cover
Contact Name
Nasiruddin
Contact Email
daulay.nasiruddin@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
daulay.nasiruddin@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pedagogik Olahraga
ISSN : 25035355     EISSN : 25808877     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pedagogik Olahraga merupakan jurnal elektronik nasional yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Olahraga Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan dua kali setahun pada setiap bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 406 Documents
MAKNA KEBUGARAN JASMANI DALAM PENGALAMAN BERMAIN MUSIK TABU GONG REDE GEDA: STUDI FENOMENOLOGI DI DESA RIANGKOTEK, NUSA TENGGARA TIMUR antonius28rn
Jurnal Pedagogik Olahraga Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Pedagogik Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/pbh62271

Abstract

Pengalaman bermain musik tradisional Tabu Gong Rede Geda di Desa Riangkotek, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. Musik Tabu Gong Rede Geda merupakan warisan budaya yang dimainkan menggunakan alat musik gong dan gendang dengan ritme dan tempo yang cepat secara berkelanjutan, sehingga menuntut ketahanan fisik yang tinggi dari para pemainnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah para pemain musik Tabu Gong Rede Geda yang dipilih secara purposif. Data dianalisis menggunakan model analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas bermain musik Tabu Gong Rede Geda secara signifikan melibatkan komponen kebugaran jasmani, khususnya kekuatan otot lengan, daya tahan kardiovaskular, dan koordinasi motorik. Pemain gong yang berdiri memukul tiga buah gong secara berulang dengan satu tangan, serta pemain gendang yang membungkuk memukul dengan dua tangan menggunakan bilah bambu, mengalami kelelahan otot yang menjadi penanda keterlibatan fisik yang intensif. Sistem pergantian pemain yang terjadi secara otomatis ketika kelelahan dirasakan merupakan mekanisme regulasi fisik yang secara tidak langsung mencerminkan pemahaman komunitas terhadap batas kapasitas kebugaran jasmani. Penelitian ini menyimpulkan bahwa bermain musik Tabu Gong Rede Geda mengandung nilai kebugaran jasmani yang relevan sebagai bentuk aktivitas fisik berbasis budaya lokal.
PERAN KINESIOLOGI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN (PJOK) Sinung Nugroho
Jurnal Pedagogik Olahraga Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Pedagogik Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/hdyk4a34

Abstract

Pembelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (PJOK) pada peserta didik tidak bisa terlepas dengan gerak. Peserta didik dalam mengikuti pembelajaran harus mempertimbangkan gerak dasar yang dilakukan dalam olahraga sehingga kesalahan teknik dalam gerak dapat diminimalisir. Metode penelitian yang digunakan metode Systematic Literature Review. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinesiologi dalam pembelajaran PJOK berperan penting untuk teknik gerak dasar. Kinesiologi memberikan informasi kepada pendidik tentang gerak dasar yang sesuai dengan anatomi tubuh sehingga mengurangi kesalahan gerak. Selain itu, adanya kinesiologi memberikan informasi gerak yang benar pada sendi tubuh manusia sehingga meminimalisir adanya cidera akibat kesalahan gerak saat pembelajaran fisik. Kinesiologi juga sebagai sarana melakukan rehabilitasi pada peserta didik yang mengalami cidera akibat adanya kesalahan gerak pada saat pembelajaran.
HUBUNGAN PANJANG TUNGKAI, POWER TUNGKAI DAN FLEKSIBILITAS TERHADAP JARAK LOMPATAN TRACK START PADA OLAHRAGA RENANG DI BABE SWIMMING SCHOOL Suwarli; Hanna Lufita Sihombing; Fransiskus Nurseto; Candra Kurniawan
Jurnal Pedagogik Olahraga Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Pedagogik Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/y979ah62

