cover
Contact Name
Aswar Amiruddin
Contact Email
aswaramir89@gmail.com
Phone
+6287704518570
Journal Mail Official
bejts@borneo.ac.id
Editorial Address
Jl. Amal Lama No 1, Tarakan 77115, Indonesia
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Borneo Engineering: Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 25811134     EISSN : 26857553     DOI : https://doi.org/10.35334/be.v9i3
Core Subject : Engineering,
Focus and Scope Borneo Engineering : Structural Engineering, Transportation Engineering, Water Resources, Geotechnical Engineering and Construction Management
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Volume 8 Nomor 3 Tahun 2024" : 10 Documents clear
Analisis Probabilistik Bencana Tsunami terhadap Tingkat Kerentanan Bangunan di Kota Painan, Sumatera Barat berdasarkan Rasio Gempa dengan Metode Logic Tree Putra, Gusti Mahendra; Mahlil, Teuku; Januriyadi, Nurul Fajar; Rasyif, Teuku Muhammad
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 8 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v8i3.5884

Abstract

Sumatera Barat khususnya segmen Mentawai Megathrust merupakan suatu segmen yang rentan terjadinya tumbukan antara patahan aktif, sehingga memicu terjadinya gempa bumi yang kemudian disusul dengan bencana tsunami. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perbedaan variabel tingkat keaktifan seismik dan rasio antara gempa besar dan gempa kecil dengan alat bantu Logic Tree, potensi bahasa tsunami dengan Probabilistic Tsunami Hazard Assessment, serta menentukan gedung yang dapat digunakan sebagai tempat evakuasi berdasarkan nilai indeks Building Tsunami Vulnerability yang berlangsung di Kota Painan terhadap zona patahan padang. Simulasi dalam penelitian ini menggunakan program Cornell Multi-grid Coupled Tsunami. Dari simulasi tersebut, dilakukan perhitungan ketinggian tsunami pada setiap bangunan di Kota Painan, dan waktu periode ulang ditentukan menggunakan persamaan PTHA. Selain itu, dilakukan penentuan tingkat kerentanan bangunan dengan menggunakan persamaan BTV. Hasil pengolahan data PTHA menunjukkan bahwa ketinggian tsunami maksimal dalam periode ulang 1000 tahun adalah 5.664 meter, sedangkan pada periode ulang 4000 tahun adalah 36 meter. Berdasarkan nilai Building Tsunami Vulnerability, solusi mitigasi yang direkomendasikan adalah menggunakan bangunan dengan nilai kelas BTV 0 (tidak ada), 1 (rendah), dan 2 (sedang). Seperti bangunan Kantor Cabang Bank Nagari yang merupakan bangunan beton bertulang 4 lantai, dikhususkan untuk masyarakat yang tinggal di sekitar garis pantai atau yang jauh dari perbukitan. Selain itu, masyarakat yang tinggal dapat memanfaatkan dataran tinggi atau perbukitan sebagai tempat evakuasi.
Analisis Kinerja Operasional dan Pelayanan Angkutan Perkotaan pada Trayek 1 Bobotsari, Kabupaten Purbalingga PARLUKI, ALSHA DEWI; ANINDITA, REZA YOGA; PUTRO, HANENDYO; FITRIANI, NURUL; HADI, SUPRAPTO
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 8 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v8i3.5498

Abstract

Permasalahan angkutan kota di Kabupaten Purbalingga, khususnya Trayek 1 Bobotsari yang melayani daerah industri Jalan Ahmad Yani diidentifikasi adalah kurang optimalnya kinerja operasional dan pelayanan angkutan kota. Seringkali, angkutan kota pada Trayek 1 tidak mencukupi kebutuhan karyawan pada periode sibuk, terutama saat pulang kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas pelayanan angkutan kota trayek 1 Bobotsari, yang juga berperan dalam melayani karyawan industri. Pengambilan data menggunakan 3 metode, yaitu survei dinamis, survei statis dan wawancara penumpang melalui kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja operasional angkutan kota berada pada kategori sedang-baik secara keseluruhan, namun nilai load factor pada jam sore (Terminal Purbalingga-Terminal Bobotsari) tergolong kurang dengan nilai 108,64%. Dari sisi pelayanan, nilai indeks kepuasan pengguna sebesar 74,74% menunjukkan tingkat kepuasan "puas" berdasarkan kriteria penilaian Customer Satisfaction Index (CSI). Rekomendasi yang diajukan meliputi peningkatan fasilitas di dalam angkutan, seperti kenyamanan dan keamanan, serta penjadwalan kepulangan karyawan di ketiga industri tersebut dengan menghitung kebutuhan angkutan Trayek 1 untuk meningkatkan mobilitas karyawan dan efisiensi operasional. Implementasi rekomendasi ini diharapkan dapat mengoptimalkan penyediaan angkutan kota dan meningkatkan kepuasan pengguna secara keseluruhan.
Pengaruh Air Laut pada Kualitas Paving Block untuk Aplikasi Non-Struktural Patah, Dahlia; Dasar, Amry; Apriansyah, Apriansyah
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 8 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v8i3.5993

