cover
Contact Name
Moh Salimi
Contact Email
salimi_guru@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
shes@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
ISSN : 26209284     EISSN : 26209292     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series is a peer-reviewed interdisciplinary journal with broad coverage, consolidate basic and applied research activities by publishing the proceedings of the conference in all areas of the social sciences, humanities and education.
Arjuna Subject : -
Articles 3,397 Documents
Peran Konselor dalam Meningkatkan Rasa Cinta Kepada Diri Sendiri Evi Sulistyanti; Heru Sujarwoko
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 2 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.72 KB) | DOI: 10.20961/shes.v5i2.59380

Abstract

Pentingnya memiliki sikap menghargai diri salah satunya dapat dilakukan dengan mulai menerapkan self love atau cinta pada diri sendiri. Padahal, self love adalah kita menerima dan menghargai semua hal yang terkait dengan diri kita sendiri baik fisik, pikiran, dan hati. Self love sangat penting untuk kehidupan remaja, baik dalam segi psikososial, kultural, dan mental remaja. Permasalahan tentang perubahan fisik dan sebagainya pun membuat remaja memiliki self love yang rendah. Ada beberapa cara lakukan yang berguna untuk meningkatkan cinta-diri dan penerimaan dalam format kelompok yaitu: The Strengths of Succesful Team,  Things I Love, What I See in You. Latihan semacam itu, yang dapat digunakan oleh konselor dan guru, menyenangkan dan bermanfaat bagi semua orang yang terlibat.
Students’ Perception as Teacher Candidate in Applying Learning Process with Research Based and Character Based Chalimah Chalimah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 3 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.939 KB) | DOI: 10.20961/shes.v5i3.59312

Abstract

Teacher candidates have essential role to assist in developing learning process and in achieving character building since they play role as teacher candidate and also as students. The research gap is to find out the students’ perception as teacher candidate about learning process with research based as well as character building achievement based on their real experience. The research instrument is open questionnaire which is shared through WhatsApp. The finding shows that 80% of teacher candidates supports learning process with research based, 10% of teacher candidates less supports learning process with research based, and 10% teacher candidates rejects learning process with research based. The students as teacher candidates as much as 70% describes that the character education has been well achieved and 30% of them states that the character education has not been achieved.
Dinamika Revolusi Industri 4.0 Terhadap Knowledge Based Society Menuju Transformasi Indonesia Emas 2045 Taufik Hidayat
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 3 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.283 KB) | DOI: 10.20961/shes.v5i3.59319

Abstract

Information and communication technology is closely related to the digitalization revolution in the industrial sector. The industrial revolution 4.0 as a step towards golden Indonesia of 2045, is expected to be able to bridge the ideals of the Indonesian nation with competence with a combination of skills and knowledge which is reflected through job behavior. Competence is not directly related to abilities. Intellectual (IQ) but more related to behavior (behavior). The purpose of this study was to determine the capacity and carrying capacity of the preparation the Golden Generation of 2045 based on empirical and descriptive data from various sources, using literature studies and ethnographic studies. Based on research, towards a knowledge based society in the transformation process can be started from the education sector, as a process of socialization and institutionalization (internalization). As a recommendation and follow up plan, the development of a community of practitioners is a strategy for developing a profession or community in a sustainable manner. The concept of community of practitioners has been widely applied by various professions, especially in education and academia. Thus, the potential of the Industrial Revolution 4.0 with the readiness of a knowledge based society has the ultimate goal of encouraging the birth of intellectual workers or knowledge workers who will determine the competitive advantage of the Indonesian nation, towards the transformation the Golden Indonesia of 2045.
Sistem Pemerataan Guru Nasional (SPGN) Sebagai Sistem Penyebaran Guru Untuk Mengatasi Ketimpangan Pendidikan di Daerah 3T Atika Puji Rahmawati
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 2 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.341 KB) | DOI: 10.20961/shes.v5i2.59337

Abstract

Pada tahun 1968 Indonesia mengirim guru ke Malaysia untuk memperbaiki pendidikan dalam negeri (Malaysia), dalam hal ini sudah pasti pendidikan di Indonesia lebih maju daripada pendidikan di Malaysia. Namun pada kenyataannya, Malaysia jauh lebih maju. Diketahui bersama bahwasanya pendidikan di Indonesia masih rendah khususnya di daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal). Hal ini tentu tidak terlepas dari berbagai faktor yang mempengaruhi rendahnya kualitas pendidikan serta menimbulkan ketimpangan pendidikan. Permasalahan pendidikan di daerah 3T sangat kompleks, salah satunya adalah permasalahan pendidik atau guru. Seperti, kurangnya jumlah pengajar, minimnya kompetensi, kualifikasi yang berada di bawah standar mutu, serta distribusi yang tidak merata.
Life Proposal : Career Planning Tool to Improve Student Self Determination Ani Christina
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 2 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.874 KB) | DOI: 10.20961/shes.v5i2.59375

