cover
Contact Name
Sukma Murni
Contact Email
sukmamurni@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
collase.journal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education)
ISSN : 26144085     EISSN : 26144093     DOI : -
Core Subject : Education,
Collase Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and learning in Primary Teacher Education study program of IKIP Siliwangion current science issues, namely: -Teacher of Primary School. -Observers and Researchers of Primary School. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 885 Documents
Meningkatkan keterampilan menulis dongeng peserta didik kelas III melalui metode mind mapping Ardini Pratiwi; Dian Indihadi; Erwin Rahayu Saputra
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 4 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i4.19616

Abstract

Pembelajaran keterampilan menulis termasuk dalam keterampilan yang penting dalam berkomunikasi dengan baik dan benar, khususnya dalam berkomunikasi tulisan. Pada penelitian ini keterampilan menulis difokuskan pada kegiatan menulis dongeng khususnya peserta didik kelas III SD. Pelaksanaan penelitian dilakukan di SDN Karangsari 1 Kota Tangerang dengan subjek penelitian adalah peserta didik kelas III. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh keterampilan menulis dongeng dengan penggunaan metode mind mapping dalam proses pembelajaran. Metode dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan desain kuasi eksperimen. Pemilihan sampel pada eksperimen kuasi dilakukan dengan teknik simple random sampling. Bentuk design kuasi eksperimen yang digunakan adalah Nonequivalent control group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pretest kelas eksperimen adalah 49,35 sedangkan rata-rata posttest kelas eksperimen adalah 81,74. Rata-rata pretest kelas kontrol adalah 57,83 sedangkan rata-rata posttest kelas kontrol adalah 72,07. Berdasarkan analisis uji-t, terdapat perbedaan hasil belajar siswa dengan thitung 2,786. Sedangkan berdasarkan analisis uji gain, peningkatan hasil belajar siswa kelas eksperimen dalam kategori cukup efektif dengan rata-rata 71,93 dan peningkatan hasil belajar siswa kelas kontrol dalam kategori tidak efektif yaitu 34,28 sehingga hasil belajar siswa dengan penggunaan metode mind mapping efektif dalam meningkatkan keterampilan menulis dongeng peserta didik kelas III.
Upaya pembentukan karakter disiplin siswa melalui pembiasaan dan keteladanan guru kelas V SDN 2 Bangbayang Aulia Fitri; Nana Ganda; Elan
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 3 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i3.19630

Abstract

This study aims to determine the efforts to form disciplinary character through habituation and exemplary class V teachers at SDN 2 Bangbayang. Schools really need efforts to form this character because it will become the basis for implementing disciplinary character education for students. Given the time of the Covid-19 pandemic in Indonesia, more or less shifted the values and norms that students had. Character is the difference between one and the other because the character is character, nature, which is very basic in a person. The method in this study uses a descriptive qualitative design that tends to use an inductive approach. The objects of this research were the Class V teachers and students. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. For the data's validity use source, technical, and time triangulation. Then analyzed by means of data reduction, data presentation, and verification. The results of the study show that there are two ways of character building, namely, one with a deliberate demonstration; by direct displays of teacher discipline, responsibility, and concern for the environment, and then by occasional example; like a teacher who always says sorry, please, thank you, respect teachers, superiors, especially students. The exemplary and habituation carried out by the teacher to students goes well, so it can be said to be successful.
Penerapan model survey, question, read, recite, and review (SQ3R) berbantuan media komik untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa sekolah dasar Irma Komala Dewi; Erna Suwangsih; Nadia Tiara Antik Sari
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 4 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i4.19651

