cover
Contact Name
Basri
Contact Email
unasman.lppm@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agrovitalfip@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. polewali mandar,
Sulawesi barat
INDONESIA
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian
ISSN : 25417452     EISSN : 25417460     DOI : -
AGROVITAL adalah jurnal Fakultas Ilmu Pertanian Universitas Al Asyariah Mandar. Terbit berkala enam bulan sekali (Semester). Sebagai wahana komunikasi insan akademik dalam bidang Budidaya Tanaman, Ilmu Tanah Hama dan Penyakit Tanaman, Sosial Ekonomi Pertanian, Produksi Ternak, Nutrisi dan Makanan Ternak, Kesehatan Ternak, dan Sosial Ekonomi Peternakan. AGROVITAL mengundang kepada para pakar dan akademisi agar menyumbangkan naskah, baik berupa hasil penelitian, kajian mendalam, sesuai dengan disiplin Ilmu Pertanian
Arjuna Subject : -
Articles 204 Documents
UJI FISIK PELET AYAM PETELUR DENGAN SUBSTITUSI KONSENTRAT KOMERSIAL DAN MAGGOT BSF SEGAR Wardiman, Budi; Dianasari, Ulva; Syaggaf, Andi Waliana; Nurwahidah, Nurwahidah Waliana; Syaf, Masrurah Waliana
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2023): AGROVITAL VOLUME 8, NOMOR 2, NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v8i2.4799

Abstract

Pakan ternak merupakan faktor utama dalam meningkatkan produksi ternak, namun pakan komersial memiliki harga yang mahal dan mudah mengalami perubahan. Oleh karena itu, penting untuk mencari alternatif pakan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan insekta seperti Black Soldier Fly (BSF). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas fisik pelet dengan menggunakan frekuensi penggunaan maggot segar dan konsentrat komersial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Variabel yang diamati meliputi kualitas fisik pelet, termasuk kadar air, berat jenis, kerapatan tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan, dan sudut tumpukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian maggot segar tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap kadar air, berat jenis, kerapatan tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan, dan sudut tumpukan pada semua tingkat pemberian. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa kualitas fisik pelet yang menggunakan maggot segar memiliki tingkat kualitas yang setara dengan pelet yang menggunakan konsentrat komersial.
Pengaruh Morfologi Terhadap Karakter Fisika-Kimia Tanah di Lingkungan Pertambangan Binuang, Kalimantan Selatan Ayuningtyas, Efrinda Ari
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2023): AGROVITAL VOLUME 8, NOMOR 2, NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v8i2.4684

Abstract

Penelitian ini ditujukan untuk mengkaji hubungan antara karakter fisika-kimia tanah terhadap berbagai kelas kemiringan lereng di lokasi pertambangan yaitu di SubDAS Binuang, Kalimantan Selatan. Sampel tanah diambil pada kedalaman 0-30 cm di setiap kelas kemiringan lereng secara purposive random sampling. Sifat fisik-kimia tanah yang dikaji adalah kadar C-organik tanah dan tekstur tanah. hasil analisis statistik uji Pearson Correlation menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara fraksi lempung dan debu terhadap kadar C-organik tanah, tetapi tidak demikian pada fraksi pasir. Berdasarkan hasil uji statistik ANOVA menggambarkan bahwa hubungan antara kemiringan lereng dan C-organik tanah adalah berbanding lurus dengan p<0,05, demikian pula hubungannya dengan tekstur tanah. Nilai tersebut menjelaskan bahwa semakin terjal kemiringan lereng di SubDAS Binuang, maka tekstur tanah pasir akan semakin mendominasi (R2=0,9987), sedangkan lempung (R2= 0,7771) dan debu (R2= 0,0565) akan semakin berkurang. Peningkatan kadar C-organik tanah juga selaras dengan penurunan kemiringan lereng dengan R2=0,0201.
PENGARUH PEMBERIAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR URINE KELINCI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TIGA VARIETAS TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) SECARA HIDROPONIK SISTEM SUMBU Kusmutafmi, Sabrina Wien; Utama, Putra; Rumbiak, Julio Eiffelt Rossafelt; Sodiq, Abdul Hasyim
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2023): AGROVITAL VOLUME 8, NOMOR 2, NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v8i2.4830

