cover
Contact Name
Pandan Yudhapramesti
Contact Email
pandanpramesti@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.kajian.jurnalisme@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kajian Jurnalisme
ISSN : 25490559     EISSN : 25491946     DOI : -
Jurnal Kajian Jurnalisme (JKJ), ISSN 2549-0559 (cetak), ISSN 2549-1946 (online), diterbitkan oleh Program Studi Jurnalistik, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran Indonesia pertama kali pada bulan Juli 2017. Pada edisi pertama Jurnal Kajian Jurnalisme terbit dalam format online dan cetak. Sesuai dengan ketentuan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang mengharuskan setiap jurnal yang diterbikan oleh lembaga pendidikan tinggi harus disajikan dalam bentuk elektronik journal, pada edisi kedua dan seterusnya, jurnal ini terbit sepenuhnya dalam format jurnal elektronik atau format online menggunakan Open Journal System (OJS). Jurnal Kajian Jurnalisme bergabung dengan Asosiasi Penerbit Jurnal Ilmu Komunikasi Indonesia (APJIKI), terbit dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 119 Documents
Manajemen Strategi Redaksi Dan Bisnis Koran Olahraga Topskor Dalam Menghadapi Persaingan Dengan Media Online Di Era Konvergensi Media Nur Cholis; Dian Wardiana
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 1, No 2 (2018): Kajian Jurnalisme
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.589 KB) | DOI: 10.24198/jkj.v1i2.21336

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana Harian Topskor memetakan pesaing mereka dan bagaimana penerapan manajemen strategi redaksi dan bisnis Harian Topskor. Diulas berdasarkan alasan Redaksi Harian Topskor tetap bertahan dalam platform koran dan berdasarkan pola bisnis Topskor berdasarkan model bisnis kanvas. Untuk menguraikannya, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus eksplanatoris model Robert K. Yin.     Hasil penelitian menunjukan, secara redaksional Harian Topskor punya cara dalam menghadapi persaingan dengan media online, yaitu membuat tulisan indepth berupaberita atau analisis pertandingan disertai data dan infografis. Semuanya dilakukan atau diatur lewat manajemen redaksi agar kualitas konten dapat dipertahankan. Secara bisnis, Topskor punya empat pemasukan di antaranya lewat penjualan koran, iklan, rubrikasi, dan aktivasi. Namun, secara tidak langsung, strategi-strategi tersebut sudah banyak dipraktikan juga oleh media online.Simpulan dari penelitian ini adalah strategi redaksi dan bisnis Harian Topskor turut diterapkan juga oleh media online. Kecepatan informasi di media online sulit ditandingi oleh media cetak karena sifatnya yang periodik. Dalam hal bisnis, media online juga melakukan hal yang sama dengan membuat kerja sama iklan dan event.Peneliti menyarankan koran Topskor segera konvergensi media, Harian Topskor dapat menciptakan inovasi konten di koran dan Topskor.id. Selain itu, tim marketing Topskor dapat membuka pintu bisnis lain agar perusahaan tidak bertumpu dari pengiklan yang membuat rubrikasi dan event sebagai pemasukan, contohnya membuat Topskor.id dan sosial media Topskor sebagai pintu pemasukan lainnya.
Jurnalisme Sains dan Sistem Peringatan Dini di Indonesia Rana Akbari Fitriawan
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 1, No 1 (2017): Kajian Jurnalisme
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1013.033 KB) | DOI: 10.24198/jkj.v1i1.12225

