cover
Contact Name
Junaidi
Contact Email
junaidi.1982@fmipa.unila.ac.id
Phone
+6281703204223
Journal Mail Official
jtaf@fmipa.unila.ac.id
Editorial Address
https://jtaf.fmipa.unila.ac.id/index.php/jtaf/editorialteam
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Published by Universitas Lampung
ISSN : 2303016X     EISSN : 25491156     DOI : https://doi.org/10.23960/jtaf.v14i01
We invite authors to submit manuscripts of up to 10 pages, prepared in accordance with the author guidelines. The scope of this journal includes, but is not limited to, the following fields: 1. Theoretical Physics Classical Mechanics Electromagnetics Thermodynamics Statistical Mechanics Quantum Mechanics Theory of Relativity Quantum Gravity Astrophysics Cosmology 2. Earth Physics (Geophysics) Geothermal Geoelectrics Seismics Geomagnetics 3. Materials Physics Nanomaterials Metals and Corrosion Magnetic Materials Thin Films Photocatalysts/Catalysts Semiconductors Superconductors Ceramics Polymers 4. Electronics and Instrumentation Sensors Biomedical Instrumentation Agricultural Instrumentation Environmental Instrumentation Biophysics Computational Physics Lasers 5. Nuclear Physics Reactor Safety Neutronic Analysis Fuel and Waste Management
Articles 395 Documents
Struktur Kristal dan Sifat Optik Komposit WS2 Monolayer-Nanopartikel Au Terstabilisasi Polyvinylpirrolydone Gregorius Kevin Krisna Andika; Nur Fadhilah; Mahardika Fachrudin Rois; Doty Dewi Risanti; Agus Muhamad Hatta
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 13 No. 02 (2025): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v13i02.507

Abstract

Material dua dimensi (2D) logam transisi dikalkogenida (TMDs) telah menarik banyak perhatian karena karakteristik uniknya yang menghasilkan fenomena fisika baru. Penggunaan probe ultrasonik untuk eksfoliasi fasa cair menawarkan banyak potensi dalam memproduksi TMDs 2D. Untuk menghasilkan monolayer Tungsten Disulfida (WS₂) ruah disonikasi selama 10 jam pada frekuensi 20 kHz. Penambahan logam mulia merupakan salah satu cara efektif untuk memperluas aplikasi TMDs 2D. Penelitian ini mengkaji karakteristik WS2 monolayer pasca penambahan Au terstabilisasi polyvinylpirrolydone (PVP). Hasil menunjukkan bahwa pemilihan agen reduksi untuk pembuatan partikel nano Au sangat penting dalam menentukan karakteristik struktural dan optik dari Au-WS₂. Dalam penelitian ini, agen reduksi yang digunakan adalah trisodium sitrat dihidrat dan NaBH₄ dan jumlah nanopartikel Au divariasikan. Berdasarkan hasil karakterisasi XRD, semua sampel Au-WS2 menghasilkan fasa tambahan berupa WO3 heksagonal. Reduktor trisodium sitrat dihidrat cenderung menghasilkan ukuran partikel Au yang lebih kecil dan ketebalan lembaran atau bidang prismatik WS2 yang lebih tebal dibandingkan dengan reduktor NaBH4. Sementara untuk ukuran kristal dan energi celah pita variasi yang dihasilkan masih dalam rentang yang sama. Kata kunci: AuNPs, WS2 monolayer, Eksfoliasi Fasa Cair, Au-WS2 TMDs.
Designing A Doppler Effect Experiment Using Smartphone Sound Sensor Asep Akmal Fadia Nurhalim; Rahma Alliya Aqquilla; Najmi Hiyan Fathinah; Rizki Zakwandi; Alfiansah Sandian Prakoso; Ika Mustika Sari
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 13 No. 02 (2025): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v13i02.511

