cover
Contact Name
Basri
Contact Email
unasman.lppm@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agrovitalfip@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. polewali mandar,
Sulawesi barat
INDONESIA
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian
ISSN : 25417452     EISSN : 25417460     DOI : -
AGROVITAL adalah jurnal Fakultas Ilmu Pertanian Universitas Al Asyariah Mandar. Terbit berkala enam bulan sekali (Semester). Sebagai wahana komunikasi insan akademik dalam bidang Budidaya Tanaman, Ilmu Tanah Hama dan Penyakit Tanaman, Sosial Ekonomi Pertanian, Produksi Ternak, Nutrisi dan Makanan Ternak, Kesehatan Ternak, dan Sosial Ekonomi Peternakan. AGROVITAL mengundang kepada para pakar dan akademisi agar menyumbangkan naskah, baik berupa hasil penelitian, kajian mendalam, sesuai dengan disiplin Ilmu Pertanian
Arjuna Subject : -
Articles 249 Documents
Analisis Kemitraan Syirkah Koperasi Mitra Agribisnis Mandiri dan Petani Kakao dan Dampaknya Terhadap Pendapatan Petani Kakao di Kabupaten Polewali Mandar Lesni Ayu Lestari; Damirah Damirah; Nurfadilah Nurfadilah; Andi Bahri; Musmulyadi Musmulyadi
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2026): Agrovital Volume 11, Nomor 1, Mei 2026
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v11i1.6939

Abstract

Peineilitian ini beirtuijuian uintuik meinganalisis pola keimitraan syirkah antara Kopeirasi Mitra Agribisnis Mandiri (Kopeirasi MAMA) deingan peitani kakao seirta dampaknya teirhadap peiningkatan peindapatan peitani di Kabuipatein Poleiwali Mandar. Kakao meiruipakan salah satui komoditas peirkeibuinan uingguilan daeirah yang beirpeiran peinting dalam meinopang peireikonomian masyarakat. Namuin, peitani kakao masih meinghadapi beirbagai peirmasalahan, seipeirti keiteirbatasan modal, fluiktuiasi harga, reindahnya kuialitas produiksi, seirta leimahnya posisi tawar di pasar. Dalam konteiks teirseibuit, keimitraan beirbasis prinsip syariah dipandang seibagai alteirnatif soluisi uintuik meiningkatkan keiseijahteiraan peitani. Deingan meinganalisis tiga pokok peirmasalahan yaitui 1. pola keimitraan syirkah antara Kopeirasi Mitra Agribisnis Mandiri (Kopeirasi MAMA) dan peitani kakao, 2. Impleimeintasi keimitraan teirseibuit dalam meiningkatkan peindapatan peitani, seirta 3. Faktor peinduikuing dan peinghambat keibeirhasilan keimitraan di Kabuipatein Poleiwali Mandar. Kakao meiruipakan komoditas peirkeibuinan uingguilan daeirah yang beirkontribuisi signifikan teirhadap peireikonomian masyarakat. Namuin, peitani kakao masih meinghadapi peirmasalahan struiktuiral beiruipa keiteirbatasan modal, fluiktuiasi harga, reindahnya kuialitas produiksi, seirta leimahnya posisi tawar. Oleih kareina itui, keimitraan beirbasis prinsip syariah meinjadi alteirnatif strateigis uintuik meiningkatkan keiseijahteiraan peitani. Peineilitian ini meingguinakan peindeikatan kuialitatif deingan meitodei stuidi kasuis. Data dikuimpuilkan meilaluii wawancara meindalam, obseirvasi, dan dokuimeintasi teirhadap peinguiruis Kopeirasi MAMA seirta peitani kakao mitra di Keicamatan Tapango, Luiyo, dan Tuitar, yang meiruipakan wilayah deingan tingkat partisipasi keimitraan paling aktif. Data dianalisis seicara deiskriptif uintuik meinguingkap meikanismei keimitraan, beintuik akad syirkah yang diteirapkan, seirta dinamika peilaksanaannya di lapangan.
Keragaan Hasil Benih Melon (Cucumis melo L.) Hibrida 608 Melalui Pengaturan Cabang Ana Frintia; Agus Wartapa; Rajiman Rajiman
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 1 (2025): AGROVITAL VOLUME 10, NOMOR 1, MEI 2025
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v10i1.6124

