cover
Contact Name
Moh Salimi
Contact Email
salimi_guru@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
shes@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
ISSN : 26209284     EISSN : 26209292     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series is a peer-reviewed interdisciplinary journal with broad coverage, consolidate basic and applied research activities by publishing the proceedings of the conference in all areas of the social sciences, humanities and education.
Arjuna Subject : -
Articles 1,517 Documents
Analisis Kebutuhan Pembelajaran Berdiferensiasi untuk Mengoptimalkan Literasi Sains di Sekolah Dasar Cicilia Vivi Valentina; Kartika Chrysti Suryandari
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107501

Abstract

Science literacy is a very important competency for 21st century students, especially in the lower grades of elementary school. However, learning that is still uniform often ignores the diversity in learning readiness, learning interests and learning styles of students, therefore the development of science literacy is less than optimal. This study aims to analyze the needs of differentiated learning to optimize the science literacy of grade II elementary school students. This study uses a qualitative descriptive approach with in-depth interview techniques with one teacher and 14 students, as well as documentation of classroom learning in one elementary school in Kebumen Regency. The results of the study showed that students have diversity in reading readiness, learning preferences and how to express understanding. Teachers are aware of the importance of differentiated learning, but face challenges in terms of time constraints, resources and classical learning culture. Students show that scientific attitudes can develop when learning is contextual. Therefore, analyzing the needs of differentiated learning is a very important first step in designing learning strategies that are responsive to student characteristics. This study provides an empirical basis for more adaptive science learning planning in lower elementary school grades and can be a reference for the initial stage in developing a responsive learning model based on the diversity of student needs.Literasi sains merupakan kompetensi yang sangat penting bagi murid abad ke-21, terutama di kelas rendah sekolah dasar. Namun, pembelajaran yang masih sifat seragam seringkali mengabaikan adanya keberagaman dalam kesiapan belajar, minat belajar dan gaya belajar siswa, oleh karena itu kurang optimalnya perkembangan literasi sains. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pembelajaran berdiferensiasi untuk mengoptimalkan literasi sains murid kelas II SD. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik wawancara secara mendalam kepada satu guru dan 14 siswa, serta adanya dokumentasi pembelajaran dikelas di salah satu SD di Kabupaten Kebumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki keberagaman dalam kesiapan membaca, prefrensi belajar dan cara mengungkapkan pemahaman. Guru menyadari pentingnya pembelajaran berdiferensiasi, namun menghadapi tantangan dalam keterbatasan waktu,sumber daya dan budaya belajar yang klasikal. Siswa menunjukan bahwa sikap ilmiah dapat berkembang ketika pembelajaran secara kontekstual. Oleh karena itu, analisis kebutuhan pembelajaran berdiferensiasi menjadi langkah pertama yang sangat penting untuk merancang strategi pembelajaran yang tanggap terhadap karakteristik siswa. Studi ini memberikan dasar empiris untuk perencanaan pembelajaran sains yang lebih adaptif dikelas rendah sekolah dasar dan dapat menjadi acuan tahap awal dalam penyusunan model pembelajaran yang responsive berbasis keberagaman kebutuhan siswa.
Pemaknaan Tempat Bagi Konsumen Rumah Makan di Kawasan Pesisir Makassar dan Sekitarnya Muis, Rita
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.93187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi karakteristik dan makna pengalaman makan di rumah makan di kawasan pesisir Makassar, Takalar, dan Gowa, dengan fokus pada bagaimana konsumen memandang dan mengevaluasi pengalaman makan mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi, dengan memanfaatkan wawancara mendalam dan observasi langsung di rumah makan yang dipilih. Sebanyak 18 informan, yang mewakili latar belakang kelompok umur dan demografis yang beragam, diwawancarai untuk mengumpulkan data kualitatif. Data tersebut dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif untuk mengidentifikasi tema dan pola dalam pemaknaan tempat oleh konsumen. Temuan utama mengungkapkan bahwa pengalaman makan di berbagai jenis rumah makan menawarkan karakteristik dan makna yang berbeda. Rumah makan Asia sering dianggap sebagai tempat untuk bersosialisasi, fungsional, dan nostalgia. Rumah makan Western dipandang sebagai tempat untuk bersosialisasi, pertemuan bisnis, simbolis, psiko-emosional, dan romantis. Sebaliknya, rumah makan lokal dipandang sebagai representasi identitas budaya, nostalgia, dan pilihan ekonomis. Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa makna tempat oleh konsumen sangat dipengaruhi oleh jenis rumah makan dan konteks budaya lokal, yang dapat berkontribusi pada peningkatan pariwisata dan pengembangan ekonomi lokal.
Ethnomathematics Approach: A Strategy to Improve Mathematical Problem Solving Skills of Elementary School Students Mutaqin, Ejen Jenal; Herman, Tatang; Wahyudin, Wahyudin; Agistina, Ghania Nurul; Aziz, Asep Kamal Abdul
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107271

