cover
Contact Name
Abdul Rasyad
Contact Email
rasyad.iis@hamzanwadi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
fajar.historia@hamzanwadi.ac.id
Editorial Address
Jalan TGKH M. Zainuddin Abdul Madjid No. 132 Pancor, Selong, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Kode Pos 83612
Location
Kab. lombok timur,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan
  • http://garuda.ristekdikti.go.id/journal/view/15057
  • Website
Published by Universitas Hamzanwadi
ISSN : -     EISSN : 25495585     DOI : -
Fajar Historia (e-ISSN 2549-5585)adalah jurnal di bidang Ilmu Sejarah dan Pendidikan yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP Universitas Hamzanwadi. Berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan analisis kritis. Bertujuan untuk memfasilitasi interaksi, diskusi, advokasi, dan pemutakhiran gagasan dari para ilmuwan sosial khususnya sejarah dan pendidikan dari berbagai daerah di Indonesia. Menyuguhkan kekayaan wawasan dan interpretasi atas berbagai peristiwa sejarah dan pendidikan terutama di Indonesia, maupun meluas di negara lain namun dapat memberikan inspirasi dan pembelajaran bagi studi sejarah dan pendidikan di Indonesia, serta dapat menambah khazanah wawasan sejarah dan pendidikan dalam konteks lokal masyarakat Lombok. Fajar Historia terbit dua kali dalam setahun yaitu, bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 2 (2023): Desember" : 11 Documents clear
Historicity of the Qur'an and Hadith: Historical Dynamics and Effects Amir, Ahmad Nabil; Rahman, Tasnim Abdul
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v7i2.9957

Abstract

The paper discusses the foundational role of al-Quran and Prophetic narrations (al-hadith) in Islamic intellectual history and its religious tradition. It looks into the cultural impact of its moral-spiritual teaching and its historical significance in developing and fulfilling its fundamental role and social obligation in delivering and justifying the principal ideal of morality and fairness, contributing to medieval civilization and the formation of higher ethical-legal framework, and its state-of-the-art manifestation as set forth in the tafsir of Risalah al-Nur by Said Nursi. The study is based on library research using historical and qualitative approaches and documentation technique. The finding shows that the position of al-Quran and hadith was vital in informing and shaping the historical concept and understanding and paradigm of tawhid and in reinforcing the religious belief and practice and spiritual consciousness of the ummah. In the context of modern commentary, its philosophical ideas and interpretation were brought forth by Said Nursi in Risalah al-Nur that contextualize its discursive history and outline its religious and scientific significance and transcendental values and its role in the current debates of the philosophy of science, revelation, and scripture.Artikel ini  mengulas historisitas Alquran dan hadis serta perannya dalam sejarah Islam dan tradisi intelektual. Ia melihat kesan historis dan dinamika ajaran moral dan spiritualnya dalam menafsirkan pandangannya tentang nilai moralitas dan aspek sosio-historisnya, serta kontribusinya terhadap perkembangan sejarah peradaban, pembentukan hukum, dan manifestasi akliahnya yang dirumuskan dalam buku tafsir Risalah al-Nur oleh Said Nursi. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan menerapkan metode kajian sejarah yang bersifat dokumentasi dan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan keunggulan fungsi Alquran dan Hadis dalam membentuk pemahaman dasar sejarah tentang moral dan nilai-nilai moral serta pengaruhnya dalam memperkuat keyakinan tauhid dan psikologi keagamaan umat. Dalam konteks penafsiran dan signifikansi historisnya, wacana ini disajikan dalam buku Risalah al-Nur karya Said Nursi yang membahas pandangan hidup Alquran dan Hadis serta kesannya dalam membingkai pemahaman wahyu dan sejarahnya dalam konteks pemikiran filosofis dan hukum ilmiah.
History of Islamic Calligraphy in the Ottoman Empire Fawzani, Nurul; Sulaeman, Islamiyah; Mizan, Khairul; Muhlis, Wachida; Mubaraq, Zulfi
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v7i2.12239

