cover
Contact Name
Rinto Hasiholan Hutapea
Contact Email
rintohutapea81@gmail.com
Phone
+6281310083870
Journal Mail Official
jurnaljireh19@gmail.com
Editorial Address
Jl. Untung Surapati, Gang Kincir, RT/RW: 011/005, Kelurahan Batuplat, Kecamatan Alak Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH)
ISSN : 26851393     EISSN : 26851466     DOI : 10.37364
Jurnal JIREH: Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity merupakan jurnal yang mempublikasikan artikel yang diangkat dari hasil penelitian, gagasan konseptual, kajian analisis kritis dan aplikasi teori di bidang keberagamaan, kewujudan, dan kemanusiaan. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 183 Documents
Moral Values behind the Reliefs’ Story of The Sojiwan Temple at Klaten Region Shadikah, Arina Afiyati
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 4 No 1 (2022): JIREH: Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v4i1.92

Abstract

This research was conducted at Sojiwan Temple, Klaten. The Sojiwan Temple is a Buddhist Temple located in Klaten Region. This research aimed to investigate the Reliefs’ shapes that existed at Sojiwan Temple and the story of Temples’ Reliefs. There were some related researches to the previous study. However, the gap was found. It is about the moral values based on story behind the Temple’s Reliefs at the Sojiwan Temple. There was a qualitative research design employed in this study. The object of this research was Sojiwan Temple itself. There were three data collection techniques used to collect the data. They were observation, interview and documentation. The data gathered were analyzed using a research design called flow method of qualitative design. This research method consisted of three stages, those namely collecting data, reducing data, displaying data, and concluding or verifying. The result of this study indicated that: (1) there were fourteen Reliefs’ shapes existed at Sojiwan Temple and (2) Each Relief at Sojiwan Temple had moral values based on its own story sculpted. All the Reliefs told about some moral values. They were ingenuity, simplicity, tolerance, sincerity, discipline, toughness, affection, carefulness, self-awareness, solidarity, and unity. Penelitian ini dilaksanakan di Candi Sojiwan, Klaten. Candi Sojiwan merupakan candi Buddha yang terletak di Kabupaten Klaten. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan bentuk-bentuk Relief yang ada di Candi Sojiwan beserta dengan makna dari masing-masing Relief tersebut. Dalam penelitian-penelitian terdahulu sudah membahas tentang hal serupa. Namun, terdapat perbedaan yang ditemukan yaitu tentang nilai-nilai moral yang diperoleh dari makna dan cerita di balik Relief yang ada di Candi Sojiwan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Adapun objek dalam penelitian ini adalah Candi Sojiwan itu sendiri. Terdapat tiga teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan desain penelitian yang disebut dengan metode kualitatif flow. Metode penelitian yang digunakan ini memiliki tiga tahap, yaitu mengumpulkan data, mengurang data, menampilkan data, dan menyimpulkan atau memvalidasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) terdapat empat belas bentuk Relief yang ada di Candi Sojiwan dan (2) masing-masing Relief memiliki nilai moral yang terkandung dalam cerita dari masing-masing Relief. Semua Relief tersebut menyampaikan nilai-nilai moral, yaitu kecerdikan, kesederhanaan, toleransi, ketulusan, disiplin, ketabahan, kasih sayang, kehati-hatian, mawas diri, solidaritas, dan persatuan.
Peran Pelayanan Diakonia Terhadap Pertumbuhan Gereja Pada Masa Pandemi Covid-19 Susila, Tirta; Pradita, Yola
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 4 No 1 (2022): JIREH: Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v4i1.95

