cover
Contact Name
Basri
Contact Email
unasman.lppm@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agrovitalfip@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. polewali mandar,
Sulawesi barat
INDONESIA
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian
ISSN : 25417452     EISSN : 25417460     DOI : -
AGROVITAL adalah jurnal Fakultas Ilmu Pertanian Universitas Al Asyariah Mandar. Terbit berkala enam bulan sekali (Semester). Sebagai wahana komunikasi insan akademik dalam bidang Budidaya Tanaman, Ilmu Tanah Hama dan Penyakit Tanaman, Sosial Ekonomi Pertanian, Produksi Ternak, Nutrisi dan Makanan Ternak, Kesehatan Ternak, dan Sosial Ekonomi Peternakan. AGROVITAL mengundang kepada para pakar dan akademisi agar menyumbangkan naskah, baik berupa hasil penelitian, kajian mendalam, sesuai dengan disiplin Ilmu Pertanian
Arjuna Subject : -
Articles 249 Documents
Studi Analisis Komunikasi Interpersonal dalam Penyuluhan Pertanian: Perspektif Anggota Kelompok Tani Padi Sarnawiyah Sarnawiyah; Suryanto Suryanto; Akmal Zainuddin
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 2 (2024): AGROVITAL VOLUME 9, NOMOR 2, NOVEMBER 2024
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v9i2.5824

Abstract

This study aims to analyze communication patterns between extension workers and rice farmer groups in Wara Selatan District, Palopo City, South Sulawesi. This district has a rice field area of 134 hectares with 162 farmers, 6 farmer groups, and 4 extension workers. Based on initial observations, it was found that the number of farmer groups attending extension activities was low, often only represented by a few members. Information conveyed during extension does not always reach each member, and farmers rarely discuss the development of their farming businesses with extension workers. In addition, the role of extension workers as communicators, facilitators, mediators, and other roles has not been fully optimized. This study uses a quantitative descriptive method by distributing questionnaires based on interpersonal communication theory to identify communication patterns and existing obstacles. Research participants involved extension workers and members of farmer groups in Wara Selatan. The results of the study showed that there were several obstacles to communication between extension workers and farmers, especially in the aspect of the use of communication media. The communication media used by extension workers in conveying information was not yet effective and could not reach all members of the farmer group evenly. These constraints affect the flow of information and active participation of farmers in extension activities. The results of this study are expected to provide recommendations to improve the effectiveness of communication patterns between extension workers and farmer groups, as well as overcome existing obstacles to support the development of farming businesses in Wara Selatan District. Thus, the role of extension workers as facilitators and educators can be more optimal in encouraging the participation and success of rice farmer groups in the area.
PENGEMBANGAN BIOAKTIVATOR RUMEN UNTUK PEMBUATAN KOMPOS JERAMI Jean Gloria Lengkong; Annas Boceng; Taruna S Arzam
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 2 (2024): AGROVITAL VOLUME 9, NOMOR 2, NOVEMBER 2024
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v9i2.5790

Abstract

Peningkatan produksi komoditas pertanian di Indonesia setiap tahun, limbah yang dihasilkan selama pemanenan dan pengolahannya meningkat. Jerami padi adalah salah satu dari banyak bahan organik yang dapat digunakan untuk membuat kompos. Saat panen, jerami tersedia dalam jumlah besar di lahan pertanian. Agar dapat digunakan kembali, jerami harus dikomposkan terlebih dahulu. Penggunaan bioaktivator yang berasal dari cairan rumen ternak ruminansia adalah langkah sederhana karena cairan rumen mengandung bakteri, fungi, dan protozoa yang membantu penguraian. untuk mendapatkan kualitas kompos yang baik dan waktu kompos yang lebih cepat. Bahan bioaktif ini memiliki kemampuan untuk memperbaiki bahan organik secara keseluruhan dan berfungsi untuk mempercepat proses dekomposisi bahan. Penelitian dilakukan secara deskriptif  dengan mengamati perubahan-perubahan kompos jerami dari beberapa sumber rumen sebagai bioaktivator. Sumber rumen (R) yang diambil, yaitu, rumen Kerbau (R1), rumen Sapi (R2), rumen Kambing (R3). Isi Rumen di fermentasi selama 14 (empat belas) hari dan setelah itu digunakan sebagai Bioaktivator dalam pembuatan kompos jerami. Parameter yang diamati adalah Suhu kompos, penyusutan bahan dan perubahan warna kompos. Dilakukan pula analisis laboratorium untuk melihat kandungan C/N, P, K dari kompos yang dihasilkan
Implementasi dan Dampak Sistem Resi Gudang Komoditi Gabah pada Petani di Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan Berbasis Sistem Dinamik Mardia Mardia
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 2 (2024): AGROVITAL VOLUME 9, NOMOR 2, NOVEMBER 2024
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v9i2.5796