Abstract

Memiliki daratan dan lautan yang luas, Indonesia tidak hanya kaya dengan pesona alam yang menakjubkan, tapi sekaligus menyimpan ancaman bencana yang menakutkan. Pemerintah mencatat, antara Januari -November 2014 sudah terjadi bencana alam lebih dari 161 kali seperti gempa bumi, letusan gunung berapi, tsunami, angin puting beliung, tanah longsor, dan banjir. Ini belum termasuk kebakaran hutan yang terjadi di hampir seluruh pulau besar di Indonesia. Kondisi ini membutuhkan peran semua pihak untuk mengatasinya, termasuk media massa. Apalagi masyarakat menggantungkan harapan terhadap media untuk tidak saja menyajikan fakta, tapi lebih jauh mampu berpartisipasi mencegah bencana berikutnya. Ini seiring dengan fungsi nyata media antara lain mengawasi kepentingan masyarakat dengan memberi peringatan tentang bahaya yang mengancam seperti bencana alam, wabah penyakit, perang, dan sebagainya. Tulisan singkat ini mencoba melihat bagaimana jurnalismesains – sebuah genre jurnalisme yang menggunakan pendekatan sains, mengambil peran dalam mendukung sistem peringatan dini bencana. Dengan begitu, pemberitaan tentang bencana tidak hanya berisi tentang peristiwa semata tapi khalayak dapar menjadikannya sebagai pedoman saat mengambil keputusan yang tepat menghadapi bencana.
Konstruksi Realitas Wartawan Pikiran Rakyat Mengenai Pengarusutamaan Isu Lingkungan Dina Aqmarina Yanuary; Gumgum Gumilar
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 1, No 2 (2018): Kajian Jurnalisme
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.876 KB) | DOI: 10.24198/jkj.v1i2.21341

Abstract

Makalah ini membahas pengetahuan, motif, dan pengalaman wartawan dalam membangun isu-isu lingkungan, dan menafsirkan efek dari masalah lingkungan sebagai berita utama. Subjek penelitian ini adalah lima wartawan Pikiran Rakyat. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan studi fenomenologi. Data dalam penelitian ini diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum menjadi jurnalis, informan mendapatkan informasi tentang masalah lingkungan melalui media massa dan pengalaman langsung. Setelah menjadi jurnalis, mereka juga membuat penyesuaian dengan dunia sosial-budaya jurnalisme, seperti informan mereka, jurnalis lain, dan pelaporan lokasi. Pengalaman membuat informan memiliki berbagai motif untuk mengarusutamakan masalah lingkungan. Setelah melakukan penyesuaian dan mendapatkan motif, informan membuat isu lingkungan menjadi berita langsung yang menjadi berita utama oleh editor. Berdasarkan hal tersebut, para informan memiliki makna pada isu-isu lingkungan dalam tajuk utama, antara lain: masalah lingkungan sangat penting, harus dipertanggungjawabkan, masalah lingkungan telah menjadi perhatian utama, kedekatan bernilai tinggi, dan berdampak.
PEMAKNAAN PEREMPUAN JURNALIS TELEVISI DI KOTA BANDUNG TERHADAP PROFESI JURNALIS Anissa Dea Widiarini; Siti Karlinah; Maimon Herawati
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 2, No 1 (2018): Kajian Jurnalisme
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.328 KB) | DOI: 10.24198/jkj.v2i1.21075

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan perempuan jurnalis televisi di Kota Bandung terhadap profesi jurnalis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi terhadap perempuan jurnalis televisi di Kota Bandung. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara mendalam, observasi, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian dianalisis secara kualitatif dan interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan jurnalis televisi di Kota Bandung memaknai profesi jurnalis sebagai profesi yang menantang, profesi yang membutuhkan keahlian, dan profesi yang memperluas jaringan. Profesi yang menantang dimaknai sebagai profesi yang dinamis, penuh tantangan, dan menuntut tanggung jawab. Profesi yang membutuhkan keahlian dimaknai sebagai profesi yang membutuhkan passion atau keinginan yang tinggi, membutuhkan keberanian, dan membutuhkan idealisme. Profesi yang memperluas jaringan dimaknai sebagai profesi yang menambah relasi dan menambah ilmu. Makna profesi jurnalis ini berasal dari masa lalu informan (because-motive), interaksi informan dengan orang lain, serta bagaimana orang lain memaknai hal yang sama.Kata kunci: fenomenologi; kota bandung; pemaknaan; perempuan jurnalis; televisi.
Pengarusutamaan Berita Desa Oleh Gerakan Desa Membangun (GDM) Sebagai Upaya Kontrahegemonik Tristia riskawati; Dede Mulkan
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 1, No 1 (2017): Kajian Jurnalisme
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.542 KB) | DOI: 10.24198/jkj.v1i1.12224

