cover
Contact Name
Muhammad Isrul
Contact Email
isrulfar@gmail.com
Phone
+628114053811
Journal Mail Official
jurnalpharmaconmw@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Farmasi, STIKES Mandala Waluya Kendari Jalan A.H Nasution No. G-37, Kendari
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
ISSN : 24426032     EISSN : 25989979     DOI : 10.35311
Core Subject : Health,
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia merupakan jurnal (Open Journal System) untuk informasi bidang ilmu farmasi yang memuat kajian tentang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk tulisan ilmiah, studi kepustakaan dan studi empirik. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia telah memiliki ISSN cetak : 2442 - 6032 dan ISSN online : 2598-9979 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia terbit 2 kali setahun (Bulan Juni dan Desember).
Arjuna Subject : -
Articles 284 Documents
Analisis Efektivitas Biaya Pengobatan Golongan Statin dalam Manajemen Penyakit Jantung Koroner Di RSUD Kota Madiun 2021/2022 Emiliya Dwi Agustin; Lucia Vita Inandha Dewi; Inaratul Rizkhy Hanifah
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.363

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) menjadi salah satu prevalen dengan angka yang cukup tinggi di Indonesia. Pengobatan utama yang digunakan di RSUD Kota Madiun adalah golongan HMG-CoA Reduktase Inhibitor atau Statin, yaitu atorvastatin dan simvastatin. Penggunaan obat jangka panjang, biaya perawatan rumah sakit, frekuensi kunjungan ke dokter dan biaya pengobatan PJK menjadi beban yang signifikan. Tujuan dari studi ini adalah mengetahui cost effective antidislipidemia golongan statin pada penyakit jantung koroner. Pendekatan metode yang digunakan adalah deskriptif non-interventional, yaitu dengan mengumpulkan data secara retrospektif dari rekam medik dan billing pasien. Subyek penelitian  sejumlah 64 pasien PJK yang menerima terapi simvastatin dan atorvastatin. Efektivitas pengobatan diukur berdasarkan jumlah pasien yang mencapai target penurunan LDL sebesar 18 – 55% dan peningkatan HDL 5-15%, sementara biaya yang diukur adalah biaya medis langsung yang diperoleh dari data billing selama pasien dirawat dalam satu periode rawatan. Pendekatan farmakoekonomi yang digunakan adalah Cost Effectiveness Analysis dengan menghitung nilai ACER, ICER dan analisis sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata biaya total atorvastatin dan simvastatin sebesar Rp. 7.874.384 dan Rp. 6.828.385 dengan persentase efektivitas sebesar 94,28% dan 79,31%. Atorvastatin lebih cost effective dengan nilai ACER yang lebih rendah yaitu Rp. 8.352.125, sementara simvastatin sebesar Rp.8.609.740. Sehingga dapat disimpulkan bahwa antidislipidemia yang paling cost-effective adalah atorvastatin dan untuk menambah 1 efektifitas diperlukan biaya sebesar Rp. 6.987.241,15.
Studi Etnobotani dan Kajian Aktivitas Antimikroba Metabolit Sekunder Tumbuhan Tolisi (Wrightia calycina A.DC) sebagai Anti Katarak Pada Suku Pedalaman Sulawesi Tenggara Ratna Umi Nurlila; Jumarddin La Fua
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.372

