cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Journal of Authentic Research on Mathematics Eduacation (JARME)
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : -     EISSN : 26557762     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) ISSN: 2655-7762 (online) diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi.
Arjuna Subject : -
Articles 137 Documents
KARAKTERISTIK WAYS OF THINKING (WOT) DAN WAYS OF UNDERSTANDING (WOU) SISWA BERDASARKAN TEORI HAREL Hani Nurhasanah; Turmudi Turmudi; Al Jupri
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v3i1.2449

Abstract

Proses berpikir tiap siswa dalam menyelesaikan masalah matematis cenderung berbeda dan unik. Proses berpikir yang unik tidak terlepas dari pemahaman dari masing-masing siswa terhadap suatu konsep. Cara berpikir yang salah atau tidak logis akan menentukan pemahamannya terhadap suatu konsep yang salah, begitu pun sebaliknya cara memahami siswa terhadap masalah atau konsep yang salah akan berpengaruh terhadap cara berpikir yang salah. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis karakteristik dari cara berpikir dan cara memahami siswa dalam menyelesaikan masalah vektor berdasarkan Teori Harel. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu studi pendahuluan, observasi, pemberian tugas, dan wawancara klinis. Hasil penelitian menunjukan bahwa karakteristik dari ways of thinking dan ways of understanding siswa dalam menyelesaikan masalah terkait vektor pada umumnya tergolong cara berpikir benar dengan cara memahami yang benar (BB) sebesar 32%. Hal ini menunjukkan bahwa Teori Harel mengenai duality principle berlaku terhadap siswa dalam menyelesaikan masalah terkait vektor yaitu siswa mengembangkan cara berpikir hanya melalui konstruksi cara-cara memahami, dan cara-cara memahami yang mereka hasilkan ditentukan oleh cara berpikir yang dimiliki.
KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIK PESERTA DIDIK DITINJAU DARI TINGKAT KREATIVITAS DALAM MENYELESAIKAN MASALAH TRIGONOMETRI Maya Mulyani; Aripin Aripin; Ebih Abdul Rachim Arhasy
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v2i2.1723

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas dari strategi pembelajaran Heuristik dengan pendekatan Metakognitif dan Investigasi terhadap kemampuan koneksi matematik peserta didik dan interaksinya terhadap kreativitas peserta didik pada materi Trigonometri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu dengan desain faktorial 2 x 2. Populasi penelitian seluruh kelas X di SMA Al Muttaqin dan SMA Negeri 1 Tasikmalaya semester genap tahun pelajaran 2018/2019. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling, sehingga jumlah sampel penelitian 120 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan angket. Tes berupa soal esai mengenai kemampuan koneksi matematika dan tes kreativitas. Uji analisis hipotesis yang digunakan adalah analisis varian dua arah dengan sel tidak sama. Dengan menggunakan α = 0,05 dapat disimpulkan bahwa: (1) Pendekatan pembelajaran metakognitif pada strategi heuristik menghasilkan kemampuan koneksi matematik yang tidak lebih baik dari pada pendekatan pembelajaran Investigasi atau sebaliknya, (2) Peserta didik yang memiliki kreativitas tinggi mempunyai kemampuan koneksi matematik yang lebih baik daripada peserta didik yang memiliki kreativitas sedang maupun rendah, dan peserta didik yang memiliki kreativitas sedang mempunyai kemampuan koneksi matematik yang lebih baik daripada peserta didik yang memiliki kreativitas rendah, (3) Pada peserta didik yang diberikan dengan pendekatan pembelajaran Metakognitif maupun Investigasi, peserta didik dengan kreativitas tinggi mempunyai kemampuan koneksi matematik yang lebih baik daripada peserta didik dengan kreativitas sedang maupun rendah, dan (4) Pada kategori tingkat kreativitas tinggi dan rendah, peserta didik yang diberi pembelajaran dengan pendekatan Metakognitif memiliki kemampuan koneksi matematik yang lebih baik dibandingkan dengan peserta didik yang diberi pembelajaran dengan pendekatan Investigasi.
PROSES BERPIKIR KREATIF DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIS DITINJAU DARI DOMINASI OTAK SEIMBANG SISWA Bayu Sukmaangara; Ebih AR Arhasy; Sri Tirto Madawistama
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v2i2.1739

