cover
Contact Name
Rinto Hasiholan Hutapea
Contact Email
rintohutapea81@gmail.com
Phone
+6281310083870
Journal Mail Official
jurnaljireh19@gmail.com
Editorial Address
Jl. Untung Surapati, Gang Kincir, RT/RW: 011/005, Kelurahan Batuplat, Kecamatan Alak Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH)
ISSN : 26851393     EISSN : 26851466     DOI : 10.37364
Jurnal JIREH: Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity merupakan jurnal yang mempublikasikan artikel yang diangkat dari hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian analisis kritis dan aplikasi teori di bidang keberagamaan, kewujudan, dan kemanusiaan. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 183 Documents
Implementasi Pendidikan Lingkungan Hidup Sebagai Pengejawantahan Mandat Budaya Kejadian 1:28 Dalam Gereja Lokal Frederik, Hanny; Rouw, Randy Frank
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 4 No 2 (2022): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v4i2.94

Abstract

This article discusses how the church can realize the cultural mandate through environmental education within the scope of the Christian faith community. The method used is descriptive qualitative. The results of this article research are the manifestation of the cultural mandate by the church can occur through the implementation of environmental education within the scope of local churches. Environmental education in the church can be applied to members of the congregation for all ages and groups, because after all environmental education is part of teaching about the Christian faith and environmental conservation is part of the practice of faith. Both must be integrated to create an environmental education curriculum that can be applied in various forms of teaching in the church. There may be challenges for the church in implementing environmental education. The key is actually in the hands of the church leadership, whether they have sensitivity to environmental conditions and the willingness to obey the cultural mandate that God has given them or not. Artikel ini membahas cara gereja dapat mengejawantahkan amanat budaya itu melalui pendidikan lingkungan hidup dalam lingkup komunitas iman Kristen. Metode yang dipergunakan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian artikel ini adalah pengejawantahan mandat budaya oleh gereja dapat terjadi lewat pengimplementasian pendidikan lingkungan hidup dalam ruang lingkup gereja-gereja lokal. Pendidikan lingkungan hidup di dalam gereja dapat diterapkan pada anggota jemaat untuk semua kalangan dan golongan usia, karena bagaimanapun juga pendidikan lingkungan hidup adalah bagian dari pengajaran tentang iman Kristen dan pelestarian lingkungan hidup adalah bagian dari praktik iman. Keduanya harus diintegrasikan untuk menciptakan kurikulum pendidikan lingkungan hidup yang dapat diterapkan dalam berbagai bentuk pengajaran di gereja.
Studi Eksplanatori Karakteristik Pengkhotbah Misioner Menurut Injil Sinopsis dan Implikasinya bagi Misi era Postmodern Christi, Apin Militia
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 4 No 2 (2022): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v4i2.100

Abstract

Postmodern menggagas gaya berpikir pluralis dan relatif. Semua bidang kehidupan telah dimasuki corak berpikir seperti ini, termasuk ranah gereja. Pola berpikir postmodern yang masuk dalam gereja menyebabkan jemaat mengalami kebingunan akan dasar kebenaran yang sahih dan kuat untuk dijadikan prinsip kehidupan sehari-hari dan misi kepada orang yang belum mengenal Tuhan. Oleh karena itu, menjadi penting tugas dari seorang pengkhotbah menyampaikan kebenaran firman Tuhan kepada jemaat sacara tegas dan berorientasi kepada misionaris. Penelitian bertujuan untuk mengungkapkan karakteristik seorang pengkhotbah untuk menghadapi era postmodern dari sudut pandang Injil Sinopsis. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif eksplanatori dengan fokus kajian adalah Injil Sinopsis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik seorang pengkhotbah misioner menurut Injil synopsis adalah (i) memiliki hati untuk misi; (ii) Memiliki visi untuk melaksanakan misi; (iii) dalam khotbahnya ada konten misi; (iv) memiliki kemampuan memotivasi jemaat bekerja di ladang misi; (v) memiliki kemampuan komunikasi interpersonal; dan (vi) mampu menjadi teladan dalam menjalankan misi. Karakteristik ini harus dimiliki dan dikembangkan agar mampu menjadi pemberita Firman di era postmodern ini.
Analisis Gaya Belajar Siswa Terhadap Hasil Belajar Pendidikan Agama Kristen Bambang Sujiyono
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 3 No 2 (2021): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v3i2.68

