cover
Contact Name
Ririn Hunafa Lestari
Contact Email
ririnhunafa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ceria@journal.ikipsiliwangi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif)
ISSN : 26144107     EISSN : 26146347     DOI : -
Core Subject : Education,
Ceria Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and Preschool Education study program of IKIP Siliwangi on current science issues, namely: -Teacher of Early Childhood Education Programs. -Observers and Researchers of Early Childhood Education Programs. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
PENERAPAN METODE DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKANKETERAMPILAN PROSES SAINS ANAK KELOMPOK B Herni Oktavia; Kurniati Kurniati; Fifiet Dwi Tresna Santana; Ema Aprianti
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i2.p%p

Abstract

This research is about the application of discovery learning methods to improve children's science skills in kindergarten. The research objective is to find out the application of discovery learning methods to the kindergarten children's science skills through a scientific approach. The research method is quasi-experimental. In learning with a scientific approach that involves more children in the use of science skills outside the classroom. Throughout the study, children's learning is based on science skills with a scientific learning approach to determine the effect of science in the application of discovery learning methods that can be compared with a comparison class. The results show that there are class differences by applying the discovery learning method and the kindergarten children's science skills with a comparison class that is 24.64 before giving the method and 29.92 after conducting the research. The application of discovery learning methods to these scientific skills needs to be thoroughly assisted and thoroughly guided.Penelitian ini tentang yakni penerapan  metode discovery learning untuk meningkatkan keterampilan sains anak di TK. Tujuan penelitian yakni untuk mengetahui penerapan metode discovery learning terhadap keterampilan sains anak taman kanak-kanak pada melalui pendekatan saintifik. Metode penelitian yakni metode kuasi eksperimen. Dalam pembelajaran dengan pendekatan saintifik yang lebih melibatkan anak pada penggunaan keterampilan sains di luar kelas. Sepanjang penelitian, pembelajaran anak didasarkan pada keterampilan sains dengan pendekatan pembelajaran saintifik untuk mengetahui pengaruh sains dalam penerapan metode discovery learning dapat dibandingkan dengan kelas pembanding. Hasil terlihat bahwa terlihat dan terdapat perbedaan kelas dengan menerapkan pembelajaran metode discovery learning dan keterampilan sains anak taman kanak-kanak dengan kelas pembandinganya yaitu 24,64 sebelum pemberian metode dan 29.92 setelah dilakukan penelitian. Penerapan metode discovery learning terhadap keterampilan sains ini perlu dilakukan pendampingan dan arahan secara menyeluruh dengan baik.
PENGGUNAAN PERMAINAN KONSTRUKTIF MEDIA PLAYDOUGH DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS ANAK MELALUI PADA ANAK KELOMPOK B Illis Komariah Krisdewi Nurnawati; Ai Syarifah; Chandra Asri Windarsih; Fifiet Dwi Tresna Santana
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v3i2.p%p

