cover
Contact Name
Muhammad Isrul
Contact Email
isrulfar@gmail.com
Phone
+628114053811
Journal Mail Official
jurnalpharmaconmw@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Farmasi, STIKES Mandala Waluya Kendari Jalan A.H Nasution No. G-37, Kendari
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
ISSN : 24426032     EISSN : 25989979     DOI : 10.35311
Core Subject : Health,
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia merupakan jurnal (Open Journal System) untuk informasi bidang ilmu farmasi yang memuat kajian tentang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk tulisan ilmiah, studi kepustakaan dan studi empirik. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia telah memiliki ISSN cetak : 2442 - 6032 dan ISSN online : 2598-9979 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia terbit 2 kali setahun (Bulan Juni dan Desember).
Arjuna Subject : -
Articles 284 Documents
Uji Toksisitas Subkronis Ekstrak Etanol Daun Sembukan (Paederia foetida L.) dengan Parameter Kadar Kreatinin dan BUN pada Mencit (Mus musculus) Jantan Suwahyuni Mus; Fadhilla Maryam; Yuri Pratiwi Utami; Rosadika Fatimah
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.339

Abstract

Daun sembukan (Paederia foetida L.) merupakan salah satu tumbuhan yang berkhasiat sebagai antidiabetes, antihiperlipidemia dan antioksidan, sehingga perlu diuji toksisitasnya dalam penggunaan jangka waktu lama untuk memastikan keamanannya terutama pada organ ginjal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek pemberian daun sembukan terhadap toksisitas ginjal dengan parameter kreatinin dan Blood Urea Nitrogen. Hewan coba yang digunakan yaitu mencit putih (Mus musculus) jantan sebanyak 28 ekor dan dibagi menjadi 4 kelompok (1 kelompok kontrol dan 3 kelompok perlakuan) dengan pemberian secara oral pada dosis masing-masing 250 mg/KgBB, 500 mg/KgBB dan 1000 mg/KgBB. Selanjutnya dilakukan pengambilan darah dan diukur kadar kreatinin dan BUN setelah pemberian selama 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa hewan coba mengalami peningkatan kadar kreatinin dan Blood Urea nitrogen tetapi hasilnya tidak signifikan  (p >0,05) sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa ekstrak etanol daun sembukan yang diberikan selama 28 hari tidak menyebabkan toksiksitas pada mencit jantan.
Gambaran Penggunaan Obat Antipendarahan dan Antinyeri pada Pasien Rawat Inap Kanker Serviks Di Rumah Sakit X Wilayah Kota Gorontalo Periode 2021-2022 Dizky Ramadani putri Papeo; Rahmatia Samatowa; Nur'ain Dj. Silaka; Andini Putri Sabihi; Arini Arini; Nurhayati Salam; Abd. Ghiaz Putra Ramadan Ahmad
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.341

Abstract

Kanker serviks atau kanker rahim merupakan keganasan dari leher rahim (serviks) yang dapat disebabkan karena adanya virus HPV (Human papiloma virus). Data dari World Health Organization (WHO) diketahui terdapat 493.243 jiwa pertahunpenderita kanker serviks baru dengan angka kematian sebanyak 273.505 jiwa pertahun. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran penggunaan obat antipendarahan dan antinyeri pada pasien kanker serviks di rumah sakit “X”. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif retrospektif dengan populasi 8 pasien yang terdiagnosa kanker serviks di rumah sakit “X” di wilayah Kota Gorontalo periode 2021-2022. Berdasarkan hasil penelitian terdapat pasien kanker serviks yang menjalani  rawat inap di rumah sakit  “X” wilayah kota Gorontalo diketahui bahwa antinyeri yang paling banyak digunakan yaitu asam mefenamat dengan persentase 6,67% dengan dosis 500 mg, Fibrinolitik yang paling banyak digunakan di rumah sakit “X” yaitu asam tranexamat dengan dosis 500 mg.
Aktivitas Anti-elastase dan Antioksidan dari Ekstrak Etanol Kayu Bangkal (Nauclea subdita) Korth. Steud. dengan Variasi Metode Ekstraksi Sintiami Ramadhani; Berna Elya; Roshamur Cahyan Forestrania
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.347

