cover
Contact Name
Muhammad Isrul
Contact Email
isrulfar@gmail.com
Phone
+628114053811
Journal Mail Official
jurnalpharmaconmw@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Farmasi, STIKES Mandala Waluya Kendari Jalan A.H Nasution No. G-37, Kendari
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
ISSN : 24426032     EISSN : 25989979     DOI : 10.35311
Core Subject : Health,
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia merupakan jurnal (Open Journal System) untuk informasi bidang ilmu farmasi yang memuat kajian tentang ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bentuk tulisan ilmiah, studi kepustakaan dan studi empirik. Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia telah memiliki ISSN cetak : 2442 - 6032 dan ISSN online : 2598-9979 Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia terbit 2 kali setahun (Bulan Juni dan Desember).
Arjuna Subject : -
Articles 284 Documents
Uji Aktivitas Antiinflamasi Salep Ekstrak Daun Cengkeh (Syzygium aromaticum) Wima Anggitasari; Iski Weni Pebriarti; Bella Kharisma Rindiantika
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.395

Abstract

Inflamasi merupakan suatu bentuk respon protektif normal tubuh untuk menginaktivasi atau menghancurkan mikroorganisme maupun benda asing yang menyerang serta mengatur derajat perbaikan jaringan. Nonsteroid Antiinflamatory Drugs (NSAIDs) adalah salah satu obat yang dapat mengatasi inflamasi. Beberapa masalah yang dapat muncul sebagai karena penggunaan obat ini adalah Adverse Drug Reactions (ADR). Salah satu tanaman yang berpotensi untuk dikembangkan adalah cengkeh. Sediaan salep memiliki kelebihan dimana resiko timbulnya ADR lebih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas salep ekstrak daun cengkeh pada berbagai formulasi dosis dari ekstrak daun cengkeh. Ekstrak dibuat menggunakan metode maserasi menggunakan pelarut etanol. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental menggunakan hewan uji tikus. Tikus dibagi menjadi lima kelompok yaitu kelompok I (vaselin album), kelompok II (salep hidrokortison 2,5%), kelompok III (salep formula I), kelompok IV (salep formula II) dan kelompok V (salep formula III). Masing-masing tikus diuji aktivitas antiinflamasinya dengan menggunakan induksi karagenan untuk menimbulkan efek inflamasi. Besarnya udem didapatkan dari pengukuran lipatan kulit punggung tikus. Setelah itu tikus diberi perlakuan sesuai dengan kelompoknya dan diamati perubahan udem selama 6 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok salep hidrokortison memiliki aktivitas antiinflamasi yang paling tinggi. Pada kelompok ekstrak, salep formula III (salep yang mengandung ekstrak daun cengkeh 40% dan vaselin putih 60%) memiliki aktivitas antiinflamasi yang paling besar jika dibandingkan dengan formula II (salep yang mengandung ekstrak daun cengkeh 20% dan vaselin putih 80%) dan formula I (salep yang mengandung ekstrak daun cengkeh 10% dan vaselin putih 90%).
Formulasi Sediaan Lip Balm Kombinasi Ekstrak Etanol 96% Herba Kancing Ungu (Borreria laevis Lamk.) dan Ekstrak Etanol 96% Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana Linn.) Sebagai Antioksidan Wa Ode Yuliastri; Rifa'atul Mahmudah; La Ode Hamiru; Rismayanti Fauziah; Bai Athur Ridwan; Wanda Salsyafirah
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.396

