cover
Contact Name
Tri Widayanti
Contact Email
triwida.oku@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
triwida.oku@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Health Sciences and Pharmacy Journal
ISSN : 26221268     EISSN : 25992015     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Sciences and Pharmacy is journal which is published by Institute of Health Science Surya Global Yogyakarta. This journal is focus on health sciences and pharmacy. It is published three times in year, that is on April, August, and December.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 3 (2025)" : 11 Documents clear
Kelekatan teman sebaya pada pelaku dan korban perundungan di kalangan remaja Ispriantari, Aloysia; Muharestu, Juli Alsa; Fani, Rif'atul
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i3.1243

Abstract

Kelekatan teman sebaya memiliki peran yang penting dalam tindakan perundungan, viktimisasi, dan perilaku agresif. Perundungan adalah penyalahgunaan kekuatan atau kekuasaan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang. Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat dan menganalisis hubungan antara kelekatan teman sebaya terhadap perundungan, baik sebagai pelaku maupun korban, pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross-sectional, menggunakan teknik total sampling dari keseluruhan siswa SMP Dharma Wirawan 10 Lawang, Kabupaten Malang. Instrumen untuk variabel kelekatan teman sebaya menggunakan skala IPPA (Inventory of Parent and Peer Attachment), sedangkan instrumen untuk penelitian perundungan menggunakan APRI (Adolescent Peer Relations Instrument). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kelekatan teman sebaya adalah tinggi, sedangkan tingkat perundungan, baik sebagai pelaku maupun korban, adalah rendah. Analisis juga menunjukkan adanya hubungan antara kelekatan teman sebaya dan perilaku perundungan, baik sebagai pelaku maupun korban. Dari penelitian ini, ditemukan bahwa semakin tinggi kelekatan teman sebaya, maka perilaku perundungan, baik sebagai pelaku maupun korban, cenderung menurun. Diharapkan penelitian ini bermanfaat untuk mengurangi perundungan.
Korelasi tingkat stress dengan terjadinya gastritis pada remaja Desa Lumbangsari, Bululawang, Malang Ardy, Joko Novianto; Laksono, Bayu Budi; Asri, Yuni
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i3.1252

Abstract

Gastritis merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering kali dianggap ringan, namun dapat memengaruhi kualitas hidup penderitanya, terutama pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan kejadian gastritis pada remaja di RW 03 Desa Lumbangsari, Kecamatan Bululawang, Malang. Metode yang digunakan adalah studi observasional analitik dengan desain cross- sectional. Sampel penelitian terdiri dari 54 remaja yang dipilih secara purposive, dengan instrumen pengumpulan data menggunakan Depression Anxiety Stress Scale 42 (DASS-42) untuk mengukur tingkat stres dan kuesioner untuk mengidentifikasi gejala gastritis. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat stres dan kejadian gastritis pada remaja dengan p-value 0,002. Remaja dengan stres tinggi memiliki prevalensi gastritis yang lebih tinggi. Temuan ini mengindikasikan pentingnya manajemen stres dalam pencegahan gastritis pada remaja. Oleh karena itu, program edukasi mengenai pola hidup sehat, termasuk manajemen stres, perlu diterapkan di kalangan remaja untuk mengurangi risiko gastritis.
Aktivitas antibakteri formulasi obat kumur daun salam dan cengkeh terhadap S. aureus periodontitis Sari, Yuke Pramudita; Amanda, Lyrra Mirna; Maulana, Nabilah Rosdiana; Wijayanti, Cicik; Abraham, Ali; Ngibad, Khoirul
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i3.1287

