cover
Contact Name
Jurnal Artefak
Contact Email
jurnalartefaksejarah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalartefaksejarah@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Artefak
Published by Universitas Galuh
ISSN : 23555726     EISSN : 25800027     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal ARTEPAK, diterbitkan olah Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Galuh. Jurnal ini memuat hasil penelitian atau kajian teoritis yang berkaitan dengan pengembangan dan peningkatan profesi guru IPS, kajian Sejarah Lokal & Nasional, Kebudayaan, dan Pendidikan. Diterbitkan secara berkala Dua kali dalam setahun yaitu pada Bulan April dan September.
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2024): September" : 13 Documents clear
Kajian Bentuk dan Makna Busana Pengantin Wanita di Nagari Padang Magek Kabupaten Tanah Datar Ayu, Putri; Yuliarma, Yuliarma
Jurnal Artefak Vol 11, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i2.14645

Abstract

Busana pengantin wanita di Nagari Padang Magek Kabupaten Tanah Datar merupakan busana wajib yang digunakan oleh pengantin saat upacara resepsi pernikahan. Busana ini memiliki bentuk yang unik dan makna filosofis yang erat kaitannya dengan nilai-nilai dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk dan makna busana pengantin wanita di Nagari Padang Magek Kabupaten Tanah Datar. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan jenis data primer dan data sekunder, teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Bentuk baju atasan yaitu baju kurung basiba yang disebut baju lembayung berwarna hitam dengan tenunan benang emas, dipasangkan dengan kain bawahan beludru berwarna hitam dengan sulaman benang perak pada bagian bawahnya. Busana pelengkap yaitu selendang dari kain songket balapak dan kain lanjan yang dipakai di luar rok. Aksesoris yang digunakan berupa suntiang ambiang-ambiang khas Nagari Padang Magek, galang maniak panjang, galang gadang, anting, dukuah pinyaram dan dukuah cakiak. Baju dan sunting yang digunakan  menjadi ciri khas dari busana pengantin wanita Padang Magek. Setiap bagian busana ini mengandung makna yang melambangkan perpaduan dari padangan hidup suku bangsa Minangkabau yaitu adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.
Paradigma Pedagogi Reflektif Terintegrasi Flipped Classroom pada Materi Majapahit Mempersatukan Nusantara Menggunakan Media Pembelajaran Peta Timbul Printina, Brigida Intan; Kusmayadi, Yadi; Nurholis, Egi
Jurnal Artefak Vol 11, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i2.14309

Abstract

Paradigma Pedagogi Reflektif terintegrasi Flipped Classroom pada materi Majapahit mempersatukan nusantara merupakan implementasi pembelajaran yang dilakukan pada kelas Media Pembelajaran Sejarah menggunakan sarana peta timbul. Tujuan penelitian yang pertama menguraikan pengalaman pembelajaran dengan menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif terintegrasi Flipped Classroom menggunakan media pembelajaran peta timbul, yang kedua ialah menganalisis hasil pembelajaran dengan menggunakan Paradigma Pedagogi Reflektif terintegrasi Flipped classroom menggunakan media pembelajaran peta timbul. Metode penulisan menggunakan penelitian kualitatif, dengan langkah pengumpulan data, reduksi data, analisis data, dan penarikan kesimpulan.  Subjek penelitian ini ialah mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Sanata Dharma angkatan 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dapat berdinamika dan menjawab hasil penugasan berdasarkan 3 nilai keutamaan dalam PPR yaitu  nilai Competence atau penggalian konteks didapatkan hasil rata-rata mahasiswa mendapatkan 87% tingkat pemahaman dalam penggalian konteks pemahaman materi,  Pada nilai Compassion penggalian pengalaman, ada sekitar 86% pengalaman yang didapat untuk memaknai dinamika pengerjaan proyek dan sebagian besar memahami bahwa pengerjaan proyek peta timbul memliki banyak tantangan. Mahasiswa mendapatkan nilai Conscience dengan cara merefleksikan proses pengalaman dan banyak yang merasa mendapatkan wawasan dan pemaknaan dari pengerjaan media pembelajaran peta timbul, karena ada sekitar 88% mahasiswa yang mampu menggali nilai ketelitian, kesabaran, kreativitas serta tanggungjawab. Tindak lanjut dari hasil pembelajaran bahwa ada 21 mahasiswa yang akan menggunakan media yang sama dengan alasan kebermaknaan dalam dinamika kelompok  dalam pengerjaannya, dan menambah kemampuan metakognitif untuk menemukan relevansi pembelajaran sejarah. Sedangkan ada 4 mahasiswa yang tidak menggungakan karena memakan waktu, tenaga dan biaya.
Dampak Perang Bubat Terhadap Identitas Dan Kebudayaan Masyarakat Sunda Sondarika, Wulan; Ratih, Dewi; Herdianto, Heri
Jurnal Artefak Vol 11, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i2.16397

