cover
Contact Name
Krishna Purnawan Candra
Contact Email
candra@faperta.unmul.ac.id
Phone
+6281350044920
Journal Mail Official
jtropicalagrifood@gmail.com
Editorial Address
Department of Agricultural Products Technology, Faculty of Agriculture, Mulawarman University Jl. Tanah Grogot Kampus Gunung Kelua Samarinda - Kalimantan Timur, 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Journal of Tropical AgriFood
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 26853590     EISSN : 26853604     DOI : https://doi.org/10.35941/jtaf
Core Subject : Agriculture,
Tropical AgriFood is academic journal for research article and review in the field of agricultural technology including agricultural engineering, postharvest physiology and technology, agricultural product processing technology, food science and technology, biotechnology, nutrition, herbal, and functional food.
Articles 95 Documents
Studi awal perbaikan kualitas tepung Talas Beneng (Xanthosoma undipes K.Koch) sebagai potensi produk unggulan Banten Nia Ariani Putri; Rifqi Ahmad Riyanto; Slamet Budijanto; Sapta Raharja
Journal of Tropical AgriFood Volume 3, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.3.2.2021.6360.63-72

Abstract

Talas Beneng (Xanthosoma undipes K.Koch) merupakan sumber pangan lokal khas Banten yang banyak tumbuh di Kabupaten Pandeglang. Sebagian besar Talas Beneng diolah menjadi tepung dan dijual untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan produk bakery. Akan tetapi masih terdapat masalah dengan produk tepung ini, yaitu karakteristiknya tidak stabil dan mempunyai kandungan asam oksalat yang cukup tinggi yang dapat menimbulkan rasa gatal saat dikonsumsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperbaiki kualitas produk tepung talas beneng melalui introduksi perlakuan proses yang baru, yaitu penghilangan tahapan perendaman. Parameter yang diamati adalah karakteristik fisik dan kimia tepung Talas Beneng yang dihasilkan dari produksi komersial (dengan perendaman) yang diproduksi oleh kelompok tani dan introduksi perlakuan proses baru (tanpa perendaman). Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa introduksi proses perlakuan tanpa perendaman menghasilkan tepung dengan karakteristik kimia yang lebih baik, yaitu kadar abu, kadar karbohidrat dan serta pangan yang lebih tinggi, dan kadar air dan kadar oksalat yang lebih rendah. Warna tepung talas beneng yang dihasilkan mempunyai nilai a* dan b* yang lebih rendah, sedangkan nilai L* nya lebih tinggi dibanding produk tepung Talas Beneng komersial. Granula pati tepung Talas Beneng yang dihasilkan dari kedua proses tersebut berbentuk poligonal.
Karakterisasi maltodekstrin dari pati umbi ganyong (Canna edulis Ker.), enthik (Colocasia esculenta L.) dan kentang hitam (Plectranthus rotundifolius) menggunakan metode hidrolisis enzimatis Yulian Andriyani; Yudi Pranoto
Journal of Tropical AgriFood Volume 4, Nomor 1, Tahun 2022
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.4.1.2022.6696.9-15

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam jenis umbi lokal yang memiliki potensi untuk dikembangkan selain sebagai sumber pangan. Pengolahan umbi menjadi pati merupakan produk antara yang kemudian dapat dikembangkan menjadi berbagai macam produk, salah satunya adalah maltodekstrin yang pada penelitian ini dihasilkan dari proses hidrolisis pati dengan cara enzimatis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik maltodekstrin yang dihasilkan dari pati umbi ganyong, entik dan kentang hitam dengan metode hidrolisis ezimatis meliputi rendemen, kadar air, nilai Dexstrose Equivalent (DE), derajat keasaman, kelarutan dan warna maltodekstrin. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental deskriptif skala laboratorium dengan variabel sumber pati yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maltodekstrin dari entik menghasilkan rendemen dan kelarutan yang paling tinggi sebesar 90,8% dan 98,2% dengan nilai DE paling rendah sebesar 11,19. Maltodekstrin kentang hitam menghasilkan kadar air dan derajat asam terendah sebesar 4,6% dan 5,9%, sedangkan maltodekstrin ganyong menghasilkan warna yang lebih putih dibandingkan kedua sampel lainnya. Karakteristik maltodekstrin yang dihasilkan pada penelitian ini bisa menjadikan acuan produksi maltodekstrin yang mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI).
Pengaruh suhu dan waktu pengeringan terhadap karakteristik kimia chip yoghurt durian (Durio zibethinus) Aswita Emmawati; Salman Salman; Maulida Rachmawati
Journal of Tropical AgriFood Volume 3, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.3.2.2021.6199.86-92

