cover
Contact Name
Angga Yasir
Contact Email
anggayasir92@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jpfm@malahayati.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26550679     EISSN : 26552701     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) merupakan kumpulan hasil pengabdian masyarakat dan ulasan (review) yang dilakukan oleh dosen baik secara pribadi maupun bekerja sama dengan mahasiswa atau pihak lainnya di bidang kefarmasian dan kesehatan serta keilmuan lain terkait. Hasil pengabdian yang dipublikasikan dalam jurnal ini berbentuk pengabdian eksperimental maupun non eksperimental. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun (April dan November).
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2025)" : 11 Documents clear
Gasing (Gerakan Atasi Stunting) Melalui Inovasi Pangan Lokal Ayam Dan Kelor Untuk Generasi Bebas Stunting Di Pekon Soponyono Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus Nusantari, Candra Saka; Retananingsih, Agustina; Winahyu, Diah Astika; Purnama, Robby Candra; Octonariz, Vito Zhafran
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v8i2.23748

Abstract

Permasalahan stunting masih menjadi isu kesehatan serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Tanggamus, khususnya di Pekon Soponyono Kecamatan Wonosobo. Stunting berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia, mulai dari gangguan pertumbuhan fisik hingga penurunan kecerdasan. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi tentang pentingnya gizi pada Masyarakat terutama kepada remaja putri dan ibu hamil, serta meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepedulian mengenai stunting di pekon Soponyono. Metode pelaksanaan mencakup penyuluhan kesehatan melalui program Gerakan Atasi Stunting (GASING), Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis protein hewani dan daun kelor yang mudah ditemukan di Pekon Soponyono, pendampingan posyandu, serta kegiatan pendukung lain seperti pemeriksaan kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pola gizi seimbang, keterlibatan aktif ibu balita dalam kegiatan posyandu, serta pemanfaatan sumber pangan lokal sebagai upaya pencegahan stunting. Program ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan bagi pemerintah desa, kader kesehatan, dan masyarakat dalam menurunkan angka stunting serta memperkuat ketahanan kesehatan di tingkat lokal.
PENINGKATAN PENGETAHUAN KECACINGAN MELALUI PENYULUHAN (UPAYA PREVENTIF) DI PANTI ASUHAN AS-SALAM HAJIMENA KECAMATAN NATAR, KABUPATEN LAMPUNG SELATAN, LAMPUNG Widianingsih, Mastuti; Adyana, Ketut Sudi; Fauziyah, Sekar; Antika, Sindi
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v8i2.19200

Abstract

Kementerian Kesehatan Indonesia tahun 2017 telah melaporkan bahwa prevalensi Infeksi Kecacingan di Indonesia bervariasi dari 2,5% hingga 62% di setiap provinsi dan dapat menjangkit semua kelompok usia. Namun demikian, anak-anak usia di bawah lima tahun dan sekolah dasar menjadi kelompok yang paling rentan. Kecacingan merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh parasit berupa cacing yang sering menyerang anak-anak dan dapat mengakibatkan menurunnya kondisi kesehatan, gizi, kecerdasan, dan produktivitas. Kondisi ini dapat menghambat perkembangan fisik, kecerdasan dan produktivitas, menurunkan ketahanan tubuh sehingga mudah terkena penyakit sehingga berakibat menurunnya kualitas sumber daya manusia dan risiko tinggi kesakitan dan kematian. Penyebaran cacing salah satu penyebabnya adalah kebersihan perorangan yang masih buruk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui penyuluhan bertujuan untuk memberikan edukasi dalam rangka meningkatkan pengetahuan dalam upaya pencegahan penyakit cacingan kepada di Panti Asuhan As-Salam Hajimena terletak di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Lampung. Penyuluhan ini menggunakan metode ceramah, demonstrasi, diskusi, dan tanya jawab dengan alat bantu kuesioner, leaflet, video, dan alat demonstrasi. Hasil kuisioner yang diberikan sebelum dan sesudah penyuluhan pada 25 peserta menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan peserta. Rata-rata nilai sebelum penyuluhan adalah 78,4%, sedangkan setelah penyuluhan meningkat menjadi 95,2%.
LAPAT (LANSIA PATUH OBAT) PADA PENDERITA HIPERTENSI & PEMANFAATAN TANAMAN HERBAL JAHE (Zingiber officinale) UNTUK MENDUKUNG PENGOBATAN HIPERTENSI Saputri, Gusti Ayu Rai; Mu’azzarah, Aza; Irawan, Bunga Fisqia; Mahadhiti, Fayza
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v8i2.19371

