cover
Contact Name
Ahmad Kholiqul Amin
Contact Email
choliqamin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
lppm@ikippgribojonegoro.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Edutama
  • Jurnal Pendidikan Edutama
  • Website
Published by IKIP PGRI BOJONEGORO
ISSN : 23392258     EISSN : 2548821X     DOI : -
Core Subject : Education,
Edutama Journal of Education (Jurnal Pendidikan Edutama) is double -blind peer reviewed open access journal that provides publication of articles in all education field. it aims to promote excellence through the dissemination of high-quality research finding in provide a platform scientists and academicians all over the world to promote, share and discuss various and issues developments in different areas of educational research.
Arjuna Subject : -
Articles 419 Documents
Efektifitas E-Modul Interaktif Berbasis Google Sites Mata Pelajaran IPA Listrik Statis dan Dinamis untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kreatif SIswa MTs Sulik Ratnawati; SUpeno Supeno; Sri Wahyuni
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 10, No 1 (2023): January 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v10i1.2997

Abstract

Abstract: Creative thinking skills are needed, especially science lessons based on experimental activities, data collection, observation and inference to get original results. Static electricity and dynamic electricity are difficult branches of natural science, as evidenced by the low learning outcomes. Need proper learning resources to develop students' creative thinking skills. This study aims to test the effectiveness of interactive e-modules based on static and dynamic electricity Google sites to improve students' creative thinking skills. This research was conducted descriptively using the Addie model for 9th grade students at 3 Madrasahs in Lumajang district, the research variables were e-module and creative thinking skills, data were obtained from tested the effectiveness of the e-module. The results of the analysis show that the e-module is valid with a percentage of 78%, and the average N-Gain score for creative thinking skills is 75.21 (high) in the experimental class and 65.68 (moderate) in the control class. This study proves that interactive e-modules can improve students' creative thinking skills at 3 Madrasahs from medium to high categories. Keywords: E-module, Google sites, static electricity, dynamic electricity, creative thinking skills. Abstrak: Keterampilan berpikir kreatif sangat diperlukan, utamanya pelajaran IPA yang berbasis kegiatan eksperimen, pengumpulan data, pengamatan dan menyimpulkan untuk mendapatkan hasil yang orisinil. listrik statis dan listrik dinamis merupakan salah satu cabang ilmu IPA yang sulit, terbukti dengan hasil belajar yang cenderung turun. Perlu sumber belajar tepat untuk mengembangkan ketrampilan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektifitas e-modul interaktif berbasis Google sites listrik statis dan dinamis untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa. Penelitian ini dilakukan secara diskriptif menggunakan model Addie pada siswa kelas 9 di 3 Madrasah dikabupaten Lumajang, variable penelitian e-modul dan keterampilan berpikir kreatif, data diperoleh dari hasil uji keefektifan e-modul. Hasil analisis menunjukkan e-modul valid dengan prosentase 78%, dan  rata-rata N-Gain score ketrampilan berpikir kreatif 75,21 (tinggi) pada kelas eksperimen  dan 65,68 (sedang) pada kelas kontrol. Penelitian ini membuktikan e-modul interraktif mampu meningkatkan keterampilan berpikir kreatif siswa pada 3 Madrasah dari katagori sedang menjadi tinggi. Kata Kunci : E-modul, Google sites, listrik statis, listrik dinamis, keterampilan berpikir kreatif.
The Effect of Covid 19 on Students’ Emotional Intelligence in Language Learning Wildona Zumam; Mohammad Amiruddin; Nur Syakherul Habibi
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 10, No 1 (2023): January 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v10i1.2967

