cover
Contact Name
Pandan Yudhapramesti
Contact Email
pandanpramesti@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.kajian.jurnalisme@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kajian Jurnalisme
ISSN : 25490559     EISSN : 25491946     DOI : -
Jurnal Kajian Jurnalisme (JKJ), ISSN 2549-0559 (cetak), ISSN 2549-1946 (online), diterbitkan oleh Program Studi Jurnalistik, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran Indonesia pertama kali pada bulan Juli 2017. Pada edisi pertama Jurnal Kajian Jurnalisme terbit dalam format online dan cetak. Sesuai dengan ketentuan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi yang mengharuskan setiap jurnal yang diterbikan oleh lembaga pendidikan tinggi harus disajikan dalam bentuk elektronik journal, pada edisi kedua dan seterusnya, jurnal ini terbit sepenuhnya dalam format jurnal elektronik atau format online menggunakan Open Journal System (OJS). Jurnal Kajian Jurnalisme bergabung dengan Asosiasi Penerbit Jurnal Ilmu Komunikasi Indonesia (APJIKI), terbit dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli.
Arjuna Subject : -
Articles 119 Documents
Konstruksi Pemberitaan Kebakaran Hutan dan Lahan pada Tribun Jambi Elfride Isai Maranatha; Ika Merdekawati Kusmayadi
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 3, No 2 (2020): KAJIAN JURNALISME
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v3i2.23894

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan merupakan isu yang serius di Indonesia saat ini. Media massa mempunyai peran strategis dalam menyajikan informasi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Penelitian ini ingin mengetahui konstruksi pemberitaan karhutla yang dilakukan Tribun Jambi dan dianalisis menggunakan analisis bingkai model Robert M. Entman. Hasil penelitian ini menunjukkan dalam mengidentifikasi masalah, Tribun Jambi melihat masalah kebakaran hutan dan lahan sulit dipadamkan karena titik api yang terus yang meluas. Dalam memperkirakan penyebab masalah, Tribun Jambi melihat bahwa faktor berkurangnya curah hujan didukung dengan tindakan masyarakat dan perusahaan yang terus membakar lahan. Dalam membuat keputusan moral, Tribun Jambi menggiring pembaca untuk menilai pemerintah secara positif, dengan memberi informasi terkait tindakan yang dilakukan pemerintah dalam memadamkan titik-titik api. Dalam menuliskan penekanan penyelesaian, Tribun Jambi menyampaikan bahwa penegakan hukum perlu dilakukan pemerintah setegas-tegasnya agar kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi lagi. Simpulannya, dalam membingkai berita, Tribun Jambi belum berimbang, dan lebih condong ke pemerintah.
Penggunaan Infografis pada Akun Instagramtirtoid sebagai Strategi Cross-media Retno Nurul Aisyah; Efi Fadilah; Nuryah Asri Sjafirah
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 3, No 2 (2020): KAJIAN JURNALISME
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v3i2.22276

