cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. grobogan,
Jawa tengah
INDONESIA
The Shine Cahaya Dunia Ners
ISSN : -     EISSN : 25032453     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of The Shine Cahaya Dunia Ners (TSCNers) is a nursing journal with registered number 2503-2453 (Online). TSCNers focus on nursing theory and practice related to the nursing on different setting and area (Clinik, family and community health nursing). TSCNers is a periodical journal that conducted by LPPM An Nuur Purwodadi. TSCNers was established since 2016 and will be continuously publish twice a year on March and November.
Arjuna Subject : -
Articles 113 Documents
EFEKTIVITAS TERAPI BERMAIN PLAY DOUGH DAN PUZZLE TERHADAP TINGKAT PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA DINI DI PAUD DAHLIA GODONG Meity Mulya Susanti; Yuli Trianingsih
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 2, No 1 (2017): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM An Nuur Purwodadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.907 KB) | DOI: 10.35720/tscners.v2i1.31

Abstract

Latar Belakang; Penggunaan alat bantu bermain pada usia 1-3 tahun merupakan stimulus yang diperlukan untuk merangsang perkembangan motorik halus anak. Observasi awal dengan lembar DDST dari 5 anak yang diajak bermain play dough ada 4 anak (80%) mengalami perkembangan motorik halus normal, sedangkan pada 5 anak yang diajak bermain puzzle ada 3 anak (60%) mengalami perkembangan motorik halus normal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas terapi bermain play dough dan puzzle terhadap tingkat perkembangan motorik halus pada anak usia dini di PAUD Dahlia Godong.Metode ; Desain penelitian yang digunakan adalah “Nonequivalent Control Group Design”. Teknik pengambilan sampel dengan random sampling sebanyak 31 responden. Uji hipotesis untuk kedua kelompok berpasangan dengan uji Wilcoxon Test dan untuk mengetahui perbedaan tingkat perkembangan motorik halus anak pada kedua kelompok dengan uji Mann-Whitney Test. Hasil – Perkembangan motorik halus sebelum dan sesudah bermain play dough diperoleh nilai p-value 0,025, perkembangan motorik halus sebelum dan sesudah bermain puzzle diperoleh nilai p-value 0,046, sedangkan efektivitas play dough dan puzzle diperoleh nilai p-value 0,615.Simpulan; terdapat perbedaan tingkat perkembangan motorik halus pada anak usia dini sebelum dan sesudah diberikan terapi bermain play dough dan puzzle dan tidak terdapat perbedaan efektivitas terapi bermain Play dough dan puzzle terhadap tingkat perkembangan motorik halus pada anak usia dini di PAUD Dahlia Godong. Kata Kunci : Play dough, puzzle, perkembangan motorik halus
INFLUENCE OF MOTHER’S KNOWLEDGE ABOUT TYPE OF WEANING FOOD ON THE NUTRITIONAL STATUS OF 6-24 MONTHS CHILDREN IN POSYANDU GODAN VILLAGE, TAWANGHARJO Ratna Sri Rahayu; Sutrisno Sutrisno; Sulistiyarini Sulistiyarini
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 3, No 2 (2018): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM An Nuur Purwodadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.741 KB) | DOI: 10.35720/tscners.v3i2.132