Abstract

Kesehatan dan kebersihan rongga mulut harus dijaga karena terdapat mikroflora normal, namun akan menjadi patogen sehingga menyebabkan peradangan, nekrosis, dan pembentukan abses. Staphylococcus aureus merupakan penyebab paling umum. Akumulasi sisa makanan terus menempel dan bertumpuk akan menimbulkan plak yang dapat menyebabkan periodontitis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan formulasi terbaik campuran ekstrak daun salam dan Minyak Cengkeh sebagai obat kumur herbal dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Metode penelitian ini dengan melakukan maserasi daun salam menggunakan etanol 96%, kemudian dievaporasi untuk mendapatkan ekstrak kental. Obat kumur diformulasi menjadi tiga: formulasi I (1 g ekstrak daun salam / 5 ml minyak cengkeh, formulasi II (2 g / 7,5 ml), dan formulasi III (3 / 10 ml). Kemudian dilanjut dengan evaluasi sediaan obat kumur, yaitu: uji organoleptis, pH, viskositas, homogenitas, stabilitas. Terakhir, dilakukan uji antibakteri data di analisis menggunakan uji One Way ANOVA dan Post Hoc Test (Tukey). Hasil evaluasi sediaan didapatkan rentan nilai yang sesuai standar pada uji organoleptis, homogenitas, stabilitas, dan pH. Hasil uji viskositas didapatkan kekentalan sangat tinggi. Formulasi II merupakan formulasi terbaik yang menghasilkan zona hambat tertinggi terhadap bakteri Staphylococcus aureus (12,9 mm). Uji ANOVA menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan diantara ketiga formulasi (sig >0,05). Hasil uji Post Hoc Test metode Tukey didapatkan perbedaan secara nyata pada masing-masing bahan dengan formulasi obat kumur (sig < 0,05). Formulasi II merupakan formulasi terbaik yang dapat digunakan sebagai alternatif obat kumur terhadap penyakit periodontitis.
Evaluasi interaksi obat potensial pada terapi pasien rawat inap di Rumah Sakit UMM Asmiati, Elva; Nisa, Vasda Ikka Choirun; Rohmaturrizqi, Arvil
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i3.1300

Abstract

Peningkatan kompleksitas terapi pada pasien rawat inap meningkatkan risiko terjadinya interaksi obat yang dapat memengaruhi efektivitas maupun keamanan pengobatan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan mengevaluasi potensi interaksi obat berdasarkan jumlah kejadian, mekanisme, tingkat keparahan, dan rekomendasi penyelesaian pada pasien rawat inap di Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Malang. Penelitian dilakukan secara observasional retrospektif menggunakan data rekam medis pasien bulan Desember 2021 dengan total 32 sampel pasien yang menerima minimal lima obat. Hasil analisis menunjukkan bahwa (65,6%) pasien mengalami lebih dari satu interaksi obat potensial. Mekanisme interaksi terbanyak adalah farmakodinamik (62,2%), diikuti farmakokinetik (30,6%). Berdasarkan tingkat keparahan, interaksi kategori moderat mendominasi (65,3%), sedangkan mayor sebesar (21,4%) dan minor (13,3%). Rekomendasi penyelesaian terbanyak adalah pemantauan ketat (monitoring closely) sebesar 58,2%, disusul dengan penggantian obat dan penyesuaian dosis. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya peran farmasis klinik dalam mengidentifikasi dan memantau interaksi obat untuk meningkatkan keselamatan dan efektivitas terapi pasien di rumah sakit.
Analisis kesiapan peralihan rekam medis elektronik di RSUD Tebet Afra, Rara; Putra, Daniel Happy; Widjaja, Lily; Fannya, Puteri
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i3.1305

Abstract

Implementasi Rekam Medis Elektronik (RME) menjadi prioritas nasional di Indonesia seiring dengan kewajiban bagi seluruh fasilitas kesehatan untuk beralih dari rekam medis manual ke sistem digital. Kesiapan yang tidak memadai dalam proses ini dapat mengganggu alur kerja klinis, menurunkan akurasi data, serta berdampak negatif pada mutu pelayanan, sehingga menjadikan kesiapan organisasi sebagai isu yang sangat penting. Penelitian ini bertujuan menilai tingkat kesiapan RSUD Tebet, Jakarta Selatan, dalam mengimplementasikan sistem RME serta mengidentifikasi potensi kendala yang dapat menghambat proses transformasi digital. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan kerangka DOQ-IT. Pengumpulan data dilakukan pada Desember 2023-Mei 2024 melalui kuesioner, wawancara, dan observasi terhadap 112 petugas dari berbagai unit klinis dan administratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan rumah sakit pada dua domain utama penyelarasan organisasi dan kapasitas organisasi berada pada kategori “cukup siap”. Dimensi yang dinilai meliputi manajemen informasi, sumber daya manusia, pelatihan, alur kerja, akuntabilitas, pembiayaan, keterlibatan pasien, serta dukungan manajemen dan infrastruktur TI. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun RSUD Tebet telah memiliki fondasi awal untuk mendukung implementasi RME, penguatan strategi dan peningkatan terarah tetap diperlukan untuk mencegah hambatan operasional. Kesiapan yang optimal sangat penting guna memastikan transisi digital yang aman, efektif, dan berkelanjutan.
Tinjauan kepuasan pasien BPJS pada pelayanan rawat jalan RS Bhakti Mulia Pangesti, Wulan Aprilia; Sonia, Dina; Putra, Daniel Happy; Yulia, Noor
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i3.1306