Abstract

Permasalahan penurunan produksi benih melon di Indonesia melibatkan beberapa faktor mulai dari ketersediaan benih, kualitas benih, dan varietas benih yang hanya dikembangkan di daerah tertentu, oleh karena itu perlu adanya peningkatan hasil produksi benih melon unggul di dalam negeri untuk membantu petani mendapatkan benih melon yang berkualitas unggul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaturan cabang terhadap keragaan hasil benih melon hibrida 608. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Gamol, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang diulang sebanyak 6 kelompok dengan 4 perlakuan. Perlakuannya adalah P1 pemeliharaan semua cabang sebagai kontrol; P2 pemeliharaan cabang primer; P3 pemeliharaan serempak 3 cabang sekunder; P4 pemeliharaan serempak 3 cabang tersier. Parameter yang diamati terdiri dari jumlah buah per tanaman (buah), umur mulai panen (hari), berat buah per tanaman (kg), bobot 1000 butir benih (gr), dan produktivitas (kg/ha). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pemeliharaan cabang primer (P2) memberikan pengaruh sangat nyata terhadap parameter umur mulai panen, berat buah per tanaman, dan hasil produktivitas. Perlakuan pemeliharaan cabang primer (P2) berpengaruh nyata terhadap jumlah buah per tanaman dan bobot 1000 butir benih. Produktivitas tertinggi benih melon hibrida 608 mencapai 158,86 kg/ha pada perlakuan pemeliharaan cabang primer (P2). Perlakuan pemeliharaan cabang tersier (P4) menurunkan hasil jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, bobot 1000 butir benih, dan menurunkan hasil produktivitas benih melon hibrida 608. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengaturan cabang efektif untuk meningkatkan hasil produksi benih melon hibrida 608 pada cabang primer. 
Peran Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) dalam Implementasi Teknologi Pertanian oleh Petani Milenial di Kabupaten Bone Madina Madina; Suardi Bakri; Sulfiana Sulfiana; Helda Ibrahim
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2026): Agrovital Volume 11, Nomor 1, Mei 2026
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v11i1.6944

Abstract

Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) bertujuan meningkatkan kapasitas wirausaha petani milenial melalui pelatihan, pendampingan, dan dukungan usaha. Penelitian ini bertujuan melihat peran Program YESS dalam mendorong implementasi teknologi pertanian oleh petani milenial di Kabupaten Bone. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 64 responden peserta Program YESS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program YESS berperan dalam meningkatkan kemampuan petani milenial dalam menggunakan teknologi pertanian. Seluruh responden (100%) telah memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran dan pencatatan keuangan. Pada aspek produksi, 60,94% menggunakan sprayer elektrik dan 26,56% menggunakan traktor mini. Selain itu, 34,38% menerapkan inseminasi buatan dan 18,75% menggunakan teknologi fermentasi pakan. Penggunaan teknologi tersebut membantu meningkatkan efisiensi usaha, produktivitas, serta akses pasar. Dengan demikian, Program YESS berkontribusi dalam memperkuat transformasi pertanian berbasis teknologi pada kalangan petani milenial di Kabupaten Bone. Keywords : Program YESS; Teknologi Pertanian;  Petani Milenial; Kabupaten Bone.
Gaya Hidup Masyarakat Nelayan Pesisir Pantai Desa Kembang, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan Putri Permatasari; Agung Wibowo; Sapja Anantanyu; Arip Wijianto
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 2 (2025): AGROVITAL VOLUME 10, NOMOR 2, NOVEMBER 2025
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v10i2.6685