Abstract

Penelitian ini berupaya mengkaji lebih lanjut bagaimana peristiwa Perang Bubat berdampak terhadap identitas dan kebudayaan masyarakat Sunda dari masa ke masa. Fokus kajian ini adalah pada bagaimana masyarakat Sunda menginternalisasi peristiwa tersebut dan menjadikannya bagian penting dari narasi budaya dan sejarah mereka. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dinamika perubahan identitas masyarakat Sunda pasca-Perang Bubat, dan bagaimana peristiwa ini terus mempengaruhi pandangan mereka terhadap sejarah dan kebudayaan hingga era kontemporer. Metode dalam penelitian ini yaitu metode kulitatif dengan pendekatan historis dengan langkah penelitian; identifikasi masalah, pengumpulan data, kritik Sumber, analisis data, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian dampak Perang Bubat terhadap identitas dan kebudayaan masyarakat Sunda menunjukkan bahwa peristiwa ini tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga membentuk persepsi dan sikap budaya yang bertahan lama. Perang Bubat menguatkan identitas budaya Sunda yang berpusat pada nilai-nilai kehormatan, kemandirian, dan sikap perlawanan terhadap dominasi eksternal. Meskipun sebagian dari dampak ini mulai terkikis oleh perubahan zaman, trauma kolektif yang ditinggalkan Perang Bubat masih mempengaruhi cara pandang masyarakat Sunda dalam hubungan antar-etnis hingga saat ini.
Tata Kelola Indera Dalam Naskah Sanghyang Siksakandang Karesian Wijayanti, Yeni; Warto, Warto; Wasino, Wasino; Djono, Djono
Jurnal Artefak Vol 11, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i2.16423

Abstract

Tubuh manusia mempunyai alat indera yang setiap masing-masing memiliki fungsi dan kegunaannya. Indera tersebut selayaknya digunakan sesuai dengan yang seharusnya dan untuk kebaikan.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi tata kelola indera dalam naskah Sanghyang Siksakandang Karesian untuk kesejahteraan masyarakat Sunda Abad ke-16. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain critical discourse analysis (CDA). CDA ini mengintepretasikan naskah Sanghyang Siksakandang Karesian secara mikro, intermediate, dan macroanalysis. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah studi pustaka dengan mencari referensi tentang subyek yang diteliti antara lain adalah naskah, penguasa, dan ideologi yang ada pada abad ke-16. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Tahap terakhir adalah penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, Sanghyang Siksakandang Karesian merupakan naskah Sunda kuna ditulis pada 1518 Masehi. Naskah Sanghyang Siksakandang Karesian berisi pedoman kehidupan manusia, meliputi pembuka (sepuluh aturan dasakerta dan dasaperbakti); perilaku rakyat (karma ning hulun) terhadap raja; dan pelengkap perbuatan. Temuan kedua, dasakerta adalah pengetahuan lokal yang berisi pedoman praksis dalam kehidupan sehari-hari melalui pengekangan hawa nafsu sepuluh inderanya untuk mencapai kesejahteraan manusia di dunia. Indera manusia harus digunakan untuk kebaikan.
Kajian Pakaian Pengantin Wanita Malam Basandiang Duo dalam Prosesi Adat Perkawinan di Nagari Air Bangis Melfiana, Melfiana; Yuliarma, Yuliarma
Jurnal Artefak Vol 11, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i2.14620

Abstract

Malam basandiang duo merupakan salah satu rangkaian acara dalam prosesi adat perkawinan minangkabau di Nagari Air Bangis. Acara ini memiliki keunikan pada perlengkapan adat seperti pelaminan serta pakaian pengantin merupakan pakaian khusus yang berbeda untuk acara resepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk pakaian pengantin wanita pada malam basandiang duo dalam prosesi adat perkawinan di Nagari Air Bangis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan instrumen penelitian menggunakan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang ditemukan adalah bentuk baju kebaya panjang dipasangkan dengan kain songket,salendang balapak,suntiang gadang dan tanpa alas kaki.  Aksesorisnya menggunakan dukuah cakiak dan dukuah pinyaram, golang lokok dan lamin koniang. Keunikan pakaian dapat dilihat dari aksesoris khusus yang terbuat dari kain beludru yaitu golang lokok dan lamin koniang yang berbeda dengan pakaian pengantin wanita pada umumnya di Minangkabau. Pakaian pengantin pada acara malam basandiang duo memiliki makna sebagai penghargaan terhadap kedua mempelai yang telah berhasil melewati proses menuju perkawinan yang benar di mata adat.
Nilai-Nilai Karakter Tradisi Merlawu Situs Ciluncat pada Masyarakat Desa Ciparigi Kecamatan Sukadana Kabupaten Ciamis Fauzi, Ahmad Rizky; Wahyunita, Rina; Nurholis, Egi
Jurnal Artefak Vol 11, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i2.10458