Abstract

The purpose of the study was to analyze students' learning styles and their relationship to students' learning outcomes in Christian religious lessons. The study of literature became the method used. The study findings revealed that students' learning styles have a close relationship with learning outcomes. Where the right student learning style will help students in understanding the subject matter, as well as can improve student learning outcomes in school. The role of Christian teachers in schools is very important in providing guidance and direction for students in learning, both when studying at school and at home. The attention and guidance of Christian teachers is essential for students in achieving better learning outcomes. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis gaya belajar siswa dan kaitannya dengan hasil belajar siswa dalam pelajaran agama Kristen. Studi literatur menjadi metode yang digunakan. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa gaya belajar siswa memiliki hubungan yang erat dengan hasil belajar. Dimana gaya belajar siswa yang tepat akan membantu siswa dalam memahami materi pelajaran, serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa di sekolah. Peran guru agama Kristen di sekolah sangat penting dalam memberikan bimbingan dan arahan bagi siswa dalam belajar, baik ketika belajar di sekolah maupun di rumah. Perhatian dan bimbingan guru agama Kristen sangat penting bagi siswa dalam mencapai hasil belajar yang lebih baik.
Daging dan Ritual Adat: Kajian Teks 1 Korintus 8:1-13 Surya, Agus
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 5 No 1 (2023): JIREH: Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v5i1.144

Abstract

The issue of eating meat offered to idols from time to time has not been completely discussed. There are still problems and conflicts among Christians regarding eating meat offered to idols or traditional rituals. This study aims to analyze the problem of eating meat and traditional rituals in terms of the text of 1 Corinthians 8:1-13. The literature method is the approach used in this study. The results revealed that meat that had been offered as a traditional ritual offering from the light of 1 Corinthians 8:1-13 confirmed that wise living and conscience were key to action. Eating meat used in traditional rituals should consider aspects of conscience and be an example in life, so as to avoid stumbling blocks.
Makna Penggunaan Repetisi Frase “TUHAN Menyesal” dalam Yeremia 26:1-24 Josua, Rezky Alfero; Sualang, Farel Yosua; Sulistya, Philipus Pada
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 5 No 1 (2023): JIREH: Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v5i1.108

