cover
Contact Name
Pandan Yudhapramesti
Contact Email
pandanpramesti@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.kajian.jurnalisme@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kajian Jurnalisme
ISSN : 25490559     EISSN : 25491946     DOI : -
Jurnal Kajian Jurnalisme (JKJ), ISSN 2549-0559 (cetak), ISSN 2549-1946 (online), diterbitkan oleh Program Studi Jurnalistik, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran Indonesia pertama kali pada bulan Juli 2017. Pada edisi pertama Jurnal Kajian Jurnalisme terbit dalam format online dan cetak. Sesuai dengan ketentuan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang mengharuskan setiap jurnal yang diterbikan oleh lembaga pendidikan tinggi harus disajikan dalam bentuk elektronik journal, pada edisi kedua dan seterusnya, jurnal ini terbit sepenuhnya dalam format jurnal elektronik atau format online menggunakan Open Journal System (OJS). Jurnal Kajian Jurnalisme bergabung dengan Asosiasi Penerbit Jurnal Ilmu Komunikasi Indonesia (APJIKI), terbit dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 119 Documents
Makna Jurnalisme Warga Bagi Jurnalis Warga Netcj.Co.Id Muhammad Iqbal; Nuryah Asri Sjafirah
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 2, No 2 (2019): Kajian Jurnalisme
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.917 KB) | DOI: 10.24198/jkj.v2i2.21364

Abstract

Jurnalisme warga memang bisa dikatakan baru jika dibandingkan dengan jurnalisme tradisional. Namun, yang disebut baru bukan berarti baru muncul satu atau dua tahun yang lalu. Setelah dikenal melalui radio, jurnalisme warga berkembang ke ranah televisi sejak dikenalkan oleh melalui video amatir yang ditayangkan pada program berita Metro TV. Saat ini NET TV melalui program NET10 dan platform Netcj.co.id juga mengusung konsep jurnalisme warga yang saling berintegrasi. Walaupun jurnalisme warga memang bukan sesuatu yang baru, tetapi platform netcj.co.id yang menampung hasil liputan jurnalis warga masih terbilang baru. Oleh karena itu peneliti ingin mengetahui pandangan dari jurnalis warga netcj.co.id bagaimana mereka memaknai praktik jurnalisme warga dan peran dari seorang jurnalis warga. Selain itu, peneliti juga ingin mengetahui motif jurnalis warga dalam mengirimkan hasil liputan ke platform netcj.co.id dan bagaimana pengalaman serta cara mereka saat melaksanakan atau memaknai tugas layaknya seorang jurnalis profesional. Ketika menjalankan aktivitas jurnalisme warga secara rutin, para informan memperoleh pengalaman, motif, dan makna jurnalisme warga, sehingga mereka memahami perannya sebagai jurnalis warga.
Transformasi Harian Kompas MenjadiPortal Berita Digita Subscription Kompas.Id Alfiyya Dhiya Haq; Efi Fadilah
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 1, No 2 (2018): Kajian Jurnalisme
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.825 KB) | DOI: 10.24198/jkj.v1i2.21339

Abstract

Kompas.id merupakan strategi harian Kompas dalam mempertahankan eksistensinya di tengah gempuran media digital dan menurunnya tiras surat kabar. Keberadaan Kompas.id tersebut berimplikasi pada internal Kompas, khususnya dari sisi redaksi dan konten. Redaksi harian Kompas kini menambah dua desk baru untuk menangani produksi berita di Kompas.id, yaitu desk digital harian dan desk digital mingguan. Sementara dari sisi konten, Kompas.id didesain lebih beragam dengan memanfaatkan teknologi untuk membuat konten multimedia dan interaktif. Namun, bukan berarti produk Kompas.id berbeda dengan koran harian Kompas karena berita-berita yang diterbitkan pada harian Kompas juga menjadi bagian dalam Kompas.id. Meski telah memasuki ranah digital, Kompas.id dibuat dengan semangat untuk tetap mempertahankan jurnalisme khas harian Kompas. Strategi bisnis Kompas.id dirancang dengan konsep berlangganan atau dikenal dengan istilah digital subscription. Kompas menyediakan beberapa paket berlangganan sesuai keinginan dan kebutuhan pembacanya. Harian Kompas menjadi surat kabar pionir dalam menciptakan media digital subscription sebagai ekstensi dari korannya. Hal itu dilakukan lantaran Kompas ingin para pembaca tetap memberikan harga pada aspek jurnalisme seperti pada korannya.
KONSTRUKSI REALITAS WARTAWAN KANTOR BERITA RADIO ATAS KESEJAHTERAAN JURNALIS Luqman Alfarisi; Gumgum Gumilar
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 2, No 1 (2018): Kajian Jurnalisme
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.831 KB) | DOI: 10.24198/jkj.v2i1.21073

