memenuhi syarat kestabilan fisik seperti uji organoleptis, pH, homogenitas, daya sebar, stabilitas (cycling test), tipe krim, dan iritasi. Pada uji aktivitas antioksidan menggunakan DPPH sebagai radikal bebas menunjukkan hasil bahwa formula 1 dengan konsentrasi ekstrak 9% memberikan nilai IC50 sebesar 20,4729 μg/mL dan pada formula 2 dengan konsentrasi ekstrak 12% memberikan nilai IC50 sebesar 18,5499 μg/mL. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa formula 1 dan formula 2 memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat. Dari kedua formula tersebut formula 2 memiliki aktivitas antioksidan yang paling besar.
REVIEW ARTIKEL: EFIKASI, KEAMANAN, DAN DURASI PENGGUNAAN ANTIPLATELET GOLONGAN P2Y12 INHIBITOR PADA PASIEN SINDROM KORONER AKUT Yustiana, Yustiana; Suharjono, Suharjono; Dwiyatna, Surya; Atmajani, Wanudya
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i1.590

Abstract

Sindroma koroner akut (SKA), termasuk unstable angina (UA) dan infark miokard (IM) merupakan manifestasi penyakit jantung koroner. Penyakit jantung koroner merupakan penyebab kematian terbesar pada kasus kardiovaskular sehingga diperlukan penanganan dan terapi yang adekuat. Terapi antiplatelet merupakan terapi utama dalam manajemen penanganan sindroma koroner akut. Dual antiplatelet therapy (DAPT) adalah standar terapi da SKA. Antiplatelet golongan P2Y12 inhibitor merupakan salah satu komponen penting dalam DAPT. Adanya risiko perdarahan dan kejadian iskemia yang dapat terjadi selama terapi dengan P2Y12 inhibitor membuat pemilihan P2Y12 inhibitor menjadi suatu yang krusial. Pemilihan jenis obat dan durasi antiplatelet P2Y12 inhibitor tidak hanya mempertimbangkan efikasi, seperti MACE, tetapi juga perlu mempertimbangkan keamanan pasien, seperti kejadian, major bleeding, dan kejadian iskemia. Review artikel ini akan membahas terkait efikasi, keamanan, serta durasi dari penggunaan P2Y12 inhibitor pada pasien SKA berdasarkan bukti-bukti klinis.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN KANDUNGAN TOTAL FLAVONOID EKSTRAK DAN FRAKSI BRACTEA BUNGA RAMBUSA (Passiflora foetida L.) Rendowaty, Agnes; Anggini, Rara Thia; Saputri, Nova Ajeng; Untari, Budi; Isromarina, Rini
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i1.552

Abstract

Bractea merupakan daun pelindung pada bunga, bractea bunga rambusa berwarna hijau, berbulu halus dan memiliki aroma khas. Bractea bunga rambusa memiliki kandungan metabolit sekunder yaitu alkaloid, fenolik dan flavonoid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan dan kandungan total flavonoid ekstrak dan fraksi bractea bunga rambusa. Ekstrak etanol bractea bunga rambusa diperoleh dengan metode maserasi, dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan pelarut n-heksan, etilasetat dan air. Penentuan aktivitas antioksidan dengan DPPH dan kandungan total flavonoid menggunakan spektrofotometri UV-Vis dengan pembanding asam galat dan kuersetin. Hasil penelitian memperlihatkan, aktivitas antioksidan ekstrak etanol IC50 71,22 μg/mL, fraksi n-heksan IC50 72,31 μg/mL, fraksi etil asetat IC50 77,31 μg/mL, dan fraksi air IC50 884,94 μg/mL.  Kandungan total flavonoid ekstrak etanol 32,264 mg QE/g, fraksi n-heksan 22,07 mg QE/g, fraksi etil asetat 46,87 mg QE/g dan fraksi air 44,32 mg QE/g. Aktivitas antioksidan yang dimiliki oleh ekstrak etanol, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dalam kategori kuat, dan fraksi air kategori lemah. Kandungan total flavonoid paling tinggi berturut-turut terdapat pada fraksi etil asetat, fraksi air, ekstrak etanol dan fraksi n-heksan.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN RAWAT INAP DENGAN METODE DDD (DEFINED DAILY DOSE)/ 100 PASIEN-HARI RAWAT DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS MATARAM TAHUN 2021 Putri, Enda Desideria; Hasina, Raisya; Andanalusia, Mahacita; Deccati, Rizqa Fersiyana; Dewi, Ni Made Amelia Ratnata
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i2.601