Abstract

This study explores the design of a Doppler effect experiment using a sound sensor on a smartphone. The main objective is to demonstrate that the change in sound frequency due to the relative motion between the source and the observer can be observed and measured using an easily accessible experimental setup. The experiment was conducted using a smartphone equipped with a sound sensor application to record frequency shifts from a moving sound source. The setup consists of a sound emitter with a constant frequency and either a moving observer or a moving source, making it easy to implement in educational settings. The results indicate that this experiment can effectively detect frequency changes. Data analysis shows an error rate ranging from 3.69% to 3.92%, proving that this method is sufficiently accurate for studying the Doppler effect. These findings highlight that integrating mobile technology into scientific experiments can be a valuable tool for educators, particularly in explaining wave phenomena such as the Doppler effect. Keywords: Doppler Effect, Physics Experiments, Educational Technology
Identifikasi Kadar Karbondioksida sebagai Indikator Pemanasan Global berdasarkan data Global Atmosphere Watch (GAW) Bukit Kototabang Menty judika; Lizalidiawati; Angeli Silaban; Tiara Sesilia; Septi Johan
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 14 No. 01 (2026): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v14i01.513

Abstract

Pemanasan global adalah isu lingkungan yang mendesak, terutama akibat peningkatan kadar karbon dioksida (CO 2 ) di atmosfer yang memperkuat efek rumah kaca. Pemanasan global merupakan fenomena yang menjadi perhatian penting karena aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil dan deforestasi terus meningkatkan emisi CO 2 . Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kadar CO 2 sebagai indikator pemanasan global dalam kurun waktu lima tahun terakhir (2019–2023). Data penelitian yang diperoleh dari Stasiun Global Atmospheric Watch (GAW) Bukit Kotatabang, meliputi CO 2 , SO 2 , NO 2 , dan suhu udara rata-rata bulanan. Data tersebut dianalisis menggunakan metode deskriptif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan tren peningkatan kadar CO 2 selama 5 tahun (2019-2023) terutama akibat aktivitas manusia. Kadar CO 2 cenderung lebih tinggi selama musim hujan pada akhir hingga awal tahun dengan rata-rata 423,01 ppm dibandingkan saat musim panas (Mei-Juli) hanya mencapai 419,49 ppm. Gas lain seperti SO 2 dan NO 2 juga menunjukkan hal yang sama. Pada musim hujan (Jan-Feb) SO 2 meningkat mencapai rata-rata 4,79 ppb dan NO 2 mencapai 0,26 ppb. Analisis regresi menunjukkan bahwa suhu udara, SO₂, dan NO₂ memiliki pengaruh yang relatif kecil terhadap kadar CO₂, dengan koefisien determinasi masing-masing sebesar 2,66%, 2,27%, dan 3,36%. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa peningkatan kadar CO₂ di atmosfer berkaitan erat dengan pemanasan global dan perubahan lingkungan, sehingga diperlukan upaya mitigasi untuk mengurangi emisi gas rumah kaca di Stasiun GAW Bukit Tinggi.     Kata kunci: Karbondioksida; Pemanasan Global; Stasiun GAW Bukit Kotatabang
Mikrozonasi Resistensi Tanah Berdasarkan Variasi Kecepatan Gelombang Geser di Kawasan Pesisir Kota Bengkulu Sulastri Febiana; Lindung Zalbuin Mase; Fepy Supriani; Rena Misliniyati; Khairul Amri
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 13 No. 02 (2025): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v13i02.516