Abstract

The history of Islamic civilization during the Ottoman Empire (1299-1922 AD) is important to study because the Ottoman Empire was the largest Islamic Daulah and ruled for a long time throughout history. The purpose of this writing is to understand three main aspects: firstly, to comprehend the development of calligraphy art during the Ottoman Empire era; secondly, to explore the factors contributing to the advancement of calligraphy art; and thirdly, to analyze the implications of this progress. The research method employed in this study is the historical method. The sources used in this research consist of books and journals related to the history of the Ottoman Empire. This writing resulted in three things. First, the form of Ottoman Empire calligraphy in the form of Al-Qur'an writing, ornaments on religious buildings, and the establishment of a calligraphy school. Second, the factors for the advancement of calligraphy are religious enthusiasm, support from leaders, and love for calligraphy. Third, the implications of the art of calligraphy are the emergence of a new style of calligraphy, Istanbul being the center of Islamic calligraphy, and calligraphy can be used as a medium for learning mathematics. The research is expected to contribute to the implementation of the art of calligraphy as a worldly reflection on the word and to contribute thoughts to the development of Islamic calligraphy.Sejarah peradaban Islam pada masa Turki Usmani (1299 M-1922 M) sangat penting untuk dikaji karena Turki Usmani merupakan Daulah Islam terbesar dan cukup lama berkuasa sepanjang sejarah. Tujuan tulisan ini bertujuan untuk memahami tiga hal yaitu ingin memahami perkembangan bentuk seni kaligrafi pada era Turki Usmani, faktor penyebab kemajuan seni kaligrafi dan implikasi kemajuan seni kaligrafi. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah metode historis. Sumber-sumber yang digunakan dalam penelitian ini adalah buku dan jurnal yang berkaitan dengan penelitian sejarah Kekaisaran Utsmaniyah. Tulisan ini menghasilkan tiga hal, Pertama, wujud kaligrafi Turki Usmani berupa penulisan Al-Qur’an, ornamen pada bangunan keagamaan, dan didirikannya sekolah kaligrafi. Kedua, faktor kemajuan kaligrafi yaitu semangat keagamaan, dukungan dari pemimpin, dan kecintaan terhadap kaligrafi. Ketiga, implikasi seni kaligrafi yaitu munculnya gaya baru kaligrafi, Istanbul menjadi pusat kaligrafi Islam, kaligrafi dapat digunakan sebagai media pembelajaran matematika. Penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengimplementasian seni kaligrafi sebagai refleksi duniawi atas firman serta memberikan sumbangan pemikiran dalam pengembangan kaligrafi Islam.
Merawat Ingatan Sejarah Lokal Peristiwa Berdarah Pada Agresi Militer II di Desa Peniwen Melalui Monumen Peniwen Affair Malang Cahyani, Vinda Regita; Ayundasari, Lutfiah
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v7i2.12301

