cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,779 Documents
Peningkatan Kemampuan Membaca Nyaring Menggunakan Media Big Book Klara Taruk Kombong; M. Zulham; Iin Dwi Aristy Putri
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.2110

Abstract

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa menggunakan media big book pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IIIB yang berjumlah 27 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes unjuk kerja dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan lembar observasi aktivitas siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setelah pemberian tindakan selama dua siklus diperoleh nilai rata-rata hasil tes kemampuan membaca nyaring siswa menggunakan media big book pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas IIIB SDN 3 Surutanga Kota Palopo mengalami peningkatan. Siklus I menghasilkan nilai rata-rata 69 secara individu dengan persentase klasikal sebanyak 56% dan pada siklus II menghasilkan nilai rata-rata 77 secara individu dengan persentase ketuntasan klasikal sebanyak 81% dan mengalami peningkatan dari siklus I. Keterlaksanaan pembelajaran berada pada kategori sangat baik, dan aktivitas siswa berada pada kategori sangat aktif.
Kajian Subjek Ironi Verbal dalam Kumpulan Puisi A. Mustofa Bisri Andi Karman; Haris Supratno; Suyatno
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.2114

Abstract

Penelitian ini berjudul Kajian Subjek Ironi Verbal dalam Kumpulan Puisi A. Mustofa Bisri. Masalah yang dianalisis tentang gambaran subjek ironi verbal dalam kumpulan puisi A. Mustofa Bisri. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan unsur sindiran terhadap penguasa, pemuka agama, dan masyarakat kecil dalam kumpulan puisi. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitis dengan pendekatan struktural. Sumber data penelitian ini adalah kumpulan puisi A. Mustofa Bisri, yakni Ohoi: Kumpulan Puisi Balsem, Pahlawan dan Tikus, Wekwekwek: Sajak-sajak Bumilangit, Negeri Daging, Aku Manusia, dan Gandrung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kumpulan puisi A. Mustofa Bisri dapat dikatakan subjek ironi verbal dalam sajak AMB mengambil subjek di sekitaran kita. Baik yang bersifat individual maupun sosial. Subjek yang bersifat individual, AMB menggunakan kata “aku” dan “kau”. Penggunaan kata “aku” sengaja digunakan oleh AMB sebagai bentuk introspeksi diri bahkan jika perlu, dilakukan proses kontemplasi sebagai manusia. Sedangkan kata “kau” digunakan sebagai sindiran secara halus hingga tajam yang kadang sampai pada makna sarkas kepada lawan bicaranya. Hal ini menegaskan bahwa AMB memang pantas disebut penulis sajak balsem.
Implikatur Percakapan Guru dan Siswa Kelas VIII SMP Negeri 18 Kota Jambi pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Nurita Hasmalani; Akhyaruddin; Agus Setyonegoro
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i1.1899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses wujud implikatur percakapan guru dan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas VIII SMPN 18 kota Jambi. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII SMPN 18 Kota Jambi Tahun Ajaran 2021/2022. Waktu penelitian dilakanakan pada semester genap bulan Februari-Maret 2022. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian terhadap implikatur percakapan guru dan siswa Kelas VIII SMPN 18 kota Jambi pada pembelajaran bahasa Indonesia ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yang bersifat deskriptif. Sumber Data adalah Guru dan siswa khususnya pada saat proses belajar mengajar yang muncul implikatur percakapan guru dan siswa di dalam kelas VIII SMPN 18 kota Jambi pada pembelajaran bahasa Indonesia semester genap Tahun Ajaran 2021/2022. Hasil penelitian ini yaitu implikatur percakapan pada sesi satu lebih beragam jika dibandingkan dengan implikatur percakapan pada sesi dua. Sesi satu memenuhi segala macam implikatur percakapan mulai dari melarang, menyetujui, menolak, memerintah, meminta, menegaskan, mengeluh, dan melaporkan. Sedangkan untuk sesi dua hanya terdapat implikatur percakapan melarang, menyetujui, memerintah, menegaskan, mengeluh, dan melaporkan. Hal ini diakibatkan adanya perbedaan karakter antara sesi satu dan sesi dua. Sesi satu memiliki karakter yang cenderung aktif, siswa bergerak kesana kemari, berbicara disana sini, sehingga kemungkinan terjadinya percakapan menjadi lebih bervariatif. Berbeda dengan sesi dua yang karakter siswanya lebih cenderung pendiam sehingga tuturan yang timbul menjadi lebih minim. Demikian pula dengan guru yang menyesuaikan implikaturnya pada setiap siswa yang diajarkannya. Kesimpulan yang dapat ditarik pada penelitian ini adalah kevariatifan penggunaan implikatur percakapan antara guru dan siswa kelas VIII SMPN berrgantung pada karakteristik kelompok siswa itu sendiri. Hal ini terbukti dengan penelitian yang dilakukan pada siswa kelas VIII SMPN 18 Kota Jambi.
Pembelajaran Menulis Teks Eksplanasi dengan Media Audio Visual pada Kelas VIII SMP Negeri 4 Klari Anisya Tri Rizkia; Wienike Dinar Pratiwi; Roni Nugraha Syafroni
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i1.1991