Abstract

Kawasan pesisir Kota Bengkulu berada di lokasi strategis, tepatnya di pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia, sehingga menjadi daerah dengan risiko tinggi terhadap aktivitas gempa bumi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat peta mikrozonasi sebagai representasi visual hasil analisis resistensi tanah berdasarkan nilai kecepatan gelombang geser (Vs). Metodologi yang digunakan meliputi pengumpulan data sekunder berupa data perlapisan tanah dan nilai kecepatan gelombang geser, perhitungan nilai Vs10, Vs20, Vs30, Vs40, dan Vs50, serta klasifikasi jenis tanah. Proses tersebut menghasilkan profil perlapisan tanah dan profil variasi kecepatan gelombang geser, peta sebaran Vs10, Vs20, Vs30, Vs40, Vs50, peta sebaran Kelas Situs tanah, dan peta sebaran Ground Amplification Factor (GAF). Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah pesisir Kota Bengkulu memiliki resistensi tanah yang relatif sedang dikarenakan dominasi Kelas Situs tanah yaitu C (tanah keras, sangat padat, dan batuan lunak) dan D (tanah sedang). Hasil mikrozonasi resistensi tanah dapat secara konkret diintegrasikan ke dalam perancangan tata ruang melalui penetapan zona rawan gempa yang dijadikan acuan dalam penentuan jenis tata guna lahan, desain bangunan, dan standar teknis konstruksi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam upaya mitigasi bencana serta menjadi dasar perencanaan tata ruang, pengembangan wilayah, dan pembangunan infrastruktur yang lebih aman di kawasan pesisir Kota Bengkulu. Selain itu, diperlukan studi lanjutan untuk menganalisis kondisi bangunan secara lebih mendalam guna mengidentifikasi risiko spesifik terhadap prasarana yang ada, sehingga dapat dirancang strategi penguatan struktur yang tepat. Kata kunci: Mikrozonasi, Resistensi Tanah, Amplifikasi, Kecepatan Gelombang Geser (Vs), Kelas Situs
Pengaruh Variasi Suhu terhadap Kekuatan Tarik Komposit Serat Daun Pandan Duri (Pandanus tectorius) dengan Poliester sebagai Matriks Irma Yulianti; Posman Manurung; Iqbal Firdaus; Syafriadi
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 14 No. 01 (2026): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v14i01.527

Abstract

Telah dibuat komposit serat daun pandan duri (pandanus tectorius) dengan poliester sebagai matriks menggunakan metode perendaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi suhu terhadap kekuatan tarik, morfologi dan mikrostruktur serta distribusi serat komposit serat daun pandan duri. Dalam penelitian ini variasi suhu yang digunakan yaitu 35, 40, 45 °C serta tanpa pemanasan. Hasil pengujian tarik menunjukkan bahwa suhu pemanasan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kekuatan tarik komposit serat. Kekuatan tarik tertinggi terjadi pada komposit dengan variasi suhu pemanasan 35 °C sebesar 32.92 MPa, diikuti oleh variasi suhu pemanasan 40 °C sebesar 21.84 MPa, lalu pada variasi tanpa suhu pemanasan sebesar 20 MPa, serta pada variasi suhu pemanasan 45 °C sebesar 2.45 MPa. Analisis morfologi dan mikrostruktur komposit serat menggunakan mikroskop optik dan Scanning Electron Microscopy (SEM) menunjukkan bahwa distribusi serat cukup merata dengan baik di dalam matriks poliester namun cenderung terkonsentrasi pada area tertentu serta terdapat beberapa void dan retakan di sekitar serat yang dapat mempengaruhi kekuatan mekanik material. Berdasarkan analisis Energy Dispersive X-ray Spectroscopy (SEM-EDS) menunjukkan bahwa elemen yang paling dominan pada komposit serat adalah karbon (C) dan juga oksigen (O). namun terdapat beberapa elemen lain yang seperti alumunium (Al), silika (Si), kalsium (Ca), natrium (Na) dan juga magnesium (Mg) yang bisa berasal dari kandungan alami serat ataupun pengotor. Suhu pemanasan 35 °C dianggap sebagai kondisi terbaik untuk menghasilkan komposit dengan kekuatan mekanik yang baik. Secara ilmiah, temuan ini memberikan dasar pemilihan kondisi pemanasan serat yang optimal untuk meningkatkan kualitas ikatan serat–matriks dan meminimalkan cacat mikro (void/retakan) pada komposit serat alam, sehingga relevan sebagai rujukan pengembangan komposit ramah lingkungan dengan performa mekanik yang lebih stabil.   Kata kunci: komposit serat alam, resin poliester, uji tarik, analisis mikrostruktur.
Rancang Bangun Sistem Penyiraman Tanaman Berdasarkan Pengendalian Kadar Air Tanah Dengan Sensor YL-69 dan Monitoring Suhu Lingkungan Dengan Sensor DHT22 Melalui Aplikasi Whatsapp Isnain Gunadi; Aulia Tri Wulandari; Heri Sugito
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 13 No. 02 (2025): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v13i02.529