Abstract

The Peniwen Affair Monument is one of the monuments located in Peniwen Village, Malang Regency. This monument was erected as a form of appreciation and to commemorate the services of health heroes (PMR) and victims who died during the Bloody Incident during the Second Military Aggression. However, currently, the existence of the Peniwen Affair monument is still underestimated by some local people and even regional government agencies. Researchers consider it important to write a historical study regarding the Peniwen Affair monument with the aim of maintaining historical memory. This research uses a historical method which consists of four stages, namely heuristics, criticism, interpretation and historiography. The Peniwen Affair Monument has the potential for interesting and unique historical tourism so that it can become an icon of community pride. The Peniwen Affair Monument is also clear evidence of the atrocities of KNIL soldiers during the Second Military Aggression in Peniwen Village. The KNIL soldiers' atrocities against the people of Peniwen sparked protests by the Peniwen Christian Congregation led by Ds. Martodipuro to the World Church World Church Council (WCC). This protest was responded to internationally and resulted in world condemnation of the Netherlands for human rights violations and the murder of health workers which was a war crime. Several efforts to revive and remember the history of the Bloody Events of 1949 have begun to exist, but they are limited to a few community groups. This should receive attention and receive support, especially from regional government agencies, especially in maintaining the historical preservation of the Peniwen Affair Monument. Apart from that, it is hoped that the history of the Peniwen Affair Monument can also be presented in learning activities through local history lessons with the aim of maintaining historical memory.Monumen Peniwen Affair merupakan salah satu monumen yang terletak di Desa Peniwen, Kabupaten Malang. Monumen ini didirikan sebagai bentuk penghargaan dan untuk mengenang jasa para pahlawan kesehatan (PMR) serta korban yang telah gugur saat Peristiwa Berdarah pada Agresi Militer II. Namun pada saat ini, keberadaan monumen Peniwen Affair masih dipandang sebelah mata oleh sebagian masyarakat setempat bahkan instansi pemerintahan daerah. Peneliti memandang penting penulisan kajian sejarah mengenai monumen Peniwen Affair dengan tujuan untuk merawat ingatan sejarah. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yang terdiri atas empat tahap, yaitu heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Monumen Peniwen Affair memiliki potensi wisata sejarah yang menarik serta unik sehingga dapat menjadi suatu ikon kebanggaan masyarakat. Monumen Peniwen Affair juga merupakan salah satu bukti nyata kekejaman tentara KNIL saat Agresi Militer II di Desa Peniwen. Kekejaman tentara KNIL terhadap masyarakat Peniwen memicu aksi protes Jemaat Kristen Peniwen yang dipimpin oleh Ds. Martodipuro ke Gereja Dunia World Church Council (WCC). Protes ini ditanggapi oleh internasional dan berujung pada kecaman dunia kepada Belanda atas pelanggaran HAM serta pembunuhan tenaga kesehatan yang merupakan kejahatan perang. Beberapa upaya untuk menghidupkan dan mengingat kembali sejarah Peristiwa Berdarah tahun 1949 sudah mulai ada, namun sebatas beberapa kelompok masyarakat. Seharusnya hal tersebut dapat menjadi perhatian dan mendapat dukungan, terutama dari pihak instansi pemerintahan daerah utamanya dalam menjaga kelestarian sejarah Monumen Peniwen Affair. Selain itu, diharapkan sejarah dari Monumen Peniwen Affair juga dapat dihadirkan dalam kegiatan pembelajaran melalui pembelajaran sejarah lokal dengan tujuan untuk merawat ingatan sejarah.
Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Edpuzzle dalam Pembelajaran Sejarah Purmintasari, Yulita Dewi; Lesmana, Chandra
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v7i2.12370

Abstract

Learning history is one of the most difficult lessons because of the distance in space and time, so it is necessary to present interactive learning media that make historical values more understandable. The development of Edpuzle interactive video learning media in history learning aims to develop learning media and to determine the effectiveness of the product developed. The research process applies the 4D development research method with the stages of Define, Design, Develop and Deseminate. The research instruments are in the form of expert validation sheets, lift sheets and test questions. The results of the media validation show "very good" worthy of being used as a learning medium with an average score of 4.35. Based on table 2, it shows that the results of the validation of material experts average score of 4.33 in the "very good" category. The results of the one to one evaluation show that the average total score is 3.98 in the "good" category. And the results of the small group evaluation show that the total average score is 4.58 in the "very good" category. the results of the effectiveness test using Mann Whitney U on SPSS, obtained the results of a sig (2-tailed) value of 0.011 <0.05 which means Ho is rejected while Ha is accepted which means the use of interactive media has an effect on learning students become more interested and able to think interactive learning media and not boring.Pembelajaran sejarah merupakan salah satu pembelajaran yang sulit karena jauhnya ruang dan waktu, sehingga perlu menghadirkan media pembelajaran interaktif yang membuat lebih memahami nilai-nilai sejarah. Pengembangan media pembelajaran video interaktif edpuzle pada pembelajaran sejarah bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran dan mengetahui efektivitas produk hasil pengembangan. Penelitian menerapkan metode penelitian pengembangan 4D dengan tahapan Define, Design, Develop dan Deseminate. Instrumen penelitian berupa lembar validasi ahli, lembar angkat dan soal tes. Hasil validasi media menunjukkan “sangat baik” layak digunakan sebagai media pembelajaran dengan skor rata-rata 4,35. Berdasarkan tabel 2 menunjukkan bahwa hasil validasi ahli materi skor rata -rata 4,33 dengan kategori “sangat baik”. Hasil evaluasi   one to one menunjukkan bahwa total skor rata -rata 3,98 dengan kategori “baik”. Dan hasil evaluasi small group menunjukkan bahwa total skor rata -rata 4.58 dengan kategori “sangat baik”. hasil uji efektivitas menggunakan Mann Whitney U pada SPSS, didapatkan hasil nilai sig (2-tailed) sejumlah 0,011 < 0,05 yang berarti Ho ditolak sedangkan Ha diterima yang berarti penggunaan media interaktif berpengaruh dalam pembelajaran. siswa menjadi lebih tertarik dan mampu berfikir dengan media pembelajaran yang interaktif dan tidak membosankan. 
Kajian Sosial Ekonomi Kerajinan Gerabah Plancungan Ponorogo, 2012-2022 Sriweni, Erwina Yulia; Huda, Khoirul; Wibowo, Anjar Mukti
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v7i2.16840