Abstract

Kehidupan masyarakat pesisir bergantung pada sumber daya alam perikanan. Mata pencaharian masyarakat pesisir mayoritas sebagai nelayan yang memiliki potensi perikanan namun menghadapi berbagai tantangan. Permasalahan perubahan iklim berpengaruh terhadap aktivitas penangkapan ikan, sehingga pendapatan yang diperoleh para nelayan menjadi tidak stabil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gaya hidup masyarakat pesisir ditinjau dari aspek ekonomi, sosial budaya dan lingkungan. Lokasi penelitian di Desa Kembang, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Metode penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk menganalisis lebih mendalam aktivitas masyarakat pesisir. Pengambilan data dengan beberapa teknik meliputi wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek ekonomi masyarakat pesisir mencari tambahan pendapatan dengan bekerja pada sektor pertanian dan perdagangan, adat-istiadat masih dilestarikan oleh masyarakat pesisir untuk menjaga warisan leluhur yang sudah diturunkan dari generasi ke generasi, pada aspek lingkungan upaya menjaga kelestarian alam dengan tidak membuang limbah dan sampah di laut dan melakukan penanaman mangrove. Partisipasi stakeholder lainnya yang berkaitan seperti pemerintah dibutuhkan untuk mendukung keberlanjutan ekonomi nelayan di Desa Kembang berupa pemberian bantuan maupun pelatihan peningkatan kompetensi masyarakat pesisir.
Strategi Peningkatan Pendapatan Gula Aren Berbasis Agribisnis (Studi Kasus KTH Liku Pancing Desa Parigi Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa) Herini Pratiwi; Majdah Muhyiddin Zain; Helda Ibrahim; La Sumange
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 2 (2025): AGROVITAL VOLUME 10, NOMOR 2, NOVEMBER 2025
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v10i2.6396

Abstract

KTH Liku Pancing adalah kelompok tani yang memiliki potensi gula aren yang cukup melimpah namun pengelolaannya belum optimal. Rendahnya nilai tambah dan pendapatan petani gula aren di Desa Parigi akibat keterbatasan pengolahan, akses pasar, dan diversifikasi produk, sehingga diperlukan strategi peningkatan berbasis agribisnis yang terintegrasi untuk mengoptimalkan potensi ekonomi komoditas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi peningkatan pendapatan petani gula aren berbasis agribisnis pada Kelompok Tani Hutan (KTH) Liku Pancing di Desa Parigi, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa. Pengambilan data dilakukan secara sensus terhadap seluruh anggota kelompok sebanyak 25 orang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis SWOT. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai total faktor internal (IFAS) adalah 1,88 yang terdiri dari skor kekuatan sebesar 0,92 dan kelemahan sebesar 0,96. Sementara itu, nilai total faktor eksternal (EFAS) adalah 2,33 yang terdiri dari skor peluang sebesar 1,34 dan ancaman sebesar 0,99. Posisi KTH Liku Pancing berada di kuadran II dengan koordinat X = -0,02 dan Y = 0,175, yang menunjukkan strategi Stabilisasi. sebagai pendekatan yang tepat. Strategi yang paling cocok yaitu WO yaitu strategi stabilisasi yang dirancang untuk memanfaatkan peluang eksternal guna mengatasi kelemahan internal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi strategis yang dapat diterapkan oleh KTH Liku Pancing dan kelompok tani lainnya untuk meningkatkan efisiensi usaha, produktivitas, dan nilai tambah produk gula aren melalui pendekatan agribisnis serta menjadi referensi dan landasan ilmiah dalam pengembangan penelitian lebih lanjut terkait agribisnis komoditas lokal, kelembagaan petani, serta strategi peningkatan pendapatan di sektor pertanian pedesaan.
Analisis Risiko Pada Produksi Produk Sago One (Tepung Sagu) Sarodeceng Andi Syastiawan; Igods Gabryaldo; Zulfikar Syamsi; Pipi Diansari; Andi Emelda; Muhammad Ridwan; Ariella Ariella
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2026): Agrovital Volume 11, Nomor 1, Mei 2026
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v11i1.6942