Abstract

The purpose of this article is to show that in Jeremiah 26 there is a ladder repetition of the phrase "the LORD regret." Because if you pay special attention, very few interpreters find repetition that occurs three times in Jeremiah 26 verses 3, 13 and 19 regarding the phrase "the LORD regret". Using the sub-hermeneutic leatherative method: Exegesis, this article finds the meaning of the use of repetition of the phrase "The LORD regret" in Jeremiah 26:3, 13 and 19 mentioned by three different subjects "I regret (the LORD)", "The LORD regrets (Jeremiah)," "The LORD regret (the leaders of the nation)." First, the way the LORD conveyed His prophecy by showing an emotional expression (anthropomorphism) because of the sinfulness of the nation of Judah. Secondly, the prophet Jeremiah showed himself to be a true prophet and gave an affirmation of responsiveness for the LORD to cancel His punishment on the nation of Judah. Thirdly, the leaders of the nation remembered the prophecies of Micah and Uriah, so that they should not ignore His message and thus the LORD changed His mind, so that the nation of Judah received salvation and repented by turning to the true LORD. Tujuan artikel ini untuk memperlihatkan bahwa dalam Yeremia 26 terdapat repetisi bertangga mengenai frase “TUHAN menyesal.” Karena jika diperhatikan secara khusus, sangat sedikit dari para penafsir menemukan adanya repetisi yang terjadi sebanyak tiga kali dalam Yeremia 26 ayat 3, 13 dan 19 mengenai frase “TUHAN menyesal.” Metode kulitatif sub-hermeneutik: Eksegesis, artikel ini menemukan adanya makna penggunaan repetisi frase “TUHAN Menyesal” dalam Yeremia 26:3, 13 dan 19 yang disebutkan oleh tiga subjek berbeda “Aku menyesal (TUHAN)”, “TUHAN menyesal (Yeremia)”, “TUHAN menyesal (para pemimpin bangsa).” Pertama, cara TUHAN menyampaikan nubuat-Nya dengan menunjukkan sebuah ekspresi emosional (anthropomorfisme) karena keberdosaan bangsa Yehuda. Kedua, nabi Yeremia menunjukkan dirinya adalah nabi sejati dan memberikan penegasan mengenai kedaultan responsif agar TUHAN membatalkan hukuman-Nya kepada bangsa Yehuda. Ketiga, para pemimpin bangsa yang teringat nubuat Mikha dan Uria, sehingga mereka tidak boleh mengabaikan pesan-Nya dan dengan itu TUHAN berubah pikiran, supaya bangsa Yehuda menerima keselamatan serta bertobat dengan berbalik kepada TUHAN yang benar.
Rancang Bangun Teologi Sosial Gereja Sitanggang, Pintor Marihot; Silalahi, Sylvia Wijaya
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 5 No 1 (2023): JIREH: Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v5i1.117

Abstract

This article describes the constructing social theology in the ministry of the Church. In Christian teaching said that God present in the life of human being . Suffering and poverty as reality that we are facing in life. That is why theology and ministry of the Church has been faced and questioned, how God present in suffering and poverty. Choan Seng Song offers his theology, especially in the life of Asian people and proposed God present in suffering and poverty, replacing Asian culture, so the liberation and salvation from God was accepted in in their own culture. The central of theology that was developed by Song in his Suffering God theology is the liberation and salvation that has been granted by crucified Jesus Christ the Son of God. Christ as the center of liberation from God.
Ekoteologi Gereja Terhadap Penanaman Kelapa Sawit di Lahan Gambut Prakosa, Pribadyo; Pattiasina, Sharon Michelle O.; Winanda, Winanda
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 5 No 1 (2023): JIREH: Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v5i1.124

Abstract

This paper analyzes the ecotheological view of the Assemblies of God Church (GSJA) of the Anjir Settlement Transmigration Unit (UPT) in Pulang Pisau Regency towards oil palm plantations on peatlands. This research was conducted using qualitative research methods with descriptive-analytical research type. The technique used is interview, observation and literature study. The results of the study found that the life of the congregation in the GSJA UPT Anjir has a life that depends on nature because peatlands are a place to meet economic needs. The quality of the peat soil in the Hanjak Maju village area is used as a commodity for planting oil palm so that the congregation interprets the land as a gift from God for those who can meet their needs. This then gave GSJA UPT Anjir theological awareness that God's mandate towards creation must still be carried out as a form of response to the congregation's faith in God's gift through soil fertility. Penelitian ini menganalisis tentang pandangan ekoteologi Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Anjir Kabupaten Pulang Pisau terhadap penanaman kelapa sawit di lahan gambut. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif-analitis. Teknik yang digunakan ialah wawancara, observasi dan studi pustaka. Hasil penelitian menemukan bahwa kehidupan jemaat GSJA UPT Anjir memiliki kehidupan yang bergantung pada alam sebab lahan gambut menjadi tempat untuk memenuhi kebutuhan ekonomi. Kualitas tanah gambut di wilayah desa Hanjak Maju dijadikan sebagai komoditas penanaman kelapa sawit sehingga jemaat memaknai tanah sebagai pemberian Tuhan untuk yang dapat memenuhi kebutuhan mereka. Hal inilah yang kemudian memberikan kesadaran teologis GSJA UPT Anjir bahwa mandat Allah terhadap ciptaan harus tetap dilakukan sebagai bentuk respon iman jemaat terhadap pemberian Tuhan melalui kesuburan tanah.
Peningkatan Okupansi Mes B Gereja Kalimantan Evangelis Banjarmasin Dengan Digital Marketing Darnita, Cristi Devi; Triadi, Defri
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 5 No 1 (2023): JIREH: Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v5i1.126

