cover
Contact Name
Basri
Contact Email
unasman.lppm@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agrovitalfip@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. polewali mandar,
Sulawesi barat
INDONESIA
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian
ISSN : 25417452     EISSN : 25417460     DOI : -
AGROVITAL adalah jurnal Fakultas Ilmu Pertanian Universitas Al Asyariah Mandar. Terbit berkala enam bulan sekali (Semester). Sebagai wahana komunikasi insan akademik dalam bidang Budidaya Tanaman, Ilmu Tanah Hama dan Penyakit Tanaman, Sosial Ekonomi Pertanian, Produksi Ternak, Nutrisi dan Makanan Ternak, Kesehatan Ternak, dan Sosial Ekonomi Peternakan. AGROVITAL mengundang kepada para pakar dan akademisi agar menyumbangkan naskah, baik berupa hasil penelitian, kajian mendalam, sesuai dengan disiplin Ilmu Pertanian
Arjuna Subject : -
Articles 204 Documents
Analisis Kelayakan Usahatani Monokultur (Kakao) Ke Tumpang Sari (Jagung Dan Bayam) Pada Masa Pandemi Covid-19 Pagala, Muhamad Arman Yamin; Nurdiyah, Nurdiyah; D, Nurul Iqraini; Aliyah, St Nur; Nurdin, Muh Fahruddin
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 1 (2024): AGROVITAL VOLUME 9, NOMOR 1, MEI 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v9i1.5061

Abstract

Kakao merupakan komoditi ekspor yang banyak dibudidayakan para petani di Polewali Mandar, pada masa pandemi Covid-19 pola distribusi kakao terhambat yang mempengaruhi produksi dan harga kakao menurun. Menjadi faktor petani beralih ke pola tanamn tumpang sari jagung dan bayam. Tujuan penelitian untuk melihat pendapatan dan efisiensi ushatani pola tanam tumpang sari dan monokultur. Metode: Penentuan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive), jumlah responden yang melakukan pola usahatani atau alih dari kakao ke jagung dan bayam di Kecamatan Binuang, yang dijadikan sampel sebanyak 36 petani. Teknik pengumpulan data, observasi langsung, wawancara dan penyebaran kuesioner penelitian. Hasil: Analisis data yang digunakan adalah analisis pendapatan dan R/C ratio, di dapatkan pendapatan komoditi kakao pada masa pandemi Rp. 4.550.933,- per satu kali musim panen setiap 3-4 bulan sekali, ketika petani beralih ke tumpang sari komoditi jagung Rp. 11.880.000,-. per satu kali musim setiap tiga bulan sekali, dengan nilai tambah komoditi sela bayam Rp. 671.810,- satu kali musim panen setiap 4-6 minggu. Dengan nilai R/C ratio untuk komoditi kakao 1,4, jagung 1,9 dan bayam 3,2. Kesimpulan: (1) Terjadi peningkatan pendapatan ketika petani merubah pola tanaman tumpang sari sebesar Rp. 8.000.877 per/ha dari pola tanamn monokultur, (2) Nilai R/C Ratio meningkat sebesar untuk tanaman jagung 0.5, dan nilai R/C Ratio tanaman bayam sebesar 1,8, menunjukan petani lebih layak ketika beralih ke pola tanam tumpang sari pada transisi pandemi C-19.  
Pertumbuhan dan Peranan Kelompok Tani Terhadap Tanaman Kopi Rakyat di Kabupaten Bogor Wiraguna, Edi; Muliarasi, Ade Astri; Pratama, Agief Julio; Rochmah, Hidayati Fatchur; Tandungan, Wempy Sem; Maulana, Galih
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 1 (2024): AGROVITAL VOLUME 9, NOMOR 1, MEI 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v9i1.5006

