cover
Contact Name
Basri
Contact Email
unasman.lppm@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agrovitalfip@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. polewali mandar,
Sulawesi barat
INDONESIA
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian
ISSN : 25417452     EISSN : 25417460     DOI : -
AGROVITAL adalah jurnal Fakultas Ilmu Pertanian Universitas Al Asyariah Mandar. Terbit berkala enam bulan sekali (Semester). Sebagai wahana komunikasi insan akademik dalam bidang Budidaya Tanaman, Ilmu Tanah Hama dan Penyakit Tanaman, Sosial Ekonomi Pertanian, Produksi Ternak, Nutrisi dan Makanan Ternak, Kesehatan Ternak, dan Sosial Ekonomi Peternakan. AGROVITAL mengundang kepada para pakar dan akademisi agar menyumbangkan naskah, baik berupa hasil penelitian, kajian mendalam, sesuai dengan disiplin Ilmu Pertanian
Arjuna Subject : -
Articles 249 Documents
Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) Dalam Pengencer Andromed Terhadap Mutu Semen Beku Sapi Bali Dhian Ramadhanty; Khaeriyah Nur; Andi Tenri Bau Astuti Mahmud
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 1 (2025): AGROVITAL VOLUME 10, NOMOR 1, MEI 2025
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v10i1.6009

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dalam pengencer Andromed terhadap kualitas semen beku sapi Bali. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan sampel semen Sapi Bali. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan, terdiri atas P0 =  Andromed tanpa penambahan ekstrak daun kelor, P1 = Andromed + ekstrak daun kelor 1 ml, dan P2 = Andromed + ekstrak daun kelor 2 ml. Parameter yang diamati yaitu pengamatan secara mikroskopis meliputi motilitas, viabilitas, dan abnormalitas sperma. Hasil pengamatan spermatozoa secara mikroskopis pada semen beku Sapi Bali dengan penambahan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) dalam pengencer andromed menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) 1-2 ml dalam pengencer andromed tidak berbeda nyata terhadap motilitas, viabilitas, dan abnormalitas sperma (P>0,05) tetapi seluruh kualitas sperma yang diperoleh setelah penambahan ekstrak daun kelor memenuhi syarat untuk digunakan pada inseminasi buatan.  Kata Kunci : sapi bali, daun kelor, pengencer andromed, spermatozoa
Potensi Jerami Jagung Pulut (Zea mays var. Ceratini) sebagai Pakan Ternak Ruminansia Aldi Wijaya; Armayani M.; Nurul Purnomo; Andi Tenri Bau Astuti Mahmud
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 2 (2025): AGROVITAL VOLUME 10, NOMOR 2, NOVEMBER 2025
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v10i2.6695

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi produktivitas dan carying capacity jerami jagung pulut (Zea mays var. Ceratin) yang dihasilkan dari dua lokasi lahan yang berbeda. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap terdiri dari dua perlakuan, yaitu Lautang Salo (P1) dan Maroangin (P2). Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis proksimat untuk mengukur komposisi nutrisi, meliputi bahan kering, protein kasar, lemak kasar, serat kasar, abu, dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN). Hasil analisis menunjukkan bahwa jerami jagung pulut dari lokasi P1 memiliki kadar protein kasar (12,33%), lemak kasar (2,78%), dan abu (16,54%) lebih tinggi dibandingkan dengan P2. Sebaliknya, jerami jagung pulut dari P2 memiliki kandungan bahan kering (53,60%), serat kasar (28,47%), dan BETN (56,24%) yang lebih dominan. Hasil pengukuran biomassa memperlihatkan bahwa jerami jagung pulut dari P1 lebih unggul sebagai sumber protein dan mineral, sementara jerami jagung pulut dari P2 lebih sesuai sebagai sumber energi dan memiliki produktivitas bahan kering yang lebih tinggi. Meskipun terdapat perbedaan signifikan pada beberapa unsur nutrisi, daya tampung hijauan dari kedua lokasi tergolong serupa dan tetap layak dijadikan sebagai pakan dasar. Dengan demikian, jerami jagung pulut dari kedua lokasi tersebut dapat digunakan secara saling melengkapi dalam penyusunan ransum pakan ruminansia yang seimbang dan ekonomis.
Pengaruh Persentase Sabut Kelapa Habis Pakai Sebagai Subtitusi Media Tanam Terhadap Komponen Hasil dan Hasil Jamur Merang Thasa Kania Hayuningtyas; Muharam Muharam; Yayu Sri Rahayu
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 2 (2025): AGROVITAL VOLUME 10, NOMOR 2, NOVEMBER 2025
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v10i2.6435

