cover
Contact Name
Basri
Contact Email
unasman.lppm@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agrovitalfip@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. polewali mandar,
Sulawesi barat
INDONESIA
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian
ISSN : 25417452     EISSN : 25417460     DOI : -
AGROVITAL adalah jurnal Fakultas Ilmu Pertanian Universitas Al Asyariah Mandar. Terbit berkala enam bulan sekali (Semester). Sebagai wahana komunikasi insan akademik dalam bidang Budidaya Tanaman, Ilmu Tanah Hama dan Penyakit Tanaman, Sosial Ekonomi Pertanian, Produksi Ternak, Nutrisi dan Makanan Ternak, Kesehatan Ternak, dan Sosial Ekonomi Peternakan. AGROVITAL mengundang kepada para pakar dan akademisi agar menyumbangkan naskah, baik berupa hasil penelitian, kajian mendalam, sesuai dengan disiplin Ilmu Pertanian
Arjuna Subject : -
Articles 204 Documents
KAJIAN FORMULASI NUTRISI TERHADAP PRODUKSI PAK CHOY (Brassica rapa L.) PADA BUDIDAYA HIDROPONIK Andrik Marta; Fatardho Zudri; Fedri Ibnusina; Nofrianil Nofrianil
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 1 (2023): AGROVITAL VOLUME 8, NOMOR 1, MEI 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v8i1.3912

Abstract

Lahan subur terbatas dengan meningkatnya konservasi lahan dan peruntukkan lahan untuk komoditi unggulan dari pangan dan perkebunan. Upaya mengatasi persoalan tersebut dengan budidaya tanaman secara hidroponik memanfaatkan ruang yang sempit, tanpa media tanah, dan efisiensi waktu proses budidaya. Budidaya hidroponik untuk menghasilkan produktivitas yang tinggi dibutuhkan nutrisi yang tepat.  Nutrisi yang umumnya diberikan merupakan nutrisi sintetis disebut dengan nutrisi AB mix, nutrisi AB terbilang efektif untuk hidroponik namun menimbulkan biaya yang besar. Usaha yang dapat dilakukan yaitu membuat nutrisi agar tersedia saat dibutuhkan dengan harga yang murah, formulasi nutrisi yang digunakan adalah kadar 10% dan 25% kemudian dibandingkan dengan larutan AB mix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan AB mix  masih memberikan hasil yang terbaik baik dari segi pertumbuhan serta hasil tanaman pakchoy yang dibudidayakan dengan sistem hidroponik, menurut uji DMRT pengunaan formula 10% dan 25% memberikan hasil yang sama. 
Penghambatan Pertumbuhan Gulma Sembung Rambat (Mikania micrantha) Oleh Bioherbisida Ekstrak Daun Ketapang (Terminalia catappa) Jatsiyah, Venti; Hermanto, Sarwendah Ratnawati; Sari, Santi Purnama
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2023): AGROVITAL VOLUME 8, NOMOR 2, NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v8i2.4877

Abstract

 Sembung rambat umumnya tumbuh dominan pada areal kelapa sawit belum menghasilkan hingga dapat membelit atau menutupi tanaman budidaya. Penggunaan bioherbisida merupakan alternatif untuk pengendalian gulma yang tumbuh di tanaman budidaya, salah satu cara memacu pertumbuhan gulma yaitu dengan herbisida daun ketapang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak daun ketapang mampu menghambat pertumbuhan sembung rambat.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial yang terdiri dari 5 taraf perlakuan konsentrasi (0%;10%; 25%; 50%; 75%) dengan 5 kali ulangan sehingga diperoleh 25 satuan percobaan. Terhadap pertumbuhan gulma sembung rambat dengan parameter pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun dan hari kematian. Hasil analisa dan pengamatan setelah aplikasi bioherbisida ekstrak daun ketapang menunjukkan bahwa ada pengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan hari kematian. Berdasarkan hasil analisa dan pengamatan konsentrasi 25%, 50% dan 75% berpengaruh nyata terhadap penghambatan pertumbuhan gulma sembung rambat dibandingkan tanpa pengaplikasian bioherbisida ekstrak daun ketapang. Konsentrasi efektif bioherbisida ekstrak daun ketapang adalah konsentrasi 50%.              Keywords : Sembung Rambat; Ketapang; Bioherbisida.
KONTRIBUSI DAN KELAYAKAN USAHA MADU HUTAN DI DESA LABUAJA KECAMATAN CENRANA KABUPATEN MAROS Andi Nur Imran; nirawati nirawati nirawati; muliana djafar
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 1 (2023): AGROVITAL VOLUME 8, NOMOR 1, MEI 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v8i1.3980