Abstract

Kopi merupakan komoditas ekspor terpenting kedua dalam perdagangan global, setelah minyak bumi dan mempunyai kontribusi yang cukup nyata dalam perekonomian Indonesia. Akan tetapi di Kabupaten Bogor, petani masih belum mengetahu luasan lokasi lahan dan pertumbuhan tanaman. Selain itu, peranan kelompok tani juga masih belum diketahui. Tujuan dari penlitian ini adalah 1) pemetaan kawasan perkebunan petani kopi milik petani; 2) mengetahui informasi pertumbuhan tanaman kopi yang dibudidayakan oleh petani kopi; dan 3) mengetahui peranan kelompok tani dalam budidaya tanaman kopi. Lokasi penelitian dilakukan di Kecamatan Cariu, Tanjungsari dan Sukamakmur, Kabupaten Bogor antara Juli dan November 2023. Alat yang digunakan berupa, drone UAV (Unmanned Aerial Vehicle), jangka sorong dan alat tulis. Luasan wilayah petani kopi adalah 15,55 ha untuk wilayah Kecamatan Cariu, 28,55 ha untuk wilayah Kecamatan Tanjungsari dan 16,23 ha untuk wilayah Kecamatan Sukamakmur. Pertumbuhan kopi dari ketiga lokasi penelitian berbeda nyata untuk diameter batang dan jumlah cabang. Tanaman kopi di Kecamatan Tanjungsari memiliki rata-rata diameter 55.9 mm lebih besar dari tanaman kopi di Kecamatan Cariu memiliki rata-rata diameter 23.5 mm. Sedangkan rata-rata jumlah cabang tanaman kopi di Kecamatan Tanjungsari (57 cabang) lebih banyak dari pada jumlah cabang tanaman kopi di Kecamatan Sukamakmur (9 cabang). Petani kopi menyatakan bahwa dengan adanya kelompok tani, informasi tentang hama penyakit tanaman kopi dapat tersampaikan. Sehingga petani mengatahui cara budidaya tanaman kopi yang baik dan mengikuti GAP budidaya kopi. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa tanaman kopi di Kabupaten Bogor sudah tumbuh dengan baik dna produksi dapat ditingkatkan dengan mengikuti GAP budidaya kopi.
Studi Penentuan Jenis Spesies Baru Penggerek Buah Kakao (PBK) dari Genus Conopomorpha (Lepidoptera ; Litocolletidae) Karim, Harli A; Depparaba, Fredrik; Iinnaninengseh, Iinnaninengseh; Kusmiah, Nurhaya; Ihsan, Muhammad
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 2 (2024): AGROVITAL VOLUME 9, NOMOR 2, NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v9i2.5126

Abstract

Hama Penggerek Buah Kakao (PBK) Conopomorpha cramerella Snellen ditemukan pertama kali tahun 1880 oleh entomolog legendaris Zehntner dan kawan kawan. Studi pertama kali kerusakan buah buah kakao yang disebabkan PBK tersebut dijelaskan oleh Zehntner tahun 1900 (Wessel, 1983). Sejak ditemukan tahun 1880, C cramerella diyakini telah menjadi ras biologi saat itu dan Zehntner 1902 telah mengabarkan kejadian ini. Spesimen yang digunakan dalam studi ini diperoleh dari perkebunan kakao rakyat di wilayah pegunungan Polewali Mandar Sulawesi Barat. Sejumlah 10 sampel buah kakao yang menunjukkan gejala untuk masing masing wilayah sehingga ada 30 sampel buah, kemudian dibawa ke laboratorium untuk pengamatan selanjutnya. Ukuran sampel buah kakao tersebut adalah panjang 10 – 12 cm dan lingkar buah 15 – 20 cm. Sampel buah kakao dibawa ke Laboratorium. Sampel ditempatkan pada wadah yang sudah disiaSpkan berupa stoples ukuran  tinggi 18 cm dan garis tengah 19 cm. Selanjutnya buah buah tersebut dimasukkan kedalam masing masing stoples (satu sampel buah untuk satu stoples). Selanjutnya stoples ditutup kain putih tembus udara dan diikat dengan karet pada pinggir permukaan stoples. Pengamatan dilakukan setiap hari sekitar jam 15 sore hingga jam 21 malam terhadap larva yang keluar dari dalam buah.           Conopomorpha tumongaensis sp nov (Polman) adalah spesies-spesies baru dari genus (marga) Conopomorpha, setelah diagnosis dan deskripsi spesies-spesies tersebut. Spesies baru tersebut terisolasi reproduksi di pegunungan Polman dan mengalami spesiasi menjadi spesies baru, dengan nama daerah sesuai tempat penemuannya, pegunungan tumonga.  Spesies baru tersebut terisolasi, saling berjauhan 90-an km hingga seratusan km. Terisolasi dari dataran rendah, lembah dan hutan.
Pengaruh Pemberian Pakan Ampas Tahu Fermentasi terhadap Kualitas Semen Ayam Kampung Fattah, Abdul Hakim; Armayanti, Andi Kurnia; Hasfina, Hasfina
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 1 (2024): AGROVITAL VOLUME 9, NOMOR 1, MEI 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v9i1.5039