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan gambaran proses berpikir kreatif matematis siswa dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan tahapan Wallas yang ditinjau dari dominasi otak seimbang. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif – eksploratif. Teknik pengumpulan data menggunakan tes berpikir kreatif matematis, tes dominasi otak, dan wawancara tidak terstruktur. Instrumen utama penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan bantuan instrumen lainnya berupa soal tes berpikir kreatif matematis dan tes dominasi otak. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: siswa berdominasi otak seimbang dapat memecahkan masalah matematis melalui tahapan Wallas. Tahap persiapan siswa membaca soal kemudian bertanya kepada siswa lainnya. Tahap persiapan mampu dilalui dengan berpikir konvergen dan respon berupa respon verbal. Tahap inkubasi siswa merenung untuk mencari ide atau gagasan dan tahap iluminasi siswa menuliskan konsep yang akan digunakan. Tahap inkubasi dan tahap iluminasi mampu dilalui dengan berpikir divergen. Tahap verifikasi siswa menyelesaikan soal dengan dua cara yaitu menggunakan volume kubus dan volume balok. Tahap verifikasi mampu dilalui dengan berpikir konvergen dan respon verbal yang merupakan ciri belahan otak kiri, serta berpikir divergen, berpikir sintesis, dan berpikir holistik yang merupakan belahan otak kanan. Siswa mampu menyelesaikan masalah dengan merespon secara verbal ketika mendapatkan kendala, sedangkan proses pengerjaan dihitung dengan berpikir sintesis dan berpikir holistik. siswa juga melakukan proses berpikir konvergen dan berpikir divergen dalam memecahkan masalah. Siswa melakukan proses berpikir konvergen dan berpikir divergen secara bergantian sehingga jumlah berpikir konvergen dan berpikir divergen dilakukan dengan jumlah yang sama.
ANALISIS KELANCARAN PROSEDURAL MATEMATIS PESERTA DIDIK DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SILVER DAN HANSON Lia Nur Indah Putriyannah; Nani Ratnaningsih; Elis Nurhayati
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v4i1.3270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kelancaran prosedural matematis peserta didik ditinjau dari gaya belajar Silver dan Hanson. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif eksploratif dengan teknik think aloud. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui tes kelancaran prosedural matematis, angket gaya belajar, dan wawancara. Pengambilan subjek penelitian dilakukan dengan pertimbangan peserta didik yang mengerjakan soal kelancaran prosedural matematis meliputi empat sampai lima indikator yaitu memilih prosedur, menggunakan prosedur, memanfaatkan prosedur, mengembangkan prosedur dan memodifikasi atau memperbaiki prosedur pada materi Segiempat dan Segitiga serta memenuhi gaya belajar Silver dan Hanson. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Subjek mastery learning (SML), subjek interpersonal learning (SIL) dan subjek understanding learning (SUL) mampu memilih prosedur yang tepat untuk memperkirakan hasil penyelesaian soal, dapat menggunakan prosedur yang telah dipilih, dapat memanfaatkan prosedur dengan menuliskan cara lain dalam menghitung luas, dapat mengaplikasikan konsep perbandingan dalam mengembangkan prosedur, dan dapat memperbaiki prosedur yang ada dengan hasil jawaban yang benar, (2) Subjek mastery learning (SML) dan subjek understanding learning (SUL) mampu menuliskan langkah-langkah pengerjaan soal secara lengkap, dan terperinci (3) Subjek mastery learning (SML) dan subjek self-expressive learning (SSL) mengerjakan soal tes dengan langkah pengerjaan yang berurutan sesuai dengan perintah di soal.  
ETNOMATEMATIKA PADA PROSES BUDI DAYA PETANI TAMBAK UDANG INDRAMAYU Tri Koriah; Nandang Nandang; Mellawaty Mellawaty
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v3i2.3216