Abstract

Sistem Resi Gudang (SRG) di Kabupaten Luwu Timur bertujuan untuk meningkatkan pendapatan petani dan mengurangi volatilitas harga melalui peningkatan penyimpanan biji-bijian dan akses kredit. Sistem ini telah menunjukkan manfaat yang signifikan, namun tantangan tetap ada dalam implementasinya. SRG telah memfasilitasi peningkatan akses ke kredit, memungkinkan petani untuk berinvestasi dalam praktik pertanian dan input yang lebih baik, yang dapat menyebabkan hasil yang lebih tinggi (1). Dengan menstabilkan harga biji-bijian, SRG mengurangi fluktuasi pendapatan, memberi petani aliran pendapatan yang lebih dapat diprediksi (2). Terlepas dari kelebihannya, petani menghadapi kendala seperti infrastruktur yang tidak memadai dan keterbatasan informasi tentang SRG. Kurangnya dukungan lembaga menghambat efektivitas sistem, menunjukkan perlunya peningkatan kolaborasi di antara para pemangku kepentingan (3). Memperkuat layanan penyuluhan pertanian dapat membantu menyebarkan pengetahuan dan meningkatkan pemahaman petani tentang SRG. .Investasi dalam infrastruktur dan sistem pendukung sangat penting untuk memaksimalkan manfaat potensial SRG (4). Sementara SRG menghadirkan solusi yang menjanjikan bagi petani di Luwu Timur, mengatasi tantangan yang diidentifikasi sangat penting untuk keberhasilan jangka panjang dan keberlanjutannya. Keywords : Sistem Resi Gudang (SRG); Gabah; Sistem Dinamik; Petani; Kesejahteraan Petani
Pengaruh Peran Penerapan Digitalisasi Petani Milenial Terhadap Pengembangan Pertanian Kota Palopo Baharuddin Baharuddin; Annas Boceng; Hamja Abdul Halik
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9, No 2 (2024): AGROVITAL VOLUME 9, NOMOR 2, NOVEMBER 2024
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v9i2.5814

Abstract

The increasing role of the millennial generation in the economy, but there are still very few who become farmers, and the strengthening of the role of digitalization plus the role of the agricultural sector which continues to grow positively during this period is a strong signal for the improvement of the agricultural sector through agricultural digitalization efforts and encouraging the millennial generation to become farmers. The basic method of this research uses two approaches, namely the qualitative method. The qualitative approach referred to here is descriptive research, descriptive research is defined as research that only shows an image, description or details about the phenomenon/object being studied. From the results of the research located in South Wara District, that the millennial generation plays an important role in the agricultural sector to continue income and the economy and especially in the agricultural sector is advancing in the current pace of globalization. Increasing the interest of the millennial generation in the progressive agricultural sector is very important. Efforts to motivate the millennial generation as a driving force to support and improve agriculture. In this case, the change in the demographic structure seems to be less favorable and the millennial generation's lack of interest in the agricultural sector. 
Uji Efektifitas Pengolahan Tanah Menggunakan Traktor Nir-Awak (Remote Control) pada Lahan Sawah Tadah Hujan di Kabupaten Maros Henny Poerwanty; Reta Reta; Adriani Adriani; Sri Muliani; Muhammad Kadir; Syamsia Syamsia
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 1 (2025): AGROVITAL VOLUME 10, NOMOR 1, MEI 2025
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v10i1.5948

Abstract

Pengolahan tanah sawah tadah hujan membutuhkan efisiensi waktu mengingat keterbatasan waktu pengolahan yang tersedia bagi petani. Petani umumnya menggunakan alat olah tanah berupa traktor tangan. Penggunaan tenaga manusia operator alat mekanisasi traktor tangan memiliki kelemahan pada kondisi tertentu dan juga efek jangka panjang pada pengaruh getaran mesin terhadap manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan traktor dengan penggerak kontrol jarak jauh dapat menggantikan peran manusia sebagai pengendali mesin pengolahan lahan khususnya pada lahan sawah tadah hujan di desa Botolempangan Kabupaten Maros. Metode penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan  30 are dengan 3 kali pengulangan pengolahan tanah dibandingkan dengan beberapa metode yang telah dilakukan petani sebelumnya. Hasil uji efektifitas menunjukkan Penggunaan teknologi traktor nir-awak lebih efektif dari segi waktu pengolahan lahan hanya membutuhkan waktu sekitar 41 jam termasuk masa penyiapan lahan yang didiamkan selama 24 Jam sedangkan untuk traktor manual Total membutuhkan setidaknay 57 jam., sementara masa kerja operasional pengolahan lahan per hektar untuk traktor nirkabel dibutuhkan sekitar 15 Jam,  sementara Traktor manual membutuhkan 33 Jam. Kondisi fisik hasil pembajakan tanah lahan sawah tadah Hujan dari Traktor Remote Control dan Manual tidak berbeda nyata artinya cukup baik dan efektif, sementara konsumsi bahan bakar traktor tangan dengan sistem kendali nirawak menggunakan remote control yaitu rata-rata 0,41 liter/jam sedikit lebih besar dibandingkan dengan traktor tangan dengan sistem kendali manual yaitu 0,36 liter/Jam
Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) Menggunakan Kombinasi Media Tanam dan Kompos Kotoran Kambing Yuliana Yuliana; Fenny Hasanuddin; Trisnawaty AR
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 2 (2025): AGROVITAL VOLUME 10, NOMOR 2, NOVEMBER 2025
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v10i2.6682