Abstract

Abstract: The purpose of this study is to determine the impact of the COVID 19 pandemic on students' emotional intelligence in language acquisition. This is an experimental study that employs a quantitative method. In this study, students in higher education are treated as a subset of the population. The sampling size is determined using a random sampling approach. This study's subjects are 36 students. The paired t test approach is used to assess the data. The study's findings indicate that sig (p) is substantial. It is less than 0.05. (it is 0.000). The distinction can be deemed true. Before COVID 19, the mean was 59.30; after COVID 19, the mean was 49.33. It suggests that pupils prior to the COVID 19 pandemic had higher emotional intelligence in language acquisition than students after the epidemic. It implies that teachers and members of educational society in higher education are expected to provide students with a suitable environment in order to provide students with consequential input as well as provide students with interface in an attempt to maintain the regularity of experiencing English; additionally, it is suggested that members of scholar society are expected to provide significant input for the students. Keywords:  Effect, COVID 19, Emotion, Intelligence, Learning  Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak pandemi COVID 19 terhadap kecerdasan emosional siswa dalam pemerolehan bahasa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang menggunakan metode kuantitatif. Dalam studi ini, mahasiswa di pendidikan tinggi diperlakukan sebagai bagian dari populasi. Sampel ditentukan dengan menggunakan pendekatan random sampling. Subyek penelitian ini berjumlah 36 siswa. Pendekatan uji t berpasangan digunakan untuk menilai data. Temuan studi menunjukkan bahwa sig (p) adalah substansial. Ini kurang dari 0,05. (ini adalah 0,000). Perbedaan itu bisa dianggap benar. Sebelum COVID 19, rata-ratanya adalah 59,30; setelah COVID 19, rata-ratanya adalah 49,33. Ini menunjukkan bahwa siswa sebelum pandemi COVID 19 memiliki kecerdasan emosional yang lebih tinggi dalam penguasaan bahasa daripada siswa setelah epidemi. Ini menyiratkan bahwa guru dan anggota masyarakat pendidikan di pendidikan tinggi diharapkan untuk menyediakan lingkungan yang cocok bagi siswa untuk memberikan siswa dengan masukan konsekuensial serta menyediakan antarmuka siswa dalam upaya untuk menjaga keteraturan mengalami bahasa Inggris; Selain itu, disarankan agar para civitas akademika dapat memberikan masukan yang signifikan bagi para mahasiswa. Kata kunci: Pengaruh, COVID 19, Emosi, Kecerdasan, Pembelajaran
VAKSIN sebagai Salah Satu upaya Memaksimalkan Pembelajaran Asinkronus Mandiri Anita Dewi Utami; Puput Suriyah; Cahyo Hasanudin; M. Zainudin
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 10, No 1 (2023): January 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v10i1.2650

Abstract

Abstract: The use of animated videos in blended learning is an alternative to maximize independent asynchronous learning. The objective of this study was to investigate the implementation of student exchange in geometry lectures using blended learning with animated videos to maximize autonomous asynchronous learning. The implementation of the VAKSIN-assisted blended learning model via the Moodle LMS was documented in this qualitative descriptive research. This qualitative study did not involve a social situation. It consisted of the third-semester students of the Mathematics Education Study Program who took Geometry lectures at three campuses in Indonesia: IKIP PGRI Bojonegoro, PGRI Madiun University, and the Muhammadiyah University of Kotabumi Lampung. This study gathered data through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed through the stages described by Matthew B. Miles and A. Michael Huberman. According to the findings of this study, the use of the VAKSIN-assisted Blended Learning Model via LMS Moodle is one of the most effective learning models in the 5.0 revolution era as a support for the implementation of MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) in Indonesia. Keywords: Animated video, online learning, blended learning, asynchronous learning  Abstrak: Penggunaan video animasi pada pembelajaran blended merupakan salah satu alternatif untuk memaksimalkan pembelajaran asinkronus mandiri. Tujuan   penelitian   ini   adalah   memotret keterlaksanaan pertukaran mahasiswa dalam perkuliahan geometri yang dilakukan dengan pembelajaran blended dengan melibatkan video animasi untuk memaksimalkan pembelajaran asinkronus mandiri. Penelitian deskriptif kualitatif ini memotret keterlaksanaan model blended learning berbantuan VAKSIN melalui LMS Moodle. Penelitian kualitatif tidak ini melibatkan social situation yang terdiri atas mahasiswa semester 3 Program studi Pendidikan Matematika yang mengikuti perkuliahan Geometri di 3 kampus yang ada di Indonesia, yaitu IKIP PGRI Bojonegoro, Universitas PGRI Madiun, dan Universitas Muhammadiyah Kotabumi Lampung. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan langkah-langkah menurut Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Model Blended Learning berbantuan VAKSIN melalui LMS Moodle merupakan salah satu model pembelajaran yang efektif di era revolusi 5.0 sebagai penunjang untuk implementasi MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) di Indonesia. Keywords: Video animasi, pembelajaran daring, blanded learning, asinkronus.
Upgrading Students’ Vocabularies Using SMS (Semantic Mapping Strategy) in Post Pandemic Era Ayu Fitrianingsih
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 10, No 1 (2023): January 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v10i1.2955

