cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,779 Documents
Tindak Tutur Ilokusi Anies Baswedan pada Acara Narasi Mata Najwa “Anies Baswedan Bicara Gagasan” (Kajian Pragmatik) Afina Faizah Aunurrohim; Jatmika Nurhadi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kategori tindak tutur ilokusi yang disampaikan oleh Anies Baswedan dalam acara Narasi Mata Najwa dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dengan analisis data; reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian ini mendapatkan hasil bahwa tuturan yang disampaikan Anies Baswedan terdapat 5 kategori tindak tutur ilokusi meliputi tuturan direktif; (melarang, menyarankan & memerintah), tuturan komisif;(menawarkan & menjanjikan) , tuturan deklarasi; (memutuskan, mengizinkan & menyangkal), tuturan ekspresif; (mengharapkan, berterimakasih, mengenang, bersyukur & kekaguman), dan tuturan asertif; (menyatakan & melaporkan). Dominasi tuturan ilokusi yang digunakan adalah tuturan asertif
Pengembangan Materi Ajar Elektronik Pembelajaran Puisi Siswa Kelas X SMA Nurhidayah; Kembong Daeng; Syamsudduha Syamsudduha
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3371

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji: (1) kelayakan isi materi ajar puisi berbasis digital siswa kelas X SMA, penelitian kualitatif dengan model penelitian dan pengembangan. Model penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah pengembangan dari model S. Thiagarajan yang terdiri dari 4 (empat) tahapan, Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan), dan Disseminate (Penyebaran). Model penelitian dan pengembangan yang digunakan adalah pengembangan dari model S. Thiagarajan yang terdiri dari 4 (empat) tahapan, Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan), dan Disseminate (Penyebaran). Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kelayakan isi materi ajar dibagi menjadi delapan aspek penilaian, yaitu kesesuaian materi dengan Capaian Pembelajaran, kesesuaian materi dengan Tujuan Pembelajaran, kesesuaian materi Alur Tujuan Pembelajaran, kebenaran konsep materi dalam materi ajar, kesesuaian kegiatan belajar dengan kebutuhan siswa, kesesuaian manfaat untuk penambahan wawasan pengetahuan, kesesuaian dengan nilai-nilai, moralitas, dan sosial, dan aspek kesesuaian dengan kebutuhan materi ajar dengan hasil validasi tahap 1 aspek kelayakan isi memperoleh skor rata-rata 2,88. Setelah mendapatkan komentar dan saran dari validator, maka dilakukan perbaikan dan skor rata-rata validasi tahap 2 meningkat menjadi 4,38 dengan kategori sangat baik Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa produk materi ajar yang dikembangkan layak digunakan.
Reinventing Corrective Feedback Strategies In A Higher Education Academic Writing Synchronous Course Dwi Rahayu; Eka Margianti Sagimin
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3384

Abstract

Corrective feedback (CF) for academic writing is essential to improve writing skills. This study discovers how CF strategies are reinvented in an academic writing synchronous course. Therefore, within the framework of sociocultural and humanistic approaches in education, 71 students from two non-quasi classes in a university contributed by sharing their points of view for the CF they received. Class observations and surveys were conducted to gather data on how the CF was given and how the students perceived it. The main findings indicate that the CF was choral to the class, explicit, unfocused, and mixed of oral and written. Furthermore, peer reviews were conducted as the follow-up activity. Through these CF strategies, most participants have positive acceptance and comprehension. They also approve that their academic writing skills improved after the course ended. Despite a small number of students who preferred a direct one-on-one basis, this research shows pedagogical CF strategies and efficacies towards independent learning that are prevalent and feasible to the continuous online or hybrid learning systems nowadays.
Kata-Kata Tabu Bahasa Madura: Strategi Komunikasi Khas Madura Ahmad Faizi Faizi; Moh. Ahsan Shohfur Rizal; Dzarna Dzarna
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3409

Abstract

Beragam kata dan ungkapan yang digunakan seseorang di dalam berkomunikasi satu dengan yang lain, beragam cara yang mereka gunakan untuk mengungkapkan rasa maupun maksud yang mereka rasakan ketika berkomunikasi satu dengan yang lain. Kata maupun ungkapan tabu menjadi salah satu pilihan unik yang sering digunakan ketika mereka berkomunikasi. Penelitian ini merupakan kajian etnolinguistik yang bertujuan mendeskripsikan dan menginterpretasikan bentuk, makna, dan penggunaan kata-kata tabu yang digunakan pada aktivitas sehari-hari oleh masyarakat Madura di Desa Liprak Wetan Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo. Data dalam penelitian ini berupa sekelompok kata yang dianggap tabu sesuai adat kebiasaan masyarakat sekitar. Data tersebut dikumpulkan melalui metode simak catat dan dilengkapi dengan penggunaan intuisi kebahasaan penulis. Ada beberapa kata yang digunakan masyarakat Liprak Wetan dalam komunikasi sehari-hari. Kata tabu tersebut digolongkan menjadi beberapa bagian, yaitu: kata tabu yang berhubungan dengan binatang, anggota tubuh manusia, seks, agama, kematian, dan ekskresi. Dalam penelitian ini ditemukan tujuh kata yang berhubungan dengan anggota tubuh manusia, lima kata yang berhungan dengan binatang, tujuh kata yang berhubungan dengan seks
Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Digital dalam Implementasi Kurikulum Merdeka di SMP Tiga Bahasa Bina Widya Surakarta: Inovasi Pembelajaran Bahasa Indonesia Berbasis Digital Dwiana Nur Rizki Hanifah; Nanda Dewi Saputri; Septi Yulisetiani; Sarwiji Suwandi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3457