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan ampas tahu fermentasi terhadap kualitas semen ayam  Kampung. Penelitian ini menggunakan 5 ekor ayam Kampung dewasa yang dipelihara dalam kandang individu dan diberi perlakuan pakan fermentasi ampas tahu. Pengujian kualitas semen dilakukan sebelum pemberian ampas tahu (P0) dan setelah pemberian ampas tahu (P1). Data hasil penelitian dianalisis menggunakan uji T berpasangan dan uji Wilcoxon. Parameter kualitas semen yang diamati yaitu karakteristik makroskopis semen meliputi volume, pH, warna dan konsistensi semen, serta karakteristik mikroskopis semen yaitu konsentrasi, gerakan massa, motilitas, viabilitas dan abnormalitas spermatozoa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemberian ampas tahu tidak berpengaruh (P>0.05) terhadap keseluruhan parameter karakteristik semen, kecuali motilitas. Pemberian ampas tahu dalam pakan menurunkan motilitas spermatozoa ayam Kampung. Karakteristik semen pada penelitian ini yaitu volume semen 0.11-0.12 ml, warna putih susu-krem, pH 7.12-7.5, konsistensi sedang-kental, konsentrasi spermatozoa 1.4-1.68 milyar/ml, gerak massa ++, viabilitas 90.88-94.79%, abnormalitas 19.7-21.44%, dan motilitas 81.02%.
Peningkatan Produksi Tanaman Padi Hitam (Oryza sativa L. indica) Varietas Jeliteng dengan Pemberian Pupuk Silika Cair Rahmayuni, Erlina; Sukmadewi, Ratna; Kurniati, Kurniati; Herman, Welly
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 1 (2024): AGROVITAL VOLUME 9, NOMOR 1, MEI 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v9i1.5066

Abstract

Padi hitam (Oryza sativa L. indica) merupakan pangan lokal yang kaya antioksidan dan mengandung pigmen paling baik serta memiliki aroma dan rasa yang baik. Salah satu varietas padi hitam yang memiliki penampilan yang spesifik dan unik adalah varietas Jeliteng. Varietas ini memiliki potesi yang tinggi namun kemampuan untuk berproduksi masih rendah. Oleh karena itu dilakukan upaya untuk meningkatkan produksi dengan pupuk silika cair. Penelitian telah dilakukan pada tanah Jenis Andisol di Desa Cibunar, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan 5 konsentrasi pupuk silika cair yang berbeda (0 ml/L air (kontrol), 5 ml/L air, 7,5 ml/L air, 10 ml/L air, dan 12,5 ml/L air). Masing-masing penelitian diulang 5 kali dan setiap satuan percobaan terdiri dari 3 tanaman sehinggan ada 75 tanaman. Pupuk silika cair diaplikasikan saat tanaman berumur 2 Minggu Setelah Tanam (MST), 4 MST. 6 MST dan 8 MST. Penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk silika cair memberikan respons positif terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan, panjang malai, dan jumlah gabah per malai namun tidak berbeda nyata diuji secara statistik. Penggunaan 10 ml/L air pupuk silika cair cenderung memberikan hasil yang lebih bagus dibandingkan dengan penggnaan konsentrasi lainnya baik pada parameter pertumbuhan maupun hasil tanaman. Pemberian pupuk silika cair dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi tanaman padi hitam varietas Jeliteng dengan konsetrasi 10 ml/L air. Kata Kunci: Andisol; Padi Hitam; Silika Cair AbstractBlack rice (Oryza sativa L. indica) is a local food that is rich in antioxidants and contains the best pigments and has a good aroma and taste. One of the black rice varieties that has a specific and unique appearance is the Jeliteng variety. This variety has high potential but the ability to produce is still low. Therefore, efforts are being made to increase production with liquid silica fertilizer. Research was carried out on Andisol type soil in Cibunar Village, Garut Regency, West Java. The research was structured using a Randomized Complete Group Design (RKLT) with 5 different concentrations of liquid silica fertilizer (0 ml/L water (control), 5 ml/L water, 7.5 ml/L water, 10 ml/L water, and 12 .5 ml/L water). Each study was repeated 5 times and each experimental unit consisted of 3 plants so there were 75 plants. Liquid silica fertilizer is applied when the plants are 2 weeks after planting (MST), 4 WAP. 6 MST and 8 MST. Research shows that application of liquid silica fertilizer provides a positive response to plant height, number of tillers, panicle length, and number of grains per panicle but there is no significant difference in statistical tests. Using 10 ml/L of liquid silica fertilizer water tends to give better results compared to using other concentrations both on growth parameters and plant yields. Providing liquid silica fertilizer can influence the growth and production of black rice plants of the Jeliteng variety with a concentration of 10 ml/L of water. 
Produksi dan Pendapatan Industri Rumah Tangga Minyak Kelapa Mandar di Kabupaten Majene Dahniar, Dahniar; Dewi, Suryani; Masita, Nur
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 1 (2024): AGROVITAL VOLUME 9, NOMOR 1, MEI 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v9i1.5021