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan sabut kelapa habis pakai sebagai media tanam alternatif untuk jamur merang (Volvariella volvacea). Sabut kelapa, yang mengandung lignoselulosa, dapat menjadi alternatif yang baik untuk budidaya jamur merang. Penelitian dilaksanakan di Desa Pasirmulya, Majalaya, Karawang, pada Juli hingga Agustus 2022, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan lima ulangan, menghasilkan 25 unit percobaan. Perlakuan terdiri dari kombinasi sabut kelapa habis pakai dan sabut kelapa baru: P1 (25% habis pakai : 75% baru), P2 (50% : 50%), P3 (75% habis pakai : 25% baru), P4 (100% baru), dan P5 (100% habis pakai). Parameter yang diamati meliputi waktu munculnya pinhead, panjang dan diameter tubuh buah, jumlah tubuh buah, bobot segar, dan intensitas panen. Data dianalisis dengan uji F pada taraf 5%, dilanjutkan dengan Duncan Multiple Range Test (DMRT) jika signifikan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan P2 (50% sabut kelapa habis pakai + 50% sabut kelapa baru) menghasilkan bobot tubuh buah tertinggi, 14,59 g, dan intensitas panen tertinggi, 16,20 kali. Perlakuan lainnya menunjukkan hasil seragam pada panjang dan diameter tubuh buah serta jumlah tubuh buah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sabut kelapa habis pakai dapat digunakan sebagai media tanam alternatif yang efektif untuk meningkatkan hasil jamur merang. 
Efektivitas Penambahan Filtrat Jus Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) Terfermentasi sebagai Acidifier dalam Air Minum terhadap Bobot dan Panjang Usus Ayam Broiler dengan Kepadatan Kandang yang Berbeda Rini Paembonan; Andi Murlina Tasse; Fuji Astuty Auza
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2026): Agrovital Volume 11, Nomor 1, Mei 2026
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v11i1.7171

Abstract

Kajian tersebut memiliki tujuan dalam menganalisis pengaruh penambahan filtrat jus belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terfermentasi untuk acidifier pada air minum dalam bobot serta panjang usus ayam broiler dengan kepadatan kandang yang berbeda. Studi tersebut telah dilakukan mulai bulan pada Laboratorium Unit Ternak Unggas Fakultas Peternakan Universitas Halu Oleo. Kajian ini memfungsikan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial, melalui 6 kombinasi perlakuan serta 3 ulangan. Perlakuan meliputi A1 (2,5 ml filtrat jus belimbing wuluh terfermentasi dalam 1000 ml air minum), A2 (3 ml filtrat jus belimbing wuluh terfermentasi dalam 1000 ml air minum), ( B1= kepadatan kandang 8 ekor, B2= kepadatan kandang 10 ekor, B3= kepadatan kandang 12 ekor). Hasil pendataan yang didapatkan kemudian dilakukan analisis melalui Analisys of variance (ANOVA) serta kemudian dilaksanakan pengujian dengan teori uji Duncan. Kajian tersebut menghasilkan penemuan apabila dengan adanya tambahan filtrat jus belimbing wuluh Serra kepadatan kandang yang berlainan tidak memberikan pengaruh secara jelas pada bobot relatif duodenum, jejunum, ileum dan panjang relatif jejunum. Sedangkan perlakuan yang memberikan pengaruh nyata hanya terlihat pada panjang relatif duodenum dan ileum. Rataan bobot relatif duodenum, jejunum dan ileum, yang diperoleh secara urut, yang mencapai 0,4%-0,6%, 0,8%-1,1%, 0,3%-0,5%, dan panjang relatif duodenum, jejunum, dan ileum berturut-turut sebesar 2,2%-3,6%, 4,3%-6,2%, 2,2%-3,4%. Perlakuan terbaik pada kepadatan kandang B3 sebesar 3,2 dan 3,6 ekor. Keywords : Ayam Broiler; Filtrat Belimbing Wuluh; Bobot usus; Panjang Usus
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Konversi Lahan Usahatani Karet Menjadi Kelapa Sawit Di Kabupaten Ogan Komering Ilir Gusti Rahma Dianti; Mirza Antoni; Agustina Bidarti
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 1 (2025): AGROVITAL VOLUME 10, NOMOR 1, MEI 2025
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v10i1.6065