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media tanam dan pupuk organik dari kotoran kambing terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman tomat (Solanum lycopersicum L.). Penggunaan pupuk organik diharapkan dapat meningkatkan kualitas tanah dan menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tanaman, sehingga dapat menunjang pertumbuhan optimal dan hasil panen yang maksimal. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Baranti Kecamatan Baranti Kabupaten Sidenreng Rappang Sulawesi Selatan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai April 2025. Metode penelitian dengan menggunakan 2 faktorial dengan melibatkan perlakuan dengan variasi media tanam dengan menggunakan top soil dan sekam bakar serta dosis kotoran kambing yang berbeda, dengan 3 kombinasi dan 3 ulangan sehingga terdapat 27 plot penelitian yaitu: Faktor pertama dengan menggunakan Top soil dan Sekam bakar dengan simbol (M) terdiri dari 4 taraf yaitu: M0 = 100% Top soil, M1 = 75% Top soil + 25% Sekam bakar, M2 = 50% Top soil + 50% Sekam bakar, M3 = 25% top soil + 75% sekam bakar, M4 = 100% sekam bakar. Faktor kedua dengan pemberian kompos kotoran kambing dengan simbol (K) terdiri dari 3 taraf yaitu: K0 = 0 g/polybag, K1 = 365 g/polybag, S2 = 385 g/polybag. Parameter yang diukur meliputi tinggi tanaman, diameter batang, waktu berbunga, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah buah, dan berat buah per tanaman. Hasil penelitian ini berdasarkan hasil uji ANOVA didapatkan pada jumlah cabang dan umur berbunga berbunga didapatkan signifikansi , 0.05 dan F hitung > F tabel 2.04 dan signifikansi , 0.05 dan F hitung > tabel 2.04 hal ini menunjukkan bahwa perlakuan memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan jumlah cabang dan umur berbunga. Pada tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, dan umur berbuah tidak terlihat perbedaan nyata antar perlakuan.
Pengaruh Pemberian Kombinasi Dosis Pupuk Organik Hayati dan Pupuk Anorganik Terhadap Hama Utama Jagung Manis (Zea mays L. saccharata Sturt) MS-Unsika di Sumedang Ratu Ayu Tsakila Alma; Adhi Irianto Mastur; Luthfi Afifah; Muhammad Syafi’i
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 2 (2025): AGROVITAL VOLUME 10, NOMOR 2, NOVEMBER 2025
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v10i2.6436

Abstract

Kombinasi pupuk organik hayati dan pupuk anorganik yang seimbang dapat menunjukan hasil yang baik bagi pertumbuhan tanaman dan meningkatkan sistem ketahanan tanaman sehingga tanaman dapat tahan dari hama. Hama Spodoptera frugiperda dan Helicoverpa armigera merupakan hama yang merusak tanaman jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi dosis pupuk organik hayati dan pupuk anorganik terhadap serangan hama utama pada jagung manis galur MS-Unsika. Penelitian dilaksanakan di Desa Tanjungsari, Kab. Sumedang, Jawa Barat. Penelitian ini dimulai pada tanggal Desember 2021 hingga Maret 2022. Penelitian ini menggunakan metode Rancagan Acak Kelompok (RAK) faktor tunggal dengan lima (5) perlakuan yang diulang sebanyak lima (5) kali. Perlakuan yang diujikan diantaranya adalah P1 (NPK 300 kg/ha +Urea 200 kg/ha), P2 (POH 7 cube/ha), P3 (POH 7 cube/ha + NPK 150 kh/ha + Urea 100 kg/ha), P4 (POH 7 cube/ha + NPK 75 kg/ha + Urea 50 kg/ha), dan P5 (POH 10 cube/ha). Hasil percobaan menunjukan pengaplikasian perlakuan P3 (POH 7 cube + NPK 150 kg/ha + Urea 100 kg/ha) memberikan nilai intensitas serangan hama ulat grayak (21,33%-32,2%) dan penggerek tongkol (0,5%-0,12%) terendah pada tanaman jagung namun belum dalam memberikan ketahanan tanaman terhadap serangan hama ulat grayak dan penggerek tongkol. Hasil uji korelasi antara intensitas serangan hama dan hasil produksi adalah negatif menunjukan bahwa semakin tinggi serangan hama, maka semakin rendah bobot panen yang dihasilkan
Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Semangka Dengan Menggunakan Media Tanam Cocopeat dan Kotoran Kambing Rahmawati Ning Utami; Muh Mukhtadir Putra; Rifky Ardiansyah
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 1 (2025): AGROVITAL VOLUME 10, NOMOR 1, MEI 2025
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v10i1.6157