Abstract

Background; Nutrition plays an important role in the growthof the child. According to the World Health Organization (2016) 6% or 40,6 million are overfed and 7,7% or 52 million malnourished. Knowledge is one of the internal factors that affect the nutritional status of children (Notoatmodjo, 2007). According to Mulyana (2011), 29 (40,3%) of respondents who have less knowledge have malnourished children. Based on WHO (2007) in Syatriani (2010), 54% of  11 million children under five around the world die from malnutrition and 46% died due to concomitant diseases such as respiratory infections, diarrhea, malaria and measles.Purpose - To determine the effect of mother’s knowledge about the type of weaning foods on the nutritional status of 6-24 months children in Posyandu Godan Village Sub-District of Tawangharjo.Method; Design research was analytic survey with case control approach with Chi Square test. The population were 132 respondents. Sample collectingused non-probability sampling Quota method. Sample case group were 30 respondents and control groups were 30 respondents.Result; Mothers with good knowledgewho have  children with bad nutritional status are 9 (15%)  respondents while mothers with bad knowledge who havechildren with good nutritional status are 21 (35%) respondents. Mothers with good knowledge who have children with good nutritional status are 20 (33,3%) respondents while the mothers with bad knowledge who have children with good nutritional status are 10 (16,7%) respondents. ρ value = 0,010 and 4,667 Odds Ratio value. It means that there is influence of mother’s knowledge about the type of weaning foods on the nutritional status of 6-24 month children in the Godan Village Tawangharjosub-District.Conclusion; There isinfluence of mother’s knowledge about the type of weaning foods on the nutritional status of 6-24 months children in Posyandu Godan Village Sub-District of Tawangharjo. Keywords : Nutritional Status, Weaning Food, Knowledge Level
STUDI DISKRIPTIF TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG MENOPAUSE PADA IBU PREMENOPASE DI DUSUN TUNGGAK Christina Nur Widayati; Purhadi Purhadi; Ardita Putri Utami
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 4, No 2 (2019): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM An Nuur Purwodadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (276.221 KB) | DOI: 10.35720/tscners.v4i2.179

Abstract

Latar belakang: Pengetahuan tentang menopause merupakan segala sesuatu yang diketahui mengenai menopause. pengertian premenopause merupakan bagian dari masa klimakterium yang terjadi sebelum menopause. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan tentang menopause pada ibu premenopause di Dusun Tunggak.Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan menggunakan desain cross sectional. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling sebanya 55 ibu yang belum mengalami menopause.          Hasil: Berdasarkan penelitian ini besar responden memiliki umur 43-44 tahunsejumlah 19 responden (34,5%), sebagian besar responden memiliki pekerjaansebagai IRT sebanyak 23 responden (41,8%), sebagian besar responden memiliki pendidikan SD sebanyak 29 responden (52,7%).  sebagian besar responden memiliki pengetahuan tentang menopause baik sejumlah 21 responden (38,2%).Kesimpulan: Tingkat pengetahuan tentang menopause pada ibu premenopause di Dusun Tunggak sebagian besar baik. Kata kunci     : Tingkat Pengetahuan, menopause, premenopause
ANALISIS FAKTOR YANGMEMPENGARUHI MINAT MASYARAKAT DALAM KEPESERTAAN JKN-KIS MANDIRI DI DESA PANDANHARUM KABUPATEN GROBOGAN Wahyu Dewi Hapsari; Kiki Natassia; Wahyu Riniasih
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 4, No 2 (2019): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM An Nuur Purwodadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.198 KB) | DOI: 10.35720/tscners.v4i2.180

Abstract

Latar belakang: Jaminan Kesejatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) merupakan jaminan berupa perlindungan kesehatan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan. BPJS Kesehatan memiliki sasaran pokok, salah satunya adalah tercapainya kepesertaan semesta sesuai peta jalan menuju Jaminan Kesehatan Nasional Tahun 2019. Tapi tampaknya sasaran tersebut belum tercapai dengan cepat, seperti di Desa Pandanharum Kabupaten Grobogan Provinsi Jawa Tengah masih terdapat 1300 penduduk yang belum menjadi peserta JKN-KIS. Hal ini tentunya menjadi pertanyaan tentang minat masyarakat dalam kepesertaan JKN-KIS khususnya mandiri.Metodologi: Metode penelitian ini adalah survei yang bersifat analitik, yang menggunakan pendekatan waktu cross sectional dengan metode pengumpulan data didapatkan melalui wawancara langsung dengan kuesioner terstruktur yang ditujukan kepada 93 responden Desa Pandanharum Kabupaten Grobogan yang didapat dengan cara non random sampling dengan teknik porposive sampling.Hasil: Karakteristik umur responden di Desa Pandanharum Kabupaten Grobogan dari 93 responden 49,5% berumur dewasa akhir (36 – 45 tahun), 43% berpendidikan terakhir Sekolah Dasar (SD) dan 32,3% bekerja swasta. Sedangkan tingkat pengetahuan dari 93 responden 88,2% tergolong cukup baik, 52,7% menganggap biaya cukup memberatkan, 76,3% cenderung cukup berminat. Hasil uji statistik pada pengetahuan dan  biaya berpengaruh dengan minat masyarakat dalam kepesertaan JKN-KIS Mandiri di Desa Pandanharum Kabupaten Grobogan.Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan antara pengetahuan dan biaya terhadap minat masyarakat dalam kepesertaan JKN-KIS Mandiri di Desa Pandanharum Kabupaten Grobogan. Kata Kunci: JKN-KIS, Pengetahuan, Biaya, Minat.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN HIV/AIDS DENGAN PERILAKU SEKS BEBAS REMAJA DI SMA PGRI PURWODADI Sutiyono Sutiyono; Andri Triyono
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 1, No 2 (2016): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM An Nuur Purwodadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.01 KB) | DOI: 10.35720/tscners.v1i2.133

