cover
Contact Name
Hana Ike Dameria Br. Purba
Contact Email
purbahana@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
jmutiarakesmas@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKAT
ISSN : -     EISSN : 25278185     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat merupakan jurnal yang memuat tentang ilmu kesehatan masyarakat serta tulisan-tulisan hasil penelitian terkait administrasi kebijakan Kesehatan, epidemiologi, kesehatan dan keselamatan kerja, kesehatan lingkungan, kesehatan reproduksi, biostatistik dan promosi kesehatan dan ilmu perilaku. Terbit dua kali dalam setahun yakni di bulan Juni dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 231 Documents
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN BURNOUT SYNDROME PADA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT X Safitri, Rindy Ayu; Budiono, Nugrahadi Dwi Pasca
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit yang sama pada tahun 2024 mengenai burnout syndrome pada perawat menunjukkan bahwa sebanyak 50% perawat dengan kategori tinggi, 36% perawat dengan kategori sedang, dan 14% perawat dengan kategori rendah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara tingkat beban kerja dengan burnout syndrome pada perawat yang bekerja di ruang rawat inap Rumah Sakit X. Metode: Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dan desain cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 81 perawat yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen berupa kuesioner berskala ordinal digunakan untuk mengukur variabel. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman. Hasil: Sebanyak 58% perawat yang mengalami beban kerja tinggi, sementara 55,6% perawat yang mengalami burnout syndrome dalam kategori tinggi. Uji spearman menunjukkan hasil p = 0,000 (<0,05) dan r = 0,756, yang berarti terdapat hubungan kuat dan searah antara beban kerja dan burnout. Simpulan: Semakin berat beban kerja yang diterima oleh perawat, semakin tinggi pula risiko mengalami burnout. Oleh karena itu, rumah sakit perlu memberikan dukungan seperti konseling, pelatihan, dan penguatan psikologis untuk mencegah burnout dan menjaga kualitas kerja perawat.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KELELAHAN KERJA PADA PENGEMUDI OJEK ONLINE DI GRESIK TAHUN 2025 Agustin, Mar'atus Sholihah; Mindiharto, Sestiono
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Kelelahan kerja ialah isu kesehatan yang umum dialami pengemudi ojek online dan dapat menurunkan keselamatan serta produktivitas. Faktor seperti usia, durasi tidur, jam kerja, serta masa kerja diduga berperan dalam hal ini. Tujuan: Studi ini bertujuan guna mengidentifikasi faktor-faktor yang memiliki keterkaitan dengan tingkat kelelahan kerja pada pengemudi ojek online di Kabupaten Gresik tahun 2025. Metode: Studi ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional, di mana data dikumpulkan pada satu waktu tertentu. Sebanyak 100 responden dilibatkan dalam penelitian ini, yang pemilihannya dilakukan secara sengaja melalui pendekatan purposive sampling, yakni metode pemilihan sampel secara sengaja berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan sebelumnya. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner, dan analisis hubungan antar variabel dijalankan menerapkan uji statistik Spearman Rank. Hasil: Mayoritas responden tercatat mengalami kelelahan kerja pada tingkat sedang, ialah sebesar 71%. Berdasarkan hasil analisis statistik, ditemukan adanya hubungan yang bermakna secara signifikan antara variabel durasi tidur (p = 0,046) serta jam kerja (p = 0,041) dengan tingkat kelelahan kerja. Sementara itu, variabel usia (p = 0,186) serta masa kerja (p = 0,591) tidak menunjukkan korelasi yang signifikan terhadap tingkat kelelahan yang dialami oleh responden. Simpulan: Durasi tidur serta jam kerja ialah faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja. Perlu upaya edukasi manajemen waktu dan intervensi kebijakan dari aplikator untuk mengurangi risiko kelelahan pada pengemudi ojek online.
