cover
Contact Name
Hana Ike Dameria Br. Purba
Contact Email
purbahana@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
jmutiarakesmas@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKAT
ISSN : -     EISSN : 25278185     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat merupakan jurnal yang memuat tentang ilmu kesehatan masyarakat serta tulisan-tulisan hasil penelitian terkait administrasi kebijakan Kesehatan, epidemiologi, kesehatan dan keselamatan kerja, kesehatan lingkungan, kesehatan reproduksi, biostatistik dan promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Terbit dua kali dalam setahun yakni di bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 231 Documents
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DIARE DI INDONESIA TAHUN 2023 Sari, Nofita; Pangestuti, Ayu; Wismaningsih, Endah Retnani; Putri, Elvanda Helzalia; Utomo, Afina Putri
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Diare merupakan penyakit endemis di Indonesia yang dapat memicu Kejadian Luar Biasa (KLB) dan terus menjadi salah satu faktor utama kematian, dengan tingkat fatalitas kasus (CFR) yang relatif tinggi. Sesuai Profil Kesehatan Indonesia tahun 2019, tercatat sekitar 4.485.513 kasus diare pada semua kelompok usia, dengan tingkat cakupan pelayanan mencapai 61,7%. Tujuan: menganalisis hubungan antara akses air minum, akses higiene, dan ketersediaan sabun dengan prevalensi diare pada semua kelompok usia di Indonesia, menggunakan data sekunder dari Survei Kesehatan Indonesia 2023. Metode: menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross sectional, yaitu pengukuran variabel independen dan variabel dependen dilakukan dalam satu waktu. Variabel independen dalam penelitian ini adalah tidak ada akses air minum, akses air minum tidak layak, akses air minum layak terbatas, akses air minum layak dasar, akses higiene terbatas, akses higiene dasar, proporsi ketersediaan sabun, sedangkan untuk variabel dependen penelitian ini adalah Prevalensi Diare pada Semua Umur menurut Provinsi. Hasil: Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa hubungan antara prevalensi diare dengan variabel-variabel akses air minum dan higiene memiliki kekuatan dan arah yang bervariasi. Secara umum, variabel yang berhubungan signifikan dengan prevalensi diare adalah akses higiene terbatas, akses higiene dasar, dan proporsi ketersediaan sabun (p < 0,05), sedangkan variabel terkait akses air minum tidak menunjukkan hubungan yang bermakna secara statistik. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara akses higiene terbatas, akses higiene dasar, dan proporsi ketersediaan sabun sedangkan akses air minum tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.
SUCCESSFUL INTERNAL RIB FIXATION USING SHAPP PLATE IN ADULT WOMEN WITH RIB FRACTURE AND CHRONIC PAIN: A CASE REPORT Indraharsana, Ida Bagus Yudharma; Yasa, Ketut Putu
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rib fractures are common injuries occur 10% of all traumatically injured patients. Initial management involves adequate analgesia, thoracostomy drainage if indicated, and respiratory care. Surgical rib stabilization become increasingly important but still no international clear consensus on indication is available regarding indications and patient selection. No method and/or technique was found to be superior compared to others. The aim of this study is to describe outcome of internal rib fixation using SHAPP plate. We report a 52-year-old woman, came to emergency room (ER) after motorbike accident, right chest hit handlebar. Presented with bad right chest pain and pain when inhale, VAS 7. Chest radiograph revealed fracture right posterior rib 8,9,10 medial. Chest CT showed linier fracture non displaced of right posterior rib 7. Initial treatment consists of pain management. Patient discharged after three days. Follow up at two weeks, patient still felt right chest pain when inhale and during activities with VAS 6. Second CT revealed not found fracture of right posterior rib 6-7. Patient planned to undergo internal rib fixation. Indication of surgery is prolonged and worsened pain. Internal rib fixation used SHAPP plate. Patient clinical condition significantly improved post operative with length of stay 4 days. Follow up at one month after surgery, confirmed a full return to daily activities without pain. This study reported that rib fracture treated through internal rib fixation, allows rapid recovery as well as eradicating chronic pain causes by rib fracture its self
THE RELATIONSHIP BETWEEN THE LEVEL OF KNOWLEDGE ABOUT CIGARETTES AND SMOKING BEHAVIOR AMONG STUDENTS IN THE WORKING ARE OF THE SERING HEALTH CENTER UPT, MEDAN CITY Eyanoer, Putri Chairani; Simanjuntak, Novita Hasiani; Hutagalung, Angeline Kory; Tampubolon, Jonaha Bonafide; Hulu, Dirga Agustina; Simanullang, Putri Andriani; Halawa, Pisces Alfred Dorifman