Abstract

ABSTRAKHipertensi merupakan salah satu penyakit generatif yang penderitanya sebagian besar lansia, Kepatuhan lansia dalam minum obat antihipertensi menjadi salah satu faktor penentu dalam mengendalikan tekanan darah. Penyebab ketidakpatuhan lansia dalam minum obat hipertensi karena kesibukan dalam bekerja, menurunnya daya ingat saat waktu pemberian obat dan dosis obat yang benar,.Terapi yang dapat dilakukan pada kasus hipertensi ada dua yakni terapi farmakologi dan non farmakologi Contoh terapi non farmakologi yang bisa menurunkan hipertensi adalah terapi rebusan jahe karena kandungan kalium di dalam jahe berfungsi untuk memperlambat pembebasan renin Angiotensin yang bisa menambah ekskresi air dan natrium sehingga akan menyusut dan terjadilah hipotensi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan lansia dalam menggunakan  obat  hipertensi  dan  Meningkatkan  pengetahuan  pengolahan minuman herbal jahe untuk mendukung pengobatan hipertensi. Metode kegitatan ini adalah penyuluhan serta pengisian kuisioner dan demonstrasi pembuatan minuman herbal jahe. Dari hasil analisis terkait dengan posttest dan pretest, diperoleh informasi bahwa sebelum pemaparan meteri ibu-ibu memperoleh skor persentase (80%) Sedangkan setelah pemaparan materi ibu-ibu memperoleh skor (100%) Hasil yang diperoleh menunjukan kenaikan yang menjadi penanda keberhasilan penyusun dalam melakukan penyuluhan
OPTIMALISASI PEMANFAATAN DAUN KELOR (Moringa oleifera L) UNTUK MENCEGAH DAN MENGATASI ANEMIA DI DESA CIPADANG KECAMATAN GEDONG TATAAN KABUPATEN PESAWARAN Lestari, Yovita Endah; Angela, Fidiya Puspa; Dinanti, Mutiara Dewi; Putri, Sabilita Lailatul
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v8i2.23595

Abstract

Anemia merupakan suatu keadaan dimana kadar hemoglobin (Hb) di dalam darah lebih rendah dari pada nilai normal. Kekurangan kadar Hb dalam darah dapat menimbulkan gejala lesu, lemah, letih, lelah dan cepat lupa. Pencegahan dan pengobatan anemia dapat menggunakan Daun Kelor (Moringa oleifera L). Zat besi dalam Daun Kelor dapat membantu proses pembentukan sel darah merah sehingga dapat meningkatkan kadar hemoglobin di dalam darah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan di Desa Cipadang, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, dengan jumlah peserta sebanyak 31 orang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi yang dapat meningkatkan pengetahuan Masyarakat tentang efektivitas daun kelor dalam meningkatkan kadar hemoglobin. Metode yang digunakan pada kegiatan ini yaitu penyuluhan terkait anemia dan pemanfaatan daun kelor sebagai pengobatan anemia, pengisian pre-test dan post-test, serta pembagian pamflet sebagai sumber informasi. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan masyarakat terkait pemanfaatan daun kelor meningkat dari 63,2% (kategori sedang) menjadi 95,8% (kategori tinggi).
PELATIHAN PEMBUATAN HAIR TONIC LIDAH BUAYA(ALOE VERA L) UNTUK MENJAGA KESEHATAN RAMBUT PADA REMAJA Nofita, Nofita; Dewi, Dinda Puspita; Amanda, Dita Dwi; Putro, Igho Reynaldi Nugroho
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v8i2.19229