Abstract

Determinasi diri (self determination) adalah kemampuan dalam mengidentifikasi dan mencapai tujuan berdasarkan pengetahuan dan penilaian individu terhadap dirinya sendiri. Tiga aspek determinasi diri meliputi kemandirian, kompetensi dan relasi menjadi bagian penting bagi siswa untuk dapat memahami kemampuan dirinya, memiliki daya saing yang positif dengan siswa lainnya. Peneliti memberikan formulir pertanyaan kepada 55 siswa dan menganalisis kemampuan determinasi diri selama pelaksanaan Program Proposal Hidup. Program ini adalah model pendidikan yang berfokus pada karir, juga dapat didefinisikan sebagai alat perencanaan karir siswa. Program Proposal Hidup dirancang oleh guru Bimbingan dan Konseling di SMA Al Hikmah Boarding School Batu untuk membantu siswa menyusun rencana masa depan meliputi pernyataan jati diri, ruang lingkup peran di masa depan, pemetaan kehidupan masa depan, dan pembelajaran terencana mandiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan determinasi diri siswa berkembang baik.
Perspektif Pemikiran Postmodernisme Dalam Pembelajaran Untuk Membangun Generasi Milenial Bijaksana Di Era Abad Ke-21 Ayu Febrianti Akbar; Suryo Ediyono
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 3 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.537 KB) | DOI: 10.20961/shes.v5i3.59300

Abstract

Kehidupan generasi milenial tidak bisa dilepaskan dari pergeseran era dari perkembangan  zaman  Sejak  zaman  kuno, pertengahan, modern dan posmodernisme pemikiran manusia memiliki karakteristiknya masing- masing. Generasi Milenial modern mengalami degradasi kejiwaan akut yang menyebabkan mereka kehilangan makna terhadap hidupnya. Ikatan moral dan etika tidak lagi menjadi landasan utama dalam menentukan sikap, sehingga ukuran kebenaran mulai bergeser dari ikatan primordial menjadi ikatan pragmatis. Manusia modern mulai menyingkirkan etika dan norma kesopanan yang melekat dalam tradisi kemanusiaan untuk mencapai keinginannya. Oleh karena itu Sanggat Tepat pemikiran postmodernisme dijadikan sebuah landasan pemikiran di Era abad ke-21untuk menjadi generasi milenial bijaksana. Tujuan untuk mengetahui perspektif pemikiran filsafat postmodernisme dalam implementasi  pembelajaran bagi generasi milenial pada abad Ke-21. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (Library Research), Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode dokumentasi. Kesimpulan diharapkan  generasi milenial menjadi agen of change yang bijaksana  untuk mempertimbangkan segala sesuatunya dalam mengambil keputusan.
Peran Guru melalui Pembelajaran Sejarah Lokal dalam Mempersiapkan Generasi Tangguh Nino Melkias Mailani; Leo Agung S; Deny Tri Ardianto
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 3 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.816 KB) | DOI: 10.20961/shes.v5i3.59307

Abstract

History learning is the approach of a teacher in order to introduce students to local wisdom that is around them. The aim is to find out the role of teachers through learning local history and to find out the obstacles and efforts of teachers in preparing the Tangguh Generation. The method used is a qualitative method. The results of the study indicate that the history teacher acts as a guide who acts like a parent, assists, directs, and motivates students in learning local history. The role of the history teacher is as a stimulus for students' creativity by providing variations in local history learning to make it more interesting, acting as a seeker to enrich knowledge by constantly seeking local historical sources and as an authority. The obstacles and efforts of teachers in developing the character of class X Social Studies students through local history learning at SMA Kristen 1 Soe are: (1) The difficulty of history teachers in adjusting the character to be achieved with the material to be taught. (2) The history teacher has difficulty understanding the psychological condition of students who tend to be passive. (3) Lack of supervision of students after being outside school.
Penggunaan Metode Talaqqi Melalui Pembiasaan untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Al Qur’an Kelas 3 di SD Negeri Kambangsari Kecamatan Alian, Kebumen Endah Setiyaning Mawarni; Imam Subarkah; Siti Fatimah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 2 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.144 KB) | DOI: 10.20961/shes.v5i2.58304