Abstract

Meningkatnya permintaan selada tidak sejalan dengan peningkatan produksinya. Akibat dari ketersediaan lahan yang sempit, maka diperlukan metode budidaya secara hidroponik dengan pemberian POC urine kelinci dan penggunaan varietas unggul sehingga dapat meningkatkan produksi tanaman selada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi Pupuk Organik Cair (POC) urine kelinci terhadap pertumbuhan dan hasil tiga varietas tanaman selada (Lactuca sativa L.). Penelitian ini menggunakan Split Plot Design, petak utama adalah konsentrasi POC urin kelinci (K) yang terdiri dari empat taraf, yaitu k1 (6 ml/l), k2 (12 ml/l), k3 (18 ml/l) dan k4 (24 ml/l), dan anak petak yaitu varietas selada (V) terdiri dari tiga taraf, yaitu v1 (new grand rapid), v2 (red rapid), dan v3 (LE 873). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi POC urin kelinci k3 memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah tanaman dan bobot kering tanaman. Perlakuan varietas selada v1 memberikan hasil terbaik pada tinggi tanaman, luas daun, bobot basah tanaman dan bobot kering tanaman. Terdapat interaksi pada kombinasi perlakuan konsentrasi POC urine kelinci k2 dan varietas selada v2 pada parameter jumlah daun.Keywords: Selada; Hidroponik; POC Urine Kelinci
Respon Agronomi Padi Gogo lokal Sulawesi Tenggara pada Berbagai Kondisi Lingkungan Tumbuh Sanjaya, Muhammad Fahyu; Afa, La Ode; M, Amir; Utami, Rahmawati Ning
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2023): AGROVITAL VOLUME 8, NOMOR 2, NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v8i2.4811

Abstract

AbstrakPadi (Oryza sativa L.) merupakan komoditi utama dalam menyediakan sumber karbohidrat di Indonesia. Produktivitas budidaya tanaman padi selalu terkendala pada ketersediaan air, karena mayoritas padi dibudidayakan pada kondisi lahan basah irigasi, sehingga membutuhkan banyak pasokan air. Kondisi ini membuat budidaya padi hanya dapat dilakukan satu musim tanam per tahun sedangkan kebutuhan masyarakat terhadap beras terus meningkat, untuk itu perlu adanya pengujian tanaman padi gogo lokal yang dapat memenuhi kebutuhan musim tanam baik dalam kondisi lingkungan kering maupun lahan basah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon agronomi tanaman padi gogo lokal Sultra dilahan kering dan lahan basah serta adanya sumber genetik baru untuk pengembangan padi yang berproduksi tinggi pada berbagai lingkungan tumbuh. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan perlakuan Rancangan Petak Terpisah. Petakan Utama ialah Lahan Basah dan Lahan Kering. Anakan Petak ialah kultivar padi gogo lokal Sultra. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 ulangan. Hasil pengamatan dianalisis menggunakan sidik ragam, jika F-Hitung menunjukan pengaruh nyata atau sangat nyata maka dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan nyata antara perlakuan mandiri yang diuji dengan perlakuan lainnya pada variable pengamatan yang diukur dengan kultivar terbaik adalah pae wuna dan Indalibana. Kultivar Pae Wuna dan Indalibana adalah dua kultivar padi gogo lokal Sultra yang memiliki potensi untuk tumbuh baik dalam dua kondisi lahan yang berbeda, sehingga bisa dijadikan sebagai sumber genetik padi yang dapat dikembangkan dalam berbagai lingkungan tumbuh. Kata Kunci: Kultivar, Lahan Kering, Lahan Basah, Padi Gogo
KEBUTUHAN AIR IRIGASI PADA BIBIT TANAMAN ALPUKAT VARIETAS KENDIL HASIL SAMBUNG PUCUK MENGGUNAKAN CROPWAT 8.0 Fauziah, Asti; Romdhonah, Yayu; Utama, Putra; Ritawati, Sri; Susiyanti, Susiyanti
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2023): AGROVITAL VOLUME 8, NOMOR 2, NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v8i2.4832

Abstract

Alpukat adalah tanaman hortikultura yang bermanfaat untuk meningkatkan dan mempertahankan kesehatan tubuh manusia. Salah satu cara untuk memperbanyak tanaman baik itu secara vegetatif ataupun generatif adalah dengan pembibitan. Sambung pucuk merupakan metode perbanyakan yang sering digunakan pada pembibitan alpukat secara vegetatif. Perbandingan antara jumlah air yang tersediapada lahan dan jumlah air yang diperlukan tanaman selama masa pertumbuhan sangat penting untuk keberhasilan kegiatan pertanian. Alternatif yang dapat digunakan untuk menduga jumlah  air yang diperlukan pada tanaman dapat dilakukan dengan bantuan dari software Cropwat 8.0. Adapun tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui jumlah air yang dibutuhkan pada bibit tanaman Alpukat varietas Kendil menggunakan Cropwat 8.0. Software Cropwat 8.0 memerlukan data iklim, data curah hujan, data tanah, serta data tanaman untuk mengetahui berapa banyak kebutuhan air irigasi pada tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air irigasi untuk bibit Alpukat varietas Kendil adalah 142 ml per polybag serta total kebutuhan air irigasi pada  bibit tanaman Alpukat varietas Kendil selama satu tahun adalah 864,8 mm.
Pengaruh Waktu Dan Panjang Pemangkasan Pucuk Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Tanari, Yulinda; Zulharmi, Zulharmi; Mowidu, Ita
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2023): AGROVITAL VOLUME 8, NOMOR 2, NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v8i2.4822