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali etnomatematika pada proses budi daya dan teknik menghitung benih udang oleh petani. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Intrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah human instrument, peneliti berhubungan langsung dengan naras umber penelitian dan berperan sebagai pengumpul data melalui pengumpulan data pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subyek penelitian yaitu satu observer dan tiga narasumber, yakni pemasok benih udang, pemilik kolam tambak udang pembesaran, dan pekerja tambak udang. Teknik analisis daya dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, analisis, verifikasi data, serta keabsahan data yang dipaparkan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat konsep-konsep matematika yang ditemukan dalam proses budi daya untuk menentukan banyak bibit benih udang yang ditebar pada setiap kolam, menentukan banyak pakan yang diberikan, menjumlahkan setiap benih yang dimasukan kedalam kantong, menghitung banyak benih udang pada satu kantong dan mengalikannya dengan banyak kantong yang dibeli petani tambak. Selain itu pembudidaya telah mengaplikasikan matematika dalam menentukan luas yang digunakan untuk menebar benih, menyesuaikan banyak benih yang ditebar dalam kolam, menentukan volume air pada kolam juga mempresentasekan hasil penjualan. Adapun konsep-konsep matematika yang muncul dalam proses budi daya dan teknik menghitung yang dilakukan oleh pembudidaya serta petani tambak udang adalah Teori Bilangan, Geometri, dan Statistik.
PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKIF PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS KOMPETENSI ABAD 21 Sumiyati Sumiyati; Nurul Anriani; Yani Setiani
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v3i1.1818

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan media pembelajaran berupa powerpoint interaktif yang berbasis kompetensi abad 21 pada materi segiempat kelas VII SMP/MTs semester genap. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan atau Research and Development (RD). Model pengembangan yang digunakan pada penelitian ini mengacu pada model pengembangan menurut Borg dan Gall yang meliputi tujuh langkah pokok, yaitu: analisis kebutuhan, kemampuan peneliti sebagai pengembang, produk yang dikembangkan, konsep produk, pengembangan produk, uji ahli dan uji coba lapangan. Hasil penelitian produk media pembelajaran berupa powerpoint interaktif berbantuan iSpring Suite 8 yang berbasis kompetensi abad 21 pada materi segiempat di kelas VII SMP/MTs. Hasil uji kelayakan media pembelajaran ini diperoleh berdasarkan data dari angket penilaian para ahli, yaitu ahli media, ahli materi dan ahli bahasa. Hasil dari ahli media yaitu 87,5%, dari ahli materi 80,62%, dari ahli bahasa 82,69%, semua penilaian para ahli mencapai kategori sangat layak. Sedangkan kepraktisan media pembelajaran diperoleh dari data angket penilaian guru matematika yang hasilnya didapat 77,5% mencapai kategori sangat layak. Dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan media interaktif pada pembelajaran matematika berupa powerpoint berbantuan iSpring Suite 8 yang berbasis kompetensi abad 21 pada materi segiempat layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran matematika.
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIK DITINJAU DARI KEMATANGAN BERPIKIR MATEMATIS Dodi Fermansyah; Aripin Aripin; Supratman Supratman
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v2i2.1656

Abstract

Kematangan berpikir matematis adalah suatu proses yang terus tumbuh dan berkembang dari setiap pribadi seseorang. Kematangan berpikir matematis ini dapat dilihat dari kemampuan logika matematika yang kuat, tahu bagaimana membaca, menganalisis, dan mempelajari argumen yang tepat, serta tahu bagaimana menyusun dan menulis argumen yang tepat. Dan kemampuan inilah sebenarnya yang menjadi indikator sejauh mana tingkat kematangan dalam berpikir matematis yang dimiliki seseorang. Penelitian ini berusaha mengungkap bagaimana sebenarnya kematangan berpikir matematika seorang siswa hubungannya dengan kemampuan dalam melakukan pemecahan masalah menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Penelitian ini dilakukan pada siswa kelas XII di salah satu SMK di Kabupaten Tasikmalaya yang memiliki 7 paket keahlian. Dimana pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dimana pengambilan sampel didasarkan pada pertimbangan hasil belajar pada semester sebelumnya dan pertimbangan dari guru yang mengajar di kelas bersangkutan.Hasil yang didapat menunjukkan kematangan berpikir matematis siswa dapat dilihat dari bagaimana siswa menyelesaikan suatu masalah serta siswa yang memiliki kematangan berpikir matematis yang baik memiliki kemampuan pemecahan masalah yang baik pula.
PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING BERBASIS VBA MICROSOFT POWERPOINT MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR PADA SISWA SMP Andriana Siwi Purwandari; Euis Eti Rohaeti; Harry Dwi Putra
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v4i1.4152

