cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,779 Documents
Minat dan Motivasi Belajar Keterampilan Berbahasa Siswa Attention Deficit Hyperactivity Disolder (ADHD) Kelas XII Mipa 4 MAN 2 Kota Makassar (Studi Kasus) Hasnah; Andi Sukri Syamsuri; Munirah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1923

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan minat dan motivasi siswa Attention Deficit Hyperactivity Disolder (ADHD) dalam belajar keterampilan berbahasa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Objek penelitian sekaligus menjadi data dan sumber data adalah siswa Attention Deficit Hyperactivity Disolder (ADHD) kelas XII MIPA 4 MAN 2 Kota Makassar. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1) Minat belajar dapat dilihat dari empat indikator utama yakni perasaan senang, ketertarikan siswa, perhatian siswa, dan keterlibatan siswa. Berdasarkan indikator tersebut, minat belajar keterampilan berbahasa pada siswa Attention Deficit Hyperactivity Disolder (ADHD) kelas XII MIPA 4 khsususnya pada AF berada pada kategori baik. Hal tersebut dapat dilihat dari skor penilaian lebih dominan berada pada angka 3 (B) dengan jumlah skor 47,40% yang dipilih oleh 9 orang responden dengan total pertanyaan 15 butir dan total frekuensi 64. Sedangkan skor dominan kedua yakni nilai 4 (SB) dengan jumlah skor 41,48% dengan selisih 5,92% yang memiliki jumlah frekuensi 56. Sementara skor 2 (KB) yaitu 11,11% yang memiliki jumlah frekuensi 15. Hal ini tentu memiliki selisih yang jauh lebih besar dibandingkan (SB). 2) Motivasi belajar keterampilan berbahasa siswa AF sebagai siswa Attention Deficit Hyperactivity Disolder (ADHD) memiliki 5 indikator utama yakni (1) tekun dalam belajar, (2) ulet dalam menghadapi masalah, (3) berminat dalam berbagai masalah pelajaran, (4) mandiri, dan (5) teguh pendirian. Hasil penelitian menunjukkan motivasi yang dimiliki siswa AF dalam belajar keterampilan berbahasa juga berada pada kategori baik. Hal tersebut dapat dibuktikan pada hasil penelitian yang menunjukkan bahwa motivasi belajar keterampilan berbahasa siswa berada pada kategori angka 3 (B) dengan skor 52,59% dengan hasil frekuensi 71 kali pemilihan kategori tersebut. Jauh di atas nilai 4 (SB) yang hanya memiliki skor 33,33% dengan pemilihan kategori hanya 45 kali. Sementara kategori 2 (KB) hanya mendapat skor 13,9% dengan total pemilihan hanya 19 kali.
Unsur Kohesi dan Koherensi dalam Berita Online (Kasus Tugas Analisis Wacana Mahasiswa Semester IV Pendidikan Bahasa dan Sastra Inonesia) Ainul Hufyati; Abd. Rahman Rahim; Sitti Aida Azis
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1925

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan tugas mahasiswa dalam menentukan jenis kohesi dan koherensi dalam berita online. Sumber data dalam penelitian ini adalah data tugas mahasiswa semester IV kelas A Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini, yaitu mengumpulkan pekerjaan mahasiswa, memilih, mengumpulkan hasil, dan menganalisis. Teknik analisis data dalam penelitian ini, yaitu membaca dan merangkum serta memfokuskan pada unsur kohesi dan koherensi, kemudian melakukan penyajian data, dan penarikan kesimpulan hasil penelitian. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa mahasiwa lebih banyak menentukan unsur kohesi dibandingkan dengan koherensi. Beberapa unsur kohesi yang ditentukan dalam wacana berita di antaranya kohesi gramatikal yaitu 1) referensi yang meliputi kata saya, dia, beliau, kita, ini, itu. 2) substitusi, meliputi kata pengunjukrasa yang menggantikan kata sebelumnya, yaitu puluhan mahasiswa karena keduanya saling berkaitan. 3) konjungsi terbagi menjadi tiga yaitu konjungsi koordinatif ditandai dengan adanya kata hubung dan, kemudian. Konjungsi subordinatif yang ditandai dengan munculnya kata hubung ketika, jika, dengan, tanpa, hingga. Dan konjungsi antarkalimat ditandai dengan adanya kata hubung apalagi, namun, oleh karena itu, selain itu. Kemudian pada unsur kohesi leksikal terdapat hiponim yang ditandai dengan munculnya kata dari satu provinsi ke provinsi lain, dari kabupaten ke kabupaten lain, kemudian hiponim yang ditandai dengan adanya kota Saudi, Iran, Suriah, Libya, bahkan Mesir yang merupakan hiponim dari hipernim Negara jazirah Arab. Dan hiponim yang dibuktikan dengan munculnya kata dikukus, dipais, dibakar. Sedangkan koherensi yang ditentukan dalam wacana yaitu meliputi hubungan makna penambahan “dan”, hubungan makna sebab “karena”, dan hubungan makna kewaktuan “beberapa saat kemudian”. Kata Kunci : Kasus Tugas Analisis, kohesi dan Koherensi.
Kesantunan Tuturan Penolakan pada Masyarakat Jawa di SP 5 Desa Mekar Jaya Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Nurullita Rahmadani Pratiwi; Fatmawati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1928

