cover
Contact Name
Mufarizuddin
Contact Email
jurnalpgsd.up@gmail.com
Phone
+6282165028412
Journal Mail Official
jurnalpgsd.up@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai No 23 Kabupaten Kampar Provinsi Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP)
ISSN : 2655710X     EISSN : 26556022     DOI : https://doi.org/10.31004/jrpp.v5i1.4136
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) is a National peer-reviewes journal dedicated to the exchange of research and thinking in all aspects of education, especially basic education. Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) publishes research results relating to the theory and practice of teaching and learning, curriculum development, learning materials, learning models, learning methods and learning media in education.Journal of Review of Education and Teaching (JRPP) is published four times a year in March June September and December. As our commitment to the advancement of science and technology, Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) follows an open access policy that allows published articles to be available for free online without any subscription.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 4,731 Documents
ANALISIS PENERAPAN KOMUNIKASI SBAR OLEH PERAWAT DI RUMAH SAKIT X BANJARMASIN Mawarni, Tri; Yuhansyah, Yuhansyah
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.24805

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Komunikasi SBAR oleh perawat di Rumah Sakit X Banjarmasin. Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 40 perawat yang aktif terlibat dalam kegiatan serah terima (handover). Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup empat aspek Komunikasi SBAR, yaitu Situation, Background, Assessment, dan Recommendation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawat di rumah sakit ini secara umum telah efektif dalam menyampaikan informasi terkait situasi, latar belakang, penilaian, dan rekomendasi pasien pada saat serah terima. Namun, terdapat ketidak konsistenan dalam penyampaian informasi latar belakang, seperti tanggal masuk dan riwayat keluhan sebelumnya. Evaluasi terhadap penerapan Komunikasi SBAR secara keseluruhan menunjukkan bahwa 40 responden (100%) menerapkan metode ini dengan baik. Dalam konteks ini, diperlukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan kesadaran perawat terhadap aspek-aspek kunci yang mempengaruhi penerapan Komunikasi SBAR. Pelatihan dan pendidikan lanjutan dapat menjadi solusi untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan perawat dalam menyampaikan informasi secara terstruktur dan lengkap pada saat serah terima. Peningkatan ini diharapkan dapat membawa dampak positif terhadap kualitas pelayanan kesehatan dan koordinasi tim perawatan.
DAMPAK SOSIALISASI PERPAJAKAN DAN PENGGUNAAN E-FILLING TERHADAP KEPATUHAN WAJIB PAJAK PMKM PRIMA INDONESIA Purwati , Agnes Susana Merry; Akadiati, Victoria Ari Palma; Sari, Yohana Veny Pradita
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.24806

Abstract

UMKM memiliki kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, untuk melaksanakan kewajiban perpajakannya, beberapa faktor menjadi penyebab dimasyarakat yang timbul seperti belum memiliki rasa tanggug jawab setelah memiliki NPWP, pengetahuan tentang pengisian SPT Tahunan baik orang pribadi maupun usaha yang masih minim terlebih penggunaan aplikasi e-filling dalam mengisi laporan SPT Tahunan, dan adanya pemadanan NIK menjadi NPWP saat ini. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa dampak sosialisasi perpajakan dan penggunaan e-filling berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak PMKM Prima Indonesia. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif. Teknik analisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Sampel yang digunakan yaitu para pengusaha mikro kecil dan menengah (PMKM) yang telah tergabung dalam Prima Indonesia sejumlah 35 sampel. Berdasarkan hasil analisis penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Sosialisasi perpajakan berpengaruh signifikaan terhadap kepatuhan wajib pajak. (2) Penggunaan e-filling tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. (3) sosialisasi perpajakan, dan penggunaan e-filling berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Keterbatasan dalam penelitian ini masih ada wajib pajak yang mengalami kesulitan dalam penggunaan aplikasi e-filling.
ANALISIS MAKNA PADA NOVEL KAMI BUKAN GENERASI BACOT KARYA J.S KHAIREN Fatmasari, Ria Kristia; Mukarromah , Asifatul
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.24807