Abstract

Adanya peningkatan prevalensi resistensi antibiotik di rumah sakit dapat disebabkan oleh penggunaan antibiotik yang kurang bijak dan berlebihan. Untuk mengatasi masalah ini, penting untuk menilai penggunaan antibiotik di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara kuantitatif penggunaan antibiotik pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Universitas Mataram. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif, dan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dengan memeriksa rekam medis tahun 2021. Populasi penelitian terdiri dari pasien rawat inap yang telah diberi resep antibiotik. Pemilihan pasien dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data penggunaan antibiotik diperoleh dari 121 rekam medis dan dianalisis secara deskriptif dengan metode ATC/DDD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ceftriaxone memiliki nilai kuantitas untuk dosis harian pasti (DDD) tertinggi sebesar 42,75 DDD/100 pasien-hari rawat, diikuti oleh cefixime sebesar 34,16 DDD/100 pasien-hari rawat, levofloxacin (IV) sebesar 20,93 DDD/100 pasien-hari rawat, dan azitromisin pada 15,05 DDD/100 pasien-hari rawat. Di antara seluruh antibiotik yang diperiksa pada penelitian ini, ceftriaxone memiliki nilai kuantitas DDD tertinggi per 100 hari pasien-hari rawat.
ISOLASI PIPERIN DARI LADA HITAM (Piper nigrum L.) DAN UJI KEMURNIANNYA Octavia, Maria Dona; Zaini, Erizal; Hasmiwati, Hasmiwati; Revila, Gusti
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i1.621

Abstract

Piperin merupakan senyawa alkaloid yang terdapat di dalam lada hitam (Piper nigrum L). Pipierin diisolasi dari lada hitam dengan menggunakan metode sokletasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan piperin hasil isolasi yang memiliki kemurnian tinggi. Uji kemurnian dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif, meliputi monografi, kelarutan, analisa morfologi dengan menggunakan Scanning Electron Microscopy, KLT, panjang gelombang maksimum piperin, differensial scanning calorimetry (DSC), x-ray difrafraction (XRD), fourier transform-infra red (FT-IR), kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) dan penetapan kadar. Hasil isolasi piperin dibandingkan dengan piperin murni. Hasil rendemen piperin hasil isolasi diperoleh sebesar 2,156%. Hasil morfologi piperin isolasi menunjukkan serbuk kristal berbentuk batang berwarna kuning. Hasil analisis KLT diperoleh nilai Rf 0,314. Hasil Identifikasi ƛserapan maksimum adalah 341,40 nm. Hasil pemeriksaan titik lebur dengan DSC sebesar 132,579 OC. Hasil difraktogram menunjukkan pola difraktogram yang berbeda pada rentang sudut 2Ɵ, namun masih menunjukkan sifat kristal yang sama. Analisis spektrum FT- IR menunjukkan puncak transmitan yang sama pada bilangan gelombang. Hasil KCKT dengan fase gerak asetonitril: air (90:10) menunjukkan pola kromatogram yang sama dengan waktu retensi  adalah 3,967 menit dan memiliki kadar 100,686+2,636. Hasil uji kemurnian piperin isolasi secara kualitatif dan kuantitatif menunjukkan piperin isolasi memiliki kemurnian yang tinggi yang sama dengan piperin murni sebagai pembandingnya.
POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN PNEUMONIA Sinata, Novia; Pratiwi, Erniza; Rosidi, Fatmarzuqni Putri
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i1.503