Abstract

Indonesia mengalami perubahan penutupan lahan yang signifikan dalam beberapa dekade terakhir, terutama dengan peralihan dari perkebunan karet ke kelapa sawit. Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi salah satu daerah dengan tingkat konversi lahan karet yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam mengkonversi lahan karet menjadi kelapa sawit di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel secara Proporsional Stratified Random Sampling terhadap 60 petani di Desa Mulyaguna, Kecamatan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Data analisis yang digunakan yaitu Binary Logistic Regression untuk mengidentifikasi pengaruh variabel independen terhadap keputusan konversi lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola konversi yang dilakukan petani terdiri dari konversi secara keseluruhan dan konversi sebagian lahan karet menjadi kelapa sawit. Faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan konversi lahan adalah umur petani, tingkat pendidikan, luas lahan dan pendapatan usahatani karet, sementara jumlah tanggungan keluarga dan umur tanaman tidak berpengaruh secara signifikan.
Strategi Pengembangan Agroindustri Keripik Buah Apel Di Kota Batu Kardini Puji Lestari; Agnes Quartina Pudjiastuti; Ana Arifatus Sadiyah
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2026): Agrovital Volume 11, Nomor 1, Mei 2026
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v11i1.7020

Abstract

Keripik apel merupakan salah satu camilan sehat paling populer di kalangan wisatawan yang mengunjungi Kota Batu. Kota ini dikenal luas dengan beragam objek wisatanya, di mana hampir setiap daerah menawarkan destinasi dan aktivitas wisata yang unik. Pertumbuhan pesat sektor pariwisata juga mendukung perkembangan agroindustri lokal, terutama dalam membantu memperluas pemasaran produk dan meningkatkan permintaan konsumen. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial dan strategi pengembangan agroindustri keripik apel di Kota Batu. Penelitian ini menggunakan dua teknik pengambilan sampel. Metode pertama yang digunakan adalah metode sensus untuk sektor agroindustri makanan dan minuman, sedangkan metode kedua menggunakan pengambilan sampel acak untuk mengumpulkan data primer terkait produsen keripik apel. Data dianalisis menggunakan analisis kelayakan finansial jangka pendek melalui Rasio R/C dan analisis kelayakan jangka panjang menggunakan Nilai Sekarang Bersih (NPV), Tingkat Pengembalian Internal (IRR), Rasio Manfaat Biaya Bersih (Net B/C), dan Periode Pengembalian Modal (PP). Selain itu, analisis SWOT digunakan untuk menentukan strategi pengembangan yang paling sesuai untuk agroindustri tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agroindustri keripik apel layak dan menguntungkan untuk dikembangkan. Nilai Rasio R/C sebesar 1,04 menunjukkan bahwa bisnis ini layak secara finansial. Hasil NPV positif sebesar Rp 26.760.793, sedangkan IRR mencapai 75,63%, menunjukkan profitabilitas yang kuat. Rasio B/C bersih adalah 1,48, dan periode pengembalian investasi dapat dicapai dalam delapan bulan. Strategi yang paling tepat adalah strategi S-O dengan memaksimalkan kekuatan dan peluang melalui inovasi produk, pemanfaatan tenaga kerja, dan diversifikasi kemasan.Keywords: Agroindustri Keripik Apel, Analisis Kelayakan Bisnis dan SWOT
Potensi Azolla pinnata Sebagai Sumber Protein Hijauan Pada Ternak Itik Petelur Megawati Bohari; Dian Aulia Tri Yuska; Siti Yuli Meilanda Sormin; Imelya Ramanis; Fathiah Rahmadani
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2026): Agrovital Volume 11, Nomor 1, Mei 2026
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v11i1.6839

