cover
Contact Name
Krishna Purnawan Candra
Contact Email
candra@faperta.unmul.ac.id
Phone
+6281350044920
Journal Mail Official
jtropicalagrifood@gmail.com
Editorial Address
Department of Agricultural Products Technology, Faculty of Agriculture, Mulawarman University Jl. Tanah Grogot Kampus Gunung Kelua Samarinda - Kalimantan Timur, 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Journal of Tropical AgriFood
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 26853590     EISSN : 26853604     DOI : https://doi.org/10.35941/jtaf
Core Subject : Agriculture,
Tropical AgriFood is academic journal for research article and review in the field of agricultural technology including agricultural engineering, postharvest physiology and technology, agricultural product processing technology, food science and technology, biotechnology, nutrition, herbal, and functional food.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Accepted Manuscripts" : 10 Documents clear
Karakteristik kimia mi kering yang disubstitusi dengan tepung jelai (Coix lacryma-jobi L.) termodifikasi heat moisture treatment (HMT) Naibaho, Bernando; Agustin, Sukmiyati
Journal of Tropical AgriFood Accepted Manuscripts
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.0.0.0.22038.%p

Abstract

Konsumsi mi kering yang tinggi di Indonesia meningkatkan ketergantungan pada tepung terigu impor. Jelai (Coix lacryma-jobi L.), yang bergizi tinggi, menjadi alternatif pengganti, tetapi sifatnya yang bebas gluten membuat mi kurang elastis, mudah patah, dan memiliki rasa kuat. Dengan menerapkan Heat Moisture Treatment (HMT), struktur pati jelai dapat diubah sehingga karakteristiknya lebih sesuai untuk pembuatan mi kering. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu rasio tepung terigu dan tepung jelai termodifikasi HMT (100%:0%, 90%:10%, 80%:20%, 70%:30%, 60%:40%, dan 50%:50%) dengan 4 ulangan. Parameterr yang diamati adalah kadar air, abu, protein, lemak, serat kasar, karbohidrat, dan kalori mi kering. Data dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan substitusi terigu oleh tepung jelai termodifikasi HMT secara signifikan memengaruhi kadar air, abu, protein, lemak, serat, dan karbohidrat mi kering, namun berpengaruh tidak nyata terhadap nilai kalori. Semakin tinggi jumlah tepung jelai termodifikasi HMT yang digunakan maka kadar air, abu, lemak, dan serat kasar meningkat, sementara kadar protein dan karbohidrat menurun. Formulasi optimal untuk menghasilkan mi kering yang sesuai dengan SNI 8217:2015 adalah kombinasi 90% terigu dan 10% tepung jelai termodifikasi HMT, dengan kadar air 5,06%, abu 2,34%, protein 18,12%, kadar lemak 0,55 %, kadar karbohidrat 74,26%, kadar serat kasar 1,09% dan total kalori 374,48 kkal.
Material flow analysis of white bread production: Case study at a home-scale bakery production in Surabaya Sar Manik, Yosef Barita; Radia, Sabrina Alia; Putri, Nurul Ayanda; Azwar, Arrizal; Amaral, Joaozinho Jubileu San Sao
Journal of Tropical AgriFood Accepted Manuscripts
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.0.0.0.24031.%p

Abstract

Bread production in urban areas of Indonesia requires significant resource inputs (total 150 kg: 85.21 kg flour, water 52.33 kg, sugar 4.26 kg, salt/yeast 1.74 kg each, oil 1.40 kg, butter 1.32 kg, eggs 2.00 kg for 135 kg/day of bread ready for distribution) while also producing solid waste and emissions, thus requiring an efficiency assessment through Material Flow Analysis (MFA) for sustainability. This study applied MFA with a gate-to-gate approach to seven operational units: weighing, mixing, fermentation, dough forming, baking, cooling, and packaging at a home industry in Surabaya, using primary data from structured interviews (October 29, 2025) and secondary data from literature. The results show high efficiency with a Product Yield of 90%, Organic Waste of 3.34%, NPOR (Non-Product Output Ratio) of 10.01%, and total emissions and steam of 6.67%; main losses: 7.6 kg CO₂ (mixing/fermentation), trim waste 3 kg, exhaust 2.4 kg, steam 1.7 kg (mass imbalance of 0.515 kg due to rounding/evaporation). MFA effectively supports sustainable bakery production through process optimization and waste valorization.
Efek antihiperglikemik tepung parchment dan pulp kulit kopi pada Tikus Wistar Diabetes Tipe 2 yang diinduksi dengan streptozocotin-nicotinamide Rizkaprilisa, Windy; Luwidharto, Joshua; Sari, Linda
Journal of Tropical AgriFood Accepted Manuscripts
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.0.0.0.22688.%p