Abstract

Penggunaan air tawar dalam industri konstruksi, termasuk dalam pembuatan paving block, menghadapi tantangan besar akibat keterbatasan sumber daya air tawar di banyak wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi penggunaan air laut sebagai alternatif pengganti air tawar dalam proses pencampuran dan perawatan paving block, terutama untuk aplikasi non-struktural di daerah pesisir. Metode penelitian melibatkan empat jenis campuran paving block: AT-AT (pencampuran dan perawatan dengan air tawar), AT-AL (pencampuran dengan air tawar dan perawatan dengan air laut), AL-AT (pencampuran dengan air laut dan perawatan dengan air tawar), dan AL-AL (pencampuran dan perawatan dengan air laut). Pengujian dilakukan pada umur benda uji 28 dan 91 hari untuk mengevaluasi kuat tekan, daya serap air, porositas, ketahanan terhadap larutan asam, dan nilai resistivitas listrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran AT-AT memiliki kualitas terbaik dengan kuat tekan tertinggi, porositas dan daya serap air terendah, serta ketahanan optimal terhadap lingkungan asam dan korosi. Campuran AL-AT juga menunjukkan performa baik dengan electrical resistivity tinggi dan penurunan porositas signifikan, menjadikannya layak untuk aplikasi di wilayah pesisir. Meskipun campuran AL-AL menunjukkan peningkatan porositas dan penurunan ketahanan terhadap asam, hasil resistivitasnya tetap memadai untuk aplikasi non-struktural ringan. Temuan ini mengindikasikan bahwa air laut dapat digunakan sebagai alternatif yang ekonomis dalam pembuatan dan perawatan paving block di daerah dengan keterbatasan air tawar, tanpa mengorbankan kualitas secara signifikan untuk aplikasi non-struktural.
Kelayakan Material Domato Tendeadongi Kabupaten Poso Pada Lapis Pondasi Agregat Kelas S Tanari, Bleiser
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 8 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v8i3.5881

Abstract

Pada campuran lapis pondasi perkerasan jalan, ada beberapa permasalahan yang sering muncul pada saat pencampuran di laksanakan, salah satu permasalahan yang ada adalah ketersediaan agregat sebagai salah satu bahan campuran pada lapis pondasi jalan, ada beberapa daerah tertentu yang mempunyai kondisi sulit serta harus megeluarkan biaya banyak dalam mendatangkan agregat dari daerah lain, dan untuk mengatasi hal tersebut akan coba digunakan material lokal domato sebagai alternatif. Domato adalah sejenis batuan gunung berkapur yang belum terbentuk secara normal. Domato pada kondisi kering terlihat seperti batu karang yang keras tetapi jika basah terlihat seperti tanah. Di Propinsi Sulawesi Tengah, jenis batuan tersedia sangat melimpah di wilayah dataran Pamona Poso, Morowali, Luwuk dan Ampana. Kabupaten Poso memiliki ketersediaan Domato yang ditaksir terbesar di Desa Lena dan Desa Sangira sebesar 1.785.000.000 Ton, dan menurut penelitian yang sudah dilakukan bahwa Domato bisa meningkatkan nilai CBR tanah dasar.  Melihat potensi yang ada, maka akan diteliti apakah Domato memenuhi syarat untuk digunakan pada lapis pondasi agregat kelas S. Hasil pengujian memperlihatkan bahwa Penggunaan Domato Tendeadongi Kabupaten Poso tidak memenuhi syarat kekuatan agregat (abrasi) akan tetapi memenuhi syarat CBR untuk dijadikan campuran lapis pondasi agregat kelas S. Kata kunci: Domato, Lapis Pondas Jalan, CBR, Agregat Kelas S.
Analisis Perbandingan Daya Dukung Tiang Tunggal Berdasarkan Hasil Data Sondir, N-SPT dan Data Laboratorium Amalia, Ghina
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 8 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v8i3.5974