Abstract

This research aims to understand the mainstreaming of village news by Gerakan Desa Membangun (Building Village Movement). The method used is collective case study using an approach of critical paradigm. Desa Melung, Kabupaten Banyumas and Desa Cibiru Wetan, Kabupaten Bandung are observed. The research shows that mainstreaming of village news by Building Village Movement is an endeavour of contra-hegemony because it attempts to create an alternative media as a rival to mainstream media. The mainstreaming of village news by Building Village Movement is significant in encouraging villagers to share informations as well as attracting academics attention to its movement.
Jurnalisme Data Dalam Digitalisasi Jurnalisme Investigasi Tempo Adithya Asprilla; Nunik Maharani
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 2, No 2 (2019): Kajian Jurnalisme
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.43 KB) | DOI: 10.24198/jkj.v2i2.21362

Abstract

Penelitian dengan judul Jurnalisme Data dalam Digitalisasi Jurnalisme Investigasi Tempo ini bertujuan untuk mengetahui mengapa dan bagaimana digitalisasi media digunakan dalam jurnalisme data pada kerja jurnalisme investigasi Tempo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus eksplanatoris Robert K. Yin, serta menggunakan teori media baru, teori mediamorfosis, dan konsep jurnalisme data untuk menganalisa penelitian dan mendapatkan tujuan tersebut. Hasil penelitian ini menunjukkan Tempo menerapkan jurnalisme data dalam investigasinya guna menegaskan diferensiasi; sejalan dengan visi digitalisasi media yang mereka canangkan, serta agar dapat memaksimalkan hasil akhir konten. Penerapan digitalisasi media dan jurnalisme data tersebut turut berpengaruh pada penyesuaian pola berpikir di jajaran redaksi. Simpulan dari penelitian ini adalah Tempo memiliki visi dalam proses digitalisasi media yang mereka lakukan. Adanya jurnalisme data ternyata sejalan dengan visi digitalisasi Tempo dan ini dipertegas dengan kehadiran aplikasi yang menawarkan ruang kreatif untuk konten investigasi berbasis olahan data. Aplikasi tersebut dapat menjadi penopang Tempo dalam menarik jumlah pembaca generasi milenial demi menunjang keberlangsungan media tersebut.
Representasi Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan Di Situs Berita Tirto.Id Muji Rahayu; Herlina Agustin
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 2, No 1 (2018): Kajian Jurnalisme
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1256.816 KB) | DOI: 10.24198/jkj.v2i1.21321

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara Tirto.idmembingkai citra-citra tertentu untuk merepresentasikan kekerasan seksual terhadap perempuan. Metode yang digunakan adalah analisis pembingkaian (framing) model William A. Gamson dan Andre Modigliani. Model ini menggunakan perangkat pembingkaian berupa perumpamaan dan pengandaian (metaphors), frasa menarik dan kontras (catchphrase), pengaitan bingkai dengan contoh dan uraian (exemplars), penggambaran isu yang bersifat konotatif (depictions), dan penggunaan gambar dan grafik untuk mendukung bingkai (visual images), serta perangkat penalaran berupa analisis kausal sebab akibat (roots), premis dasar dan klaim moral (appeals to principle), dan efek atau konsekuensi bingkai (consequences).Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tirto.idmengemas berita-berita ini untuk merepresentasikan kekerasan seksual terhadap perempuan sebagai musuh bersama akibat patriarki. Representasi ini ditunjukkan dengan pembingkaian ketidakefektifan penegakkan hukum di Indonesia dalam menangani kasus kekerasan seksual, pengaruh buruk patriarki kepada masyarakat dan kepada laki-laki pelaku kekerasan seksual, serta ajakan dan edukasi kepada masyarakat untuk berjuang bersama dalam menghentikan kekerasan seksual terhadap perempuan
Podcast sebagai Alternatif Distribusi Konten Audio Efi Fadilah; Pandan Yudhapramesti; Nindi Aristi
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 1, No 1 (2017): Kajian Jurnalisme
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.459 KB) | DOI: 10.24198/jkj.v1i1.10562