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The increasing intensity of digital technology use has raised concerns about its impact on the social development of the younger generation. This study focused on analyzing the causal relationship between the frequency of social media use and social interaction skills among Vocational High School (SMK) students in urban areas. An observational analytical study with a prospective cohort study design was conducted at SMK Teknologi Abadi, Central Jakarta, from January to May 2025. A total of 105 eleventh-grade students were involved in this study, selected using a stratified random sampling method based on major. Data were collected through social media usage time logs (obtained through a third-party application) and the standard Social Skills Rating System (SSRS) questionnaire. Data were processed using IBM SPSS software version 26.0, including binary logistic regression analysis and odds ratio tests with a significance level of $p < 0.05$. The study findings showed that the majority of students (72.4%) recorded social media use above the normal limit (more than 3 hours per day), and 65.7% of them were categorized as having low social interaction skills. Statistical analysis proved a significant and strong association between excessive social media use and low social interaction skills ($OR = 2.85; p = 0.003$), meaning students who spend more time on social media are 2.85 times more likely to experience a decline in their ability to interact face-to-face. In conclusion, excessive social media use has a clear negative impact on the quality of adolescents' social interactions, underscoring the urgency of digital literacy education and strengthening offline social activities in schools.
“SAYA SUDAH MENJELASKAN, TAPI MEREKA MASIH CEMAS”: FENOMENOLOGI PENGALAMAN PERAWAT DALAM EDUKASI PASIEN PRAOPERASI JANTUNG Asmara, Siti Suryani; Kusumawati, Wiwik
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pasien yang akan menjalani operasi jantung terbuka sering kali mengalami kecemasan tinggi meskipun telah mendapatkan edukasi praoperasi dari perawat. Edukasi yang disampaikan secara verbal sering belum cukup membantu pasien memahami dan menerima proses tindakan medis yang kompleks. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman perawat dalam memberikan edukasi praoperasi kepada pasien jantung terbuka dan memahami makna di balik fenomena kecemasan pasien meskipun sudah diberikan penjelasan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Partisipan terdiri dari enam perawat yang memiliki pengalaman memberikan edukasi praoperasi jantung terbuka (CABG). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi terstruktur dan dianalisis menggunakan metode analisis Colaizzi. Hasil: Analisis menghasilkan empat tema utama: (1) keterbatasan komunikasi verbal dalam menenangkan pasien, (2) pentingnya media visual dalam membantu pemahaman pasien, (3) perawat sebagai pendamping emosional, dan (4) kebutuhan inovasi dalam edukasi praoperasi. Kesimpulan: Edukasi praoperasi yang efektif membutuhkan pendekatan yang tidak hanya informatif tetapi juga empatik dan visual. Perawat memiliki peran penting sebagai komunikator terapeutik yang mampu menghadirkan rasa aman melalui penyampaian edukasi yang humanis dan kontekstual.
PEMANFAATAN LIMBAH DOMESTIK MENJADI VAS BUNGA DARI TUTUP BOTOL DAN BUNGA DARI STYROFOAM: STUDI KREATIVITAS DAN DAMPAKNYA TERHADAP LINGKUNGAN Susilawati, Susilawati; Pulungan, Ulfa Naswa; Lubis, Fatimah Az Zahra; Khairunnisa, Khairunnisa; Panggabean, Azuhra Widriyani
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Studi ini membahas tentang pemanfaatan sampah rumah tangga berupa tutup botol plastik dan styrofoam menjadi produk kerajinan tangan yang memiliki nilai ekonomi dan estetika. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya volume sampah rumah tangga yang sulit terurai dan berpotensi menyebabkan polusi lingkungan serta masalah kesehatan, sehingga memerlukan solusi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan danpemberdayaan masyarakat melalui kegiatan kreatif. Metode: Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan melalui tahapan pengumpulan sampah, pembersihan, pemisahan material, dan pengolahan menjadi produk kerajinan seperti vas dan bunga hias yang menarik secara visual dan juga berfungsi. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampah yang sebelumnya dianggap tidak berguna dapat diubah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi dan estetika, serta berkontribusi dalam mengurangi polusi lingkungan dan bahaya kesehatan yang disebabkan oleh pengelolaan sampah yang tidak baik. Kesimpulan: Pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi kerajinan tangan tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi dan estetika, tetapi juga berperan penting dalam pelestarian lingkungan serta pemberdayaan masyarakat, dan mendukung terciptanya gaya hidup yang lebih peduli terhadap keberlanjutan lingkungan
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DENGAN DERAJAT DISMENOREA PADA MAHASISWI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SEMARANG Ardelia, Deanna Trixie; Irsam, Muhammad; Rohmani, Afiana
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Dismenore merupakan nyeri menstruasi yang dirasakan di perut bagian bawah dan dapat menjalar ke punggung bawah, pinggang, panggul, paha atas, hingga betis. Stres dapat meningkatkan produksi hormon estrogen dan prostaglandin yang menyebabkan peningkatan kontraksi uterus sehingga memperparah dismenore. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan derajat dismenore pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang. Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik deskriptif dengan melibatkan 189 mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang angkatan 2020, 2021, dan 2022. Tingkat stres diukur menggunakan kuesioner Numeric Rating Scale (NRS), sedangkan derajat dismenore diukur menggunakan Menstrual Symptom Severity Questionnaire (MSSQ). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan derajat dismenore (p = 0,000) dengan kekuatan korelasi sedang (r = 0,422). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan derajat dismenore pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang, dimana semakin tinggi tingkat stres maka semakin berat derajat dismenore.
HUBUNGAN DURASI MENGEMUDI DENGAN NECK PAIN PADA DRIVER OJEK ONLINE Rivaldi Abdillah; Purnamawati Tjhin
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v11i1.5963