Abstract

Strategi cross-media (penyilangan media) adalah strategi diversifikasi dan pengintegrasian yang dilakukan oleh media massa di platform media lainnya termasuk media sosial. Tirto.id merupakan salah satu media massa yang menerapkan strategi ini dengan menggunakan infografis di akun Instagram-nya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan infografis pada akun Instagramtirtoid sebagai strategi cross-media melalui metode studi kasus.Hasil penelitian menunjukkan kebijakan Tirto.id menggunakan infografis di Instagram dilatarbelakangi empat pertimbangan; segmentasi khalayak, sifat dan karakter platform, kemudahan produksi, dan  karakter perusahaan. Keempat pertimbangan ini sesuai dengan konsep dasar strategi cross-media yang menekankan pada kesesuaian pilihan media dan konten yang disajikan. Dalam proses produksi konten infografis, ada enam tahapan yang dilaksanakan Tirto.id. Tirto.id memberikan karakter khas pada infografisnya yang dilandaskan pada prinsip dan etika jurnalistik. Tirto.id menggunakan prinsip reuse, repackaging, dan recreate dalam pendistribusian dan pengembangan konten infografis di Instagram yang pada dasarnya membangun praktik agenda setting.   Strategi cross-media menggunakan Instagram ini berdampak pada meningkatnya kebutuhan sumber Daya Manusia (SDM) tim produksi, penguatan brand, dan terbukanya peluang baru pemasaran. 
Penerapan Pagar Api pada Female Daily Network Cristine Manik; Henny Sri Mulyani; Ika Merdekawati Kusmayadi
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 4, No 2 (2021): KAJIAN JURNALISME
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v4i2.27156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses produksi advertorial pada website dan YouTube media gaya hidup Female Daily Network, apa kebijakan yang diterapkan untuk mengatur iklan, dan bagaimana prinsip pagar api diterapkan pada konten advertorial. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masifnya pertumbuhan iklan internet di Indonesia.  Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus intrinsik Robert E. Stake. Peneliti menggunakan studi kasus intrinsik karena terdapat keunikan yang jelas mengenai cara Female Daily Network memproduksi iklan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumen kualitatif, materi audiovisual, studi literatur, dan penelusuran data online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Female Daily Network memproduksi advertorial dalam dua tahap, yaitu proses penjualan dan proses produksi (running campaign). Female Daily Network tidak memiliki ketentuan yang ketat dalam penerimaan kerja sama iklan sehingga harus selalu melakukan negosiasi terlebih dahulu dengan calon pengiklan. Tim redaksi bertugas untuk menulis editorial dan advertorial. Negosiasi dengan pengiklan mempengaruhi aktivitas jurnalistik hingga menimbulkan bias batasan antara advertorial dan editorial di Female Daily Network, meskipun prinsip pagar api mulai diterapkan. Peneliti menyarankan agar Female Daily Network memperjelas batasan pagar api antara editorial dan advertorial dengan cara membuat segmen khusus untuk video advertorial dan kanal khusus untuk artikel; memisahkan alur kerja sumber daya manusianya; dan mengatur kebijakan mengiklan yang tegas terhadap pengiklan.
Konstruksi Makna Aktivitas Jurnalistik Bagi Pelajar Anggota Komunitas Hai School Crew Syifa Nuri Khairunnisa; Henny Srimulyani; Ipit Zulfan
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 4, No 1 (2020): KAJIAN JURNALISME
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v4i1.26614

Abstract

Hai School Crew (HSC) adalah sebuah komunitas pelajar SMA yang berada di bawah naungan media Hai Online, tempat anggotanya melakukan kegiatan keredaksian yang dilakukan oleh redaksi Hai Online. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif, pengalaman, dan makna aktivitas jurnalistik bagi pelajar anggota komunitas yang menjalankan aktivitas jurnalistik lewat komunitas HSC. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi terhadap tujuh pelajar yang menjadi anggota komunitas HSC. Hasil penelitian menunjukkan proses konstruksi makna aktivitas jurnalistik yang dialami oleh para pelajar. Para pelajar awalnya memiliki beberapa motif untuk berpartisipasi di komunitas HSC. Motif tersebut mendorong pelajar melakukan berbagai aktivitas jurnalistik, sehingga memberi pengalaman tentang kejurnalistikan. Pengalaman yang menjadi rutinitas membentuk kebiasaan dalam melakukan pekerjaan mereka di redaksi Hai Online. Pengalaman tersebut kemudian membentuk pengetahuan khusus serta membangun pemaknaan tentang aktivitas jurnalistik yang mereka lakukan lewat komunitas HSC. Para informan memaknai aktivitas jurnalistik sebagai sebuah kegiatan mencari berita yang dituangkan ke dalam bentuk tulisan. Makna kegiatan yang mereka lakukan adalah sebagai sarana mempelajari bagaimana jurnalis bekerja. Simpulan dari penelitian ini adalah dengan menjalankan aktivitas jurnalistik secara rutin, para informan memperoleh motif, pengalaman, dan makna aktivitas jurnalistik, sehingga mereka bisa memahami perannya sebagai seorang partisipan yang memiliki tugas layaknya jurnalis profesional. Saran penelitian ini adalah agar para anggota HSC bisa terus mempertahankan eksistensi mereka dan terus aktif melakukan aktivitas jurnalistik yang menarik bagi remaja.
Kontra Propaganda Deklarasi Negara Papua Barat dalam Konstruksi Pemberitaan Tempo.co Raden Wahyu Utomo Martianto; Muhamad Isnaini
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 5, No 1 (2021): KAJIAN JURNALISME
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v5i1.31885