Abstract

The problems faced by pottery craftsmen in the village of Plancungan Slahung, Ponorogo Regency, internally include limited capital, the raw material (clay) used to make handicrafts is quite limited so that the craftsmen have to buy from other villages, and the equipment used is very simple. The aim of the research is to examine the socio-economic development of pottery in Plancungan Ponorogo in the 2012-2022 period. This type of research uses a qualitative descriptive approach. The location of this research was conducted in Plancungan Village, Slahung District, Ponorogo Regency, East Java Province. The source of the data used in this research is pottery in the village of Plancungan. The application of the method is designed through heuristics using interviews, observations and document analysis. Then criticize the source with internal and external concepts. Then proceed with interpreting through a socio-economic study approach and written in narrative with a scientific manuscript model. The results of the study show that from 2012 to 2022 the traditional Plancungan pottery craft will continue to change as time goes by, starting with the variety and tools used. This also affects the social and economic life of the artisans, because this work is a source of livelihood for most people. So that the social and economic life of the community depends on the existence of the pottery produced, which of course is made as good as possible even though it is still traditional, so that it can be competitive with products and the times.Permasalahan yang dihadapi para pengrajin gerabah di Desa Plancungan Slahung Kabupaten Ponorogo dalam lingkup internal diantaranya yaitu terbatasnya permodalan yang dimiliki, bahan mentah (tanah liat) yang digunakan untuk membuat kerajinan cukup terbatas sehingga para pengrajin harus membeli ke desa lain, dan peralatan yang digunakan sangat sederhana. Tujuan penelitian untuk mengkaji perkembangan sosial ekonomi gerabah di Plancungan Ponorogo rentang 2012-2022. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan metode sejarah. Lokasi penelitian ini dilakukan di Desa Plancungan Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo Provinsi Jawa Timur. Penerapan metode dirancang melalui heuristik dengan menggunakan wawancara, pengamatan dan analisis dokumen. Kemudian mengkritisi sumber dengan konsep internal dan eksternal. Lalu dilanjutkan dengan menginterpretasi melalui pendekatan kajian sosial ekonomi dan ditulis secara narasi dengan model manuskrip ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahun 2012 sampai 2022 kerajinan gerabah tradisional Plancungan terus berubah seiring berkembangnya zaman mulai ragam dan alat yang dipakainya. Hal tersebut juga berpengaruh terhadap kehidupan sosial dan ekonomi perajinnya, oleh karena pekerjaan ini merupakan salah satu yang dijadikan sumber pencaharian sebagian besar masyarakat. Sehingga kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat bergantung dengan eksistensi gerabah yang dihasilkan yang sudah barang tentu diupayakan dibuat sebaik mungkin meskipun masih tradisional, supaya mampu berdaya saing terhadap produk dan perkembangan zaman. 
Identifikasi Bangunan-Bangunan Peninggalan Sejarah Masa Kolonial Belanda di Pesisir Timur Aceh Anis, Madhan; Ramazan, Ramazan; Prasetyo, Okhaifi; Nuryanti, Reni; Safitri, Intan; Mauladi, Wiwin; Puspita, Maya; Rahayu, Mutiara
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v7i2.19747