Abstract

Kepuasan pasien merupakan indikator penting dalam menilai mutu pelayanan kesehatan dan memiliki peran besar dalam membentuk kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit. Pasien BPJS di Indonesia merupakan kelompok terbesar pada layanan rawat jalan, sehingga beban pelayanan di loket pendaftaran menjadi sangat tinggi. Kondisi ini sering menimbulkan berbagai kendala seperti waktu tunggu yang panjang, keterbatasan fasilitas fisik, serta ketidakkonsistenan pelayanan, yang pada akhirnya dapat menurunkan tingkat kepuasan pasien. Masalah ini menjadi serius karena layanan pendaftaran merupakan titik kontak pertama pasien dengan rumah sakit dan sangat menentukan pengalaman serta persepsi mereka terhadap kualitas pelayanan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pasien BPJS terhadap pelayanan pendaftaran rawat jalan di Rumah Sakit Bhakti Mulia. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 82 pasien BPJS rawat jalan yang dipilih secara acak. Pengukuran kepuasan dilakukan melalui lima dimensi mutu pelayanan, yaitu tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepuasan yang bervariasi: tangible (28%), reliability (70,7%), responsiveness (68,3%), assurance (53,7%), dan empathy (52,4%). Secara keseluruhan, hanya 53,7% pasien yang merasa puas, sedangkan 46,3% menyatakan tidak puas. Tingkat kepuasan ini masih jauh di bawah standar pelayanan minimal rumah sakit (?90%) yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan, sehingga menunjukkan adanya kesenjangan kualitas pelayanan yang perlu segera diperbaiki. Berdasarkan temuan tersebut, Rumah Sakit Bhakti Mulia disarankan untuk meningkatkan mutu pelayanan, terutama pada aspek fasilitas fisik di area pendaftaran seperti kebersihan, ketersediaan kursi tunggu, dan kondisi ruang tunggu agar kenyamanan dan kepuasan pasien dapat meningkat.
Efektivitas edukasi menggunakan focus group discussion terhadap kepatuhan minum obat antihipertensi A’an, Wiliam; Basit, Muhammad; Irawan, Angga
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i3.1395

Abstract

Hipertensi merupakan penyebab kematian global pada penduduk lanjut usia. Kalimantan Selatan menduduki peringkat kedua dengan lansia hipertensi terbanyak di Indonesia (34,1%) dan Kota Banjarbaru mengalami kenaikan sebanyak 6.265 lansia hipertensi dalam setahun terakhir. Edukasi metode FGD diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan pengobatan pada lansia hipertensi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis efektivitas edukasi menggunakan focus group discussion terhadap kepatuhan minum obat antihipertensi di Panti Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Lansia Budi Sejahtera. Penelitian menggunakan metode pretest–posttest control group dilakukan pada 30 lansia hipertensi dengan total sampling dan dibagi menjadi kelompok intervensi yang melaksanakan FGD dan kelompok kontrol. Instrumen penelitian berupa kuesioner MMAS-8. Pretest dan posttest berjarak 2 minggu. Uji statistik menggunakan Wilcoxon dan Mann whitney u test. Hasil pretest menunjukkan semua responden (100%) memiliki kepatuhan rendah; hasil posttest menunjukkan 8 dari 15 (53,3%) anggota intervensi memiliki kepatuhan sedang dan 14 dari 15 (93.3%) anggota kontrol memiliki kepatuhan rendah. Uji Wilcoxon menunjukkan ada perbedaan kepatuhan pretest dan posttest kelompok intervensi (p=0,000) namun tidak ada perbedaan pada kelompok kontrol (p=0,317). Mann whitney u test menunjukkan ada perbedaan posttest kepatuhan kelompok intervensi dan kontrol (p=0,000). Simpulan dari penelitian ini yaitu edukasi menggunakan focus group discussion efektif terhadap kepatuhan minum obat lansia.
Korelasi lingkungan kerja dengan kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan elektronik Putri, Sinta Pratiwi; Basit, Mohammad; Irawan, Angga
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i3.1398