Abstract

Kayu Bangkal (Nauclea subdita) (Korth.) Steud. telah digunakan secara tradisional oleh penduduk asli Kalimantan Selatan, sebagai produk perawatan kulit berupa masker wajah, yang diyakini dapat melindungi kulit dari pengaruh buruk sinar matahari. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan rendemen, aktivitas anti-elastase, efek proliferasi sel, total polifenol, dan total flavonoid dan aktivitas antioksidan dari berbagai metode ekstraksi. Ekstraksi dilakukan dengan metode UAE (Ultrasound Assisted Extraction), MAE (Microwave Assisted Extraction), dan Soxhlet. Aktivitas anti-elastase dilakukan secara enzimatis menggunakan Porcine Pancreatic Elastase (PPE). Ekstrak teraktif dilanjutkan dengan pengujian proliferasi sel menggunakan HDFa. Pengujian kadar total polifenol dan flavonoid dilakukan dengan metode kolorimetri dan aktivitas antioksidan dengan metode DPPH, ABTS, dan FRAP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen metode ekstraksi UAE (Ultrasound Assisted Extraction) kayu bangkal menghasilkan rendemen tertinggi, dengan nilai 7,12% lebih tinggi dibandingkan metode MAE (Microwave Assisted Extraction) dan Soxhlet, aktivitas anti-elastase tertinggi diperoleh pada ekstrak metode UAE (361,22 ?g/mL). Ekstrak teraktif memiliki efek proliferasi terhadap sel HDFa dependent dose, total fenol dan flavonoid tertinggi pada metode MAE dengan kadar berturut-turut 124.96±0.42 mg EAG/g ekstrak dan 16.62±0.23 mg EK/g ekstrak. Pengujian antioksidan dari masing-masing ekstrak umumnya menunjukkan aktivitas yang kuat dalam meredam radikal ABTS, DPPH dan reduksi besi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode ekstraksi UAE dalam menarik senyawa aktif N. subdita berpotensi sebagai anti elastase, antiaging, dan antioksidan dibandingkan dengan metode ekstraksi lainnya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat untuk dapat dikembangkan pada penelitian lebih lanjut.
Isolasi, Identifikasi, dan Uji Aktivitas Antibakteri Fungi Endofit Daun Alpukat (Persea Americana Mill) Terhadap Pseudomonas aeruginosa dan Staphylococcus aureus Zamra Hairani; St. Ratnah; Sesilia Rante Pakadang
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.349

Abstract

Avocado (Persea americana Mill) is a plant that contains antibacterial substances, especially in its leaves. Flavonoids, saponins and alkaloids are active compounds in avocado leaves which can prevent some bacterial growth. This study aims to isolate, identify and determine the antibacterial activity of avocado leaf endophytic fungal isolates growing P. aeruginosa and S. aureus. This type of research, namely experimental research, isolates endophytic fungi using avocado leaves inoculated on PDA media which has been added with 0.005% chloramphenicol in a petri dish and incubated at a temperature of 25oC for 5-7 days. Antibacterial activity was tested using a paper disk with the agar diffusion method. This research showed that young avocado leaves produced 3 isolates, namely isolate 1 was suspected to be Trichoderma sp., isolate 2 was suspected to be Rhizoctonia sp., and isolate 3 was suspected to be Fusarium sp. From the results obtained, it was concluded that the endophytic fungi of avocado leaves from isolate 2, and isolate 3 provided an inhibition zone against P. aeruginosa and isolate 1, and isolate 3 provided an inhibition zone against S. aureus.
Pengaruh Waktu Pengeringan Beku (Freeze Drying) Terhadap Evaluasi Fisik Sediaan Gel Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) dengan Variasi HPMC Anisa Nur Pratiwi Pratiwi; Gusti Ayu Rai Saputri; Ade Maria Ulfa
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.351