Abstract

The Covid-19 pandemic has caused the occupancy of Mes GKE B in Banjarmasin, South Kalimantan, to fluctuate. Business promotions that still use traditional methods cause people to be less aware of the profiles and facilities offered by the hotel. This research aims to Develop digital marketing media for the occupancy of Mes GKE B Banjarmasin; and Compare the occupancy results of Mes B GKE Banjarmasin before and after using digital marketing. The method used is R&D (Research and Development), which aims to develop and create digital marketing designs for social media types at the Mes GKE B Banjarmasin lodging business. This study data acquisition technique utilizes observation, questionnaires and documentation. The increase in occupancy is assessed using the AISAS model: Attention, Interest, Search, Action, and Share. The development results are in the form of digital marketing media designs containing business profiles and lodging facilities distributed via Instagram, WhatsApp and Facebook social media. Marketing results using digital marketing show an increase in occupancy of Mes GKE B Banjarmasin by 58% until September 2022, with a visit rate of 380 Mes GKE accounts with an average of 13 accounts visiting Instagram Mes GKE per day. Pandemi Covid 19 menyebabkan okupansi Mes GKE B di Banjarmasin, Kalimantan Selatan mengalami fluktuasi. Promosi usaha yang masih menggunakan cara tradisional menyebabkan masyarakat kurang mengetahui profil dan fasilitas hotel yang ditawarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media digital marketing untuk okupansi Mes GKE B Banjarmasin; dan membandingkan hasil okupansi Mes B GKE Banjarmasin sebelum dan sesudah penggunaan digital marketing. Metode yang digunakan adalah R&D (Research and Development) yang mempunyai target mengembangkan dan membuat desain digital marketing jenis sosial media pada usaha penginapan Mes GKE B Banjarmasin. Teknik pemerolehan data studi ini memanfaatkan observasi, angket dan dokumentasi. Peningkatan okupansi dinilai menggunakan model AISAS yaitu: Attention, Interest, Search, Action, and Share. Hasil pengembangan berupa desain media digital marketing berisi profil usaha dan fasilitas penginapan yang disebarkan melalui media sosial Instagram, whatsapp dan Facebook. Hasil pemasaran menggunakan digital marketing menunjukan peningkatan okupansi Mes GKE B Banjarmasin sebesar 58% sampai dengan bulan September 2022 dengan tingkat kunjungan pada akun Mes GKE sebanyak 380 akun dengan rerata 13 akun yang mengunjungi Instagram Mes GKE per hari.
Nilai-Nilai Moral Terkandung dalam Tradisi Arakan Sahur di Kabupaten Tanjung Jabung Barat Hariandi, Ahmad; Sari, Chika Orsalia Yovita; Zahara, Denisya; Hapsari, Hasta Purwindah; Mubarokah, Lailatul Badriatul
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 5 No 1 (2023): JIREH: Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v5i1.133