Abstract

Penyiraman tanaman adalah kegiatan yang memerlukan perhatian khusus dalam hal pemeliharaan tanaman, karena tanaman memerlukan suplai air yang memadai guna mendukung pertumbuhan dan perkembangannya. Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun sistem penyiraman tanaman berdasarkan parameter kadar air dalam tanah dan monitoring suhu lingkungan. Sistem ini diaplikasikan menggunakan mikrokontroler ESP32 berdasarkan pengendalian kadar air tanah menggunakan sensor YL-69 serta untuk memonitoring suhu lingkungan menggunakan sensor DHT22yang juga dilengkapi dengan aplikasi Whatsapp sehingga dapat digunakan untuk penyiraman tanaman dari jarak jauh. Alat akan bekerja menjalankan aktuator berupa pompa air yang dikendalikan oleh relay. Apabila sensor YL-69 mendeteksi kadar air dalam tanah mencapai kurang dari 70% pompa akan menyala dan ketika nilai kadar air sudah mencapai 80% pompa akan mati. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem bekerja dengan baik dengan set-point telah ditetapkan dan bot Whatsapp dapat berjalan dengan baik dalam merespons pesan perintah. Nilai error sensor DHT22 sebesar 1,65% dibandingkan dengan alat ukur higrometer. Kata kunci: Penyiraman tanaman, YL-69, DHT22, ESP32, Whatsapp.
Pengaruh Penambahan Ag Terhadap Struktur Kristal dan Sifat Optik Fe3O4, serta Variasi Massa Nanokomposit Fe3O4/Ag terhadap Karakteristik Kurva Surface Plasmon Resonance Menggunakan Metode Sintesis Hijau Flora Rosdiana Lumbansiantar; Edi Suharyadi; Suprihatin; Posman Manurung
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 14 No. 01 (2026): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v14i01.537

Abstract

Surface plasmon resonance (SPR) phenomenon was observed using the Kretschmann configuration with a four-layer structure: prism/Au Thin Film/ Fe3O4/Ag/air, with Fe3O4/Ag nanocomposite mass variation of 0.025; 0.05; 0.075; and 0.1 gram. Fe3O4 which was then added with 100 mM Ag to become Fe3O4/Ag 100 mM nanocomposite was synthesized using green synthesis method, and then characterized by XRD and UV-Vis. XRD results showed the addition of Ag to Fe3O4 does not change the crystal structure of Fe3O4 directly, but causes an increase in crystallite size. UV-Vis results showed the absorbance spectrum shifted to longer wavelengths. Deposition of Au thin layer on the prism side using vacuum evaporator. Fe3O4/Ag was deposited on the Au thin film using spray method. For the initial configuration of  prism/Au Thin Film/air, the SPR angle (θSPR) of 45.67º was obtain with a minimum reflectance (Rmin) of 0.4208. After the addition of Fe3O4/Ag with each mass, the SPR angle (θSPR) shifted to 45.98º; 46.38º; 46.75º; and 46.77º with a minimum reflectance (Rmin) of 0.5645; 0.6977; 0.7239; and 0.7663. The resulting angular shifts were 0.31º; 0.71º; 1.08º; and 1.11º. The results show that the addition of Fe3O4/Ag to the Au thin layer causes a shift in the SPR angle towards a larger incident angle, as well as increasing the minimum reflectance value. The greater the mass of nanocomposite added, the greater the SPR angle shift that occurs.     Keywords: Fe3O4/Ag nanocomposite, green synthesis, surface plasmon resonance (SPR), UV-Vis, XRD.
Komparasi Phantom Berbasis Agar dan Minyak dalam Pengujian Vertical Distance dan Horizontal Distance pada Perangkat USG Pramesti Kusumaningtyas Kusumaningtyas; Imam Tri Harsoyo; Mohamad Sofie; Iqbal Dwiky Septyawan
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 14 No. 01 (2026): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v14i01.542