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas mengenai Merlawu Ciluncat dan nilai-nilai karakter dalam tradisi merlawu pada masyarakat Desa Ciparigi, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis. Merlawu berawal dari asal kata lawuh yang berarti makanan, diberi awalan mer- sebagai bentuk “saling”, jadi Merlawu secara bahasa berarti berbagi makanan. Tradisi Merlawu adalah bentuk penghargaan dan mendo’akan leluhur atas segala jasanya terutama dalam penyebaran agama Islam. Selain itu juga sebagai ungkapan rasa syukur terhadap Yang Maha Kuasa atas segala limpahan rezeki yang diberikan-Nya terutama dalam hal hasil bumi. Acara tersebut dilaksanakan satu tahun sekali tiap bulan Maulud (Rabi’ul Awal) tepatnya pada hari Jum’at di akhir bulan. Latar belakang penulisan adalah dengan adanya kajian nilai-nilai budaya sebagai wujud kearifan local, salah satunya ialah Tradisi Merlawu dinilai relevan untuk direvitalisasi, terutama dalam merespon krisis moral yang terjadi akhir-akhir ini. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis deskriptif. Adapun teknik pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara, serta studi dokumen. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa Prosesi pelaksanaan merlawu Ciluncat ini secara umum dibagi menjadi tiga tahap, yaitu: 1) Persiapan, 2) Acara Inti, dan 3) Makan Bersama (mer-lawuh). Masyarakat Ciparay memiliki nilai-nilai karakter yang diwujudkan dalam tradisi hajat bumi diantaranya religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, cinta tanah air, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab.
Potensi Sintren Sebagai Sumber Nilai dan Spiritual Masyarakat Petani Patimuan Sudarto, Sudarto; Nurholis, Egi; Brata, Yat Rospia
Jurnal Artefak Vol 11, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i2.16437

Abstract

Sintren sebagai seni pertunjukan tradisional warisan budaya masyarakat petani, muncul sebagai ekspresi budaya yang signifikan dalam masyarakat petani Patimuan. Artikel ini mengeksplorasi potensi kesenian Sintren sebagai sumber nilai dan spiritualitas, dengan menekankan perannya dalam identitas masyarakat, kohesi sosial, dan pengayaan spiritual. Fokus utamanya pada nilai spiritual dalam sintren, nilai budaya serta perubahan dan tantangan di era globalisasi yang makin menggerus seni tradisional tersebut. Melalui analisis kualitatif dan keterlibatan masyarakat, studi ini menyoroti bagaimana kesenian Sintren yang tidak hanya sebagai upaya melestarikan warisan budaya tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki dan tujuan tertentu di antara para petani. Berdasarkan penggalian potensinya didapatkan hasil bahwa Sintren sebagai sumber nilai dan spiritualitas masyarakat petani Patimuan, sekaligus sebagai media mentransmisikan cerita-cerita dan ajaran spiritual dari generasi ke generasi. Sebagai upaya mendidik masyarakat tentang pentingnya hidup selaras dengan norma-norma budaya dan agama.
Sejarah Peradaban Bani Umayyah dan Pengaruhnya Terhadap Penyebaran Islam di Nusantara Maulidan, Aldi Cahya; Rhamadan, Faishal Sahru; Rahma, Devi
Jurnal Artefak Vol 11, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i2.14983