Abstract

Latar belakang: Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Grobogan pada tahun 2008 jumlah penderita penyakit HIV/AIDS sebanyak 32 orang, pada tahun 2014 jumlah penderita penyakit HIV/AIDS sebanyak 25 orang, dan pada tahun 2015 jumlah penderita penyakit HIV/AIDS sebanyak 47 orang dan dari observasi awal yang dilakukan di SMA PGRI Purwodadi ditemukan adanya faktor-faktor yang mempengaruhi pergaulan bebas. Faktanya siswa-siswi memiliki tingkat pengetahuan yang baik namun ada perilaku seks yang kurang baik. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara tingkat pengetahuan HIV/AIDS dengan perilaku seks bebas remaja di SMA PGRI PurwodadiMetode: jenis penelitian yang digunakan adalah diskriptif korelatif dengan pndekatan cross sectional, subjek dari penelitian ini adalah siswa-siswi di SMA PGRI Purwodadi. Sampel dipilih menggunakan tehnik probability sampling dangan cara simple random sampling. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 52 orang. Pengambilan data menggunakan kuesioner.Hasil: analisis datanya dengan program  komputer menggunakan uji spearman rho dengan taraf signifikansi <0,05 atau tingkat kepercayaan 95%. Setelah dilakukan perhitungan didapatkan nilai korelasi spearman ρ hitung  0,661 dan nilai Pv (0,0001). hal ini berarti ada hubungan antara tingkat pengetahuan HIV/AIDS dengan Perilaku seks bebas sehingga interprestasi hubungan kuat.Kesimpulan: hasil uji statistik menunjukan ada hubungan kuat antara tingkat pengetahuan HIV/AIDS dengan perilaku seks bebas remaja di SMA PGRI Purwodadi. Kata Kunci; Pengetahuan, HIV/AIDS, Seks Bebas, Remaja
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PASANGAN USIA SUBUR UNTUK MELAKUKAN DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS ANDALAS PADANG Yuanita Ananda
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 2, No 1 (2017): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM An Nuur Purwodadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.777 KB) | DOI: 10.35720/tscners.v2i1.71

Abstract

Latar belakang; Menurut  Dinas Kesehatan Kota Padang Wilayah Kerja Puskesmas Andalas merupakan Wilayah yang pasangan usia subur nya terbanyak di Kota Padang, dan juga didapatkan data Puskesmas Andalas termasuk didalam 5 besar yang merupakan banyaknya pasangan usia subur yang melakukan pemeriksaan leher rahim dan didapatkan 10 diantaranya IVA positif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku Wanita Usia Subur untuk melakukan deteksi dini kanker serviks di Wilayah Kerja Puskesmas Andalas Padang.Metode; Jenis penelitian ini adalah analitik dengan menggunakan rancangan Cross Sectional, penelitian telah dilakukan di RW O1 Kelurahan Ganting Parak Gadang, Populasi dalam penelitian ini adalah PUS yang berada di RW 01 Kelurahan Ganting Parak Gadang yang berjumlah 179 orang. Sampel penelitian sebanyak 65 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner dan dianalisis menggunakan univariat dan bivariat dengan uji statistik chi –square.Hasil; Hasil penelitian lebih dari separuh (53,8%) pernah melaksanakan deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA dalam 5 tahun terakhir, kurang dari separuh (46,2%) responden memiliki tingkat pendidikan sedang, lebih dari separuh (63,1%) responden memiliki pengetahuan rendah, lebih dari separuh (50,8%) responden dengan dukungan suami tidak baik,Kesimpulan; Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, maka disimpulkan terdapat hubungan pendidikan dengan perilaku Wanita Usia Subur, hubungan pengetahuan dengan perilaku Wanita Usia Subur, dan juga hubungan dukungan suami dengan perilaku Wanita Usia Subur.   Kata Kunci : Perilaku PUS, Pendidikan, Pengetahuan, dan Dukungan Suami
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PERKEMBANGAN ANAK DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK ANAK DI PUSKESMAS PURWODADI I Meity Mulya Susanti; Yuwanti Yuwanti; Anita Lufianti
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 4, No 2 (2019): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM An Nuur Purwodadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.905 KB) | DOI: 10.35720/tscners.v4i2.181