Abstract

Ultrasound phantom is an important tool in simulation, training, and calibration of ultrasound devices. This study aims to compare the performance of agar and oil-based ultrasound phantoms using vertical distance and horizontal distance parameters. Both types of phantoms are made by embedding test objects in the form of nylon ropes in their respective media. Evaluation is carried out by measuring the vertical and horizontal distances displayed on the ultrasound image, then compared with the actual distance. The results show that the oil phantom produces measurement deviations that are still within acceptable tolerance limits. The oil-based phantom shows more stable and accurate results. Thus, the oil-based phantom is considered superior and more recommended for use in simulation and testing of ultrasound devices.   Keywords: USG phantom, vertical distance, horizontal distance, agar-based phantom, oil-based phantom.
Rancang Bangun Alat Ukur Portabel Berbasis Internet of Things (IoT) Untuk Pengukuran Suhu dan Kelembapan Udara Serta Tanah Andini Dengak; Ari Bangkit Sanjaya Umbu; Jonshon Tarigan; Ali Warsito
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 14 No. 01 (2026): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v14i01.543

Abstract

Perubahan iklim global berdampak signifikan terhadap sektor pertanian, terutama pada parameter suhu dan kelembapan udara serta tanah yang memengaruhi pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu, diperlukan alat ukur yang mampu mengukur parameter-parameter tersebut secara akurat dan real-time. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menguji alat ukur portabel berbasis Internet of Things (IoT) yang dapat mengukur suhu dan kelembapan udara serta tanah secara simultan. Alat ini menggunakan mikrokontroler NodeMCU ESP32 yang terintegrasi dengan sensor DHT22, DS18B20, dan Capacitive Soil Moisture Sensor v2.0. Data hasil pengukuran ditampilkan secara langsung melalui layar OLED dan dikirim secara real-time ke aplikasi Blynk sehingga dapat diakses melalui perangkat seluler. Proses kalibrasi dilakukan menggunakan metode regresi linear untuk meningkatkan akurasi pembacaan sensor terhadap alat ukur standar. Pengujian sistem dilakukan di tiga lokasi berbeda, yaitu Naikoten 1, BTN Kolhua, dan Penfui, dengan karakteristik lingkungan yang bervariasi. Hasil pengujian menunjukkan bahwa alat ini bekerja dengan baik, mampu melakukan pengukuran data secara akurat, serta memberikan kemudahan akses bagi pengguna. Alat ini berpotensi menjadi solusi praktis dalam mendukung pengelolaan pertanian berbasis data.     Kata kunci: internet of things, suhu, kelembapan, sensor, portabel.
Karakterisasi Absorbansi Material Expanded Polystyrene (Eps) Menggunakan Spektrofotometer Uv-Vis Nishfa Mufatihah; Ian Yulianti; Teguh Darsono; Budi Astuti
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol. 14 No. 01 (2026): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Department of Physics, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v14i01.546

Abstract

Expanded Polystyrene (EPS) merupakan polimer termoplastik yang banyak digunakan karena sifatnya yang ringan, tahan kimia, dan mampu menyerap serta mentransmisikan radiasi elektromagnetik, termasuk cahaya tampak dan ultraviolet. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh suhu pemanasan terhadap sifat optik EPS, khususnya nilai absorbansi dan indeks bias, dalam konteks aplikasinya sebagai material inti pandu gelombang optik. Tiga sampel EPS disiapkan: tanpa pemanasan, serta dipanaskan masing-masing pada suhu 150 °C dan 220 °C. Proses fabrikasi melibatkan pelarutan EPS dalam toluena, dilanjutkan dengan aplikasi larutan ke kaca objek, dan karakterisasi dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada rentang panjang gelombang 200-1200 nm. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pemanasan EPS pada 150 °C menurunkan absorbansi UV dan meningkatkan kekakuan material, sementara pemanasan pada 220 °C menyebabkan peningkatan kembali absorbansi akibat pembentukan gugus kromofor, namun menurunkan fleksibilitas material. Sampel tanpa pemanasan menunjukkan absorbansi tertinggi dan indeks bias terbesar (n ≈ 1.59), serta fleksibilitas yang optimal. Berdasarkan hasil ini, EPS tanpa pemanasan dinilai paling layak untuk diaplikasikan sebagai material inti dalam sistem pandu gelombang optik berbasis polimer.     Kata kunci: Expanded Polystyrene (EPS), Indeks Bias, Spektroskopi, UV-Vis

Filter by Year

2013 2026