Abstract

Abstract: In the post pandemic era, the students are supposed to have better knowledge. Many of them got learning loss because of distance learning (Engzell, Frey, & Verhagen, 2021). This study aims to upgrade the students’ vocabularies using semantic mapping strategy (SMS). This classroom action research was conducted to the seventh grade students of SMP Plus Al hidayah Parengan. The data is collected using test, observation, and interview. The results of study reveal that the average of students’ scores who pass the grade in pre-test is 30%. In cycle 1, it increases into 50%. It is more increased in cycle II in which the average of students’ scores who pass the grade is 90%. It can be concluded that the semantic mapping strategy is able to upgrade the students’ vocabulary mastery especially in post pandemic era.  Keywords: Students’ Vocabulary, Semantic Mapping Strategy, Post Pandemic Era  Abstrak: Pada masa setelah pandemi usai, siswa diharapkan memiliki pengetahuan yang jauh lebih baik. Menurut pendapat Engzell, Frey, dan Verhagen (2021), kebanyakan dari siswa tersebut mengalami ‘learning loss’ atau kerugian belajar. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kosakata siswa dengan menggunakan strategi pemetaan semantik/semantic mapping strategy. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan pada siswa kelas 7 di SMP Plus Al Hidayah Parengan. Data didapatkan melalui tes, observasi, dan interview. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa yang melampaui batas ketuntasan sebanyak 30%. Pada siklus I, terjadi peningkatan nilai rata-rata siswa yang melampaui batas ketuntasan sebanyak 50%. Hal ini juga terjadi pada siklus II dimana rata-rata nya menjadi 90%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa strategi pemetaan semantic mampu meningkatkan penguasaan kosakata siswa terutama di masa setelah pandemic ini.  Kata Kunci: Kosakata Siswa, Strategi Pemetaan Semantik, Pasca Pandemi
RC4 (Reading, Constructing, Collecting, Changing, Concluding) Learning Model to Enhance Students’ Scientific Literacy Skills: Is It Effective? Fersty Isna Kusumawardani; Indrawati Indrawati; Pramudya Dwi Aristya Putra
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 10, No 1 (2023): January 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v10i1.3001