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) adalah penyakit metabolik dengan hiperglikemia akibat resistensi insulin dan disfungsi sel β pankreas. Pencegahan dan pengendalian dapat dilakukan dengan pangan fungsional berbasis bahan lokal. Limbah pengolahan kopi, yaitu pulp dan parchment kulit kopi, kaya serat pangan dan senyawa bioaktif seperti asam klorogenat, fenol, flavonoid, dan kafein yang berpotensi menurunkan glukosa darah. Penelitian ini mengevaluasi efek antihiperglikemik tepung pulp dan parchment kulit kopi pada tikus Wistar model DMT2. Penelitian terdiri dari lima kelompok: normal, kontrol negatif, kontrol positif glibenklamid, perlakuan tepung pulp, dan tepung parchment. Induksi diabetes dengan streptozotocin-nicotinamide, intervensi selama 14 hari. Parameter yang diamati: berat badan, kadar glukosa darah puasa, analisis serat pangan, dan senyawa bioaktif pada tepung kulit kopi. Hasil menunjukkan tepung parchment memiliki serat pangan total lebih tinggi (76,78%) dibanding pulp (57,47%), sedangkan pulp memiliki aktivitas antioksidan, fenol, flavonoid, dan kafein lebih tinggi. In vivo, pemberian tepung pulp dan parchment menurunkan glukosa darah puasa tikus lebih signifikan dibanding kontrol positif glibenklamid, sekaligus meningkatkan berat badan yang menurun akibat induksi diabetes. Efek antihiperglikemik diduga berasal dari kombinasi serat pangan dan senyawa bioaktif yang meningkatkan sensitivitas insulin, memperlambat penyerapan glukosa, serta melindungi sel β pankreas dari stres oksidatif.
Analisis optimalisasi pemesanan bahan baku pepaya merah dengan pendekatan MRP pada agroindustri cocktail buah Virnanda, Putri Serly; Widayanti, Sri; Setiawan, Risqi Firdaus
Journal of Tropical AgriFood Accepted Manuscripts
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.0.0.0.23426.%p

Abstract

Sistem perencanaan pemesanan kebutuhan bahan baku pepaya merah pada produk cocktail di Agroindustri Cocktail belum optimal karena masih menggunakan metode yang menimbulkan biaya persediaan bahan baku yang relatif besar serta sering mengalami kekurangan pasokan bahan baku akibat kurang tepatnya perencanaan pemesanan ulang bahan baku, sehingga menghambat proses produksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kebutuhan serta waktu pemesanan bahan baku yang optimal dan efisiensi biaya persediaan dalam produksi cocktail buah dengan bahan baku pepaya merah pada agroindustri cocktail buah. Analisis data dilakukan menggunakan metode Material Requirement Planning (MRP) dengan membandingkan teknik lot sizing, yaitu Lot for Lot (LFL), Economic Order Quantity (EOQ), dan Periodic Order Quantity (POQ). Hasil analisis menunjukkan bahwa metode LFL merupakan teknik pemesanan yang paling efisien dengan frekuensi pemesanan sebanyak 52 kali dalam satu tahun dan total biaya persediaan sebesar Rp780.000,00. Sementara itu, kebijakan pemesanan yang diterapkan oleh perusahaan menunjukkan frekuensi pemesanan sebanyak 160 kali dalam satu tahun dengan total biaya persediaan sebesar Rp6.150.000,00.
Pemanfaatan bioproduk dan hasil samping pengolahan karet alam dan potensi konversi menuju produk bernilai tambah: Sebuah tinjauan literatur Gea, Anesti Viantika; Aisyah, Intan; Rizki, Fajar
Journal of Tropical AgriFood Accepted Manuscripts
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.0.0.0.22916.%p