Abstract

Latar Belakang: Kurangnya pengetahuan ibu tentang perkembangan anak  akan mempengaruhi perkembangan motorik anak. Tidak banyak orang tua yang mengerti tentang keterampilan motorik seorang anak sehingga perlu diinformasikan dan dilatih setiap saat agar perkembangan motorik anak optimal. Tujuan untuk mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu tentang perkembangan anak, mengidentifikasi motorik anak dengan DDST II dan menganalisa hubungan pengetahuan ibu tentang perkembangan anak dengan perkembangan motorik anak di wilayah Puskesmas Purwodadi I.Metode : Penelitian ini merupakan penelitian korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectional, populasi penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak usia 4-5 tahun. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling sebanyak 85 orang. Uji hipotesis menggunakan Chi Square.Hasil : Didapatkan nilai ? (0,002) < 0.05, maka dapat disimpulkan ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu tentang perkembangan anak dengan perkembangan motorik anak  dan didapatkan nilai kekuatan korelasi sebesar 0.335 artinya kekuatan korelasinya lemah dan arah korelasinya positif.Kesimpulan : Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan ibu tentang perkembangan anak dengan perkembangan motorik anak di Puskesmas Purwodadi I. Kata Kunci    : Pengetahuan Ibu, Perkembangan anak dan Perkembangan motorik
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN HEPATITIS DI KABUPATEN GROBOGAN Nurulistyawan Tri Purnanto; Suryani Suryani; Sulistiyarini Sulistiyarini
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 4, No 2 (2019): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM An Nuur Purwodadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.943 KB) | DOI: 10.35720/tscners.v4i2.182

Abstract

Latar Belakang: Hepatitis merupakan salah satu penyakit yang tidak dapat diprediksi sebelumnya. Mayoritas penderita telah terdekti setelah kronis. Di Indonesia pada tahun 2019, data menyebutkan lebih dari 877 orang terdiagnosa dengan hepatitis dan separo dari jumlah tersebut mengalami komplikasi. Ada banyak faktor penyebab hepatitis yang salah satunya adalah pengetahuan dan perilaku perawat dalam pencegahan hepatitis.Tujuan: tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat dengan perilaku pencegahan hepatitis di Kabupaten Grobogan.Metode: desain penelitian ini menggunakan quantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sample dalam penelitian ini adalah 109 responden yang dipilih secara simple random sampling. Data dianalisa dengan menggunakan chi-square.Hasil: Tingkat pengetahuan responden tentang hepatitis adalah baik yaitu sebanyak 58 (53,2%); perilaku perawat dalam pencegahan hepatitis berada pada level baik yaitu 98 (89,9%) dan terdapat hubungan antara Pengetahuan Perawat dengan Perilaku pencegahan hepatitis (p-value; 0,001 dengan nilai r sebesar 0,824)Kesimpulan: terdapat hubungan antara Pengetahuan Perawat dengan Perilaku pencegahan hepatitis Kata Kunci : Pengetahuan; Perawat; Perilaku; Pencegahan; Hepatitis
HUBUNGAN FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PHLEBITIS TERHADAP TERJADINYA PHLEBITIS Erika Lubis; Widiastuti Widiastuti
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 4, No 1 (2019): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM An Nuur Purwodadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.883 KB) | DOI: 10.35720/tscners.v4i1.136