Abstract

Abstract: This study aims to identify the level of effectiveness of the application of the RC4 learning model on students' scientific literacy skills in science learning at junior high school. The participants involved in the present research consisted of 30 students from 7B class at SMP Negeri 1 Jember, East Java, Indonesia. The current research employed One Group with Pre-Test and Post-Test Research Design. Two trial sessions on Environmental Pollution and the Solar System material were administered. Data obtained from students' scientific literacy tests were analyzed using the Normalize Gain (N-Gain) formulation. The average N-Gain value in the small group trial showed a result of 0.53 and in the large group trial, it showed a result of 0.54. It can be concluded that the level of effectiveness of applying the RC4 learning model to students' scientific literacy skills was in the moderate category. Keywords: Scientific literacy, learning model, natural science, junior high school.  Abstrak: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi tingkat keefektifan penerapan RC4 terhadap kemampuan literasi sains siswa pada pembelajaran IPA di SMP. Subjek pada penelitian ini terdiri dari 30 orang siswa kelas 7B di SMP Negeri 1 Jember, Jawa Timur, Indonesia. Desain penelitian yang digunakan adalah One Group with Pre-Test and Post-Test Research Design, dengan dua sesi uji coba pada materi Pencemaran Lingkungan dan Sistem Tata Surya. Kemudian data hasil literasi sains siswa dianalisis menggunakan formulasi Normalize Gain (N-Gain). Nilai rerata N-Gain pada uji coba kelompok kecil menunjukkan nilai sebesar 0,53 dan pada uji coba kelompok besar menunjukkan nilai sebesar 0.54. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keefektifan penerapan model pembelajaran RC4 terhadap kemampuan literasi sains siswa termasuk dalam kategori keefektifan sedang. Keywords: literasi sains, model pembelajaran, ipa, sekolah menengah pertama.
Penerapan Pembelajaran Digital Marketing Berbasis Proyek untuk Menumbuhkan Kemampuan Digital Marketing Dewi Endah Fajariana
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 10, No 1 (2023): January 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v10i1.2991

Abstract

Abstract: Digital marketing learning is a knowledge product produced by universities. Understanding, mastery, and use of e-commerce, social media, and marketplaces are needed as digital tools for conducting digital marketing. The purpose of this study was to test the effectiveness of digital marketing learning to grow the digital marketing skills of Airport Management students at the Aviation Aviation College. The research method uses an experimental method to test the effectiveness of learning digital marketing in a model test class of 30 students. Data collection techniques using portfolio assessment of learning outcomes. Data analysis techniques using descriptive qualitative data analysis. The results showed that most of the student portfolio assessment results were very good, because each work group was able to make an advertising poster for a product and was able to market it through digital marketing media. The resulting product shows compatibility with digital marketing learning objectives. Abstrak: Pembelajaran digital marketing merupakan produk pengetahuan yang dihasilkan oleh perguruan tinggi. Pemahaman, penguasaan, serta penggunaan e-commerce, media sosial, dan marketplace diperlukan sebagai sarana digital tools untuk melakukan pemasaran secara digital. Tujuan penelitian ini adalah menguji efektifitas pembelajaran digital marketing untuk menumbuhkan kemampuan digital marketing mahasiswa Manajemen Bandar Udara Sekolah Tinggi Penerbangan Aviasi. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen untuk menguji efektifitas pembelajaran digital marketing pada kelas uji model yang berjumlah 30 mahasiswa. Teknik pengumpulan data menggunakan penilaian portofolio hasil pembelajaran. Teknik analisis data menggunakan analisis data kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan hasil penilaian portofolio mahasiswa sebagian besar tergolong sangat baik, karena masing-masing kelompok kerja mampu membuat poster iklan untuk suatu produk dan mampu memasarkan melalui media digital marketing. Dari produk yang dihasilkan tersebut menunjukkan adanya kesesuaian dengan tujuan pembelajaran digital marketing.  
Penerapan Pendidikan Budaya 5S (SEIRI, SEITON, SEISO, SEIKETSU, DAN SHINTSUKE) untuk Meningkatkan Produktivitas Karyawan di PT PAL Indonesia Supardi Supardi
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 10, No 1 (2023): January 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v10i1.2932