Abstract

Penelitian ini membahas konstruksi realitas wartawan Kantor Berita Radio atas kesejahteraan jurnalis. Sebagai pisau analisis, peneliti menggunakan dua teori utama, yaitu teori konstuksi realitas sosial dari Peter Berger dan Thomas Luckmann, serta teori fenomenologi sosial dari Alfred Schutz. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami pemaparan atas makna kesejahteraan wartawan; motif dari subjek penelitian dalam menjadi wartawan, serta melihat implikasi pemaknaan kesejahteraan oleh watawan Kantor Berita Radio terhadap kualitas dan kuantitas karya jurnalistik yang diproduksi. Hasilnya, secara umum, setiap informan memiliki proses pemaknaan atas kesejahteraan yang berbeda-beda. Ada tiga aspek yang digunakan, di antaranya: material; sosial; serta mental atau psikologis. Selain itu, setiap informan memiliki motif-motif tersendiri dalam memilih profesi sebagai jurnalis yang dapat ditelisik dengan teori fenomenologi sosial yang terbagi dalam motif masa lalu (because-motive) dan motif masa depan (in-order-to-motive). Semua informan menilai bahwa kesejahteraan yang mereka rasakan memiliki implikasi terhadap karya jurnalistik mereka, terutama dalam hal kualitas dan kuantitas.Kata kunci: Fenomenologi, Kesejahteraan, Konstruksi Sosial, Wartawan
Penerapan Model MonetisasiContent Creation Pada Vice Indonesia Nadia Febriani; Efi Fadilah
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 2, No 2 (2019): Kajian Jurnalisme
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (961.824 KB) | DOI: 10.24198/jkj.v2i2.21360

Abstract

Model monetisasi content creation adalah salah satu cara dalam memperoleh pemasukan yang dilakukan dengan mengemas pesan komersial menjadi konten yang menarik dan dapat dinikmati. VICE Indonesia menjadi salah satu media massa yang menggunakan model monetisasi content creation pada konten komersialnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan model monetisasi content creation yang dilakukan oleh VICE Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus intrinsik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa VICE Indonesia menerapkan model monetisasi content creation berdasarkan pedoman internal dari VICE New York, mengikuti karakteristik segmentasi milenial, perubahan persepsi perusahaan mitra kerja sama. VICE Indonesia melakukan proses penerapan model monetisasi content creation dalam dua tahapan, yaitu proses penjualan yang terbagi menjadi pre-sales, sales, dan post-sales serta proses produksi konten yang terdiri dari tahapan pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Kesepakatan yang terjadi pada proses penjualan mempengaruhi aktivitas yang dilakukan pada proses produksi konten. Keberadaan model monetisasi content creation mengimplikasi aspek jurnalistik berupa usaha VICE Indonesia untuk menyesuaikan prinsip dan etika jurnalistik dan implikasi pada aspek bisnis di mana model monetisasi content creation menjadi sumber pemasukan terbesar VICE Indonesia untuk memenuhi kebutuhan operasional.
Keberlangsungan Good News From IndonesiaSebagai Pelaku Jurnalisme Alternatif Jonathan Adrian; Nunik Maharani
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 1, No 2 (2018): Kajian Jurnalisme
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.443 KB) | DOI: 10.24198/jkj.v1i2.21335