Abstract

Pengembangan agroindustri kelapa didorong oleh upaya peningkatan pendapatan petani, peningkatan nilai tambah dan daya saing produk kelapa Indonesia. Kabupaten Majene merupakan wilayah pesisir yang mengembangkan komoditas kelapa dengan puluhan pelaku usaha yang mengelola industri rumah tangga minyak kelapa mandar. Salah satu Sentra pembuatan minyak mandar di kelurahan Labuang Utara telah memproduksi minyak kelapa mandar selama puluhan tahun. Industri ini kurang berkembang karena produksi minyak kelapa mandar yang dihasilkan belum sesuai dengan standar SNI selain itu pendapatan yang rendah menyulitkan industri untuk melakukan perbaikan dalam bisnisnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses produksi minyak mandar dan menganalisis tingkat pendapatan industri rumah tangga. Responden dalam penelitian adalah 8 (delapan) pelaku usaha industri rumah tangga yang telah menekuni usaha tersebut selama lebih dari 10 tahun. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis biaya, penerimaan dan pendapatan. Hasil penelitian adalah proses produksi minyak kelapa mandar berupa ekstraksi basah dengan beberapa kelemahan pada aspek sanitasi, tahapan proses produksi dan pengemasan. Pendapatan industri rumah tangga sangat rendah yakni hanya 10% dari produk utama sedangkan 90% bergantung pada produk sampingan (by-product). Rata – rata pendapatan perbulan yakni Rp. 3.776.506 per bulan dengan jumlah produksi 371,25 liter/bulan atau 15 liter per hari. Nilai R/C Ratio usaha adalah 1,32 dan B/C ratio adalah 0,32 yang menunjukkan bahwa usaha ini cukup menguntungkan dengan nilai R/C ratio > 1, namun tidak layak dari aspek manfaat pendapatan karena nilai B/C ratio < 1
Karakterisasi Makrofungi di Kebun Raya Jompie Kota Parepare yang Tumbuh pada Musim Kering Rahim, Iradhatullah; Bidasari, Bidasari; Sukmawati, Sukmawati
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 1 (2024): AGROVITAL VOLUME 9, NOMOR 1, MEI 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v9i1.5046

Abstract

Kebun Raya Jompie adalah salah satu kebun raya di Indonesia yang memiliki keanekaragaman hayati dengan tema konservasi daerah pesisir. Keanekaragaman hayati juga termasuk makrofungi yang terdapat di kebun raya tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan melakukan karakterisasi morfologi makrofungi yang tumbuh di musim kemarau di Kebun Raya Jompie Kota Parepare. Penelitian dianalisis secara deskriptif, tabulasi, dan karakterisasi morfologi. Karakterisasi morfologi meliputi warna, bentuk tudung, tekstur, dan habitat. Selain itu dihitung kerapatan mutlak dari makrofungi. Hasil penelitian menunjukkan jenis makrofungi yang ditemukan ada 2 divisi, yaitu Ascomycetes dan Basidiomycetes, dengan kerapatan mutlak 0,000237 dan 0,00005. Karakter morfologi makrofungi bervariasi antara semua jenis dan berpotensi menjadi sumber bioaktivator untuk pembuatan biofertilizer.
APLIKASI EKSTRAK BUAH NAGA (Hylocereus polyrhizus) TERHADAP KUALITAS DAN UJI ORGANOLEPTIK PADA ES KRIM Burhan, Hasniar; Astuti Mahmud, Andi Tenri Bau; Fadli, Fadli
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 1 (2024): AGROVITAL VOLUME 9, NOMOR 1, MEI 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v9i1.5054