Abstract

Bibir membutuhkan perlindungan agar kelembabannya tetap terjaga. Tanaman yang kaya akan senyawa fenolik dan masih minim di manfaatkan adalah herba kancing ungu (Borreria laevis Lamk.) yang mengandung antioksidan, serta Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana Linn.) yang memiliki kandungan vitamin C dan xanton yang mampu melindungi sel dan mengurangi kerusakan sel akibat radikal bebas. Antioksidan dapat memperkuat lapisan pelindung kulit dan mencegah hilangnya cairan dari jaringan kulit yang merupakan penyebab utama kulit kering. Penelitian ini bertujuan bertujuan untuk menghasilkan sediaan lip balm yang memenuhi syarat evaluasi fisik sediaan dan memiliki aktivitas antioksidan yang baik. Jenis penelitian ini adalah penelitiaan laboratorium eksperimental. Populasi pada penelitian ini adalah herba kancing ungu dan kulit buah manggis yang di ekstraksi dengan metode maserasi yang diformulasikan dalam bentuk sediaan lip blam. Dalam penelitian ini dibuat 3 formula (F1, F2, dan F3) yang mengandung ekstrak herba kancing ungu 6,25% dengan kombinasi variasi ekstrak kulit buah manggis masing-masing 2%, 5% dan 10%. Kemudian dilakukan evaluasi stabilitas sediaan meliputi uji organoleptik, pH, homogenitas, daya sebar, titik leleh, kelembaban, serta dilakukan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Hasil penelitian diperoleh sediaan lip balm memenuhi syarat evaluasi stabilitas sediaan yang meliputi uji organoleptik, pH, daya sebar, titik lebur dan uji kelembaban, serta F1 menjadi sediaan yang paling banyak disukai dan memiliki homogenitas memenuhi evaluasi stabilitas sediaan. Hasil uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH diperoleh IC50 pada F1  45,2763 µg/mL, F2 41,6363 µg/mL, F3  40,88544 µg/mL. Diharapkan penelitian selanjutnya dilakukan pengujian lebih lanjut dengan parameter yang berbeda, yaitu uji cycling test dan uji iritasi.
Optimasi dan Karakterisasi Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) Ekstrak Etanol Daun Kirinyuh (Chromolaena odorata L.) Wa Ode Ida Fitriah; Zakrawan Ananda Putra Pratama; Rina Andriani; Rismayanti Fauziah; Muhammad Isrul
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.397

Abstract

Daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) mengandung senyawa seperti alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, fenolik dan steroid. Senyawa flavonoid merupakan suatu senyawa yang dapat memberikan efek anti-inflamasi. Senyawa flavonoid memiliki kelarutan dalam air dan oral bioavailabilitas yang rendah dalam kisaran 2-20%. Salah satu satu cara untuk meningkatkan kelarutan adalah dengan membuatnya dalam bentuk sediaan Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS). Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh formula optimum dan mengetahui karakteristik SNEDDS ekstrak etanol daun kirinyuh. Optimasi SNEDDS ektrak etanol daun kirinyuh dilakukan menggunakan software D-Optimal Design Expert Ver. 7.1.5, kemudian formula optimal yang diperoleh dilakukan pengukuran karakteristik waktu emulsifikasi, % transmittan, ukuran partikel dan indeks polidispersitas (IP). Analisis data diperoleh dari analisis statistik ANOVA yang ada pada software D-Optimal Design Expert Ver. 7.1.5. SNEDDS ekstrak etanol daun kirinyuh menggunakan olive oil sebagai fase minyak, tween 80 sebagai surfaktan dan PEG 400 sebagai ko-surfaktan. Hasil optimasi formula SNEDDS ekstrak etanol daun kirinyuh yaitu olive oil 11,1%, tween 80 72,16% dan PEG 400 16,74%. Karakteristik formula optimal SNEDDS ekstrak etanol daun kirinyuh yang diperoleh yaitu waktu emulsifikasi 36±2 detik, % transmittan 97,6±0,41%, ukuran partikel 200 nm dan indeks polidispersitas (IP) 0,38. Berdasarkan karakteristik yang diperoleh pada semua pengamatan, sediaan SNEDDS daun kirinyuh memenuhi karakteristik SNEDDS yang baik dan berpotensi untuk dikembangkan menjadi sediaan obat.
Evaluasi Penggunaan Antibiotik dengan Metode ATC/DDD dan DU90% pada Pasien Pneumonia di RSD X Tahun 2022 Anak Agung Ngurah Putra Riana Prasetya; I Gede Eka Juni Suteja Wijaya; Putu Dian Marani Kurnianta
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.398