HUBUNGAN POSTUR KERJA DAN DURASI KERJA DENGAN KEJADIAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA PENGEMUDI BUS TRANSJATIM Wardini, Yuliana Kusuma; Inayah, Zufra
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Data BPJS Ketenagakerjaan menunjukkan bahwa MSDs menempati peringkat ke-2 penyakit akibat kerja (PAK) di Indonesia setelah gangguan pernapasan, dengan 52.500 kasus terdaftar dalam periode 2021-2023. Penelitian yang melibatkan 9.482 pekerja di 12 kabupaten/kota di Indonesia menunjukkan bahwa gangguan muskuloskeletal (MSDs) merupakan kondisi paling umum dengan proporsi 16%, diikuti oleh penyakit kardiovaskular sebesar 8%, gangguan sistem saraf 5%, gangguan pernapasan 3%, serta penyakit pada telinga, hidung, dan tenggorokan (THT) sebesar 1,5%. Tujuan: Mengetahui hubungan antara postur kerja dan durasi kerja dengan kejadian MSDs. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi cross-sectional. Jumlah sampel sebanyak 54 pengemudi yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk mengukur keluhan MSDs dan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) untuk menilai postur kerja. Analisis data menggunakan uji Spearman dan Somers’d. Hasil: Mayoritas pengemudi memiliki postur kerja dengan risiko rendah (55,6%) dan durasi kerja lebih dari 10 jam per hari (77,8%). Sebagian besar responden mengalami keluhan MSDs ringan (59,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara postur kerja dengan kejadian MSDs (p = 0,000; ρ = 0,489) dan antara durasi kerja dengan kejadian MSDs (p = 0,000; r = 0,524). Simpulan: Postur kerja dan durasi kerja berkontribusi terhadap kejadian MSDs pada pengemudi. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan aspek ergonomi kerja serta manajemen waktu kerja guna mengurangi risiko MSDs
EFEKTIVITAS PEMBERIAN INTERVENSI PIJAT OKSITOSIN PADA PASIEN POST SECTIO CAESAREA DENGAN MASALAH MENYUSUI TIDAK EFEKTIF Rinarta, Adetia Pramesti; Annisa, Diah Nur
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Post partum merupakan periode pemulihan organ reproduksi setelah persalinan, yang melibatkan adaptasi fisiologis dan psikologis ibu. Kecemasan sering terjadi pada ibu post sectio caesarea yang dapat menghambat produksi Air Susu Ibu (ASI). Penurunan produksi ASI dapat disebabkan oleh keterlambatan inisiasi menyusui, efek anestesi, serta kurangnya stimulasi hormon oksitosin dan prolaktin. Pijat oksitosin merupakan metode yang terbukti efektif meningkatkan produksi ASI dengan merangsang hormon oksitosin. Tujuan: Mengetahui efektivitas pijat oksitosin dalam mengatasi kecemasan dan menyusui tidak efektif pada ibu post sectio caesarea di ruang maternal KIAT RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta Metode: Laporan kasus asuhan keperawatan dari tahap pengkajian hingga tahap evaluasi. Hasil: Terdapat peningkatan produksi ASI setelah 2 hari diberikan intervensi pijat oksitosin dengan 15 menit tiap pertemuan. Simpulan: Pijat oksitosin terbukti efektif dalam mengatasi masalah menyusui tidak efektif pada ibu post partum, yang ditunjukkan dengan meningkatnya produksi ASI. Saran: Perawat disarankan untuk menerapkan pijat oksitosin sebagai intervensi bagi pasien dengan masalah menyusui tidak efektif sesuai dengan perkembangan teori. Selain itu, perawat juga perlu memberikan edukasi kepada suami dan keluarga agar mereka dapat berperan aktif dalam mendukung proses menyusui, termasuk dalam penerapan pijat oksitosin.