Abstract

Teknologi berkembang pesat dan membawa dampak pada bidang pendidikan. Pendidik perlu meningkatkan kompetensi dan penguasaan teknologi untuk merancang pembelajaran yang efektif. Pembelajaran berbasis digital diperlukan untuk menyesuaikan perkembangan zaman dan menyiapkan siswa yang bijaksana terhadap perkembangan teknologi. Pembelajaran berbasis digital juga diperlukan untuk memberikan pemahaman kepada siswa bahwa perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk media belajar. Pembelajaran bahasa Indonesia berbasis digital sangat diperlukan karena penguasaan bahasa Indonesia akan berpengaruh terhadap keterampilan berbahasa dan komunikasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk inovasi pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis digital di SMP Tiga Bahasa Bina Widya Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk inovasi pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis digital di SMP Tiga Bahasa Bina Widya Surakarta. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif studi kasus. Sumber data dalam penelitian ini, yaitu guru, siswa, dan kepala sekolah. Dokumen yang digunakan sebagai sumber data dalam penelitian ini, yaitu berupa hasil belajar siswa, dokumentasi kegiatan sekolah, bahan ajar, dan visi misi sekolah. Uji validitas dalam penelitian ini menggunakan triangulasi metode dengan melakukan wawancara bersama guru, kepala sekolah, dan siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis digital di SMP Tiga Bahasa Bina Widya Surakarta dapat dilihat dari penggunaan bahan ajar, media pembelajaran, perangkat evaluasi pembelajaran, dan proses pembelajaran. Bahan ajar disajikan dalam bentuk digital yang dapat diakses melalui website. Materi pembelajaran juga disediakan dalam bentuk buku elektronik. Media pembelajaran yang digunakan, yaitu media audiovisual yang memuat gambar, foto, video diakses melalui smart TV, ditayangkan dengan proyektor, atau diakses melalui handphone. Proses pembelajaran Bahasa Indonesia berbasis digital di SMP Tiga Bahasa Bina Widya sepenuhnya memanfaatkan perangkat elektronik yang dapat mengembangkan literasi digital peserta didik. Perangkat evaluasi pembelajaran dilaku menggunakan media interaktif Quizizz yang dikemas secara menarik.
Keefektifan Model Pembelajaran Project Based Learning dan Inquiry dalam Keterampilan Menulis Teks Laporan Hasil Observasi Kelas X IPA SMA Pesantren Putri Yatama Mandiri Gowa Abd Kadir; Ramly Ramly; Ambo Dalle
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3462

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengdeskripsikan hasil belajar dengan menggunakan model pembelajra project based learning dalam keterampilan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa. untuk membuktikan keefektifan model pembelajaran project based learning belajar Stray dan model belajar inquiry dalam pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi. Model Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimen. Populasi penelitian ini adalah keseluruhan peserta didik Kelas X IPA 1 Dan X IPA 2 SMA Pesantren Putri Yatama Mandiri Gowa. Data kemudian dikumpulkan dengan teknik tes untuk mengetahui kemampuan belajar peserta didik. Adapun variabel yang diteliti pada penelitian ini ialah model pembelajaran PBL, model pembelajaran Inquiry, dan kemampuan menuliTeks Laporan Hasil Observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Model pembelajaran Project Based Learning dapat meningkatkan keterampilan menulis teks laporan hasil observasi peserta didik kelas X IPA 1 SMA Pesantren Putri Yatama Mandiri Gowa. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari nilai pretes 41,87 menjadi 79,00 pada nilai postes; Akan tetapi, model belajar Inquiry lebih efektif daripada model belajar PBL berdasarkan nilai rata-rata yang diperoleh siswa dalam pembelajaran menulis teks laporan hasil observasi siswa kelas X IPA 1 dan X IPA 2 SMA Pesantren Putri Yatama Mandiri Gowa. Hal tersebut juga didukung oleh perolehan nilai thitung lebih besar dari pada nilai ttabel pada taraf 995, yakni sebesar 2,66. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa nilai thitung > ttabel yakni 9,66 > 2,66, sehingga H1 penelitian ini diterima.
Analisis Nilai Pendidikan Moral dalam Novel 'Si Anak Pemberani' Karya Tere Liye: Sebuah Pendekatan Richard Eyre Maya Intan; Johar Amir; Juanda Juanda
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3466