Abstract

Industri pengolahan karet alam di Indonesia, yang merupakan komoditas ekspor utama, menghadapi tantangan serius dari limbah cair dan padat seperti serum lateks, lumpur, biji karet, dan cangkang biji karet. Limbah-limbah ini memiliki komponen berharga tetapi juga dapat merusak lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Mempertimbangkan kesulitan dalam pengelolaan limbah dan peluang untuk meningkatkan nilai, tinjauan ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi konversi produk sampingan dan limbah dari pengolahan karet menjadi berbagai produk bernilai tambah. Tinjauan ini dilakukan secara sistematis dengan mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis literatur ilmiah (2015–2025) dari basis data seperti Scopus, Web of Science, dan Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap jenis limbah memiliki potensi konversi yang signifikan: serum lateks dapat diubah menjadi pestisida biologis, lumpur dapat menjadi biogas atau arang aktif, biji karet dapat digunakan untuk biodiesel atau produk pangan, dan cangkang biji karet dapat dibuat menjadi arang aktif atau biobriket. Potensi ini mengubah limbah menjadi aset, meningkatkan efisiensi sumber daya, dan mendukung keberlanjutan industri. Meskipun terdapat tantangan seperti komposisi bahan baku yang bervariasi, kebutuhan detoksifikasi, dan biaya investasi awal, keberhasilan pemanfaatan potensi ini bergantung pada pengembangan teknologi konversi yang efisien, penerapan konsep biorefineri terpadu, dan dukungan regulasi yang kuat.
Profil sensori susu kecambah kedelai berdasarkan sediaan bahan baku dan pemanis menggunakan metode Check-All-That-Apply (CATA) Natanael, Christian; Munarko, Hadi; Putra, Andre Yusuf Trisna
Journal of Tropical AgriFood Accepted Manuscripts
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.0.0.0.23427.%p