Abstract

One of the three ecclesiastical vocations, namely the ministry of deacons. This service is a concrete mandate from the church and the fulfillment of Christ's mandate in terms of missionary service during the Covid-19 pandemic. The method used is a qualitative method with data sources from field data and literature reviews that discuss the role of deacon services in church growth during the Covid-19 pandemic at the GKE Haleluya Nanga Bulik Congregation. The results showed that the GKE Haleluya Nanga Bulik congregation was involved in deacon services as one of the real and active actions that explained motivation and mutual understanding, both in the form of caricative deacon services, reformative deacon services and transformative deacon services for people in need. Thus, the ministry of deacons has implications for church growth. The positive impact is to strengthen friendship and testimony during the Covid-19 pandemic at the GKE Haleluya Nanga Bulik Congregation. Salah satu dari tiga panggilan gerejawi, yaitu pelayanan diakonia. Pelayanan ini merupakan amanat konkrit dari gereja dan pemenuhan amanat Kristus dalam hal pelayanan misionaris di masa pandemi Covid-19. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan sumber data dari data lapangan yang membahas tentang peran pelayanan diakon dalam pertumbuhan jemaat pada masa pandemi Covid-19 di Jemaat GKE Haleluya Nanga Bulik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jemaah GKE Haleluya Nanga Bulik terlibat dalam kebaktian diakon sebagai salah satu tindakan nyata dan aktif yang menjelaskan motivasi dan saling pengertian, baik dalam bentuk pelayanan diakon karikatif, pelayanan diakon reformatif maupun pelayanan diakon transformatif bagi masyarakat yang membutuhkan. Dengan demikian, pelayanan diaken berimplikasi pada pertumbuhan gereja. Dampak positifnya adalah mempererat silaturahmi dan kesaksian di masa pandemi Covid-19 di Jemaat GKE Haleluya Nanga Bulik.
Strategi Manajemen Keuangan Gereja Kalimantan Evangelis Dalam Bentuk Badan Usaha Darnita, Cristi Devi; Triadi, Defri; Gobel, Della Gita Van
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 4 No 2 (2022): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v4i2.99

Abstract

Financial management in religious organizations such as churches needs to be independent of church operational funds without relying on congregational offerings. The purpose of this study is to analyze the church's financial management strategy in managing its assets as an investment that generates funds for church management, especially in the Gereja Kalimantan Evangelis. The method used is a qualitative exploration with the techniques of observation, interviews, and documentation studies. This study analyzes the financial management strategy process namely strategy formulation, development of vision and mission, identification of opportunities and threats managing church assets at GKE Resort Tewah by building swallow nests and market blocks. The investment strategy results by managing church assets can fund all church operations and become a financially independent church without depending on congregational offerings. Manajemen keuangan pada organisasi keagamaan seperti gereja perlu menuju kemandirian dana operasional gereja tanpa bergantung pada persembahan jemaat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi manajemen keuangan gereja dalam mengelola aset yang dimiliki sebagai suatu investasi yang menghasil dana untuk pengelolaan gereja, khususnya di Gereja Kalimantan Evangelis. Metode yang digunakan adalah kualitatif eksplorasi dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini berupa analisis proses strategi manejemen keuangan yaitu perumusan strategi, mengembangkan visi dan misi, mengidentifikasi peluang dan ancaman. Bentuk penerapan strategi keuangan dengan mengelola aset gereja di GKE Resort Tewah dengan membangun sarang burung walet dan blok pasar. Hasil dari strategi investasi dengan mengelola aset gereja dapat mendanai seluruh operasional gereja dan dapat menjadi gereja yang mandiri secara keuangan tanpa bergantung kepada persembahan jemaat.
Motivasi Belajar Mahasiswa Melalui Gaya Mengajar Dosen Di Era Pandemi Purba, Paskah Parlaungan; Melati, Ester
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 4 No 2 (2022): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v4i2.105

Abstract

This study aims to confirm the influence of lecturers' teaching styles on student learning motivation at the Basom Theological College batam. This study used quantitative methods with a sample of 30 students. The findings of the study revealed that the teaching style of lecturers at STT Basom Batam affects student learning motivation. This is shown by the data that if th ≥ tt, then there is a significant Influence of Lecturer Teaching Style (X) on the Learning Motivation of STT Basom (Y) students. From the table it is known that tt = 1.697 and from the calculations obtained 2.696 at a significance level of 5% with N = 30. Thus, th > tt, meaning that there is a significant influence of the lecturer's teaching style on the learning motivation of STT Basom Batam students. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonfirmasi pengaruh gaya mengajar dosen terhadap motivasi belajar mahasiswa di Sekolah Tinggi Teologi Basom Batam. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan sampel mahasiswa sebanyak 30 orang mahasiswa. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa gaya mengajar dosen di STT Basom Batam mempengaruhi motivasi belajar mahasiswa. Hal ini ditunjukkan dengan data bahwa jika th ≥ tt, maka terdapat Pengaruh Gaya Mengajar Dosen (X) yang signifikan terhadap Motivasi Belajar mahasiswa STT Basom (Y). Dari tabel diketahui tt = 1,697 dan dari perhitungan diperoleh 2, 696 pada taraf signifikansi 5% dengan N = 30. Dengan demikian, th > tt, artinya terdapat pengaruh yang signifikan gaya mengajar dosen terhadap motivasi belajar mahasiswa STT Basom Batam.
Teologi Anak Menurut John Calvin dan Signifikansinya Bagi Kekristenan Masa Kini Siska, Yuk Fran; Intan, Benyamin F
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 4 No 2 (2022): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v4i2.106