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko pada proses produksi tepung sagu Sago One Sarodeceng untuk menentukan prioritas pengendalian risiko operasional. Penelitian dilaksanakan pada 7 Mei 2025 di Sago One Sarodeceng, Kota Makassar, melalui observasi langsung dan wawancara dengan pemilik usaha. Analisis risiko dilakukan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) berdasarkan penilaian severity, occurrence, dan detection yang kemudian dihitung menjadi Risk Priority Number (RPN). Hasil penelitian mengidentifikasi lima risiko utama dalam proses produksi, yaitu keterlambatan bahan baku, cuaca buruk saat pengeringan, kerusakan mesin, keberadaan ampas sagu, dan tepung sagu yang berserakan di ruang produksi. Hasil perhitungan RPN menunjukkan bahwa kerusakan mesin dan tepung berserakan merupakan risiko dengan prioritas tertinggi (RPN = 20), diikuti oleh cuaca buruk (RPN = 16). Mitigasi yang direkomendasikan meliputi penyediaan komponen mesin cadangan, peningkatan sanitasi ruang produksi melalui pembatasan akses dan pemasangan exhaust fan, serta penggunaan mesin pengering sebagai alternatif ketika kondisi cuaca tidak mendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode FMEA dapat digunakan secara efektif untuk menentukan prioritas pengendalian risiko pada usaha pengolahan tepung sagu.Keywords  :   FMEA; Produksi; RPN; Risiko; Sago One; Tepung Sagu
Peranan Kelompok Tani Terhadap Peningkatan Produksi Jagung Hibrida Di Desa Rea Kabupaten Polewali Mandar Muh Yasin; Jumriani Dambe; Aulia Nurul Hikmah
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 1 (2025): AGROVITAL VOLUME 10, NOMOR 1, MEI 2025
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v10i1.6115

Abstract

Jagung merupakan salah satu tanaman pangan yang sangat penting di Indonesia, karena berfungsi sebagai sumber pangan utama, pakan ternak, dan bahan baku industri. Permasalahan yang sering dihadapi oleh kelompok tani antara lain kurangnya dukungan sarana dan prasarana yang disediakan pemerintah, seperti kurangnya subsidi pupuk bagi petani dan longgarnya kelompok tani yang berpartisipasi. Di Desa Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Peranan Kelompok Tani Terhadap Peningkatan Produksi Jagung Hibrida Di Desa Rea Kabupaten Polewali Mandar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan sumber data primer dan sekunder. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar responden menyatakan setuju dan sangat setuju bahwa kelompok tani memiliki peran dalam wahana belajar, wahana kerjasama, dan unit produksi, namun hasil analisis Chi square menunjukkan bahwa peran kelompok tani tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas jagung hibrida. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai X2 Hitung (1,5) < X2 Tabel (2,47), yang berarti bahwa peranan kelompok tani tidak signifikan terhadap peningkatan produksi jagung hibrida di Desa Rea Kabupaten Polewali Mandar.
Frekuensi Penyiangan terhadap Bobot Kering Gulma Teki serta Pertumbuhan dan Hasil Padi Sawah Sistem TOT Tasya Nazwa Diniah; Jenal Mutakin; Siti Syarah Maesyaroh; Ardli Swardana; Ai Yanti Rismayanti
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2026): Agrovital Volume 11, Nomor 1, Mei 2026
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v11i1.6895

