cover
Contact Name
Sukma Murni
Contact Email
sukmamurni@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
collase.journal@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education)
ISSN : 26144085     EISSN : 26144093     DOI : -
Core Subject : Education,
Collase Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and learning in Primary Teacher Education study program of IKIP Siliwangion current science issues, namely: -Teacher of Primary School. -Observers and Researchers of Primary School. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 1,016 Documents
Media pembelajaran card game untuk perkalian siswa Sekolah Dasar: systematic literature review Muhammad Alwi Suryo Efendy; Nazwa Elisya Danella; Syafura Zahra Mardhotillah; Dedi Mujakir; Salsabila Thifal Nabil Haq
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 9 No. 3 (2026)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v9i3.31321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan media pembelajaran berbasis card game dalam meningkatkan hasil belajar matematika, khususnya pada materi perkalian siswa sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA untuk mengidentifikasi, menyeleksi, dan menganalisis literatur secara sistematis. Sumber data diperoleh dari database Google Scholar, Scopus, ScienceDirect, dan Springer dengan rentang publikasi tahun 2020–2025. Dari 100 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 25 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian menunjukkan bahwa media card game seperti flashcard, domino card, multiplication card, number card, dan index card efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada domain kognitif, afektif, dan psikomotorik. Pada domain kognitif, media ini meningkatkan pemahaman konsep, fluensi, dan kemampuan berhitung melalui strategi retrieval practice dan direct recall. Pada domain afektif, media card game mampu meningkatkan motivasi, minat, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Sementara itu, pada domain psikomotorik, media ini mendorong aktivitas belajar yang lebih aktif dan kolaboratif. Meskipun demikian, efektivitasnya dipengaruhi oleh desain media, pengelolaan pembelajaran, serta karakteristik siswa. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis card game dapat menjadi alternatif inovatif dan efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah dasar.
TFM edu-game: media pembelajaran untuk meningkatkan pengetahuan makanan tradisional Maluku murid Sekolah Dasar Ivandra Immanuela Latumakulita; Carlo Behan Matakena; Jifdei Yunantin Mauwa
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 9 No. 3 (2026)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v9i3.31329

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas media pembelajaran berbasis permainan digital, yaitu Traditional Foods of Moluccas (TFM) Edu-Game, dalam meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar tentang makanan tradisional Maluku. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri atas tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Desain penelitian yang digunakan adalah desain one-group pretest-posttest yang melibatkan 30 siswa sekolah dasar. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli, angket respon siswa, serta tes pretest dan posttest. Analisis data menggunakan uji normalitas, uji paired sample t-test , dan analisis N-Gain. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal (Sig. > 0,05). Hasil uji peered sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05), yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest. Rata-rata nilai pretest sebesar 57,80 meningkat menjadi 82,67 pada posttest. Selain itu, nilai N-Gain sebesar 0,6 berada pada kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa TFM Edu-Game memiliki tingkat validitas dan kepraktisan yang baik serta cukup efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa, sekaligus mendukung pelestarian makanan tradisional Maluku melalui pembelajaran berbasis kearifan lokal.
Pengembangan media kartu lucu ceria menggunakan model kooperatif tipe Jigsaw untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SD kelas IV Muthya Syunadah; Sri Nurhayati; Muhammad Ghiyats Ristiana
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 9 No. 4 (2026)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v9i4.31342

Abstract

Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan penting dalam pendidikan abad ke-21. Namun, masih banyak siswa sekolah dasar yang mengalami kesulitan dalam menganalisis serta mengaitkan nilai-nilai pancasila dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media kalcer yang diintegrasikan dengan model pembelajaran jigsaw untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran pendidikan Pancasila. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) yang diadaptasi dari Borg & Gall dengan delapan tahapan, yaitu Penelitian dan pengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan produk awal, uji coba terbatas, revisi produk awal, uji coba lapangan, revisi akhir dan uji produk akhir. Subjek penelitian terdiri meliputi siswa sekolah dasar yang terlibat dalam tiga tahap pengujian yaitu uji terbatas (5 siswa), uji luas (15 siswa) dan uji produk (25 siswa). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, lembar validasi, angket respon, serta tes kemampuan berpikir kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan memiliki tingkat kelayakan, kepraktisan, dan efektivitas yang baik. Validasi ahli media 89,2% (sangat layak) dan validasi materi 76% (layak). Peningkatan kemampuan berpikir kritis ditunjukkan melalui nilai N-Gain sebesar 0,5 (Kategori sedang) pada uji terbatas serta 0,7 (kategori tinggi) pada uji luas dan uji produk. Hasil ini menunjukkan bahwa media kalcer berbasis model jigsaw efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Implementasi program 7 kebiasaan anak Indonesia hebat pada siswa kelas rendah SDN Sidokare 2 Alfina Difa Salsabilah; Feri Tirtoni
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 9 No. 3 (2026)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v9i3.31371