Abstract

Yoghurt yang mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan tidak mudah dinikmati di mana saja, sebab harus didistribusikan pada suhu terkendali. Oleh sebab itu perlu dibuat yoghurt dalam bentuk olahan kering salah satunya yoghurt chips. Pada penelitian ini, yoghurt chips dibuat dari yoghurt yang berbahan baku buah durian.  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu pengeringan terhadap kadar proksimat, serat dan nilai kalori yoghurt chips durian. Penelitian ini menggunakan dua faktor dan tiga kali ulangan. Faktor pertama yaitu suhu pengeringan dengan tiga taraf yang berbeda dan faktor kedua yaitu waktu pengeringan dengan tiga taraf yang berbeda. Suhu yang digunakan yaitu 70°C, 80°C dan 90°C, dan waktu yang digunakan yaitu 9 jam, 12 jam dan 15 jam. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah kadar air, kadar abu, kadar lemak, kadar protein, kadar karbohidrat, total energi dan serat kasar. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan sidik ragam. Untuk hasil sidik ragam yang menunjukkan perbedaan nyata dilakukan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf α-5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan waktu pengeringan serta interaksi antara keduanya berpengaruh nyata terhadap kadar proksimat dan serat yoghurt chips durian yang dihasilkan. Semakin tinggi suhu dan waktu pengeringan maka kadar air, abu, protein dan serat kasar pada produk semakin turun sedangkan kadar lemak, karbohidrat dan total kalori semakin tinggi. 
Kandungan gizi dan aktivitas antioksidan beras merah dan beras hitam padi ladang lokal dari Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara Fitrah Pangerang
Journal of Tropical AgriFood Volume 3, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.3.2.2021.8475.93-100