Abstract

Latar belakang: Perkembangan transportasi berbasis aplikasi mendorong peningkatan jumlah driver ojek online dengan tuntutan kerja yang tinggi. Aktivitas mengemudi dalam durasi lama dengan posisi duduk statis dan postur yang kurang ergonomis berpotensi menimbulkan keluhan muskuloskeletal, khususnya neck pain. Namun, hasil penelitian sebelumnya mengenai hubungan durasi mengemudi dengan neck pain masih menunjukkan temuan yang tidak konsisten. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara durasi mengemudi dengan kejadian neck pain pada driver  ojek online. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian berjumlah 124 driver  ojek online yang direkrut menggunakan teknik consecutive non-random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner durasi mengemudi harian dan instrumen Neck Disability Index (NDI) yang telah tervalidasi dan reliabel. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan Fisher’s Exact Test dengan bantuan perangkat lunak. Hasil: Mayoritas responden berusia ≤40 tahun (58,1%) dan berjenis kelamin laki-laki (94,4%). Sebagian besar responden memiliki durasi mengemudi melebihi 8 jam per hari (85,5%). Keluhan neck pain paling banyak berada pada kategori ringan (96,8%), sedangkan keluhan sedang ditemukan pada 3,2% responden dan tidak ditemukan keluhan berat. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara durasi mengemudi dan kejadian neck pain (p = 0,470). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara durasi mengemudi dan kejadian neck pain pada driver ojek online. Temuan ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan neck pain perlu mempertimbangkan faktor ergonomi dan karakteristik kerja lainnya sebagai bagian dari promosi kesehatan kerja di masyarakat.
HUBUNGAN WORK LIFE BALANCE DAN KELELAHAN KERJA PADA KARYAWAN Alinda Arsy; Purnamawati Tjhin
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v11i1.5964