Abstract

Es krim adalah salah satu dessert yang memiliki banyak macam inovasi rasa. Substitusi buah-buahan mampu memperbaiki citarasa dan tekstur es krim. Penggunaan buah naga (Hylocereus polyrhiruz) sebagai salah satu inovasi dalam pembuatan es krim dengan memanfaatkan warna dan rasa yang unik. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan buah naga dengan persentase berbeda terhadap kualitas organoleptik, dan daya leleh es keim. Parameter yang diukur pada penelitian ini adalah karakteristik organoleptik, overrun dan daya leleh. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan (0%, 10%, 15%, dan 20%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak buah naga pada es krim dapat meningkatkan karakteristik rasa, warna, aroma, kesukaan, dan daya leleh. Penambahan ekstrak buah naga berbeda menyebabkan tekstur es krim menurun, namun tidak mempengaruhi nilai kesukaan es krim. Penambahan ekstrak buah naga pada pembuatan es krim menghasilkan kualitas es krim pada uji leleh berpengaruh dan pada uji overrun tidak berpengaruh, secara keseluruhan nilai organoleptik yang paling baik ada pada konsentrasi P3 (20%).
Periode Kritis Kompetisi Tanaman Jagung Varietas Hibrida Terhadap Gulma Sepe, Muslimin; Suhardi, Suhardi; Rosa, Helda Orbani
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 1 (2024): AGROVITAL VOLUME 9, NOMOR 1, MEI 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v9i1.3851

Abstract

Pertanaman jagung tidak lepas dari kehadiran gulma sebagai pengganggu tanaman. Kehadiran gulma seringkali menyebabkan penurunan hasil dan mutu biji pada pertanaman jagung. Penurunan hasil bergantung pada jenis gulma, kepadatan, lama persaingan, dan senyawa allelopati yang dikeluarkan oleh gulma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui umur periode kritis kompetisi tanaman jagung varietas hibrida terhadap gulma, serta produksi biji jagung akibat kompotisi dengan gulma. Penelitian dilaksanakan dengan rancangan acak kelompok yang terdiri dari tujuh perlakuan pengendalian gulma berdasarkan umur tanam jagung dan diulang sebanyak tiga kali. Parameter pengamatan terdiri dari tinggi tanaman, jumlah daun, panjang tongkol, bobot tongkol, dan lingkar tongkol. Hasil pengamatan dianalisis dilanjutkan denga uji BNT taraf 0.05%.  Hasil pengujian menunjukkan bahwa periode kritis kompotisi tanaman jagung terhadap gulma terjadi pada umur 20-45 hari setelah tanam. Rata-rata bobot tongkol jagung tertinggi terjadi pada perlakuan pengendalian gulma pada minggu ketiga setelah tanam yaitu 126.67 gr.
Tingkat Adopsi Inovasi Peternak terhadap Teknologi Inseminasi Buatan Program UPSUS SIWAB Rasyid, Tanri Giling; Rohani, ST; Hatta, Muhammad; Diansari, Pipi; Abdullahi, Alima Bachtiar; Darwis, Muhammad; Astaman, Putra; Kurniawan, Muhammad Erik; Basri, Zulkifli
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 1 (2024): AGROVITAL VOLUME 9, NOMOR 1, MEI 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v9i1.5019

Abstract

Permintaan daging sapi yang meningkat dari konsumen tidak sejalan dengan populasi sapi potong yang ada di Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, sebagian besar produksi daging sapi didukung oleh impor, termasuk daging sapi beku sebesar 20% dan sapi bakalan yang digemukkan di dalam negeri sebesar 15%. Untuk mengatasi hal ini, upaya Inseminasi Buatan (IB) terus dilakukan untuk meningkatkan jumlah, kualitas, dan produksi ternak sapi. Penelitian ini bertujuan untuk menilai seberapa banyak peternak yang mengadopsi teknologi IB dalam kerangka Program UPSUS SIWAB. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Indonesia. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Sampel terdiri dari 140 peternak sapi potong yang dipilih secara acak sederhana. Data dikumpulkan melalui wawancara menggunakan skala Likert untuk setiap variabel yang diukur, di mana nilai 1 menunjukkan tingkat tidak baik, nilai 2 menunjukkan tingkat sedang, dan nilai 3 menunjukkan tingkat baik. Analisis data dilakukan menggunakan metode statistik deskriptif dengan memanfaatkan tabel distribusi frekuensi. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat adopsi inovasi peternak terhadap teknologi IB Program UPSUS SIWAB dapat dinilai dari tiga aspek: (1) waktu yang dibutuhkan oleh peternak untuk mengadopsi teknologi IB, (2) manfaat dan kualitas teknologi IB, dan (3) sejauhmana teknologi IB diterapkan. Ketiga aspek tersebut dinilai dengan baik. Namun, dari ketiganya, sejauhmana teknologi IB diterapkan menjadi variabel yang paling signifikan dalam meningkatkan adopsi inovasi peternak terhadap teknologi IB Program UPSUS SIWAB di Kabupaten Barru.