Abstract

Potensi hutan yang ada di kecamatan Cenrana cukup besar yang jika diambil hasilnya akan memberikan kontribusi terhadap pendapatan masyarakat setempat serta memiliki kelayakan untuk diusahakan oleh petani Hutan. Hasil madu hutan, telah menjadi sumber mata pencaharian tambahan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, dan dari segi usaha cukup layak dikembangkan dimasa akan datang. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui kontribusi usaha madu hutan terhadap pendapatan masyarakat di Desa Labuaja Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros, dan 2) mengetahui kelayakan usaha madu hutan di Desa Labuaja Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros. Lokasi penelitian adalah di wilayah hutan yang memiliki potensi Madu hutan di Desa Labuaja,, Kecamatan  Cenrana kabupaten Maros dengan waktu penelitian elama 3 bulan mulai  bulan Februari sampai dengan April 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah semua petani hutan didesa Labuaja yang mengambil lebah madu hutan di Desa Labuaja yang jumlahnya sebanyak 112 orang petani. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah diambil dari populasi petani hutan dengan persentase 20 % dari jumlah populasi atau sekitar 21 orang sampel petani hutan, dengan metode pengambilan sampel secara acak sederhana (Random sampling). Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan kuisioner. Sementara itu metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian dapat diketahui bahwa kontribusi usaha madu hutan terhadap pendapatan masyarakat di Desa Labuaja adalah 23,74% dengan pendapatan sebesar Rp. 6.899.575/thn. Sedangkan untuk tingkat kelayakan usaha Madu Hutan yang dilakukan oleh Petani hutan adalah layak (feasible) diusahakan dan dikembangkan dimasa akan datang, dengan hasil perhitungan R/C Ratio yaitu 26,5. Atau 26,5 > 1.
Persepsi Petani Terhadap Peran Dan Fungsi Kelembagaan Petani Kakao di Kecamatan Binuang Kabupaten Polewali Mandar Yamin Pagala, Muhammad Arman; Nurdyah, Nurdyah; NurAliyah, Siti; Saleh, Muhammad
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2023): AGROVITAL VOLUME 8, NOMOR 2, NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v8i2.3976

Abstract

Kelambagaan kelompok usaha tani ditingkat petani memiliki peran dan fungsi yang sangat strategis dalam pengembangan kakao di Polewali Mandar. Baik dalam hal sub sistem usahatani, sub sistem pengolahan dan sub sistem pemasarannya. Sehingga kinerja kelompok tani dalam meningkatkan pengetahuan petani seperti inovasi teknologi, pengendalian hama dan penyakit, penanganan pasca panen mampu menjaga kualitas biji kakao yang ada di Polewali Mandar. Penentuan sampel responden dengan menggunakan metode secara sengaja atau purposive sampling dengan memilih langsung anggota kelompok tani yang terdiri dari 74 responden, analisis data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah skala likert  dengan menggunakan tabel rekab untuk menarik sebuah kesimpulan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan di Kecamatan Binuang, persepsi petani terhadap peran kelembagaan (kelompok tani) kakao yaitu 49,45%, peran kelembagaan petani (kelompok tani) kakao sebagai wadah organisasi 51,08%, dan peran kegiatan kelembagaan (kelompok tani) kakao yaitu 69,18%, dengan kategori rata-rata jawaban sebesar  persentase 56,57% cukup baik. Persepsi petani terhadap fungsi kelembagaan (kelompok tani) kakao di Kecamatan Binuang sebagai kelas belajar berjalan secara efektif 45,94%, fungsi kelompok tani sebagai wahana kerjasama 69,18%, dan fungsi kelompok tani sebagai unit produksi  55,67%, dengan kategori rata-rata jawaban sebesar  persentase 56,93% cukup baik.Kata kunci : Persepsi Petani, Peran Kelembagaan Petani
Analisis Perbandingan Sekuens Gen Calpain 1 (CAPN1) pada Sapi, Kerbau, dan Kambing Berdasarkan Database Genbank Dody Houston Billhaq; Galy Hardyta; Labib Abdillah
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 1 (2023): AGROVITAL VOLUME 8, NOMOR 1, MEI 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v8i1.4009