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara panjang tungkai, power tungkai dan fleksibilitas terhadap jarak lompatan track start pada olahraga renang di Babe Swimming School. Penelitian ini menggunakan desain desktiptif kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh atlet renang di Babe Swimming School yang berjumlah 20 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini yaitu Uji Normalitas, Korelasi Product Moment dan Korelasi Berganda. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan IBM SPSS Statistics 24. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa adanya hubungan yang kuat antara Panjang Tungkai (X1) terhadap Jarak Lompatan (Y), adanya hubungan yang kuat antara Power Tungkai (X2) terhadap Jarak Lompatan (Y), adanya hubungan yang sangat lemah antara Fleksibilitas (X3) terhadap Jarak Lompatan (Y), adanya hubungan yang kuat antara Panjang Tungkai (X1), Power Tungkai (X2) dan Fleksibilitas (X3) terhadap Jarak Lompatan (Y) pada olahraga renang di Babe Swimming School.
ANALISIS VIDIO TERHADAP POLA PERMAINAN DAN EFEKTIVITAS SERANGAN TIM FLOORBALL PUTRA JAWA TIMUR PADA FINAL  EKSIBISI PON XXI ACEH-SUMUT 2024 Agi Miftakhuddin; Abdul Aziz Hakim
Jurnal Pedagogik Olahraga Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Pedagogik Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/5zm8ys85

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola permainan dan efektivitas serangan Tim Floorball Putra Jawa Timur pada pertandingan final eksibisi PON XXI Aceh-Sumut 2024. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan teknik analisis video menggunakan perangkat lunak LongoMatch Video Analysis. Rekaman pertandingan berdurasi 2 x 20 menit dianalisis untuk mengidentifikasi tiga pola serangan utama, yaitu serangan sayap (1-2-2), serangan tengah (2-2-1), dan serangan langsung/counter attack (2-2-1). Data yang diperoleh menunjukkan bahwa dari total 46 serangan, pola serangan tengah menjadi pola paling sering digunakan dengan 24 serangan, namun bukan yang paling efektif. Pola serangan sayap menghasilkan tingkat efektivitas tertinggi sebesar 41,66%, serangan tengah sebesar 33,33%, dan serangan langsung sebesar 30%. Secara keseluruhan, efektivitas serangan tim adalah 34,78%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola serangan sayap menjadi strategi paling efektif dalam menciptakan peluang dan mencetak gol, sehingga dapat direkomendasikan sebagai pola serangan utama dalam pertandingan kompetitif.
EFEKTIVITAS TENDANGAN LINGKAR DALAM TARUNG DERAJAT PUTRI KELAS 58,1-62 KG PERTANDINGAN PON ACEH 2024 Milatina Shinta Amalia; Eko Sudarmanto; Nurhidayat
Jurnal Pedagogik Olahraga Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Pedagogik Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/4z2zz210

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas tendangan lingkar dalam pada cabang olahraga Tarung Derajat putri kelas 58,1-62 kg melalui analisis video pertandingan Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh 2024. Metode penelitian yang digunakan Adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik observasi tidak langsung menggunakan analisis video pertandingan. Subjek penelitian adalah atlet Tarung Derajat putri yang bertanding pada babak semifinal dan final PON Aceh 2024 pada kelas 58,1-62 kg. Data dikumpulkan dengan mengamati frekuensi penggunaan tendangan lingkar dalam, perolehan poin, serta sasaran tendangan, kemudian dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atlet dengan frekuensi tendangan lingkar dalam yang lebih tinggi memperoleh perolehan poin yang lebih besar dan mampu mendominasi jalannya pertandingan. Tendangan lingkar dalam terbukti efektif sebagai teknik serangan utama, khususnya Ketika diarahkan kesasaran badan yang memiliki Tingkat keberhasilan yang lebih tinggi dibandingkan sasaran kepala. Meskipun sasaran kepala menghasilkan poin yang lebih besar ,tinggi resikonya menyebabkan frekuensi penggunaannya lebih rendah. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas tendangan lingkar dalam dipengaruhi oleh jumlah tendangan, ketepatan sasaran, dan konsistensi pelaksanaan teknik, sehingga teknik ini layak dijadikan focus utama dalam strategi bertanding dan program latihan atlet Tarung Derajat
ANALISIS KONDISI FISIK ATLET PORPROV BOLA VOLI INDOOR PUTRI KOTA SUKABUMI Syfa Yulyani; Bambang Erawan; Oktoviana Nur Ajid
Jurnal Pedagogik Olahraga Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Pedagogik Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/j47y9w39