Abstract

The low creativity of students can be seen in participating in learning. The child is still imitating the work of his friend, has not been able to stick to a pattern in accordance with the place provided, and coloring exactly the same as his friend. Researchers make improvements to learning through constructive play. Constructive play students are stimulated to think with the idea, to be more optimal. Issues examined1) What are the objective conditions of children's creativity before making constructive play 2) How to implement constructive play on children and 3) How to increase children's creativity?The method applied is Action Research. The results of the analysis and discussion are outlined descriptively. The study was applied to two cycles. The results showed that: 1) the pre-cycle stage there were 1 child (8%) at a very good level and 12 children (92%) at a sufficient level. 2) The application of constructive games is applied in the form of building activities or making a form or construction using playdough in accordance with the ideas given the theme. 3) Based on the results of the action, the child's creativity has increased. In the initial cycle the average ability of children was 50.48%, in the first cycle (first meeting) was 58.17%, in the first cycle (second meeting) was 64.90%, in the second cycle (first meeting) was 72.12% , and in the second cycle (second meeting) by 81.25%.Rendahnya kreativitas siswa dapat terlihat dalam mengikuti pembelajaran yang dilakukan. Anak masih meniru hasil karya temannya, belum mampu menempel sebuah pola sesuai dengan tempat yang disediakan, dan mewarnai sama persis dengan temannya. Peneliti melakukan perbaikan pembelajaran melalui permainan konstruktif. Bermain konstruktif siswa dirangsang untuk berpikir dengan idenya, agar lebih optimal. Permasalahan yang dikaji: 1) Bagaimana kondisi obyektif kreativitas anak sebelum melakukan permainan konstruktif 2) Bagaimana pelaksanaan permainan konstruktif pada anak dan 3) Bagaimana peningkatan kreativitas anak?. Metode yang diterapkan yaitu Action Research. Hasil dari analisis dan pembahasan dituangkan secara deskriptif. Penelitian diaplikasikan ke dua siklus. Hasil riset menunjukkan bahwa: 1) tahap pra siklus terdapat 1 anak (8%) berada pada tingkatan sangat baik dan 12 anak (92%) pada tingkatan cukup. 2) Penerapan permainan konstruktif diaplikasikan berupa kegiatan membangun atau membuat suatu bentuk atau konstruksi menggunakan playdough sesuai ide dengan tema yang diberikan. 3) Berdasarkan hasil tindakan, kreativitas anak mengalami peningkatan. Pada siklus awal rata-rata kemampuan anak sebesar 50.48%, siklus I (pertemuan kesatu) sebesar 58,17%, siklus I (pertemuan kedua) sebesar 64,90%, siklus II (pertemuan kesatu) sebesar 72,12%, dan siklus II (pertemuan kedua) sebesar 81,25%.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA DINI MELALUI PENGENALAN BENTUK GEOMETRI BERBANTUAN MEDIA GEOBOARD PADA KELOMPOK B Solihah, Tri Haryati; Mugara, Ronny; Aprianti, Ema
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i4.p%p

Abstract

Cognitive development is one of the most important aspects of early childhood development because it is the process of developing knowledge in children that they will carry to adulthood. This study aims to determine the implementation of learning using geoboard media in improving early childhood cognitive abilities through the introduction of geometric shapes. The method used by researchers in this study used a qualitative descriptive method. This qualitative approach is used to describe an event or a situation at a particular place. Data collection techniques used in this study are observation, interviews, and documentation techniques. The subjects in this study were group B students at Nurul Huda Insani Kindergarten, West Bandung Regency. Data analysis used in this research is data reduction, conclusion or verification, and data display. The results showed that the use of geoboard media in group B children's learning can help stimulate children's cognitive abilities so that children's cognitive abilities through the introduction of geometric shapes can increase. The use of appropriate learning media will foster children's curiosity about a concept and can develop learning motivation in children so that children are interested and feel happy with the learning media used.Perkembangan kognitif merupakan salah satu aspek yang sangat penting untuk perkembangan anak usia dini, karena merupakan proses berkembangnya pengetahuan dalam diri anak yang akan ia bawa sampai dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelakasanaan pembelajaran dengan menggunakan media geoboard dalam meningkatkan kemampuan kognitif anak usia dini melalui pengenalan bentuk geometri. Metode yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini menggunakan metode  deskriptif kualitatif. Pendekatan kualitatif ini digunakan untuk mendeskripsikan suatu peristiwa atau suatu keadaan pada tempat tertentu. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara dan teknik dokumentasi. Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelompok B di TK Nurul Huda Insani kabupaten Bandung Barat.Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, pengambilan kesimpulan atau verifikasi dan display data.Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan media geoboard  pada pembelajaran anak kelompok B dapat membantu dalam menstimulus kemampuan kognitif anak , sehingga kemampuan kognitif anak melalui pengenalan bentuk geometri dapat meningkat. Dengan  penggunaan media pembelajaran yang tepat akan menumbuhkan rasa ingin tahu anak terhadap suatu konsep serta dapat mengembangkan motivasi belajar pada anak, sehingga anak tertarik dan merasa senang dengan media pembelajaran yang digunakan.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DARING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA ANAK DENGAN METODE BERCAKAP-CAKAP MELALUI MEDIA BALON PINTAR PADA KELOMPOK A DI PAUD SENYUM ANANDA BANDUNG Herlina, Elin; Aprianti, Ema
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i6.p%p