Abstract

Pembelajaran di kelas sangat membutuhkan media dalam implementasinya. Sehingga penelitian ini menggunakan media audio visual pada pembelajaran menulis teks eksplanasi, karena dengan menggunakan media audio visual pada pembelajaran akan lebih bervariasi. Selain itu, penelitian didasari pada kemampuan menulis peserta didik yang masih sulit untuk mengembangkan sebuah gagasan, ide, dan mengolah informasi yang dilihat. Sehingga, media audio visual menjadi alternatif agar merangsang kemampuan peserta didik dalam mengolah informasi yang akan dituangkan ke dalam bentuk tulisan. Tujuan penelitian yaitu menganalisis kelengkapan struktur dan kaidah kebahasaan teks eksplanasi dengan menggunakan media audio visual dan mengetahui hasil akhir pembelajaran menulis teks eksplanasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deksriptif karena ingin mendeskripsikan data dan mengetahui hasil akhir pembelajaran menggunakan media audio visual. Subjek penelitian yaitu pada kelas VIII E SMP Negeri 4 Klari tahun ajaran 2021/2022. Objek penelitian ini yaitu mengenai pembelajaran menulis teks eksplanasi dengan media audio visual yang ditulis oleh peserta didik kelas VIII E. Instrumen penelitian menggunakan tes yang berbentuk lembar kerja teks eksplanasi, lembar observasi sebagai pengamatan sikap dan minat peserta didik terhadap pembelajaran menulis teks eksplanasi, dan dokumentasi sebagai bukti yang konkret dilaksanakannya penelitian. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis data kualitatif yang hasilnya diperoleh dari tes menulis dan observasi pada saat kegiatan pembelajaran menulis teks eksplanasi sedang berlangsung. Hasil analisis menulis teks eksplanasi dengan media audio visual pada kelas VIII E SMP Negeri 4 Klari menunjukan masih belum mampu mengembangkan ide, gagasa, serta pengetahuan dari visual tayangan video bertema “Tanah Longsor” dengan baik. Hasil yang diperoleh dari pengolahan data sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaan teks eksplanasi, yaitu 1 peserta didik dikategorikan mendapat nilai sangat baik, 10 peserta didik didik dikategorikan mendapat nilai baik, 9 peserta didik dikategorikan mendapat nilai cukup, dan 17 peserta didik dikategorikan mendapat nilai kurang. Pembelajaran menulis teks eksplanasi menggunakan media audio visual pada kelas VIII E SMP Negeri 4 Klari mendapatkan nilai rata-rata secara keseluruhan yaitu 61,92.
Teks Torok adat Ritual Kelas Tradisi Masyarakat Lentang Kabupaten Manggarai-Flores: Sebuah Kajian Linguistik Kebudayaan Veronika Genua; Maria Emerensiana Saira
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i1.2014