Abstract

Minat terhadap sari nabati terus meningkat, namun penerimaan terhadap sari kedelai masih terbatas akibat karakteristik sensorinya. Germinasi diketahui mampu menurunkan aktivitas lipoksigenase dan memodifikasi atribut sensori, namun pengaruh bentuk bahan baku dan penambahan pemanis terhadap persepsi konsumen belum banyak dikaji secara aplikatif. Penelitian ini menggunakan RAL dua faktor (basis kecambah segar dan tepung kecambah; tanpa dan dengan pemanis) dengan dua ulangan. Kecambah berumur 36 jam diolah menjadi minuman dan dievaluasi oleh 100 panelis tidak terlatih menggunakan metode Check-All-That-Apply (CATA) dan uji hedonik. Hasil menunjukkan bahwa formulasi berbasis kecambah segar berpemanis memiliki tingkat kesukaan tertinggi dan paling mendekati profil “produk ideal”. Atribut manis, umami, creamy, smoothness, aftertaste clean, dan putih gading menjadi penentu utama preferensi, sedangkan langu, green, pahit, astringency, starchy, dan kekuningan menurunkan penerimaan. Formulasi berbasis tepung menghasilkan sensasi starchy dan beany yang hanya sebagian tertutupi oleh pemanis. Temuan ini merekomendasikan penggunaan kecambah segar dengan pemanis yang tepat, serta fokus formulasi pada penguatan atribut positif dan penekanan off-flavor untuk meningkatkan daya terima dan potensi komersial produk.
Karakterisasi ikan asin Bilis (Stolepherus sp.) di beberapa pasar tradisional Kota Cirebon secara kimiawi dan mikrobiologis Affandy, Faried; Rochima, Emma; Suryana, Asep Agus Handaka; Rostini, Iis
Journal of Tropical AgriFood Accepted Manuscripts
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.0.0.0.21960.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi ikan asin bilis (Stolephorus sp.) yang dijual di lima pasar tradisional Kota Cirebon secara kimiawi dan mikrobiologis. Pasar yang dipilih yaitu Pasar Kramat, Pasar Pagi, Pasar Kanoman, Pasar Jagasatru, dan Pasar Harjamukti. Sampel diambil secara purposive sampling dari dua penjual berbeda di setiap pasar. Uji formalin dilakukan secara kualitatif, sedangkan uji mikrobiologi menggunakan metode Angka Lempeng Total (ALT) mengacu SNI 8273:2016 dengan ambang batas maksimum 1×10⁵ koloni/g. Hasil menunjukkan 2 dari 10 sampel (20%) positif mengandung formalin dari Pasar Kramat dan Pasar Jagasatru. Kedua sampel tersebut menunjukkan jumlah bakteri tinggi (9,3×10⁵ dan 3,0×10⁵ koloni/g). Sebanyak 9 dari 10 sampel (90%) melebihi batas maksimum jumlah bakteri menurut SNI 8273:2016 dengan nilai tertinggi 8,4×10⁶ koloni/g dari Pasar Pekalipan. Hanya 1 sampel (10%) dengan jumlah bakteri terendah dari Pasar Pagi tidak melebihi batas maksimum SNI 8273:2016 dengan nilai 0,3×10⁵ koloni/g. Hasil penelitian menunjukkan formalin masih ditemukan pada sebagian sampel, mengindikasikan praktik pengawetan ilegal dan bertentangan dengan Permenkes No. 33 Tahun 2012. Tingginya jumlah bakteri pada sebagian besar sampel yang melebihi ambang batas SNI 8273:2016 menunjukkan kondisi penanganan, sanitasi, dan penyimpanan produk ikan asin bilis belum memenuhi standar. Variasi nilai jumlah bakteri antar sampel menegaskan mutu ikan asin bilis dipengaruhi praktik pengolahan dan distribusi pada tingkat pedagang.
Sifat sensoris, kadar air dan angka kapang khamir pada cookies yang diformulasi dengan terigu, umbi singkong dan tepung daun singkong (Manihot utilissima) selama penyimpanan Oktaviani, Renni; Saragih, Bernatal; Emmawati, Aswita
Journal of Tropical AgriFood Accepted Manuscripts
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.0.0.0.7749.%p