Abstract

Pembentukan karakter dan kebiasaan positif sejak usia sekolah dasar merupakan aspek penting dalam mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh. Meskipun demikian, penerapan kebiasaan-kebiasaan positif di kalangan siswa kelas bawah belum sepenuhnya optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di kalangan siswa kelas bawah SDN Sidokare 2, melalui analisis buku panduan program serta pemahaman para pendidik dan kepala sekolah. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan desain studi kasus, yang menggabungkan wawancara dan dokumentasi, dengan analisis data dilakukan melalui model Miles dan Huberman. Temuan menunjukkan bahwa program tersebut telah dilaksanakan sesuai dengan prinsip-prinsip yang digariskan dalam buku panduan. Hal ini karena para guru dan kepala sekolah memiliki pemahaman yang mendalam, dan banyak pihak lain juga terlibat. Namun, masih ada beberapa masalah, seperti kurangnya bantuan bagi siswa, kurangnya keterlibatan orang tua, serta kurangnya pemantauan dan evaluasi yang konsisten. Oleh karena itu, program ini memerlukan implementasi dan pengelolaan yang lebih baik agar dapat berjalan lebih efektif dan bertahan lebih lama. Kata Kunci: Implementasi Program, 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Kelas Rendah. Ini adalah berkas metadata penelitian saya
Penerapan media pembelajaran pop up book untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa di kelas IV SD Negeri Syota Stelie D Ratumanan; Brian Berti Keiwury; Zainudin Notanubun
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 9 No. 4 (2026)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v9i4.31384

Abstract

This study used a classroom action research (CAR) method. The CAR focused on 10 fourth-grade students at Syota Public Elementary School, Moa District, Southwest Maluku Regency. This study involved two cycles: Cycle I and Cycle II. Data collection techniques included observation, tests, and documentation. Data analysis was conducted in two ways: qualitative data in the form of field notes, interviews, observations, and documentation, and quantitative data. Based on the data obtained, the study was considered successful because all students achieved an increase in grades in accordance with the specified Minimum Competency (KKM), namely 65 on the final test of Cycle II. So it can be explained, 3 students got a score of 70, 70%: 3 students got a score of 80, 80%, 4 students got a score of 90, 90%. Thus it can be said that 10 (100) students got a score of ≥ 65 with an average score of 81.
Pengembangan media e-modul berbantuan Canva dengan model Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa Sekolah Dasar Ai Sutiani; Wikanengsih; D. Fadly Pratama
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 9 No. 4 (2026)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v9i4.31406

Abstract

This research is motivated by the low critical thinking skills of third-grade elementary school students in Science subjects, caused by limited interactive teaching materials and passive learning models. This study aims to develop, test the feasibility of, and analyze the effectiveness of a Canva-assisted e-modul using the Problem-Based Learning (PBL) model in improving students' critical thinking skills. The research employs the Research and Development (R&D) approach using the Borg and Gall model, adapted into 10 developmental stages. Expert validation results indicate that the e-modul is classified as "Highly Feasible," with 94.3% from media experts and 88.5% from material experts, while receiving positive responses from teachers (90.6%) and students (97.8%). Effectiveness testing using the Paired Sample T-Test showed a significance value of 0.000 < 0.05, proving a significant difference in students' critical thinking skills before and after using the media. This is further supported by the N-Gain test results, where the analysis indicator reached a score of 0.81 (effective category), while the evaluation and inference indicators achieved 69.58% and 70.37% (moderately effective category). The study concludes that the development of a PBL-based, Canva-assisted e-modul is effective in stimulating critical thinking skills of elementary school students and is feasible for use as an innovative learning resource.
Pemanfaatan media video dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi di Sekolah Dasar: studi literatur Rika Hernawati; Dian Indihadi
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 9 No. 3 (2026)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v9i3.31468

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan menulis teks eksplanasi peserta didik sekolah dasar, yang sering kali disebabkan oleh kesulitan dalam memahami fenomena abstrak, mengorganisasi ide, serta kurangnya penggunaan media pembelajaran yang inovatif. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengkaji pemanfaatan media video dalam pembelajaran menulis teks eksplanasi di sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah yang relevan dalam rentang tahun 2016–2026. Hasil kajian menunjukkan bahwa media video memiliki peran signifikan dalam mendukung pembelajaran menulis teks eksplanasi. Media ini mampu menyajikan informasi secara konkret, sistematis, dan kontekstual melalui kombinasi unsur visual dan audio, sehingga membantu dalam memahami konsep yang bersifat abstrak. Selain itu, penggunaan media video juga dapat meningkatkan motivasi, keterlibatan, serta kemampuan dalam mengembangkan ide, memahami hubungan sebab-akibat, dan menyusun struktur teks secara runtut. Temuan lain menunjukkan bahwa video lebih efektif dibandingkan media konvensional dalam membantu memahami alur peristiwa yang menjadi dasar dalam penulisan teks eksplanasi. Dengan demikian, media video menjadi alternatif pembelajaran yang efektif, inovatif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik yang berada pada tahap operasional konkret.
Pengembangan media audio visual berbantuan aplikasi CapCut dengan menggunakan model pembelajaran self directed learning untuk meningkatkan keterampilan berbicara Bahasa Inggris siswa kelas 4 Sekolah Dasar Siti Syahriani; Sri Nurhayati; Agni Muftianti
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 9 No. 4 (2026)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v9i4.31480