Abstract

Beras merah dan beras hitam lokal Bulungan Kalimantan Utara dibudidayakan secara turun temurun oleh petani ladang. Penelitian ini bertujuan untuk menguji nilai gizi dan aktivitas antioksidan beras merah dan beras hitam lokal padi ladang yang tersebar di beberapa daerah Bulungan. Beras merah lokal yang diuji berasal dari daerah Klubir, Tanjung Palas, Pimping, Teras Baru dan Selimau. Sedangkan beras hitam berasal dari daerah Pejalin, Selimau dan Tobulo. Pengujian nilai gizi beras dilakukan meliputi pengujian kadar protein, lemak, serat kasar, abu, dan karbohidrat. Aktivitas antioksidan ditentukan dengan metode DPPH. Kandungan nilai gizi menunjukkan protein beras merah mencapai 7,72-9,10%, lemak 1,00-2,07%, serat kasar 0,24-1,77%, total abu 0,43-1,01%, karbohidrat 73,16-79,58%. Sedangkan pada beras hitam memiliki protein 7,44-10,08%, lemak 0,22-0,42%, serat kasar 0,06-0,10%, total abu 0,14-0,78%, karbohidrat 75,80-78,68%. Pengujian nilai aktivitas antioksidan beras merah maupun beras hitam lokal menunjukkan nilai IC50 beras merah 85,69-290,54 ppm. Sedangkan beras hitam memiliki IC50 176,62-287,14 ppm. Kesimpulan beras hitam lokal Bulungan memiliki protein cenderung lebih tinggi dari beras merah lokal. Umumnya beras merah maupun beras hitam lokal memiliki kadar lemak dibawah 3% dan mineral (abu) maksimal 4%. Kandungan serat beras merah maupun beras hitam lokal tergolong rendah yaitu kurang dari 36% dan kandungan karbohidrat (BETN) cukup tinggi. Aktivitas antioksidan beras merah cenderung lebih kuat dibandingkan beras hitam lokal.
Sintesis dan karakterisasi sodium karboksimetil selulosa dari serabut kelapa sawit Agustu Sholeh Pujokaroni; Djagal Wiseso Marseno; Yudi Pranoto
Journal of Tropical AgriFood Volume 3, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.3.2.2021.6656.101-113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode pembuatan CMC dari serabut buah kelapa sawit (SBS). Dua tahapan percobaan dilakukan, yaitu penyiapan selulosa dari SBS dan pembuatan CMC menggunakan selulosa SBS dari perlakuan terpilih. Percobaan tahap pertama merupakan percobaan faktor tunggal (konsentrasi NaOH 5,0-17,5%), sedangkan percobaan tahap kedua merupakan percobaan faktorial (konsentrasi NaOH 5-20%, dan kadar Natrium monokhloro asetat/NaMCA 3-7 g). Setiap perlakuan diulang lima kali. Parameter yang diamati pada percobaan tahap pertama adalah rendemen, kadar selulosa, kadar air, dan kadar abu. Parameter yang diamati pada percobaan tahap kedua adalah hasil, kadar air, kemurnian, kelarutan, viskositas, dan derajat substitusi. CMC SBS dengan karakter terbaik dari percobaan kedua kemudian dianalisis dengan sinar-X dan FTIR. Kecuali data difraksi sinar-X dan spektrum FTIR yang dianalisis secara deskriptif, data lainnya dianalisis dengan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode penyiapan selulosa dari SBS dengan formula 5% w/v dalam 15% NaOH merupakan metode paling potensial (rendemen dan kadar selulosa bertuut-turut adalah 25,50% dan 63,34%) dan dipilih sebagai metode penyiapan selulosa SBS. Pada percobaan CMC dari selulosa SBS, ditunjukkan bahwa konsentrasi NaOH dan kadar NaMCA serta interaksinya memberikan pengaruh nyata (p<0,05) terhadap hasil, kadar air, kemurnian, kelarutan, viskositas, dan derajat substitusi CMC. Metode penyiapan CMC menggunakan formula 5 g selulosa SBS dalam sistem 100 mL isopropanol dan 20 mL 15% NaOH dan 6 gram NaMCA merupakan metode potensial yang menghasilkan CMC SBS dengan karakteristik derajat substitusi 1,19, viskositas 4,1 cps, dan kelarutan 60,25%. Hasil, kemurnian, dan kadar air CMC SBS yang dihasilkan berturut-turut adalah 156,35%, 86,44%, dan 11,83%. CMC SBS yang dihasilkan tersebut mempunyai karakter difraksi sinar-X dan spektrum FTIR yang serupa dengan tepung selulosa dan CMC komersial.
Pengaruh perbandingan tepung terigu dan tepung jewawut (Setaria italica L.) terhadap sifat organoleptik, sifat fisik dan karotenoid donat labu kuning Epi Susanti; Bernatal Saragih; Yuliani Yuliani
Journal of Tropical AgriFood Volume 3, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.3.2.2021.5949.79-85