Abstract

Penelitian ini dilakukan di SDN Parakan II pada siswa kelas IV dengan jumlah 17 siswa, 6 siswa perempuan dan 11 siswa laki-laki. Penelitian ini dilatar belakangi oleh siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami bacaan ketika proses pembelajaran. Teradapt siswa yang memiliki minat baca yang kurang, hal ini disebabkan karena siswa merasa bosan dan menganggap membaca tidak menyenangkan. Sehingga berdampak terhadap pemahaman siswa terhadap isi bacaan serta kualiatas hasil belajar yang rendah. Penggunaan model pembelajaran yang tepat untuk mengoptimalkan siswa dalam meningkatkan kemampuan membaca pemahaman yang peneliti terapkan yaitu model pembelajaran Survey, Question, Read, Recite, and Review (SQ3R). Model SQ3R ini merupakan teknik dalam melakukan aktivitas membaca dimana setiap tahapannya merupakan kesatuan yang saling berkaitan. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan siklus yang dikemukakan oleh Kemmis dan Taggart dengan empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, serta refleksi. Pada siklus I kemampuan membaca pemahaman siswa termasuk pada kategori kurang dengan nilai rata-rata 64,70 dan ketuntasan hasil belajar 47%. Sedangkan pada siklus II kemampuan membaca pemahaman siswa meningkat dengan nilai-rata-rata 83,08 dan ketuntasan hasil membaca pemahaman 88,23% yang termasuk pada kategori tinggi. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa model Survey, Question, Read, Recite, and Review (SQ3R) berbantuan media komik dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahman siswa kelas IV SDN Parakan II. Kata Kunci: SQ3R, Media Komik, Membaca Pemahaman. Abstrack This research was conducted at SDN Parakan II in class IV students with a total of 17 students, 6 female students and 11 male students. This research is motivated by students who have difficulty understanding reading during the learning process. Regarding students who have less interest in reading, this is because students feel bored and think reading is not fun. So that it has an impact on students' understanding of the content of reading and the quality of learning outcomes is low. The use of appropriate learning models to optimize students in improving reading comprehension skills that researchers apply is the Survey, Question, Read, Recite, and Review (SQ3R) learning model. The SQ3R model is a technique for carrying out reading activities where each stage is an interrelated unit. This type of research is Classroom Action Research using the cycle proposed by Kemmis and Taggart with four stages, namely planning, implementing, observing, and reflecting. In the first cycle, students' reading comprehension skills were included in the less category with an average score of 64.70 and 47% completeness learning outcomes. Whereas in cycle II the students' reading comprehension ability increased with an average score of 83.08 and the completeness reading comprehension result was 88.23% which is included in the high category. The results of the study show that the Survey, Question, Read, Recite, and Review (SQ3R) model assisted by comic media can improve the reading comprehension skills of fourth grade students at SDN Parakan II. Keywords: SQ3R, Comic Media, Reading Comprehension.
Analisis disiplin belajar siswa dalam pembelajaran pendidikan pancasila dan kewarganegaraan Delistina; Elan; Nana Ganda
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 4 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i4.19656

Abstract

Kedisiplinan belajar merupakan aspek penting dan mutlak dalam mengembangkan pengendalian diri siswa selama proses pembelajaran, dan kedisiplinan salah satu prosedur dalam keberhasilan pendidikan, hal ini memungkinkan baik atau tidaknya kedisiplinan belajar siswa. Tujuan dari peneliti ini untuk mengetahui kedisiplinan belajar siswa kelas IV pada pembelajaran PPKn di SDN Burujul Jaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan datanya menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis pengumpulan datanya menggunakan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Menguji keabsahan menggunakan metode triangulasi. Berdasarkan temuan penelitian disimpulkan bahwa kedisiplinan belajar saat pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan siswa tergolong cukup baik, kedisiplinan siswa terlihat dari banyaknya aturan yang diterapkan dapat ditaati, diantaranya: Datang tepat waktu, berpakaian seragam lengkap, memperhatikan dan mematuhi guru saat belajar, mengerjakan dan mengumpulkan tugas tepat waktu. Adapun kurangnya kedisiplinan belajar siswa pada saat pembelajaran PPKn yaitu siswa terkadang gaduh dan mengganggu siswa lain. Kendala guru dalam penanaman kedisiplinan, diantaranya: (1) siswa sering mengalami kesalahan yang sama, (2) siswa susah diatur (3) siswa sudah mengenal gadget. Hal tersebut karena adanya faktor-faktor yang mempengaruhi kedisiplinan belajar siswa, yaitu: (1) situasi dan kondisi, (2) lingkungan, (3) kurang kesadaran siswa, (4) keluarga. Upaya yang dilakukan oleh guru dalam menanamkan kedisiplinan yaitu: (1) memberikan bimbingan dan arahan, (2) memberikan contoh keteladanan yang baik, dan (3) memberikan sanksi dan reward.
Analisis implementasi program adiwiyata dalam menanamkan karakter peduli lingkungan pada siswa di sekolah dasar Putri Esa Lestari; Ahmad Mulyadiprana; Pidi Mohamad Setiadi
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 4 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i4.19663