Abstract

Children are the future of a society and the future of the church. Awareness of the importance of children to society and the church needs to be based on biblical concepts of nature of child and childhood. This is necessary because of the emergence of deviant attitudes towards children as a result of extreme understanding between children as sinners or children as innocent and pure individuals. One of them is the abuse of discipline and punishment and the underestimation of the possibility of crimes committed by children. Therefore, this article descriptively through literature study tries to retell the efforts of a reformer named John Calvin who has introduced the biblical concept of child and childhood with a balance between the sinful side and the precious side of a child in Geneva. Calvin's understanding and experience can set an example for a balanced view of children and childhood and help today's Christianity to carry out the responsibilities it should take for children in the family, church and society. Anak-anak adalah masa depan dari sebuah masyarakat dan hari depan gereja. Kesadaran akan pentingnya anak-anak bagi masyarakat dan gereja perlu didasari oleh konsep yang biblikal mengenai natur dan masa kanak-kanak. Hal ini diperlukan karena timbulnya sikap-sikap yang menyimpang terhadap anak-anak sebagai hasil dari pemahaman yang ekstrem antara anak-anak sebagai manusia berdosa ataupun anak-anak sebagai pribadi yang polos dan murni. Salah satunya adalah penyalahgunaan disiplin dan hukuman serta penyepelean adanya kemungkinan kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak. Oleh sebab itu, artikel ini secara deskriptif melalui studi pustaka berusaha menceritakan kembali usaha seorang reformator bernama John Calvin yang telah memperkenalkan konsep anak dan masa kanak-kanak yang biblikal dengan seimbang antara sisi berdosa dan sisi berharga seorang anak di Jenewa. Pemahaman dan pengalaman Calvin dapat memberikan contoh bagi cara pandang yang seimbang terhadap anak-anak dan masa kanak-kanak serta menolong Kekristenan masa kini untuk mengerjakan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan bagi anak-anak di dalam keluarga, gereja dan masyarakat.
Revolusi Konseling Karakter Bagi Peserta Didik Menghadapi Tantangan Abad 21 Santoso, Joko; Pujiono, Andreas; Sihotang, Srymaya
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 4 No 2 (2022): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v4i2.78

Abstract

Moral degradation in generations in the 21st century is a challenge and a complex problem that must be immediately addressed by educational institutions. Character counseling guidance for students is a solution to answer the needs of these problems. Educators as implementers of educational tasks can restore character counseling guidance to meet the needs of students in responding to and dealing with shifts in socio-cultural values ​​that affect a character. This research paper uses a descriptive qualitative approach to describe educators designing character education patterns and strategies for counseling guidance approaches that are appropriate to the needs of the times and right on target. The educational counseling guidance revolution can be pursued by designing Strengthening Character Education which is: Faithful, Morals and Integrity. While the Strategic Approach: Thinking Critically, Be Optimistic, and Act Creatively. Degradasi moral pada generasi di abad 21 menjadi tantangan dan masalah kompleks yang harus segera ditangani oleh lembaga pendidikan. Bimbingan konseling karakter terhadap peserta didik merupakan solusi untuk menjawab kebutuhan persoalan tersebut. Para pendidik selaku pelaksana tugas pendidikan dapat melakukan restorasi bimbingan konseling karakter guna memenuhi kebutuhan peserta didik dalam menyingkapi dan mengadapi pergeseran nilai-nilai social budaya yang berpengaruh pada karakter. Penelitian naskah ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggambarkan para pendidik merancang pola pendidikan karakter dan strategi pendekatan bimbingan konseling yang sesuai dengan kebutuhan zaman dan tepat pada sasaran. Revolusi bimbingan konseling pendidikan dapat ditempuh dengan merancang Penguatan Pendidikan Karakter yang: Bertaqwa, Bermoral dan Berintegritas. Sedangkan Pendekatan Strategi: Berpikir Kritis, Bersikap Optimis, dan Bertindak Kreatif.
The Lost of Gospel in The Church and Evangelism in the World: The Deadly Scream and the Answers Lumintang, Stevri P.N. Indra
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 4 No 2 (2022): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v4i2.116