Abstract

Pneumonia merupakan suatu peradangan akut parenkim pada paru-paru yang disebabkan oleh mikroorganisme meliputi bakteri, virus, jamur dan parasit. Penggunaan beberapa obat dalam terapi pneumonia dapat meningkatkan terjadinya Drug Related Problem salah satunya potensi terjadinya interaksi obat.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi interaksi obat pneumonia di Puskesmas Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu. Data diperoleh dari rekam medik secara retrospektif dan dianalisis dengan metode observasional secara deskriptif. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 69 data rekam medik pasien pneumonia pada tahun 2020. Penelitian potensi interaksi obat pada pasien pneumonia berdasarkan jenis interaksi obat secara farmakokinetik, farmakodinamik, dan unknown serta berdasarkan severity (tingkat keparahan) terdiri dari major, moderat dan minor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan adanya potensi interaksi obat pneumonia dengan obat lain sebanyak 118 kasus. Interaksi terdiri dari jenis interaksi farmakokinetik sebesar 11,86%, farmakodinamik sebesar 72,03% dan interaksi unknown sebesar 16,10%. Berdasarkan severity (tingkat keparahan) terdapat pada tingkat keparahan major sebesar 5,08%, moderat sebesar 44,92%, minor sebesar 50,00 %. Kombinasi obat yang banyak berpotensi interaksi adalah azitromisin dengan salbutamol sebesar 25,42% dengan severity (tingkat keparahan) moderat dan jenis interaksi sinergisme farmakodinamik.Kata kunci: Interaksi Obat; Pneumonia; Rekam Medik
FORMULASI & UJI MUTU SEDIAAN SAMPO ANTI KETOMBE DARI EKSTRAK DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L) Novita, Dina; Balfas, Rifqi Ferry; Kandhita, Alik
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 1 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i1.568

Abstract

Sampo yaitu sediaan kosmetik mengandung surfaktan memiliki sifat detergensi. Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) yaitu salah satu daun yang dapat berguna menghilangkan kotoran kulit kepala, sehingga dapat dibuat sediaan sampo. Penelitian bertujuan untuk mengetahui uji mutu yang ditambahkan ekstrak daun belimbing wuluh. dan mengetahui formulasi terbaik dari sediaan sampo dari ekstrak daun belimbing wuluh. Metode penelitian eksperimental dengan cara maserasi. Formulasi daun belimbing wuluh dibuat konsentrasi 1g, 3g dan 5g. Setiap formula dilakukan uji formulasi meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji nilai pH, uji viskositas, dan uji tinggi busa. Uji organoleptik F1, F2 dan F3 diperoleh bentuk sediaan yang sama. Namun, ada perbedaan warna dan bau disetiap formula karena adanya penambahan zat aktif. Uji homogenitas F1, F2 dan F3 semua formula memilki homogenitas yang baik. Uji nilai pH F1, F2 dan F3 memenuhi syarat. Uji viskositas F1 dan F2 memenuhi syarat viskositas namun, F3 tidak memenuhi. Uji tinggi busa F1, F2 dan F3 memenuhi syarat. Hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa daun belimbing wuluh dapat dijadikan formulasi sediaan sampo anti ketombe dari ekstrak daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L). F1 pada uji organoleptik dan F3 pada uji viskositas tidak memenuhi.
STUDI PROFIL KADAR NT-proBNP SEBAGAI LANGKAH AWAL NT-ProBNP GUIDED THERAPY PADA PASIEN GAGAL JANTUNG AKUT Anggraeni, Rieka Nurul Dwi; Nilamsari, Wenny Putri; Alsagaff, Mochamad Yusuf; Ratri, Dinda Monika Nusantara
Jurnal Farmasi Higea Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : STIFARM Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52689/higea.v16i2.604

Abstract

Selain digunakan sebagai indikator signifikan untuk diagnosis klinis gagal jantung akut, pemeriksaan NT-proBNP juga dapat membantu menentukan tingkat keparahan, memandu strategi pengobatan yang relevan, dan menilai prognosis penyakit jantung. Dari penelitian yang sudah ada sebelumnya diketahui penerapan NT-proBNP guided therapy dapat menurunkan kadar NT-proBNP selama perawatan ≥ 30%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis profil kadar NT-ProBNP sebagai Langkah awal dalam NT-proBNP guided therapy. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan desain cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan di IGD Rumah Sakit Universitas Airlangga selama periode Juni-Agustus 2023 dengan kriteria inklusi pasien AHF berusia ≥ 18 tahun dan didiagnosis AHF secara klinis dengan adanya satu gejala pada HF (dispnea, ortopnea, atau edema) dan satu tanda (rales, edema perifer, asites, atau kongesti vaskular paru pada radiografi dada. Pemeriksaan kadar NT-proBNP menggunakan prinsip Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA) menggunakan metode Chemiluminescent Microparticle Immunoassay (CMI). Analisis data secara deskriptif menunjukkan hasil bahwa daei 39 pasien yang masuk ke dalam kriteria inklusi, terdapat 32 sampel dengan profil kadar NT-proBNP meningkat ≥ 300 pg/mL.