Abstract

Abstract: Productivity is a comparison between the results achieved with the overall resources used. The factor that greatly influences employee work productivity is work culture education. Work culture education that must be implemented properly and correctly at PT PAL Indonesia is 5S cultural education (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, and Shitsuke). This study aims to determine the effect of 5S cultural education on PT PAL Indonesia's employee productivity. The method in this study used explanatory research, with a total population and sample of 35 employees of the HC Development division. The data source in this study is primary data with data collection techniques using questionnaires. The data analysis used was instrument test, classical assumption test, descriptive analysis, and simple regression analysis. The results showed that 5S cultural education had a significant positive effect on employee productivity at PT PAL Indonesia by 63.9%. Abstrak: Produktivitas merupakan perbandingan antara hasil yang dicapai dengan keseluruhan sumber daya yang digunakan. Faktor yang sangat mempengaruhi produktivitas kerja karyawan yakni pendidikan budaya kerja. Pendidikan budaya kerja yang harus diterapkan secara baik dan benar di PT PAL Indonesia yakni pendidikan budaya 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan budaya 5S terhadap produktivitas karyawan PT PAL Indonesia. Metode dalam penelitian ini menggunakan explanatory research, dengan jumlah populasi dan sampel sebanyak 35 orang karyawan divisi HC Development. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan yakni uji instrumen, uji asumsi klasik, analisis deskriptif, dan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan budaya 5S berpengaruh positif signifikan terhadap produktivitas karyawan di PT PAL Indonesia sebesar 63,9%.   
Teaching English for Junior High School Students in Rural Area Hafidza Nash'ul Amrina
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 10, No 1 (2023): January 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v10i1.2924

Abstract

Abstract: Teaching English in rural area is challenging task. The teachers have many difficulties in teaching and learning process, especially in teaching four skills of English. The minimum facilities and the student’s motivation become the trigger of it. The purpose of this research was to identify the rural school facilities, second to identify the teaching English in rural area, third to identify the obstacles of teaching English in rural area. The Qualitative method was used in this research, Open ended questionnaire and interview were used to collect the data. The subject of this research was eight English teacher from eight different rural areas of junior high school in Bojonegoro. The result of this research showed that there were three main obstacles of teaching English in rural areas in Bojonegoro, first the minimum school facilities, second the low students’ motivation and mind set, and third the minimum support of parents. Abstrak: Mengajar Bahasa Inggris di daerah pelosok merupakan salah satu tugas yang menantang. Guru mempunyai banyak kesulitan dalam proses belajar mengajar, khususnya dalam pembelajaraan 4 kemampuan Bahasa Inggris. Minimnya fasilitas dan motivasi siswa menjadi pemicu dari kesulitan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menidentifikasi fasilitas sekolah yang ada di pelosok, kedua untuk mengidentifikasi proses belajar mengajar Bahasa Inggris, ketiga untuk menidentifikasi kesulitan dalam hal pengajaran Bahasa Inggris di daerah pelosok. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Kuesioner dan wawancara terbuka digunakan untuk memperoleh data. Subyek penelitian ini adalah delapan guru dari delapan Sekolah Menengah Pertama yang ada di delapan daerah pelosok Bojonegoro. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa ada tiga kesulitan dalam pembelajaran Bahasa Inggris di pelosok Bojonegoro yaitu, pertama kurangnya fasilitas sekolah, kedua rendahnya motivasi dan pola pikir siswa, dan ketiga kurangnya dukungan dari orang tua.   
Self Assessment of FKIP Univet Bantara Lecturer Meidawati Suswandari; Erika Laras Astutiningtyas; Annisa Prima Exacta; Isna Farahsanti
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 10, No 1 (2023): January 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v10i1.2834