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan teks torok adat pada ritual kelas tradisi masyarakat lentang Manggarai Flores NTT. Tradisi teks torok merupakan doa yang mengandung unsur estetika sebagai sapaan kepada Tuhan dan leluhur dan merupakan permohonan atas anugerah yang diberikan Tuhan kepada masyarakat setempat Teks torok memiliki peran yang penting dalam budaya orang Manggarai berperan sebagai tonggak utama Dari paparan tersebut, rumusan masalah yang diangkat adalah (1) bagaimanakah bentuk teks torok ritual kelas pada masyarakat Lentang Kabupaten Manggarai? (2) bagaimanakah teks torok ritual kelas pada masyarakat Lentang Kabupaten Manggarai? (3.) bagaimanakah fungsi teks torok ritual kelas pada masyarakat Lentang Kabupaten Manggarai?Tujuannya untuk menemukan dan mendeskripsikan bentuk, makna, dan fungsi teks torok adat ritual kelas adat dalam upacara kelas pada masyarakat Lentang Kabupaten Manggarai. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, data dan sumber data dalam penelitian ini berupa data lisan, sumber data tua adat tokoh masyarakat, Teksnik yang digunakan adalah teksnik wawancara, catat, rekam dan dokumentasi. Sedangkan teori yang digunakan adalah teori Linguistik Kebudayaan. Teori ini mengkaji tentang hubungan konvariatif antara struktur bahasa dengan kebudayaan masyarakat. Linguistik merupakan ilmu yang berkaitan dengan bahasa atau dapat disebut induk bahasa, seperti fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam teks torok dalam ritual kelas memiliki (1 bentuk: bentuk fonologi: yakni permainan bunyi dan persamaan bunyi, bentuk morfologi: yakni bentuk verbal, nominal, konjungsi, pronominal, adverbial, bentuk sintaksis dan gaya bahasa (2.) makna: makna budaya, makna kebersamaan, makna permohonan, makna simbolik, dan (3.) fungsi: fungsi interpersonal, , fungsi budaya, dan fungsi estetik. Kata Kunci:Teks, torok , ritual , Kelas, dan tradisi
Kajian Sosiolinguistik Ragam Bahasa Gaul di Media Sosial Tiktok pada Masa Pandemi Covid-19 dan Pemanfaatannya Sebagai Kamus Bahasa Gaul Alifah Arde Ajeng Hamidah; Sinta Rosalina; Slamet Triyadi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i1.2029

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bentuk dan makna bahasa gaul remaja di media sosial Tiktok pada masa Pandemi Covid-19 yang menjadi bahasa sehari-hari kalangan remaja dan dijadikan sebagai kamus Bahasa Gaul. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja berusia 13-18 tahun yang menggunakan aplikasi media sosial Tiktok dengan data berupa kosakata bahasa gaul. Teknik pengumpulan dilakukan dengan menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Jumlah data yang telah dikumpulkan sebanyak 130 data. Analisis data dilakukan dengan mengamati isi konten video untuk menganalisis makna kalimat yang tertulis dengan isi video tersebut. Setelah mengetahui makna dan maksud dari kalimat yang tertulis maka data dapat dikategorikan sesuai dengan masing-masing jenis dan makna bahasa gaul untuk dijadikan sebagai bahan pembuatan kamus. Dalam penelitian ini ditemukan 31 kata yang berasal dari kata akronim, 8 kata berbentuk abreviasi, 5 kata berbentuk kata klipping, 5 kata berbentuk kata kontraksi, 3 kata berasal dari fonem-fonem yang dibalik atau ragam walikan, 6 kata yang berasal dari pelepasan huruf vokal, 25 kata yang menggunakan bahasa asing, 16 kata yang beraras dari pergeseran makna karena persamaan sifat atau asosiasi, 4 kata yang berasal dari kata dimonoftong, 5 kata yang diimprovisasi secara acak, 17 kata baru. Selain itu, ditemukan bentuk lain, yakni bentuk penggunaan lambang bilangan sebanyak 2 kata dan penyimpangan makna sebenarnya sebanyak 2 kata. Dari kata tersebut, 101 kata gaul memiliki makna denotatif atau bermakna asli dan 29 kata gaul memiliki makna konotatif atau berupa makna kiasan. Hasil analisis bentuk dan makna bahasa gaul dapat dijadikan sebagai rekomendasi bahan pendamping pembelajaran sehari-hari yang berupa kamus bahasa gaul yang akan digunakan oleh guru dan peserta didik, maupun orang tua dalam mengawasi perkembangan bahasa yang digunakan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
Pematuhan Kesantunan dalam Kanal Animasi Santoon TV di Youtube Lili Agustina; Muhammad Yunus
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i1.2101