Abstract

Donat adalah salah satu jenis makanan yang memiliki lubang ditengah atau tanpa lubang dengan bahan yang terbuat dari adonan tepung terigu, gula, telur dan mentega atau margarin. Jewawut (Setaria italica L.) adalah sumber karbohidrat alternatif yang memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh formula tepung terigu dan tepung jewawut terhadap sifat sensoris, sifat fisik dan kadar karotenoid donat labu kuning. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan 4 kali ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan dengan uji BNT. Data sensoris dikonversikan menjadi data interval menggunakan metode MSI (Method of Successive Interval) sebelum dianalisis dengan ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula tepung terigu dan tepung jewawut berpengaruh nyata terhadap sifat sensoris hedomik dan mutu hedonik, intensitas warna, dan total karotenoid donat, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap daya kembang donat yang dihasilkan. Formulasi tepung terigu dan tepung jewawut 50%:50% menghasilkan donat dengan sifat sensoris suka untuk semua atribut, menunjukkan daya kembang 71,62%, mempunyai intensitas warna 0,21 (Abs pada 510 nm), dan kadar karotenoid 1,28 ppm. Sifat sensoris mutu hedonik donat adalah berwarna kuning, agak beraroma jewawut, agak berasa jewawut, bertekstur agak lemah.
Pola konsumsi pangan rumah tangga masyarakat pesisir di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara selama pandemi Covid-19: Studi kasus pada Desa Tanah Kuning dan Desa Mangkupadi Fitrah Pangerang; Didi Adriansyah
Journal of Tropical AgriFood Volume 4, Nomor 1, Tahun 2022
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.4.1.2022.8334.1-8

Abstract

Pangan merupakan kebutuhan yang paling mendasar bagi setiap makhluk hidup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan tenaga agar bisa melakukan aktivitas sehari-hari. Situasi pandemi Covid-19, membuat perubahan situasi baru hampir semua aspek kehidupan, termasuk perubahan rantai pasok pangan mulai dari hulu hingga hilir sehingga menimbulkan permasalahan konsumsi pangan masyarakat terkait keseimbangan jumlah dan jenis pangan yang dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola konsumsi pangan rumah tangga berdasarkan aspek kuantitas dan kualitas. Metode pengumpulan data menggunakan metode food recall 2 x 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komsumsi energi rumah tangga Desa Tanah Kuning dan Desa Mangkupadi di masa pandemi tergolong defisit dengan angka kecukupan energi (AKE) aktualnya berturut-turut 979,25 kkal/kapita/hari dan 779,15 kkal/kapita/hari dengan rata-rata tingkat kecukupan energi (TKE) sebesar 45,54% dan 36,24%. Dilain pihak, konsumsi protein rumah tangga Desa Tanah Kuning tergolong normal sedangkan Desa Mangkupadi tergolong sedang dengan rata-rata kecukupan protein (AKP) aktualnya masing-masing sebesar 68,94 gram/kapita/hari dan 46,63 gram/kapita/hari dengan tingkat kecukupan protein berturut-turut sebesar 108,64% dan 73,37%. Kualitas konsumsi pangan rumah tangga masyarakat Desa Tanah Kuning dan Desa Mangkupadi belum beragam dan belum seimbang (dibawah standar ideal), skor Pola Pangan Harapan (PPH) kedua desa tersebut berturut-turut adalah 41,70% dan 34,80%.
Pengaruh formulasi jamur tiram putih (Plerotus ostreatus) dan kepiting bakau (Scylla seratta ) terhadap kandungan protein, serat dan sifat organoleptik naget Rasni Rasni; Marwati Marwati; Maulida Rachmawati
Journal of Tropical AgriFood Volume 3, Nomor 2, Tahun 2021
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.3.2.2021.6148.73-78

Abstract

Naget pada umumnya berbahan dasar hewani dan saat ini belum tersedia naget komersial berbahan dasar nabati seperti jamur tiram putih memiliki kandungan serat serta khasiat sebagai antitumor, penurun kolesterol dan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan jamur tiram putih (JTP) dan daging kepiting bakau (DKB) terhadap kadar protein, kadar serat dan organoleptik serta mencari perbandingan yang paling disukai oleh panelis. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan satu faktor, yaitu formulasi JTP dan DKB dengan lima taraf perlakuan, masing-masing tiga ulangan. Parameter yang diamati adalah kadar protein, kadar serat dan sifat organoleptik hedonik dan mutu hedonik untuk tekstur, rasa dan warna. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil. Data sifat organoleptik terlebih dahulu dikonversi menjadi data interval menggunakan Method of Successive Interval sebelum dianalisis dengan sidik ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan JTP dan KB berpengaruh nyata terhadap kadar protein, kasar serat dan sifat organoleptik naget yang dihasilkan. Naget dari 75% JTP dan 25% DKB menunjukkan kadar protein 17,60% dan kadar serat 4,65% dengan respon sensoris hedonik suka dan mutu hedonik bertekstur agak kenyal, berasa jamur tiram putih, kepiting bakau dan gurih, serta berwarna orange keemasan.
Pengaruh penambahan madu terhadap karakteristik fisik dan organoleptik yoghurt kedelai (soyghurt) Monika Rahardjo; Monang Sihombing; Valentino Pandu Firdaus
Journal of Tropical AgriFood Volume 4, Nomor 2, Tahun 2022
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.4.2.2022.9165.96-104