Abstract

Penelitian ini mengkaji kesantunan tuturan penolakan pada masyarakat Jawa di SP 5 Desa Mekar Jaya Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan. Terbatasnya kemampuan penulis untuk mengkaji ruang lingkup pragmatik ini, penulis membatasi kajian penelitian ini pada bentuk-bentuk penolakan dan skala kesantunan. Masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah bentuk-bentuk tuturan penolakan masyarakat Jawa di SP 5 Desa Mekar Jaya Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan ? (2) Bagaimana skala kesantunan tuturan penolakan masyarakat Jawa di SP 5 Desa Mekar Jaya Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan ? Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengeksplorasi dan mengelaborasi tentang bentuk-bentuk tuturan penolakan (2) untuk mengeksplorasi dan mengelaborasi tentang skala kesantunan tuturan yang dilakukan oleh masyarakat Jawa di SP 5 Desa Mekar Jaya Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori Kartomihardjo (dalam Nadar 2013:98) dan Leech (dalam Rahardi 2005:66—68). Pendekatan penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode konten analisis. Berdasarkan analisis data mengenai kesantunan tuturan penolakan pada masyarakat Jawa di SP 5 desa Mekar Jaya Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan terdapat 50 data yang tersebar dalam 8 indikator bentuk-bentuk tuturan penolakan dan 5 indikator skala kesantunan. Sifat-sifat khas Jawa harus dilengkapi dengan adanya kajian tentang kesantunan berbahasa yang tidak lepas dari budaya penuturnya. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dari segi bentuk tuturan penolakan yang paling sering digunakan pada masyarakat Jawa adalah penolakan dengan menggunakan alasan yang ditemukan adalah 22 data. Selanjutnya, dari segi skala kesantunan yang lebih banyak atau dominan digunakan adalah skala ketidaklangsungan yang (santun : 30 data) (tidak santun : 8 data) Jadi yang ditemukan adalah 38 data.
Pemakaian Umpatan dalam Bahasa Luwu pada Mahasiswa IPMIL Raya Unhas: Kajian Sosiolingustik Asria Sadda; Muhlis Hadrawi; Muhammad Nur
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1931

Abstract

This research was inspired by the phenomenon of curse words use in Tana Luwu which its region has special dialect or language variety. This research aimed to describe forms and functions of curse words used in the form language in Tana Luwu. The present research was sourced from students from Tana Luwu who join Student Association of Luwu in Hasanuddin University. This research used descriptive method with qualitative analysis. The research results showed that curse words used in the form of language in Tana Luwu refer to seven references, namely animal, body parts/condition of body parts, impurity, supernatural creatures, diseases, adjectives, and condition. Meanwhile, the functions of the term are classified into four things, namely as the expression of annoyance, anger and exasperation, as greeting to be intimate, as expression of condition suddenly occurring, or unexpectedly happening, and as a form of satire.
Pengaruh Media Film Animasi Larva terhadap Kemampuan Menulis Cerita Fabel Siswa Kelas VII SMPN 18 Kota Jambi Tahun 2022 Muhammad Padel; Rasdawita; Eddy Pahar Harahap
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1942