Abstract

This article is motivated by the lack of stimulation or training of children's language skills in group A at Senyum Ananda PAUD, because some children find it difficult to communicate and look shy. Therefore, this study provides a solution to develop children's language skills to know the implementation of online learning in improving language skills with the method of conversing through smart balloon media. This research was carried out at the Senyum Ananda PAUD, Bandung, namely in group A children aged 4-5 years, namely 8 children consisting of 3 boys and 5 girls. The method in this study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques using observation, documentation, and interviews and data analysis using data display, data reduction, and concluding. Based on the results of the research from the data obtained, the results obtained by implementing activities in group A with the method of conversing through smart balloon media at PAUD Senyum Ananda whose learning was carried out online experienced an increase in language skills, which was seen from the child's speaking ability to be active, communicative, can tell stories and children can answer questions and get results with the goals to be achieved.Artikel ini dilatarbelakangi karena kurangnya stimulasi atau latihan kemampuan bahasa anak pada kelompok A di PAUD Senyum Ananda, karena ada beberapa anak yang susah untuk berkomunikasi dan terlihat malu-malu. Maka dari itu penelitian ini memberikan solusi untuk mengembangkan kemampuan bahasa anak dengan tujuan untuk mengetahui implementasi pembelajaran daring dalam meningkatkan kemampuan bahasa dengan metode bercakap-cakap melalui media balon pintar. Penelitian ini dilaksanakan di PAUD Senyum Ananda Bandung yaitu pada anak usia 4-5 tahun kelompok A yaitu  8 orang  anak terdiri dari anak laki-laki 3 orang dan anak perempuan 5 orang. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi dan wawancara dan analisis data menggunakan display data, reduksi data dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dari data yang didapat maka diperoleh hasil dengan melakukan implementasi kegiatan di kelompok A dengan metode bercakap-cakap melalui media balon pintar di PAUD Senyum Ananda yang pembelajarannya  dilaksanakan secara daring mengalami peningkatan kemampuan  bahasa yaitu terlihat dari kemampuan berbicara anak menjadi aktif, komunikatif, dapat bercerita serta anak dapat menjawab pertanyaan serta memperoleh hasil dengan tujuan yang ingin dicapai.
PEMBELAJARAN SAINS MELALUI PENDEKATAN EKSPLORASI LINGKUNGAN ALAM UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA DINI Susilawati Susilawati; Agus Sumitra
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i6.p%p

Abstract

Children's cognitive abilities have an important role, which can be developed through learning science using an exploratory approach, where children can explore the surrounding environment to fulfill their very high curiosity, besides that researchers also see the environmental conditions around Adzikra Kindergarten which are quite supportive for doing science learning. In this study, researchers used a qualitative approach with descriptive methods carried out using field observation techniques with 15 students and interview techniques with group B teachers. The data analysis was done by collecting data, reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The research objective that the researcher hopes is to get an overview of the data about the cognitive development of students. The research results obtained by the researcher were an increase in children's cognitive abilities at the end of the study, this was indicated by the sincerity and interest of students during the implementation of science learning activities. Seeing these results, it would be nice if educators use science learning as one of the lessons that must be developed and applied to students.Kemampuan kognitif anak pada kenyataannya memiliki peranan penting, yang dapat dikembangkan melalui pembelajaran sains dengan menggunakan pendekatan eksplorasi, dimana anak dapat melakukan penjelajahan terhadap keadaan lingkungan sekitar untuk memenuhi rasa keingintahuannya yang sangat tinggi, selain itu peneliti juga melihat kondisi lingkungan sekitar TK Adzikra cukup menunjang untuk melakukan pembelajaran sains. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriftif yang dilakukan dengan menggunakan teknik observasi lapangan terhadap 15 orang siswa dan teknik wawancara terhadap guru kelompok B. Analisis datanya dilakukan dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Tujuan penelitian yang diharapkan peneliti yaitu mendapatkan gambaran data tentang pengembangan kognitif peserta didik. Hasil penelitian yang diperoleh peneliti yaitu adanya peningkatan kemampuan kognitif anak pada hasil akhir penelitian, hal ini ditandai dengan adanya kesungguhan dan rasa tertarik peserta didik pada saat pelaksanaan kegiatan pembelajaran sains. Melihat hasil tersebut, maka alangkah baiknya jika para pendidik menggunakan pembelajaran sains sebagai salah satu pembelajaran yang harus dikembangkan dan diterapkan kepada peserta didik .
HUBUNGAN KEMANDIRIAN ANAK USIA DINI TERHADAP KEMAMPUAN INTELEKTUAL Santi Santi; Komala Komala
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i6.p%p