Abstract

Tanaman Tolisi (Wrightia calycina A.DC) yang tumbuh di pedalaman Sulawesi Tenggara telah lama menjadi fokus perhatian masyarakat setempat untuk pengobatan penyakit. Tanaman ini dimanfaatkan oleh masyarakat untuk membantu penyembuhan berbagai penyakit mata seperti mata merah, katarak dan radang usus. Oleh karena itu, penting untuk melakukan eksplorasi dan identifikasi komponen kimia yang terdapat pada tanaman ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperdalam pengetahuan tentang manfaat tumbuhan Tolisi dan potensinya sebagai agent antikatarak. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif  melalui pendekatan etnobotani dan skrining fitokimia. Studi etnobotani melibatkan wawancara untuk mendokumentasikan pengetahuan dan penggunaan tradisional masyarakat terhadap tanaman Tolisi. Selanjutnya, skrining fitokimia dilakukan untuk menentukan keberadaan berbagai metabolit sekunder dalam ekstrak tanaman Tolisi, seperti alkaloid, polifenol, saponin, kuinon, dan steroid. Hasil studi etnobotani menggambarkan bahwa masyarakat telah lama mengakui efektivitas tanaman Tolisi dalam pengobatan penyakit katarak. Analisis skrining fitokimia menegaskan keberadaan beragam senyawa bioaktif dalam ekstrak tanaman Tolisi antara lain: alkaloid, polifenol, saponin, kuinon dan steroid. Selain itu, uji aktivitas antimikroba menggunakan ekstrak tumbuhan Tolisi baik dari batang maupun daun menunjukkan efektivitas dalam menghambat pertumbuhan bakteri uji dengan adanya zona bening pada media uji. Komponen biaktif yang teridentifikasi dalam tanaman ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kandidat agent antikatarak.
Efek Ekstrak Daun Sawo Manila (Manilkara zapota (L.) Van Royen) Sebagai Adjuvant Antibiotika Amoxicillin Terhadap Resistensi Escherichia coli Dan Staphylococcus aureus Muhammad Taufiq Duppa; Firmansyah Firmansyah; Syachriyani Syachrir; Anshari Masri
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.381

Abstract

Resistensi terhadap antibiotik yang tersedia pada bakteri patogen menjadi tantangan global karena jumlah strain resisten terhadap berbagai jenis antibiotik terus meningkat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek ekstrak daun Sawo Manila sebagai adjuvant antibiotika Amoksisilin terhadap resistensi bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Ekstrak daun Sawo Manila diperoleh dengan cara Maserasi menggunakan pelarut Etanol 96 %. Penetuan daya hambat dengan metode difusi cakram diinkubasi 1 x 24 jam. Penentuan uji interaksi Amoksilin adjuvant ekstrak daun Sawo Manila berdasarkan ZOI dengan metode AZDAST. Hasil penelitian menunjukkan daya hambat rata-rata Amoksisilin Adjuvant ekstrak daun Sawo Manila terhadap Escherichia coli 1 x 24 jam adalah 14,6 mm, daya hambat Amoksisilin adjuvant ekstrak daun Sawo Manila 10 % b/v terhadap Staphylococcus aureus  1 x 24 jam adalah 15,60 mm. Kesimpulan penelitian ini adalah Ekstrak daun Sawo 10% b/v Manila memiliki efek daya hambat terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dan penentuan interaksi Amoksisilin adjuvant daun Sawo Manila 10% b/v memiliki aktivitas antibakteri sinergis terhadap Eschericihia coli dan Staphylococcus aureus.
Formulasi Pasta Gigi Antibakteri Ekstrak Daun Murbei (Morus alba L.) dengan Bahan Abrasif Cangkang Telur Bebek Muhammad Aris; Syachriyani Syachrir; Firmansyah Firmansyah; Ariyani Buang; Muhammad Taufiq Duppa
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.383

Abstract

Proses karies gigi dapat dicegah dengan menggunakan pasta gigi yang mengandung agen antibakteri untuk menghambat pertumbuhan bakteri. Bakteri yang menyebabkan karies gigi adalah Streptococcus mutans. Tujuan penelitian ini mengetahui ekstrak daun Murbei dengan bahan abrasif Cangkang Telur Bebek dapat di buat Pasta gigi dan mengetahui efek antibakteri Pasta gigi daun Murbei. Pasta gigi dibuat dalam tiga formula yaitu F 2 (ekstrak daun Murbei 4 % b/v), F 3 (ekstrak daun Murbei 6 % b/v), F 4 (ekstrak daun Murbei 8 % b/v) dan F 1 kontrol negatif (Basis Pasta Gigi tanpa ekstrak). Pada formula dilakukan uji mutu fisik sediaan dengan Cycling test yang meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji viskositas, uji tinggi busa dan uji daya sebar. Selanjutnya pasta gigi diuji efek antibakteri metode difusi sumuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat formula memenuhi syarat uji mutu dan stabilitas fisik.  Hasil pengujian daya hambat Pasta gigi ekstrak daun Murbei terhadap Streptococcus mutans yaitu formula 2 (4%  b/v) rata-rata diameter daya hambat 24,64 mm, formula 3 (6% b/v) rata-rata diameter daya hambat 26,02 mm dan formula 4 (8% b/v) rata-rata diameter daya hambat 27,77 mm. Kesimpulan penelitian ini adalah Pasta gigi ekstrak daun Murbei konsentrasi 4 % b/v, 6 % b/v dan 8 % b/v dengan bahan abrasif Cangkang Telur Bebek memenuhi syarat mutu.   Daya hambat Pasta gigi ekstrak daun Murbei 4 % b/v berbeda bermakna dengan daya hambat 8 % b/v (dimana p < 0,05) terhadap Streptococcus mutans dengan daya hambat antibakteri kategori sangat kuat.
Acute Toxicity Determination and Compound Changing with Chemometric Procedures from Komba-Komba Leaf (Chromolaena odorata L.) Irvan Anwar; Yamin Yamin; Rachma Malina; Sabarudin Sabarudin
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.384