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh media film animasi larva terhadap kemampuan menulis cerita fabel siswa kelas VII SMP N 18 Kota Jambi Tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan quasi experimental design berupa pretest-posttest control group. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VII SMP N 18 Kota Jambi dengan jumlah populasi 62 siswa dan sampel dalam peneliti ini adalah seluruh siswa kelas VII A berjumlah 20 siswa dan VII B berjumlah 22 siswa. Data dilihat dari hasil kemampuan siswa berupa dari hasil post-test yang menunjukkan keterampilan menulis teks cerita imajinasi kedua kelas tersebut Adapun Teknik pengumpulan data yaitu berupa tes, observasi, kuesioner dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan kemampuan menulis fabel dengan menggunakan media film animasi larva pada kelas VII SMP N 18 Kota Jambi memperoleh nilai rata-rata 77,04 termasuk kategori baik, dan kemampuan menulis fabel tanpa menggunakan media film animasi larva pada kelas VII SMP N 18 Kota Jambi nilai rata-rata 52,25 termasuk kategori kurang. Berdasarkan hasil uji t bahwa nilai t hitung lebih besar dari nilai t tabel, nilai t tabel sebesar 2,021 dan nilai t hitung sebesar 6,77. Maka t hitung 6,77 > t tabel 2,021, dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat pengaruh media film animasi larva terhadap kemampuan menulis fabel siswa kelas VII SMP N 18 Kota Jambi. Kata Kunci: Media film, animasi larva, menulis, cerita fabel
Citraan dalam Puisi Nyanyian Angsa Karya W.S. Rendra ( Kajian Hermeneutik ) Ade Nurul Izatti G. Yotolembah; Hasnur Ruslan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1949

Abstract

Penelitian ini menjelaskan wujud citraan yang terdapat dalam puisi Nyanyian Angsa karya W.S. Rendra, dengan menggunakan kajian Hermenutik. Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap wujud citraan yang terdapat dalam puisi Nyanyian Angsa karya W.S. Rendra. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik penelitian kepustakaan ( Library Research) dan teknik penelitian sastra: model analisis konten. Metode analisis data dilakukan dengan menjelaskan wujud citraan dalam puisi Nyanyian Angsa karya W.S. Rendra. Hal ini dilakukan melalui langkah-langkah: pengumpulan data, pengolahan, penganalisan, dan penyajian data agar dapat memberikan gambaran yang jelas. Teknik pengumpulan data berdasarkan citraan yang terkandung dalam teks puisi Nyanyian Angsa karya W.S. Rendra. Hasil analisis dan pembahasan menununjukan bahwa Wujud citraan yang terdapat dalam naskah puisi Nyanyian Angsa karya W.S. Rendra adalah citraan penglihatan, pendengaran, perabaan, penciuman, pengecapan, gerak, dan perasaan. Namun, citraan yang paling mendominasi dan sering di tampilkan dalam puisi ini adalah citraan penglihatan dan perasaan. hal ini dikarenakan puisi tersebut menggambarkan penderitaan fisik dan batin serta penolakan yang dialami oleh Maria Zaitun sekaligus kebahagiaan ketika bertemu dengan lelaki yang memperlakukan dan menghormatinya sebagai manusia.
Peningkatan Kompetensi Berbicara Siswa Kelas V SDN 1 Petobo melalui Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw Marlina Alimin
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1950

Abstract

Model pembelajaran konvensional mengakibatkan sikap dan minat siswa menjadi rendah karena cenderung bertumpu pada buku paket. Pembelajaran seperti ini juga cenderung didominasi oleh guru sehingga kurang memberikan peluang dan kesempatan kepada siswa untuk aktif menunjukkan kemampuannya dalam berbicara. Berdasarkan uraian tersebut pada penelitian ini masalah difokuskan pada 2 permasalahan pokok yaitu: 1) a. Apakah model pembelajaran Jigsaw dapat meningkatkan Aktivitas proses pembelajaran pada kompetensi berbicara siswa kelas V SDN 1 Petobo ? dan 2) Apakah model pembelajaran Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada kompetensi berbicara di kelas V SDN 1 Petobo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Model Pembelajaran Jigsaw dalam meningkatkan kompetensi berbicara pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas V SD Negeri 1 Petobo. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunkan model Kemmis & Mc Taggart yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi dengan menggunakan 2 siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN 1 Petobo sebanyak 20 orang siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, metode dokumentasi. Pada saat pratindakan atau sebelumnya dilakukan tindakan rata-rata nilai kemampuan berbicara siswa sebesar 68,79 dengan persentase ketuntasan sebesar 25%. Setelah dilakukan tindakan, hasil penelitian menunjukkan peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan indikator sebagai berikut: (1) terjadi kenaikan nilai tes kemampuan berberbicara siswa mulai pratindakan, siklus I dan siklus II, (2) jumlah siswa yang tuntas juga naik dari pratindakan, siklus I dan siklus II, (3) rata-rata kenaikan hasil penilaian pada pratindakan 68,79 menjadi 75,57 pada siklus I dan naik menjadi 80,21 pada siklus II. Aktivitas siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II yang dibuktikan dengan perolehan rata-rata persentase skor keaktifan siswa pada siklus I sebesar 39,50% naik 33,00% menjadi 75,50% pada suklus II.
Tindak Tutur Bahasa Toraja pada Kolom Komentar Media Sosial Facebook Kareba Toraja Junita Sampe; Tadjuddin Maknun; Ery Iswary
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1954