Abstract

Livestock genetic improvement is the main purpose of animal breeding program. Biotechnology brings novel method to improve the animal breeding program qualitatively and quantitatively. Identification of gene sequence of polymorphism are used widely to analyze gene sequence to understand genetic variation. Calpain 1 (CAPN1) gene is the gene that involve in the process of improving meat quality such as marbling and tenderness of the livestock including the cattle, buffalo, and goat species. CAPN1 is responsible in encoding the µ-calpain that regulate postmortem proteolysis.  This study collect the gene database including calpain 1 [Bos taurus (cattle)] NC_037356.1, calpain 1 [Bos indicus (zebu cattle)] NC_032678.1, calpain 1 [Bos indicus x Bos taurus (hybrid cattle)] NC_040104.1, calpain 1 [Bubalus bubalis (water buffalo)] NC_059161.1 calpain 1 [Capra hircus (goat)] NC_030836.1 through NCBI. Those collected gene were analyze using the Clustal W alignment, MEGA 11, and BLAST program. The results indicate that the cattle, buffalo, and goat species CAPN1 gene of the 5’ UTR, Intron, Exon, dan 3’ UTR region show 9 SNPs, 1691 SNPs, 153 SNPs, and 197 SNPs, respectively. Total of the identified SNPs within the the cattle, buffalo, and goat species CAPN1 gene comparison are 2050. This study can be used for the initial report in order to develop further research related to CAPN1 gene for the livestock ruminant.
Produktivitas Fodder Jagung Sebagai Pakan Ternak Ruminansia Dengan Penggunaan Pupuk Organik Cair Nurwahidah Jamaluddin; Ulva Dianasari; Santi Santi
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 1 (2023): AGROVITAL VOLUME 8, NOMOR 1, MEI 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v8i1.2614

Abstract

Tanaman fooder jagung merupakan sangat membantu dalan peternakan ruminansia dalam kondisi lahan terbatas. Kualitas fooder itu sendiri sangat bergantung pada unsur hara media. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji produksi fodder jagung   dengan penggunaan pupuk organik cair pada level yang berbeda dan mengamati potensi  kandungan nutrien pada fodder jagung untuk dijadikan pakan ruminansisa. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Dengan perlakuan sebagai berikut A: Media tanaman hidroponik dengan penambahan pupuk cair (POC) komersial 0.5%, B: Media tanaman hidroponik dengan penambahan pupuk cair (POC) komersial 1%, C: Media tanaman hidroponik dengan penambahan pupuk cair (POC) komersial 1.5%, D: Media tanaman hidroponik  dengan penambahan pupuk cair (POC) komersial 2 %. Variabel  yang diamati yaitu produksi(berat panen), tinggi tanaman, berat basah(gram) dan berat kering (gram) fodder jagung dengan penggunaan pupuk organic cair pada level yang berbeda. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini yaitu  berpengaruh nyata ( P<0.05) terhadap produksi fodder jagung dan tinggi fodder jagung, tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap berat basah  fodder jagung dan berat kering fodder jagung.             
Faktor-faktor sosial-ekonomi yang mempengaruhi tingkat efisiensi teknis usahatani jagung pakan ternak di Kabupaten Pasaman Barat Risky Meyranti; Rahmat Syahni; Faidil Tanjung
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 1 (2023): AGROVITAL VOLUME 8, NOMOR 1, MEI 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v8i1.3953

Abstract

Kebutuhan akan komoditi jagung terus meningkat seiring dengan meningkatnya laju pertumbuhan jumlah penduduk dan peningkatan kebutuhan agroindustri pakan namun produksi jagung masih rendah dikarenakan penggunaan faktor produksi yang belum optimal. Penggunaan faktor produksi ini salah satunya dipengaruhi oleh faktor sosial-ekonomi petani jagung yang berdampak pada pengelolaan dan penggunaan input produksi pada usahatani jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan input produksi pada usahatani jagung dan analisis faktor-faktor sosial-ekonomi terhadap tingkat efisiensi teknis jagung. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode pendekatan survei, data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui kusioner dan wawancara kepada 60 petani responden, sedangkan data sekunder diperoleh dari Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Pasaman Barat. Analisis data yang digunakan yaitu Model Regresi Tobit dengan menggunakan metode Maximum Likelihood Estimation (MLE). Dari hasil analisis diketahui bahwa faktor-faktor sosial-ekonomi yang berhubungan positif dan signifikan terhadap tingkat efisiensi teknis usahatani jagung pakan ternak di Kabupaten Pasaman Barat (taraf sig = 0,05) yaitu umur, tingkat pendidikan dan pengalaman berusahatani jagung. Keywords  : Jagung, Faktor-faktor sosial-ekonomi, Regresi Tobit
KARAKTERISTIK MORFOLOGI JEWAWUT (Setaria italica L.) INDONESIA Ramlah, Ramlah; Indrastuti, Indrastuti; A. Karim, Harli; Pabendon, Marcia Bunga
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8, No 2 (2023): AGROVITAL VOLUME 8, NOMOR 2, NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v8i2.4868