Abstract

Ketua ULMWP Benny Wenda mendeklarasikan Deklarasi Negara Papua Barat secara sepihak pada 1 Desember 2020 dari pengasingannya di Inggris, sekaligus mengangkat dirinya sebagai Presiden Pemerintah Sementara Papua Barat. Deklarasi tersebut diklaim sebagai langkah maju menuju referandum kemerdekaan Papua untuk memisahkan diri dari NKRI. Sejumlah kalangan dari dalam negeri Indonesia menilai deklarasi tersebut sebagai propaganda ULMWP dan Benny Wenda dalam upayanya untuk membentuk opini global.  Perlawanan muncul dalam pemberitaan di berbagai media massa online maupun konvensional, salah satunya adalah media berita online Tempo.co. Kajian ini membahas framing berita Deklarasi Negara Papua Barat oleh media berita online Tempo.co, untuk menjelaskan bagaimana teks berita yang dikonstruksi merepresentasikan kontra-propaganda. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode analisis framing Robert N. Entman dengan menekankan, memilih isu atau menyoroti aspek-aspek dalam suatu realitas tertentu, yang mengungkap bagaimana framing berita dilakukan oleh media online Tempo.co. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembingkaian media online Tempo.co terhadap Deklarasi Negara Papua Barat merupakan pembingkaian negatif, Kontra Propaganda dikonstruksi dari framing teks media yang menegaskan Papua berstatus bagian dari Indonesia sebagai satu-satunya entitas yang menguasai Papua dilindungi oleh hukum internasional. Peneliti juga menemukan bahwa Kontra Propaganda pada Konstruksi Media Tempo.co dalam penelitian ini, sekaligus juga menjadi bentuk propaganda dari media itu sendiri dalam mengungkapkan keberpihakan atau sikap politik media.
Kekuatan Visual dalam Mendisiplinkan Khalayak di Masa Pandemi Covid-19 Sandi Jaya Saputra
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 4, No 2 (2021): KAJIAN JURNALISME
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v4i2.27811

Abstract

Dalam artikel ini, penulis membedah dua foto yang dimuat oleh dua media massa dengan menggambarkan situasi pandemi Covid-19 di Indonesia. Dua foto tersebut berperan sebagai pintu masuk untuk melihat posisi budaya visual Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19, budaya visual disini dilihat dari pendekatan media massa menggunakan fotografi sebagai representasi Indonesia. Fotografi bukan hanya mengedepankan aspek indah, melainkan mampu menggambarkan kompleksitas, problematika sekaligus membuka ruang diskusi dan bagaimana memahami daya kebudayaan Indonesia. Artikel ini tidak dalam tujuan memiliki pretensi untuk menyederhanakan bahkan memotong lompatan budaya visual Indonesia, namun bagaimana mendudukkan kesadaran penuh yang dimiliki khalayak dalam menghadapi sebuah “bencana”. Pada titik ini, penulis berusaha untuk membongkar makna mitos pada dua foto yang akan di bongkar. Tujuan penulis adalah untuk memperlihatkan kompleksitas dari permasalahan kultural, khususnya yang bersangkutpaut dalam budaya visual, dengan meminjam dua foto yang diambil dari media massa. Dua foto tersebut dipilih atas dasar mampu menghadirkan ulang realitas Indonesia dalam menghadapi pandemi Covid-19. Artikel ini menggunakan semiologi Barthesian. Tujuannya adalah untuk mengupas bagaimana sebuah visual memiliki daya gempur indrawi dengan kekuatannya yang mampu menentukan perilaku khalayak. Dalam artikel ini, penulis memaparkan relasi praktik fotografi dengan wacana pandemi Covid-19 di Indonesia yang bersifat produktif atau bisa jadi kontraproduktif. Penelitian ini ingin menunjukkan bahwa visual, dalam hal ini fotografi merupakan salah satu medium dalam bentuk tanda yang di dalamnya memiliki ideologi, sebagai sumbangsih pemikiran untuk pemerintah agar melek dalam memaksimalkan medium, dalam hal ini fotografi.
Framing Advokasi Perkuliahan Tatap Muka di Masa Normal Baru dalam Pemberitaan Kedaulatan Rakyat Widowati Maisarah
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 4, No 2 (2021): KAJIAN JURNALISME
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v4i2.31300