Abstract

Penggunakan sistem informasi manajemen rumah sakit untuk mencatat dan membuat laporan seluruh operasionalnya. Tenaga perawat juga diwajibkan untuk melakukan pendokumentasikan. Lingkungan kerja dapat berpengaruh karena seorang manusia akan mampu melaksanakan kegiatannya dengan baik sampai tercapainya suatu hasil yang optimal apabila ditunjang oleh suatu kondisi lingkungan yang sesuai. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara lingkungan kerja dengan kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan elektronik di RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Penelitian ini adalah jenis kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampelnya terdiri dari 43 orang menggunakan teknik total sampling menggunakan kriteria inklusi dan ekslusi. Studi ini menganalisis univariat dan bivariat, dan signifikan diuji dengan uji spearman rank. Hasil analisis bivariat dengan metode spearman rank menunjukkan adanya hubungan antara lingkungan kerja dengan kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan elektronik dengan p-value sebesar 0,000 (p < 0,05). Selain itu, nilai koefisien korelasi atau r menunjukkan 0,706 yang berarti hubungan antar variabel kuat. Penelitian ini menunjukkan bahwa kelengkapan dokumentasi asuhan keperawatan elektronik di RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin dipengaruhi secara signifikan oleh lingkungan kerja
Mobilisasi progresif terhadap status hemodinamik pada pasien kritis di RSUD Ulin Banjarmasin Gaghauna, Eirene Eunike Meidiana; Puteri, Puteri; Hakim, Lukmanul; Mohtar, M. Sobirin
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i3.1416

Abstract

Pasien kritis mengalami keadaan yang mengancam jiwa akibat disfungsi organ yang disertai gangguan hemodinamik. Mobilisasi progresif adalah pemberian tindakan berupa teknik yang berfungsi sebagai penggerakan bertahap dan dilakukan kepada pasien kritis di Ruangan Intensive Care Unit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh mobilisasi progresif terhadap status hemodinamik pada pasien kritis di ruang ICU. Metode penelitian ini menggunakan pre-experiment dengan One-grup pretest-posttest design. Pengukuran Tekanan Darah, Mean Arterial Pressure (MAP), dan Heart Rate (HR) sebelum dan sesudah diberikan mobilisasi progresif. Jumlah sampel sebanyak 10 orang dengan teknik Purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan SOP mobilisasi progresif level I dan lembar observasi bed monitor Uji statistik menggunakan uji Paired t-test. Berdasarkan hasil uji Paired t-test p-value pada tekanan darah pre-post yaitu 0,000, MAP pre-post yaitu 0,000, nadi pre-post yaitu 0,000, (P-value < 0,005), sehingga disimpulkan ada pengaruh mobilisasi progresif terhadap status hemodinamik pada pasien kritis.
Keterkaitan pengetahuan dan kualitas tidur dengan pengendalian hipertensi pada lansia Setyowati, Sri; Supatmi, Supatmi; Suyatno, Suyatno; Purnomo, Parmadi Sigit
Health Sciences and Pharmacy Journal Vol. 9 No. 3 (2025)
Publisher : STIKes Surya Global Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32504/hspj.v9i3.1429

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak dialami oleh lansia dan berkaitan dengan berbagai faktor perilaku maupun kondisi fisiologis, termasuk tingkat pengetahuan, kualitas tidur, serta kemampuan dalam mengendalikan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara pengetahuan tentang hipertensi dan kualitas tidur dengan tingkat pengendalian hipertensi pada lansia. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan Cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 50 lansia dari Posyandu Lansia Matahari yang kemudian seluruhnya dijadikan sampel. Instrumen penelitian mencakup kuesioner pengetahuan hipertensi, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur, serta kuesioner pengendalian hipertensi. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan antara variabel pengetahuan dan kualitas tidur dengan pengendalian hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik (94,0%) dan pengendalian hipertensi yang terkendali (90,0%). Namun, lebih dari setengah responden memiliki kualitas tidur yang buruk (54,0%). Untuk hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,000 (nilai p<0,05) untuk pengetahuan dengan pengendalian hipertensi dan p = 0,030 (nilai p<0,05) kualitas tidur dengan pengendalian hipertensi sehingga diartikan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan kualitas tidur dengen pengedalian hipertensi. Dari keseluruhan hasil penelitian, disimpulkan bahwa pengetahuan dan kualitas tidur sama-sama memiliki hubungan yang bermakna dengan pengendalian hipertensi.

Page 1 of 2 | Total Record : 11