ANALISIS FAKTOR YANG MEMENGARUHI PESERTA JKN PINDAH FKTP DI UPT PUSKESMAS PEKAN LABUHAN Tarigan, Andini Mentari; Rangkuti, Dyna Safitri Rakhelmi; Ilham, Muhammad Adiul; Rahmadhani, Uli
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap pasien akan menjadi lebih puas dengan mutu pelayanan kesehatan. Survei awal yang dilakukan terhadap sepuluh pasien menunjukkan bahwa enam dari mereka memilih untuk pindah ke FKTP karena beberapa alasan. Salah satunya adalah lokasi tinggal yang terlalu jauh, layanan petugas yang tidak ramah dan tidak cepat tanggap, dan ketersediaan alat kesehatan yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pasien. Tujuannya adalah untuk menyelidiki variabel yang memengaruhi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang pindah ke Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Penelitian ini dianggap deskriptif kualitatif karena hasilnya tidak diperoleh melalui teknik statistik atau metode lainnya. Dalam penelitian ini, ada lima (lima) informan: satu informan kunci, satu informan utama, dan tiga informan triangulasi. Analisis data kualitatif melibatkan tahapan pengurangan, penampilan, dan validasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan fasilitas perlu ditingkatkan karena fasilitas yang tidak memadai, jarak lokasi yang tidak terlalu jauh, dan sarana transportasi yang mudah ditemukan dan tidak membutuhkan biaya yang signifikan. Selain itu, penampilan petugas yang ramah dan sopan menunjukkan bahwa mereka telah melakukan pekerjaan dengan baik. Kesimpulannya adalah bahwa ketersediaan fasilitas tidak memadai; jarak lokasi tidak terlalu jauh karena transportasi mudah ditemukan dan tidak membutuhkan biaya yang besar; dan petugas telah melayani dengan baik, mereka ramah, sopan, dan cepat tanggap.
PROGRAM BUNA SEHAT SEBAGAI STRATEGI PROMOSI KESEHATAN PARTISIPATIF UNTUK PENCEGAHAN STUNTING Setiawan, Ari; Indriani, Diah
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Masalah stunting masih menjadi tantangan utama dalam pembangunan kesehatan masyarakat di Indonesia. Salah satu pendekatan strategis dalam mengatasinya adalah dengan melibatkan komunitas melalui program berbasis masyarakat. Tujuan:untuk mendeskripsikan pelaksanaan Program BUNA SEHAT sebagai salah satu upaya menurunkan angka stunting, mengidentifikasi bentuk partisipasi masyarakat dalam setiap tahap program, serta menilai potensi keberlanjutan dan tantangan yang dihadapi selama implementasinya. Outcome dari penelitian ini adalah tersusunnya pemahaman yang komprehensif mengenai praktik promosi kesehatan berbasis komunitas yang efektif, yang dapat dijadikan dasar pengembangan strategi intervensi berkelanjutan untuk penurunan angka stunting di tingkat lokal maupun nasional. Metode: menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan informan dari kalangan kader posyandu, bidan desa, ibu PKK, kelompok sasaran ibu hamil dan menyusui, karang taruna, serta perwakilan akademisi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik tematik. Hasil: bahwa kolaborasi multi-pihak mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan program, terutama dalam penyebaran informasi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Meski demikian, tantangan seperti keterbatasan dana, rendahnya partisipasi remaja, serta kurangnya kesinambungan koordinasi masih perlu diatasi. Simpulan: Partisipasi aktif masyarakat dan sinergi lintas sektor terbukti menjadi kunci keberhasilan program promosi kesehatan berbasis komunitas. Temuan ini memberikan kontribusi ilmiah dalam pengembangan model intervensi partisipatif dan memiliki implikasi penting bagi pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan stunting.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU SEKSUAL REMAJA: STUDI CROSS-SECTIONAL DI SMA X PONTIANAK SELATAN Savitry, Chairun Nisa; Sari, Triyana
