cover
Contact Name
Krishna Purnawan Candra
Contact Email
candra@faperta.unmul.ac.id
Phone
+6281350044920
Journal Mail Official
jtropicalagrifood@gmail.com
Editorial Address
Department of Agricultural Products Technology, Faculty of Agriculture, Mulawarman University Jl. Tanah Grogot Kampus Gunung Kelua Samarinda - Kalimantan Timur, 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Journal of Tropical AgriFood
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 26853590     EISSN : 26853604     DOI : https://doi.org/10.35941/jtaf
Core Subject : Agriculture,
Tropical AgriFood is academic journal for research article and review in the field of agricultural technology including agricultural engineering, postharvest physiology and technology, agricultural product processing technology, food science and technology, biotechnology, nutrition, herbal, and functional food.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Volume 8 Nomor 1 Tahun 2026" : 5 Documents clear
Karakteristik kimia mi kering yang disubstitusi dengan tepung jelai (Coix lacryma-jobi L.) termodifikasi heat moisture treatment (HMT) Naibaho, Bernando; Agustin, Sukmiyati
Journal of Tropical AgriFood Volume 8 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.0.0.0.22038.%p

Abstract

Konsumsi mi kering yang tinggi di Indonesia meningkatkan ketergantungan pada tepung terigu impor. Jelai (Coix lacryma-jobi L.), yang bergizi tinggi, menjadi alternatif pengganti, tetapi sifatnya yang bebas gluten membuat mi kurang elastis, mudah patah, dan memiliki rasa kuat. Dengan menerapkan Heat Moisture Treatment (HMT), struktur pati jelai dapat diubah sehingga karakteristiknya lebih sesuai untuk pembuatan mi kering. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu rasio tepung terigu dan tepung jelai termodifikasi HMT (100% tepung terigu, 90%:10%, 80%:20%, 70%:30%, 60%:40%, dan 50%:50%) dengan 4 ulangan. Parameterr yang diamati adalah kadar air, abu, protein, lemak, serat kasar, karbohidrat, dan kalori mi kering. Data dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan substitusi terigu oleh tepung jelai termodifikasi HMT secara signifikan mempengaruhi kadar air, abu, protein, lemak, serat, dan karbohidrat mi kering, namun berpengaruh tidak nyata terhadap nilai kalori. Semakin tinggi jumlah tepung jelai termodifikasi HMT yang digunakan maka kadar air, abu, lemak, dan serat kasar meningkat, sementara kadar protein dan karbohidrat menurun. Formulasi optimal untuk menghasilkan mi kering yang sesuai dengan SNI 8217:2015 adalah substitusi tepung terigu oleh 10% tepung jelai HMT, dengan sifat kimia kadar air 5,06%, kadar abu 2,34%, kadar protein 18,12%, kadar lemak 0,55 %, kadar karbohidrat 74,26%, dan kadar serat kasar 1,09%, serta total kalori 374,48 kkal.
Efek antihiperglikemik tepung parchment dan pulp kulit kopi pada Tikus Wistar Diabetes Tipe 2 yang diinduksi dengan nicotinamide-streptozocotin Rizkaprilisa, Windy; Luwidharto, Joshua; Sari, Linda
Journal of Tropical AgriFood Volume 8 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.0.0.0.22688.%p

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) adalah penyakit metabolik dengan hiperglikemia akibat resistensi insulin dan disfungsi sel β pankreas. Pencegahan dan pengendalian dapat dilakukan dengan pangan fungsional berbasis bahan lokal. Limbah pengolahan kopi, yaitu pulp dan parchment kulit kopi, kaya serat pangan dan senyawa bioaktif seperti asam klorogenat, fenol, flavonoid, dan kafein yang berpotensi menurunkan glukosa darah. Penelitian ini mengevaluasi efek antihiperglikemik tepung pulp dan parchment kulit kopi pada tikus Wistar model DMT2. Penelitian terdiri dari lima kelompok: normal, kontrol negatif, kontrol positif glibenklamid, perlakuan tepung pulp, dan tepung parchment. Induksi diabetes dengan nicotinamide-streptozotocin, intervensi selama 14 hari. Parameter yang diamati: berat badan, kadar glukosa darah puasa, analisis serat pangan, dan senyawa bioaktif pada tepung kulit kopi. Hasil menunjukkan tepung parchment memiliki serat pangan total lebih tinggi (76,78%) dibanding pulp (57,47%), sedangkan pulp memiliki aktivitas antioksidan, fenol, flavonoid, dan kafein lebih tinggi. In vivo, pemberian tepung pulp dan parchment menurunkan glukosa darah puasa tikus lebih signifikan dibanding kontrol positif glibenklamid, sekaligus meningkatkan berat badan yang menurun akibat induksi diabetes. Efek antihiperglikemik diduga berasal dari kombinasi serat pangan dan senyawa bioaktif yang meningkatkan sensitivitas insulin, memperlambat penyerapan glukosa, serta melindungi sel β pankreas dari stres oksidatif.
Pemanfaatan limbah produksi karet alam dan potensi konversinya menjadi hasil samping yang bernilai tambah: Sebuah tinjauan literatur Gea, Anesti Viantika; Aisyah, Intan; Rizki, Fajar
Journal of Tropical AgriFood Volume 8 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.0.0.0.22916.%p