Abstract

Pneumonia merupakan penyakit saluran pernafasan yang terjadi akibat infeksi mikroorganisme dengan penggunaan antibiotik yang dapat menjadi salah satu penyebab tidak rasionalnya penggunaan obat. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memastikan penggunaan antibiotik yang rasional yaitu melakukan evaluasi penggunaan obat (EPO). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan evaluasi penggunaan antibiotik dengan metode ATC/DDD (DDD/100 hari rawat) dan DU 90% pada pasien pneumonia rawat inap di RSD X Kabupaten Badung tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian retrospektif observasional rancangan cross sectional dengan teknik simple random sampling. Kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu data rekam medis pasien pneumonia rawat inap pasien berusia 18 – 65 tahun yang menerima antibiotik (memiliki kode ATC) pada periode Januari – Desember 2022. Kriteria eksklusi penelitian adalah data rekam medis pasien yang dirujuk, meninggal, dan pulang paksa. EPO dilakukan dengan metode DDD/100 hari rawat dan DU 90% dengan penilaian rasionalitas pengobatan berdasarkan formularium nasional. Terdapat 15 antibiotik dengan total nilai DDD/100 hari rawat sebesar 171,85 dan penggunaan terbanyak yaitu infus levofloksasin (79,88), dan injeksi seftriakson (40,52). Antibiotik dalam segmen DU 90% yaitu infus levofloksasin (46,51%), injeksi seftriakson (23,60%), tablet azitromisin (4,74%), injeksi sefoferason (4,18%), injeksi meropenem (4,06%), infus siprofloksasin (3,89%), dan tablet levofloksasin (3,59%). Berdasarkan hasil evaluasi diketahui bahwa antibiotik spektrum luas (florokuinolon, sefalosporin, atau makrolida) paling banyak digunakan pada pasien pneumonia. Tingginya nilai total DDD/100 hari rawat menunjukkan bahwa semakin tinggi pula  tingkat pemakaian antibiotik dalam 100 hari rawat serta banyaknya obat yang masuk dalam segmen DU 90% menandakan kurang selektifnya pemilihan antibiotik dalam terapi.
Efektivitas Gel Kombinasi Ekstrak Kulit Buah Naga Merah dan Daun Cocor Bebek Terhadap Luka Bakar Putri Ayu Puspita Sari; Florencya Florencya; I Gusti Agung Ayu Mayun Mayuni; Anak Agung Gede Rai Yadnya Putra
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.401

Abstract

Luka bakar terjadi ketika jaringan tubuh terkena sumber panas secara langsung. Penelitian ini berguna untuk membuktikan hipotesis bahwa ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dan ekstrak daun cocor bebek (Kalanchoe pinnata L) dapat meningkatkan efektivitas penyembuhan luka bakar ketika dikombinasikan. Penelitian ini memakai lima kelinci putih jantan New Zealand yang mana setiap satunya dilukai empat luka. Plat besi dengan diameter 3 cm yang dipanaskan hingga membara digunakan untuk membuat luka bakar. Nilai AUC dihitung dari hasil data pengamatan untuk memperoleh nilai AUC total yang kemudian dianalisa dengan statistik memakai One Way Anova pada taraf keyakinan 95%. Berdasarkan analisis diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,001 (p<0,05). Nilai ini menunjukkan terdapat perbedaan bermakna di antara setiap perlakuan. Hasil analisis lanjutan Post-Hoc Duncan menegaskan bahwa sediaan gel F1 (kombinasi ekstrak kulit buah naga merah 10% dan daun cocor bebek 2,5%) dan F2 (gel tunggal ekstrak kulit buah naga merah) secara statistik memiliki efektivitas penyembuhan luka bakar yang tidak berbeda dengan kontrol positif bioplacenton. Dalam hal ini, berarti tidak ada perbedaan bermakna antara F1, F2 dan kontrol positif bioplacenton dengan nilai signifikansi yang diperoleh sebesar 0,417 dan 0,342 (p>0,05). Meskipun demikian, gel kombinasi (F1) memiliki persentase kesembuhan tertinggi, yaitu sebesar 92%.
Formulasi dan Uji Aktivitas Antioksidan Sediaan Masker Gel Peel-Off Ekstrak Etanol Daun Kelengkeng (Dimocarpus longan L.) Dian Rahmaniar Trisnaputri; Citra Dewi; Siti Nur Anisa; Muhammad Isrul; Wa Ode Ida Fitriah
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.402