Abstract

Independence is the process of children's growth and development and habituation of daily activities, in solving their own problems so that intellectual abilities grow, based on the observations of researchers at Sukrilah PAUD, it was found that some children were not independent and had no responsibility to the teacher's orders, making it difficult for their intellectual development. This is because children should be accustomed to carrying out activities related to the needs or needs of children independently from childhood, the researchers tried to examine the relationship, independence of early childhood to their intellectual abilities. The population in this study were all children of PAUD Sukrilah, Cianjur, while the research sample was 10 children of grade B. The approach used in this research process was quantitative with a correlational method. Data collection techniques, based on observations of children in the learning process, continued with correlational data analysis using SPSS.22 software. Based on the results of correlational research, it was obtained that sig 0.001 <0.005 means that H0 is rejected, so there is a clear influence of children's independence on intellectual abilities, this is indicated by independent children who are able to obey orders ordered by the teacher responsibly.Kemandirian adalah proses tumbuh kembang anak dan pembiasaan kegiatan sehari-hari, dalam menyelesaikan permasalahnya sendiri sehingga tumbuh kemampuan intelektual, berdasarkan pengamatan peneliti di PAUD Sukrilah ditemukan beberapa anak yang belum mandiri dan belum tanggungjawab terhadap perintah guru, sehingga sulit bagi perkembangan intelektualnya. Hal tersebut sebab anak seharusnya di biasakan untuk melakukan kegiatan yang berkenaan dengan keperluan atau kebutuhan anak secara mandiri dari sejak kecil maka peneliti mencoba meneliti hubungan, kemandirian anak usia dini terhadap kemampuan intelektualnya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak PAUD Sukrilah, Cianjur, sedangkan sampel penelitiannya adalah 10 anak kelas B. Pendekatan yang dipakai dalam proses penelitian ini adalah kuantitatif dengan metodenya yaitu korelasional. Teknik pengumpulan data, berdasarkan observasi terhadap anak dalam proses pembelajaran, dilanjutkan dengan analisis data korelasional menggunakan sofware SPSS.22. Berdasarkan hasil penelitian korelasional maka diperoleh sig 0,001<0,005 artinya tolak H0 maka, terdapat pengaruh yang jelas dari kemandirian anak terhadap kemampuan intelektual, hal ini ditandai oleh anak yang mandiri mampu mematuhi perintah yang diperintahkan guru secara tanggung jawab. 
PEMANFAATAN TEKNOLOGI PADA KEGIATAN EKSPLORASI UNTUK ANAK USIA DINI Ela Nurlaela; Ayu Rissa Atika
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i6.p%p

Abstract

Currently, technology and science have developed rapidly. Even in the world of education, information and communication spread rapidly. This is a sign that is entering the era of modernization. So this pandemic requires educators to be able to make meaningful learning for children by utilizing types of information and communication technology such as devices, especially for early childhood where at that age is to play and exploration. The formulation of the problem here is how to use technology in exploration activities for children. The various characteristics of children, the queues of children that have not lasted long are a challenge in the use of technology in this exploration activity. This study to determine about benefits of technology in learning exploration activities for children. Descriptive is the method used and qualitative is the approach used in this study. Observation, interview, and documentation are data collection techniques used. The narrative analysis technique was used in this research. The research location was carried out at Paud Nurul Ilmi Ban-dung. The result is that teachers can take advantage of technology in exploration activities for children. Thus the conclusion of this study is about the use of technology to make a variety of meaningful activities through exploration activities in early childhood.Saat ini teknologi dan ilmu pengetahuan sudah berkembang dengan pesat. Dalam dunia Pendidikan pun, jenis teknologi menyebar secara cepat didalamnya. Hal itu sebagai tanda bahwa saat ini kita sudah memasuki era modernisasi. Maka pandemi ini menuntut para pendidik untuk dapat membuat sebuah pembelajaran yang bermakna untuk anak dengan memanfaatkan jenis teknologi yaitu tik seperti gawai terutama pada anak usia dini dimana pada usia tersebut adalah usia bermain dan ekploratif. Rumusan masalah disini adalah bagaimana pemanfaatan teknologi pada kegiatan eksplorasi untuk anak. Beragamnya karakteristik anak, antrensi anak yang belum bertahan lama menjadi tantangan dalam pemanfaatan teknologi pada kegiatan eksplorasi ini. Mengetahui manfaat teknologi dalam sebuah pembelajaran pada kegiatan eksplorasi untuk anak merupakan tujuan dari penelitian ini. Deskriptif adalah metode yang digunakan dan kualitatif adalah pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini. Observasi, wawancara dan dokumentasi adalah Teknik pengumpulan data yang digunakan. Teknik analisis naratif digunakan dalam penelitian ini. Lokasi penelitian dilaksanakan di Paud Nurul Ilmi Bandung. Hasilnya adalah guru dapat memanfaatkan teknologi pada kegiatan eksplorasi untuk anak. Dengan demikian kesimpulan dari penelitian ini adalah mengenai pemanfaatan teknologi untuk membuat variasi kegiatan yang bermakna melalui kegiatan eksplorasi pada anak usia dini.
MENGEMBANGKAN MINAT KEWIRAUSAHAAN PADA ANAK USIA DINI MELALUI METODE BERMAIN BALOK Mamah Hermalasari; Agus Hasbi Noor; Rohmalina Rohmalina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i1.p%p