Abstract

Peranan karya sastra selalu mengandung nilai-nilai yang dapat memberikan kesan positif. Nilai-nilai tersebut dapat dijadikan pelajaran dan pengajaran bagi manusia. Novel 'Si Anak Pemberani' banyak mengandung nilai pendidikan berupa nilai moral dari teori Linda dan Richard Eyre. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai moral dalam novel dengan fokus pada nilai keberadaan dan nilai memberi. Metode dalam penelitian meliputi kata, frasa, klausa, kalimat, narasi dan dialog. Hasil penelitian ditemukan nilai-nilai moral yaitu keberanian, kejujuran, kedamaian, kemandirian atau potensi, kedisiplinan atau modernisasi, dan kesetiaan atau kesucian. Nilai-nilai memberi adalah kesetiaan, rasa hormat, cinta kasih, kebaikan dan keramahan, serta keadilan dan belas kasihan. Kontribusi hasil penelitian ini dapat memberikan informasi sebagai bahan pertimbangan atau dukungan dalam pengajaran bahasa atau sastra dan bagi penelitian selanjutnya dapat digunakan sebagai acuan untuk mengembangkan teori yang lebih luas
The Analysis of Gender Position in English Language Teaching Coursebooks: Pathway to English for The Senior High School Afifah Nur Amalia; Didin Nuruddin Hidayat; Nida Husna; Alek Alek
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3468

Abstract

The gender status in ELT (English Language Teaching) textbooks for Eleventh Grade Students is examined in this study. The study goals are as follows: to determine what gender position is equal in the textbook Pathway to English and to identify what male and female roles are appropriate for their gender position in the textbook. Content analysis was employed as the study approach. The data from this study were studied in six areas of gender, and they are: Female or male graphical depiction or illustration, female and male characters who play professional/occupational roles, proper nouns, pronouns, common nouns, and titles are all stated as female or male. Female and male role models: The number of role models, female/male activities are any actions performed by a female or a man. The pattern of mentioning female/male names refers to female and male characters in the same sentence. The data shows that the numerical representation of females in this book is less than males in all aspects.
Male and Female EFL Teachers’ Mood Structure in Classroom Interaction Ratu Erlinda Kurniatillah; Nida Husna; Alek Alek; Didin Nuruddin Hidayat; Farida Hamid
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3469

Abstract

This research study aimed to examine the talks of male and female EFL teachers. This study aims to determine how male and female EFL teachers realise mood differently and how they recognize it in their discussions and roles as teachers. The plan was to use a descriptive-qualitative research design. Observation, audio recording, and field notes were used to collect data. Mood structure analysis was used to analyze data. To provide a more detailed analysis, utterances are classified based on their description, meaning, and code. This study's findings are: (1) A male teacher found 26 statement mood utterances, 26 interrogative mood utterances, 20 declarative mood utterance variations, and 2 offer mood utterances. Meanwhile, female teachers identified 23 statement moods, 17 interrogative moods, 5 commands, and 1 offer moods (2) for using mood structures in male and female teacher discourse; statement and interrogative moods are the most often employed moods during the teaching and learning process. (3) the most widely utilized kind of mood structure is declarative. It happens because teaching is a teacher's primary responsibility.
Education Transformation: Illocutionary in Nadiem Makarim’s Speech at the Education World Forum 2023 Nurlaila Indah Jatiningtyas; Didin Nuruddin Hidayat; Alek Alek; Atiq Susilo
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3470

Abstract

People communicate with each other with some intentions. Nowadays, information can be easily accessed through social media. Unfortunately, the platforms cannot understand the semantic and pragmatic features. To achieve effective communication, speech should be performed and interpreted accordingly. This article will discuss the illocutionary acts in Nadiem's speech. The speaker's purpose can be understood comprehensively by analysing the illocutionary acts. The present study is a descriptive-qualitative analysis. The main focus of this study is the illocutionary speech acts performance. The video gathered was about Nadiem Makarim, the Minister of Education, Culture, Research, and Technology of the Republic of Indonesia, presenting the Education Transformation in Indonesia. The video was taken at the Education World Forum, London 2023. The researchers then transcribed the video, analysed the illocutionary speech acts, specified the types, and evaluated the corresponding frequently used speech acts percentages to derive the conclusions. It can be found that Nadiem Makarim has performed 107 utterances. The utterances used are categorised as assertive speech acts, which is prevalent up to 82 utterances. The other illocutionary speech acts presented are expressive, consisting of 14 utterances, ten directives utterances, and one commissive speech act. It can be concluded that the most frequently used illocutionary speech act in the speech is assertive, which takes accounts into 76.6%. There were not any declaratives illocutionary speech acts found

Page 49 of 178 | Total Record : 1779