Abstract

Siswa sekolah menengah mengalami kesulitan dalam memahami materi matematika yang abstrak, salah satunya bangun ruang sisi datar (BRSD). Alternatif pembelajaran yang dapat membantu kesulitan siswa pada materi bangun ruang sisi datar menggunakan discovery learning berbasis Visual Basic Applications (VBA) Microsoft Powerpoint. Tujuan penelitian untuk menganalis respons ahli terhadap media VBA Microsoft Powerpoint, mendeskripsikan penerapan discovery learning berbasis VBA Microsoft Powerpoint pada materi bangun ruang sisi datar, dan menganalisis respons siswa terhadap penggunaan media VBA Microsoft Powerpoint. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah satu kelas siswa kelas VIII pada salah satu SMP di kota Bandung. Instrumen menggunakan lembar validasi media dan skala pendapat siswa. Hasil penelitian menunjukkan respons ahli terhadap tampilan media sangat baik, sedangkan respons ahli terhadap sajian materi pada media sudah baik. Penerapan discovery learning berbasis VBA Microsoft Powerpoint memiliki tahap-tahap yaitu stimulation, problem statement, data collection, data processing, verification, dan generalization. Respons siswa terhadap penggunaan media VBA Microsoft Powerpoint sudah baik. Mereka dapat memahami materi BRSD melalui media VBA Microsoft Powerpoint, aktif mengikuti pembelajaran, dan merasa senang.
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS BERDASARKAN TAHAPAN WANKAT-OREOVOCZ DITINJAU DARI GAYA BELAJAR HONEY-MUMFORD Ai Zulfiha Remsis; Nani Ratnaningsih; Ike Natalliasari
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v3i2.3201

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik berdasarkan tahapan Wankat-Oreovocz ditinjau dari gaya belajar aktivis, reflektor, teoris, dan pragmatis. Penelitian ini dilaksanakan di kelas XI IPA 1 SMA Negeri 9 Tasikmalaya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksploratif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui tes kemampuan pemecahan masalah matematis, angket gaya belajar, dan wawancara. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu peneliti sendiri (human instrument) sebagai instrumen utama dan instrumen tambahan yaitu soal tes kemampuan pemecahan masalah matematis, angket gaya belajar, dan pedoman wawancara. Subjek penelitian diambil sebanyak 4 peserta didik yang masing-masing mewakili gaya belajar Honey-Mumford dengan pertimbangan peserta didik yang mengerjakan soal tes kemampuan pemecahan masalah matematis pada materi matriks dengan benar ataupun salah. Berdasarkan analisis data diperoleh simpulan yaitu subjek aktivis (S16), reflektor (S4), teoris (S15), dan pragmatis (S6) mampu menentukan hal-hal yang diketahui dan ditanyakan dari soal, menentukan langkah perencanaan penyelesaian masalah, dan melakukan perhitungan sesuai dengan rencana penyelesaian masalah secara sistematis. Sedangkan, keempat subjek kurang mampu mengajukan pertanyaan dan mengeksplorasi semua dimensi masalah serta subjek aktivis (S16) dan teoris (S15) mampu memeriksa kembali hasil yang diperoleh dengan cara berbeda dan menyelesaikan masalah sesuai dengan apa yang telah dipelajari
ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA MTS PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR Suhandri Suhandri; Marzuki Marzuki; Habibi Negara Ratu Perwira Negara
Journal of Authentic Research on Mathematics Education (JARME) Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Matematika, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/jarme.v3i1.2440

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk memgetahui sejauh mana  kemampuan pemecahan masalah matematis  siswaMTs  yang  meliputi  memahami masalah,  merencanakan  strategi,  menyelesaikan  masalah  dan  memeriksakembali solusi.  Subjek penelitian ini  adalah siswa  kelas VIII MTsN  1 Pekanbaru. Teknik  pengumpulan datamenggunakan tes. Sedangkan untuk  menganalisis data menggunakan rata-rata dan persentase  kemampuan.Hasil  penelitian  menunjukan  bahwa  keterampilan   pemecahan  masalah  matematis  siswa  masih  rendah,berdasarkan  hasil  persentase  dari  indikator   pemecahan  masalah  menyatakan  bahwa  siswa  belum  bisamemahami  masalah   dan   memeriksa  kembali   solusi.  Kesimpulannya   kemampuan  pemecahan   masalahmatematis siswa berada pada kualifikasi rendah.

Page 5 of 14 | Total Record : 137