Abstract

The need for boards is closely related to a building which not only functions as a residence but also as a place for almost all human activities such as offices, business premises and so on. The increase in population has caused the availability of land to become increasingly narrow, resulting in a large number of vertical building developments or high-rise buildings. In order to be able to fulfill the primary human need for shelter, these multi-storey buildings must not only provide comfort but also be safe. A safe building is obtained from accurate planning of all structural components of the construction, one of which is the foundation. There are many methods used to analyze the bearing capacity of soil, especially for pile foundations. The aim of this research is to compare the bearing capacity values of piles based on sondir data using the Mayerhoff and AokiDe Alencar, N-SPT methods with Mayerhoff, ReeseWright, ReeseO'nail and laboratory data on the 3-story Student Flats construction project at Indo Global Mandiri University. Based on the analysis that has been carried out, the carrying capacity results obtained by each method are different. This difference is because each method has its own efficiency and correction factor. From this analysis, the method that produces the lowest ultimate carrying capacity value is the method based on laboratory data, while the highest is the Mayerhoff method based on sondir data. The lab data method which produces the lowest ultimate bearing capacity will require a higher safety figure in planning pile foundations compared to other methods, so this method is the safest method to use in analyzing the bearing capacity of pile foundations.
Studi Transformasi Gelombang Di Pesisir Timur Pulau Tarakan Dengan Metode Shore Protection Manual (SPM 1984) Untuk Rencana Awal Bangunan Pengaman Pantai Hidayat, Wahyu; Utomo, Edy; Amiruddin, Aswar
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 8 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v8i3.5905

Abstract

Tarakan Island is a part of North Kalimantan Province. The coastline of Tarakan Island is long + 28 km. Some areas have sandy beaches that slope towards the sea. This area is known as Amal Beach. On the coast In Amal Baru, there has been damage to the coastline caused by abrasion with a level of damage reaching 66,67%, which was heavily damaged and 33,33% was moderately damaged. The rate of change in this coastline is classified as 2-5 m/year.. There is damage in the Amal Baru beach area caused by abrasion. Therefore, protection is needed along the Amal coast in the form of beach safety buildings. However, in planning coastal safety buildings. Sea waves are one of the important parameters that need to be taken into account. Direct collection of ocean wave data has a high level of technical difficulty and expensive operational costs. This can be overcome by conducting wave forecasting, so that you can find out wave characteristics such as height, direction and duration of the wave. In this research, the SPM (Shore Protection Manual) method was used to calculate wave forecasting based on wind data over a 10 year period obtained from ECMWF (European Center for Medium-Range Weather Forecasts). Data from forecasting results using the SPM method obtained a maximum wave height value of 2.10 meters with a period of 7,63 seconds which occurred in 2016. Meanwhile, the predicted wave height in the next 25 years using the Weibull method was 2,34 meters with a period of 7,74 seconds. The high value of breaking waves in the next 25 years is 1,69 meters and occurs at a depth of 4.03 meters with a wave incident angle of 28,90O.
Identifikasi Risiko Dalam Tahap Pelaksanaan Proyek Green Construction Peginusa, Stefani Switly; Kandiyoh, Geertje Efraty; Sari, Dian Puspita; Soukotta, Dwars; Moningka, Olivia
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 8 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v8i3.5856