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kondisi fisik atlet PORPROV bola voli indoor putri Kota Sukabumi dalam persiapan menghadapi Porprov 2026. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik total sampling, melibatkan 14 atlet sebagai subjek penelitian. Instrumen yang digunakan meliputi V sit and reach, trunk lift, sprint 20 meter, T-test, whole body reaction, hurdle jump, push up, sit up, vertical jump, overhead medicine ball, dan yo-yo intermittent recovery test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kondisi fisik atlet sebesar 84,14% yang termasuk dalam kategori baik. Komponen dengan nilai tertinggi adalah fleksibilitas (V sit and reach) sebesar 99,57%, sedangkan komponen terendah adalah whole body reaction sebesar 74,86%. Secara individu, terdapat variasi kemampuan fisik antar atlet, dengan nilai tertinggi mencapai 96,00% dan terendah 70,29%. Hasil ini menunjukkan bahwa sebagian besar atlet memiliki kondisi fisik yang baik, namun masih diperlukan peningkatan pada beberapa komponen tertentu seperti kecepatan reaksi dan kekuatan otot inti. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan program latihan yang lebih efektif dan terarah
PERSEPSI DAN KESIAPAN MAHASISWA PENDIDIKAN JASMANI TERHADAP OLAHRAGA TRADISIONAL SEBAGAI OBJEK RISET: STUDI KASUS SEMINAR NASIONAL OLAHRAGA TRADISIONAL Kristoforus Ado Aran
Jurnal Pedagogik Olahraga Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Pedagogik Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/wrmwd562

Abstract

Olahraga tradisional merupakan warisan budaya gerak lokal yang menyimpan potensi besar sebagai objek kajian ilmiah dalam bidang Pendidikan Jasmani (PENJAS). Namun, kesiapan mahasiswa sebagai calon peneliti dalam mengangkat tema ini masih belum banyak diteliti, khususnya di lingkungan perguruan tinggi daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi, minat, kesiapan metodologis, dan hambatan yang dihadapi mahasiswa PENJAS terhadap olahraga tradisional sebagai objek riset, serta mengukur dampak Seminar Nasional Olahraga Tradisional terhadap perubahan tersebut. Penelitian menggunakan desain mixed methods dengan instrumen kuesioner skala Likert (pengukuran pre-post) kepada 59 mahasiswa peserta seminar dan Focus Group Discussion (FGD) untuk pendalaman kualitatif. Hasil menunjukkan peningkatan yang signifikan pada dimensi pemahaman (Δ=+0,24; t(58)=3,673; p=0,001; d=0,482), minat (Δ=+0,17; t(58)=3,303; p=0,002; d=0,434), dan kesiapan metodologis (Δ=+0,16; t(58)=2,544; p=0,014; d=0,334) pasca seminar. Hambatan utama yang teridentifikasi adalah keterbatasan referensi ilmiah (48,3%), sulitnya akses ke narasumber (39,0%), dan keterbatasan pengetahuan metodologis (32,2%). Temuan ini menunjukkan bahwa seminar tematik merupakan intervensi efektif untuk meningkatkan literasi riset mahasiswa di bidang budaya gerak lokal, meskipun diperlukan tindak lanjut struktural berupa integrasi kurikulum dan pendampingan penelitian yang berkelanjutan.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN DASAR RENANG PADA MAHASISWA PENDIDIKAN JASMANI Muhammad Yan Ahady; Raswin; Muhammad Reza Destya
Jurnal Pedagogik Olahraga Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Pedagogik Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/vtjard02