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to find out Self assessment of FKIP Lecturer, Universitas Veteran Bangun Nusantara The method used in this research is a survey. Survey data is collected using a questionnaire. The population is aimed at lecturers in 11 study programs and PPG in the FKIP Univet Bantara Sukoharjo as many as 89 lecturers. The research samples consisted of 46 lecturers who are spreaded from 11 FKIP and PPG study programs. The sampling technique in self-assessment is cluster sampling. The measurement of the self-assessment survey for lecturers in the 2021/2022 academic year uses the Likert scale. Analysis of research data uses scale criteria based on Permendikbud No. 81 A of 2013. The results obtained from this survey research are self-assessment of lecturers in charge of courses in the FKIP Univet Bantara environment in the Good category with a percentage above 80%. This self-assessment builds lecturers' knowledge in planning and monitoring developments in terms of strengths and weaknesses, both between lecturers and students in achieving learning objectives. Keywords: Self assessment, course, study program  Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui self assessment dari dosen FKIP Universitas Veteran Bangun Nusantara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Pengumpulan data survey menggunakan kuesioner. Populasi ditujukan pada dosen yang ada di 11 program studi dan PPG di lingkungan FKIP Univet Bantara Sukoharjo sejumlah 89 dosen. Sampel penelitian sejumlah 46 dosen yang tersebar dari 11 program studi FKIP dan PPG. Teknik pengambilan sampel dalam self assessment yaitu cluster sampling. Pengukuran survey self assesment dosen pengampu mata kuliah tahun akademik 2021/2022 menggunakan skala likert. Analisisi data penelitian memakai kriteria skala berdasarkan Permendikbud No.81 A Tahun 2013. Hasil yang diperoleh dari penelitian survey ini yaitu self assesment dosen pengampu mata kuliah di lingkungan FKIP Univet Bantara dalam kategori Baik dengan persentase di atas 80%. Self assessment ini membangun pengetahuan dosen dalam merencanakan dan memantau perkembangan secara kelebihan maupun kekurangan kemampuan, baik antara dosen maupun mahasiswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Kata Kunci: penilaian diri, mata kuliah, program studi
Deskriptif Tingkat Motivasi Belajar terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa dari Prespektif Aksiologi Nabrisi Rohid; Siti Masitoh; Mochamad Nursalim
Jurnal Pendidikan Edutama Vol 10, No 1 (2023): January 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jpe.v10i1.2968

Abstract

Abstract: Motivasi mempunyai peranan besar pada keberhasilan individu dalam belajar. Pada pembelajaran matematika, seorang siswa yang sudah mempunyai kemampuan pemahaman matematis dituntut juga untuk bisa mengkomunikasikannya. Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis motivasi belajar dan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas XI IPS MA Alfalah. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan angket untuk mendapatkan data motivasi belajar dan tes tertulis untuk memperoleh hasil kemampuan komunikasi matematis. Indikator motivasi belajar diantaranya minat, perhatian, konsentrasi dan ketekunan. Indikator yang digunakan dalam mengukur tes komunikasi matematis dalam penelitian ini yaitu Written Text, Drawing dan Mathematical Expressions. Teknik pengolahan data menggunakan reduksi data, penyajian data yang kemudian dinaratifkan. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa siswa yang mempunyai motivasi tinggi mampu menyelesaikan tes kemampuan komunikasi matematis. Sedangkan siswa yang mempunyai motivasi rendah tidak mampu menyelesaikan tes kemampuan komunikasi matematis.  Keywords: Motivasi Belajar, Komunikasi Matematis, Aksiologi  Abstrak: Motivation has a big role in individual success in learning. In learning mathematics, a student who already has the ability to understand mathematics is also required to be able to communicate it. The aim of this study was to analyze the learning motivation and mathematical communication skills of the XI IPS MA Alfalah students. Data collection techniques in this study used a questionnaire to obtain data on learning motivation and a written test to obtain the results of mathematical communication skills. Indicators of learning motivation include interest, attention, concentration and persistence. The indicators used in measuring the mathematical communication test in this study are Written Text, Drawing and Mathematical Expressions. Data processing techniques use data reduction, presenting data which is then narrated. The results in this study indicate that students who have high motivation are able to complete the test of mathematical communication skills. While students who have low motivation are unable to complete the test of mathematical communication skills. Kata Kunci: Learning motivation, mathematical communication, axiology