Abstract

Budidaya semangka memerlukan tanah gembur dan produktif guna menopang perkembangan dan pertumbuhan juga produksi yang maksimal, serta pemanfaatan cocopeat dan kotoran kambing sebagai media tanam pada semangka. Penelitian ini dilakukan di Desa Tandung, Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, selama 4 bulan dimulai sejak Maret sampai Juni 2024, yang berlokasi di lahan milik kelompok tani ”Siaaras” dengan ketinggian tempat berkisar 20 meter diatas permukaan laut. Penelitian ini dilakukan bertujuan agar penggunaan cocopeat dan kotoran kambing dapat menjadi salah satu jenis media tanam baru yang efektif terhadap pertumbuhan dan produksi semangka. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode rancangan acak kelompok faktorial 2 faktor, faktor 1 cocopeat dan faktor ke 2 kotoran kambing sehingga jumlah tanaman yang digunakan sebanyak 48 tanaman. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan cocopeat dan kotoran kambing tidak memberikan pengaruh signifikan yaitu pada parameter produksi semangka. Sedangkan pada dosis 250 gram cocopeat menunjukkan pengaruh signifikan pada pertumbuhan tinggi tanaman (cm) dan jumlah bakal buah (buah), namun tidak signifikan pada produksi semangka.
Analisis Strategi Pemasaran Ikan Terhadap Kenaikan Harga Ikan Di Pasar Sentral Kecamatan Pekkabata Kabupaten Polewali Mandar Fajriani Fajriani
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2026): Agrovital Volume 11, Nomor 1, Mei 2026
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v11i1.6723

Abstract

Kenaikan harga ikan di pasar tradisional biasanya mempengaruhi dinamika pemasaran, daya beli konsumen, dan strategi pedagang ikan dalam mempertahankan usahanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji strategi pemasaran yang dilakukan oleh pedagang ikan di Pasar Sentral Kecmatan Pekkabata Kabupaten Polewali Mandar di tengah dinamika kenaikan harga. Prosedur penelitian menggunakan tipe deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pedagang nelayan menerapkan diferensiasi produk, variasi harga, layanan yang lebih baik, dan jaringan distribusi yang lebih luas. Analisis SWOT mengidentifikasi bahwa pengusaha memiliki kekuatan dalam hal ketersediaan pasokan dan kontak langsung dengan nelayan, tetapi masih lemah dalam aspek pencatatan administrasi dan negosiasi harga. Kesimpulan akhir penelitian ini menyoroti pentingnya kreativitas pemasaran dan bantuan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga ikan di pasar sentral Polewali Mandar.
Pengaruh Penambahan Pektin Kulit Markisa Kuning (Passiforaedulis flavicarpa) Terhadap Karakteristik Virgin Coconut Oil Benedictus Oka; Yoga Aji Handoko
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 1 (2025): AGROVITAL VOLUME 10, NOMOR 1, MEI 2025
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v10i1.6146

Abstract

Kendala yang ditemui dalam pembuatan VCO adalah biaya yang tinggi dan waktu yang lama dalam proses pembuatannya. Berdasarkan adanya kendala tersebut, maka diperlukan alternatif pengolahan VCO. Salah satu alternatif ekstraksi VCO adalah dengan penambahan pektin kulit markisa pada santan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh konsentrasi penambahan pektin pada santan terhadap karakteristik VCO dan menentukan konsentrasi pektin terbaik terhadap kualitasnya. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan percobaan yang dilakukan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan lima kali perlakuan dan lima kali ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah kontrol (santan tidak ditambahkan pektin), penambahan pektin kulit markisa kuning ke santan dengan takaran 1,5 %, 2,5%, 3,5%, dan 4,5% dari bobot santan. Parameter yang diukur antara lain yield pektin, kadar air, rendemen, asam lemak bebas, asam laurat, dan organoleptik. VCO terbaik terdapat pada perlakuan 1,5%, dimana kadar air yang terlarut dalam minyak 0%, rendemen minyak yang dihasilkan 29,8%, kandungan asam lemak bebas 0,098%, kandungan asam laurat 49,35%, dan karakteristik organoleptik berwarna bening dan rasa khas kelapa sesuai dengan standar yang ditetapkan pada SNI 01-7381:2008, juga terdapat aroma khas markisa.