Abstract

The employing of komba-komba leaves (Chromolaena odorata L.), a medicinal plant that can prevent and treat many ailments, is one example of the expanding use of traditional medicine in the health field. To increase their use as traditional medicine, Komba-komba leaves must have complete information about their safety due to the abundance of secondary metabolite substances they contain. The goal of this work was to classify the extract components and fractions of komba-komba leaves using FTIR spectra and a PCA chemometric technique, as well as to estimate the hazardous potential of komba-komba leaves, total flavonoid and phenolic levels from komba-komba leaves. The BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) method was used for acute toxicity testing. The toxicity test results revealed that the LC50 values of the komba-komba leaves (Chromolaena odorata L.) n-hexane fraction, ethyl acetate fraction, and insoluble ethyl acetate fraction had LC50 values 1000 ppm, indicating that the extract and n-hexane fractions were poisonous. The total flavonoid concentration was determined to be 243.4 mgEQ/g in the methanol extract, 380.1 in the n-hexane fraction, 512.8 in the ethyl acetate fraction, and 189 mgEQ/g in the ethyl acetate insoluble fraction. The methanol extract's total phenolic content was 146.3 mgEAG/g, whereas that of the n-hexane, ethyl acetate, and insoluble ethyl acetate fractions was 269.6, 360.9, and 109.3 mgEAG/g, respectively. From the results of the score plot, it can be seen that the PCA analysis was successful in demonstrating group differences between extracts and fractions of komba-komba leaves. Extracts and fractions of C.odorata L. leaves have moderate toxicity due to the presence of flavonoid and phenolic content, making them potential candidates for development as natural antioxidants.
Pola Pengobatan Kanker Payudara dengan Kemoterapi dan Pre Kemoterapi Pada Pasien Peserta JKN Kanker Payudara Di RSUD Kota Yogyakarta Devita Mar'atus Sabrina; Fitriana Yuliastuti
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.385

Abstract

Kanker payudara merupakan salah satu penyakit masalah kesehatan utama bagi wanita di seluruh dunia dengan resiko kematian terbesar di Indonesia sebanyak 65.858 kasus atau 16,6% dari total 396.914 kasus kanker payudara. Kemoterapi merupakan salah satu pengobatan untuk kanker payudara, salah satu efek samping pasien yang menjalani pengobatan tersebut yaitu mual dan muntal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pola pengobatan kanker payudara dengan kemoterapi dan pre kemoterapi pada pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yogyakarta. Metode penelitian observasional, pengumpulan data secara retrospektif yang diperoleh dari data Rekam Medik pasien. Subjek yang digunakan merupakan pasien kanker payudara RSUD Yogyakarta yang memenuhi kriteria inklusi yaitu 4 periode dengan diagnosis utama kanker payudara yang mendapatkan obat kemoterapi selama periode tahun 2020. Analisis univariat menampilkan distribusi frekuensi dan persentase dari karakteristik responden meliputi usia, jenis kelamin, stadium. metastasis, jumlah pasien, obat kemoterapi tunggal dan kombinasi, obat pre kemoterapi tunggal dan kombinasi, serta obat generik dan dagang . Hasil diperoleh 72 pasien dengan 4 periode kemoterapi. Diperoleh hasil dari karakteristik pasien berdasarkan usia yaitu usia lansia akhir (32%) sebanyak 23 pasien, stadium paling banyak yaitu IDC III yaitu sebanyak 28 pasien (39%), dan metastasis paling banyak yaitu metastasis axilla sebanyak 71 pasien (99%). Kombinasi obat pre kemoterapi yang paling banyak digunakan pada periode ke 1 sampai ke 4 yaitu kombinasi Difenhidramine, Ranitidine, Ondansetron, dan Dexamethason.
Isolasi dan Uji Aktivitas Bakteri Asam Laktat dari Produk Fermentasi Kombucha Teh Dalam Menghambat Bakteri Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Salmonella thypi Ismail Ismail; Fhahri Mubarak; Restu Islamia Rasyak; Rusli Rusli; Fitriana Fitriana; Harlyanti Muthma'innah Mashar
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.386