Abstract

Singkong mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin C, vitamin B1, zat besi, fosfor, kalsium, serat makanan, serta memiliki indeks glikemik rendah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kadar air, perubahan sifat sensoris, dan pertumbuhan mikroorganisme kapang dan khamir pada cookies yang diformulasikan dengan tepung terigu, umbi singkong, dan tepung daun singkong selama penyimpanan. Penelitian ini menggunakan jenis kuasi eksperimen dengan desain posttest only control design menggunakan perlakuan terbaik dari penelitian sebelumnya yaitu 98 g tepung terigu, umbi singkong (1:1) : 2 g tepung daun singkong. Cookies disimpan pada suhu kamar selama 1, 7, 15, 30, 45, dan 60 hari. Data dianalisis dengan analisis non parametrik Kruskal-Wallis dan One way ANOVA. Hasil menunjukkan sensoris mutu hedonik warna pada hari ke-1 hijau sedangkan hari ke-7,15 dan 30 agak kehijauan. Mutu hedonik aroma dan rasa adalah beraroma cookies dan manis. Mutu hedonik tekstur pada hari ke-1 dan 7 renyah sedangkan hari ke-15 dan 30 agak renyah. Kadar air cookies di hari ke-1,7,15 dan 30 yaitu 4.46, 4.96, 5.22 dan 5.96 (%). Nilai tersebut berdasarkan SNI 2973:2011 mampu bertahan sampai hari ke-7. Hasil uji mikrobiologi Angka Kapang Khamir (AKK) tidak memenuhi syarat mutu SNI 2973:2011 yaitu maksimal 2 x 102 koloni/gram.
Formulasi pembuatan sirop herbal bunga telang (Clitoria ternatea) dengan penambahan jahe (Zingiber officinale) Fatimah, Fatimah; Rahmad, Thomi; Lestari, Ema; Linangsari, Titis
Journal of Tropical AgriFood Accepted Manuscripts
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.0.0.0.21997.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan formulasi optimal sirup herbal berbahan bunga telang dengan penambahan jahe serta mengevaluasi karakteristik fisikokimia dan organoleptiknya. Penelitian ini adalah penelitian faktor tunggal (penambahan jahe, 0-30 g untuk setiap bunga telang sebanyak 5 g) yang dirancang dalam Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan dengan DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan jahe berpengaruh signifikan terhadap respons organoleptik untuk rasa dan aroma sirup herbal bunga telang, tetapi tidak untuk warna. Sirup dengan penambahan jahe 20 g mendapatkan respons organoleptik hedonik tertinggi untuk parameter rasa 7,20 dan aroma 7,30. Respons organoleptik mutu hedonik menunjukan bahwa penambahan jahe meningkatkan kualitas rasa dan aroma sirup, dengan nilai tertinggi pada penambahan 30 g jahe yang memberikan skor untuk rasa 4,23 dan aroma 4,07. Nilai pH berkisar antara 5,56 (F0) hingga 5,83 untuk sirop tanpa penambahan jahe sampai dengan penambahan jahe 30 g, dengan perbedaan signifikan. Nilai pH yang diperoleh sesuai dengan rekomendasi bahwa sirup yang baik, memiliki pH antara 4-7. Melalui uji kualitatif, semua sampel diketahui mengandung senyawa flavonoid dan senyawa fenolik. Selain itu, semua formulasi menunjukkan homogenitas yang baik.
Analisis kadar glukosa pada nasi yang disimpan dan dipanaskan kembali Putri, Marcella Febrianti Inezitha; Farpina, Eka; Aina, Ganea Qorry
Journal of Tropical AgriFood Accepted Manuscripts
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.0.0.0.22502.%p

Abstract

Nasi merupakan makanan pokok kaya karbohidrat, sering dikonsumsi di Indonesia, namun kadar glukosanya yang tinggi dapat mempengaruhi kesehatan. Kebiasaan masyarakat menyimpan dan memanaskan kembali nasi memunculkan pertanyaan tentang dampaknya terhadap kadar glukosa. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan kadar glukosa pada nasi putih, merah, dan hitam pada penyimpanan di kulkas (1-4℃) dan suhu ruang (20-25℃) selama 1, 3, dan 6 jam, serta setelah pemanasan kembali (65℃ selama 15 menit). Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest only control. Sampel yang digunakan adalah nasi putih, nasi merah, dan nasi hitam. Nasi disimpan dalam dua kondisi suhu kulkas (1-4°C) dan suhu ruang (20-25°C), dengan variasi waktu penyimpanan 1 jam, 3 jam, dan 6 jam. Setelah penyimpanan, nasi dipanaskan kembali pada suhu 65°C selama 15 menit. Pengukuran kadar glukosa dilakukan menggunakan metode Luff-Schoorl. Data dianalisis menggunakan uji t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nasi putih dengan penyimpanan pada suhu ruang selama 1 jam mempunyai kadar glukosa tertinggi, yaitu 8,0956%, dan terendah adalah nasi hitam dengan penyimpanan dalam kulkas selama 6 jam (3,8958%). Pada perlakuan pemanasan kembali, kadar glukosa tertinggi diperoleh dari nasi putih dengan penyimpanan pada suhu ruang selama 1 jam (8,2098%) dan terendah adalah nasi hitam dengan penyimpanan dalam kulkas selama 6 jam (4,0303%). Penyimpanan, waktu penyimpanan dan pemanasan memberikan pengaruh nyata terhadap perbedaan kadar glukosa dari nasi yang dicobakan. Hasil yang paling aman untuk penderita diabetes melitus adalah nasi hitam yang disimpan di kulkas selama 6 jam lalu dipanaskan kembali.

Page 1 of 1 | Total Record : 10