Abstract

Industri pengolahan karet alam di Indonesia, yang merupakan komoditas ekspor utama, menghadapi tantangan serius dari limbah cair dan padat seperti serum lateks, lumpur, biji karet, dan cangkang biji karet. Limbah-limbah ini memiliki komponen berharga tetapi juga dapat merusak lingkungan jika tidak dikelola dengan baik. Mempertimbangkan kesulitan dalam pengelolaan limbah dan peluang untuk meningkatkan nilai, tinjauan ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi konversi produk sampingan dan limbah dari pengolahan karet menjadi berbagai produk bernilai tambah. Tinjauan ini dilakukan secara sistematis dengan mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mensintesis literatur ilmiah (2015–2025) dari basis data seperti Scopus, Web of Science, dan Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap jenis limbah memiliki potensi konversi yang signifikan: serum lateks dapat diubah menjadi pestisida biologis, lumpur dapat menjadi biogas atau arang aktif, biji karet dapat digunakan untuk biodiesel atau produk pangan, dan cangkang biji karet dapat dibuat menjadi arang aktif atau biobriket. Potensi ini mengubah limbah menjadi aset, meningkatkan efisiensi sumber daya, dan mendukung keberlanjutan industri. Meskipun terdapat tantangan seperti komposisi bahan baku yang bervariasi, kebutuhan detoksifikasi, dan biaya investasi awal, keberhasilan pemanfaatan potensi ini bergantung pada pengembangan teknologi konversi yang efisien, penerapan konsep biorefineri terpadu, dan dukungan regulasi yang kuat.
Evaluasi keamanan pangan ikan asin bilis (Stolepherus sp.) di beberapa pasar tradisional Kota Cirebon Affandy, Faried; Rochima, Emma; Suryana, Asep Agus Handaka; Rostini, Iis
Journal of Tropical AgriFood Volume 8 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.0.0.0.21960.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi ikan asin bilis (Stolephorus sp.) yang dijual di lima pasar tradisional Kota Cirebon secara kimiawi dan mikrobiologis. Pasar yang dipilih yaitu Pasar Kramat, Pasar Pagi, Pasar Kanoman, Pasar Jagasatru, dan Pasar Harjamukti. Sampel diambil secara purposive sampling dari dua penjual berbeda di setiap pasar. Uji formalin dilakukan secara kualitatif, sedangkan uji mikrobiologi menggunakan metode Angka Lempeng Total (ALT) mengacu SNI 8273:2016 dengan ambang batas maksimum 1×10⁵ koloni/g. Hasil menunjukkan 2 dari 10 sampel (20%) positif mengandung formalin dari Pasar Kramat dan Pasar Jagasatru. Kedua sampel tersebut menunjukkan jumlah bakteri tinggi (9,3×10⁵ dan 3,0×10⁵ koloni/g). Sebanyak 9 dari 10 sampel (90%) melebihi batas maksimum jumlah bakteri menurut SNI 8273:2016 dengan nilai tertinggi 8,4×10⁶ koloni/g dari Pasar Pekalipan. Hanya 1 sampel (10%) dengan jumlah bakteri terendah dari Pasar Pagi tidak melebihi batas maksimum SNI 8273:2016 dengan nilai 3,0×106 CFU/g. Hasil penelitian menunjukkan formalin masih ditemukan pada sebagian sampel, mengindikasikan praktik pengawetan ilegal dan bertentangan dengan Permenkes No. 33 Tahun 2012. Tingginya jumlah bakteri pada sebagian besar sampel yang melebihi ambang batas SNI 8273:2016 menunjukkan kondisi penanganan, sanitasi, dan penyimpanan produk ikan asin bilis belum memenuhi standar. Variasi nilai jumlah bakteri antar sampel menegaskan mutu ikan asin bilis dipengaruhi praktik pengolahan dan distribusi pada tingkat pedagang.
Formulasi pembuatan sirup herbal bunga telang (Clitoria ternatea) dengan penambahan jahe (Zingiber officinale) Fatimah, Fatimah; Rahmad, Thomi; Lestari, Ema; Linangsari, Titis
Journal of Tropical AgriFood Volume 8 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.0.0.0.21997.%p

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan formulasi optimal sirup herbal berbahan bunga telang dengan penambahan jahe serta mengevaluasi karakteristik fisikokimia dan organoleptiknya. Penelitian ini adalah penelitian faktor tunggal (penambahan jahe, 0-30 g untuk setiap bunga telang sebanyak 5 g) yang dirancang dalam Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan dengan DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan jahe berpengaruh signifikan terhadap respons organoleptik untuk rasa dan aroma sirup herbal bunga telang, tetapi tidak untuk warna. Sirup dengan penambahan jahe 20 g mendapatkan respons organoleptik hedonik tertinggi untuk parameter rasa 7,20 dan aroma 7,30. Respons organoleptik mutu hedonik menunjukan bahwa penambahan jahe meningkatkan kualitas rasa dan aroma sirup, dengan nilai tertinggi pada penambahan 30 g jahe yang memberikan skor untuk rasa 4,23 dan aroma 4,07. Nilai pH berkisar antara 5,56 hingga 5,83 untuk sirop tanpa penambahan jahe sampai dengan penambahan jahe 30 g, dengan perbedaan signifikan. Nilai pH yang diperoleh sesuai dengan rekomendasi bahwa sirup yang baik, memiliki pH antara 4-7. Melalui uji kualitatif, semua sampel diketahui mengandung senyawa flavonoid dan senyawa fenolik. Selain itu, semua formulasi menunjukkan homogenitas yang baik.

Page 1 of 1 | Total Record : 5