Abstract

Cabai  rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan tanaman yang dibudidayakan oleh petani karena banyak dibutuhkan oleh masyarakat, tidak hanya dalam skala rumah tangga dan industri tetapi juga diekspor ke luar negeri. Sehubungan dengan meningkatnya permintaan terhadap cabai rawit, maka produksi cabai rawit perlu ditingkatkan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan hasil cabai rawit adalah dengan melakukan pemangkasan pucuk. Percobaan dua faktor meliputi waktu pemangkasan pucuk (14, 21 dan 28 hari setelah pindah) dan panjang pemangkasan pucuk (0.5, 1.0 dan 1.5 cm dari pucuk) disusun dalam rancangan acak kelompok (RAK) dan ulangi sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu pemangkasan pucuk berpengaruh nyata hingga sangat nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit. Pemangkasan pada umur 28 hsp membantu tanaman cabai rawit tumbuh dan memiliki rata-rata hasil tertinggi. Panjang pemangkasan tidak berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pengamatan kecuali laju pertumbuhan pada umur 30 hsp. Panjang pemangkasan 1.5 cm menunjukkan tingkat pertumbuhan rata-rata tertinggi. Terdapat interaksi  nyata hingga sangat nyata antara waktu pemangkasan pucuk dengan panjang pemangkasan pucuk. Panjang pangkasan 1.5 cm pada umur 28 hsp memberikan hasil tertinggi yaitu 65.92 tangkai buah dengan berat 169.77 gram/pohon.
ANALISIS KELAYAKAN DAN PELUANG USAHA JAMUR TIRAM FROZEN DI KOTA PAREPARE (STUDI KASUS SAHABAT JAMUR) Rahim, Abd; Quraisyin, Muh Iqbal
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2023): AGROVITAL VOLUME 8, NOMOR 2, NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v8i2.4739

Abstract

Perkembangan ekonomi kerakyatan menjadi perhatian utama di era modern. Ekonomi kerakyatan tidak hanya bermanfaat bagi perekonomian rumah tangga, tetapi juga berpotensi meningkatkan ekonomi nasional. Salah satu bentuk pengembangan ekonomi kerakyatan adalah melalui kegiatan home industry, di mana budidaya jamur tiram menjadi salah satu pilihan yang menjanjikan. Meskipun jamur tiram memiliki potensi gizi dan manfaat yang tinggi, harga jualnya masih rendah sehingga menjadi tantangan dalam bisnis. Oleh karena itu, pelaku home industry mulai mengembangkan berbagai produk olahan jamur tiram seperti keripik, nugget, sosis, bakso, dan burger jamur tiram. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana kelayakan dan peluang usaha jamur tiram frozen sehingga dapat menunjang dalam pengembangan usaha budidaya jamur tiram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui angket dan dianalisis menggunakan analisis kelayakan R/C Ratio untuk mengetahui kelayakan suatu usaha dan analisis skala likert untuk mengetahui bagaimana peluang usaha jamur tiram frozen di kota parepare. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha ini layak untuk dikembangkan, dengan nilai R/C ratio sebesar 1.72. Selain itu, berdasarkan hasil wawancara dan analisis, peluang usaha budidaya jamur tiram di Kota Parepare terbuka lebar dan memiliki potensi yang baik. Namun, diperlukan upaya promosi lebih lanjut untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang produk olahan jamur tiram dan potensi bisnis budidaya jamur tiram. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan dapat menjadi referensi bagi masyarakat kota Parepare yang ingin memulai bisnis, sehingga menjadikan usaha jamur tiram sebagai bisnis yang memiliki potensi yang baik.
MANAJEMEN FAKTOR PRODUKSI USAHATANI JAGUNG HIBRIDA SISTEM TANAM JAJAR LEGOWO
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 1 (2023): AGROVITAL VOLUME 8, NOMOR 1, MEI 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v8i1.3920