Abstract

The purpose of this article is to find out how to develop an entrepreneurial interest in early childhood through the method of playing beams. The method used in writing this article uses the method of literature study by collecting data from some of the results of previous research. Data collection is done to find out the correlation between developing early childhood entrepreneurship interests and methods of playing blocks. Some of the data was taken from 8 journal articles which were then followed by reading other reading sources. The data collected was then analyzed using content analysis techniques. And based on the results of previous research that it is necessary to apply habituation in early childhood that aims to develop the interest of entrepreneurship of children by playing beams. And it is expected that through playing beams children better understand the concepts of size, geometry, composing, numeration, are more communicative, have tolerance and empathy, and can understand to negotiate. As well as children have creativity in making new ideas and can combine, reconstruct old ideas and have innovations and are expected through this beam game children have added value for themselves and others.Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui cara mengembangkan minat kewirausahaan pada anak usia dini melalui metode bermain balok. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini menggunakan metode studi literatur dengan mengumpulkan data dari beberapa hasil penelitian sebelumnya. Pengumpulan data dilakukan untuk mengetahui korelasi antara mengembangkan minat entrepreneurship anak usia dini dan metode bermain balok. Beberapa data diambil dari 12 artikel  yang kemudian dilanjutkan dengan membaca sumber bacaan lainnya, yaitu 2 buku dan 5 journal.  Dari data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dengan  menggunakan teknik analisis isi. Dan berdasarkan hasil penelitian sebelumnya bahwa perlu menerapkan pembiasaan pada anak usia dini yang bertujuan untuk mengembangkan minat entrpreneurship anak dengan bermain balok. Dan diharapkan melalui bermain balok anak lebih memahami konsep ukuran, geometri, menyusun, membilang, lebih komunikatif, memliki toleransi dan empati, serta mampu memahami untuk bernegosiasi. Serta anak memiliki kreativitas dalam membuat ide baru dan mampu mengkombinasikan, merekonstruksi ide lama dan memiliki inovasi baru dan diharapkan melalui permaian balok ini anak memiliki nilai tambah bagi diri sendiri dan orang lain.
PERAN ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN SIKAP KERJASAMA ANAK PADA PEMBELAJARAN DARING KELOMPOK A DI RA MIFTAHUL KHOIR Novitasari Novitasari; Lenny Nuraeni
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v5i2.10134