Abstract

Latar Belakang: Pemasangan infus merupakan prosedur invasif dan merupakan tindakan yang paling sering dilakukan di rumah sakit. Pemasangan terapi cairan intravena perlu diperhatikan lokasi penusukan vena, kondisi pasien antara lain: usia, riwayat penusukan vena sebelumnya, durasi pemasangan, lama pemasangan infus dan beberapa faktor lainnya untuk mencegah timbulnya komplikasi. Salah satu komplikasi terapi intravena yang sering terjadi adalah phlebitis. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada vena dan meningkatkan lama waktu perawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan faktor- faktor yang dapat mempengaruhi phlebitis terhadap terjadinya phlebitis pada pasien di Ruang Anggrek RSUD Tarakan Jakarta Pusat.Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian Deskriptif Korelatif. Sampel penelitian ini sebanyak 57 orang.Hasil: Penelitian menunjukan terdapat hubungan antara usia terhadap kejadian phlebitis (p-value 0,016), tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin terhadap kejadian phlebitis (p-value 0,193), terdapat hubungan antara lokasi pemasangan infus terhadap kejadian phlebitis (p-value 0,007), tidak terdapat hubungan antara jenis balutan infus terhadap kejadian phlebitis (p-value 0,702), terdapat hubungan antara penyakit penyerta terhadap kejadian phlebitis (p-value 0,018), terdapat hubungan antara jenis cairan infus terhadap kejadian phlebitis (p-value 0,049), terdapat hubungan antara lama terpasang infus terhadap kejadian phlebitis (p-value 0,014).Pembahasan: Melakukan sosialisasi kepada seluruh perawat dalam melakukan penilaian Visual Infusion Phlebitis Score (VIP) sehingga mampu menentukan intervensi yang dilakukan untuk mencegah plebitis di rumah sakit. Untuk penelitian selanjutnya dapat mencari faktor lain yang menyebabkan plebitis dan melakukan komparasi standar penilaian plebitis dari Kemenkesh dan Joint Commission International (JCI) yang lebih mudah efektif digunakan oleh perawat dalam mencegah kejadian plebitis. Kata kunci: Usia, Jenis Kelamin, Lokasi Pemasangan Infus, Jenis Balutan Infus, Penyakit Penyerta, Jenis Cairan Infus, Lama Terpasang Infus, Phlebitis
PENGARUH ESSENTIAL OIL LAVENDER TERHADAP KUANTITAS TIDUR SIANG DAN GANGGUAN TIDUR SIANG PADA ANAK PRA SEKOLAH Sitti Khadijah; Vitrianingsih Vitrianingsih
The Shine Cahaya Dunia Ners Vol 4, No 2 (2019): THE SHINE CAHAYA DUNIA NERS
Publisher : LPPM An Nuur Purwodadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.486 KB) | DOI: 10.35720/tscners.v4i2.178

Abstract

Latar belakang; Anak membutuhkan tidur yang adekuat untuk status kesehatan yang baik. Tanpa tidur yang seimbang, akan mendorong munculnya masalah perkembangan dan masalah kesehatan yang serius. Gangguan tidur pada anak dapat mempengaruhi perilaku dan emosi anak, dimana anak menjadi kurang perhatian, mudah lelah, aktivitas fisik dan daya ingat menurun, rewel bahkan menyebabkan temper tantrum. Salah satu cara yang aman dilakukan dalam rangka memperbaiki kualitas serta kuantitas tidur adalah dengan pemberian aromaterapi lavender.Metode; Jenis penelitian quasi eksperimen dengan pendekatan pretest-postest design group. Populasi anak pra sekolah usia 3-6 tahun di PGTK Jogja Kids Park sebanyak 21 anak. Esssential oil diberikan secara inhalasi menggunakan diffuser selama 1 bulan. Analisis data dilakukan secara kuantitatif menggunakan analisis uji Paired t-test dan Mc Nemar.Hasil; Rata-rata skor kuantitas tidur siang sebelum pemberian essential oil lavender adalah 84,76 menit sedangkan rata-rata skor kuantitas tidur siang setelah diberikan essential oil lavender adalah 98,57 menit dengan p-value 0,013<0,05. Pengaruh aromaterapi lavender terhadap gangguan tidur siang dipeoleh p-value 0,065 > 0,05.Kesimpulan; Pemberian aromaterapi lavender berpengaruh terhadap peningkatan kuantitas tidur siang pada anak pra sekolah namun tidak berpengaruh terhadap penurunan gangguan tidur siang. Kata Kunci : Essential Oil, Lavender, Kuantitas Tidur, Gangguan Tidur

Page 4 of 12 | Total Record : 113