Abstract

The Dutch colonial presence in the eastern coastal region of Aceh had a significant influence on infrastructure development and cultural changes in the area. The buildings left over from the Dutch Colonial period on the East Coast of Aceh are physical evidence of the interaction between the Dutch and the people of Aceh at that time. Therefore, these relics must be protected and preserved. A lack of public understanding of the importance of preserving cultural heritage can result in neglect and lack of support for the preservation of these buildings. For this reason, the aim of this research is to identify buildings left over from the Dutch Colonial period in the cities on the East coast of Aceh, such as East Aceh, Langsa City, and Aceh Tamiang. The research used in this research is historical or historical research methods. The steps in historical research are heuristics, verification, interpretation, and historiography. As a result of the research that has been carried out, a number of locations of historical heritage building objects were found scattered at several points in East Aceh, Langsa City, and Aceh Tamiang. In East Aceh, the East Aceh Regent's Hall and the Water Storage Reservoir are historical heritage sites. Langsa City also has several historical heritage buildings, such as the Balee Juang Building, SD Negeri 1 Langsa, PDAM, Hall, Satpol PP and WH Building, and Langsa Post Office. Apart from that, in Aceh Tamiang, there is a Regent's pavilion building and a Dutch rubber plantation industrial building, which are important historical relics. These historical remains provide an overview of the cultural and historical heritage of the area.Kehadiran Kolonial Belanda di wilayah pesisir Timur Aceh membawa pengaruh yang signifikan dalam pembangunan infrastruktur dan perubahan budaya di daerah tersebut. Bangunan-bangunan peninggalan masa Kolonial Belanda di Pesisir Timur Aceh menjadi bukti fisik dari interaksi antara Belanda dan masyarakat Aceh pada masa itu. Oleh karena itu, peninggalan tersebut harus dilindungi dan dilestarikan. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya melestarikan warisan budaya dapat mengakibatkan penelantaran dan kurangnya dukungan untuk pelestarian bangunan-bangunan tersebut. Untuk itu tujuan penelitian ini yakni mengindetifikasi bangunan-bangunan peninggalan masa Kolonial Belanda di Kota pesisir Timur Aceh seperti di Aceh Timur, Kota Langsa dan Aceh Tamiang. Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian sejarah atau historis. Langkah-langkah penelitian sejarah yaitu, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian yang telah dilakukan, ditemukan sejumlah lokasi objek bangunan peninggalan sejarah yang tersebar di beberapa titik di Aceh Timur, Kota Langsa, dan Aceh Tamiang. Di Aceh Timur, terdapat Pendopo Bupati Aceh Timur dan Waduk Penampung Air sebagai peninggalan bersejarah. Kota Langsa juga memiliki beberapa bangunan peninggalan sejarah seperti Gedung Balee Juang, SD Negeri 1 Langsa, PDAM, Pendopo, Gedung Satpol PP dan WH, dan Kantor Pos Langsa. Selain itu, di Aceh Tamiang terdapat gedung pendopo Bupati dan  bangunan industri perkebunan karet Belanda yang menjadi peninggalan sejarah yang penting. Peninggalan sejarah tersebut memberikan gambaran tentang warisan budaya dan sejarah daerah tersebut.
Analisis Historis Ruang Budaya Saleh Danasasmita, 1973-1986 Nugraha, Muhamad Satria; Dienaputra, Reiza D.; Mulyadi, Raden Muhammad
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v7i2.21199

Abstract

This research is entitled Historical Analysis of Cultural Space of Saleh Danasasmita (1973-1986). This analysis produces a picture of Saleh Danasasmita's living environment from an internal and external point of view. The purpose of this study is to analyze the factors that influence Saleh Danasasmita's thinking, especially from the socio-cultural environment and educational environment as Saleh Danasasmita's cultural space. This research will also reveal the ideas of Saleh Danasasmita about Sundanese culture. This research uses historical research methods consisting of heuristics, criticism, interpretation, and historiography. Saleh Danasasmita is a figure from Sunda and has an interest in analyzing Sundanese history and culture. His closeness with other Sundanese researchers led to his interest in focusing on research on Sundanese history, especially during the Sundanese kingdom. His ideas and analysis of Sundanese involve his basic knowledge as a Sundanese along with other diverse sources. The tendency of his thinking was to preserve Sundanese values that had existed since the time of the kingdom.Penelitian ini berjudul Analisis Historis Ruang Budaya Saleh Danasasmita (1973-1986). Analisis ini menghasilkan gambaran mengenai lingkungan kehidupan Saleh Danasasmita dari sudut pandang internal dan eksternal. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemikiran Saleh Danasasmita terutama dari lingkungan sosial budaya dan lingkungan pendidikan sebagai ruang budaya Saleh Danasasmita. Penelitian ini juga akan mengungkap gagasan dari Saleh Danasasmita mengenai kebudayaan Sunda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Saleh Danasasmita merupakan tokoh yang berasal dari Sunda dan mempunyai ketertarikan untuk menganalisis sejarah dan budaya Sunda. Kedekatannya dengan peneliti Sunda lainnya menimbulkan ketertarikannya untuk fokus dalam penelitian mengenai sejarah Sunda khususnya masa kerajaan Sunda. Gagasan dan analisis dari kesundaannya melibatkan pengetahuan dasarnya sebagai orang Sunda disertai sumber-sumber lainnya yang beragam. Tendensi dari pemikirannya adalah untuk melestarikan nilai-nilai Sunda yang telah ada sejak masa kerajaan.
Advancement of Baduy Muslims (Historical Overview of Religious Conversion in The Baduy Community) Arif, Muhamad; Solihin, Solihin; Fatimah, Siti
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v7i2.21290