Abstract

This study explores the impact of an ethnomathematics-based approach on elementary students’ abilities in mathematical problem-solving. Employing a quasi-experimental design with a posttest-only control group, the research involved two equivalent classes at MI An Nur VI in Garut Regency. The experimental group was taught using an ethnomathematics approach incorporating Sundanese cultural elements into geometry lessons, while the control group received conventional instruction. Statistical results revealed a significant difference in posttest scores, favoring the experimental group. These findings suggest that ethnomathematics effectively enhances students’ problem-solving capabilities by offering contextual and culturally relevant learning experiences. The study supports culturally responsive pedagogy and aligns with the Merdeka Curriculum’s vision of inclusive, student-centered education.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pendekatan etnomatematika terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain posttest only control group, melibatkan dua kelas paralel di MI An Nur VI, Kabupaten Garut. Kelas eksperimen mengikuti pembelajaran berbasis etnomatematika yang mengintegrasikan unsur budaya Sunda ke dalam materi geometri, sedangkan kelas kontrol memperoleh pembelajaran secara konvensional. Analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok, dengan skor posttest siswa di kelas eksperimen lebih tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan etnomatematika mampu meningkatkan keterampilan pemecahan masalah matematis melalui pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan selaras dengan budaya lokal. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap praktik pembelajaran berbasis kearifan lokal dan mendukung penerapan Kurikulum Merdeka yang berfokus pada pembelajaran yang inklusif dan berpusat pada peserta didik.
Manajemen Pengasuhan Berbasis Pembiasaan untuk Membangun Kemandirian Anak Usia Dini di TPA IT UMMAT MANDIRI Bobotsari Kabupaten Purbalingga 'Ayni, Gustilayli Qurrotul
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107989

Abstract

Taman Penitipan Anak (TPA) sebagai lembaga pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam menjembatani kebutuhan tersebut melalui pendekatan pembiasaan, pembelajaran tematik, dan penguatan nilai spiritual. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menjawab keterbatasan kajian sebelumnya dengan tujuan mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, serta faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan pola pengasuhan yang berorientasi pada pembentukan kemandirian anak usia dini di TPA IT UMMAT MANDIRI Bobotsari, Kabupaten Purbalingga. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini mengkaji praktik pengasuhan berbasis pembiasaan aktivitas mandiri, pembelajaran tematik, dan penguatan nilai spiritual dalam kegiatan harian anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pengasuhan dirumuskan melalui rapat kerja tahunan hingga harian, berpedoman pada kurikulum nasional. Pelaksanaan pengasuhan menitikberatkan pada pembentukan kemandirian fisik dan sosial-emosional dengan pendekatan kebebasan terbimbing, di mana peran pengasuh dan orang tua sebagai fasilitator menjadi penentu keberhasilan. Faktor pendukung meliputi konsistensi pembiasaan, dukungan keluarga, dan interaksi sosial yang positif, sedangkan faktor penghambat mencakup usia anak yang masih dini dan pola asuh yang tidak mendukung eksplorasi mandiri. Temuan ini dapat menjadi acuan bagi pengelola TPA dalam merancang program pengasuhan yang mendukung kemandirian anak secara berkelanjutan.
Analisis Faktor-Faktor Penghambat Kinerja Guru BK di Sekolah Menengah Pertama Asuhan Yayasan Swastisari Kupang Luan, Maria Rosamawati; Lio, Stefanus; Margaretha, Dhiu
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v9i1.112142