Abstract

Permasalahan lingkungan mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah maupun masyarakat, karena banyaknya bencana dan kerusakan yang terjadi akibat ulah manusia. Oleh karena itu, Kementrian Lingkungan Hidup dengan Departemen Pendidikan Nasional membentuk program Adiwiyata untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan melalui tata kelola sekolah yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penanaman karakter peduli lingkungan pada siswa melalui program Adiwiyata di SDN 8 Panjalu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskripstif. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan cara reduksi data, display data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) perencanaan program Adiwiyata telah dilaksanakan dengan baik yang melibatkan semua stakeholder sekolah, 2) pelaksanaan program Adiwiyata dilaksanakan melalui berbagai kegiatan seperti melaksanakan jadwal piket dan ikut serta dalam kegiatan gebyar lingkungan, 3) implikasi dari adanya program Adiwiyata dapat menumbuhkan kepekaan dan kepeduliaan siswa terhadap lingkungan, 4) faktor pendukung berasal dari sarana prasana yang memadai dan bimbingan yang senantiasa diberikan oleh guru kepada siswa, sedangkan faktor penghambatnya terjadi akibat adanya Covid-19 yang mempengaruhi terhadap sikap siswa dan lingkungan sekolah.
Pengaruh metode total physical response (TPR) dalam peningkatan keterampilan penguasaan kosakata siswa pada kegiatan ekstrakurikuler english club Naelufar Indy Khamroh; Rosarina Giyartini; Erwin Rahayu
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 4 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i4.19691

Abstract

Perubahan dunia yang semakin pesat menuntut manusia untuk senantiasa mengembangkan keterampilan yang dimilikinya, termasuk keterampilan berbahasa. Keterampilan berbahasa yang wajib dimiliki dewasa ini adalah keterampilan berbahasa Inggris. Penguasaan kosakata menjadi hal yang harus dikuasai ketika mempelajari suatu bahasa termasuk bahasa inggris. Bahasa Inggris sudah diperkenalkan sejak di sekolah dasar salah satunya melalui kegiatan ekstrakurikuler. Namun, beberapa faktor dapat menghambat pembelajaran kosakata salah satunya yaitu pemilihan metode pembelajaran yang kurang tepat. Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu dilakukan pengujian keefektifan suatu metode pembelajaran bahasa khususnya bagi peningkatan penguasaan kosakata siswa. Maka diujilah salah satu metode pembelajaran bahasa asing yaitu metode Total Physical Response (TPR) dalam meningkatkan penguasaan kosakata siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan hasil penguasaan kosata siswa di kelas eksperimen dan kelas kontrol. Diperoleh nilai d pada uji Cohen’s d Effect Size sebesar 0.57 yang berarti pengaruh yang diberikan metode TPR terhadap penguasaan kosakata siswa berada pada kategori sedang.
Peningkatan kemampuan membaca pemahaman dengan menggunakan model cooperative integreted reading and composition (CIRC) berbantuan media gambar berseri Dhea Putri Priyandini; Resa Respati; Erwin Rahayu Saputra
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 5 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i5.19722

Abstract

Pendidikan dasar mencakup pengajaran bahasa Indonesia sebagai salah satu disiplin ilmu. Bahasa Indonesia diajarkan di tingkat sekolah dasar dan menengah atas. Penguasaan dalam membaca merupakan aspek krusial dalam pendidikan bahasa Indonesia, terutama di tingkat sekolah dasar. Pentingnya pembelajaran membaca pada tahap ini jelas, karena tidak hanya meningkatkan keterampilan berbahasa tetapi juga membantu perkembangan mata pelajaran lainnya. Kemampuan memahami bacaan melibatkan pemahaman teks dengan menghubungkannya dengan pengetahuan dan pengalaman seseorang. Namun, kemampuan membaca pemahaman siswa sekolah dasar saat ini masih kurang memadai, seperti yang ditunjukkan oleh penelitian di sekolah di Kabupaten Ciamis. Untuk mengatasi masalah ini, pendekatan yang layak dilakukan adalah menerapkan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Model ini menggabungkan pembelajaran membaca dan menulis secara komprehensif di sekolah dasar. Mengingat minat siswa sekolah dasar terhadap stimulus visual, strategi yang efektif adalah menggunakan media seperti gambar berurutan atau rangkaian visual untuk meningkatkan instruksi membaca pemahaman. Kata kunci: Membaca pemahaman, CIRC, Gambar berseri.
Analisis kebutuhan modul ajar berbasis pjbl terhadap ecoliteracy siswa kelas IV materi SDA Eva Andriyani; Seni Apriliya; Pidi Mohamad Setiadi
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 4 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i4.19727