Abstract

Latar belakang: Kelelahan kerja (burnout) merupakan masalah kesehatan kerja yang berdampak pada produktivitas, kualitas pelayanan, dan kesejahteraan pekerja. Di Indonesia, prevalensi kelelahan kerja dilaporkan mencapai 63,78%. Tingginya tuntutan pekerjaan, khususnya pada pelaksanaan program pemerintah Makanan Bergizi Gratis (MBG), berpotensi mengganggu keseimbangan kehidupan kerja (work life balance/WLB) dan meningkatkan risiko kelelahan kerja pada karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara work life balance dan kelelahan kerja pada karyawan SPPG. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 47 karyawan SPPG Pasar Minggu, Jakarta Selatan, dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Copenhagen Burnout Inventory (CBI) dan Work life balance Scale (WLBS). Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact Test dengan tingkat kemaknaan statistik 0,05. Hasil: Tidak terdapat responden dengan tingkat WLB kategori tinggi maupun sangat tinggi. Sebagian besar responden berada pada kategori WLB sangat rendah (46,8%) dan rendah (27,7%). Tingkat kelelahan kerja menunjukkan kondisi yang sangat tinggi, dengan 87,2% responden berada pada kategori sangat tinggi dan 12,8% pada kategori tinggi. Hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara work life balance dan kelelahan kerja (p = 0,164). Kesimpulan: Kelelahan kerja pada karyawan SPPG tergolong sangat tinggi, namun work life balance tidak berhubungan secara signifikan dengan kelelahan kerja. Upaya skrining dan edukasi kesehatan kerja tetap diperlukan sebagai langkah preventif untuk mencegah kelelahan kerja dan meningkatkan kesejahteraan pekerja.
HUBUNGAN STRES KERJA DAN PERILAKU MENGEMUDI AGRESIF PADA DRIVER OJEK ONLINE Alvin Venantius Phientercahyadi; Purnamawati Tjhin
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v11i1.5965

Abstract

Latar Belakang: Profesi driver ojek online berkembang pesat seiring meningkatnya kebutuhan transportasi berbasis aplikasi. Tuntutan pekerjaan seperti target waktu, kepadatan lalu lintas, dan tekanan dari konsumen berpotensi menimbulkan stres kerja. Stres kerja diduga berperan dalam memengaruhi perilaku mengemudi agresif yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Namun, hasil penelitian sebelumnya menunjukkan temuan yang belum konsisten. Tujuan: untuk mengetahui hubungan antara stres kerja dengan perilaku mengemudi agresif pada driver ojek online. Metode: penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian berjumlah 121 driver ojek online di Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, yang dipilih menggunakan teknik consecutive non-random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner stres kerja dan Aggressive Driving Behavior Scale (ABDS) yang telah tervalidasi. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Fisher’s exact test dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil: Sebagian besar responden mengalami stres kerja kategori sedang (66,1%) dan menunjukkan perilaku mengemudi agresif kategori rendah (90,9%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan perilaku mengemudi agresif pada driver ojek online (p = 0,730). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara stres kerja dengan perilaku mengemudi agresif pada driver ojek online. Oleh karena itu, upaya pencegahan perilaku mengemudi agresif perlu mempertimbangkan faktor lain di luar stres kerja, seperti faktor individu, lingkungan, dan kondisi situasional.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KESADARAN K3 MAHASISWA KEPERAWATAN PADA PRAKTIKUM LABORATORIUM: STUDI CROSS-SECTIONAL UNIVERSITAS KEPANJEN Yotin Bayu Merryani; Muhamad Mustofa
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmkm.v11i1.5993

Abstract

Latar belakang: Praktikum laboratorium merupakan bagian penting dalam pendidikan keperawatan, namun berisiko menimbulkan kecelakaan kerja akibat paparan bahaya biologis, kimia, dan fisik. Oleh karena itu, mahasiswa keperawatan perlu memiliki kesadaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang baik. Kesadaran K3 dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal, namun bukti empiris pada mahasiswa keperawatan di perguruan tinggi masih terbatas. Tujuan: Menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kesadaran K3 mahasiswa keperawatan dalam praktikum laboratorium di Universitas Kepanjen. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 56 mahasiswa keperawatan yang mengikuti praktikum laboratorium pada semester genap 2025 melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tervalidasi yang mencakup pengetahuan dan sikap K3, ketersediaan fasilitas K3, peran dosen atau instruktur, pengalaman kecelakaan kerja, serta tingkat kesadaran K3. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik (p < 0,05). Hasil: Pengetahuan K3 (p = 0,001), sikap terhadap K3 (p = 0,002), ketersediaan fasilitas K3 (p = 0,004), dan peran dosen atau instruktur (p = 0,003) berhubungan signifikan dengan kesadaran K3 mahasiswa. Pengetahuan K3 merupakan faktor paling dominan (OR = 5,58; 95% CI: 1,47–21,20; p = 0,011). Kesimpulan: Kesadaran K3 mahasiswa keperawatan dipengaruhi terutama oleh pengetahuan, sikap, ketersediaan fasilitas, dan peran dosen. Implikasi praktis: institusi pendidikan keperawatan perlu memperkuat pembelajaran dan sosialisasi K3, menyediakan fasilitas keselamatan yang memadai, serta meningkatkan peran aktif dosen atau instruktur dalam pengawasan praktikum laboratorium.