Abstract

Bakteri asam laktat atau juga disebut mikroorganisme probiotik merupakan bakteri yang memiliki kemampuan menghasilkan asam organik. Bakteri asam laktat yang terkandung pada kombucha teh diketahui mempunyai kemampuan dalam menghambat bakteri patogen seperti Eschericia coli, Staphylococcus aureus, dan Salmonella thypi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana bakteri asam laktat yang dihasilkan dari fermentasi kombucha teh dalam menghambat akivitas bakteri Eschericia coli, Staphylococcus aureus, dan Salmonella thypi dengan metode in vitro. Prosedur penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahapan yaitu preparasi teh kombucha, isolasi dan seleksi bakteri asam laktat, identifikasi bakteri asam laktat dengan metode pewarnaan Gram, uji biokimia dengan metode uji katalase dan uji motilitas, dan uji aktivitas antibakteri menggunakan kertas cakram. Dari hasil penelitian dengan karakteristik mikrosopik pewarnaan Gram menunjukkan hasil Gram positif,dan karekteristik makroskopik pada uji katalase negatif, uji motilitas negatif, dan daya hambat isolat 5 dan 6 memiliki kemampuan dalam menghambat bakteri uji. Diameter penghambatan yang didapatkan yaitu pada Staphylococcus aureus diameter penghambatan yaitu 7,1±0,52 mm dan 7,65±0,38 mm, pada Escherichia coli diameter penghambatan yaitu 7,86±0,08 mm dan 6,36±0,29 mm dan pada Salmonella thypi diameter penghambatan yaitu 6,43±0,06 mm dan 7,13±0,08 mm. Isolat yang didapatkan dari kombucha teh yaitu sebanyak 6 isolat, dan merupakan bakteri Gram positif, bentuk sel bulat, berwarna putih tulang, dengan tepi entire dan elevasi flat, yang diketahui memiliki potensi dalam menghambat bakteri Eschericia coli, Staphylococcus aureus, dan Salmonella thypi.
Uji Toksisitas Subkronis Ekstrak Herba Suruhan (Peperomia pellucida (L.) Kunth) Terhadap Parameter Hematologi Tikus Putih (Rattus norvegicus) Nur Alfiah Irfayanti; Agus Sangka; Nurul Ayu Handayani
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.387

Abstract

Uji toksisitas subkronis dilakukan untuk mengetahui efek toksik yang dihasilkan setelah pemberian sediaan uji dosis berulang yang diberikan secara oral. Tumbuhan suruhan mengandung senyawa alkaloid, flavanoid, tanin, saponin, steroid dan terpenoid. Tujuan penelitian untuk mengetahui efek toksisitas subkronis pemberian ekstrak etanol herba suruhan (Peperomia pellucida (L.) Kunth) dosis 500 mg/kg BB, 750 mg/kg BB dan 1000 mg/kg BB dengan melihat perubahan jumlah yang terjadi dari hasil pemeriksaan hematologi (eritrosit, leukosit, dan trombosit) tikus putih (Rattus norvegicus) Jantan. Metode penelitian ini menggunakan metode ekstraksi meserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Hewan uji yang digunakan adalah tikus putih sebanyak 12 ekor, dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok I  kontrol negatif diberi Na-CMC 0,5%, kelompok II, III dan IV masing- masing diberi ekstrak etanol herba suruhan (EEHS) dengan dosis 500 mg/kg BB, 750 mg/kg BB dan 1000 mg/kg BB. Pemberian dilakukan dengan dosis berulang selama 28 hari. Pemeriksaan darah dilakukan menggunakan alat Hematology Analyzer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol herba suruhan (Peperomia pellucida (L.) Kunth) dosis 500 mg/kg BB, 750 mg/kg BB dan 1000 mg/kg BB tikus tidak menimbulkan toksisitas subkronis terhadap leukosit, trombosit, dan eritrosit yang aktivitasnya sama dengan kontrol negatif Na. CMC 1% (p<0,05).
Antimicrobial Activity Of Mouthwash Ethanol Extract of Curcuma purpurascens Bl. (Temu Blenyeh) as Affected by Sodium Lauryl Sulfate Concentration Variations Ratna Tika Nikhmatul Laili; Oktariani Pramiastuti; Arifina Fahamsya
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.391