Abstract

Makalah ini membahas keberlanjutan Good News From Indonesia (GNFI) sebagai Praktik Jurnalisme Alternatif. Penelitian menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan konstruktivisme dalam bentuk Studi Kasus Robert K. Yin. Penelitian ini menyimpulkan bahwa GNFI tidak bertahan sebagai praktisi jurnalisme alternatif, meskipun kondisi ini membuat GNFI menjadi media yang lebih baik, namun lebih baik menjadi media arus utama. Praktik kurasi yang dilakukan GNFI berbeda dengan konsep jurnalisme kurasi. Business Model Canvas menunjukkan bahwa ada banyak faktor yang menjadikan GNFI sebagai media yang berkelanjutan, misalnya: pendapatan independen, visi dan misi yang jelas, dan penggunaan media sosial. Konsep Chriss Atton tentang Alternative Journalism adalah fase yang dapat digunakan sebagai tonggak bagi media pemula untuk menjadi media arus utama dan mengubah tren media. Dari sudut pandang hukum, peraturan pers tidak dapat mengakomodasi media online dan praktisi kurasi seperti GNFI.
Relasi Ruang Publik Dan Pers Menurut Habermas Yadi Supriadi
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 1, No 1 (2017): Kajian Jurnalisme
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.124 KB) | DOI: 10.24198/jkj.v1i1.12228

Abstract

Jurnalisme merupakan sebuah kegiatan pengelolaan informasi yang memiliki rentang sejarah panjang berbarengan dengan perkembangan konsep ruang publik. Penelitian ini berupaya untuk mengkaji asal mula jurnalsme publik dengan menggunakan pandangan Jurgen Habermas mengenai ontologi ruang publik, sejarah pers, dan hubungan ruang publik dengan pers. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan studi kepustakaan yang berkaitan dengan objek penelitian. Hasil penelitian menunjukan bahwa konsep publik yang melekat pada ruang publik memiliki pengertian berbeda dalam sejarah, hingga ditemukannya konsep ruang publik yang sejalan dengan pandangan kita saat ini. Ruang publik dalam pandangan Habermas memiliki dua bentuk; ruang publik politik dan ruang publik sastra. Melalui dua konsep ruang publik tersebut peneliti menemukan kerterkaitan ruang publik dengan perkembangan pers hingga munculnya konsep jurnalisme publik. 
Wacana Pernikahan Sesama Jenis Di Tv One Ardiansyah Megah Putra; Siti Karlinah
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 1, No 2 (2018): Kajian Jurnalisme
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.399 KB) | DOI: 10.24198/jkj.v1i2.21340

Abstract

Penelitian ini ingin mengetahui bagaimana TV One menciptakan wacana pernikahan sesama jenis dalam program "Debat", "Nikah Sesama Jenis, Manusiawi atau Eksistensi?" episode, 6 Juli 2015. Penelitian dilakukan dengan metode Analisis Wacana Kritis model Norman Fairclough, dengan fokus analisis pada dimensi teks, praktik wacana, dan praktik sosiokultural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat teks, ideologi dari pihak yang kontra menolak wacana pernikahan sesama jenis di Indonesia sangat mendominasi program tersebut, karena mereka mendapat lebih banyak kesempatan untuk berbicara dari tuan rumah daripada yang profesional. Pada tingkat praktik wacana disimpulkan bahwa kebijakan dari tim redaksi TV One yang berlawanan dengan wacana pernikahan sesama jenis mempengaruhi proses produksi dan konsumsi teks. Pada tingkat praktik sosiokultural terungkap bahwa secara umum, masyarakat Indonesia masih sulit menentang wacana pernikahan sesama jenis untuk disetujui dan dilegalkan di negara tersebut.
MANAJEMEN PRODUK MEDIA KOMPAS.COM UNTUK BERSAING DI ERA GENERASI MILENIAL Lisa Viranda; Dadang Rahmat Hidayat; Pandan Yudhapramesti
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 2, No 1 (2018): Kajian Jurnalisme
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (237.468 KB) | DOI: 10.24198/jkj.v2i1.21074