Abstract

Penelitian ini di latar belakangi karena Bani Umayyah memiliki peradaban besar yang berkontribusi bagi ummat Islam. Penelitian ini menggambarkan proses berdirinya, perkembangan kemajuan, masa kehancuran, dan pengaruh Bani Umayyah terhadap perkembangan Islam di Nusantara. Bani Umayyah merupakan bani pertama di Arab yang berhasil memperluas wilayah kekuasaannya, membangun peradaban, dan menyebarkan agama Islam ke seluruh penjuru dunia. Bani ini memiliki peran penting dalam kemajuan peradaban Islam. Bani Umayyah berhasil mengembangkan pendidikan, kebudayaan, militer, pemerintahan, ekonomi, seni, arsitektur, dan luasnya wilayah yang berhasil ditaklukkan. Metodologi yang digunakan dalam proses penelitian sejarah Bani Umayyah ini adalah pendekatan analisis isi. Analisis isi merupakan teknik penelitian yang digunakan untuk memahami dan menganalisis isi dokumen atau bahan tertulis, seperti teks, gambar, atau audio. Hasil penelitian memberikan informasi mengenai berdirinya Bani Umayyah yang didirikan oleh Mu'awiyah bin Abu Sufyan. Bani Umayyah di dalam perjalannya mengalami kemajuan dan perkembangan yang signifikan, kekuasaan Bani Umayyah mencakup berbagai wilayah yang berada di penjuru dunia. Pada masa ini juga perdagangan antara wilayah Timur Tengan dengan dengan Asia Timur baik melewati jalur darat maupun laut mengalami peningkatan. Perdagangan tersebut menyebabkan terjadinya penyebaran agama Islam ke wilayah Asia Tenggara, salah satunya adalah Nusantara. Bani Umayyah mengalami kemunduran disebabkan karena konflik internal pada kerajaan tersebut serta munculnya kekuasaan baru Islam yaitu Bani Abbasiyah, yang menyebabkan kekuasaan Bani Umayyah runtuh.
Pemetaan Bibliometrik Mengenai Penelitian Warisan Budaya Digital Winoto, Yunus; Hanifatunnisa, Najwa Auliana; Khadijah, Ute Lies Siti
Jurnal Artefak Vol 11, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i2.16460

Abstract

Warisan budaya digital merupakan konsep tentang bagaimana teknologi dapat kita manfaatkan dalam mempertahankan identitas budaya dan sejarah. Penelitian-penelitian mengenai topik tersebut akan bermanfaat untuk pelbagai kepentingan, layaknya pembelajaran dan ilmu pengetahuan, pengambilan keputusan sekaligus membantu perancangan undang-undang yang masih berkaitan dengan warisan digital ataupun preservasi sumber informasi secara umum. Dalam penelitian ini, sumber data diperoleh dari basis data penelitian internasional bernama Scopus. Kata kunci yang dimasukkan pada basis data tersebut adalah “digital heritage” dengan rentang waktu yang dibatasi antara tahun 2014 - 2023. Sementara, untuk perangkat lunak yang digunakan untuk keperluan menganalisis data antara lain Biblioshiny dan VOSviewer. Berdasarkan hasil dan pembahasan, ditemukan bahwa Marc Aurel Schnabel dan Lecture Notes in Computer Science (Including subseries Lecture Notes in Artificial Intelligence and Lecture Notes in Bioinformatics) menjadi penulis dan sumber dengan performa tertinggi dalam hal menghasilkan publikasi. Diikuti oleh negara-negara seperti United Kingdom, Italy, dan United States. Ditemukan pula frasa-frasa dengan intensitas penggunaan tertinggi, diantaranya “digital heritage”, “cultural heritage”, dan “virtual reality”. Kemudian, selain basis tema yang umum dibahas terdapat tema-tema yang sedang berkembang di kalangan penulis, yaitu photogrammetry, architectural design, image reconstruction, serta artificial intelligence.
Tradisi Sanggring (Desa Gumeno Gresik) Sebagai Materi Penanaman Budaya Lokal Peserta Didik Febriani, Shovi Wiranata; Wahyudi, Deny Yudo; Sayono, Joko; Utami, Indah Wahyu Puji
Jurnal Artefak Vol 11, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ja.v11i2.12993

Abstract

Keanekaragaman budaya di masyarakat memiliki ciri khas dan keunikan yang berbeda. Gresik dengan segala keanekaragaman masyarakatnya, berakulturasi dengan budaya lokal yang ada. Tradisi Sanggring di Desa Gumeno Kecamatan Manyar Gresik menjadi budaya lokal yang dilaksanakan masyarakat. Sejarah dan keunikan tradisi tersebut, membuat tradisi tersebut dapat terjaga dan menjadi kebiasaan sampai saat ini. Dari keunikan tradisi Sanggring, guru dapat menjadikannya sebagai salah satu materi pembelajaran sejarah. Tepatnya pada materi sejarah lokal masyarakat pada Kurikulum Merdeka. Tujuan penulisan artikel adalah untuk mengetahui sejarah dan perkembangan tradisi Sanggring, serta tradisi Sanggring sebagai materi penanaman budaya lokal. Penggunaan metode sejarah dan studi pustaka digunakan dalam penulisan artikel untuk mengkaji dan mengeksplorasi pembahasan tradisi Sanggring. Tradisi Sanggring menjadi hasil budaya dari Kerajaan Giri, masa Sunan Dalem. Pengintegrasian materi budaya lokal dalam Kurikulum Merdeka dapat disesuaikan, salah satunya dengan penggunaan sumber-sumber sejarah. Peserta didik dapat belajar, mengenal, dan memahami budaya lokal di lingkungannya.

Page 1 of 2 | Total Record : 13