Abstract

Siswa sekolah dasar sering mengalami kesulitan dalam berbicara Bahasa Inggris disebabkan dengan keterbatasan kosakata, kurangnya rasa percaya diri, serta sulitnya media pembelajaran yang mendukung komunikasi aktif. Kondisi ini ditemukan pada siswa kelas IV Sdn Yudha Bhakti yang di Kabupaten Bandung Barat, di mana pembelajaran Bahasa Inggris baru kembali diterapkan dikarenakan pergantian kurikulum. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran audio visual yang dipadukan dengan model pembelajaran Self Directed Learning untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa pada pelajaran Bahasa inggris. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) yang diadaptasi dari model Borg and Gall. Subjek penelitian berjumlah 20 siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket, dan tes keterampilan berbicara. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji nonparametric Wilcoxon, serta perhitungan N-Gain dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan dinyatakan efektif dan layak oleh validator untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa, terutama pada aspek pelafalan, kosakata, dan kelancaran. Temuan ini menegaskan pentingnya penggunaan media berbasis teknologi dan pembelajaran berpusat pada siswa untuk meningkatkan kompetensi berbicara Bahasa Inggris di sekolah dasar. Kata Kunci: Media Audio Visual, Self Directed Learning, Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris.
Penerapan teori kognitif berbasis kearifan lokal melalui media Tempurung Pintar untuk mewujudkn pembelajaran mendalam pada materi perkalian Tita Alawiyah; Ryan Dwi Puspita
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 9 No. 4 (2026)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v9i4.31511

Abstract

Penelitian ini berangkat dari kenyataan bahwa pemahaman peserta didik terhadap konsep perkalian masih rendah karena mereka cenderung hanya mengingat tanpa benar-benar menguasai konsepnya secara fundamental sehingga mereka mengalami hambatan saat harus menghubungkan ide matematika dengan situasi sehari-hari serta memecahkan persoalan yang bersifat kontekstual. Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji bagaimana pemanfaatan media tempurung pintar yang berbasis kearifan lokal dapat memperkuat pemahaman konsep perkalian melalui pendekatan pembelajaran mendalam atau deep learning. Metode deskriptif kualitatif diterapkan dalam penelitian ini dengan melibatkan 15 peserta didik kelas V SDN 1 Cimenga pada Tahun Pelajaran 2025/2026 sebagai subjek sementara data dikumpulkan lewat observasi dan wawancara serta tes dan dokumentasi lalu dianalisis melalui tahapan reduksi data kemudian penyajian data dan penarikan kesimpulan sedangkan keabsahan data diperkuat menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep perkalian pada peserta didik yang tercermin dari kenaikan nilai rata-rata dari 55 pada pre-test menjadi 80 pada post-test serta peserta didik menjadi lebih aktif dalam berdiskusi dan percaya diri serta mampu bekerja sama dan juga dapat menjelaskan konsep perkalian dengan bahasa sendiri sambil mengaitkannya dengan pengalaman nyata sehingga media tempurung pintar terbukti efektif dalam menciptakan pembelajaran yang kontekstual dan aktif serta bermakna.
Penerapan Contextual Teaching and Learning (CTL) berbantuan Tiktok dalam pembelajaran IPAS Ii Istiqomah; Ryan Dwi Puspita
COLLASE (Creative of Learning Students Elementary Education) Vol. 9 No. 4 (2026)
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/collase.v9i4.31528

Abstract

Abstrak Kemampuan literasi lingkungan yang belum optimal pada siswa kelas VI menjadi latar belakang penelitian ini. Fenomena di lapangan memperlihatkan bahwa pemahaman peserta didik masih bersifat teoritis dan belum terintegrasi dengan dengan kondisi nyata lingkungan di sekitarnya. Indikasi rendahnya kepedulian terhadap kebersihan sekolah dapat diamati dari banyaknya sampah yang masih ditemukan berserakan. Hal tersebut dipicu oleh ketidaksesuaian media pembelajaran dengan kemajuan teknologi dan bersifat kurang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi lingkungan pada siswa kelas VI SDN Wanakerta III. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif untuk mengkaji peningkatan literasi lingkungan siswa. Data penelitian diperoleh melalui metode observasi, wawancara mendalam, dan analisis konten video Tiktok yang dibuat oleh peserta didik. Hasil penelitian ini ditandai dengan meningkatnya kesadaran siswa akan urgensi pelestarian lingkungan. Melalui pendekatan CTL dengan berbantuan platform Tiktok, memotivasi peserta didik untuk terlibat aktif selama proses pembelajaran berlangsung yang terlihat dari hasi produksi konten video edukatif mengenai isu pencemaran yang mereka buat. Kemampuan literasi lingkungan siswa dapat ditingkatkan secara efektif melalui penerapan strategi Contextual Teaching and Learning (CTL) yang diintegrasikan dengan penggunaan media sosial seperti TikTok yang akrab dalam keseharian mereka. Kata Kunci: aplikasi tiktok, literasi lingkungan, pendekatan kontekstual

Page 99 of 102 | Total Record : 1016