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi Azolla pinnata sebagai sumber protein hijauan dalam pakan itik petelur serta pengaruhnya terhadap performa dan kualitas telur. Azolla pinnata merupakan tanaman air berprotein tinggi (25–35%) yang mudah dibudidayakan dan berpotensi menggantikan kedelai sebagai bahan pakan lokal bernilai ekonomis. Penelitian dilaksanakan selama dua bulan di Labocing, Desa Tappale, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) lima perlakuan level Azolla pinnata, yaitu P1 (0%), P2 (5%), P3 (10%), P4 (15%), dan P5 (20%), masing-masing dengan empat ulangan dan tiga ekor itik Mojosari umur 24 minggu per ulangan. Pakan disusun secara iso-protein (18%) dan iso-energi (2.600 kkal/kg). Parameter yang diamati meliputi konsumsi pakan, pertambahan bobot badan, Hen Day Production (HDP), bobot telur, serta kualitas telur (indeks putih dan kuning, Haugh unit, warna kuning, dan ketebalan kerabang). Hasil menunjukkan bahwa peningkatan level Azolla pinnata berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap konsumsi pakan, bobot badan, bobot telur, dan kualitas telur, namun tidak berpengaruh nyata terhadap HDP. Perlakuan terbaik diperoleh pada level 20% (P5) yang menghasilkan performa dan kualitas telur tertinggi. Disimpulkan bahwa Azolla pinnata dapat digunakan hingga level 20% dalam pakan itik petelur sebagai sumber protein lokal yang murah dan berkelanjutan Kata kunci: Azolla pinnata, itik petelur, protein hijauan, performa, kualitas telur
Efektivitas Limbah Ternak Ayam Dalam Meningkatkan Pertumbuhan dan Produksi Kacang Panjang (Vigna sinensis L) Rianto Lottong; Andre Patandianan; Yusuf La&#039;lang Limbongan; Sepsriyanti Kannapadang; Ernytha A Galla; Sion Oktafianus
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2026): Agrovital Volume 11, Nomor 1, Mei 2026
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v11i1.6750

Abstract

Kacang panjang (Vigna sinensis L.) adalah salah satu tanaman hortikultura yang paling banyak dibudidayakan karena nilai gizinya yang tinggi dan nilai ekonominya yang tinggi. Tetapi produktivitas tanaman ini sering terkendala oleh kesuburan tanah yang rendah. Studi ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemberian bokashi kotoran ayam berdampak pada pertumbuhan dan hasil produksi kacang panjang. Penelitian akan dilakukan di Batu Pika, Kecamatan Kesu', Kabupaten Toraja Utara, dari Mei hingga Agustus 2025. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari lima tingkat perlakuan dosis bokashi kotoran ayam, masing-masing 0, 10, 15, 20, dan 25 ton per ha, dengan tiga kali ulangan. Jumlah daun, jumlah tangkai, umur berbunga, jumlah polong per tanaman, jumlah polong per petak, dan bobot polong per tanaman adalah semua parameter yang dicatat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bokashi kotoran ayam meningkatkan pertumbuhan vegetatif dan komponen hasil tanaman kacang panjang. Dengan bobot polong per petak 1,44 kg, dosis 25 ton ha-1 menghasilkan hasil terbaik. Hasil ini menunjukkan bahwa kotoran bokashi ayam dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk meningkatkan produktivitas kacang panjang secara berkelanjutan sambil meningkatkan kualitas tanah. Kata kunci: bokashi kotoran ayam, kacang panjang, pertumbuhan tanaman, hasil produksi, pupuk organik.
Petani Membaca Perubahan Iklim Mochamad widjanarko; Farida Yuliani; Hima Naili Hidayah
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 11, No 1 (2026): Agrovital Volume 11, Nomor 1, Mei 2026
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v11i1.6987

Abstract

Perubahan iklim dapat mempengaruhi dari sektor pertanian dan bahkan menjalar ke ekonomi. Perubahan iklim dapat mengakibatkan gagal panen dari sektor padi, tebu, sayur dan lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan bersifat deskriptif, yang bertujuan untuk mengungkap pengetahuan, dampak, dan strategi adaptasi perubahan iklim yang dialami oleh petani padi sawah. Simpulannya dari penelitian ini bahwa petani di Desa Karangrowo sebagian besar dari 31 petani di desa Karangrowo memiliki pemahaman yang cukup baik tentang perubahan iklim, mayoritas menyadari peran aktivitas manusia sebagai penyebab utama. Iklim tidak pasti berdampak terjadi kekeringan, peningkatan serangan hama dan penyakit sehingga menurunnya kualitas dan kesuburan lahan, yang menyebabkan lahan menjadi sulit ditanami serta memerlukan biaya pemeliharaan yang lebih tinggi.   Sebagian besar petani di Desa Karangrowo tidak pernah mendapatkan informasi iklim dari instansi terkait  dan sebagian besar petani telah menyadari pentingnya manajemen pengairan dalam mendukung keberlangsungan pertanian.Tingginya persentase responden yang sudah menerapkan manajemen pengairan juga mengindikasikan adanya kesadaran serta praktik yang cukup baik dalam pengelolaan air.