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Usia remaja selalu menjadi tahap transisi yang kompleks dan krusial, dicirikan dengan perkembangan sosial, biologis, dan psikologis. Pada periode ini, rasa ingin tahu terhadap seksualitas meningkat, sementara kontrol diri dan pemahaman tentang kesehatan reproduksi kerap kali masih kurang. Kondisi tersebut turut memicu meningkatnya kecenderungan perilaku seksual berisiko dan kasus kehamilan pada remaja, khususnya di Provinsi Kalimantan Barat. Tujuan: untuk menelaah keterkaitan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku seksual pada siswa SMA X yang berlokasi di Pontianak Selatan. Metode: Studi ini dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dengan desain potong lintang (cross-sectional). Sebanyak 94 responden dipilih menggunakan metode consecutive non-random sampling. Instrumen berupa kuesioner yang telah tervalidasi digunakan untuk pengumpulan data, kemudian analisis dilakukan dengan uji Chi-square menggunakan taraf signifikansi p < 0,05. Hasil: Ditemukan bahwa tingkat pengetahuan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku seksual (p = 0,747; OR = 0,8). Namun, terdapat hubungan yang signifikan antara sikap dan perilaku seksual remaja (p = 0,000; OR = 4,6), dimana responden dengan sikap positif kemungkinan berperilaku seksual aman yang lebih besar 4,6 kali dibandingkan dengan mereka yang bersikap negatif. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap perilaku seksual. Namun, sikap memiliki hubungan yang signifikan lebih besar terhadap perilaku seksual remaja.
PARENTAL EDUCATION PROGRAM ON CHILDHOOD ATOPIC DERMATITIS: A SCOPING REVIEW Wasliati, Balqis; Wasliati, Nadia; Wasliati, Wardah
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dermatitis Atopik (DA) merupakan penyakit kulit kronis pruritus yang menimbulkan beban psikososial signifikan pada anak-anak dan keluarga, serta menurunkan kualitas hidup. Meskipun prevalensinya meningkat, belum ada tinjauan menyeluruh yang mengeksplorasi ruang lingkup literatur tentang dampak program pendidikan orang tua pada DA anak. Scoping review ini bertujuan untuk merinci dan merangkum temuan utama dari literatur tentang program pendidikan orang tua untuk DA anak, dengan fokus pada bagaimana program tersebut diimplementasikan dan manfaatnya. Scoping review ini mengikuti Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analysis Protocols (PRISMA-ScR) serta metodologi Joanna Briggs Institute (JBI) 2020. Pencarian literatur dilakukan di database PubMed dan Wiley dari tahun 2013 hingga 2023 menggunakan istilah pencarian Boolean seperti ("Atopic dermatitis" OR "Atopic eczema") AND parent* AND ("Parental Education"). Kriteria inklusi mencakup uji coba terkontrol acak (RCT) yang melibatkan orang tua anak dengan DA. Ekstraksi dan analisis data melibatkan sintesis tematik dari studi yang termasuk. Dari 263 artikel yang diidentifikasi, tiga RCT memenuhi kriteria kelayakan. Program pendidikan orang tua umumnya menggabungkan informasi tertulis, ceramah, sesi praktik, dan diskusi kelompok. Manfaatnya meliputi peningkatan pengetahuan, penurunan keparahan penyakit (misalnya, skor SCORAD yang lebih rendah), peningkatan kualitas hidup, serta pengelolaan gejala seperti pruritus dan gangguan tidur yang lebih baik. Program pendidikan orang tua untuk DA menawarkan berbagai pendekatan dan manfaat signifikan, mendukung hasil klinis yang lebih baik dan kesejahteraan keluarga. Temuan ini menyiratkan perlunya implementasi program tersebut di masyarakat untuk memberdayakan orang tua dalam mengelola DA anak, berpotensi mengurangi beban kesehatan dan meningkatkan kesehatan anak jangka panjang.