Abstract

This research aims to explore the lost Gospel in worldwide churches, especially the evangelical churches in Indonesia and the loss of evangelism in the world. This research was stimulated by the influence of secularism and pragmatism in the church as a result of the change in worldview from the modern era to being postmodern. Based on content analysis research methods, analyzing specifically the contents of several major literatures, it was found that the Gospel and evangelism had indeed disappeared in many church organizations, including evangelical churches and schools of theology in Indonesia. Because of these churches tend to follow the world's mindset and standards, thus leaving the Gospel as the highest standard, as seen in their world-oriented and worldly-inclined way of life. Many churches are conforming to the world. In fact, the loss of the Gospel in the church and evangelization in the world is the biggest and most serious problem in the world, namely moral, mental and spiritual destruction and eternal destruction. For this reason, reformation of the Gospel and evangelism have become an important and urgent agenda, so that the church returns to its nature as a church, the sole agent of God's gospel in the world and returns to its main function, namely evangelizing the world. That is the only solution to the problems of the church and the world. This research is useful for theologians around the world to provide awareness and awareness for the church to carry out its function as the salt and light of the world through the Gospel and evangelism.
Memancarkan Pengajaran Makna ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ Berdasarkan Efesus 5:1-21 dalam Diri Orang Kristen Hutahaean, Hasahatan; Mau, Marthen; Amid, Markus; Moimau, Aprianus Ledrik
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 4 No 2 (2022): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v4i2.86

Abstract

In the past, Ephesians committed various sins. Therefore, the apostle Paul was chosen by God to preach the gospel to Ephesus to leave sin according to the teaching, 'It is dark to rise the light.' The phrase 'the dark rises of light' is an attitude that must be taken by god's people, namely those who believe in Jesus Christ, to distinguish their lives from the lives of others who still live in sin. Aim the research to find mean phrase of 'the dark rises of light'. This research uses qualitative methods with a literature and exposition approach to the text of the Bible. From the results of this study, it is hoped that God's people do not tend to sin because sin is a violation of God's law. The conclusion and implication of the results of this study are that the sinful acts committed by a man or God's people, both in hidden places and in the open places violate God's law. God will give eternal punishment to everyone who does not renounce his sin and does not want to live in the miraculous light of Christ. Dahulu orang-orang Efesus melakukan berbagai pelanggaran/dosa. Karena itu, rasul Paulus dipilih Allah agar memberitakan Injil ke Efesus supaya meninggalkan dosa sesuai pengajaran, ‘Habis gelap terbitlah terang.’ Frasa ‘habis gelap terbitlah terang’ merupakan sikap yang harus dilakukan oleh umat Tuhan, yakni yang beriman kepada Yesus Kristus, untuk membedakan kehidupannya dengan kehidupan orang lain yang masih tinggal di dalam dosa. Tujuan penelitian untuk menemukan makna dan pengajaran frasa ‘Habis gelap terbitlah terang.’ Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan dan eksposisi terhadap teks Alkitab. Dari hasil penelitian ini diharapkan umat Tuhan tidak memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa karena dosa adalah pelanggaran hukum Tuhan. Konklusi dan implikasi hasil penelitian ini ialah perbuatan dosa yang dilakukan oleh manusia atau umat Tuhan, baik di tempat-tempat tersembunyi maupun di tempat-tempat terbuka adalah melanggar hukum Tuhan. Tuhan akan memberi hukuman kekal kepada setiap orang yang tidak meninggalkan dosanya dan tidak menghendaki untuk hidup di dalam terang Kristus yang ajaib.
Makna Kebenaran dari Sudut Pandang Sang Pemazmur dalam Mazmur 111 Adisaputra, Dian Juli; Widodo, Priyantoro
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 4 No 2 (2022): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v4i2.87