Abstract

Kesantunan berbahasa yang dilakukan akan menciptakan komunikasi yang baik antarpenutur. Kesantunan bisa diartikan menjadi cara berbahasa dengan tujuan mendekatkan jarak sosial yang akan menciptakan kedekatan emosi antara penutur dengan mitra tuturnya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan hasil pematuhan kesantunan dalam kanal animasi Santoon TV di youtube. Data yang diteliti dalam penelitian ini adalah tuturan yang mengandung pematuhan kesantunan berbahasa dengan memperhatikan enam prinsip kesantunan berbahasa yang dikemukakan oleh Leech. Keenam maksim itu yakni maksim kebijaksanaan, kedermawanan, penghargaan, kesederhanaan, permufakatan, dan kesimpatisan. Berdasarkan data tuturan pematuhan prinsip kesantunan dalam kanal animasi Santoon TV di youtube ditemukan 10 tuturan realisasi maksim kebijaksanaan, 6 tuturan realisasi maksim kedermawanan, 13 tuturan realisasi maksim penghargaan, 3 tuturan realisasi maksim kerendahan hati, 11 tuturan realisasi maksim permufakatan, dan 7 tuturan realisasi maksim kesimpatisan. Total realisasi pematuhan prinsip kesantunan dalam berjumlah 50 tuturan. Pematuhan kesantunan berbahasa yang paling banyak ditemukan dalam kanal animasi Santoon TV di youtube adalah maksim penghargaan.
Tindak Tutur Ekspresif pada Penulisan Utas Mengenai Politik, Ekonomi dan Sosial Gallant Karunia Assidik; Shindy Tresna Vinansih; Erry Widya Kustanti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i1.2120

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tindak tutur ekspresif pada penulisan utas di twitter mengenai politik, ekonomi, dan sosial. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini, yaitu utas yang ditulis oleh warganet di twitter mengani topik politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik simak-catat. Adapun teknik analisis menggunakan padan pragmatis. Berdasarkan Hasil analisis data pada 20 utas, ditemukan delapan bentuk tindak tutur ekspresif yang digunakan pembuat utas yaitu menyatakan rasa marah, menyatakan sindiran, menyatakan rasa takut, menyatakan kritikan, menyatakan keheranan, menyatakan pujian, menyatakan kesedihan, dan menyatakan terima kasih. Tindak tutur mengungkapkan rasa marah dengan memanfaatkan bentuk bahasa perbandingan dan kata yang bermakna negatif. Tindak tutur ekspresif menyatakan sindiran ditandai dengan adanya merupakan tuturan yang berlawanan dengan fakta. Tindak tutur ekspresif menyatakan rasa takut ditandai dengan penanda lingual bahaya dan waspada. Tindak tutur mengungkapkan pujian ditandai dengan penggunaan bentuk bahasa yang memiliki makna positif. Tindak tutur yang menyatakan keheranan ditandai dengan kata tanya mengapa dan penggunaan tanda tanya pada akhir kalimat. Tindak tutur ekspresif yang menyatakan kesedihan ditandai dengan penanda lingual berupa kata broke atau hancur. Tindak tutur ekspresif terima kasih ditandai dengan adanya penanda lingual berupa kata terima kasih.
Nilai Etika Lingkungan dalam Kumpulan Cerpen Yang Lebih Bijak Daripada Peri Karya Rizqi Turama (Pendekatan Ekologi Sastra) Noviatul Latifah; Oding Supriadi; Suntoko
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i1.2130