Abstract

Penelitian ini mengenai analisis makna pada novel Kami Bukan Generasi Bacot karya J.S Khairen. Penelitian ini memiliki 3 rumusan masalah yaitu, mendeskripsikan dan menjelaskan makna konotatif dalam novel Kami Bukan Generasi Bacot 2 analisi makna afektif dalam novelKami Bukan Generasi Bacot, 3analisis makna kias dalam novel Kami Bukan Generasi Bacot karya J.S Khairen. Dalam data penelitian ini berupa kata, frasa, kalimat maupun dialog, data dalam penelitian ini berupa makna konotatif makna afektif dan makna kias dalam novel Kami Bukan Generasi Bacot karya J.S Khairen. Penelitian ini menggunakan pendekatan pengantar semantik dan semantik leksikal sedangkan metode dalam penelitian ini kualitatif deskriptif dengan menguraikan dan menggambarkan hasil data yang ditemukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan pengantar semantik dan semantik leksikal sebagai kerangka metodologi. Berdasarkan hasil penelitian dalam novel Kami Bukan Generasi Bacot J.SKhairen memperoleh data sebanyak makna konotatif 23, makna afektif 19 data dan makna kias ditemukan sebanyak 27 data.
ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA DAN MEMBACA DI MUSLIM SATUN WITTAYA SCHOOL Nasution , Annyzaq Pitri; Sitepu, Melyani Sari; Nasution, Dewi Kesuma
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 No 1 Tahun 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v7i1.24808

Abstract

Kesalahan yang dilakukan oleh pembelajar bahasa kedua/asing di Muslim Satun Wittaya School Thailand terjadi ketika pembelajar belum mempelajari beberapa item bahasa dan secara konsisten melakukan kesalahan, di penelitian ini penulis bertindak sebagai guru sekaligus penganilis kesalahan berbahasa dan membaca di salah satu sekolah diThailand. Beberapa ahli melihat kesalahan sebagai hal yang normal sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran bahasa, sementara yang lain menganggapnya sebagai bentuk penyimpangan yang menunjukkan kegagalan pembelajar dalam menerapkan sistem bahasa. Sumber kesalahan dapat berasal dari interferensi (pengaruh bahasa pertama yaitu Thai), kompleksitas bahasa target, atau sistem belajar mengajar. Kesalahan dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori: linguistik, permukaan, komparatif, dan pengaruhnya terhadap komunikasi. Dengan latar belakang paedagogis, analisis kesalahan hadir untuk memecahkan masalah bahasa pelajar melalui prosedur: pengumpulan data, identifikasi kesalahan, deskripsi kesalahan, penjelasan kesalahan, klasifikasi kesalahan, dan evaluasi. Hasil dari analisis kesalahan dapat digunakan untuk berbagai manfaat, antara lain: menentukan urutan materi pengajaran, menentukan materi kebahasaan yang membutuhkan perlakuan khusus dan latihan yang lebih banyak, memperbaiki pengajaran secara remedial, memilih butir-butir soal untuk mengevaluasi atau menguji kemampuan berbahasa pembelajar, dan menghindari kesalahan yang sama di kemudian hari.
PUSAT PENDIDIKAN ISLAM BERBASIS MASJID Humaysah, Humaysah; Zarah, Jihan Annisa; Harianto, Aisyah; Luthfiyyah, Siti; Wismanto, Wismanto
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2023): Volume 6 No. 3 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i3.24824

Abstract

Masjid dan pendidikan Islam merupakan dua bagian yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Keduanya senantiasa berjalan beriringan dalam perjalanan panjang dinamika pendidikan Islam. Tujuan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan konsep pemberdayaan masjid sebagai pusat pendidikan Islam dan mengoptimalkan potensi masjid sebagai pusat pendidikan Islam. Dengan menjawab berbagai pertanyaan di atas melalui analisis dan interpretasi yang mendalam, diharapkan artikel ini dapat menjadi referensi bagi pengembangan pemberdayaan masjid dan pendidikan Islam secara umum. Artikel ini menggunakan pendekatan penelitian jenis penelitian kualitatif (library Research). Analisisnya menggunakan model interaksi Miles dan Huberman. Pasal ini menunjukkan bahwa pengesahan masjid sebagai pusat pendidikan Islam mencerminkan fungsi masjid selain salat lima waktu berjamaah. Di sini perlu dilakukan mobilisasi majelis ta’lim, pemberdayaan remaja, penyelenggaraan berbagai pelatihan dan seminar, menjadikan masjid sebagai pusat ilmu pengetahuan, meningkatkan kerjasama, pemberdayaan masyarakat miskin dan mendorong kemandirian masjid. Optimalisasi potensi masjid sebagai pusat pendidikan Islam harus dilanjutkan dengan perbaikan pengelolaan masjid, optimalisasi sektor keagamaan, sektor kepemudaan, sektor sosial, sektor budaya, dan sektor ekonomi. Untuk memberdayakan masjid dengan cara ini Pusat Pendidikan Islam, dengan berbagai konsep dijelaskan Pengelolaan masjid yang baik, serta optimalisasi berbagai area apa yang ada di dalam masjid tidak sebatas kata-kata saja tetapi juga ada tingkat tindakan aktual untuk kesejahteraan masjid dan implementasinya mengubah masjid menjadi pusat pendidikan islam.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN DALAM PENERAPAN BAITUL MAAL WA TAMWIL MASJID Azhari, Mau’iza; Andriani, Mutia; Husna, Miftahul; Aminah, Siti; Wismanto, Wismanto
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2023): Volume 6 No. 3 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i3.24825