Abstract

Truth is a statement or act of a person that will not harm others or himself. The statement or act must have evidence that can support it and must be in accordance with the facts of the actual act. This writing uses the Literature Study method with a Biblical Book of Poetry approach, as for the results obtained from the meaning of truth according to the Psalmist's point of view in Psalm 111, namely every act that God has done is really great, God's work is also very great and lively with His justice which always forever and ever, God remembers his covenants, the works of his hands are righteousness and justice, holy and terrible is the name of God, and the beginning of wisdom is the fear of the Lord. In today's life, it is also hoped that you will always be grateful to God and surrender your life completely only to God, and remain a person who is always obedient to God, in any situation. Kebenaran merupakan suatu pernyataan atau perbuatan seseorang yang tidak akan merugikan orang lain maupun dirinya sendiri. Pernyataan atau perbuatan tersebut harus memiliki bukti yang dapat mendukung dan harus sesuai dengan fakta perbuatan yang sebenarnya. Penulisan ini menggunakan metode Studi Literatur dengan pendekatan Biblika Kitab Puisi, adapun hasil yang diperoleh dari makna kebenaran menurut sudut pandang Pemazmur dalam Mazmur 111 ini yaitu setiap perbuatan yang telah dilakukan Allah sungguh besar, pekerjaan Allah pun sangat agung dan bersemarak bersama keadilan-Nya yang selalu tetap dari dulu sampai selamanya, Allah mengingat setiap perjanjian-Nya, perbuatan tangan-Nya merupakan kebenaran dan keadilan, Kudus dan dahsyat selalu nama Allah, dan permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan. Dalam kehidupan saat ini juga diharapkan supaya tetap selalu bersyukur kepada Tuhan dan menyerahkan hidup ini sepenuhnya hanya di dalam Allah, serta tetap jadilah pribadi yang selalu taat kepada Allah, baik dalam situasi kondisi apapun itu.
Relevansi Ilmu Filsafat bagi Perkembangan Ilmu Pengetahuan Pendidikan Agama Kristen Sidabutar, Hasudungan; Situmorang, Yehezkiel
Jurnal Ilmiah Religiosity Entity Humanity (JIREH) Vol 4 No 2 (2022): JIREH: Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili dan Kejuruan (STTIK) Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37364/jireh.v4i2.88

Abstract

The concept of Christian theology departs from God as the ultimate reality but philosophy departs from the human mind which thinks critically, questions many things to their roots. This fact often makes many Christians today still have anti-philosophical attitudes, and this certainly has an impact on the development of Christian religious education. History has recorded that the birth of philosophers in the ancient Greek era emphasized how the beginnings of science developed. This happens because philosophy gave birth to a tradition of critical and logical thinking that breaks, liberates, guides and ultimately brings humans to enlightenment. The development of science cannot be separated from this philosophical tradition. The relevance of philosophy to the development of Christian religious education disciplines is if philosophy, first, the tradition of philosophy gets a portion in the practice of Christian religious education. Second, the practice of Christian religious education must provide space for freedom of thought. Third, the practice of Christian religious education is open and not exclusive. The discipline of philosophy should not be ignored, because it is a tool to describe the philosophical foundations of science, namely ontological, epistemological and axiological. Konsep teologi kristen yang berangkat dari Allah sebagai realitas utama namun sebaliknya filsafat berangkat dari pikiran manusia yang berpikir secara kritis, mempertanyakan banyak hal sampai keakar-akarnya. Kenyataan ini yang kerap menjadikan banyak orang kristen pada masa kini masih memiliki sifat anti terhadap filsafat, dan hal ini tentu berdampak pada perkembangan ilmu pendidikan agama Kristen. Sejarah telah mencatatkan bahwa kelahiran para filsuf pada era Yunani kuno menandaskan bagaimana awal mula ilmu pengetahuan berkembang. Hal ini terjadi karena filsafat melahirkan tradisi berpikir kritis dan logis yang mendobrak, membebas, membimbing dan pada akhirnya membawa manusia kepada pencerahan. Perkembangan ilmu pengetahuan tidak bisa dilepaskan dari tradisi filsafat ini. Relevansi filsafat terhadap pengembangan disiplin ilmu pengetahuan pendidikan agama Kristen apabila filsafat, Pertama, tradisi ilmu filsafat mendapatkan porsi dalam praktik ilmu pendidikan Agama Kristen. Kedua, praktik pendidikan agama Kristen harus memberi ruang kebebasan untuk berpikir. Ketiga, praktik ilmu pendidikan agama Kristen bersikap terbuka dan tidak eksklusif. Disiplin ilmu filsafat tidak boleh diabaikan, karena ia merupakan alat untuk menguraikan pondasi ilmu secara filosofis yaitu ontologis, epistemologis dan aksiologis.

Page 6 of 19 | Total Record : 183