Abstract

Online learning during the Covid-19 period brought a new face to the current learning methods. Online learning is a new breakthrough when the pandemic spreads in various parts of the world. As a teacher, you must be able to make learning activities that are in accordance with the standards of the level of achievement of children's development. This is a challenge for teachers because developmental achievements must still be carried out through online learning. In order for learning to run well, the teacher involves the role of parents in learning activities with children. With a focus on improving children's cooperative attitude. Cooperation has many benefits for children in the future. It also enhances its social development in society. The purpose of this study was to determine and implement the role of parents in increasing cooperative attitudes in online learning (inserted before the research method). This study uses a qualitative descriptive method, data collection using triangulation techniques and data analysis using qualitative data. This research was conducted on the children of group A in RA Miftahul Khoir. Based on the results of observations made, it showed good achievements during the research activities and the increasing role of parents in the cooperative attitude of group A children at RA Miftahul Khoir in online learning.Pembelajaran daring pada masa covid-19 membawa wajah baru dalam metode pembelajaran yang dilaksanakan saat ini. Pembelajaran daring menjadi terobosan baru saat Pandemi merebak diberbagai belahan dunia. Sebagai guru harus mampu membuat kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan standar tingkat pencapaian perkembangan anak. Merupakan tantangan tersendiri bagi guru karena capaian perkembangan tetap harus dilakukan melalui pembelajaran daring. Agar pembelajaran berjalan dengan baik, Guru melibatkan peran orang tua dalam kegiatan pembelajaran bersama anak. Dengan fokus pada peningkatan sikap kerjasama anak. Kerjasama memiliki banyak manfaat untuk anak di masa depan. Juga meningkatkan perkembangan sosial nya di masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dan mengimplementasikan peran orang tua dalam meningkatkan sikap kerjasama pada pembelajaran daring (disisipkan sebelum metode penelitian). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, pengumpulan data menggunakan teknik triangulasi dan analisis data menggunakan data kualitatif. Penelitian ini dilakukan pada anak kelompok A di RA Miftahul Khoir. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan menunjukkan capaian yang baik pada saat kegiatan penelitian berlangsung dan adanya peningkatan peran orang tua terhadap sikap kerjasama anak kelompok A di RA Miftahul Khoir pada pembelajaran daring.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK KELOMPOK B MELALUI PEMBELAJARAN SCIENCE TECHNOLOGY ENGINEERING ART MATHEMATICS (STEAM) Fatimah, Eulis Siti; Riyanto, Arifah A; Rohmalina, Rohmalina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v4i6.p%p

Abstract

Cognitive aspects at the age of 0–6 years are the most important part of children's development, this aspect includes learning and problem-solving, logical thinking, and symbolic thinking. The cognitive theory developed by scientists Piaget and Lev Vygotsky states that a child's knowledge can be obtained from an environment that requires adult guidance (scaffolding), so the role of the teacher is very important because in schools teachers guide and stimulate children's cognitive abilities. The teacher also arranges the lesson so that it attracts attention and the child does not get bored easily. Group B children in PAUD Assurur were less interested in cognitive learning because they considered it less attractive. Learning STEAM is one of the methods used in the learning process to improve the cognitive abilities of children in group B. The purpose of this study is to determine the learning activities of STEAM that can improve children's cognitive abilities. Group B. This research uses a qualitative approach with descriptive research methods. The research data was carried out using observation and interviews. The results showed that children had a significant improvement. With the STEAM learning process, children are excited to learn because it is very fun and interesting. In addition to being fun and interesting for children, learning STEAM also uses media that makes children not easily bored so that learning STEAM can improve the cognitive abilities of group B.Aspek kognitif pada usia 0–6 tahun adalah bagian yang terpenting bagi perkembangan anak, aspek ini mencakup belajar dan pemecahan masalah, berpikir logis dan berpikir simbolis. Teori kognitif yang dikembangkan oleh ilmuwan PiagetdanLev Vygotskyyang menyatakan tentang pengetahuan seorang anak dapat diperoleh dari lingkungan yang membutuhkan bimbingan orang dewasa (scaffolding). Menstimulasi kognitif anak harus dilakukan oleh dengan cara menyusun pembelajaran sedemikian rupa sehingga akan menarik perhatian anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan pembelajaranSTEAMterhadap peningkatan kemampuan kognitif anak kelompok B. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian deskriptif. Data penelitian dilakukan dengan cara obsevasi dan wawancara. Teori Miles dan Huberman digunakan untuk menganalisis data dimulai dari reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan kemampuan kognitif untuk beberapa indikator pada 4 orang anak, hal tersebut dapat dilihat dari hasil penilaian yang asalnya masih BB berubah menjadi MB dan yang asalnya dari MB berubah menjadi BSH.Dengan proses pembelajaran STEAManak-anak menjadi semangat untuk belajar karena sangat menyenangkan dan menarik sehinnga dapat meningkatkan kemampuan kognitif kelompok B.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025 Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024 Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022 Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021 Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021 Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020 Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Volume 2 Nomor 6, November 2019 Vol 2, No 5 (2019): Volume 2 Nomor 5, September 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 Nomor 3, Mei 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2, Maret 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 5 (2018): Volume 1 Nomor 5, September 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Nomor 3, Mei 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 More Issue