Abstract

Guru bimbingan dan konseling memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah menengah pertama. Namun, kinerja guru bimbingan dan konseling di sekolah khususnya SMP Asuhan Yayasan Swastisari Kota Kupang terhambat oleh beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor penghambat kinerja guru bimbingan dan konseling di sekolah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru-guru bimbingan dan konseling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang menghambat kinerja guru bimbingan dan konseling yaitu kurangnya dukungan sekolah terutama terkait tidak adanya jam bimbingan dan konseling khusus dan kurangnya perhatian terhadap peran guru bimbingan dan konseling, sarana dan prasaran tidak memadai terutama terkait ruang bimbingan dan konseling yang tidak memadai dan tidak adanya ruang khusus konseling, kurangnya kolaborasi terutama terkait kurangnya komunikasi dan kerja sama dengan wali kelas dan orang tua siswa, kurangnya keterbukaan siswa terutama terkait kurangnya kepercayaan siswa terhadap guru bimbingan dan konseling, serta kurangnya motivasi siswa untuk datang ke ruang konseling. Dapat disimpulkan bahwa kinerja guru Bimbingan dan Konseling (BK) masih terhambat oleh berbagai faktor, baik secara struktural maupun interpersonal. Secara struktural, tidak adanya alokasi jam BK, keterbatasan sarana dan prasarana, serta ketiadaan ruang konseling khusus menjadi kendala utama dalam optimalisasi layanan.
Implementasi Model Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Meningkatkan Kreativitas Mahasiswa pada Mata Kuliah IPA Dasar Putri, Reza Mareta; Riyanto, Dwi Mahmud Rizki
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107422

Abstract

This study stems from the growing demand for teaching strategies that are both innovative and effective. It aims to enhance the creative abilities of students by implementing a project-based learning approach within the Basic Science Concepts course. Employing a one-shot case study design, the research involved 15 PGSD students from Universitas Muhammadiyah kalianda who were participating in the course. Data were collected through the analysis of product observation sheets utilizing the Creative Thinking Scale as the primary assessment tool. The collected data were then analyzed using percentage-based techniques and presented descriptively. The findings revealed that students demonstrated a high level of creativity in developing science teaching aids, with an average score of 84. These results suggest that integrating project-based learning into science instruction can effectively foster creativity among PGSD students in the Basic Science Concepts course.Latar belakang penelitian ini berakar pada semakin tingginya tuntutan terhadap metode pembelajaran yang bersifat inovatif dan mampu meningkatkan efektivitas proses belajar. Kajian ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas mahasiswa melalui penerapan model pembelajaran project based learning dalam mata kuliah IPA Dasar. Penelitian menggunakan pendekatan one-shot case study, dengan melibatkan 15 mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Kalianda yang sedang mengikuti perkuliahan IPA Dasar. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap produk hasil pembelajaran, menggunakan instrumen skala berpikir kreatif. Analisis data menggunakan teknik persentase dan disajikan dalam bentuk deskriptif. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa kreativitas mahasiswa dalam merancang alat peraga untuk pembelajaran IPA berada pada kategori sangat tinggi, dengan rata-rata skor 84. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis proyek menghasilkan peningkatan signifikan dalam kreativitas siswa, khususnya dalam hal pembelajaran IPA di tingkat pendidikan dasar. Dengan demikian, pendekatan pembelajaran berbasis proyek terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan kreatif siswa Program Studi PGSD pada mata kuliah IPA Dasar.
Analisis Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Mata Pelajaran IPAS Di SD Negeri 3 Getas Susanti, Widya; Darma, Widia; Rispatiningsih, Dwi Maryani
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.103585

Abstract

Perbedaan karakteristik peserta didik mendorong guru untuk menerapkan pembelajaran berdiferensiasi guna mendukung keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka, khususnya pada mata pelajaran IPAS di SD Negeri 3 Getas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi, dampak, dan hambatan penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran IPAS di kelas VI. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dampak pembelajaran berdiferensiasi yaitu meningkatkan keaktifan, kreativitas, dan hasil belajar peserta didik. Hambatan yang dihadapi yaitu guru keterbatasan waktu dalam membuat bahan ajar bervariasi dan keterbatasan sarana prasarana dalam proses pembelajaran berbasis teknologi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran berdiferensiasi mampu meningkatkan kualitas pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan gaya belajar peserta didik, meskipun masih terdapat hambatan dalam penerapannya.
Pendampingan dalam Mengatasi Disleksia pada Anak Indonesia di Malaysia dengan Metode Team Teaching Sifa Yunita Sari; Erie Hariyanto; Moch. Cholid Wardi; Moh. Hamzah; Muhamad Habibullah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107441