Abstract

Many people think that the Baduy people are very fanatical in carrying out their customary system and at the same time rejecting outside influences, including Islam. However, researchers found different evidence of this assumption. This study aims to provide a historical overview of the connectedness of the Baduy people to the Islamic religion, so that some Baduy residents in Kampung Landeuh have now converted their religion to Islam. By using historical research methods, researchers collect sources, criticize sources, interpret information, then write about the progress of Baduy Muslims. This research resulted in three important findings. First, the Baduy people have known Islam since the beginning of the spread of Islam in Banten, when Prabu Pucuk Umun and his retainers were still living in Banten, before handing over the power of Banten to Maulana Hasanuddin. Second, there was a gradual transfer of the beliefs of the Baduy people from Sunda Wiwitan to the Agama Selam Sunda Wiwitan during the time of Maulana Yusuf, until now some Baduy people have embraced Islam. Third, there has been an increase in the number of Muslim Baduy because more and more Baduy people have left their traditional environment to live in Kampung Landeuh.Banyak orang beranggapan bahwa masyarakat Baduy sangat fanatik dalam menjalankan sistem adat sekaligus menolak keras pengaruh luar, termasuk Islam. Namun, peneliti menemukan bukti yang berbeda dari anggapan tersebut. Kajian ini bertujuan untuk memberikan gambaran sejarah tentang keterhubungan masyarakat Baduy dengan agama Islam, sehingga beberapa warga Baduy di Kampung Landeuh saat ini telah mengkonversi agama mereka sebagai penganut Islam. Dengan menggunakan metode penelitian sejarah, peneliti mengumpulkan sumber, mengkritisi sumber, menafsirkan informasi, kemudian menulis tentang kemajuan Muslim Baduy. Penelitian ini menghasilkan tiga temuan penting. Pertama, masyarakat Baduy telah mengenal Islam sejak awal penyebaran Islam di Banten, ketika Prabu Pucuk Umun dan para punggawanya masih bermukim di Banten, sebelum menyerahkan kekuasaan Banten kepada Maulana Hasanuddin. Kedua, terjadi perpindahan kepercayaan masyarakat Baduy secara bertahap dari Sunda Wiwitan menjadi Agama Selam Sunda Wiwitan pada masa Maulana Yusuf, hingga saat ini beberapa warga Baduy telah menganut Islam. Ketiga, terjadi peningkatan jumlah Baduy Muslim karena semakin banyak masyarakat Baduy yang meninggalkan lingkungan adatnya untuk tinggal di Kampung Landeuh.
Ungkonan Keluarga Ulama Bebas Abad XIX Masehi: Analisis Temuan Nisan di Pasar 16 Ilir Palembang Hudaidah, Hudaidah; Supriyadi, Supriyadi; Heryana, Nandang
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v7i2.21425