Abstract

Tujuan dari observasi ini adalah agar menentukan cakupan, arah, kemudian peran dari bendahara Negara secara islami selaku organisasi moneter untuk mendorong kegiatan ekonomi masyarakat. Penelitian ini menggunakan studi literatur untuk mempelajari literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Baitul Maal, atau bendahara negara, ialah organisasi ataupun lembaga yaitu bertanggung jawab menangani pendapatan daerah, terlebih-lebih finansial, walau dalam hal pemasukan dan pengelolaan, pengeluaran, dan memperoleh, mengamankan, dan juga mengirimkan dana daerah dengan setara hukum islam. Penyelenggaraan jasa pengumpulan donasi, sedekah, sumbangan, dan juga bantuan yaitu memaksimalkan jumlah untuk pezakat, orang yang berinfaq, bersedekah, dan juga berwakaf merupakan tujuan dan peran baitul maal. Implementasi layanan pemberdayaan ziswaf yang memaksimalkan inisiatif pemberdayaan mussahiq berbasis retribusi berbasis jaringan adalah yang kedua. Selain itu, pemahaman bahwa perusahaan adalah perusahaan yang baik yang memaksimalkan nilai bagi semua pihak yang terlibat.
HAKIKAT DAN FUNGSI MASJID SEBAGAI FASILITAS IBADAH DALAM PEMBINAAN AKHLAK Jannah, Miftahul; Aini, Nurul; Amalia, Suci; Putri, Zahzia Kurina; Wismanto, Wismanto
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2023): Volume 6 No. 3 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i3.24826

Abstract

Masjid sebagai institusi dakwah memiliki potensi dan fungsi yang sangat penting untuk senantiasa menebarkan dan mempertahankan kebaikan, kedamaian, dan kebenaran dalam kehidupan umat manusia secara keseluruhan (Uyuni, B., & Muhibudin, M, 2020). Masjid yang dulu dipergunakan Nabi sebagai pusat perjuangan umat, kini banyak yang difungsikan sekadar sebagai tempat ibadah ritual mahdoh. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui optimalisasi fungsi masjid sebagai fasilitas ibadah dalam pembinaan akhlak. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. yaitu suatu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa perkataan tertulis atau lisan tentang orang-orang dan tingkah laku yang dapat diamati. Jika dikaitkan dengan amal ibadah di dunia, masjid bukan hanya sekadar tempat sujud dan sarana penyucian. Di sini kata masjid juga tidak lagi hanya berarti bangunan tempat shalat, atau bahkan bertayamum sebagai cara bersuci pengganti wudhu tetapi kata masjid disini berarti juga tempat melaksanakan segala aktivitas manusia yang mencerminkan kepatuhan kepada Allah Swt. Fungsi utama Masjid adalah tempat sujud kepada Allah SWT, tempat sholat dan tempat beribadat kepadanya. Lima kali sehari semalam umat Islam dianjurkan mengunjungi Masjid guna melaksanakan shalat jamaah. Masjid juga tempat yang paling banyak di kumandangkan nama Allah melalui, azan, iqomat, tasbih, tahmid, tahlil, istighfar dan ucapan lain yang di anjurkan di baca di Masjid sebagai bagian dari lafadz yang berkaitan dengan pengagungan asma Allah.
MASJID SEBAGAI PUSAT PENDIDIKAN ISLAM MASA KLASIK Lannuria, Lannuria; Karinah, Unita; Yusuf, Muhammad; Dhuha, Muhammad Syamsi; Wismanto, Wismanto
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2023): Volume 6 No. 3 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i3.24827