Abstract

Oral and dental health problems are usually caused by pathogenic microbes such as Streptococcus mutans and Candida albicans. Sodium lauryl sulfate is a foamer that can remove microorganisms in the oral cavity. Using mouthwash is considered the easiest and most effective because it can reach between the teeth. Therefore, the aim of this research is to create and see the effect of varying the concentration of sodium lauryl sulfate in mouthwash preparations of ethanol extract of temu blenyeh (Curcuma purpurascens Bl.) on inhibiting the growth of microbes such as Streptococcus mutans and Candida albicans. The results of testing the antimicrobial activity of mouthwash preparations against Streptococcus mutans bacteria were classified as very weak in formulation (0), namely 3.00 mm, then in the medium category, namely in formulation (I) 5.30 mm, formulation (II) 6.66 mm, and formulation (III) 10.33 mm, while the fungus Candida albicans is classified as very weak in formulation (0), namely 4.00 mm. Then it is classified as medium with an average diameter of the inhibition zone, namely formulation (I) of 5.53 mm, formulation (II) of 8.00 mm, and formulation (III) of 8.58 mm. From these results, it can be concluded that there is an effect of using varying concentrations of sodium lauryl sulfate in each formula on the antimicrobial activity of Streptococcus mutans and Candida albicans.
Pengaruh Jenis Pelarut Terhadap Kadar Fenolik dan Flavonoid Total Daun Kesambi (Schleichera oleosa. L) Asal kabupaten Gowa Nursamsiar Nursamsiar; Alfad Fadri; Marwati Marwati; Fitriyanti Jumaetri Sami; Nur Syam Hidayah Rahma Ismail; Henny Kasmawati
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.394

Abstract

Daun kesambi (Schleichera oleosa L.) merupakan tanaman yang banyak digunakan dalam pengobatan karena mengandung metabolit primer maupun sekunder seperti fenolik dan flavonoid. Efek farmakologi dari tanaman ini merupakan sumbangan dari adanya senyawa golongan fenolik dan flavonoid. Penarikan kandungan senyawa dari tanaman dipengaruhi oleh tingkat kepolaran pelarut berdasarkan prinsip like dissolve like. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kadar flavonoid dan fenolik total pada daun kesambi dengan variasi cairan penyari. Simplisia kering daun kesambi diekstraksi menggunakan berbagai pelarut dengan metode ultrasonic assisted extraction (UAE) yang dimulai dengan n-heksan dan dilanjutkan secara berturut-turut dengan etil asetat, aseton dan metanol. Penentuan kadar fenolik dan flavonoid total dari semua ekstrak daun kesambi dilakukan secara kolorimetri dengan menggunakan reagen kimia dan absorbansinya diukur dengan menggunakan spektrofotometer UV-Visible. Hasil penelitian menunjukkan Kadar fenolik total pada ekstrak daun kesambi diperoleh hasil ekstrak aseton sebesar 355,3 ± 3,74 (mgEAG/g), ekstrak etil asetat sebanyak 158,3 ± 3,33 (mgEGA/g), ekstrak metanol 86,2 ± 1,08 (mgEAG/g) dan ekstrak n-heksan 18,5 ± 0,45 (mgEGA/g). Sementara itu, kadar flavonoid total ekstrak daun kesambi diperoleh hasil ekstrak etil asetat 166,3 ± 3,72 (mgEQ/g), ekstrak aseton 61,4 ± 2.60 (mgEQ/g), ekstrak metanol 65,7 ± 0,65 (mgEQ/g) dan ekstrak n-heksan sebesar 33,7 ± 0,83 (mgEQ/g). Kadar fenolik total tertinggi diperoleh pada ekstrak aseton dan kadar flavonoid total tertinggi diperoleh pada ekstrak etil asetat.