Abstract

Kompas.com merupakan salah satu pionir media online yang masih eksis hingga kini. Daya saing yang tinggi ditunjukkan oleh media ini, dengan menempati peringkat keempat media online yang paling banyak dibaca di Indonesia berdasarkan data Alexa pada September 2018. Pembaca milenial dewasa (rentang usia 25-34 tahun) merupakan pembaca Kompas.com dengan persentase terbesar (38%) pada tahun 2017 dan diikuti oleh milenial muda (18-24 tahun) sebesar 28%. Guna mempertahankan eksistensinya, Kompas.com harus mampu memenuhi kebutuhan generasi milenial. Kemampuan manajemen produk media dibutuhkan untuk menjawab ragam kebutuhan tersebut. Kompas.com melakukannya dengan menciptakan sinergi antara penentuan format, kualitas, harga, dan pengaruh konten. Manajemen produk media Kompas.com juga ditunjang oleh bagian redaksi Kompas.com yang menganut Popular-High Quality Journalism serta bagian pemasaran Kompas.com yang memberlakukan kerangka model bisnis konsumen-sentris. Kata kunci : Kompas.com, milenial, manajemen produk media, media online
Pelaksanaan Regulasi Penyiaran di Daerah, Studi Di Sepuluh Provinsi Dian Wardiana Sjuchro
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 1, No 1 (2017): Kajian Jurnalisme
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.646 KB) | DOI: 10.24198/jkj.v1i1.12226

Abstract

Democratization of broadcasting that is characterized by the diversity of ownership and diversity of content is the aspiration that stated in Law 32/2002 on Broadcasting. However, the enormous of political and business battles that follow the enactment of the broadcasting regulations have hampered its implementation in Indonesia. Now, after nearly 15 years of implementation of the Broadcasting Law in Indonesia, the time to evaluating the implementation of regulation of legislative products in the regions have arrived. Evaluations are directed more to an objective opportunities of local people to access the ownership of local television, and the impact on the content of television local to the communities. The research applied qualitative method and the data is collected by utilizing a survey to the broadcasting stakeholders in 10 areas that is determined purposively. The object of the research is local government, regional broadcasting commissions, community leaders, journalists, lecturers, and the owners of local television licensed. The results show that broadcasting regulations are relatively unworkable in the regions due to various central government policies that do not widely open the opportunities for regional people to access broadcasting licenses. This limitation also led to complaints from the region regarding the content of national television broadcasts that many harm local communities and cultures. Research respondents suggested to have more pro-regional broadcasting regulation and involving local people in the making of policies and regulations of regional broadcasting.
Kebijakan Penggunaan Media Online Website Kompas TV Dan Youtube Untuk Menyalurkan Konten “Eksklusif Digital” Kompas TV Finna Prima Handayani; Ika Merdekawati
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 2, No 2 (2019): Kajian Jurnalisme
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.67 KB) | DOI: 10.24198/jkj.v2i2.21361

Abstract

Meningkatnya konsumsi internet oleh masyarakat Indonesia berdampak pada perubahan pola pemenuhan kebutuhan akan informasi. Kini, masyarakat Indonesia lebih memanfaatkan media online ketika mencari informasi yang dibutuhkan. Hal itu berpengaruh pada penurunan jumlah khalayak yang menggunakan media massa konvensional, termasuk khalayak yang menonton tayangan televisi konvensional. Dengan demikian, Kompas TV membuat sebuah tayangan digital berbasis internet, yaitu “Eksklusif Digital” yang memanfaatkan kanal website kompas.tv dan YouTube untuk menyalurkan kontennya. Penelitian ini menggunakan metode Studi Kasus Intrinsik Robert E. Stake dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, studi dokumen, dan studi pustaka. Hasil penelitian adalah Kompas TV menggunakan website kompas.tv dan YouTube untuk penyaluran konten “Eksklusif Digital”, karena website kompas.tv merupakan platform utama Kompas TV dalam media online dan bertujuan untuk memperkenalkan website kompas.tv kepada khalayak sebagai video portal Kompas TV. Kemudian menggunakan YouTube, karena saat ini YouTube merupakan media sosial yang paling aktif digunakan di Indonesia.

Page 2 of 12 | Total Record : 119