Abstract

The people of Kuala Tungkal are characterized by this culture in their own unique way. The Arakan Sahur tradition is one that originates from Kuala Tungkal. In this tradition, members of the public play Malay musical instruments such as drums, kulintang, tambourines and bells to prepare food for the procession, which have been passed down from generation to generation. Today, this tradition is part of the annual calendar of West Tanjung Jabung Regency. As a result, researchers are interested in lifting this tradition to investigate its moral principles. An emic approach to qualitative research is used in this study. The findings of this study indicate that the Arakan Sahur tradition which has existed since the time of our ancestors and is still practiced today contains moral principles. Religious Values, Social Values, Cultural Values, Educational Values, and Cultural Values are the four moral values. This tradition must be protected and strengthened by continuing to carry out the Sahur Arakan tradition consistently during the holy month of Ramadan as a sign of Kuala Tungkal City residents and a form of appreciation for being given the opportunity to feel the atmosphere of Kuala Tungkal City. this fasting month. Masyarakat Kuala Tungkal dicirikan oleh budaya ini dengan caranya sendiri yang unik. Tradisi Sahur Arakan adalah salah satu yang berasal dari Kuala Tungkal. Dalam tradisi ini, anggota masyarakat memainkan alat musik Melayu seperti gendang, kulintang, rebana, dan genta untuk menyiapkan makanan arakan telah diwariskan secara turun-temurun. Hari ini, tradisi ini menjadi bagian dari kalender tahunan Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Akibatnya, para peneliti tertarik untuk mengangkat tradisi ini untuk menyelidiki prinsip-prinsip moralnya. Pendekatan emic untuk penelitian kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi Sahur Arakan yang telah ada sejak zaman nenek moyang dan masih dipraktikkan hingga saat ini mengandung prinsip-prinsip moral. Nilai Religius, Nilai Sosial, Nilai Budaya, Nilai Pendidikan, dan Nilai Budaya adalah empat nilai moral. Tradisi ini harus dilindungi dan dikukuhkan dengan terus melaksanakan tradisi Sahur Arakan secara konsisten selama bulan suci Ramadhan sebagai tanda warga Kota Kuala Tungkal dan bentuk penghargaan karena masih diberi kesempatan untuk merasakan suasana Kota Kuala Tungkal. bulan puasa ini.
Motivasi Belajar Siswa Terhadap Proses Pembelajaran Ditinjau Dari Filosofi Pendidikan Kristen Zega, Yusnarita; Tangkin, Wiyun Philipus
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 5 No 1 (2023): JIREH: Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v5i1.140

Abstract

The purpose of this writing is to explain a student's learning motivation to the learning process covered by the philosophy of Christian education. The method of research used was literature. In the learning process, students will face various problems, requiring proper motivation to address the problem. A student's learning motivation must be based on correct values of truth, for the student to have the right encouragement as a basis for resonating in the face of every problem he encounters. The student's learning motivation for the learning process is based on the Christian education philosophy that the student's learning motivation must come from a precise and absolute source of truth, even God, which would encourage the student to understand his or her existence as a glorious creation of God. By this, students will respond to knowledge that they know by expressing good, valuable, and beautiful things according to God's will in the learning process. Tujuan penulisan ini adalah menjelaskan motivasi belajar siswa terhadap proses pembelajaran ditinjau dari filosofi pendidikan Kristen. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur. Pada proses pembelajaran, siswa akan menghadapi berbagai permasalahan, sehingga membutuhkan motivasi yang tepat untuk dapat menghadapi masalah tersebut. Motivasi belajar siswa harus didasarkan pada nilai-nilai kebenaran yang tepat, agar siswa mempunyai dorongan yang benar sebagai dasar berespons dalam menghadapi setiap permasalahan yang ia temui. Motivasi belajar siswa terhadap proses pembelajaran ditinjau dari filosofi pendidikan Kristen adalah bahwa motivasi belajar siswa harus bersumber pada sumber kebenaran yang tepat dan absolut, yaitu Allah, yang akan mendorong siswa untuk memahami tentang keberadaannya sebagai ciptaan Allah yang mulia. Melalui hal ini, siswa akan memberikan respons berdasarkan pengetahuan yang ia tahu dengan mengekspresikan hal yang baik, bernilai, dan indah sesuai dengan kehendak Allah di dalam proses pembelajaran.

Page 8 of 19 | Total Record : 183