Abstract

Daun kelengkeng (Dimocarpus longan L.) diketahui memiliki aktivitas antioksidan yang dapat meredam radikal bebas. Dipasaran sediaan yang mengandung antioksidan sudah sangat banyak, salah satunya dalam bentuk sediaan masker gel peel-off. Tujuan dari penelitian ini untuk memformulasikan sediaan masker gel peel-off dari ekstrak daun kelengkeng serta untuk mengetahui stabilitas dan aktivitas antioksidan dari sediaan masker tersebut dengan menggunakan metode DPPH. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental. Ekstrak daun kelengkeng (Dimocarpus longan L.) dibuat dengan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 96%. Masker gel peel-off diformulasikan dengan persentase ekstrak sebesar F0 (tanpa ekstrak), FI (5%), FII (10%) dan FIII (15%). Uji aktivitas antioksidan sediaan masker gel peel-off dilakukan pada konsentrasi 20 ppm, 30 ppm, 40 ppm dan 50 ppm. Vitamin C digunakan sebagai kontrol positif. Pengukuran absorbansi dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan masker gel peel-off ekstrak daun kelengkeng memenuhi syarat uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, waktu kering dan cycling test. Sedangkan pada uji aktivitas antioksidan sediaan masker gel peel-off pada konsentrasi 5%, 10% dan 15% dengan metode DPPH memiliki nilai IC50 berturut-turut yaitu 29,806 ppm, 11,807 ppm dan 26,249 ppm. Kesimpulan dari penelitian ini adalah formula III memiliki nilai IC50 sebesar 26,249 ppm yang dikategorikan sebagai antioksidan sangat kuat.
Efektivitas Nanoemulgel Kombinasi Ekstrak Daun Mimba dan Lidah Buaya untuk Terapi Skabies Dewi Wulandari; Ni Putu Rika Noviyanti; Luh Wardani; Sagung Chandra Yowani
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.403

Abstract

Skabies seringkali diabaikan padahal apabila tidak ditangani dengan cepat dan tepat maka akan dapat menimbulkan infeksi sekunder contohnya impetigo bahkan septikemia pada lesi skabies. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui formulasi nanoemulgel dari kombinasi ekstrak daun mimba dan lidah buaya yang optimal serta mengetahui efektivitas nanoemulgel tersebut untuk terapi skabies. Formula optimum nanoemulgel diperoleh melalui software Design Expert. Dibuat 3 sediaan nanoemulgel dengan variasi konsentrasi kombinasi ekstrak daun mimba dan lidah buaya yaitu 1%, 2%, dan 3%. Evaluasi sifat fisik nanoemulgel meliputi pengujian daya sebar, viskositas, dan pH. Aktivitas skabisida diketahui melalui pengujian secara in vivo selama 9 hari pada hewan uji kucing yang terinfeksi skabies. Analisis data berupa analisis deskriptif dimana skor diberikan pada hasil pengamatan sesuai dengan parameter uji. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini yaitu formula optimum nanoemulgel memiliki konsentrasi karbopol 940 sebesar 0,724% dan TEA sebesar 0,376%. Dari hasil skor sebelum perlakuan (P0) dan sesudah perlakuan ke-9 (P9), diketahui bahwa rata-rata selisih yang paling besar terdapat pada nanoemulgel dengan konsentrasi 3%. Melalui penambahan perlakuan hingga hari ke-12, diketahui bahwa pemberian nanoemulgel dengan kombinasi ekstrak 3% mampu mempengaruhi pertumbuhan rambut baru paling baik. Dengan demikian, nanoemulgel kombinasi ekstrak daun mimba dan lidah buaya efektif dan dapat dijadikan alternatif terapi pada penderita skabies.
Potensi Hepatoprotektor dan Antioksidan dari Rimpang Olae (Etlingera calophrys (K. Schum) A. D. Poulsen) Loly Subhiaty Idrus; Adryan Fristiohady; Arfan Arfan; Sitti Raodah Nurul Jannah; Irvan Anwar; Nurramadhani A. Sida; Wahyuni Wahyuni; Idin Sahidin; Agung Wibawa Mahatva Yodha
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.409

Abstract

Tanaman dari genus Etlingera terbukti memiliki aktivitas antioksidan. Antioksidan memiliki peran dalam melindungi sel dari stres oksidatif dan peradangan yang disebabkan oleh kerusakan hati sehingga berkontribusi terhadap efek hepatoprotektif. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi aktivitas antioksidan dan hepatoprotektor dari ekstrak etanol Etlingera calophrys (EEEC) pada mencit jantan galur BALB/c usia 8-10 minggu yang diinduksi karbon tetraklorida (CCl4). Pengujian antioksidan dilakukan menggunakan metode ABTS. Pengujian hepatoprotektor menggunakan tiga variasi dosis EEEC (100, 250 dan 500 mg/kgBB) yang diberikan secara oral selama tujuh hari berturut-turut dan kemudian dilakukan evaluasi parameter biokimia darah yaitu SGOT, SGPT dan ALP. Setelah itu, hasil yang didapatkan dianalisis menggunakan oneway ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan EEEC memiliki nilai IC50 sebesar 20,03 mg/L. EEEC juga memiliki efek hepatoprotektor pada dosis dosis 100 mg/kgBB yang ditunjukan dengan adanya penurunan kadar SGOT, SGPT, dan ALP secara signifikan (p < 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol Etlingera calophrys memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dan berpotensi sebagai hepatoprotektor dengan mekanisme yang melibatkan aktivitas antioksidan dan kandungan flavonoid serta fenolik yang ditemukan dalam ekstrak.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Granul Antidiabetes Menggunakan Ekstrak Daun Jati (Tectona grandiss Linn F.) Sebagai Zat Aktif Rina Andriani; Rifa'atul Mahmudah; Nuralifah Nuralifah; Sitti Raodah Nurul Jannah; Nurramadhani A. Sida; Nurul Hikmah; Nita Trinovitasari; Wiwin Putri Wulandari
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.410