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan kurangnya pemahaman terhadap etika lingkungan menyebabkan masih banyaknya kerusakan lingkungan. Tujuan pada penelitian ini yaitu mendeskripsikan etika lingkungan dalam cerpen Yang Lebih Bijak Daripada Peri karya Rizqi Turama. Metode yang dilakukan pada penelitian ini yaitu deskriptif analitik. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan observasi, teknik pustaka, teknik baca dan catat. Peneliti melakukan analisis terhadap objek penelitian, kemudian dimasukkan ke dalam katu data. Alat yang digunakan dalam teknik penelitian yaitu handphone, leptop, buku catatan dan alat tulis. Hasil penelitian ditemukan delapan nilai etika lingkungan dalam tujuh cerpen pada kumpulan cerpen Yang Lebih Bijak Daripada Peri karya Rizqi Turama dengan pendekatan ekologi sastra. Nilai etika lingkungan yang ditemukan yaitu perinsip hormat terhadap alam, prinsip tanggung jawab terhadap alam, prinsip solidaritas terhadap alam, prinsip kasih sayang dan kepedulian terhadap alam, prinsip hidup sederhana dan selaras dengan alam, prinsip “no harm”, dan prinsip adil terhadap alam.
Proses Fonologis Bahasa Gaul Generasi ‘Z’ di Sosial Media (Analisis Fonologi Generatif) Lailatul Fitriah fitri; Anang Santoso; Febri Taufiqurrahman
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i1.2126

Abstract

Proses pembentukan bahasa gaul generasi Z di social media diperoleh pemendekan kata, singkatan dan kata yang dipelesetkan sehingga sangat menarik jika dikaji dari sisi fonologi generatif. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses fonologi generatif yang ada pada bahasa gaul generasi Z di sosial media. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa kata-kata gaul generasi Z yang digunakan di sosial media tiktok, Instagram, dan tweetter. Teknik pengumpulan data melalui simak, catat, dan pengklasifikasian perubahan bunyi sesuai dengan kaidah fonologi generatif. Analisis data secara fonologi generatif dan penarikan kesimpulan secara induktif. Hasil penelitian menyebutkan, Proses fonologi generatif pada bahasa gaul generasi Z terdapat proses asimilasi yaitu lesapnya bunyi konsonantal [h] dan coronal [t] serta pelesapan bunyi vokal. Terdapat proses disimilasi yaitu bunyi nasal [n] dan coronal [r] tetap jelas dan tidak terpengaruh oleh bunyi vokal dan konsonan yang ada di dekatnya. Terdapat penguatan bunyi dan penyisipan bunyi vocal [ə,i] diantara dua konsonan dan penyisipan bunyi continuant [y] diantara diftong. Terdapat penggantian bunyi continuan [y] dan penghilangan nasal [n] karena dipengaruhi oleh bunyi vokal dan konsonan di dekatnya. Terdapat pemanjangan bunyi vokal, pemendekan bunyi vokal. Ditemukan penambahan segmen bunyi vokal pada kata yang berasal dari proses penyingkatan kata, dan tidak ditemukan melemahnya bunyi.

Page 21 of 178 | Total Record : 1779