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan dan masalah terkait ketersediaan modul ajar IPS berbasis PjBL materi SDA dengan muatan ecoliteracy. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis deskriptif. Penelitian bertempat di dua SD berbeda yakni SDN 1 dan 2 Sukasenang. Partisipan dalam penelitian ini yakni 2 guru kelas IV masing-masing dari SD yang berbeda dan 2 siswa kelas IV. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pedoman observasi dan wawancara. Fakta yang diperoleh dari wawancara adalah belum ada modul yang memuat materi SDA secara khusus dan belum tersedia modul yang memfasilitasi pengembangan berbagai kompetensi siswa. Adapun kebutuhan modul yang harus dikembangkan, yakni: 1) Sesuai dengan kurikulum 2) sesuai karakteristik siswa 3) sesuai kondisi 4) memuat gambar yang kontekstual 5) kegiatan latihan yang menarik 6) memfasilitasi ecoliteracy 7) cetak dan 8) ilustrasi dan warna yang menarik. Secara garis besar disimpulkan bahwa pengembangan modul memang dibutuhkan untuk pembelajaran IPS di sekolah.
Pengaruh penggunaan media gambar terhadap keterampilan menulis deskripsi tema lingkungan pada kelas II sekolah dasar Luthfiyya Nabilaputri; Dian Indihadi; Yusuf Suryana
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 5 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i5.19742

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa terdapat perbedaan hasil sebelum dan sesudah pembelajaran keterampilan menulis deskripsi dengan menggunakan media gambar pada peserta didik kelas II sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Quasi Eksperimen tipe Nonequivalent Control Group Design. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu peserta didik kelas II. Hasil penelitian, kemudian diolah dengan menggunakan bantuan IBM SPSS statistics versi 26, dari hasil pengolahan data menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest kelas kontrol 5,29 dan kelas eksperimen 4,87. Adapun nilai posttest yang diperoleh pada kelas kontrol 10,58 dan kelas eksprimen 11,79. Berdasarkan hasil pengolahan data N-Gain rata-rata nilai kelas kontrol 0,55 atau 55% dan rata-rata nilai kelas eksperimen 0,67 atau 67%. Hasil dari pengujian uji t dengan uji independent sample t-test menunjukkan bahwa nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata nilai dari keterampilan menulis deskripsi pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pada uji Paired Sample T Test menunjukkan nilai dari thitung dan ttabel yaitu 3,394 > 2,069 maka H0 ditolak. Jadi, kesimpulannya terdapat pengaruh penggunaan media gambar terhadap keterampilan menulis deskripsi pada peserta didik. Kata Kunci : Keterampilan menulis, media gambar, deskripsi
Penggunaan model picture and picture kelas IV SD untuk meningkatkan kemampuan membaca cerita fiksi Nur Khadijah; Ryan Dwi Puspita; Evi Susanti
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 7 No. 3 (2024)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v7i3.19759

Abstract

Kurangnya siswa kelas IV dalam membaca cerita fiksi di sekolah dasar disebabkan dari model pembelajaran yang monoton dan kurang cocok pada siswa kelas IV sehingga siswa mudah bosan dalam kegiatan belajar mengajar. Hal tersebut dikarenakan pembelajaran yang diterapkan masih bersifat konvensional. Maka dari itu peneliti melakukan penelitian Mix Methode dengan desain Explanatory Squential Design dan menggunakan model pembelajaran Picture and Picture. Sebagai alatnya ia menggunakan tes, survei respon siswa, angket respon guru, wawancara guru, lembar observasi guru, dan lembar observasi siswa. Cara pengumpulan dan pengolahan data yang digunakan adalah kuantitatif dan kualitatif. Siswa yang dijadikan sampel sebanyak 36 siswa yang direkrut dari SD Sindangsari di Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu bahwa model pembelajaran picture and picture dapat menaikan kemampuan siswa kelas IV SD dalam membaca cerita fiksi. Hal ini juga diperkuat dengan hasil post test yang meningkat secara signifikan diakhir kegiatan pembelajaran siswa.