Abstract

Nisan, as a mark on the name of the person who died on the tomb, has important significance for the study of science because, behind the remains of the nisan, there is a variety of knowledge that reflects the social and cultural conditions of the religions. The discovery of a viral ancient nisan in the market area of 16 Ilir Palembang became important because the nisan is made of marble stone and the shape and motif are very interesting. Besides, this nisan was found in a location that was previously believed to be the area of Beringit Janggut, or Palembang Darussalam's Second Sultanate Palace. These findings need to be studied further to obtain more valid data, which is why the aim of this writing is to find out who owns the ancient nisan and how social and cultural conditions are described through such nisan findings. These issues will be studied using qualitative research with measures of data excavation, data processing, data analysis, and conclusion drawings. The results of this research can be known. Four nisan have names, days, dates, months, and years of Hijriah, and two without a name’s. This ungkonan represents a family of free scholars who are visible from the name and motive of nisan. Nisan identifies the sociocultural life of its owner.Nisan sebagai penanda atas nama orang yang meninggal pada makam, memiliki makna penting bagi kajian ilmu pengetahuan karena dibalik tinggalan nisan tersebut terdapat berbagai pengetahuan yang mencerminkan kondisi sosial dan budaya dari ungkonan tersebut.  Temuan nisan kuno viral di kawasan pasar 16 Ilir Palembang, menjadi penting karena nisan tersebut terbuat dari batu marmer dan bentuk serta motifnya sangat menarik, selain itu nisan ini ditemukan pada lokasi yang dulunya diperkirakkan kawasan kuto Beringit Janggut atau Istana Kesultanan Palembang Darussalam yang ke dua. Temuan ini perlu dikaji lebih lanjut untuk mendapatkan data yang lebih valid, yang menjadi tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui siapa pemilik nisan kuno dan bagaimana kondisi social dan budaya yang terdiskripsi melalui temuan nisan-nisan tersebut.  Permasalahan ini akan dikaji dengan menggunakan penelitian kualitatif dengan langkah-langkah penggalian data, pengolahan data, analisa data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini dapat diketahui empat nisan memiliki nama, hari, tanggal, bulan dan tahun Hijriah dan dua tanpa ada nama. Ungkonan ini merupakan keluarga ulama bebas yang terlihat dari nama dan motif nisan. Nisan mengidentifikasi kehidupan sosial budaya pemiliknya.
Hubungan Indonesia-Australia Husain, Sarkawi B.
Fajar Historia: Jurnal Ilmu Sejarah dan Pendidikan Vol 7 No 2 (2023): Desember
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/fhs.v7i2.21437

Abstract

Indonesia and Australia are two countries that have long historical and diplomatic relations. Unfortunately, studies on these various relationships, both in the journals and books, are very limited. Therefore, this book is very important to help us understand relationship between the two countries. This book give an important contribution in adding to the collection of important works about Australia written in Indonesian. This book explains how Australian foreign policy in general grew out of Australia's concerns and beliefs (or perceptions), and how it came to shape and develop further. This is supported by the author's careful and systematic explanation of the social context in which the basic assumptions underlying Australia's foreign policy are formed. Today, Indonesia-Australia relations are very close. Several programs were initiated such as Economic Management, Infrastructure, Water, Sanitation, and Hygiene. By collaborating with a number of institutions of the Government of the Republic of Indonesia, the Australian government helps to promote strong economic growth, sustainable economic growth that can be enjoyed by all people.Indonesia dan Australia adalah dua negara yang memiliki hubungan sejarah dan diplomatik yang cukup panjang. Sayang sekali, kajian-kajian tentang berbagai hubungan tersebut, baik dalam bentuk jurnal maupun buku tidak banyak dilakukan. Oleh karena itu, buku ini sangat penting untuk membantu kita memahami hubungan antara kedua negara.  Buku ini memberi kontribusi penting dalam menambah koleksi karya penting tentang Australia yang ditulis dalam Bahasa Indonesia. Buku ini menjelaskan bagaimana kebijakan luar negeri Australia secara umum tumbuh dari kekhawatiran dan kepercayaan (atau persepsi) Australia, dan bagaimana ia kemudian terbentuk dan berkembang lebih jauh. Hal ini didukung oleh  penjelasan cermat dan sistematis dari penulis atas konteks sosial di mana asumsi-asumsi dasar yang mendasari kebijakan luar negeri Australia terbentuk. Dewasa ini, hubungan Indonesia-Australia sangat dekat. Beberapa program digagas seperti Tata Laksana Ekonomi, Infrastruktur, Air, Sanitasi, dan Kebersihan. Dengan bekerjasama dengan sejumlah isntitusi Pemerintah Republik Indonesia, pemerintah Australia membantu untuk mempromosikan pertumbuhan ekonomi yang kuat, sustain serta dapat dinikmati oleh semua pihak.

Page 1 of 2 | Total Record : 11