Abstract

Indonesian children in Malaysia who come from migrant families often face limited access to education, including in dealing with learning difficulties such as dyslexia. This community service activity aims to assist children with dyslexia through the application of the team teaching method in an informal learning environment. The implementation method is carried out in a collaborative participatory manner by involving teachers and volunteers as the main facilitators in the learning process. The program is implemented in three stages: team teaching method training, classroom learning assistance, and evaluation of child development. The results of the activity show that this approach is able to create a more interactive and focused learning atmosphere, improve basic reading skills, and build children's self-confidence. Teachers also feel the benefits of dividing roles in managing the class and adjusting learning strategies more effectively. Parental involvement is limited, but does not hinder the course of the activity. This community service suggests the team teaching method as an effective learning strategy for migrant children with special learning needs, especially dyslexia, in the context of informal education.Anak-anak Indonesia di Malaysia yang berasal dari keluarga migran sering menghadapi keterbatasan akses pendidikan, termasuk dalam menangani kesulitan belajar seperti disleksia. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi anak-anak dengan disleksia melalui penerapan metode team teaching di lingkungan belajar informal. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif kolaboratif dengan melibatkan guru dan relawan sebagai fasilitator utama dalam proses pembelajaran. Program dilaksanakan dalam tiga tahap: pelatihan metode team teaching, pendampingan belajar di kelas, serta evaluasi perkembangan anak. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan ini mampu menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan terfokus, meningkatkan kemampuan membaca dasar, serta membangun kepercayaan diri anak. Guru juga merasakan manfaat dari pembagian peran dalam mengelola kelas dan menyesuaikan strategi belajar secara lebih efektif. Keterlibatan orang tua bersifat terbatas, namun tidak menghambat jalannya kegiatan. Pengabdian ini menyarankan metode team teaching sebagai strategi pembelajaran yang efektif untuk anak-anak migran dengan kebutuhan belajar khusus, khususnya disleksia, dalam konteks pendidikan informal.
Efektivitas Model PBL Berbantuan Media STEM Lidi pada Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SD Negeri Pasucen 02 Sari, Diah Fatma; Ratnasari, Yuni; Zuliana, Eka
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.105296

Abstract

Kemampuan berpikir kritis siswa kelas V pada mata Pelajaran Matematika di SD Negeri Pasucen 02 masih perlu ditingkatkan untuk mendukung pemecahan masalah secara efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh model Problem Based Learning berbantuan media STEM Lidi terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one group pretest-posttest, melibatkan 27 siswa kelas V, dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan tes uraian. Hasil penelitian menunjukkan data terdistribusi normal, nilai uji t sebesar 0,000 < 0,05 (Ha diterima), dan n-gain sebesar 0,53 (kategori sedang), mengindikasikan peningkatan kemampuan berpikir kritis sebesar 53,09%. Dengan demikian, model Problem Based Learning berbantuan media STEM Lidi terbukti berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa kelas V.
The Importance of Academic Supervision for Primary School Teachers: Insights from Educators in Rural Indonesia Widatin, Tri; Roemintoyo, Roemintoyo; Sukarno, Sukarno
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109494

Abstract

Academic supervision plays a strategic role in enhancing the quality of learning in elementary schools. However, in rural schools, the practice of supervision tends to be predominantly administrative, with an evaluative approach that inadequately supports the ongoing professional development of teachers. This study aims to explore the perceptions of teachers and school principals regarding academic supervision and to describe the practices and challenges of its implementation in the context of rural elementary schools. The research employs a descriptive qualitative approach, utilizing semi-structured interviews and document analysis for data collection. The informants include one principal and five teachers from SD Negeri 2 Jurug, Boyolali, Central Java. Data were analyzed using an interactive thematic approach, involving data reduction, presentation in matrices, and conclusion drawing, with triangulation to ensure validity. The findings indicate that perceptions of supervision are divided between administrative control functions and professional development, with implementation remaining procedural and lacking follow-up actions. The main challenges include time constraints, the dual role of the principal, and poor communication quality. The implications of this research underscore the necessity for a transformation in supervision towards a more reflective, contextual, and coaching-based approach.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2026): Article in Press Vol 9, No 2 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 4 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 2 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 1 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 4 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 3 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 2 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 2 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1 Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 4, No 1 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 4 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 1, No 2 (2018): 3rd National Seminar on Educational Innovation (SNIP 2018) More Issue