Abstract

Rambut merupakan bagian tubuh yang esensial yang memiliki fungsi baik secara estetika maupun fungsi proteksi terhadap kulit kepala, Pencegahan kerontokan rambut dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa sediaan kosmetik diantaranya kosmetik pembersih rambut seperti hair tonic, Hair tonic merupakan sediaan kosmetik yang digunakan untuk melebatkan pertumbuhan rambut atau merangsang pertumbuhan rambut saat terjadi masalah kebotakan atau rambut rontok, sebagian masyarakat terutama di desa secara tradisional masih menggunakan bahan bahan alami dalam mengatasi rambut rontok seperti lidah buaya (aloe vera L), dan jeruk nipis (Citrus aurantifolia) Dalam penelitian ini bertujuan untuk membuat atau memformulasikan sediaan hair tonic herbal yang seluruh bahan sintetisnya akan digantikan dengan pembawa dari bahan herbal, metode kegiatan ini adalah demonstrasi sediaan hair tonic lidah buaya (aloe vera L) untuk menjaga kesehatan rambut pada remaja di panti asuhan kemala puji bandar lampung, dari hasil analisis terkait evaluasi pelatihan pembuatan sediaan hair tonic pada remaja di panti asuhan kemala puji bandar lampung didapatkan bahwa anak-anak di panti asuhan kemala puji telah memahami bagaimana cara menggunakan hair tonic dengan baik dan benar. Melalui pengabdian masyarkat ini anak-anak di panti asuhan mendapat pengetahuan mengenai cara pembuatan hair tonic lidah buaya(aloe vera) serta manfaat dari tanaman lidah buaya.
SOSIALISASI MANFAAT DAUN BINAHONG (Anredera cordifolia) DALAM MASKER ORGANIK TERHADAP PENGURANGAN JERAWAT Setiawan, Iwang Davi; Dinda, Bevi Mutiara; Nanda, Widya Dwi; Putri, Sakilla Adelia; Cahyani, Arta Arum
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v8i2.22061

Abstract

Jerawat atau acne vulgaris adalah penyakit kulit yang paling umum, yang mempengaruhi hampir 80 % orang pada usia 11 sampai 30 tahun. Penyakit ini tidak fatal, tetapi cukup merisaukan karena berhubungan dengan menurunkan kepercayaan diri akibat berkurangnya keindahan wajah penderita. Penyakit ini dapat diatasi dengan melakukan perawatan wajah menggunakan bahan alami, salah satunya adalah daun binahong yang dibuat dalam bentuk masker organik. Daun binahong memiliki kandungan flavonoid, alkaloid, dan polifenol yang secara empiris dapat digunakan untuk mengatasi penyakit jerawat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi yang dapat meningkatkan pengetahuan siswa/i di SMPN 27 Pesawaran. Dengan dilakukan penyuluhan siswa akan tahu pemanfaatan tanaman daun binahong sebagai masker organik. Sehingga siswa tahu pemanfaatan tanaman daun binahong, kandungan, khasiat dan cara pengolahannya. Penyuluhan ini menggunakan metode sosialisasi, wawancara, dan pengisian kuesioner dengan menggunakan alat bantu berupa banner, proyektor, laptop, meja, alat pengeras suara dan bingkisan. Hasil pre-testdari 40 peserta penyuluhan menujukkan persentase tingkat pengetahuan masyarakat lumayan tinggi yaitu 80%, sedangkan tingkat pengetahuan semakin tinggi sebesar 86% pada hasil post-test. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan keterampilan siswa SMPN 27 Pesawaran tentang pemanfaatan tanaman daun binahong sebagai masker organik meningkat setelah dilakukannya penyuluhan. Kata kunci: Daun Binahong, Jerawat, Masker, Organik, Penyuluhan
SOSIALISASI SERBUK KELOR (MORINGA OLEIFERA) SEBAGAI MAKANAN ALTERNATIF PENGGANTI ZAT BESI UNTUK MENGATASI ANEMIA DI DESA RULUNG SARI, KEC. NATAR LAMPUNG SELATAN Ulfa, Ade Maria; Aprilia, Berlian Nindi; Lestari, Dian; yah, Ina
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v8i2.19318