Abstract

Beberapa orang menghindari susu hewani, yaitu seperti penderita intolerasi laktosa dan vegetarian. Berdasarkan masalah tersebut, yoghurt berbahan dasar susu nabati dari kedelai atau biasa disebut dengan soyghurt dapat menjadi solusi. Jenis karbohidrat yang digunakan sebagai sumber energi pertumbuhan bakteri adalah madu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh konsentrasi penambahan madu yaitu 0,0%, 2,5%, 5,0%, 7,5%, 10,0%, 12,5% terhadap karakteristik fisik (pH dan kekentalan) dan organoleptik soyghurt. Tahapan yang dilakukan adalah pembuatan susu kedelai kemudian pembuatan soyghurt. Data dianalisis menggunakan metode One-Way ANOVA dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata pH pada konsentrasi madu 7,5% dan 10% dengan nilai penurunan sebesar 4,85. Perbedaan nyata viskositas terlihat pada konsentrasi madu 5% dengan nilai peningkatan sebesar 6,3 dpa.s. Perbedaan nyata karakteristik organoleptik terlihat pada parameter rasa, tekstur dan keseluruhan dengan tingkat kesukaan tertinggi terdapat pada konsentrasi madu 12,5%. Penambahan madu dengan konsentrasi yang berbeda (0,0-12,5%) memberikan pengaruh nyata pada pH, viskositas dan tingkat kesukaan panelis terhadap sifat organoleptik khususnya untuk parameter rasa, tekstur dan keseluruhan soyghurt.
Pengaruh suhu dan lama pemanggangan terhadap sifat sensoris snack bar ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L. Poir) dengan penambahan yoghurt buah sirsak (Annona muricata L.) Weriana Weriana; Aswita Emmawati; Marwati Marwati
Journal of Tropical AgriFood Volume 4, Nomor 1, Tahun 2022
Publisher : Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35941/jtaf.4.1.2022.7867.16-22

Abstract

Snack bar didefinisikan sebagai produk makanan ringan campuran berbagai bahan seperti sereal, buah-buahan, dan kacang-kacangan. Pada penelitian ini, snack bar dibuat dari bahan baku lokal yaitu ubi jalar ungu sebagai sumber karbohidrat, dan kacang mete sebagai sumber protein. Snack bar ini juga dilapisi yoghurt buah untuk menambah kandungan serat dengan tujuan untuk membantu pencernaan manusia dan untuk program diet. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial dengan dua ulangan. Faktor pertama adalah suhu pemanggangan dengan lima taraf perlakuan (120, 130, 140, 150, dan 160℃), sedangkan faktor kedua adalah lama pemanggangan dengan tiga taraf perlakuan (50, 70, dan 90 menit). Parameter yang diamati adalah sifat sensoris snack bar. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil. Penelitian ini menunjukkan bahwa suhu dan lama pemanggangan berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap sifat sensoris hedonik warna, tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap sifat sensoris hedonik aroma, rasa, dan tekstur. Snack bar yang dihasilkan memiliki tingkat kesukaan pada warna rata-rata berkisar antara 3,70 (suka), aroma 3,62 (suka), rasa 3,30 (agak suka), dan tekstur 3,24 (agak suka). Sifat mutu hedonik pada warna rata-rata 3,82 (ungu), aroma 3,38 (agak beraroma ubi jalar ungu), rasa 3,34 (agak manis), dan tekstur 3,30 (agak lembut).

Page 4 of 10 | Total Record : 95