Abstract

Daun jati (Tectona grandiss Linn F.) merupakan tumbuhan dari keluarga verbenacea yang dibudidayakan di Indonesia. Ekstrak daun jati yang memiliki beberapa senyawa metabolit sekunder antara lain saponin, alkaloid, asam fenolik, steroid, tanin, kuinon, dan flavonoid. Hasil penelitian telah menunjukkan bahwa ekstrak daun jati terbukti menurunkan kadar glukosa darah pada tikus. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sediaan granul yang mengandung ekstrak daun jati dan mengetahui sifat fisik granul yang dihasilkan. Granul dibuat menggunakan metode granulasi basah, massa granul yang dihasilkan kemudian dievaluasi dengan beberapa uji seperti: uji organoleptik, uji kecepatan alir, uji sudut diam, uji kerapatan nyata, uji kerapatan mampat, uji kompresibilitas, uji rasio hausner, uji kelembapan dan kadar air, uji ukuran dan distribusi ukuran granul, dan uji kerapuhan. Granul yang dihasilkan memiliki bau khas dan warna kecoklatan yang berasal dari ekstrak serta rasa manis dari sukralosa. Ketiga formula seluruhnya memenuhi syarat kecepatan alir, sudut diam, kerapatan nyata, kerapatan mampat, kompresibilitas, rasio hausner, kelembapan dan kadar air, ukuran dan distribusi ukuran granul, serta kerapuhan. Ekstrak daun jati dapat diformulasikan menjadi sediaan granul dengan hasil paling optimum terdapat terdapat pada formula III dengan nilai uji kecepatan alir 36,1 g/detik, sudut diam 14,74º, kerapatan nyata 0,32 g/mL, nilai kerapatan mampat 0,34 g/mL, nilai indeks kompresibilitas 5,99%, nilai rasio hausner 1,06, nilai kelembapan 3,93%, nilai kadar air 4,11%, nilai distribusi ukuran partikel 13,16 gram pada mesh nomor 40 dengan ukuran granul yaitu 400µm, dan nilai kerapuhan 0,75%.
Kadar Fenolik Total, Kadar Flavonoid, dan Aktivitas Antioksidan Dari Ekstrak Kulit Buah Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) Varietas Pemalang Novi Irwan Fauzi; Irma Erika Herawati; Ginayanti Hadisoebroto
Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Mandala Pharmacon Indonesia
Publisher : Program Studi Farmasi Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35311/jmpi.v9i2.413

Abstract

Nanas (Ananas comosus (L.) Merr. varietas Pemalang merupakan buah yang dapat dikonsumsi dalam bentuk segar maupun olahannya. Nanas yang terdapat di Indonesia sangat bervariasi, salah satunya adalah varietas Pemalang. Nanas varietas Pemalang memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan dengan buah nanas lainnya. Buah nanas memiliki bagian yang dapat dibuang seperti kulit dan menjadikannya sebagai limbah. Kulit nanas diketahui mengandung senyawa metabolit sekunder yang bermanfaat seperti vitamin C, karotenoid, dan flavonoid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memanfaatkan limbah kulit buah nanas dan mengetahui kadar fenolik total, flavonoid, dan aktivitas antioksidannya. Kulit buah nanas diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%, penetapan kadar fenolik total menggunakan pembanding asam galat, sedangkan penetapan kadar flavonoid menggunakan pembanding kuersetin, Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode penghambatan radikal bebas DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Metode Folin-Ciocalteu digunakan untuk menentukan kadar fenolik, sementara metode Chang digunakan untuk menentukan kadar flavonoid. Kadar fenolik total dan flavonoid dari penelitian ini berturut-turut adalah 63,44 mg GAE/g; 50,43 mg QE/g. Sementara nilai IC50 untuk aktivitas antioksidan dari ekstrak kulit buah nanas sebesar 296,97 ppm yang termasuk ke dalam kategori sangat lemah.