Abstract

Pembelajaran renang merupakan bagian penting dalam pendidikan jasmani yang berperan dalam meningkatkan keterampilan motorik, kebugaran jasmani, dan penguasaan teknik dasar. Namun, pembelajaran di perguruan tinggi masih sering menggunakan pendekatan konvensional yang kurang mendorong partisipasi aktif mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif terhadap peningkatan keterampilan dasar renang mahasiswa pendidikan jasmani. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain one group pretest–posttest. Sampel penelitian berjumlah 30 mahasiswa yang mengikuti mata kuliah renang. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan dasar renang yang meliputi gerakan kaki, gerakan lengan, teknik pernapasan, dan koordinasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 60,87 pada pretest menjadi 72,39 pada posttest. Uji hipotesis menunjukkan nilai t hitung sebesar 16,93 dengan p < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh signifikan. Dengan demikian, model pembelajaran kooperatif efektif dalam meningkatkan keterampilan dasar renang mahasiswa
ANALISIS PENGARUH PEKAN OLAHRAGA NASIONAL TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER ATLET BILIAR KALIMANTAN SELATAN Detri Hardisa; Herita Warni
Jurnal Pedagogik Olahraga Vol. 11 No. 2 (2025): Jurnal Pedagogik Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/rm6nk994

Abstract

Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan ajang kompetisi olahraga bergengsi yang diadakan setiap empat tahun sekali oleh Pemerintah Indonesia. Selain sebagai wadah untuk mengukur pencapaian atlet dalam bidang olahraga, PON juga memiliki pengaruh signifikan terhadap pembentukan karakter atlet, khususnya di provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh PON terhadap pembentukan karakter atlet di Kalimantan Selatan, dengan fokus pada aspek disiplin, kerja sama tim, mental juara, dan pengelolaan emosi. Data dikumpulkan melalui metode wawancara, observasi, dan studi dokumentasi terhadap atlet yang pernah berpartisipasi dalam PON, pelatih, dan pengurus cabang olahraga di Kalimantan Selatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PON memberikan dampak positif dalam pembentukan karakter atlet, meskipun masih ada tantangan dalam hal konsistensi pelatihan dan persiapan mental.
PENGARUH LATIHAN PLYOMETRIC TERHADAP KEMAMPUAN SMASH ATLET BOLA VOLI PADA MAHASISWA UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG K. Muhammad Hafiiz Mailano; Erwin Nizar Priambodo
Jurnal Pedagogik Olahraga Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Pedagogik Olahraga
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/1ansbr51

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh latihan plyometric terhadap kemampuan smash atlet bola voli. Latar penelitian didasarkan pada kebutuhan pembinaan atlet UKM Bola Voli Universitas Negeri Semarang tahun 2025 yang memiliki 28 atlet Tim Bola Voli 2, terdiri atas 16 putra dan 12 putri, serta menjalani latihan rutin setiap Senin dan Rabu pukul 18.00 di GOR KAMISO FIK UNNES. Metode yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain one-group pretest-posttest. Program latihan plyometric dilaksanakan selama 6 minggu atau 12 pertemuan, meliputi squat jump, tuck jump, lateral bound, hurdle jump, jump to box, dan depth jump dengan prinsip progresivitas beban, spesifisitas, dan pemulihan. Instrumen utama adalah tes kemampuan smash 10 kali kesempatan dengan skor 0-100, sedangkan vertical jump digunakan sebagai data pendukung. Pada data simulasi, rerata kemampuan smash meningkat dari 62.08 ± 5.42 menjadi 72.35 ± 6.18. Uji t berpasangan menunjukkan perbedaan signifikan, t(27) = 16.85, p < 0.001, dengan effect size sangat besar (Cohen dz = 3.19). Rerata vertical jump juga meningkat dari 49.70 ± 5.99 cm menjadi 53.98 ± 6.78 cm. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa latihan plyometric berpotensi meningkatkan komponen daya ledak tungkai yang mendukung kemampuan smash. Temuan ini perlu diverifikasi menggunakan data empirik aktual dan desain kontrol yang lebih kuat pada penelitian lanjutan.