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan salah satu tanaman yang memiliki manfaat fungsional bagi tubuh manusia. Salah satu penyebab kerusakan senyawa pada bunga telang  dikarenakan suhu tinggi (pemanasan) yang biasa digunakan pada saat proses pengeringan. Freeze drying merupakan salah satu metode pengeringan tanpa melalui pemanasan. Setelah mendapat ekstrak dapat dilanjutkan dengan formulasi. Formulasi sediaan gel membutuhkan basis yang mampu menyatukan seluruh komponen seperti gelling agent HPMC. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan konsentrasi gelling agent HPMC dan untuk mengetahui pengaruh perbedaan waktu pengeringan. Metode ekstraksi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode maserasi dengan pelarut aquadest (1:10). Hasil maserasi kemudian dimasukkan ke dalam pendingin hingga didapatkan ekstrak beku kemudian dilakukan freeze drying guna menghilangkan kadar air. Hasil rendemen yang diperoleh pada waktu pengeringan 36 jam adalah 40% dengan kadar air 9% dan rendemen yang diperoleh pada waktu pengeringan 48 jam adalah 27,5% dengan kadar air 8%. Sediaan gel ekstrak bunga telang memenuhi persyaratan uji evaluasi fisik standar SNI 16-4399-1996 pada uji pH, daya sebar, daya lekat dan viskositas. Analisis data dilakukan dengan menggunakan (two-way ANOVA). Hasil analisis statistik menunjuk kan bahwa variasi lama waktu pengeringan ekstrak dengan basis HPMC memiliki pengaruh signifikan pada uji pH dan uji viskositas dengan nilai P-value <0,05.
Penentuan Nilai SPF (Sun Protecting Factor) Sunscreen Gel Ekstrak Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum) Secara In Vitro Nurfadilah Nurfadilah; Fityatun Usman; Andi Ulfah Magefirah Rasyid; Zulkifli Zulkifli; Yulfina Wahdaniah
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.352

Abstract

Sunscreen disebut salah satu jenis kosmetik baik secara fisik maupun kimia dapat memberikan efek penghambatan efek penetrasi sinar ultraviolet ke dalam kulit. Dimana adanya paparan sinar secara berlebih dan terus menerus mengakibatkan jaringan epidermis kulit kurang mampu melawan berbagai efek negatifnya seperti penuaan dini, penggelapan pada warna kulit, kulit terbakar sinar matahari, bahkan dapat memicu dan meningkatkan risiko kanker kulit. Sediaan sunscreen sangat diperlukan dalam membantu mekanisme alami pertahanan tubuh dalam  melindungi dari paparan tinggi radiasi ultraviolet. Efek perlindungan terhadap sinar UV dapat diperoleh dari bahan yang tinggi kandungan antioksidan. Daun cengkeh dengan kandungan flavanoid dan eugenol memiliki efek antioksidan tinggi yang mampu melindungi kulit dari paparan dan bahaya dari sinar UV. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik fisik dan nilai SPF dari sediaan sunscreen gel dengan ekstrak daun cengkeh (Syzygium aromaticum). Ekstraksi maserasi menggunakan pelarut etanol 96% yang dipekatkan menggunakan alat rotary evaporator dan penentuan nilai SPF menggunakan metode spektofotomeri UV-Vis. Ekstrak etanol daun cengkeh discreening fitokimia dan menunjukkan warna orange kemerahan menandakan positif kandungan flavonoid. Sunscreen Gel ekstrak etanol daun cengkeh dibuat 5 formula dengan perbedaan pada konsentrasi ekstrak etanol daun cengkeh, yaitu 0, 1, 2, 4 dan 8 % menggunakan basis karbopol. Formula kemudian diuji karakteristik fisik dan nilai SPFnya. Kelima formula gel ekstrak etanol daun cengkeh memenuhi persyaratan dalam uji karakteristik sifat fisik yaitu organoleptis, homogenitas, daya sebar, pH, dan viskositas. Nilai SPF untuk formula 1, 2, 3, 4 dan 5 yaitu sebesar 0,19; 0,53; 2,05; 3,83; 2,16 dan berpotensi melindungi kulit dari radiasi UVB.
Pengaruh Variasi Karagenan dan Virgin Coconut Oil Terhadap Evaluasi Fisik dan Aktivitas Antioksidan Sediaan Losio Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) Aulia Fitri Handayani Siregar; Ade Maria Ulfa; Nofita Nofita
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.353