Abstract

Pandemi Covid-19 menimbulkan efek di semua sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor pendidikan. Demi menekan penularan virus Corona baru, proses pendidikan pun dilakukan dengan cara pembelajaran daring, termasuk perkuliahan di Perguruan Tinggi. Selain mengalami banyak hambatan teknis, perkuliahan daring berdampak pada metode pembelajaran dan bahkan dampak lain yang lebih luas. Seperti apa yang terjadi di Yogyakarta yang mengandalkan pergerakan ekonomi daerah dari sektor pendidikan tinggi khususnya belanja mahasiswa pendatang. Dilema antara urgensi penerapan kembali perkuliahan luring untuk mendukung pemulihan ekonomi atau pengutamaan kesehatan masyarakat menjadi isu yang mengemuka di dalam pemberitaan media lokal. Artikel ini memaparkan bagaimana koran lokal terbesar di Yogyakarta, Kedaulatan Rakyat, membingkai perkuliahan daring di masa pandemi Covid-19 dalam pemberitaannya. Kedaulatan Rakyat membangun framing perkuliahan daring sebagai salah satu penyebab perlambatan ekonomi daerah. Pemberitaan koran tersebut memuat narasi yang advokatif supaya kampus-kampus di Yogyakarta segera membuka kembali perkuliahan tatap muka sebagai solusi atas stagnasi ekonomi daerah.
Critical Discourse Analysis dalam Catatan Minggu: Teks dan Praksis dalam Narasi Urban Gabriela Laras Dewi Swastika; Jennifer Esther
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 4, No 1 (2020): KAJIAN JURNALISME
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v4i1.27276

Abstract

Hari Minggu melekat pada beberapa aktivitas dalam praktik keseharian, bila merujuk pada ritual keagamaan, hari Minggu identik dengan prosesi religi Kristen, sementara bila mengacu pada kalender pemerintah, sebagian besar masyarakat Indonesia sedang menikmati hari libur dari pekerjaan mereka di penghujung minggu. Dari sekian banyak aktivitas yang dioperasikan pada hari Minggu, penelitian ini memfokuskan pada praktik membaca surat kabar Minggu. Subyek dalam penelitian adalah Kompas Minggu, surat kabar akhir pekan yang tampil dengan wujud lebih stylish, berisikan topik-topik seputar budaya, masyarakat, gaya hidup, kehidupan urban, kebudayaan populer, kuliner, keluarga, dan seni. Penelitian ini secara khusus meneliti kolom dalam Kompas Minggu yang bertajuk Catatan Minggu. Peneliti mengambil tiga kolom dalam Catatan Minggu yang terbit pada 14 Juni 2015 berjudul Yogya-Magelang, lalu pada 28 Juni 2015 berjudul Padang-Bukittinggi, lalu kolom ketiga dengan judul Pada Setiap Sudut Kota New York yang diterbitkan pada 5 November 2017. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah critical discourse analysis (CDA) atau analisis wacana kritis yang diutarakan oleh Teun A. Van Dijk. CDA Van Dijk menaruh landasan diskursus (discourse) pada tatanan sosiokognitif, di mana memiliki dua maksud. Maksud pertama bahwasanya diskursus berelasi pada proses tekstual yang berada dalam lingkup media massa, lalu maksud kedua, diskursus menyiratkan nilai-nilai, struktur sosial, praktik, bahkan relasi kuasa. Metode ini digunakan untuk mengupas rumusan masalah penelitian: bagaimana interplay antara teks dan praksis dalam narasi urban yang terkandung dalam kolom Catatan Minggu.
Implementasi Misi Televisi Republik Indonesia: Antara Tanggung Jawab Sosial dan Kompetisi Media Retor Aquinaldo Wirabuanaputera Kaligis; Nada Sofiyani; Cindy Clara
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 5, No 1 (2021): KAJIAN JURNALISME
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v5i1.31893