Abstract

Anemia adalah suatu kondisi di mana jumlah sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin di dalamnya lebih rendah dari normal. Faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi kejadian anemia adalah faktor ketidakpatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet zat besi (Fe) dan diikuti faktor asupan nutrisi ibu hamil selama masa kehamilan yang tidak adekuat. Tingkat kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe sangat mempengaruhi keadaan anemia pada ibu hamil. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui sosialisasi  bertujuan untuk memberikan edukasi guna meningkatkan pengetahuan masyarakat Posyandu Mawar, Dusun II Suka Bandung, Desa Rulung Sari, Kec. Natar Lampung Selatan tentang pemanfaatan serbuk daun kelor (Moringa Oleifera) sebagai makanan alternatif pengganti untuk pencegahan atau mengatasi anemia. Sosialisasi ini menggunakan metode ceramah, demonstrasi, diskusi, dan tanya jawab dengan bantuan brosur dan alat demonstrasi. Hasil pretest dari 30 peserta sosialisasi menunjukan persentase tingkat pengetahuan masyarakat masih rendah 47.3 %, sedangkan tingkat pengetahuan tinggi sebesar 93% pada hasil posttest. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Sidodadi tentang pemanfaatan serbuk daun kelor (Moringa Oleifera) sebagai makanan alternatif pengganti untuk pencegahan atau mengatasi anemia meningkat secara signifikan setelah dilakukannya sosialisasi.
SOSIALISASI MENGENAI BAHAYA MINUMAN KEMASAN BAGI KESEHATAN PADA ANAK DI TPA MASJID BAITUL SALAM BANDAR LAMPUNG Wijaya, Satria; Saputra, Rudi Bagas; Fajar, M. Surya; Pratama, Andre Putra
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v8i2.21045

Abstract

hasil analisis terkait dengan post test dan pre test, diperoleh informasi bahwa rata-rata pengetahuan responden terkait dengan bahaya konsumsi minuman manis kemasan bagi kesehatab tubuh pada anak di TPA masjid baitul sallam kecamatan tanjung senang kota Bandar lampung sebelum dilakukannya Sosisalisasi adalah 57,6%. Setelah dilakukannya Sosisalisasi diperoleh rata-rata penilaian sebesar 73,07%. Hasil yang diperoleh menjadi penanda keberhasilan peneliti dalam melakukan Sosisalisasi yang ditandai dengan adanya penambahan informasi dan pengetahuan mengenai bahaya konsumsi minuman manis kemasan bagi kesehatan tubuh pada anak di TPA masjid baitul sallam kecamatan tanjung senang kota Bandar lampung
PENYULUHAN MANFAAT DAUN KELOR SEBAGAI ANTIOKSIDAN DAN BUDIDAYA TANAMAN KELOR (Moringa oleifera) DI DESA CIPADANG KECAMATAN GEDONG TATAAN KABUBATEN PESAWARAN Tutik, Tutik; Prameswari, Nabilla Minerva; Zaila, Nor; Saraya, Novita
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v8i2.19365