Abstract

Jewawut (Setaria italica L.) merupakan tanaman serealia fungsional yang dapat tumbuh dengan baik di daerah beriklim tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Morfologi tumbuhan relevan dengan hampir semua disiplin ilmu biologi, seperti genetika, fisiologi, ekologi, biologi evolusi, dan sistematika tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami struktur morfologi tamanan jewawut. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif morfologi berdasarkan International Board for Plant Genetic Resources (IBPGR) untuk Setaria italica. Struktur morfologi tanaman jewawut dimulai dari organ akar, batang, pelepah daun, daun, bunga, dan biji. Morfologi tanaman yang diamati terdiri dari karakter kualitatif dan karakter kuantitatif. Morfologi tanaman jewawut berperan penting dalam identifikasi dan klasifikasikan tanaman, membantu memahami berbagai aspek ekologi tanaman dalam program pemuliaan tanaman serta adaptasi struktural tanaman jewawut terhadap lingkungannya.
Respon Pemberian Pupuk Hijauan terhadap Pertumbuhan dan Produksi Padi Sawah Gamaruddin, Gamaruddin; Jaya, Hendra; Karim, Harli A
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 1 (2024): AGROVITAL VOLUME 9, NOMOR 1, MEI 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v9i1.5104

Abstract

Pupuk hijau merupakan salah satu jenis pupuk organik yang dapat digunakan untuk meningkatkan produksi padi.  Pupuk hijauan dapat meningkatkan ketersediaan nutrisi, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi padi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji respons pemberian pupuk hijauan terhadap pertumbuhan dan produksi padi sawah. Penelitian ini dilakukan di Desa Limbua, Kecamatan Sendana Kabupatn Majene Sulawesi Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) secara faktorial dengan 5 level perlakuan dan 3 ulangan.  Pupuk organik padat diberikan seragam sebelum dilakukan penanaman dan pupuk organik cair hijauan diberikan setelah penanaman sebanyak 5 kali dengan konsentrasi berbeda. yaitu: G0 (tanpa pupuk 0 lt/ha), G1 (pupuk hijau 1,5 lt/ha), G2 (pupuk hijau 2 lt/ha), G3 (pupuk hijau 2,5 lt/ha), dan G4 (pupuk hijau 3 lt/ha).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk hijauan berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan produksi padi sawah. Padi yang diberi pupuk hijauan memiliki tinggi tanaman, jumlah anakan produktif, dan jumlah malai yang lebih tinggi dibandingkan dengan padi yang tidak diberi pupuk hijauan. Padi yang diberi pupuk hijauan juga memiliki hasil panen yang lebih tinggi dibandingkan dengan padi yang tidak diberi pupuk hijauan. Perlakuan G0 menghasilkan gabah kering panen 1,7 ton/ha, perlakuan G1 menghasilkan 1,9 ton/ha, perlakuan G2 menghasilkan 2,2 ton/ha, perlakuan G3 menghasilkan 2,3 ton/ha, dan perlakuan G4 menghasilkan 2,5 ton/ha.  Perbandingan kenaikan persentase antara control dengan perlakuan adalah G1 mengalami kenaikan produksi 10,53 %, G2 kenaikan produksi 22,73 %, G3 kenaikan produksi 26,09 dan G4 mengalami kenaikan sebesar 47.06 %.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian pupuk hijau dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi padi sawah. Pupuk hijauan merupakan salah satu pilihan yang dapat memberikan hasil terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi padi sawah.
Pengaruh jenis dan Metode Aplikasi Cendawan Endofit Terhadap Perkecambahan Benih Aren Syamsia, Syamsia; Kadir, Muhammad
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 1 (2024): AGROVITAL VOLUME 9, NOMOR 1, MEI 2024
Publisher : Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v9i1.5023

Abstract

Benih aren memiliki masa dormansi lama sehingga perlu upaya untuk mempercepat perkecambahan benih aren, salah satunya dengan menggunakan cendawan endofit. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui isolate cendawan endofit dan metode aplikasi cendawan endopit pada benih yang dapat mempercepat pekecabahan benih aren. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok pola factorial yang terdiri atas dua faktor. Faktor pertama adalah jenis isolate cendawan endoift yaitu: Isolat cendawan endofit 1 (E1) Isolat cendawawan Endofit 4 (E2) dan Isolat cendawan endofit 6 (E3) dan tanpa aplikasi cendawan endofit. Faktor kedua adalah metode aplikasi cendawan endofit pada benih aren yaitu; metode penyelubungan (M1) dan Perenedaman (M2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat cendawan endofit 1 dengan metode aplikasi perendaman menghasilkan persentase perkecambahan dan panjang hipokotil terbaik dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Aplikasi cendawan endofit pada benih sebaiknya menggunakan metode perendaman.