Abstract

The proliferation of Internet has been another warning bell for conventional broadcast radio. Numbers of listener gradually shift to the new mean of media as it is more attractive and convenient  for users. The situation drives radio managers to adapt with various ways. Developing audio podcast is among the strategy that has been growing in the United States and various countries in Europe, but not yet quite popular in Indonesia. Whereas the potential audience is quite large, since the growing number of commuters and fact that about 30% of total population is categorized as auditory learner. For such reason, this library research is conducted to explore the opportunities for audio podcast to develop in Indonesia, as well as content analysis of some of the most successful podcast provider sites. The results show that audio podcast optimization strategy includes the development of podcast materials with appropriate approach and content distribution with audience’s needs, wants, and ways of consuming audio content; as well as the compatibility of the content with the character and orientation of the media. In addition, this effort must also be accompanied by intensive campaigns through various way. 
Pemanfaatan Insta Story Dalam Aktivitas Jurnalistik Oleh Majalah Gadis Cerysa Nur Insani; Dadang Rahmat Hidayat; Ipit Zulfan
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 3, No 1 (2019): Kajian Jurnalisme
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.052 KB) | DOI: 10.24198/jkj.v3i1.22453

Abstract

Dalam prosesnya mediamorfosis telah melahirkan teknologi-teknologi baru yang dapat dimanfaatkan manusia dalam bidang komunikasi. Fitur Insta Story dalam media sosial Instagrammerupakan salah satu hasil perkembangan teknologi komunikasi. Kemudahan dan kecepatan yang ditawarkan oleh fitur ini kemudian mulai digunakan salah satunya pada bidang media. Majalah GADIS merupakan salah satu media massa yang aktif menggunakan fitur Insta Story pada akun Instagrammereka untuk aktivitas jurnalistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan fitur Insta Story dalam aktivitas jurnalistik oleh Majalah GADIS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan Majalah GADIS memanfaatkan fitur Insta Story dalam aktivitas jurnalistiknya adalah kesesuaian dengan target khalayak, mudah diakses, dan efektif. Fitur Insta Story dimanfaatkan oleh Majalah GADIS untuk melakukan tiga hal yaitu; sebagai media pelaporan, sebagai alat distribusi informasi; dan sebagai wadah interaksi dengan khalayak. Implikasi pemanfaatan fitur Insta Story bagi Majalah GADIS adalah sebagai teknologi yang efisien dan efektif, komunikasi dengan khalayak lebih mudah, peningkatan jumlah kunjungan menjadi nilai tambah pada segi bisnis, sebagai bahan evaluasi mengenai konten, serta membuktikan kredibilitas Majalah GADIS sebagai sebuah media.
Wacana Islam Radikal dalam Majalah TEMPO Muhammad Rifqi Fadil; Pandan Yudhapramesti
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 3, No 1 (2019): Kajian Jurnalisme
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (609.408 KB) | DOI: 10.24198/jkj.v3i1.22851

Abstract

Istilah radikal acapkali dikaitkan dengan hal negatif, meski dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) radikal bermakna secara mendasar (sampai kepada hal yang prinsip), amat keras menuntut perubahan, serta maju dalam berpikir atau bertindak. Istilah yang dikaitkan dengan hal negatif ini banyak didengungkan oleh media massa. Pemaknaan radikal melekat dengan dunia Islam dan terorisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui wacana Islam Radikal yang ditampilkan pada laporan Tempo edisi 4-10 Juli 2016 pada dimensi teks, praktik wacana, dan praktik sosial-budaya, menggunakan metode analisis wacana kritis model Norman Fairclough, yang memandang adanya hubungan antara teks yang mikro dengan masyarakat yang makro. Hasil penelitian menunjukkan pada dimensi teks, pada laporan utama terlihat adanya narasumber pemberitaan yang tidak berimbang dan tidak komprehensif. Pada dimensi praktik wacana, Tempo menciptakan wacana Islam Moderat lalu menciptakan pula wacana Islam Radikal yang digambarkan sebagai sesuatu yang berbahaya. Pada dimensi sosiokultural, Tempo telah terlebih dahulu terhegemoni oleh pemikiran tokoh Islam Nurcholis Madjid soal wacana Islam. Tempo melanggengkan kuasa wacana tersebut dengan menerbitkan laporan utama edisi 4-10 Juli 2016 dan meminggirkan wacana tandingan, dengan membangun wacana Islam Radikal dan membuat indikator-indikator terkait.

Page 3 of 12 | Total Record : 119