Abstract

Di tengah perkembangan stasiun televisi swasta dan media online, TVRI tidak hanya menghadapi tantangan meraih khalayak. Berbagai program acara televisi swasta dan media online yang hanya mengejar keuntungan menimbulkan sejumlah ekses terhadap lingkungan sosial khalayak. Penelitian ini menggunakan Teori Pers Tanggung Jawab Sosial yang dikaitkan dengan misi TVRI sebagai lembaga penyiaran publik.  Misi TVRI menggambarkan upaya pemenuhan tanggung jawab sosial harus diletakkan dalam  konteks kompetisi media.  Jika TV Publik tidak banyak ditonton orang maka upaya pemenuhan tanggung jawab sosial  tidak berdampak signifikan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengetahui implementasi misi TVRI dalam pemenuhan tanggung jawab sosial  pers di tengah kompetisi media di era Direktur Utama Helmy Yahya (2017-2020). Dengan pendekatan kualitatif deskriptif dan organisasi sebagai unit analisis, penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data wawancara mendalam terhadap sejumlah informan kunci dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan implementasi misi TVRI dilakukan melalui sejumlah terobosan dari pembaruan sarana dan prasarana hingga sumber daya manusia. Namun upaya TVRI memenuhi tanggung jawab sosial terkendala faktor regulasi dan konsolidasi internal. Revisi UU No. 32 Tahun 2002 diperlukan untuk mereposisi kedudukan dewan pengawas dan kemandirian pembiayaan TVRI. Adapun konsolidasi internal memerlukan perbaikan manajemen administrasi internal TVRI, pengembangan budaya organisasi baru, dan penguatan bidang pengelolaan sumber daya manusia.
Kebijakan Redaksional Radar Banjarmasin pada Pemberitaan Kasus Covid-19 di Kalimantan Selatan Lalita Hanief; Putri Ayu Hidayatur Rafiqoh; Bachruddin Ali Akhmad
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 4, No 2 (2021): KAJIAN JURNALISME
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v4i2.29354

Abstract

Radar Banjarmasin adalah salah satu koran lokal di Kalimantan Selatan di bawah grup JPNN. Radar Banjarmasin dengan tagline ‘Paling Paham Soal Banua’ menyajikan berita teraktual. Ketika Indonesia dilandai pandemi Covid-19, Radar Banjarmasin juga memberitakan kasus ini secara terus-menerus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kebijakan redaksional media cetak (Radar Banjarmasin) dalam pemberitaan kasus Covid-19 di Kalimantan Selatan. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan tipe eksplanatif. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, dokumentasi dan studi literatur. Informan dalam penelitian ini yaitu Toto Fachrudin selaku Pemimpin Redaksi, dan Ramli Arisno selaku redaktur. Hasil penelitian diketahui bahwa kebijakan redaksi Radar Banjarmasin dalam memberitakan kasus Covid-19 di Kalimantan Selatan, adalah fokus pada pandemi dengan terus memantau perkembangan terbaru dari gugus tugas Covid-19, hasil tes Covid-19, pemantauan kepada rumah sakit, mendorong pihak gugus tugas agar terbuka, dan memantau tempat-tempat keramaian. Radar Banjarmasin menjadikan gugus tugas Covid-19 dan Dinas Kesehatan sebagai rujukan utama, dimana hal ini sejalan dengan tujuan Radar Banjarmasin dalam memberitakan Covid-19 yaitu untuk mengedukasi masyarakat, mengatasi disinformasi dan hoax yang banyak beredar di masyarakat.

Page 5 of 12 | Total Record : 119