Abstract

Keberadaan gulma teki pada budidaya padi sawah sistem Tanpa Olah Tanah (TOT) menjadi salah satu faktor penghambat pertumbuhan dan penurunan hasil tanaman akibat persaingan unsur hara, air, dan cahaya. Pengendalian gulma melalui frekuensi penyiangan yang tepat diperlukan untuk menekan dominasi gulma teki dan meningkatkan produktivitas padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh frekuensi penyiangan terhadap bobot kering gulma teki serta hubungannya dengan pertumbuhan dan hasil padi sawah sistem TOT. Percobaan dilakukan di Panawuan, Kecamatan Tarogong Kidul, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor enam taraf yaitu f0 : tanpa penyiangan, f1 : 20 Hari Setelah Tanam (HST), f2 : 40 HST, f3 : 40 & 60 HST, f4 : 20 & 40 HST dan f5 : 20, 40 & 60 HST. Hasil menunjukan bahwa frekuensi penyiangan berpengaruh nyata terhadap jumlah malai, bobot Gabah Kering Panen (GKP), dan Gabah Kering Giling (GKG), namun tidak signifikan pada tinggi tanaman serta jumlah anakan. Perlakuan terbaik diperoleh pada f4 dengan bobot GKG 77,36 g per rumpun sekaligus menekan dominasi gulma. Penyiangan dua kali fase awal direkomendasikan sebagai strategi efisien untuk meningkatkan hasil padi pada sistem TOT.
Strategi Pemasaran Keripik Talas Di Kelurahan Banyorang Kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng Andi Nurlaila Ap; Andi Rahayu Anwar; Andi Amran Asriadi
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 1 (2025): AGROVITAL VOLUME 10, NOMOR 1, MEI 2025
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v10i1.5738

Abstract

Keripik talas adalah makanan yang terbuat dari talas yang diiris tipis kemudian digoreng dengan menggunakan tepung yang telah dibumbui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pemasaran keripik talas dan menganalisis strategi pemasaran keripik talas di Kelurahan Banyorang Kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng. Dalam penelitian menggunakan secara informan yang akan diambil dalam penelitian ini berjumlah 4 (empat) usaha terdiri dari: pemilik usaha 4 (empat) orang yang berada di Kelurahan Banyorang Kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif dan kuantitatif dengan pendekatan SWOT mengetahui kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness) organisasi dan mengetahui peluang (opportunity). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal nilai kekuatan sebesar 2,00 lebih besar dibandingkan dengan nilai kelemahan sebesar 1,84, faktor eksternal nilai peluang sebesar 2,04 lebih besar dengan nilai ancaman sebesar 1,88. Hal itu menunjukkan bahwa usaha pemilik keripik talas memiliki mempunyai peluang yang sangat besar berada pada titik (0,16 ; 0,16) kuadran 1. Sedangkan strategi pemasaran serta penerapan strategi telah memberikan dampak pada peningkatan keuntungan yang didapat. Dengan menggunakan 4P yaitu produk (product), harga (price), tempat (place) dan promosi (promotion), sehingga pemilik usaha keripik talas telah berhasil meningkatkan penjualannya secara signifikan
Analisis Adopsi Sistem Pengolahan Buah Kakao di Kecamatan Katoi Kabupaten Kolaka Utara Nona B.; Hamjah Hamjah; Dewi Marwati Nuryanti
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 2 (2025): AGROVITAL VOLUME 10, NOMOR 2, NOVEMBER 2025
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v10i2.6600

Abstract

Kabupaten Kolaka Utara merupakan salah satu daerah penghasil kakao utama di Sulawesi Tenggara, yang berkontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah dan nasional. Kendati demikian, rendahnya adopsi teknologi pengolahan buah kakao pasca panen masih menjadi tantangan utama petani kakao di Kabupaten Kolaka Utara. Penelitian ini bertujuan untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat adopsi teknologi pada sistem pengolahan kakao di Kabupaten Kolaka Utara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat adopsi petani kakao dalam melakukan fermentasi biji kakao di Kecamatan Katoi Kabupaten Kolaka Utara berada dalam kategori agak sedang yaitu sebesar 2,04 %. Hal ini dominan dikarenakan petani malas melakukan fermentasi biji kakao yang disebabkan oleh teknik fermentasi yang sulit, harga yang tidak berbeda jauh dengan biji nonfermentasi, serta harga yang masih mendapat pemotongan dari pedagang pengumpul. Kesimpulan utama penelitian ini adalah faktor umur, pendidikan formal, pengalaman, jumlah tanggungan keluarga, dan luas lahan, merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi petani kakao dalam melakukan fermentasi biji kakao di Kecamatan Katoi Kabupaten Kolaka Utara.