Abstract

Tumbuh dan berkembangnya lembaga-lembaga pendidikan islam sejak masa klasik hingga masa modern tidak dapat dilepaskan dari sejarah masjid sebagai institusi awal dalam pendidikan islam klasik. Sebagai institusi pertama yang dibangun untuk mendidik umat setelah hijrah ke madinah, nabi menjadikan masjid sebagai basis utama lahirnya peradaban madani. Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah namun juga menjalani fungsi sosial, budaya, politik dan keamanan. Di masjid inilah pendidikan agama dalam bentuk yang paling dasar diberikan dan berkembang menjadi pusat kajian beragam keilmuan Islam dengan pengajar dari para sahabat utama dengan sistem pengajaran halaqah yang berkembang hingga sekarang pada pondok pesantren modern. Pesatnya perkembangan zaman mengakibatkan masjid bertransformasi menjadi madrasah dan mengakibatkan fungsi masjid direduksi menjadi tempat ibadah semata. Upaya mengembalikan fungsi dan peran masjid sebagai pusat peradaban pada masa modern kembali marak dilakukan dengan harapan munculnya peradaban baru yang berbasis pada masjid.
PERAN PENDIDIKAN PESANTREN DALAM PENGEMBANGAN KADERISASI DAKWAH ISLAM Husna, Miftahul; Aminah, Siti; Amelia, Fika; Azhari, Mau’iza; Wismanto, Wismanto
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2023): Volume 6 No. 3 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i3.24828

Abstract

Pesantren tidak hanya mendidik para santrinya untuk menjadi orang yang religius dan cerdas, tetapi juga mendidik psikologi mereka untuk menjadi orang yang sensitif terhadap lingkungan mereka. Salah satu bekal utama ghirah seorang pendakwah adalah kesadaran akan lingkungannya. Tanpa kesadaran ini, semboyan dakwah amar ma’ruf nahi munkar tidak akan terwujud. Konsep pendidikan pesantren dirancang sedemikian rupa sehingga murid-muridnya yang telah lulus dapat siap untuk mendakwahkan nilai-nilai islam di mana pun mereka berada. Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menjelaskan ide-ide tentang tindakan yang dilakukan oleh lembaga pendidikan islam, terutama madrasah dan pondok pesantren, untuk mempersiapkan siswa mereka untuk menjadi penerus dakwah. Kebersamaan, kesederhanaan, karakter seseorang, dan berorganisasi adalah beberapa aturan pengembangan karakter. Oleh karena itu, kegiatan yang dilakukan di madrasah dan pesantren selalu berusaha untuk membuat siswa supaya dapat menginternalisasikan nilai-nilai keislaman pada diri mereka. Salah satu tujuan dari tindakan ini adalah untuk menghasilkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan untuk menyebarkan ajaran Islam tetapi juga dapat berdakwah untuk memajukan umat Islam di segala aspek kehidupan, termasuk pendidikan, ekonomi, politik, dan sosial.
KAPASITAS MANAJEMEN PADA PENGEMBANGAN DAKWAH ISLAMIYAH MELALUI BADAN KEMAKMURAN MASJID (BKM) Zaharah, Futri; Sa’bani, Nadia; Warinta, Yespa; Oktria, Kinanti; Wismanto, Wismanto
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 6 No. 3 (2023): Volume 6 No. 3 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i3.24829

Abstract

Di era milenial, atau juga disebut sebagai umat akhir zaman, banyak orang yang menganggap masjid sebagai tempat untuk shalat saja. Demi mencapai tujuan bersama untuk memakmurkan masjid melalui BKM, dimulai dengan pendataan jama’ah tetap masjid, desain kurikulum masjid, pengumuman jadwal kegiatan masjid, dan yang paling penting melibatkan semua jamaah dalam kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dalam dakwah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan tipe penelitian deskriptif, yakni suatu bentuk penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran umum berupa data yang diperoleh dari lapangan secara objektif dan rinci. Dengan teknik pengumpulan data yang digunakan dengan kajian pustaka (library research). Memfokuskan pada manajemen dakwah terutama yang mengacu pada tindakan yang dilakukan berdasarkan aturan islam yang bersumber syariat (al-qur''an dan sunnah). Mencapai suatu tujuan untuk meningkatkan kapasitas dalam dakwah islamiyah dengan mendukung secara operasional dalam segala bidang, membantu mengembangkan ilmu pengetahuan bagi masyarakat sehingga terciptanya kemakmuran yang berpusat pada masjid. Sehingga menjadikan masjid sebagai pusat pendidikan Islam. Oleh karena itu, dengan melakukan hal tersebut Badan Kemakmuran Masjid dapat menggunakan sepenuhnya kekuatan manusianya untuk mengelolah dan memberi akses seluas-luasnya kepada jama’ah sehingga mereka dapat lebih aktif terlibat dalam pengembangan dakwah Islamiyah. Dengan memperkuat keimanan umat serta memakmurkan negara, bangsa juga agama. Sehingga jalan untuk mempermudah proses untuk memperbaiki karakter generasi masa kini dan masa yang akan datang kearah yang lebih baik lagi.