Abstract

Jagung menjadi komoditas penting kedua setelah padi. Kuantitas produksi tanaman jagung sangat perlu diperhatikan khususnya pada sistem budidaya.  Salah satu bentuk upaya untuk mendukung program peningkatan produksi jagung nasional dapat dilakukan dengan cara budidaya jagung menggunakan sistem tanam jajar legowo. Sistem tanam jajar legowo diharapkan mampu meningkatkan produksi jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi penggunaan faktor produksi dalam usahatani jagung hibrida dengan sistem tanam jajar legowo dan mengetahui pengaruh faktor produksi terhadap pendapatan usahatani jagung hibrida dengan sistem tanam jajar legowo. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sonopatik, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk dengan sampel sebanyak 34 petani dari 170 populasi petani jagung hibrida dengan sistem tanam jajar legowo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Pengambilan data pada penelitian ini dilakukan secara survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor produksi dalam usahatani jagung hibrida dengan sistem jajar legowo adalah efisien. Faktor produksi benih, pupuk, obat-obatan, tenaga kerja dan irigasi berpengaruh terhadap pendapatan usahatani jagung hibrida dengan sistem jajar legowo di Desa Sonopatik, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk.
Kualitas Organoleptik Telur Asin dengan Penambahan Daun Kelor (Moringa oleifera) dan Asap Cair dalam Teknologi Pengasinan
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 1 (2023): AGROVITAL VOLUME 8, NOMOR 1, MEI 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v8i1.3714

Abstract

Tujuan penelitian menganalisis nilai organoleptic pada telur asin dengan penambahan daun kelor dan asap cair. Metode penelitian eksperimen satu faktor, rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan yaitu P0 (kontrol atau tanpa penambahan daun kelor dan asap cair) , P1 (penambahan daun kelor 5% dan asap cair 2 %), P2 (penambahan daun kelor 10 % dan asap cair 2 %) dan P3 (penambahan daun kelor 15 % dan asap cair 2 %) dengan lama pemeraman 10 hari kemudian dilakukan analisis kadar kolesterol dan omega-3 dengan alat GC-MS sedangkan Uji organoleptic dengan uji hedonic. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penambahan daun kelor (Moringa oleifera) dan asap cair pada teknik pengasinan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap aroma, rasa dan kesukaan, namun tidak berpengaruh nyata terhadap warna yolk telur asin. Dari hasil penelitian diperoleh penambahan daun kelor (Moringa oleifera) sebanyak 10% (P2) menghasilkan telur asin terbaik dengan nilai rata-rata nilai hedonic suka yaitu aroma telur 6,70, rasa telur 6,58, warna 6,38,5 dan kesukaan 6,75.
Ketersediaan Pangan, Sanitasi Lingkungan dan Pola Makan Ibu Pada Kejadian Balita Stunting Di Desa Bangkiling Raya Banua Lawas Kabupaten Tabalong Suhaimi, Ahmad; Royensyah, Rum Van; Ashfiya, Siti Nor
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2023): AGROVITAL VOLUME 8, NOMOR 2, NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v8i2.4881

Abstract

Stunting adalah tantangan gizi yang persisten di Indonesia, memengaruhi anak balita berusia 12-36 bulan dengan prevalensi berkisar antara 38,3% hingga 41,5%. Diagnosa mengandalkan indikator TB/U mengikuti standar WHO-MGRS tahun 2005, menggunakan nilai z-score <-3SD sebagai batasan. Stunting yang terjadi selama fase perkembangan otak kritis (0-3 tahun) dapat menyebabkan kapasitas intelektual dan produktivitas yang berkurang. Dalam konteks khusus Desa Bangkiling Raya, Kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong, penelitian ini menyelidiki interaksi antara akses air bersih, sanitasi lingkungan, kebiasaan diet ibu, dan stunting pada anak di bawah lima tahun. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif, data primer dan sekunder dianalisis melalui berbagai analisis, termasuk ketersediaan bahan makanan pokok dan penilaian chi-square. Temuan penelitian menegaskan adanya hubungan yang signifikan antara pola diet ibu dan stunting pada anak di bawah lima tahun di Desa Bangkiling Raya. Namun, meskipun terdapat kaitan yang terlihat antara stunting dan ketersediaan makanan, penelitian tidak mengidentifikasi adanya hubungan yang signifikan antara stunting dan sanitasi lingkungan, meskipun 91,9% responden melaporkan ketersediaan makanan rendah, sementara sebagian kecil (8,1%) memiliki akses ke ketersediaan makanan yang lebih tinggi.