Abstract

Konsep bangunan hijau adalah sebuah konsep pembangunan dimana perencanaan dan pelaksanaan proses konstruksi yang didasarkan pada dokumen kontrak untuk meminimalkan dampak negatif  proses konstruksi terhadap lingkungan agar terjadi keseimbangan antara kemampuan lingkungan dan kebutuhan hidup manusia untuk generasi sekarang dan mendatang. Dengan semakin maraknya penerapan bangunan hijau di Indonesia dan dukungan pemerintah lewat peraturan – peraturan yang ditetapkan, maka pembangunan  dengan konsep green construction akan terus berkembang. Namun karena rendahnya tingkat popularitas konstruksi bangunan hijau di Indonesia dan rendahnya kesadaran lingkungan masyarakat umum, terlebih lagi konsep pembangunan ini mempunyai ciri-ciri masa pembangunan yang lama, investasi yang besar, jumlah sumber daya manusia yang besar. Oleh karena itu, pelaksanaan konstruksi bangunan hijau pada proyek konstruksi di Indonesia, perlu melakukan manajemen risiko dengan lebih baik dan identifikasi risiko proyek di antara risiko-risiko proyek tersebut merupakan prioritas utama. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi risiko – risiko yang dapat dialami dalam konstruksi bangunan green construction di Indonesia, menentukan hirarki dari risiko – risiko yang dialami tersebut. Metode penelitian dilakukan dengan survei metode Delphi selanjutnya untuk penentuan hirarki risiko menggunakan metode pair wise comparasion. Adapun jenis risiko yang teridentifikasi adalah 27 (dua puluh tujuh) jenis risiko dengan tingkatannya masing-masing. Tingkatan pertama terdapat 1 (satu) jenis risiko yaitu biaya proyek yang tidak terduga meningkat. Tingkatan kedua terdiri dari 25 (dua puluh lima jenis risiko). Sedangkan, tingkatan ketiga terdiri dari 1 (satu) jenis risiko yaitu ketentuan kontrak yang tidak jelas untuk klaim dan litigasi, risiko ini merupakan sumber dari semua risiko yang ada.
Kuat Tekan Self-Healing Concrete Berbasis Enkapsulasi Xanthan Gum Hafizh, Muhammad; Mauludin, Luthfi Muhammad; Keryanti, Keryanti; Susanto, Ambar
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 8 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v8i3.5877

Abstract

This study aims to determine the reaction and performance of self-healing concrete using Bacillus megaterium encapsulation with xanthan gum coating through a simple extrusion method. The focus of the study is on the effect of adding xanthan gum microcapsules on the compressive strength of concrete and determining the optimal microcapsule content. The percentage of xanthan gum microcapsules used is 1,2,3,4, and 5%. Based on the test results, the addition of 2% xanthan gum microcapsules provides the highest compressive strength, which is 25.6 MPa on the 7th day and 34.1 MPa on the 28th day. Further test results show that although the addition of 5% microcapsules provides the greatest strength return, the use of higher amounts of microcapsules actually reduces the overall concrete strength. Therefore, the optimal microcapsule content to be added to the concrete mixture is 2%, which provides the best balance between increasing strength and material stability.
Studi Desain Bangunan Pelindung Pantai Tipe Groin Sebagai Upaya Penanganan Abrasi di Pantai Amal Baru Pulau Tarakan Utomo, Edy; Bakri, Muhammad Djaya
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 8 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v8i3.5764

Abstract

Amal Baru beach is one of the beaches affected by the erosion phenomenon on Tarakan Island. The phenomenon of abrasion that occurs on this beach is 72% and accretion is 28%, with conditions that change the coastline due to abrasion of 2.59 m/year. The main trigger for the abrasion phenomenon on this beach is the characteristics of the destructive waves that occur on the shoreline. One of the solutions for erosion control is to construct coastal protection structures, such as Groin. In this study, a study was conducted to deal with abrasion problems on the beach by providing alternative Groin structural designs. All data used in this study is secondary data and is representative as data for the design of the Groin structure, which is planned for the next 50 years. The results of the studies conducted provide an alternative number of Groin structures of 5 units with a length of 95 meters and a distance between Groin of 100 meters. The recomended structure is a slooping side building with the main armor layer being tetrapod, with a grain weight of 0.50 tons for the arm structure and 1.00 tons for the structure at the head end of the Groin.
Studi Perubahan Penampang Sungai Bengawan Akibat Debit Banjir Menggunakan HEC-RAS Amiruddin, Aswar; Susilo, Yuly Desyana; Ipayanti, Rantika Aulia; Bagaskara, Johan Putra; Rasdi, Rasdi
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 8 Nomor 3 Tahun 2024
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v8i3.6259

Abstract

The Bengawan River exhibits interconnected dynamics. As a result, erosion and sedimentation occur at various points along the river, especially after significant discharge events. HEC-RAS is a software developed by USACE that can simulate 1D sediment transport in rivers. The objective of this research is to analyze the changes in cross-sections of the Bengawan River due to the influence of a 100-year flood using HEC-RAS. The methods employed include the analysis of the 100-year flood discharge using HEC-HMS software and the analysis of cross-sectional changes using HEC-RAS. Based on the analysis, the peak discharge of the 100-year flood hydrograph is determined to be 35.85 m³/s. In the HEC-RAS simulation using a quasi-unsteady flow type with a duration of 48 hours, changes in river cross-sections were observed at stations STA 0+275, 0+250, 0+200, 0+175, 0+100, and 0+75. These cross-sectional changes were caused by sedimentation with thicknesses ranging from 0.13 cm to 2.08 cm

Page 1 of 1 | Total Record : 10