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan jenis dan bentuk tindak tutur bahasa Toraja yang digunakan dalam media sosial pada kolom komentar di laman Kareba Toraja. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa terdapat jenis dan bentuk pada komentar berbahasa Toraja di laman Kareba Toraja. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, baca, simak, sadap, simak bebas libat cakap, catat dan terjemahan. Data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis tindak tutur yang ditemukan adalah jenis tindak tutur ilokusi dengan bentuk bentuk asertif, direktif, ekspresif dan tidak ditemukan tindak tutur komisif dan deklaratif. Bentuk asertif terdiri atas bentuk menegaskan dan memberi informasi. Bentuk direktif terdiri atas menyuruh dan menyarankan. Bentuk ekspresif terdiri atas terima kasih, memuji dan menyalakan. Tidak ditemukan adanya jenis tindak tutur lokusi dan perlokusi serta tindak tutur bentuk deklaratif.
Implementasi Nilai-Nilai Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VIII UPT SMP Negeri 1 Binamu Kabupaten Jeneponto Anwar; M. Agus; Abdul Munir Kondongan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1960

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi nilai-nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran bahasa Indonesia meliputi, perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru mata pelajaran bahasa Indonesia di UPT SMP Negeri 1 Binamu Kabupaten Jeneponto . Data diperoleh melalui wawancara, angket, observasi, dan analisis dokumentasi. Uji kredibilitas data yang digunakan dalam penelitian ini adalah ketekunan pengamatan kemudian diperoleh kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh pada penelitian ini adalah pendidikan karakter dalam pembelajaran bahasa Indonesia di UPT SMP Negeri 1 Binamu Kanupaten Jeneponto sudah diimplementasikan baik dalam perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran. Pada tahap perencanaan pembelajaran, guru bahasa Indonesia sudah mencantumkan nilai-nilai karakter yang akan diimplementasikan dalam pembelajaran pada silabus dan RPP. Pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia di UPT SMP Negeri 1 Binamu sudah cukup terlaksana melalui pembelajaran secara tatap muka di kelas. Penilaian pembelajaran bahasa Indonesia sudah meliputi penilaian efektif. Kata kunci: implementasi, pendidikan karakter, pembelajaran bahasa Indonesia
Kajian Ekokritik Sastra: Representasi Lingkungan dan Alam dalam 50 Cerpen Tani Karya E. Rokajat Asura dkk. Maria Marietta Bali Larasati; Angela Marisa Manut
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v8i2.1967

Abstract

Ekokritik atau kritik lingkungan adalah perlakuan terhadap alam dengan adil dan hormat. Ekokritik melihat hubungan antara sastra dengan lingkungan fisik yang timbul akibat krisis lingkungan global beserta upaya praktis maupun teoretis untuk memperbaiki krisis tersebut. Kritik sastra berwawasan ekologi ini bermaksud memberikan penjelasan lewat pendekatan ekologi untuk memecahkan masalah ekologi dalam karya sastra. Permasalahan penelitian ini adalah permasalahan ekologi dalam 50 Cerpen Tani Karya E. Rokajat Asura dkk. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan faktor lingkungan dan alam dalam 50 Cerpen Tani karya E. Rokajat Asura, dkk yang mempengaruhi adanya ekokritik. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan data primer berupa 50 Cerpen Tani karya E. Rokajat Asura, dkk yang memuat permasalahan lingkungan dan alam. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca, mencatat, dan memberi kode. Teori yang digunakan adalah teori ekokritik sastra. Hasil penelitian ini menunjukan adanya faktor lingkungan dan alam yang mempengaruhi adanya ekokritik yaitu: (1) faktor sosial dan budaya, (2) kegiatan pengalihan fungsi lahan, (3) mitos.

Page 19 of 178 | Total Record : 1779