Abstract

Antioksidan ialah suatu zat yang dalam konsentrasi kecil dapat mencegah atau menghambat oksidasi pada sebuah substrat yang dihasilkan oleh senyawa radikal bebas. Bunga telang suatu tumbuhan yang memiliki sifat antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi karagenan dan VCO dalam sediaan losio ekstrak bunga telang (Clitoria ternatea L.) terhadap uji evaluasi fisik dan aktivitas antioksidan. Ekstraksi bunga telang memakai teknik maserasi dengan pelarut air lalu di freeze dry pada suhu -50°C selama 48 jam. Hasil rendemen ekstrak yang didapat yaitu 29,33%. Hasil uji evaluasi fisik sediaan losio bunga telang dengan variasi karagenan dan VCO pada F I, F II, dan F III mempengaruhi uji evaluasi fisik diamati dari hasil yang memenuhi persyaratan sesuai dengan SNI-16-3499-1996. Sediaan losio bunga telang dengan variasi karagenan dan VCO memiliki pengaruh terhadap aktivitas antioksidan diamati dari nilai IC50, dan sediaan losio bunga telang dengan variasi karagenan 1% dan VCO 5% memiliki nilai IC50 yang paling baik sebesar 23,92 ppm yang jika dilihat berarti memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat pada seri konsentrasi <50 ppm. Namun jika dari hasil analisis statistik menunjukkan bahwa sediaan losio formula I, formula II, dan formula III memiliki pengaruh sebesar 26% dari variasi karagenan dan VCO terhadap aktivitas antioksidan.
Profil Disolusi Tablet Lepas Lambat Kalium Diklofenak Menggunakan Pati Talas Pratama Sebagai Matriks Ammanu Kurniadi; Desy Nawangsari; Galih Samodra; Rani Prabandari
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.358

Abstract

Indonesia adalah negara tropis yang dikenal sebagai sumber bahan baku obat-obatan namun pemanfaatannya masih terbatas. Salah satu bahan baku obat yang terdapat di Indonesia adalah pati talas pratama (Colocasia esculenta (L). Schott var, Pratama). Pati yang dimodifikasi dengan pentanol dan asetilasi dapat digunakan untuk eksipien dalam pembuatan tablet lepas lambat. Kalium diklofenak merupakan obat yang mempunyai waktu paruh di plasma pendek (1-2 jam) sehingga sesuai dibuat sediaan lepas lambat. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan tablet lepas lambat kalium diklofenak menggunakan pati talas pratama termodifikasi untuk pengobatan ostheoarthitis yang dapat menurunkan frekeunsi pemberian obat serta meningkatkan kepatuhan pasien. Metode penelitian ini dilakukan dengan isolasi pati, modifikasi pati, karakterisasi massa cetak,  pencetakan dan evaluasi tablet. Hasil penelitian ini pada FI dan FII secara berurut yaitu laju alir 4,60 dan 5,30 gram/detik, sudut istirahat 40,49 dan 36,51 °, kompresibilitas 14,38 dan 12,86 %, hausner ratio 1,17 dan 1,15. Hasil uji One Way ANOVA menunjukan metode modifikasi berpengaruh secara signifikan terhadap laju alir (P:0,001) dan sudut istirahat (P:0,000). Hasil keseragaman bobot 223,85 dan 222,95 mg, kekerasan 4,93 dan 6,90 kg, kerapuhan  0,94 dan 0,57 %, waktu hancur 52,67 dan 61,67 menit. Hasil uji disolusi yaitu FI 68,83 % belum memenuhi persyaratan sedangkan FII 53,89 memenuhi persyaratan disolusi yaitu tidak lebih dari 65 % selama 8 jam,sedangkan FII belum memenuhi persyaratan. Hasil uji analisis One Way ANOVA metode modifikasi pati berpengaruh secara signifikan terhadap keseragaman bobot (P: 0,000), kekerasan (P: 0,000) dan waktu hancur (P: 000).
Phytochemical Screening Analysis and Determination of Total Flavonoids and Total Phenolics Content of Ethanol Extract of Sungkai Leaf (Penorema canescens Jack) from Samarinda City Muhammad Ma'ruf; Moch. Saiful Bachri; Laela Hayu Nurani
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.360