Abstract

Kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman dengan berbagai manfaat kesehatan dan ekonomi, terutama sebagai sumber antioksidan alami yang kaya akan vitamin C, flavonoid, phenolic, dan karotenoid. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Desa Cipadang, Kecamatan Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, mengenai manfaat daun kelor sebagai antioksidan dan teknik budidayanya. Metode yang digunakan meliputi survei berupa wawancara, diskusi, dan tanya jawab, didukung dengan leaflet, kuesioner, dan presentasi materi. Kegiatan penyuluhan diikuti oleh 31 peserta yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dengan skor rata rata pengetahuan meningkat dari 50% menjadi 100%, menunjukkan efektivitas penyuluhan dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan wawasan tentang cara pengolahan inovatif daun kelor sebagai bahan pangan dan obat-obatan bernilai ekonomi. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan tanaman kelor secara optimal.
PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA : JAHE (Zingiber officinale) SEBAGAI OBAT MAAG DI PANTI ASUHAN KEMALA PUJI, KECAMATAN RAJABASA Amalia, Putri; Murti, Vichie Triana; Nuraini, Nanda; Sari, Putri Ratna
Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati (JPFM) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpfm.v8i2.23663

Abstract

PEMANFAATAN TANAMAN OBAT KELUARGA : JAHE (Zingiber officinale) SEBAGAI OBAT MAAG DI PANTI ASUHAN KEMALA PUJI, KECAMATAN RAJABASA *)Putri Amalia1, Vichie Triana Murti1, Nanda Nuraini1, Putri Ratna Sari1 1Program Studi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Malahayati, Jl. Pramuka No.27, Bandar Lampung, Lampung, 35153, Indonesia *)Email korespondensi: putriamalia@malahayati.ac.id  Abstract Gastric disorders, commonly known as dyspepsia or maag, frequently occur due to irregular eating habits, stress, or Helicobacter pylori infection. One alternative solution is the use of medicinal plants, specifically ginger (Zingiber officinale), which is recognized for its potential to alleviate gastric complaints. Scientifically, ginger contains bioactive compounds such as gingerol and flavonoids that function as anti-inflammatory and gastroprotective agents, and can reduce excessive gastric acid secretion. This community service program aimed to enhance the knowledge and skills of adolescents at Kemala Puji Orphanage, Bandar Lampung, regarding the utilization of ginger as a herbal remedy for gastric problems. The program was conducted through educational sessions, demonstrations on ginger-based herbal drinks, and assessments using pre-tests and post-tests to measure participants’ understanding. Results showed an increase in average knowledge scores from 56.3% before the program to 90.3% after, indicating a significant improvement in participants’ comprehension. Overall, this program effectively increased health literacy and promoted the use of scientifically supported herbal remedies, particularly ginger, as a natural alternative to maintain digestive health. Keywords: ginger, digestive disorder, herbal education, TOGA, gastric health  Abstrak Maag merupakan kelainan pada sistem pencernaan yang kerap muncul akibat kebiasaan makan yang kurang teratur, stres, atau infeksi bakteri Helicobacter pylori. Salah satu solusi alternatif yang dapat dimanfaatkan adalah tanaman obat keluarga (TOGA), yaitu jahe (Zingiber officinale), yang dikenal memiliki khasiat untuk membantu mengurangi keluhan maag. Secara ilmiah, jahe mengandung senyawa aktif seperti gingerol dan flavonoid yang berfungsi sebagai agen antiinflamasi dan pelindung lambung serta dapat menekan produksi asam lambung berlebih. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan wawasan dan keterampilan remaja di Panti Asuhan Kemala Puji, Bandar Lampung, mengenai pemanfaatan jahe sebagai pilihan herbal dalam menangani gejala maag. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, demonstrasi pembuatan jamu jahe, dan evaluasi pemahaman peserta menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan dari 56,3% sebelum kegiatan menjadi 90,3% setelah kegiatan, menandakan bahwa program berkontribusi secara signifikan dalam peningkatan pemahaman peserta. Secara keseluruhan, kegiatan ini efektif dalam memperkuat literasi kesehatan dan mendorong pemanfaatan bahan herbal berbasis ilmiah, khususnya jahe, sebagai alternatif alami dalam menjaga kesehatan saluran cerna. Kata Kunci: jahe, gangguan pencernaan, edukasi herbal, TOGA, kesehatan lambung

Page 1 of 2 | Total Record : 11