GRAFIK RECEIVER OPERATING CURVE (ROC) UNTUK UJI SENSITIVITAS DAN SPESIFISITAS SKOR RISIKO CEDERA REMAJA DI KOTA PALANGKA RAYA Febriani, Irene; Miden, Destinady K.; Annah, Itma
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Cedera pada remaja masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan karena berdampak terhadap morbiditas, disabilitas, dan beban sosial-ekonomi keluarga. Diperlukan alat skrining yang valid dan efisien untuk mendeteksi remaja berisiko cedera sejak dini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menilai sensitivitas, spesifisitas, dan akurasi skor risiko cedera pada remaja di Kota Palangka Raya menggunakan analisis Receiver Operating Characteristic (ROC). Metode: Desain penelitian adalah cross-sectional dengan melibatkan 265 remaja usia 15–24 tahun dari lima SMA negeri dan komunitas remaja kota Palangka Raya tahun 2023. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mencakup skor kesehatan mental emosional, penggunaan helm, konsumsi alkohol, domisili, dan jenis kelamin, serta dikonfirmasi dengan pemeriksaan fisik dan radiologis sebagai gold standard. Hasil: Hasil menunjukkan nilai Area Under the Curve (AUC) sebesar 0,714 (CI95% 0,623–0,805; p<0,001), menandakan akurasi sedang-baik. Nilai sensitivitas sebesar 56,8% dan spesifisitas 82,0% diperoleh pada titik potong optimal 13,47. Kesimpulan: Skor risiko cedera memiliki kemampuan diskriminatif yang cukup baik untuk mengidentifikasi remaja berisiko, namun peningkatan sensitivitas diperlukan agar lebih efektif sebagai alat skrining awal di masyarakat.
UPAYA PENGELOLAAN LINGKUNGAN PADA ALIRAN SUNGAI PALU AKIBAT BUANGAN SAMPAH RUMAH TANGGA Palita, Fadel Banna
Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 2 (2025): Jurnal Mutiara Kesehatan Masyarakat
Publisher : Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Sungai Palu memiliki aliran sungai yang mengaliri sekitar 20 kelurahan yang ada di Kota Palu, salah satunya adalah Kelurahan Tatura Utara. Banyaknya volume buangan sampah rumah tangga yang terdapat di aliran Sungai Palu, menyebabkan penurunan kualitas air serta dapat membuat air meluap yang menyebabkan terjadinya banjir. Tujuan: Untuk menjelaskan dampak buangan sampah rumah tangga pada aliran sungai sebagai upaya melindungi kelestarian lingkungan khususnya pada aliran Sungai Palu. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis untuk menggambarkan dan memahami fenomena yang terjadi secara mendalam berdasarkan pengalaman nyata subjek penelitian Hasil: Ditemukan pemeliharaan lingkungan di sekitar area aliran Sungai Palu sudah cukup efektif, karena Pemerintah Kota Palu telah membuat Tempat Sampah Sementara (TPS) di sekitar area sungai, Pembuatan Tanggul Sungai yang berfungsi mencegah air yang meluap/banjir naik ke permukiman masyarakat, serta pembuatan spanduk peringatan mengenai sanksi/denda bagi siapa saja yang melakukan pembuangan sampah di sekitar area aliran sungai. Partisipasi masyarakat di Kelurahan Tatura Utara adalah dengan melakukan kegiatan kerja bakti secara gotong royong di sekitar aliran sungai, kegiatan ini di agendakan rutin selama sebulan sekali. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa upaya pengelolaan lingkungan di sekitar aliran Sungai Palu telah dilaksanakan dengan baik. Hal ini ditunjukkan oleh peran aktif Pemerintah Kelurahan Tatura Utara yang telah memfasilitasi berbagai program dan kegiatan pengelolaan lingkungan, baik melalui penyediaan sarana dan prasarana, maupun dukungan kebijakan yang mendorong partisipasi warga dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sungai.