Abstract

Sungkai is a plant that contains compounds such as flavonoids, tannins, phenolics, saponins, steroids, and terpenoids, which have the potential to develop native Indonesian herbal medicines to treat the prevention and treatment of various diseases. This research aimed to analyze phytochemical screening and the total flavonoid and phenolic content in sungkai leaves originating from Samarinda City. This research method was carried out by extracting sungkai leaves with 96% ethanol and evaporating them with a vacuum rotary evaporator. Sungkai leaf extract was analyzed for phytochemical screening using the tube method with color testing from various reagents and total phenolic and flavonoid content testing using the colorimetric method using a UV-Vis spectrophotometer. The results of the phytochemical screening showed that the ethanol extract of sungkai leaves from Samarinda City was positive for containing flavonoids, saponins, alkaloids, phenolics, and steroids. The results of determining the flavonoid and phenolic content of sungkai leaf ethanol extract were 18,210 ± 0.271 mg QE/g sample and 33,666 ± 1.052 mg GAE/g sample.
Fraksinasi dan Karakterisasi Senyawa Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Andong Merah (Cordyline fruticosa (L.) A. Cheval) Menggunakan Uv-Vis dan FT-IR Yuri Pratiwi Utami; Fadillah Maryam; Suwahyuni Mus; Nurul Ainun Agustin
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.362

Abstract

Daun andong merah merupakan tanaman yang dipercaya dapat mengobati beberapa penyakit dengan aktivitas berkhasiat sebagai antibakteri, serta memiliki aktivitas antioksidan yang cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui golongan senyawa antioksidan yang diisolasi dari ekstrak etanol daun andong merah (Cordyline fruticosa (L.) A. Cheval). Metode yang digunakan yaitu ekstrak dipartisi dengan metode cair-cair menghasilkan fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi air. Fraksi etil asetat difraksinasi lebih lanjut menggunakan kromatografi kolom, menghasilkan 8 fraksi dan dipilih fraksi ke 5 (F5) diuji kualitatif antioksidan dengan penyemprotan DPPH selanjutnya dilakukan isolasi dengan KLTP. Hasil KLTP diperoleh 5 pita, dan dipilih pita ke 5 (F5e) kemudian dilakukan uji kemurnian menggunakan metode KLT 2 dimensi dan multi eluen. Isolat dikarakterisasi menggunakan Spektrofotometer UV-Vis dan Spektroskopi FT-IR. Dari hasil analisis hasil data UV-Vis mengindikasikan adanya gugus kromofor yang terikat pada cincin aromatik (gugus kromofor C=C atau C=O) pada panjang gelombang maksimum 261 nm dan pada hasil data FTIR diperoleh gugus O-H, C-H (alifatik), C=C (aromatik), dan C-O pada bilangan gelombang 4000-600 cm?¹. Hal ini menunjukkan bahwa golongan senyawa yang diisolasi dari ekstrak daun andong merah (Cordyline fruticosa (L.) A. Cheval) diduga golongan senyawa flavonoid.