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui kemampuan membaca Alquran memakai metode talaqqi memalui pembiasaan selama pembelajaran daring. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian siswa kelas 3 di SD Negeri Kambangsari Alian Kebumen. Penelitian ini adalah jenis penelitin tindakan kelas yang proses pelaksanaannya terjadi selama 2 siklus yang masing-masing siklusnya terdapat 2 kali pertemuan pemberlajaran. Masing-masing siklus terdiri atas 4 tahapan yakni tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi, dan tahap rafleksi. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan tes. Hasil tes pratindakan sesuai aspek yang diamati yaitu tajwid menunjukkan 40% dan makhroj 30%. Setelah melakukan tes pratindakan penelitian ini dilanjutkan dengan pelaksanaan siklus I. Pelaksaan siklus I menunjukkan adanya peningkatan rata-rata senilai 62,50% dengan persentase ketuntasan sebesar 78,85% namun, belum mencapai KKM oleh karenanya di perlukan adanya siklus II. Berdasarkan tes pelaksanaan siklus II mencapai peningkatan rata-rata senilai 80,35% dengan persentase ketuntasan sebesar 85,60%. Berdasarkan hasil dari penelitian sindakan kelas menyatakan bahwa kemampuan siswa meningkat setelah diadakannya penggunaan metode ini baik di siklus I dan II. Oleh karena itu, penerapan metode talaqqi berbasis pembiasaan dianggap berhasil dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an. Selain kemampuan membaca Alquran, hafalan-hafalan surat pendek siswa juga meningkat. Pedampingan orang tua selama kegiatan belajar di rumah juga menjadi faktor penting dalam peningkatan kemampuan membaca dan menghafal surat-surat dalam Al-Qur’an.
Aplikasi Whatsapp dalam Membantu Pemecahan Soal HOTS di Masa Pandemi Covid-19 Yunni Arnidha; Taqiyuddin Alkah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 2 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (754.779 KB) | DOI: 10.20961/shes.v5i2.58351

Abstract

Pandemi covid-19 menyebabkan perubahan pada bidang pendidikan, dimana kegiatan pembelajaran dilaksanakan tidak secara langsung melainkan secara online atau E-learning. Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan penggunaan aplikasi whatsapp dalam membantu pemecahan soal  matematika berbasis HOTS. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data diperoleh dari hasil wawancara dengan kepala sekolah, pendidik kelas V, observasi, dan dokumentasi, serta tes yang diberikan pada peserta didik. Penelitian ini menggunakan analisis data Miles dan Huberman. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa kegiatan pembelajaran menggunanakan aplikasi whatssapp dapat membantu memecahkan soal HOTS namun kurang maksimal. Hal ini dibuktikan dengan tingkat keberhasilan peserta didik yang mampu mendapatkan nilai diatas KKM sebesar 58%. Dalam membantu memecahkan soal aplikasi whatssapp tidak bisa berdiri sendiri melainkan butuh dukungan dari aplikasi lain seperti media video yang menarik untuk menyampaikan materi pembelajaran dan menambahkan materi pembelajaran yang diakses melalui aplikasi youtube agar materi yang disampaikan mudah dipahami oleh peserta didik dalam membantu pemecahan soal matematika berbasis HOTS.
Using Zoom Cloud Meeting as a Group Counseling Facility During the COVID-19 Pandemic Ahmad Rifki Hardiansyah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 2 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.426 KB) | DOI: 10.20961/shes.v5i2.59367

Abstract

Kondisi Pandemi COVID-19 memaksa konselor untuk melakukan perubahan secara signifikan, hal ini termasuk juga bagi yang awam terhadap teknologi. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah sarana/media yang dapat memudahkan sehingga konselor dapat mengaksesnya untuk melaksanakan layanan bimbingan dan konseling. Salah satu sarana saat ini yang cukup populer dalam dunia pendidikan adalah penggunaan aplikasi Zoom Cloud Meeting. Aplikasi ini cocok untuk diterapkan dalam pengaturan kelompok, khususnya konseling kelompok, mengingat dapat menampung banyak orang sekaligus, Fitur-fitur di dalamnya dapat juga dimanfaatkan selama keberlangsungan konseling. Dengan pemanfaatan berbagai fitur yang ada, maka konseling kelompok dengan aplikasi Zoom Cloud Meeting berpotensi memiliki keunikan dan kelebihannya sendiri yang menarik perhatian dan minat banyak orang. Sehingga bahkan setelah kondisi pandemi berakhir pemanfaatan sarana seperti ini akan terus berlanjut dan berkembang.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Maret 2026 Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 4 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 2 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 1 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 4 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 3 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 2 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 3 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 2 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1 Vol 5, No 1 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 3 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 2 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1 Vol 4, No 1 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 4 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 3 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 2 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 1 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 2, No 2 (2019): 4th National Seminar on Guidance and Counseling (SNBK 2019) and Workshop on Peda Vol 2, No 1 (2019): 4th National Seminar on Educational Innovation (SNIP 2019) Vol 1, No 2 (2018): 3rd National Seminar on Educational Innovation (SNIP 2018) Vol 1, No 1 (2018): 1st National Seminar on Elementary Education (SNPD 2018) More Issue